Arsip Tag: pulau raijua

Sinkronisasi Sistem Kelistrikan, Tim GM PLN NTT Menapak Pulau Sejuta Lontar

537 Views

Sabu Raijua, Garda Indonesia | General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko beserta 10 (sepuluh) tim andal di antaranya Heru Purwoko, Senior Manajer Niaga; Ardhi Tartahadi, Senior Manajer TND; Paul Kiring, Senior Manajer KIT; Daniel Karmel Fernando Tampubolon, Senior Manajer REN; Yulius Petrus Rihi, MSB Umum; Yuniarto Hadi Prayitno, MSB DIST; Aris Kurniawan, MUPK Timor; I Gede Artha Dana, MBKIT; I Wayan Adi Harimbawa, MBREN, dan Arif Humas PLN UIW NTT; menapaki Sabu Raijua pada Rabu pagi, 22 September 2021.

Menggunakan pesawat Dimonim Air PK-HVX tipe C208, tim GM PLN UIW NTT bertolak dari Bandara Internasional El Tari Kupang pada pukul 06.00 WITA dan tiba di Bandara Tardamu Sabu Raijua pada pukul 06.40 WITA. Selanjutnya tim menuju ke Pulau Raijua menggunakan speedboat, tiba pada pukul 09.25 disambut oleh Camat Raijua Titus Bernadus Duri.

Keberadaan tim andal lengkap PLN UIW NTT tersebut untuk menyinkronkan program kerja Pemda Sabu Raijua dan program kerja PLN guna membangun sistem kelistrikan andal di Pulau Sejuta Lontar tersebut.

GM PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko dan tim saat tiba di Pulau Raijua

Lalu, GM PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko dan tim meninjau Rumah Sakit Pratama Raijua guna menelisik dan merancang pembangunan jaringan listrik di rumah sakit bantuan dari Kementerian Kesehatan bagi masyarakat Raijua. Kemudian melihat dari dekat aktivitas petani rumput laut, dan melihat potensi pengembangan jaringan listrik bagi petani rumput laut di Desa Kolorae.

Selain itu, Agustinus Jatmiko pun menyambangi dan berdialog dengan petugas PLN di PLTD dan PLTS Raijua guna memeriksa sistem pembangkit listrik yang telah beroperasi 1 x 24 jam tersebut sejak 17 Agustus 2021 di pulau yang konon memiliki tapak kaki Gajah Mada tersebut.

Usai melakukan kunjungan kerja di Pulau Raijua, GM PLN UIW NTT dan tim bertolak ke Pulau Sabu dan tiba pada pukul 16.45 WITA dan selanjutnya bertatap muka dengan Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke pada pukul 19.00 WITA—selesai untuk menyinkronkan program kerja PLN dan Pemda Sabu Raijua.

Didampingi Camat Raijua, Titus Duri, GM PLN UIW NTT menelisik dan menyiapkan rencana pembangunan jaringan listrik di Rumah Sakit Pratama Raijua

Sebelumnya, kepada Garda Indonesia pada Selasa sore, 21 September 2021 sebelum bertolak ke Sabu Raijua, GM PLN UIW NTT Agustinus Jatmiko mengungkapkan bahwa tujuan ke Sabu Raijua untuk menyinkronkan desain kelistrikan guna menghimpun info awal dari pemda.

“Jadi desain pemda (Sabu Raijua, red) lima tahun ke depan mau bikin apa. Kan saat kunjungan Pak Bupati (pada Jumat, 17 September 2021, red) sampaikan ke saya kalau Sabu Timur jadi kawasan industri. Kita perlu info itu dari awal karena PLN tak bisa investasi langsung tiba-tiba. Jadi, desain lanskap seperti apa, maka PLN akan mengikuti,” urai Agustinus Jatmiko.

