Arsip Tag: sabu raijua

Johanis Uly Imbau Masyarakat Sabu Raijua Sadar Wisata

424 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Johanis Uly, sosok milenial Calon Wakil Bupati Sabu Raijua mengharapkan masyarakat agar sedini mungkin memahami dan menggali potensi wisata yang beragam dan mempunyai nilai jual tinggi di Kabupaten Sabu Raijua.

Baca juga : 

https://gardaindonesia.id/2019/08/21/jo-uly-sosok-milenial-calon-wakil-bupati-sabu-raijua/

Kepada Garda Indonesia pada Senin, 30 September 2019, Jo Uly sapaan akrabnya mengharapkan agar masyarakat Sabu Raijua sadar akan potensi wisata budaya dan alam indah di Sabu Raijua dan berharap agar dinas terkait dapat berperan aktif untuk mempersiapkan masyarakat agar dapat menerima saat ada perubahan usai pelaksanaan berbagai festival wisata yang diselenggarakan oleh Pemda Sabu Raijua

“Diharapkan agar dinas terkait dapat mengadakan pelatihan bagi masyarakat tentang Desa Sadar Wisata,” ujar Johanis Uly, sosok muda asal Kecamatan Mesara.

Selain itu, pintanya, bentuk pelatihan lain yang bisa dilaksanakan seperti tour guide. “Karena dampak positif dari pascafestival Kelabba Maja adanya sebaran informasi mengenai wisata Sabu Raijua sehingga bakal berdatangan turis domestik maupun mancanegara ke Sabu Raijua dan masyarakat dapat menerima perubahan yang terjadi,” beber Jo Uly.

Johanis Uly saat berbincang dengan Camat Mesara di Acara Puncak Festival Jelajah Pesona Kelabba Maja, Kamis, 12 September 2019.

Menurut Jo Uly, walaupun pertama kali even Festival Jelajah Pesona Kelabba Maja ini dibuat namun mendapatkan respon yang cukup baik dari para pengunjung. Plus dan minus kegiatan ini, sambung Jo Uly, menjadi evaluasi untuk menjadikan lebih baik pada even berikutnya.

Sebelumnya, Pantauan media ini dan hasil informasi dari Camat Mesara bahwa dampak dari Festival Jelajah Pesona Kelabba Maja yang dihelat pada 9—12 September 2019 adanya peningkatan pada Sektor Usaha Mikro Kecil, di mana sasaran ini terbukti memberi dampak positif bagi Usaha Kecil.

Pelaku UMKM di Kecamatan Sabu Barat dan Kecamatan Mesara dengan karya kain tenun asli dan periuk tanah (arru) yang diborong oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Johanis Uly saat diberikan kesempatan memberikan edukasi tentang Desa Sadar Wisata di Puncak Kegiatan Festival Jelajah Pesona Kelabba Maja, Kamis, 12 September 2019

Disamping itu, untuk mendukung program Gubernur NTT Viktor Laiskodat yang menjadikan Pariwisata sebagai Prime Mover Ekonomi NTT maka Pemda Sabu Raijua melalui Dinas Pariwisata mendorong para pengrajin untuk menghasilkan karya berupa tas, sepatu yang terbuat dari bahan dasar kain , topi padu padan kain tenun Sabu dan daun Lontar serta aksesoris lainnya yang menjadi kenangan bagi para tamu Festival Jelajah Pesona Kelabba Maja.

Johanis Uly juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTT Viktor Laiskodat yang telah berupaya untuk mendorong Pemda dan Masyarakat Sabu Raijua untuk sadar wisata dan menjadi pariwisata sebagai penggerak ekonomi baru bagi Kabupaten di selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabu Raijua.

Penulis dan editor (+rony banase)

Surga Tersembunyi di Pulai Sabu Raijua

757 Views

Oleh Yumi Ke Lele

Sabu Raijua-NTT, Garda Indonesia | Bersyukur puji TUHAN dan terima kasih sebesar – besarnya kepada Pemda Sabu Raijua, atas kegiatan yang luar biasa tahun ini yaitu Festival Jelajah Pesona Kelabba Madja 2019 yang dihelat pada 9—12 September 2019.

