Arsip Tag: silem serang

Dua Petinju Binaan Silem Serang Bakal Adu Jotos di Member Fight KJP

548 Views

Depok, Garda Indonesia | Dua orang petinju asal Depok akan bertanding dalam even Member Fight KPJ di GOR Bulungan, Blok M Jakarta Selatan, pada Sabtu, 7 September 2019. Kedua petinju tersebut atas nama Elza Widya dan Purwanto, dari Sasana Silem Amanatun Soe Boxing Camp, milik petinju profesional Indonesia, Silem Serang.

Silem Serang, selain sebagai atlet tinju profesional Indonesia saat ini, dirinya juga sudah menjadi pelatih di Kota Depok.

Ketika dihubungi pada Jumat, 6 September 2019 via Whatsapp, Silem menyampaikan bahwa kedua anak asuhnya tersebut akan bertanding di dua kelas yang berbeda.

“Elza bertanding dikelas amatir 52 kilogram putri sementara Purwanto turun dikelas amatir putra 91 kilogram,” jelas juara tinju nasional versi KTI itu.

Silem juga menjelaskan bahwa pertandingan tersebut merupakan pertandingan perdana bagi Purwanto. Sementara Elza sudah lima kali bertanding di kelas amatir.

“Untuk Purwanto, ini debut perdananya,” ujar atlet asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.

Sebagai atlet dan juga pelatih Silem berharap bahwa even tersebut mampu menambah pengalaman bertanding dan terutama membentuk mental mereka ketika berada di atas ring.

“Dalam setiap even, saya akan tetap ikutkan mereka supaya menambah jam terbang dan juga pengalaman mereka,” kelas petinju yang baru mempertahankan peringkat 1 di KTPI beberapa waktu lalu.

Silem juga sangat bersyukur kepada Tuhan dan juga merasa bangga karena bisa mendirikan sasana sendiri di Kota Depok dan sasana tersebut juga sudah melatih dan membina mental anggotanya hingga bisa tampil diatas ring.

“Saya sangat bersyukur walaupun sasana saya masih minim fasilitas tapi kami masih bisa bertahan dan terus berlatih. Karena bagi saya, semangat dan tekad, serta kerja keras mampu menutupi semua kekurangan tersebut dan bisa jadi motivasi untuk terus berlatih dan menorehkan prestasi,” tutup pria asal Hoineno, Timor Tengah Selatan (TTS) itu. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Silem Serang—dari Pemabuk hingga Juara Nasional Tinju Indonesia

922 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perhelatan tinju dunia yang bertajuk ‘The Border Battle 2019’, telah usai namun masih mengisahkan banyak hal menarik yang menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kisah inspiratif ini lahir dari para petinju Indonesia yang mengambil bagian dalam event Internasional yang diselenggarakan di GOR Flobamora Kupang, pada tanggal 5—7 Juli 2019.

Silem Serang, salah satu petinju asal Nusa Tenggara Timur yang tampil pada even internasional pada partai Non Title Internasional melawan petinju asal Timor Leste, Filipe Atade. Kemenangan yang dipersembahkan Silem Serang menjadi satu kebanggaan luar biasa untuk Indonesia, khususnya Dunia Tinju NTT terutama Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS)

Penampilannya di atas ring sangat memukau para penonton namun perjuangannya untuk menjadi petinju profesional bukanlah sesuatu hal yang mudah. Silem Serang memulai kariernya di dunia tinju pada tahun 2011 di Sasana Haumeni Boxing Camp Soe. Dirinya bergabung saat berumur 22 tahun.

“Kalau kata orang itu sudah terlambat, tapi bagi saya belum terlambat. Selagi masih bisa beejuang dan mau berusaha”, ungkap pria kelahiran 25 September 1991 itu.

Sikap Silem, sapaan akrabnya merupakan contoh bagi para kaum muda. Bagaimana mungkin dia yang semasa di Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah hidup dalam pergaulan bebas, konsumsi minuman keras namun akhirnya menjadi seorang petinju profesional. Kesadarannya merubah diri perlu dicontoh.

Silem akhirnya memulai debutnya mewakili kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di GOR Flobamora Kupang, kemudian pada even Kejuaraan Daerah se-NTT di Soe Ibu Kota Kabupaten TTS.

“Pertama kali tampil tahun 2011 bulan Desember”, kisah Silem yang dihubungi Garda Indonesia via Whatsapp.

Motivasi tinggi yang dimiliki Silem Serang untuk menjadi seorang petinju profesional membawanya keluar daerah. Meskipun itu melawan kehendak orang tuanya yang menginginkan dirinya untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi.

“Saya berangkat ke Depok karena orang tua saya paksa untuk kuliah dulu Kupang. Tapi masalahnya saya di Kupang itu pemabuk dan pergaulan tidak baik. Saya kuatir kalau saya kuliah pasti uang orang tua habis gara-gara pergaulan, makanya saya ambil keputusan menghindari kuliah di Kupang”, ujar alumni SMA Negeri 9 Kupang itu.

