Arsip Tag: program vaksinasi di tahun 2021

Presiden Jokowi Targetkan 1 Juta Vaksinasi Covid-19 Per Hari

54 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Percepatan program vaksinasi nasional terus dilakukan oleh pemerintah guna menciptakan kekebalan komunal dan menekan laju penyebaran Covid-19. Presiden Joko Widodo berharap target satu juta dosis vaksin per hari yang dimulai pada Sabtu, 26 Juni dapat terjaga hingga Juli 2021. Selanjutnya, pada bulan Agustus Presiden menargetkan penyuntikan vaksin pada masyarakat dapat dilakukan dengan jumlah yang lebih besar.

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam keterangan pers usai meninjau vaksinasi Covid-19 massal di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 26 Juni 2021.

“Saya berharap mulai hari ini target satu juta vaksin untuk seluruh Indonesia terus kita jaga sampai nanti bulan Juli. Bulan Agustus akan kita beri target dua kali lipat dari yang ada sekarang ini,” ucap Presiden Jokowi.

Vaksinasi massal bagi masyarakat umum di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri telah dilakukan sejak Kamis, 24 Juni 2021, dengan menggunakan jenis vaksin Sinovac. Adapun target penyuntikan vaksin pada Sabtu, 26 Juni 2021 dilakukan kepada 7.500 peserta.

Selain melakukan peninjauan, Presiden juga berkesempatan berbincang dengan perwakilan 34 Kepolisian Daerah (Polda) di Indonesia yang juga melaksanakan vaksinasi serentak melalui konferensi video. Sejumlah Kapolda menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung program vaksinasi nasional dengan menaikkan target penyuntikan vaksin per hari pada bulan Juli mendatang.

“Kami laporkan bahwa hari ini dalam rangka pelaksanaan satu juta vaksin telah dilaksanakan di Polda Jawa Tengah secara serempak di 35 Polres sebanyak 340 titik dengan ketentuan bahwa Polda Jawa Tengah mendapatkan jatah 141 ribu terbagi habis mulai terhitung tadi jam 8 kita mulai sampai nanti jam 5 sore. Kemudian tenaga kesehatan yang kita miliki antara TNI-Polri dan Dinas Kesehatan 5.458 (orang),” ujar Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi saat berbincang dengan Kepala Negara melalui konferensi video.

“Itu 141 ribu dalam satu hari. Kalau ditingkatkan jadi dua kali bisa enggak?” tanya Presiden.

“Sanggup, Bapak,” tegas Kapolda Jateng.

Hal serupa disampaikan oleh Kapolda Sumatera Utara Irjen Panca Putra Simanjuntak yang dalam laporannya juga meminta tambahan dosis vaksin bagi masyarakat di wilayah Sumatera Utara.

“Kemarin kami menerima 121 ribu (dosis vaksin), mengingat antusiasme masyarakat kami mohon izin kepada Bapak Presiden dan Bapak Kapolri kiranya kekurangan kurang lebih 60 ribu (dosis) bisa dipenuhi, Bapak Presiden,” ujar Kapolda Sumatera Utara.

“Itu kalau kegiatan hari ini diteruskan, kemudian mulai 1 Juli dilipatkan dua kali kira-kira masih sanggup enggak?” tanya Presiden.

“Sanggup, Bapak Presiden,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Kepala Negara mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI, Polri, dan pemerintah daerah yang telah melaksanakan vaksinasi massal bagi masyarakat umum secara serentak di seluruh Indonesia.

“Terima kasih kepada seluruh pimpinan daerah, Kapolda, Pangdam, gubernur, bupati, dan wali kota. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas acara vaksinasi massal pada pagi hari ini yang dikerjakan secara serentak di seluruh Polda dan Kodam yang bekerja sama dengan pemerintah daerah,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan peninjauan yaitu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito.(*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres)

Eksekusi Instruksi Bupati Belu, Dinas Kominfo Fasilitasi Vaksin Wartawan

205 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mengeksekusi instruksi Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, Finasim untuk memfasilitasi para wartawan yang bertugas di wilayah Belu dalam mendapatkan pelayanan vaksin di Puskesmas Umanen, Kecamatan Atambua Barat, pada Selasa, 11 Mei 2021.