Sabu yang dulu, sangat berbeda dengan sekarang. Jika dulu, Pulau Sabu merupakan Pulau yang sangat terisolir. Dimana jadwal kapal fery Sabu – Kupang seminggu sekali, maka sekarang transportasi menjadi sangat mudah.

Dengan lancarnya transportasi, ke Pulau Sabu, membuat Pulau Sabu, tidak terisolir seperti dulu lagi. Meskipun akan terkendala dan tetap terisolir ketika cuaca buruk (hujan, angin dan gelombang), karena pelayaran dan penerbangan di tutup.

Setiap hari, selalu ada Kapal Funka, baik dari Kupang ke Sabu, maupun sebaliknya. Ada juga kapal Fery Cepat Cantika dan kapal Fery miliknya ASDP. Kita tinggal memilih, mudah kan? Ayo ke Sabu Raijua.

Penulis bersama keluarga di Kampung Adat Namata

Meskipun, saya dilahirkan dan dibesarkan di Sabu, tetapi saya sendiri, belum pernah mengelilingi Pulau Sabu. Itulah alasannya, mengapa saat mendengar adanya Festival Jelajah Pesona Kelabba Madja 2019, saya segera menghubungi panitia agar bisa terdaftar sebagai salah seorang peserta.

Dan untuk hari pertama Senin, 9 September 2019, merupakan hari yang luar biasa. Karena anak terkasih Ama, bisa melihat secara langsung proses adat yang dilakukan oleh para Mone Ama (Tetua Adat Sabu Raijua), ketika menyambut Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Bupati Sabu Raijua, Niko Rihi Heke beserta rombongan.

Serta yang tidak dilewatkan adalah sesi foto. Dan beruntungnya, Ama bisa berfoto bersama para Tokoh Adat yang hari ini hadir di Kampung Adat Namata baik para Mone Ama dan Deo Rai.

Hari ini (9/09/19), Kami mengunjungi 2 (dua) tempat wisata yaitu Kampung Adat Namata dan Pantai Napae, Seba. Meskipun melelahkan, tetapi ada kebahagiaan tersendiri, melihat semua rangkaian kegiatan.

Harapan ke depan, semoga Sabu Raijua menjadi lebih maju, Sektor Pariwisata menjadi perhatian dan Festival seperti ini, diadakan secara berkala.

Buat para pelancong (Traveller), saya sangat merekomendasikan untuk berkunjung ke Pulau Sabu. Pulau dengan keunikan Budaya Cium Hidung (Henge’do).

Ayo ke Sabu Raijua, Surga Tersembunyi di Provinsi Nusa Tenggara Timur! (*)

Sumber berita (*/Penulis merupakan ASN di Kota Kupang dan berdarah Sabu)
Editor (+rony banase)

Tarian Sabu Raijua Mendunia, Bupati Sabu: “Norwegia Kenal NTT!”

954 Views

Oslo-Norwegia, Garda Indonesia | 4 (empat) Tarian Sabu yang ditampilkan dalam Ajang Wonderful Indonesia dan dirangkai sebagai Festival Indonesia yang dihelat oleh KBRI Oslo di Norwegia pada 28—30 Juni 2019, menjadikan Tarian Sabu Raijua Go International atau mendunia.

https://gardaindonesia.id/2019/06/30/tarian-sabu-raijua-guncang-norwegia-warga-oslo-turut-menari/

Penampilan Duta Budaya Sabu Raijua dari NTT yang terdiri dari 12 penari dan 2 tutor tersebut juga didampingi oleh Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke dan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke pose bersama Duta Budaya Sabu Raijua usai pentas hari pertama di Hotel Felix, Oslo Norwegia

Bupati Niko, sapaan akrab dari Bupati Sabu Raijua yang dilantik oleh Gubernur NTT pada Kamis, 14 Februari 2019 ini saat menghubungi Garda Indonesia melalui telepon Whatsapp pada Senin, 1 Juli 2019 pukul 02:40 WITA atau pada Minggu, 30 Juni 2019 pukul 20:40 waktu Norwegia menyampaikan Warga Oslo sangat antusias terhadap Tarian Sabu Raijua

“Hari pertama saat pembukaan Festival Indonesia (Sabtu, 29 Juni 2019) di Hotel Felix dan hari kedua (Minggu, 30 Juni 2019) di Taman Spikersuppa; Warga Oslo sangat antusias dan menikmati penampilan para penari yang mementaskan 4 tarian”, terang Bupati Niko