Ketika berada di Depok, kisah Silem, dirinya harus bekerja serabutan untuk bisa tetap bertahan hidup. Pekerjaan itu ia lakukan disela-sela waktu latihannya. Kerja keras dan dibarengi doa, itulah yang selalu dia lakukan. Walaupun dia mendapatkan tempat tinggal dari sasana tempat dia berlatih, namun dirinya bekerja untuk bisa mendapatkan biaya makan minum dan kebutuhan lain.

“Saya berangkat ke Depok diajak teman. Pertama kali di Depok saya masuk sasana Abraham Paulianto Boxing”, ujar pria asal Hoineno itu.

Kerja keras Silem di tempat rantau akhirnya membuahkan hasil. Selama 1 (satu) tahun 2 (bulan) berlatih dan bekerja akhirnya dia diberikan kesempatan untuk tampil dan menunjukkan kemampuannya sebagai seorang petinju masa depan yang patut diperhitungkan.

“1 tahun itu kehidupan saya sungguh prihatin tetapi saya bertahan hidup. Kemudian saya rebut Gelar Sabuk Kapolres Kota Bogor”, ujar Silem.

Kedua orang tuanya tidak marah dengan keputusan Silem untuk tetap bertahan sebagai seorang petinju. Tutur Silem, “Orang tua selalu mendukung dan menanyakan keadaannya, tetapi dirinya selalu mengatakan bahwa kehidupannya baik-baik saja, walaupun dia harus bekerja disela-sela waktu latihannya.”

“Orang tua sonde (tidak,red) marah karena saya selalu meyakinkan mereka bahwa saya baik-baik saja. Dan saya alasan belum ada orang yang kasih saya pertandingan. Akhirnya mereka bilang, tidak apa-apa itu mau saya jadi lanjutkan saja”, tutur Silem.

Lebih lanjut, Silem mengatakan bahwa dirinya mampu membuktikan bahwa pilihannya untuk tetap bertahan sebagai seorang petinju membuat orang tuanya bangga. Terutama ketika tampil di GOR Flobamora Kupang.

“Orang tua bangga sekali, sangat bangga. Bahkan terharu”, ungkap Silem.

Tidak ada kata terlambat bagi orang yang tekun dan bekerja keras. Itulah yang dibuktikan oleh Silem. Walaupun baru menekuni tinju di usia 22 tahun dengan latar belakang pemadat minuman keras, namun keyakinannya untuk membanggakan keluarga membawa dirinya patut diperhitungkan pada dunia tinju nasional sekarang. Dengan berbagai gelar nasional, saat ini Silem termasuk petinju yang sukses.

“Tahun 2017 saya juara nasional kelas terbang yunior 49 kg versi versi Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI), dan tahun 2019 saya rebut lagi gelar juara nasional versi Komisi Tinju Indonesia (KTI) “, jelas Silem.

Tidak berhenti di tingkat nasional, lanjut Silem, dirinya sudah balasan kali mengikuti pertandingan internasional, diantaranya di Singapura, Filipina, Thailand dan juga Jepang, termasuk di GOR Oepoi Kupang beberapa waktu lalu.

“Itu perbaikan peringkat internasional. Peringkat saya sekarang 120 dari 360 orang petinju di dunia untuk kelas terbang yunior 49 kg”, ujar anak bungsu dari 7 orang bersaudara itu.

Dengan latar belakang orang tua petani, tutur Silem, dirinya tidak ingin merasakan kesuksesan sendiri. Dirinya kini sudah memiliki sasana tinju sendiri yang didirikan di Depok tempat dimana dia berjuang dan berlatih menata kesuksesan.

“Sekarang saya buka Sasana Tinju sendiri dengan nama daerah saya yaitu Silem Amanatun Soe Boxing Camp. Itu saya buka tahun 2014”, ujar Alumni SMP Negeri 10 Kupang itu.

Aktivitas yang dijalani saat ini, lanjut Serang, yaitu tetap berlatih di sasana miliknya dan sekaligus menjadi pelatih tinju juga. Tujuannya untuk bisa melahirkan lebih banyak petinju-petinju profesional.

“Saat ini anggota saya yang aktif berjumlah 5 orang. Dan tahun 2019 ini sudah bertanding di tingkat PORDA Jawa Barat mewakili Kita Depok dan 1 orang juara 3”, tutur Silem.

Dibalik kesuksesannya, Silem punya masa lalu yang suram dan dirinya belajar dari pengalaman tersebut. Dirinya juga mengajak para kaum muda untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang dimiliki untuk merubah kehidupan lewat bakat yang dimiliki. Dirinya juga berpesan kepada sesamanya yang bergelut dibidang yang sama untuk tetap berjuang karena menurutnya Tuhan selalu ada dan melihat setiap perjuangan umat-Nya

“Yang masih berusia muda, ayolah jangan sia-siakan kesempatan untuk membanggakan daerah kita, dan khusus keluarga kita serta merubah kehidupan kita melalui bakat di cabang olahraga apa saja. Khusus tinju, yang belum berhasil, jangan putus asa, tetap semangat dan berjuang, Tuhan tidak tutup mata terhadap perjuangan kita”, pungkas Silem Serang yang selalu menggunakan motif Timor disetiap penampilannya. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)