Kepala Dinas Kominfo, Johanes Andes Prihatin, SE.,M.Si. ketika dihubungi  Garda Indonesia via sambungan telepon pada Selasa siang menuturkan, bahwa vaksin hari ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan vaksinasi bagi para wartawan beberapa waktu lalu. Bupati Belu mengingatkan kembali melalui acara coffee morning bersama pekerja pers, pada Jumat, 7 Mei 2021.

“Menurut Bupati, pekerja media menjadi salah satu (kelompok, red.) pekerja yang memang rawan dan harus menjadi prioritas, karena pekerjaan sehari – harinya di lapangan dan berbaur dengan semua kalangan masyarakat. Pantauan kami, vaksin hari ini berjalan lancar,” tegas Jap, sapaan akrabnya.

Kepala Dinas Kominfo, Johanes Andes Prihatin, SE.,M.Si.

Jap mengimbau kepada pekerja media lainnya yang belum mendapatkan vaksin, untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Kominfo agar  difasilitasi menerima vaksin. Dan, bagi para jurnalis yang sudah divaksin, diharapkan bisa memberikan kesaksian sekaligus mengajak masyarakat untuk bersedia divaksin, yang mana menjadi bagian dari upaya penanggulangan dampak Covid – 19.

“Saya memberikan apresiasi setinggi– tingginya kepada Bupati atas perhatian luar biasa kepada pekerja media. Waktu coffee morning, bupati sudah keluarkan pernyataan, bahwa pekerja media disetarakan dan dihormati sama dengan profesi–profesi lain. Bupati memandang media sebagai mitra dalam melaksanakan pembangunan selama masa kepemimpinannya,” papar Jap, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Belu.

Terpisah, wartawan Pos Kupang, Teni Jenahas mengungkapkan, proses pelaksanaan vaksin kepada para pekerja media ini, sebagai bentuk perhatian prioritas Pemerintah Daerah Belu di bawah kepemimpinan Bupati dr. Agus Taolin dan Wakil Bupati Drs. Alo Haleserens. Tentu, hal ini perlu dilihat sebagai suatu upaya bersama dalam memerangi penyebaran dampak Covid–19 di Belu. Para pekerja media yang bergelut dengan aktivitas jurnalistik setiap hari, meliput dan bertemu dengan semua narasumber, tentu faktor– faktor kesehatan harus diperhatikan demi menjaga stabilitas imunitas tubuh.

Lanjut Teni Jenahas, dengan adanya vaksin ini, berarti para pekerja pers yang bertugas di Belu memberikan dukungan positif kepada program Pemerintah Daerah Belu, sekaligus mengajak masyarakat untuk divaksin tanpa ragu–ragu. Mengingat, betapa pentingnya vaksin dalam meningkatkan imunitas tubuh dalam mencegah ancaman bahaya Covid–19.

“Hari ini luar biasa. Karena itu, saya mewakili teman–teman wartawan menyampaikan terima kasih sekaligus memberikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati yang sudah memberikan ruang vaksinasi bagi para pekerja media,” tutup Teni Jenahas (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Foto: kominfobelu

Presiden Jokowi: Jangan Menyepelekan Covid-19

314 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Ancaman penularan dan penyebaran pandemi Covid-19 masih ada di negara kita. Oleh karena itu, dalam pernyataan terbaru yang disampaikan pada Minggu, 2 Mei 2021, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan dalam rangka kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko tersebut.

“Kita harus tetap benar-benar waspada, tetap tidak boleh lengah, tidak boleh menyepelekan yang namanya Covid-19,” ujarnya.

Beberapa waktu belakangan, kurva kasus Covid-19 di tanah air memang melandai sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro yang disertai dengan kebijakan vaksinasi massal. Tercatat saat ini jumlah kasus aktif di Indonesia semakin menurun di angka 100 ribuan. Tren kesembuhan pasien Covid-19 juga diketahui semakin meningkat dengan penurunan kasus harian.

Namun, di tengah perkembangan positif tersebut, Presiden Jokowi mengingatkan agar seluruh pihak tak lekas berpuas diri dan bereuforia. Perkembangan positif dari upaya penanganan pandemi beberapa waktu terakhir tersebut bukan berarti situasi pandemi telah terkendali sepenuhnya.

“Jangan merasa sudah aman. Belum! Upaya menekan kasus aktif ini harus terus dilakukan dan sangat bergantung dengan kedisiplinan kita, kita semua, dalam menjalankan protokol kesehatan,” tegas Presiden.

