Arsip Tag: sensus penduduk 2020

Wawali Kota Kupang Imbau Warga Sukseskan Sensus Penduduk 2020

74 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Wakil Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Elisabeth Man Rengka menerima kunjungan Kepala Badan Pusat Statistik Kota Kupang, Ramly Kurniawan Tirtokusumo, S.P., MAP., beserta rombongan dalam rangka Pelaksanaan Sensus Penduduk Online Tahun 2020.

Kunjungan Kepala BPS Kota Kupang di rumah jabatan Wakil Wali Kota Kupang, pada Sabtu, 15 Februari 2020 merupakan hari pertama Pelaksanaan Sensus Penduduk Online yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada 15 Februari—31 Maret 2020.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Wakil Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Elisabeth Man Rengka saat menerima kunjungan dari Kepala BPS Kota Kupang

Badan Pusat Statistik Kota Kupang sebagai penyedia data dasar akan melakukan Sensus Penduduk Online Tahun 2020 di wilayah Kota Kupang menggunakan metode kombinasi melalui pemanfaatan data Administrasi Kependudukan yang bersumber dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Wakil Wali Kota Kupang mengharapkan, dengan adanya sensus penduduk online ini, data kependudukan bisa tertata rapi dan lebih baik dari sebelumnya dan masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam sensus penduduk online. Dirinya mengimbau agar semua masyarakat Kota Kupang untuk aktif menyukseskan sensus penduduk 2020.

“Melalui sensus penduduk kita dapat mengetahui data kependudukan dan arah kebijakan terkait kesejahteraan masyarakat. Adapun data yang harus disiapkan oleh warga antara lain adalah Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, Akta kelahiran, Buku Nikah (bagi yang sudah menikah) dan Surat Cerai (bagi yang pernah cerai),” ujar Kepala BPS Kota Kupang. (*)

Sumber berita (*/SPKP_chr)
Editor (+rony banase)

Pastikan Anda Tercatat Sebagai Penduduk Indonesia di Sensus Penduduk 2020

551 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sensus Penduduk (SP) di Indonesia terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2010 dengan metode tradisional yaitu mengunjungi penduduk satu per satu dari rumah ke rumah (door to door). Petugas pencacah mendatangi setiap orang yang teridentifikasi sebagai penduduk untuk didata.

Namun, pada Sensus Penduduk 2020 yang bakal dilaksanakan pada 15 Februari—31 Maret 2020, untuk pertama kalinya akan digunakan ‘Metode Kombinasi’ yaitu pendataan penduduk yang mengombinasikan antara pencacahan metode tradisional dengan metode baru yang berbasis data dari Penduduk dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Proses Mencatat Indonesia pada SP2020 dilakukan dengan 3 (tiga) cara yakni :

Pertama, Sensus Penduduk Online dengan cara setiap penduduk dapat mengisi datanya secara mandiri melalui laman (website) yang dapat diakses melalui gawai atau gadget (komputer, telepon genggam, dan laptop). Caranya : masukkan Nomor Kartu Keluarga & Nomor Kependudukan (NIK) pada alamat laman/website  http://sensus.bps.go.id

Kedua, Pencacahan Lansung dengan HP Android pada Juli 2020 yaitu Petugas sensus akan mendatangi penduduk satu per satu untuk melakukan wawancara tatap muka, kemudian hasil wawancara akan langsung diunggah (di input) ke hape android petugas. Metode ini dikenal dengan Pencacahan Metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI);

Ketiga, Pencacahan Langsung dengan Kertas pada Juli 2020 yaitu Petugas sensus akan mendatangi penduduk satu per satu untuk melakukan wawancara tatap muka, hasil wawancara akan di input ke dalam kuesioner kertas. Metode ini dikenal dengan Pencacahan Metode Paper Assisted Personal Interviewing (PAPI).

Adapun alasan mengapa harus ada SP2020 untuk Mencatat Indonesia yaitu untuk mengetahui karakteristik seluruh penduduk Indonesia tanpa kecuali, sebagai data dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan, dan agar pembangunan lebih efektif dan tepat sasaran.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada Jumat, 24 Januari 2020 saat Pencanangan Sensus Penduduk 2020 di Istana Negara menyampaikan bahwa kunci utama dari kesuksesan Sensus Penduduk 2020 adalah partisipasi dari seluruh elemen bangsa untuk menuju ‘Satu Data Kependudukan Indonesia’.

Begitu pun dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam Instruksi bernomor: BU.470/01/BPS/2020 tanggal 17 Januari 2020, meminta kepada Bupati / Wali Kota, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemprov NTT, Kepala Kantor/Instansi Vertikal, Kepala BUMN/BUMD, dan Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN)/Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-NTT dengan :

  1. Mewajibkan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN)/Karyawan/Mahasiswa pada satuan kerjanya untuk melakukan SP2020 yang akan dilaksanakan pada 15 Februari—31 Maret 2020 dengan mengakses laman http://sensus.bps.go.id
  2. Mewajibkan setiap ASN/ Karyawan/ Mahasiswa pada satuan kerjanya untuk turut menyosialisasikan SP2020 kepada keluarga, tetangga, dan kelompok masyarakat agar dapat berpartisipasi.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto oleh twipu.com