Arsip Tag: wali kota jefri

Puluhan Ribu Warga Terdampak Covid-19 Dapat Sembako dari Pemkot Kupang

128 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Warga non Penerima Manfaat (KPM) yang terdampak Covid-19 di tiga kelurahan se-Kecamatan Alak, pada Senin, 15 Juni 2020, menerima bantuan sosial berupa sembako dari Pemerintah Kota Kupang. Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore, memantau proses penyaluran sekaligus menyerahkan sembako kepada masyarakat.

Penyerahan bantuan sembako kepada 23.640 KPM akan berlangsung dari 15—27 Juni 2020 dan akan disalurkan di 6 (enam) kecamatan se-Kota Kupang.

Tiga kelurahan yang dikunjungi tersebut antara lain Kelurahan Alak dengan jumlah penerima bantuan 1.114 kepala keluarga (KK), Kelurahan Penkase Oeleta dengan jumlah penerima bantuan 940 KK dan Kelurahan Namosain dengan jumlah penerima bantuan 847 KK. Para penerima bantuan akan menerima sembako selama 3 bulan ke depan yang terdiri dari beras 10 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kg dan mi instan 1 dus.

Pada proses penyerahan bansos, pihak kelurahan menampilkan daftar penerima bantuan secara lengkap dan transparan. Untuk menerima sembako, para penerima terlebih dahulu wajib menunjukkan surat penerima bantuan, kartu keluarga dan kartu tanda penduduk sebagai syarat yang harus dipenuhi. Hal ini sesuai dengan penegasan Wali Kota Kupang pada rapat persiapan penyaluran Bansos pada Jumat, 12 Juni 2020.

Wali Kota Kupang saat menyerahkan bantuan kepada salah satu warga

Sebelumnya, Dr. Jefri Riwu Kore menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir apabila sudah terdata dan memiliki surat pemberitahuan dengan persyaratan lengkap, tentunya akan menerima bantuan sembako.

Ia juga menegaskan kepada pihak kelurahan untuk segera menyalurkan agar tidak terjadi penumpukan dan yang berhak menerima bantuan adalah masyarakat yang terdampak Covid-19 tetapi non KPM yang tidak menerima bantuan PKH, Bantuan Presiden dan bantuan serupa lainnya yang bersumber dari APBN,

“Masyarakat tidak perlu khawatir, jika sudah terdata di Kelurahan maka pasti akan menerima bantuan. Jika ada masyarakat yang sudah terdata namun tidak menerima bantuan, dapat segera lapor ke Lurah agar dilakukan verifikasi ulang,” tegas Wali Kota.

Wali Kota Jefri dalam pantauannya meminta agar jalannya proses penyaluran bantuan ini dapat berjalan secara baik dan transparan. Ia berharap dengan adanya bantuan sosial ini selama tiga bulan ke depan dapat membantu kondisi ekonomi masyarakat di Kota Kupang. Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodywik Djungu Lape, S.Sos., Camat Alak, Ridhon A. Bire, S.IP serta Para Lurah. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_chr_let)
Editor (+rony banase)

PATBM Nunhila Jadi Percontohan, Menteri Bintang Tinjau Langsung

154 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Mengakhiri kunjungan kerja perdana selama 2 (dua) hari sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Menteri PPPA Bintang Puspayoga berkunjung ke Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Kelurahan Nunhila Kecamatan Alak, Kota Kupang pada Jumat, 8 November 2019.

“Kita memang datang dari warna yang berbeda, tapi ketika memberikan pelayanan pada masyarakat memang kita tidak membedakan warna, kita harus memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” tutur Menteri Bintang dalam sambutannya.