Hal tersebut, tandas GM PLN UIW NTT, sesuai dengan arahan dari Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL). “Kalau pemda punya program yang membutuhkan infrastuktur kelistrikan tolong disampaikan ke PLN agar saya bisa mengikuti dari awal,” ucap Agustinus Jatmiko sembari menegaskan bahwa saat ini semua investasi harus melalui proses ketat.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto oleh Arif –Humas PLN UIW NTT

Listrik Nyala 24 Jam di Pulau Tapak Gajah Mada, Warga Ucap Terima Kasih

631 Views

Ledeunu, Garda Indonesia |  Kini, listrik telah menyala 24 jam di Pulau Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). PT PLN (Persero) menghabiskan biaya Rp 1,4 miliar untuk menerangi 572 warga di pulau yang dipercaya masyarakat setempat memiliki tapak kaki dan sumur Gaja Mada dan mendapat julukan Pulau Sejuta Lontar yang berbatasan langsung dengan wilayah laut Australia.

Dana tersebut digunakan untuk menambah mesin 700 kVA, Kubikel, pembangunan jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 0,7 kms, serta pemasangan Trafo 50 kVA. Hadirnya layanan listrik 24 jam di pulau yang menurut cerita rakyat pernah dikunjungi Raja Majapahit ini, secara resmi menyala tepat pada perayaan HUT ke-76 Republik Indonesia pada Selasa, 17 Agustus 2021.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, Agustinus Jatmiko menyebutkan, perubahan pola layanan dari 12 jam menjadi 24 jam dilakukan di Desa Ledeke serta desa-desa di sekitarnya yang ada di Pulau Raijua. “PLN hadir hingga ke pulau terdepan yaitu Pulau Raijua dan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kelistrikan kepada masyarakat. Listrik tidak hanya memberikan penerangan, lebih dari itu semoga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Selain melayani jam menyala menjadi 24 jam, lanjut Jatmiko, PLN terus mendukung pertumbuhan bauran energi terbarukan di Raijua. Sejak 17 Agustus 2021, PLN mengubah sistem menjadi hybrid antara PLTS kapasitas 150 kWp dan PLTD Raijua sehingga berkontribusi menyumbang 18-25 persen untuk energi hijau dari PLTS yang ada di Pulau Raijua.

“PLN terus berkomitmen untuk meningkatkan keandalan sistem tersebut,” ucap Agustinus Jatmiko.

Camat Raijua, Titus B Duri saat peluncuran listrik 24 pada HUT Ke-76 RI

Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Raijua

Kehadiran listrik 24 jam disambut gembira 572 warga Pulau Raijua. Yakob Kiha Uly, salah satu warga Pulau Raijua mengungkapkan, apresiasinya atas kehadiran PLN yang mendukung kehidupan mereka. Pria yang sehari-hari melayani jasa perbaikan alat elektronik di Pulau seluas 36 Km persegi itu antusias dengan layanan listrik yang kini bisa dinikmati secara penuh.

“Kami sangat senang sekali dan sangat berterima kasih kepada PLN yang sudah melayani listrik 24 jam nyala, di mana sebelumnya hanya 12 jam,” ungkap Yakob semringah seraya menambahkan, dengan adanya listrik yang menyala selama 24 jam akan banyak mendukung pertumbuhan aktivitas usaha yang biasa dilakukan pada siang hari di wilayah perbatasan dan terluar itu, termasuk seperti usaha yang dikerjakannya.

Sementara itu, Camat Raijua, Titus B. Duri pada acara peresmian penyalaan listrik tersebut mengatakan, bahwa listrik yang telah menyala selama 24 jam tentu akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia pun mengapresiasi seluruh upaya PLN.