Seluruh pihak, terang Presiden Jokowi, baik yang berada di zona merah, oranye, kuning, hijau, telah divaksin, maupun yang belum menerima suntikan dosis vaksin tetap harus berdisiplin dalam menjalankan protokol kesehatan baik itu mengenakan masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan.

Di samping itu, perkembangan positif dari penanganan pandemi Covid-19 tampak berimbas pada mulai bergeraknya aktivitas perekonomian di daerah. Momentum pemulihan ini, kata Presiden, merupakan hal yang harus dijaga dan dipertahankan bersama-sama dengan cara meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan.

“Saya minta kepada gubernur, bupati, hingga wali kota terus mengingatkan masyarakat untuk berdisiplin menjalankan protokol kesehatan dan bersinergi dengan pemerintah pusat, dengan melarang mudik warganya pada Lebaran tahun ini,” imbuh Presiden Jokowi.

Mengakhiri pernyataan, Kepala Negara kembali menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas nomor satu pemerintah. Oleh karena itu, ketaatan terhadap protokol kesehatan yang disertai dengan kewaspadaan terhadap risiko penyebaran Covid-19 harus tetap terjaga.

“Bersama-sama insya Allah kita mampu mengatasi ujian dan cobaan yang berat ini,” tandasnya.(*)

Sumber berita dan foto pendukung (*/BPMI Setpres)

Editor (+roni banase)

Tahap Kesembilan, 3,8 Juta Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia

208 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Sebanyak 3,852 juta dosis vaksin siap pakai AstraZeneca dari Covax Facility kembali tiba di Indonesia pada Senin, 26 April 2021. Kedatangan vaksin ini merupakan tahap kesembilan sejak 6 Desember 2020. Pesawat Emirates yang membawa vaksin tersebut memiliki nomor penerbangan EK-9258 dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, sekira pukul 18.26 WIB.

“Alhamdulillah dengan mengucap puji syukur kepada Allah, pada malam hari ini Indonesia menerima batch kedua vaksin dari jalur multilateral yaitu dari Covax Facility berupa vaksin jadi AstraZeneca sebesar 3,852 juta dosis,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangannya di lokasi kedatangan vaksin.

Sebelumnya, pengiriman tahap pertama vaksin multilateral dari Covax Facility telah diterima Indonesia pada tanggal 8 Maret 2021 yaitu sebesar 1,1 juta dosis.

“Indonesia duduk sebagai salah satu co-chairs dalam Covax AMC Engagement Group. Kita prihatin menyaksikan terjadinya gelombang baru di banyak negara dunia serta ditemukannya varian-varian baru di beberapa negara,” jelas Menteri Luar Negeri.

Menurut Retno, pemerintah melihat kebutuhan dunia akan vaksin semakin meningkat dan terjadinya perlambatan pengiriman vaksin di seluruh dunia sehingga mengharuskan pemerintah Indonesia bekerja lebih keras agar ketersediaan vaksin yang aman bagi rakyat Indonesia dapat tercukupi.

“Kita terus berupaya agar program vaksinasi nasional dapat terus berjalan. Siang dan malam kita terus melakukan diplomasi agar kebutuhan vaksin kita tercukupi,” tuturnya.

Untuk diketahui, vaksin AstraZeneca telah masuk ke dalam emergency use listing (EUL) atau daftar penggunaan darurat WHO sejak 15 Februari 2021. Terdaftarnya vaksin tersebut di EUL WHO memungkinkan penggunaan darurat dan distribusi global melalui Covax.

EUL WHO itu melibatkan penilaian yang ketat terhadap data uji klinis fase II dan fase III akhir serta data-data lainnya yang substansial untuk memastikan keamanan, kualitas, dan kemanjuran vaksin.(*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres)

Editor (+roni banase)

Kunjungan Kerja di Bali, Presiden Jokowi Singgah ke Toko Mebel di Ubud

244 Views

Denpasar-Bali, Garda Indonesia | Usai meninjau vaksinasi massal di Puri Saren Agung, Kabupaten Gianyar, Selasa, 16 Maret 2021, Presiden Joko Widodo melanjutkan perjalanan menuju lokasi acara berikutnya. Dalam perjalanan tersebut, rangkaian kendaraan Presiden sempat berhenti di bilangan Jalan Raya Mas, Ubud. Ternyata Presiden hendak singgah di salah satu toko yang menjual sejumlah mebel dan kerajinan.