Menteri Bintang menambahkan Kota Kupang bukanlah tempat yang asing baginya, selama 5 tahun beliau mendampingi suaminya untuk tugas di OASE, PKK, dan Dekranas daerah yang paling sering dikunjungi adalah NTT. “Kunjungan ini saya lakukan untuk mengetahui lebih banyak lagi apa saja yang sudah dilakukan PATBM untuk masyarakat. Sebelumnya saya sudah mengetahui terkait keberadaan PATBM ini, namun saya ingin sekali melihat langsung bagaimana bentuk, apa saja kegiatan, dan manfaatnya pada masyarakat,” ujar Menteri Bintang.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga

“Penghargaan sebesar-besarnya tak lupa saya sampaikan atas komitmen penuh para pihak di Kota Kupang, pemerintah daerah, aparat kelurahan Nunhila, dan para aktivis PATBM yang telah mencurahkan waktu tenaga dan sumber daya lainnya dalam melaksanakan berbagai aktivitas sesuai dengan pedoman dan berbagai pelatihan yang telah diterima untuk memastikan perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan dan perlakuan salah lainnya,” tutur Menteri Bintang.

“Tentunya dibutuhkan sinergi dari seluruh pihak, karena tidak mungkin pemerintah atau masyarakat hanya berjalan sendiri untuk memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak. Melihat semangat aktivis PATBM Nunhila, saya optimis jika dapat terus ditingkatkan maka angka kekerasan pada perempuan dan anak yang menjadi salah satu prioritas kami 5 tahun ke depan akan lebih mudah diturunkan. Kami harapkan pula dukungan PATBM untuk mencegah pernikahan anak dan pekerja anak. Kerja keras aktivis PATBM dan aparat yang responsif pada kepentingan terbaik anak, kami yakin menjadi amunisi yang cukup kuat untuk mewujudkan prioritas nasional ini,” tutup Menteri Bintang.

Pada 2016, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menginisiasi desa model PATBM di 34 provinsi, 68 kab/kota, dan 136 desa. Untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur terdapat di 4 kabupaten/kota dan 8 desa/kelurahan yaitu Kelurahan Bakunase dan Kelurahan Nunhila di Kota Kupang, Desa Oebelo dan Desa Kuaklalo di Kabupaten Kupang, Desa Kele dan Desa Kesetnana di Kabupaten Timor Tengah Selatan, serta Desa Weerame dan Desa Watukawula di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Beberapa hal yang dilakukan oleh PATBM yakni memberdayakan kapasitas masyarakat agar mampu menyelesaikan berbagai persoalan anak yang ada di masyarakat secara mandiri. Gerakan PATBM ini bertujuan untuk mencegah kekerasan terhadap anak dan menanggapi kekerasan terhadap anak mulai dari lingkungan terkecil yakni kelurahan.

Foto bersama Ketua PATBM Nunhila, Rahel Magdalena Rihi (baju putih diapit Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan Menteri Bintang Puspayoga) dan pengurus PATBM Nunhila

Ketua PATBM Kelurahan Nunhila, Rahel Magdalena Rihi menuturkan PATBM merupakan sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak, menumbuhkan inisiatif masyarakat sebagai ujung tombak untuk melakukan berbagai upaya pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat untuk memberikan perlindungan kepada anak.

“Salah satu pencapaian PATBM Kelurahan Nunhila yakni penurunan angka kasus kekerasan pada perempuan dan anak. Pada 2018 terdapat 3 kasus yang kami tangani, angka tersebut turun jumlahnya menjadi 1 kasus pada 2019. Ini sejalan dengan rangkaian kegiatan sosialisasi yang kami lakukan selama ini. Sosialisasi untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap perlindungan perempuan dan anak,” tutur Oma Len sapaan akrabnya.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore menyampaikan rasa terima kasih dan bangga atas kehadiran Menteri Bintang di Kota Kupang khususnya di Kelurahan Nunhila. “Merupakan sebuah kebanggaan bagi kami atas kehadiran Bu Menteri. Sebagai informasi, Kelurahan Nunhila merupakan salah satu kelurahan percontohan yang tentunya membanggakan Kota Kupang dalam hal kepedulian masyarakatnya terhadap perlindungan anak,” ujar Jefri.