Warga Oslo ikut menari Tari Pado’a saat pementasan di hari kedua (Minggu, 30 Juni 2019) di Taman Spikersuppa, Oslo

Lanjutnya, “Warga Oslo sangat antusias karena untuk pertama kalinya KBRI Oslo di Norwegia menyelenggarakan even Wonderful Indonesia saat musim panas”, ungkap Bupati Niko

“Orang Asia dari Malaysia, Thailand, dan Filipina termasuk orang Indonesia yang sedang berlibur di Norwegia juga turut menikmati pementasan tarian Sabu Raijua”, tutur Bupati yang fokus membangun pariwisata di Kabupaten Sabu Raijua ini kepada Garda Indonesia.

Duta Budaya NTT asal Sabu Raijua saat mementaskan Tari Pegodo Aru (Tarian Anak Lesung atau Alu Panjang yang diganti bambu panjang)

Selain itu, Bupati Niko juga berharap agar usai pementasan Tarian Sabu Raijua, mereka (Warga Oslo dan Norwegia, red) lebih mengenal Indonesia, terutama aktraksi budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan lebih khusus aktraksi dan pariwisata Kabupaten Sabu Raijua.

Terpisah, salah satu Warga Oslo yang bernama Alexis (Perempuan, 17 tahun) saat dihubungi Garda Indonesia melalui pesan Whatsapp pada Minggu, 30 Juni 2019 pukul 19:40 waktu Oslo Norwegia atau Senin, 1 Juli 2019 pukul 01:40 WITA) menyampaikan kecintaan dan kekagumannya terhadap Tarian Sabu Raijua

Berikut petikan wawancaranya:

[1/7 01:40] Garda Indonesia : Hello Alexis
[1/7 01:49] Garda Indonesia : My name is Rony Banase
[1/7 01:49] Garda Indonesia : I am a journalist
[1/7 01:49] Garda Indonesia : Form Kupang
[1/7 01:49] Garda Indonesia : East Nusa Tenggara
[1/7 01:49] Garda Indonesia : Indonesia

[1/7 01:49] Oslo Alexis: Niceee
[1/7 01:49] Oslo Alexis: How are you ?

[1/7 01:49] Garda Indonesia : I am fine

[1/7 01:50] Garda Indonesia : I got your number from Beby

[1/7 01:50] Oslo Alexis: Hahaha Aytayt

[1/7 01:50] Garda Indonesia : One of the dancer of Sabu Raijua

[1/7 01:50] Rony Banase: They danced traditional dance

[1/7 01:51] Oslo Alexis: Yes yes, I saw them. They’re really good!

[1/7 01:51] Garda Indonesia : I want to ask you some question

[1/7 01:51] Oslo Alexis: Sure

[1/7 01:52] Garda Indonesia : What do you think about the Sabu Dance?

[1/7 01:53] Oslo Alexis: I loved it. I enjoyed it very much

[1/7 01:53] Garda Indonesia : Did you join it?

[1/7 01:53] Oslo Alexis: No, I was too shy?
[1/7 01:53] Oslo Alexis: But I got invited tho

[1/7 01:55] Garda Indonesia : That was your first time to see it?
[1/7 01:56] Oslo Alexis: Yes actually

[1/7 01:57] Garda Indonesia : If they come again to Oslo
[1/7 01:57] Garda Indonesia : Do you like to join the traditional dance?

[1/7 01:57] Oslo Alexis: Hahaha sure I would love to try

[1/7 01:58] Garda Indonesia : Good
[1/7 01:58] Garda Indonesia : Such a lovely interview
[1/7 01:58] Garda Indonesia : Thanks a lot Alexis

[1/7 01:58] Oslo Alexis: Ahhaha no problem
[1/7 01:58] Oslo Alexis: I’m always open for questions so just ask.

Kemudian, Garda Indonesia menutup wawancara dengan meminta Alexis untuk mengirimkan beberapa foto dirinya untuk dimasukkan ke dalam berita namun Akexis menyampaikan bahwa dirinya tak memiliki foto terbaik.

