Arsip Tag: suami istri di kota kupang positif corona

Suami Istri Positif Covid-19 dan Batita 1,8 Tahun Dievakuasi ke RSUD S K Lerik

353 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Tim gabungan yang terdiri dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, tim pengendali keamanan Polsek Maulafa, Brigade Kupang Sehat dan Puskesmas Sikumana melakukan evakuasi terhadap suami istri terkonfirmasi positif Covid-19 bersama anak mereka, batita berumur 1,8 tahun.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/06/10/suami-istri-positif-covid-19-di-kota-kupang-masih-isolasi-diri-di-rumah-ini-alasannya/

Beberapa petugas yang mengenakan APD lengkap tiba dengan ambulans di kediaman keluarga di Kelurahan Oepura pada Kamis malam, 11 Juni 2020 sekitar pukul 19.00 WITA [7 malam]. Para petugas kemudian mengevakuasi mereka untuk dibawa ke RSUD S K Lerik dan dirawat pada fasilitas kesehatan yang telah disiapkan bagi pasien terkonfirmasi positif.

Evakuasi tersebut dilakukan demi menjawab tuntutan warga sekitar agar para pasien tersebut dapat segera dievakuasi karena warga merasa khawatir ikut tertular virus.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, Ernest S. Ludji, SSTP, M.Si evakuasi dilakukan untuk meredam keresahan warga, padahal jika sesuai protokol penanganan Covid-19 yang tertuang dalam Pedoman Pencegahan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19) Revisi ke 4 Tahun 2020, pasien yang terkonfirmasi positif dapat diisolasi di rumah jika kondisi kesehatannya tidak menunjukkan gejala (orang tanpa gejala atau OTG) atau jika pasien hanya menunjukkan gejala ringan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, Ernest S. Ludji, SSTP, M.Si

“Semenjak dinyatakan positif Covid-19 dari hasil tes PCR atau swab test, pasangan suami istri ini diisolasi sesuai protap penanganan Covid-19 yang berlaku, yaitu isolasi di rumah karena mereka tidak menunjukkan gejala. Sehingga berdasarkan Pedoman Pencegahan Pengendalian Covid-19 revisi ke 4 tahun 2020, mereka yang dikategorikan OTG dapat diisolasi di rumah dengan dipantau ketat oleh Gugus Tugas melalui Puskesmas setempat,” ujar Jubir Ernest.

Ernest menjelaskan bahwa masyarakat atau tetangga sekitar tidak perlu khawatir dengan adanya pasutri pasien terkonfirmasi positif, karena sesuai protap, mereka diisolasi secara ketat, bahkan keluarga tersebut dalam keseharian selama isolasi sama sekali tidak melakukan kontak fisik dengan keluarga maupun tetangga,

“Kedua pasien beserta anak-anak mereka taat melakukan isolasi. Mereka juga dipantau secara ketat oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang melalui jajaran Puskesmas Sikumana,” tukas Ernest.

Lebih lanjut, Ernest mengajak semua pihak untuk memahami secara baik pedoman penanganan pengendalian Covid-19 agar tidak salah kaprah. Menurutnya, perlu adanya sosialisasi berkelanjutan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat terutama agar tidak melakukan stigmatisasi terhadap para pasien terkonfirmasi atau terduga positif Covid-19,

“Jangan menstigmakan bahwa penyakit ini adalah aib, karena tidak seorang pun yang mau mengalami penyakit ini,” pintanya.

Gugus Tugas, tandas Ernest,  sangat mengharapkan masyarakat untuk tidak melakukan stigma kepada pasien Covid-19 dan keluarga, karena penyakit ini bukan aib. Justru harus menunjukkan rasa solidaritas dalam menghadapi pandemi ini.

“Mari kita semua bersolider tidak saja dengan pasien positif Covid-19 tetapi juga dengan saudara-saudara kita yg terkena dampak pandemi ini secara sosial dan ekonomi,” imbau Ernest. (*)

Sumber berita (*/PKP_nt)
Foto utama oleh beritabeta.com
Editor (+rony banase)

Suami Istri Positif Covid-19 di Kota Kupang Masih Isolasi Diri di Rumah, Ini Alasannya

1.484 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Suami Istri terkonfirmasi positif Covid-19 oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT pada Sabtu, 6 Juni 2020; hingga hari ini, Rabu, 10 Juni 2020, masih melakukan isolasi mandiri bersama 3 (tiga) orang anak di dalam rumah mereka di Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/06/06/suami-istri-di-kota-kupang-positif-covid-19-transmisi-lokal-total-103-kasus-di-ntt/

Dilansir dari sergap.id, Sejak dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan tes swab di Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof Biomolekuler RSUD Prof Dr W.Z Johannes Kupang pada Sabtu lalu, (6/6/20), hingga kini, DB (35) dan DD (35) belum dievakuasi dari rumah mereka di Perumahan Anggrek, RT 003 RW 001, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Ketua RT 003, Selmy Ry, menegaskan, pasangan suami istri yang telah memiliki tiga orang anak berumur 10 tahun, 7 tahun, dan 1 tahun 4 bulan ini, sampai saat ini masih terus mengisolasi diri di rumah mereka sendiri.