Jefri menambahkan Kota Kupang termasuk daerah yang tinggi angka stunting pada anak yakni mencapai 23,3%. Namun, di sisi lain hal baik yang patut menjadi contoh, tentang bagaimana orang tua, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat mempunyai perhatian khusus pada perlindungan anak-anak. “Semoga dengan adanya pelaksanaan PATBM dapat mendorong percepatan pembentukan desa/kelurahan layak anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur, khusunya di Kota Kupang,” tandas Jefri. (*)

Sumber berita (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

9 Tahun RSUD S. K. Lerik, dr Marsiana Halek: “Resep Kami Lebih Baik”

339 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Kamis, 1 Agustus 2019, tepatnya 9 (sembilan) tahun yang lalu RSUD S. K. Lerik Kota Kupang, resmi beroperasi. Pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-9, sebagai hadiah ulang tahun, diresmikan dua buah gedung, untuk pasien rawat inap dan juga rawat jalan.

Direktur RSUD S. K. Lerik, dr. Marsiana Y. Halek, dalam laporannya mengatakan bahwa saat ini RSUD S. K. Lerik Kota Kupang sudah memenuhi standar rumah sakit kelas C dengan sarana prasarana yang yang berkualitas. RSUD S. K. Lerik memiliki 343 orang personil yang siap melayani masyarakat serta pelayanan di rumah sakit tersebut sudah terakreditasi.

“Kami memiliki 20 dokter spesialis, 15 dokter umum, 3 dokter gigi, 106 perawat dan 45 bidan”, ujar Marsiana.

Lanjut Marsiana, selama dua tahun terakhir, ada pembangunan besar-besaran di RSUD S. K. Lerik, yang pertama ditahun 2017 gedung emergency yang terdiri dari tiga lantai, di lantai pertama UGD, Radiologi dan Farmasi, lantai dua ada laboratorium dan vekan nifas persalinan dan lantai tiga ICU dan perina.

Lanjutnya, untuk tahun lalu RSUD S K Lerik mendapat bantuan dua gedung yang akan diresmikan oleh Wali Kota pada hari ini. Gedung yang pertama terdiri dari tiga lantai, di lantai satu poliklinik rawat jalan, dilantai dua adalah manajemen dan lantai tiga kamar operasi yang sudah berstandar internasional. Dan gedung kedua terdiri dari dua lantai untuk rawat inap.

Penandatanganan prasasti pengresmian dua gedung RSUD S K Lerik oleh Wali Kota Kupang

“Ini semua merupakan loncatan besar bagi yang memberikan kami keyakinan bahwa kami dapat memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat”, ujar Marsiana.

Semangat ‘ayo berubah’ yang dicanangkan oleh Wali Kota, jelas Marsiana, pihak rumah sakit juga memaknai hal tersebut dengan tag line ‘ayo berubah Resep kami lebih baik’. Resep (responsif, cepat, profesional), tiga kata tersebut menjadi kendaraan untuk mencapai sukses dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Harapan kita kedepan RSUD S. K. Lerik tumbuh dan berkembang menjadi kebanggaan bagi semua masyarakat Kota Kupang”, pungkas Marsiana.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore saat memberikan sambutan usai meresmikan dua gedung RSUD S K Lerik

Sementara itu, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, dalam sambutannya mengatakan bahwa sejak awal dirinya menjabat sebagai Wali Kota, dirinya menginginkan RSUD S. K. Lerik menjadi kebanggaan semua masyarakat Kota Kupang, sebagai mana masyarakat bangga dengan semua jasa Alm. Bapak S. K. Lerik.

“Begitu besar jasa bapak S. K. Lerik bagi kita, kita juga harus berjuang supaya rumah sakit ini menjadi besar, menjadi kebanggaan kita”, ujar Wali Kota yang akan genap masa jabatannya dua tahun pada tanggal 22 Agustus 2019 mendatang.

Lanjut Jefri, dirinya ingin agar kedepan semua pasien dari puskesmas di Kota Kupang dirujuk ke rumah sakit S. K. Lerik, karena rumah sakit tersebut mempunyai peralatan yang berkelas internasional.

Lebihnya, Jefri mengungkapkan bahwa masyarakat Kota Kupang perlu berbangga karena RSUD S. K. Lerik menjadi salah satu rumah sakit yang tidak turun kelas pada tahun ini dan tetap bertahan dengan predikat rumah sakit kelas C.

” Harapan saya kedepan rumah sakit ini naik kelas menjadi rumah sakit tipe B”, ujar Jefri.