Penulis dan editor (+rony banase)

Sabu Raijua Wakil NTT dalam Even Wonderful Indonesia di Oslo Norwegia

726 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kabupaten Sabu Raijua menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang ditunjuk menjadi wakil NTT untuk mengikuti even Wonderful Indonesia yang dihelat oleh KBRI Oslo di Norwegia pada 28—30 Juni 2019

Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari Sustainable Soft Diplomacy atau promosi terpadu ekonomi, budaya dan pariwisata dalam bentuk festival tahunan yang dihelat pertama kali oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Oslo di Norwegia

KBRI Oslo menyelenggarakan Festival Indonesia 2019, Pameran Budaya, Perdagangan, dan Pariwisata dengan mengusung tema, ‘Wonderful Indonesia, A Land of Diversity’ dilaksanakan dan dirangkai dengan penampilan kesenian budaya dari perwakilan pemerintah daerah yang diundang oleh KBRI Oslo, Seminar dan Pertemuan Bisnis pada 28 Juni 2019.

Tim Kesenian dan Budaya Sabu Raijua bakal mementaskan 4 jenis tarian yakni Tari Pado’a (Tarian Massal), Tari Ledo Hawu (Tarian Anak Muda) , Tari Haba Kooma (Tarian Hasil Panen) dan Tari Pegodo Aru (Tarian Anak Lesung atau Alu Panjang)

Kesiapan Tim Kesenian dan Budaya asal Kabupaten Sabu Raijua sebanyak 14 orang yang terdiri dari 6 (enam) remaja laki-laki, 6 (enam) remaja puteri dan 2 (dua) pendamping dilihat dan ditinjau langsung oleh Wagub Josef Nae Soi pada Minggu, 23 Juni 2019 pukul 16:15 WITA dalam sesi latihan pemantapan di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi kepada 12 penari berpesan agar dapat menunjukkan kekayaan intelektual nenek moyang dari Sabu Raijua dapat dinikmati oleh dunia internasional terutama di Oslo

Tim seni dan budaya Sabu Raijua saat berpose bersama Wagub Josef Nae Soi, Bupati Sabu Niko Rihi Heke dan Kadis Pariwisata NTT

“Saya yakin orang Norwegia di Oslo bakal banyak yang datang nonton karena mereka sangat haus akan hiburan. Saya tahu persis itu. Tolong keseragaman dalam gerak dan tari dan bawalah misi NTT dan Indonesia kesana”, jelas Wagub Josef

Selain itu, Wagub Josef mengimbau anak-anak penari dari Sabu Raijua untuk tidak minder dan malu karena pasti banyak anak muda Norwegia yang datang menonton

“Disana kotanya aman dan kondisinya adalah pukul 4:00 subuh matahari sudah terbit dan matahari terbenam pada pukul 21:00 (9 malam) waktu setempat. Disana kalian bakal dipandu oleh Pak Bupati”, terang Wagub Josef yang pernah menolak menjadi Dubes di New Zealand dari Presiden Jokowi.

Wagub Josef Nae Soi juga menyampaikan bahwa Dubes Oslo Tudong Mulya Lubis merupakan temannya dan teman dari Viktor Laiskodat Gubernur NTT. Dia akan senang sekali

“Semalam saya sudah telpon beliau, saya bilang anak-anak saya datang kesana dan you bakal terheran-heran karena bukan hanya saja Tarian dari Sumatera Utara yang bagus namun dari NTT juga bagus”, pungkas Josef Nae Soi.

Tari Pado’a, salah satu tarian Sabu Raijua yang bakal dipentaskan dalam Wonderful Indonesia di Oslo Norwegia

Sebelumnya, Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke kepada Garda Indonesia menyampaikan bahwa sebuah kesempatan yang sangat baik bagi Sabu Raijua terutama untuk anak-anak Sabu.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah provinsi yang mempunyai perhatian yang sangat serius dan sangat besar terhadap semua kabupaten terlebih kepada Kabupaten Sabu Raijua”, ujar Bupati Niko

Bupati Sabu yang memiliki nama adat Ma Bela ini juga mengatakan bahwa seni dan budaya Sabu Raijua sangat bagus untuk dikenal baik oleh dunia luar sebagai jualan pariwisata.

Penulis dan editor (+rony banase)