Suami Istri pasien positif Covid-19 itu disinyalir bekerja di Kantor Pajak dan memiliki usaha butik online. Kekhawatiran warga yang berdomisili di sekitar bermunculan, termasuk para warganet yang terus mempertanyakan kapan kerentanan kondisi tersebut, termasuk kapan pasangan suami istri tersebut bakal dievakuasi oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang.

Menyikapi kondisi tersebut, Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang menyampaikan alasan, mengapa hingga saat ini pasangan suami istri belum dievakuasi dan dirawat di rumah sakit.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji kepada Garda Indonesia melalui pesan Whatsapp pada Rabu, 10 Juni 2020 pukul 11:14 WITA mengonfirmasi kondisi tersebut.

“Belum Kk… Mereka masih isolasi di rumah dengan pengalaman Tim Gugus tugas dan Puskesmas Sikumana sambil menunggu hasil swab anak-anak,” sahut Ernest menimpali media ini.

Ernest pun meyakini jika selama mereka tetap melakukan isolasi mandiri di dalam rumah dan tak berinteraksi dan beraktivitas di luar rumah, maka dijamin aman. “Selama mereka hanya di halaman dan tidak berinteraksi dengan orang lain, aman Kk,” ucapnya.

“Kalau kemarin (Selasa, 9 Juni 2020) mereka keluar itu sebenarnya ke RST Wirasakti, karena anak-anaknya tak mau diantar orang lain selain orang tuanya,” lanjut Ernest.

Garda Indonesia pun mengonfirmasi apakah isolasi di rumah karena tak ada yang menjaga anak mereka? Ernest Ludji membenarkan kondisi tersebut. “Salah satu alasannya itu,Kaka,” ujarnya.

Makanya hari ini, Rabu, 10 Juni 2020, tandas Ernest, kalau sudah ada hasil swab anak-anak mereka, maka akan segera dievakuasi. “Rencana dievakuasi dan dirawat di RSUD SK Lerik.” sahut Ernest.

Penulis, dan editor (+rony banase)
Foto utama oleh ringtimesbali.com

Suami Istri di Kota Kupang Positif Covid-19 Transmisi Lokal, Total 103 Kasus di NTT

1.491 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pada Sabtu, 6 Juni 2020, Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang memeriksa 48 sampel swab, dari jumlah sampel itu terkonfirmasi 2 (dua) orang asal Kota Kupang positif Covid-19.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/06/04/1-positif-covid-19-transmisi-lokal-di-mabar-1-kasus-di-ende-total-101-kasus/

Demikian penyampaian Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. dalam jumpa media pada Sabtu sore, 6 Juni 2020 di Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

“Dua orang dari Kota Kupang tersebut merupakan suami istri, tak ada riwayat pergi ke daerah terpapar,” ungkapnya seraya menyampaikan bahwa mereka positif Covid-19 karena transmisi atau penularan lokal di Kota Kupang.

Lanjut drg. Domi yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Gugus Tugas Covid-19 di Provinsi NTT telah melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 dan Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk melakukan penelusuran atau contact tracing. “Mengenai lokasi domisili kelurahan maupun kecamatan suami istri yang positif Covid-19 di Kota Kupang masih ditelusuri,” urainya menjawab pertanyaan awak media.

“Dengan demikian jumlah kasus Positif Covid-19 di Provinsi NTT sebanyak 103 kasus, kemarin [Jumat, 5 Juni 2020 sebanyak 101 kasus, red],” tambahnya.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/06/05/anak-7-tahun-asal-rote-ndao-sembuh-covid-19total-sembuh-di-ntt-28-orang/

Ada juga kabar gembira, imbuh drg Domi, terdapat 2 (dua) orang sembuh dari Kabupaten Ende klaster Gowa. “Dengan demikian, jumlah pasien sembuh Covid-19 sebanyak 30 orang [sebelumnya pada Jumat, 5 Juni 2020 sebanyak 28 orang sembuh Covid-19].

Adapun sebaran kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT dengan peringkat kasus yakni Kota Kupang 29 kasus, Sikka 27 kasus, Manggarai Barat 15 kasus, Ende 12 kasus, Sumba Timur 8 kasus, T.T.S 4 kasus, Nagekeo 3 kasus, Rote Ndao 2 kasus, Flores Timur 2 kasus, dan Manggarai 1 kasus.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)