“Saya bersama seluruh masyarakat Kecamatan Raijua menyampaikan terima kasih banyak kepada Direktur utama PLN, General Manager PLN Wilayah NTT beserta jajaran atas menyalanya 24 jam listrik PLN di Kecamatan Raijua terhitung mulai hari ini 17 Agustus 2021. Kiranya Tuhan memberkati kita semua,” tandas Titus. (*)

Sumber dan foto (*/Humas PLN)

Pulihkan Listrik di Pulau Raijua, GM PLN UIW NTT Terjun Langsung ke Lokasi

588 Views

Raijua-NTT, Garda Indonesia | Hingga Jumat, 7 Mei 2021, kondisi pemulihan jaringan listrik pasca-badai Siklon Tropis Seroja di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai kondisi maksimal yakni 99,90 %, dari 4.002 gardu terdampak badai sehingga padam, kini tersisa hanya ada 4 (empat) gardu padam yang berada di Pulau Raijua, Kecamatan Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebelumnya, 1 gardu utama di Pulau Sabu (Seba, ibu kota Kabupaten Sabu Raijua, red) dan 1 gardu utama di Kabupaten Alor telah berhasil dipulihkan oleh Tim PLN di masing-masing wilayah dan hingga Jumat, 7 Mei 2021, masih terdapat 180 pelanggan masih mengalami padam listrik yang berada di Pulau Raijua.

Pulau Raijua hanya dapat dijangkau dengan kapal kayu nelayan atau kapal cepat tersebut pun menjadi hambatan tersendiri bagi Agustinus Jatmiko dan tim PLN karena harus berjibaku dengan ganasnya laut Sawu (terdapat pertemuan dua massa arus dari Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, red). Kondisi tersebut diperparah dengan rusaknya dermaga, namun telah diperbaiki ala kadarnya oleh Camat dan Masyarakat Raijua.

Asosiasi Pekerja PLN Peduli Kasih Korban Badai Seroja turut memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak Badai Seroja di Pulau Raijua

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko kepada Garda Indonesia pada Jumat pagi, 7 Mei 2021 menuturkan dirinya telah berada di Pulau Raijua sejak Rabu, 5 Mei 2021 bersama dengan tim PLN membawa material penunjang untuk memulihkan listrik di Pulau Raijua yang terkenal memiliki tapak kaki, sumur, dan menyimpan perisai Gajah Mada tersebut.

“Saya sedang di Raijua, mulai Rabu, 5 Mei 2021, guna memulihkan 5 gardu. Di sini sinyal susah karena tower BTS Telkomsel ambruk. Saat ini, saya sementara berburu sinyal di Dermaga Raijua,” ujar Agustinus Jatmiko kepada Garda Indonesia sembari mengungkapkan bahwa terkadang sinyal hp bisa diperoleh dari BTS di Pulau Sabu.

Salam kekompakkan General Manager PLN UIW NTT dengan tim PLN sebelum memulihkan jaringan listrik di Pulau Raijua

Agustinus Jatmiko pun menandaskan bahwa pada Kamis malam, 6 Mei 2021 telah berhasil menyalakan 1 (satu) gardu di Pulau Raijua. “Sisa 4 gardu lagi. Kami upayakan percepatannya. Pagi ini (Jumat, 7 Mei 2021, red), personil & tambahan material PLN berangkat dari Kupang menuju Pulau Raijua,” ungkapnya.

General Manager PLN UIW NTT yang tak kenal lelah dan selalu berupaya menelusuri setiap daerah terpencil untuk melihat dan terjun langsung mendorong percepatan pemulihan jaringan listrik ini pun menandaskan sementara berkomunikasi dengan Camat Raijua, Titus Bernadus Duri guna meminjam mobil truk dan mengerahkan warga.

Dermaga Raijua Rusak, Camat dan Masyarakat Perbaiki

Sebelumnya pada Senin, 3 Mei 2021, Camat Raijua Titus Bernadus Duri mengatakan dirinya dan masyarakat telah membangun gelagar dermaga dari batang lontar sehingga bisa digunakan untuk berlabuh kapal ferry dan dilalui oleh mobil truk ekspedisi. Lantai dermaga bertambah rusak dan 6 (enam) tiang bagian depan patah.

