Arsip Tag: universitas katolik widya mandira

Seminar Peluang Usaha OMK HYK Bimoku Pecut ‘Entrepreneurship’

95 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Orang Muda Katolik (OMK) Kapela Hati Kudus Yesus (HKY) Bimoku, Paroki Santo Yoseph Pekerja Penfui, Keuskupan Agung Kupang menggelar seminar kewirausahaan pada Sabtu, 12 Juni 2021, pukul 19.00 WITA—selesai, bertempat di aula Kapela Hati Kudus Yesus Bimoku, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Mengusung tema “Peluang Wirausaha Bagi Kaum Muda Masa Kini” seminar ini dipaparkan oleh Dosen Kewirausahaan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dan Ketua Dewan Stasi Kapela HKY Bimoku, Djou Sewa Adrianus, S.E., M.M. dan dihadiri oleh Badan Pengurus OMK HKY Bimoku, puluhan OMK, serta Pembina OMK HKY Bimoku, Maria Surya Ferdinanda Merry Moon atau Mama Merry. Seminar ini berakhir pukul 20.00 WITA dan dipandu oleh Virginia Maria Sala Discha atau Jaice.

Sebelum membuka seminar, Mama Merry memberikan pesan untuk seluruh OMK HKY Bimoku bahwa OMK itu penting untuk mengikuti pembinaan. OMK juga penting untuk diberikan pembinaan. OMK HKY Bimoku perlu membiasakan yang benar bukan membenarkan yang biasa, supaya orang muda Katolik menjadi pewarta dan penginjil bagi orang lain dan diri sendiri.

“Tujuan dari pembinaan OMK supaya dapat berusaha menjadi manusia yang baik. Oleh karena itu, OMK HKY Bimoku harus berusaha bekerja sama yang baik dan dan saling menghargai satu sama lain serta semangat dalam kekompakan,” ucap Mama Mery seraya menyampaikan terima kasih kepada Badan Pengurus OMK HKY Bimoku yang telah membuat seminar dengan menghadirkan pemateri yang berkompeten dan andal.

Mama Merry yang merupakan seorang guru senior di SMPN 10 Kupang ini menegaskan OMK HKY untuk tetap aktif dan jangan takut untuk berproses.

Ketua OMK HKY Bimoku Timoteus Mau dalam laporannya menyampaikan, kegiatan seminar yang menjadi program OMK HKY Bimoku selain pendalaman iman mestinya dilaksanakan sejak tahun 2020 lalu, namun karena Pandemi Covid-19, kegiatan-kegiatan serupa dihentikan untuk sementara waktu, dan baru dapat dilaksanakan pada saat ini. “Ke depan dalam Juni 2021 ini, OMK HKY Bimoku bakal membuat kegiatan berupa pendalaman iman. Mari kita tetap semangat dan tetap bergabung di dalam wadah OMK ini sehingga kita bisa saling belajar. Terutama yang paling penting kita saling berbagi dalam kemuliaan nama Tuhan,” ucap Timo.

Dosen Kewirausahaan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dan Ketua Dewan Stasi Kapela HKY Bimoku, Djou Sewa Adrianus, S.E., M.M. saat memaparkan materi didampingi moderator Virginia Maria Sala Discha

Djou Sewa Adrianus, S.E., M.M. dalam paparannya menyampaikan bahwa, kondisi perekonomian nasional pada era Covid-19 sejak Maret 2020 lalu, mengalami kemerosotan. Banyak perusahaan kecil, menengah, dan multinasional mengalami krisis dan kebangkrutan. Roda perekonomian tidak berjalan lancar, pemutusan hubungan kerja (PHK) semakin meningkat, dan kesempatan kerja semakin meningkat. Ini menjadi tantangan baru bagi seluruh orang muda.

“Orang muda masa kini dalam menghadapi perubahan yang begitu cepat di mana peluang kerja yang tersedia sangat minim, ditambah lagi tidak berani berwirausaha, maka kehidupan selanjutnya akan menjadi sangat sulit dan yang dihadapi adalah kemiskinan. Kemiskinan terjadi ketika seseorang berada dalam kondisi tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan yang layak. Kemiskinan pasti terjadi pada setiap orang yang tidak memiliki ruang dan kesempatan untuk berusaha,” tegas Djou Sewa.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Widya Mandira Kupang ini mengatakan, seorang entreprenenur yang tidak menyadari bahwa dunia ini penuh dengan perubahan dan mereka tidak boleh duduk santai tetapi ikut terlibat dalam perubahan dengan melakukan inovasi sesuai kebutuhan hidup para pelanggan. “Pola pikir wirausaha menonjol dalam banyak hal serta berkarakter dan produktif. Wirausaha selalu mencari cara baru untuk meningkatkan nilai guna secara efisien. Seorang wirausaha memiliki pola pikir positif, kreatif, dan produktif dalam melihat peluang bisnis.” urainya.

Menurut Djou Sewa, orang muda masa kini harus aktif mencari gagasan usaha dan terus berdiskusi dan melakukan praktik bersama orang-orang yang berkompeten. Selain itu, orang-orang muda harus kreatif melihat dan menangkap peluang usaha.