Ibu Yani sang pemilik toko pun mengaku terkejut dengan kedatangan Presiden Jokowi ke tempatnya. Tokonya yang memang biasanya sepi terdampak pandemi, mendadak dikunjungi. “Kaget banget. Tadi senang banget dapat lambaian tangan. Kita nggak menyangka beliau datang ke tempat kita,” ujarnya.

Menurut Ibu Yani, Presiden sempat menanyakan bahan yang digunakan untuk membuat sebuah kerajinan. Ibu Yani pun berharap, pandemi Covid-19 bisa segera berakhir sehingga ekonomi bisa pulih kembali.

“Biar cepat pulih, tamu kita ke Bali,” tandasnya.

Didampingi Gubernur Bali, I Wayan Koster, Presiden Jokowi meninjau Toko Mebel di Jalan Raya Mas Ubud

Tak lama, usai melihat-lihat sejumlah kerajinan, Presiden Jokowi pun kembali ke kendaraannya untuk melanjutkan perjalanan dalam rangkaian kunjungan kerjanya.

Presiden Jokowi Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Masih dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Bali, Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara massal pada Selasa, 16 Maret 2021. Kegiatan vaksinasi massal pada kunjungan tersebut dipusatkan di Puri Saren Agung, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Vaksinasi gratis pemerintah tersebut diikuti oleh kurang lebih 680 orang yang pemberiannya dilakukan bertahap dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Saya ingin melihat proses berjalannya vaksinasi yang telah diberikan kepada para pelayan publik, tokoh-tokoh agama, juga sebagian di lingkungan masyarakat. Jadi dari setiap banjar (kesatuan masyarakat hukum di Bali), dari 13 banjar yang ada, ditunjuk 50 orang dan proses pada siang hari ini berjalan baik dan lancar,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi saat memasuki lokasi Vaksinasi Massal Covid-19 di Puri Saren Agung, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar

Vaksinasi ini utamanya ditujukan bagi para pekerja publik khususnya pelaku industri pariwisata, pemuka agama, perwakilan budayawan, perwakilan pemuda, dan masyarakat setempat. Tak hanya Kabupaten Gianyar, pelaksanaan vaksinasi massal ini juga dilakukan serentak di 7 kabupaten dan 1 kota lainnya, yakni Kabupaten Badung, Bangli, Buleleng, Jembrana, Karangasem, Klungkung, Tabanan, dan Kota Denpasar.

Kepala Negara pun turut melakukan konferensi video dengan para bupati dan wali kota. Dalam arahannya melalui konferensi video tersebut, Presiden menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras pemerintah daerah untuk turut serta menyukseskan program vaksinasi massal dari pemerintah.

Presiden mengingatkan agar jajaran di daerah tidak lengah dan tetap mengarahkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan untuk menjaga keamanan masyarakat setempat.

“Yang penting tetap selalu menjaga protokol kesehatan secara ketat sehingga betul-betul nanti laju penyebaran Covid-19 ini bisa berkurang di Provinsi Bali,” ucapnya.

Pemerintah Provinsi Bali sendiri sebelumnya menetapkan tiga wilayahnya sebagai zona hijau Covid-19. Ketiganya yakni Ubud di Kabupaten Gianyar, Sanur di Kota Denpasar, dan ITDC Nusa Dua di Kabupaten Badung.

Presiden Jokowi menyapa dan berdialog dengan petugas Vaksinasi Covid-19 di Puri Saren Agung, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar

Penetapan zona tersebut dimaksudkan untuk membentuk zona berpola hidup sehat dan menerapkan standar protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 secara ketat dengan kebijakan vaksinasi menyeluruh terhadap orang yang tinggal dan beraktivitas di wilayah tersebut. Hal itu sekaligus merupakan prakondisi dari tahapan-tahapan yang nantinya akan ditempuh untuk kembali membuka sektor pariwisata apabila situasi pandemi telah terkendali.

Berkaitan dengan hal itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan harapan agar Provinsi Bali, masyarakat, dan sektor pariwisatanya dapat segera bangkit. Melalui prakondisi terhadap tiga zona hijau itu, pihaknya akan melakukan evaluasi berkala terhadap penanganan dan tindakan pencegahan penyebaran pandemi di wilayah pariwisata Bali.