Pengresmian tersebut ditandai dengan penekan tombol sirena bersama oleh Wali Kota Kupang, Ketua tim PKK Kota Kupang, Kepala BPJS Cabang Kota Kupang, Pj. Sekda Kota Kupang, Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, serta Ibu Mia Lerik Adu.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun oleh Ketua tim penggerak PKK Kota Kupang bersama Ibu Mia Lerik Adu, dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan peninjauan bersama gedung baru RSUD. S. K. Lerik Kota Kupang.(*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Aplikasi Qlue—Tingkatkan Kinerja ASN Pemkot Kupang

299 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Dalam konferensi pers pada Rabu 31 Juli 2019 di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang, dengan tagline ‘Ayo Berubah’, yang merupakan gebrakan baru menuju Kupang Smart City, yang bermakna sebuah ajakan untuk bergerak secara kolaboratif bagi semua elemen masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan menuju Kota Kupang Moderen

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore mengatakan bahwa tujuan konferensi pers tersebut adalah untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa 2 tahun kepemimpinan bersama dr Herman Man, progres apa yang sudah dibuat dan apa yang akan dikerjakan dalam waktu 2 tahun dan masa kepemimpinan tersisa.

“Filosofi yang dicanangkan dari awal adalah ‘Ayo Berubah’. Tagline tersebut merupakan ajakan untuk berubah dari pola-pola lama, menjadi yang lebih baru dan modern, dari yang manual menjadi otomatis, dari hal yang biasa menjadi luar biasa”, ujar Wali Kota Jefri.

“Semangat ayo berubah gebrakan baru yang dibuat oleh Pemerintah Kota (Pemkot) melalui berbagai media, berbagai komponen, termasuk sarana prasarana, termasuk didalamnya smart city”, ujar Jeriko sapaan akrab dari Wali Kota Kupang.

Gerakan ‘ayo berubah’, lanjut Jefri, dari awal sudah dicanangkan dan baru menggema satu tahun terakhir ini, mulai dari pasang sticker dimobil, ayo berubah dalam berbagai pertemuan. Pada awalnya pemerintah meminta kepada masyarakat untuk berubah dalam tiga hal yaitu kebersihan, tanam pohon dan tanam air.

“Tapi sekarang ini kita lebih pada hal yang lebih baru lagi yaitu ayo berubah dalam berbagai hal negatif. Dan yang positif kita tingkatkan”, ujar penerima penghargaan Kota Layak Anak beberapa waktu lalu.

Salah satu hal yang menjadi fokus Pemkot Kupang adalah untuk mensosialisasikan penggunaan Aplikasi Qlue. Jefri menjelaskan bahwa team Qlue dari Jakarta akan memberikan bimbingan teknis (bimtek) Aplikasi Qlue kepada ASN di Kota Kupang, pada tanggal 11—12 Agustus 2019 bertempat di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.

Qlue, jelas Jefri merupakan aplikasi yang digunakan di Jakarta. Dan Kota Kupang menjadi salah satu Kota dari 3 Kota yang menggunakan aplikasi qlue.

“Saat pertama menjabat (Wali Kota) yang pertama saya cari adalah Aplikasi Qlue karena ini sangat terkenal di Jakarta”, tutur Jeriko.

Lanjutnya, dengan aplikasi Qlue akan menuntut kinerja tinggi dari ASN karena jika ada laporan di qlue dan tidak direspon maka tunjangan kinerjanya akan dipotong.

“Misalnya ada sampah, kita foto lalu over kesana (aplikasi Qlue),

Itu harus direspon selama 1×24 jam, kalau tidak direspon sistem akan memotong tunjangan kinerja ASN secara otomatis. Sudah di desain seperti itu.”, ungkap Jefri.

Untuk mengatasi persoalan tersebut akan dibuat tim reaksi cepat dari masing-masing OPD dan akan di tempatkan di masing-masing kelurahan.