“Kami membentangkan batang lontar di dermaga sebagai gelagar agar kendaraan bisa keluar,” ungkap Camat Titus Bernadus Duri.

GM PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko (berkaos lengan panjang coklat dan bermasker hijau) saat berdialog dengan Camat Raijua, Bernadus Titus Duri (berkaos merah) di Mess Pemda Sabu Raijua

Jaringan listrik di Pulau Raijua, imbuh Camat Raijua, padam pasca-badai Siklon Tropis Seroja. “Iya mati (padam) total. Mesin sudah diperbaiki sejak minggu lalu. Gardu juga ada yang rusak, tinggal jaringan dan tiang yang belum diperbaiki,” urainya seraya menyampaikan pihak PLN meminta untuk menginap di Mess Pemda dan meminta bantuan mobil truk.

Camat Titus pun mengungkapkan bahwa  sementara sejak tanggal 12 April 2021, 17 Staf Kecamatan dan 2 orang pemilik gergaji mesin (Chain Saw) membantu PLN dengan memotong pohon yang tumbang menindih kabel dan tiang listrik.

Layanan kepada masyarakat, tandas Camat Raijua, menggunakan genset Kantor Camat, untuk cas hp dan aktivitas internet. “Di kantor desa juga menggunakan genset bantuan Gubernur NTT sebanyak 2 unit. Satu unit genset juga untuk Pustu Ballu untuk melakukan Bakti Psyco Social bersama Yayasan KUN,” pungkasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto oleh Tim PLN UIW NTT

Listrik di Pulau Sabu Nyala, PLN Tempuh Waktu 10 Jam dan Tak Kenal Lelah

609 Views

Sabu Raijua, Garda Indonesia | Perjuangan memulihkan listrik di Nusa Tenggara Timur (NTT) usai badai Seroja sudah hampir tuntas. Dari sekitar 4.000 gardu terdampak dan rusak, kini tersisa kurang dari 7 gardu yang masih padam karena berada di pulau terpencil. Walau kondisi geografis yang menantang, akses yang sulit dan peralatan yang terbatas, tidak menghalangi petugas PLN untuk terus bekerja keras agar seluruh gardu bisa segera pulih.

Supervisor Kantor Jaga Sabu Raijua atau komandan tim teknis yang ditugaskan oleh PLN untuk memperbaiki jaringan listrik di Pulau Sabu dan Raijua, Oscarlian Ratu (33) mengisahkan Badai Seroja telah membuat banyak pohon besar tumbang sehingga menghalangi akses jalan.

Di awal tugas, tim inspeksi harus melintasi pepohonan yang tumbang untuk menemukan titik-titik jaringan yang rusak. Oscar bersama tim mendapati jaringan listrik di Pulau Raijua juga tidak dapat beroperasi karena rumah pembangkitan mengalami kerusakan, serta beberapa tiang patah dan ambruk sementara perlengkapan dan material perbaikannya tidak ada.

“Ditambah lagi kendala belum beroperasinya jaringan telekomunikasi di Sabu saat itu sungguh menyulitkan tim teknis untuk berkoordinasi satu sama lain, serta melaporkan kebutuhan peralatan dan material ke Kupang,” cerita Oscar.

Tim PLN memulihkan listrik di malam hari

Di sisi lain, lanjut dia, pelabuhan utama Sabu yaitu di Pelabuhan Seba (Sabu Barat) juga mengalami kerusakan di mana salah satu kapal penumpang menabrak jalur sandaran Kapal Ferry dan karam sehingga transportasi laut sebagai transportasi utama Pulau Sabu belum beroperasi sama sekali hingga dua minggu setelah bencana.