“Kita harapkan dengan kita fokus di tiga zona ini kebangkitan sektor pariwisata di Provinsi Bali akan dimulai dan akan kita evaluasi setiap minggu bagaimana perkembangan yang ada di kawasan-kawasan ini dan pada umumnya di Provinsi Bali,” tandasnya.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana, dan Bupati Gianyar I Made Mahayastra. (*)

Sumber berita dan foto pendukung (*/BPMI Setpres)

Editor (+roni banase)

Hermanus Man Salut Antusiasme Ratusan Lansia Penerima Vaksin Covid-19

294 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sejak pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang diperuntukkan bagi warga lanjut usia dan pelayanan publik di Kota Kupang, Wakil Wali Kota Kupang, dokter Hermanus Man terus melakukan pemantauan jalannya proses vaksinasi baik di puskesmas-puskesmas dan tempat pelayanan publik lainnya.

Pada Senin dan Selasa, 15—16 Maret 2021, dr. Herman Man menyambangi Puskesmas Sikumana dan Puskesmas Bakunase untuk memantau langsung jalannya kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi lansia di kedua lokasi tersebut. Saat memantau pelaksanaan vaksinasi massal untuk lansia di Puskesmas Sikumana pada Senin, 15 Maret 2021, tampak antusiasme warga yang hadir sejak pukul 08.00 WITA  mengikuti proses vaksinasi yang digelar di Puskesmas tersebut.

Didampingi Sekretaris Camat Maulafa, Norbertus Noto, beberapa Lurah se-Kecamatan Maulafa dan Kepala Puskesmas Sikumana dr. Maria Ivonny Dondao Rai, dokter Herman Man mengungkapkan apresiasinya atas antusiasme warga dalam mengikuti program vaksinasi Covid-19 dari pemerintah. “Saya senang melihat proses vaksinasi di Puskesmas Sikumana hari ini, berjalan sangat baik dan penuh dengan antusiasme masyarakat,” ujarnya.

Seraya menyapa beberapa warga lansia yang sedang dalam antrean, dokter Herman Man menegaskan bahwa antusias masyarakat mengikuti Vaksinasi Covid-19 ini seolah memberi pesan pada kita semua bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan sebagaimana informasi-informasi yang tidak bertanggung jawab yang beredar di tengah masyarakat beberapa waktu lalu.

“Ini pertanda bahwa kita akan mampu menang melawan Covid-19,” terang dokter Herman Man.

Selain itu, dokter Herman Man juga memantau prosedur isolasi mandiri oleh puskesmas dengan koordinasi satgas Covid-19 Kota Kupang, camat dan lurah yang diakuinya telah berjalan dengan baik dari sisi pendekatan dan penerapan protokol kesehatan.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man bersama Lansia Penerima Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Sikumana

Kepala Puskesmas Sikumana dr. Maria Ivonny Dondao Rai, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa jadwal Pelayanan Vaksinasi dilakukan  Setiap hari,  mulai pukul 09.00—11.30 WITA. Stok vaksin yang tersedia untuk Puskesmas Sikumana total berjumlah 51 multi-dose bagi lansia. Selain itu, jumlah OTG yang menjalani isolasi mandiri yaitu sebanyak 51 orang.

Dari pantauan yang dilakukan, untuk Puskesmas Sikumana vaksinasi yang ditargetkan berjumlah 4.593 orang, sesuai daftar nama yang sudah diverifikasi, dengan perincian jumlah per kelurahan; Kelurahan Naikolan 698 orang, Sikumana 1.301 orang, Oepura 1.382 orang, Kolhua 655 orang, Fatukoa 304 orang dan Kelurahan Belo 253 orang. Sementara yang telah melakukan vaksin sebanyak 171 orang terdiri dari lansia dan pelayanan publik.

Antusiasme warga lansia penerima vaksin Covid-19 juga tampak di Puskesmas Bakunase, ketika dokter Herman Man  berkunjung pada Selasa, 16 Maret 2021 untuk memantau jalannya proses vaksinasi di puskesmas tersebut. Menemui para warga lansia yang sementara tertib dalam antrean, ia menyapa sekaligus memberikan dukungan dan berpesan agar rileks dan tidak tegang petugas menyuntikkan vaksin.