Untuk menjawab tuntutan perubahan tersebut maka pihak Qlue akan memberi bimtek kepada ASN dan tim reaksi cepat agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik menggunakan aplikasi Qlue kepada masyarakat.(*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Ayo Berubah—Menuju Kota Kupang ‘Smart City’

491 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Memasuki tahun kedua kepemimpinan Wali Kota Kupang Dr. Jefri Riwu Kore dan Wakil Wali Kota Kupang dr. Hermanus Man pada 22 Agustus 2019 mendatang, sejak dilantik pada 22 Agustus 2017 silam, banyak yang telah dilakukan. Berbagai aksi pembangunan terus digenjot untuk mewujudkan Kota Kupang maju dan mandiri.

Pada usia yang ke-2 tahun ini, Pemerintah Kota Kupang di bawah kendali Dr. Jefri Riwu Kore dan dr. Hermanus Man membuat gebrakan baru menuju Kupang Smart City melalui semangat ‘Ayo Berubah’. Ini sebuah tagline yang bermakna ajakan untuk bergerak secara kolaboratif semua elemen masyarakat terlibat dalam pembangunan Kota Kupang. Pembangunan yang partisipatif menuju kota modern.

Berubah artinya melaksanakan berbagai program pembangunan secara kreatif dan inovatif, cepat, tepat, efektif dan efisien dalam ciri kota modern. Perubahan butuh perjuangan bersama.

Oleh karena itu, bersama pemerintah, semua komponen masyarakat harus terlibat. Masyarakat bukan lagi menjadi objek, tapi harus menjadi subjek pembangunan, yang berperan penting mewujudkan kota yang maju dan mandiri.

Pemerintah Kota Kupang telah memulai gerakan menuju Kupang Smart City. Ini sebuah desain pembangunan kota modern. Untuk mewujudnyatakan visi ini, perlu perubahan pola pikir, tindakan dan aksi.

Tagline “Ayo Berubah” menjadi pencetus dan pelecut semangat semua komponen warga Kota Kupang menuju dan mewujudkan Kupang Smart City.

Beberapa Kegiatan dalam Rangka 2 Tahun Kepemimpinan Dr. Jefri Riwu Kore-dr. Hermanus Man Dengan Spirit Baru
“AYO BERUBAH” sebagai berikut:

• Pengresmian 2 (dua) unit gedung baru RSUD S. K. Lerik Kota Kupang
Hari/tanggal: Kamis, 1 Agustus 2019
Pukul: 09.00 WITA
Tempat: RSUD S. K. Lerik;

• Sayembara logo Kupang Smart City
Tanggal: 2—15 Agustus 2019, Melalui media social Instagram dan Facebook;

• Lomba kebersihan antar sekolah (SD dan SMP)/Lomba Wiyatamandala
Tanggal: 6—8 Agustus 2019
Pukul: 06.00 WITA
Tempat: 200 sekolah SD dan SMP Se-Kota Kupang;

• Bimbingan teknis KUPANG SMART CITY
Tanggal: 7—8 Agustus 2019
Pukul: 08.00 WITA
Tempat: Hotel Neo by Aston
Acara: Bimtek dan Launching website Kupang Smart City (saat pembukaan);

• Bimbingan teknis aplikasi Qlue
Tanggal: 11—12 Agustus 2019
Pukul: 08.00 WITA
Tempat: Aula rumah jabatan walikota
Narasumber: Tim Qlue Jakarta
Peserta: 200 orang Tim reaksi cepat Qlue;

• Gerakan Massif “Ayo Bersihkan Kupang”
Hari/tanggal: Jumat, 9 Agustus 2019
Pukul: 07.00 WITA
Tempat: Semua wilayah Kota Kupang. Pusat acara di Pantai Pasir Panjang (Belakang Hotel Sotis)
Peserta: Siswa SD, SMP, ASN, Polri, TNI dan warga kelurahan (rencana menggerakan 50 ribu orang);

• Lomba perahu hias Dinas Parawisata Kupang
Hari/tanggal: Senin, 19 Agustus 2019
Tempat: Pantai Teluk Kupang;

• Semiloka PDAM Kota Kupang “Menemukan solusi air bersih Kota Kupang”
Hari/tanggal: Selasa, 20 Agustus 2019
Pukul: 10.00 WITA
Tempat: Hotel Neo by Aston;

• Peresmian Lampu jalan dan lampu Hias Big Tree Kota Kupang
Hari/tanggal: selasa, 20 juni 2019
Tempat: depan ex kantor Bupati Kupang
Acara : peresmian Penggunaan 3.500 lampu jalan dan Lampu hias serta Big Tree Kota Kupang;