Oscar bersama timnya turun dengan kekuatan penuh membuka akses jalan menuju lokasi-lokasi prioritas menyalakan listrik. Berjuang selama 3 (tiga) hari dengan menggunakan gergaji mesin untuk memotong pohon yang tumbang memalang jalan. “Ini satu-satunya gergaji mesin kami yang digunakan untuk menembus akses jalan di Pulau ini untuk memperbaiki jaringan listrik. Cukup berat, namun itu adalah tugas kami untuk segera memulihkan listrik di sini,” ungkapnya.

Selanjutnya, beberapa pria lengkap dengan pakaian pengaman itu bersama warga memperbaiki 4 (empat) tiang tegangan menengah yang roboh ke sisi jalan. Mereka bergantian menggali dan menegakkan kembali tiang yang terdampak badai.

Sekiranya ada 60 titik tiang berukuran 12 meter di penyulang yang ambruk mencium tanah, menyebabkan kabel menjuntai tak beraturan dan menghalangi akses jalan warga Sabu Liae.

Selain itu, imbuh Oscar, juga terdapat 30 titik tiang Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 11 meter yang patah dan miring, serta 2 gardu yang hancur akibat diterpa Badai Tropis Seroja.

Tiang listrik miring dan roboh, diperbaiki tim PLN

Satu-satunya jalan untuk menuntaskan permasalahan kerusakan jaringan dan gardu tersebut adalah dengan mempersiapkan crane dan material perbaikan yang dikirim dari Kota Kupang, menempuh perjalanan minimal 10 jam perjalanan laut ke Sabu Raijua.

Dengan keterbatasan peralatan dan material, Oscar dan tim berjuang memulihkan listrik di Pulau Sabu. “Prioritas pertama kami adalah menyalakan pangkal-pangkal penyulang khususnya yang mendukung fasilitas umum seperti Kantor Bupati, Rumah Sakit, tower-tower telekomunikasi, dan transaksi perbankan,” tuturnya.

Hingga Sabtu, 1 Mei 2021, Oscar dan tim mendapat bantuan crane tambahan untuk pemulihan listrik Pulau Sabu. Perjuangan Oscar dan tim membuahkan hasil.  Tercatat hingga kini, PLN Sabu sudah berhasil memulihkan 74 gardu dari total 75 gardu di Pulau Sabu dan sekitar 7.200 pelanggan sudah menikmati listrik kembali.

Sementara itu, kondisi Kelistrikan di seluruh wilayah NTT hingga Minggu, 2 Mei 2021 pukul 12.00 WITA sudah mencapai 99,82%. PLN sudah berhasil memulihkan 3.995 gardu dan listrik 635.152 pelanggan sudah menyala. (*)

Sumber berita dan foto (*/ Humas PLN UIW NTT)

Editor (+roni banase)

Waspada Banjir ROB Pesisir Pantai di Pulau Sumba dan Sabu Raijua

848 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Usai diterjang oleh Badai Siklon Tropis Seroja, Pulau Sumba dan Sabu Raijua bakal menghadapi fenomena banjir pesisir (ROB) yang diprediksi oleh BMKG bakal pada rentang waktu pada Jumat—Senin, 10—12 April 2021.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/11/hilang-lima-hari-dua-nelayan-sabu-raijua-pulang-dengan-selamat/

Peringatan dini Banjir Pesisir (ROB) dirilis oleh BMKG pada Jumat, 10 April 2021, menyampaikan akibat adanya aktivitas pasang surut air, dan kondisi gelombang tinggi dapat mempengaruhi dinamika pesisir di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berupa banjir pesisir.

Banjir ROB ini bakal berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam, dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan.

BMKG pun mengimbau masyarakat yang berdomisili di pesisir pantai yang bakal terdampak yakni di pesisir selatan Pulau Sumba dan pesisir Pulau Sabu Raijua, untuk selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak dari Banjir Pesisir (ROB), serta memperhatikan perkembangan atau update informasi cuaca maritim dari BMKG melalui call center 0380-8561910 atau dapat mengakses https://peta-maritim.bmkg.go.id atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh wartabromo.com