Didampingi Camat Kota Raja, Rudi Abubakar dan Lurah se-kecamatan Kota Raja serta Kepala UPTD Puskesmas Bakunase, drg. Dian Sukmawati Arkiang, dokter Herman Man mengapresiasi antusiasme para lansia yang hadir untuk menerima vaksin di Puskesmas Bakunase. “Saya senang melihat banyaknya warga yang bersedia dan antusias vaksin. Patut diapresiasi banyak warga lansia datang vaksinasi. Saya berharap agar lebih banyak warga Kota Kupang berusia lansia yang belum untuk tidak takut dan datang untuk divaksin,” tuturnya.

Kepada para RT/RW, tenaga kesehatan, para Lurah, Camat juga TNI dan Polri di Kecamatan Kota Raja, dokter Herman Man mengingatkan untuk selalu berkoordinasi dan tetap semangat dalam penanganan Covid-19 di Kota Kupang. Ia pun mengonfirmasi kondisi terkini kasus Covid-19 kepada para lurah di setiap kelurahan yang hadir termasuk situasi lapangan kepada tenaga kesehatan 3T.

Dokter Hermanus Man berdialog dengan Vaksinator Covid-19

Dokter Herman Man mengingatkan kepada para tenaga kesehatan 3T untuk selalu berkoordinasi dengan para lurah serta camat dan kepala UPTD Puskesmas Bakunase agar selalu update setiap informasi terkini. Koordinasi juga terus dilakukan terkait pemantauan dan pengawasan terhadap pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri, baik kepada tenaga kesehatan 3T, Kepala UPTD Puskesmas Bakunase, Camat, para Lurah dan Babinkantibmas.

George Aleks Saununu, warga lanjut usia yang baru saja menerima vaksin, ketika dimintai pernyataannya terkait program vaksinasi covid-19 turut menyampaikan dukungannya kepada pemerintah. “Kita perlu menjunjung tinggi program pemerintah dan ini juga untuk kepentingan kesehatan saya dan orang lain di lingkungan sekitar saya. Untuk itu saya juga berharap agar semua orang mau dan dapat divaksin. Harapan kami sebagai warga, semua komponen terutama pemerintah serius dalam penanganan Covid-19 agar semua cepat normal kembali dan perekonomian pulih,” urainya.

Sementara Olin Mboik, tenaga kesehatan yang bertugas memvaksin para warga di UPTD Puskesmas Bakunase menilai bahwa sejak hari pertama vaksinasi tahap 2 banyak warga lansia yang antusias untuk menerima vaksinasi di Puskesmas Bakunase. Dari data yang ada, terhitung sejak 3 Maret lalu hingga saat ini, di wilayah pelayanan UPTD Puskesmas Bakunase sudah lebih dari seratus orang warga lanjut usia yang menerima vaksin.

“Kami juga selalu berkoordinasi dengan para RT/RW serta lurah dan TNI/POLRI untuk mengimbau warga lanjut usia untuk tidak takut untuk divaksin, karena vaksin ini telah terbukti halal, aman dan teruji secara klinis,” tuturnya.

Untuk termin pertama yang sudah dilaksanakan sejak tanggal 6 Maret 2021, di UPTD Puskesmas Bakunase ditargetkan sebanyak 527 orang yang terdiri dari 400 orang lansia dan 127 petugas pelayanan publik termasuk di dalamnya para tenaga kesehatan, para Camat dan Lurah se-Kota Kupang dan bagi pedagang.

Hingga saat ini, sudah 163 orang lansia yang sudah menerima vaksin. Selanjutnya akan menerima vaksin termin kedua terhitung 28 hari setelah menerima vaksin termin pertama. Adapun jadwal pelayanan Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Bakunase, dilakukan setiap hari pada pukul 09.00—13.00 WITA, kecuali hari Minggu dan hari libur. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ghe/nyg/jms)

Editor (+roni banase)

Johnny Plate : Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

2.195 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Johnny G. Plate, mengimbau agar wartawan peserta Program Vaksinasi  Tahap II Awak Media se-Jabodetabek untuk tidak mengunggah atau upload sertifikat vaksinasinya ke media sosial.

Hal tersebut disampaikan Johnny di hadapan ribuan orang wartawan yang dijadwalkan untuk menerima dosis kedua vaksin Covid-19 lewat Program Vaksinasi kerja sama antara Dewan Pers, Kominfo dan Kemenkes RI, di Hall Basket A Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada Selasa, 16 Maret 2021.