Peluang usaha yang cocok bagi orang muda, yang disarankan oleh Djou Sewa seperti;

  1. Peluang usaha kelompok kreatif (bidang makanan dan minuman, kerajinan, logam, pertanian dan agrobisnis, peternakan dan hasil tambak, rajutan, bordir, sablon, penerbitan, bengkel, mainan anak-anak).
  2. Bidang usaha kelompok konsumtif (kursus-kursus, pusat kebugaran dan pelatih olahraga, jasa konsultasi, perdagangan).
  3. Bidang usaha kelompok pelayanan (biro jasa seperti perpanjang SIM, penarikan kendaraan mogok, pengiriman TIKI, biro teknik perawatan kulkas maupun AC, instalasi listrik, jasa pengetikan, foto copy, penjilidan, sablon pesanan, perbengkelan, kontraktor jasa perbaikan bangunan, rumah kos, salon kecantikan).
  4. Bidang usaha kelompok analis (jasa penerjemah, jasa reparasi perangkat elektronik, teknologi informasi, karya intelektual, perancang busana, laundry, jasa menjahit). (*)

Sumber berita dan foto (fwl/fwl)

Editor (+roni banase)

Mematuhi Protokol Kesehatan di Tengah Pandemi Covid-19

319 Views

Oleh : Edmario Da Cunha, Mahasiswa Semester VIII Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Widya Mandira

Virus Corona telah menjadi bahan pemberitaan yang terus berulang-ulang disiarkan di seluruh penjuru negeri Indonesia, baik melalui media cetak maupun media elektronik. Bahkan Covid 19 ini sudah dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO dan menjadi masalah bersama yang harus segera ditanggulangi di seluruh dunia.

Hampir setiap hari di seluruh media massa disiarkan tentang maraknya perkembangan Covid 19 dan banyaknya korban yang berjatuhan akibat virus corona ini. Pemerintah tidak tinggal diam dalam melihat masyarakatnya menderita akibat penyakit ini, terbukti dengan terus gencarnya sosialisasi pembiasaan pola hidup bersih dan sehat, aturan terkait pelaksanaan Work From Home meliputi belajar dari rumah, dan beribadah di rumah, pengeluaran kebijakan pembatasan sosial berskala besar atau yang familiar kita kenal dengan istilah PSBB, sampai kepada solusi bantuan sosial tunai yang bersumber dari dana desa, dan lain sebagainya.

Kita harus mengakuinya bahwa segala aspek kehidupan mengalami gangguan akibat virus Corona. Dimulai dari yang kelihatan secara jelas yaitu aspek ekonomi. Pada bagian ini kita mengalami secara sadis perekonomian dunia mengalami masalah yang besar. Di Indonesia misalnya kita mendengar di sana dan sini pemutusan hubungan kerja dari perusahaan sehingga berdampak pada bertambahnya jumlah pengangguran di negara ini. Akibat dari pemutusan hubungan kerja ini banyak kepala keluarga yang mengalami masalah di mana terjadi penurunan kebutuhan keuangan dalam keluarga. Untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dan papan saja susah. Sedangkan kalau ditinjau dari sudut pandang sosial, imbas dari kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah kepada masyarakat, membentuk pola kehidupan yang baru yang mau tidak mau harus dijalani oleh masyarakat, yaitu kurangnya frekuensi tatap muka antar orang. Masyarakat Indonesia yang yang telah terkenal ramah dan suka berkerumun dalam jumlah banyak harus terbiasa dengan pola kehidupan ini. Untuk sementara, segala aktivitas rohani harus dilakukan di rumah.

Oleh karena itu, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia kita sudah seharusnya mendukung segala kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. Maksud dari segala kebijakan ini semata-mata untuk mencegah penularan virus Corona dan meminimalisir bertambahnya angka kasus infeksi. Protokol kesehatan tersebut meliputi menggunakan masker, rajin mencuci tangan, serta menghindari kerumunan. Hal ini bukanlah hal yang mudah sebab bukan merupakan suatu kebiasaan untuk kita semua, tetapi mau tidak mau kita harus melakukannya agar kita semua dapat terhindar dari virus ini. Bertambahnya kasus ini bukan hanya menjadi momen yang paling menyedihkan. Namun, juga untuk menjadi pengingat agar kita senantiasa menjalankan protokol kesehatan. Kita menjalankan segala protokal kesehatan semata-mata untuk melindungi kita dari penyebaran virus corona ini.

Sebagai mahasiswa semester 8 di Fakultas Filsafat UNWIRA Kupang, kami sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata atau yang familiar disebut KKN, biasanya dilakukan secara offline, di mana para mahasiswa harus terjun di tengah masyarakat. Tinggal dan merasakan kehidupan yang dialami masyarakat. Namun, KKN kali ini dilakukan secara berbeda. Kami harus melakukan secara online. Tetapi itu menjadi bagian dari partisipasi kami terhadap kebijakan kampus untuk meminimalisir penyebaran virus corona. Secara tidak langsung kami telah mematuhi kebijakan pemerintah, yang semata-mata untuk menghindari penyebaran virus corona.

Jadi, masyarakat diharapkan untuk tetap menjaga diri, kita mendukung segala kebijakan yang dicanangkan pemerintah demi mencapai suatu kehidupan yang baik, kehidupan yang bebas dari segala bentuk penyakit terutama terhindar dari virus Corona yang sedang melanda manusia modern. Mari kita mematuhi protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid 19.(*)

Foto utama (*/koleksi pribadi)