QR Code yang tertera pada sertifikat vaksin mengandung informasi sensitif tentang pemiliknya seperti nama, tanggal lahir, dan juga nomor NIK. Data pribadi ini, jika tidak hati-hati, bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Mohon wartawan sebagai agen pencerah dan perubahan perilaku bantu menyosialisasikan hal ini kepada masyarakat,” ujar Johnny.

Johnny pun berharap semoga dengan diterimanya vaksinasi dosis kedua ini, kekebalan tubuh wartawan dapat segera terbentuk sehingga ke depannya bisa segera beraktivitas dan melakukan kegiatan pemberitaan seperti sedia kala.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo, menjelaskan bahwa program vaksinasi yang dilakukan tersebut hanya dapat mengakomodir wartawan yang sebelumnya sudah menerima vaksinasi tahap pertama pada tanggal 25—27 Februari 2021 lalu.

“Sehubungan dengan keterbatasan kuota vaksin dan pentingnya penerapan protokol kesehatan di lokasi kegiatan, vaksinasi kali ini tidak dapat melayani pendaftaran peserta pada hari pelaksanaan kegiatan ataupun awak media yang sebelumnya belum pernah menerima vaksinasi,” ujar Agus.

Terkait awak media yang belum terakomodir oleh kegiatan ini, Agus mengatakan dapat mengikuti program vaksinasi gelombang berikutnya dengan melakukan pendaftaran lewat asosiasi AJI, AMSI, ATVSI, ATVLI, Forum Pemred, IJTI, PFI, PRSSNI, PWI, SMSI dan SPS sebelumnya.

“Jika ada wartawan yang tertular COVID-19 setelah vaksinasi tahap I, sesuai protokol kesehatan yang ada, kami mengimbau agar yang bersangkutan dapat melakukan isoman (isolasi mandiri, red) dan menunggu 3 bulan sebelum mengulang vaksinasi. Narahubung Kemenkes sudah mengonfirmasi nanti vaksinasi ulang akan diberikan bersama-sama dengan kelompok masyarakat lainnya,” pungkas Agus.(*)

Sumber berita (*/dewan pers.or.id)

Foto utama oleh dra/kominfo.go.id

Editor (+roni banase)

Jokowi: Butuh Dukungan Kembangkan Vaksin Merah Putih dan Nusantara

216 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Inovasi merupakan kunci bagi kemajuan sebuah negara, tak terkecuali Indonesia. Pemerintah Indonesia amat mendukung inovasi-inovasi baik yang tengah dikembangkan maupun yang telah diimplementasikan oleh para inovator kita. Di masa pandemi saat ini, inovasi khususnya di bidang farmasi tentu amat dinantikan.

“Dalam situasi pandemi saat ini tentu kita semua mendukung adanya penelitian dan pengembangan baik itu obat maupun vaksin agar terwujud kemandirian di bidang farmasi sekaligus untuk percepatan akses ketersediaan vaksin di masa pandemi Covid-19 ini,” ujar Presiden Joko Widodo dalam pernyataannya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 12 Maret 2021.

Untuk diketahui, vaksin Merah Putih dan vaksin Nusantara merupakan dua vaksin Covid-19 yang tengah dikembangkan di dalam negeri. Pengembangan tersebut harus mendapat dukungan berbagai pihak.

Namun, Presiden menekankan, inovasi atau pengembangan obat dan vaksin yang nantinya akan digunakan oleh masyarakat banyak tentu harus memenuhi kaidah-kaidah saintifik dan keilmuan yang berlaku. “Untuk menghasilkan produk obat dan vaksin yang aman, berkhasiat, dan bermutu, mereka juga harus mengikuti kaidah-kaidah saintifik dan keilmuan,” tuturnya.

Selain itu, imbuh Presiden Jokowi, uji klinis yang ditempuh juga harus sesuai dengan prosedur yang berlaku, dilakukan secara terbuka, bersifat transparan, serta melibatkan banyak ahli. Semua tahapan tersebut sangat penting untuk dilakukan demi memastikan keamanan dan keefektifan penggunaan vaksin di kalangan masyarakat sehingga harus mengedepankan unsur kehati-hatian dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“Jika semua tahapan sudah dilalui, kita percepat produksi untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri akan vaksin,” tandasnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres)

Editor (+roni banase)