• Launching 157 titik Wi-Fi gratis untuk kelurahan dan kecamatan
Hari/tanggal: Rabu, 21 Agustus 2019
Pukul: 10.00 WITA
Tempat: Kantor Kelurahan Naioni;

• Pemkot Berbagi Bersama Rakyat
Hari/tanggal: Kamis, 22 Agustus 2019
Pukul: 09.00 WITA
Tempat: Lapangan Upacara Kantor WaliKota Kupang
Acara: Pembagian raskin plus, buku tabungan penyandang disabilitas dan bantuan gerobak kuliner;

• Acara puncak “Festival Ayo Berubah”
Hari/tanggal: 22 Agustus 2019
Pukul : 15.00 – 22.00 WITA
Tempat: pelataran M Hotel, Jalan Timor Raya
Acara: Pembersihan sampah dimulai pukul 15.00 wita dari Pantai Batu Nona di Nunsui, kelurahan Oesapa. Dilanjutkan dengan acara puncak Festival Ayo Berubah di pelataran M Hotel. Ada penampilan artis-artis asal Kota Kupang (Kupang all star), stand up comedy, dan grand launching Kupang Smart City.
Peserta: 10 ribu orang (*)

Sumber berita (*/Humas dan Protokol Pemkot Kupang)

Editor (+rony banase)

Penyaluran BPNT & BPNTD, Wali Kota Jefri: “Jangan Ada Diskriminasi dalam Pendataan!”

216 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dan BPTND (Bantuan Pangan Non Tunai Daerah) merupakan salah satu program dalam upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan Warga Kota yang kurang mampu sehingga dapat memenuhi akan kebutuhan dasarnya setiap hari.

Untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang mekanisme pelaksanaan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNTD) bagi masyarakat tidak mampu atau orang miskin di Kota Kupang melalui perangkat Kecamatan, Kelurahan, Pendamping Sosial, e-Warong, Kelompok-kelompok Usaha Bersama (Kube) dan Bank Penyalur sehingga melalui mereka masyarakat diberikan pemahaman yang benar dan lengkap terkait kedua program tersebut.

Maka, dilaksanakan sosialisasi untuk menyelaraskan pelaksanaan kebijakan dan mekanisme BPNT dan BPNTD, memberikan arahan yang lebih jelas tentang pelaksanaan penyaluran BPNT dan BPNTD sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing pihak terkait serta meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas penyaluran BPNT dan BPNTD.

Peserta sosialisasi BPNT dan BPNTD saat menyimak pemaparan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore

Walikota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH saat membuka kegiatan sosialisasi bantuan pangan di Kota Kupang, pada Senin, 29 Juli 2019 di Hotel Ima, Kelapa Lima, Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyampaikan dukungan sepenuhnya kegiatan tersebut yang secara nyata menunjukkan kepedulian terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang,

Menurut Walikota Kupang, program pemberian BPNT dan BPNTD merupakan bentuk-bentuk intervensi Pemerintah untuk meningkatkan kualitas ketahanan keluarga sebagai salah satu upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kota Kupang, selain dengan perumusan kebijakan pembangunan.

“Saya berharap sepenuhnya kepada para Lurah, LPM Kelurahan, RT, RW, Tokoh agama dan masyarakat berperan sungguh-sungguh dalam menentukan penerima manfaat program BNPT dan BNPTD secara bertanggung jawab sehingga bantuan pemerintah ini benar-benar tepat sasaran”, pintanya

Kemudian Wali Kota Jefri menegaskan, “Jangan ada warga miskin atau tidak mampu yang tertinggal, jangan ada diskriminasi dalam bentuk apapun dalam pendataan warga miskin atau warga tidak mampu di wilayah/lingkungan saudara-saudara yang harus masuk dalam basis data Kementerian Sosial tersebut,” tegasnya.

Wali kota Kupang memaparkan bahwa pada tahun 2019, terdapat 17.130 KPM penerima BPNT dan 3.000 KPM penerima BPNTD, untuk itu kedepannya Pemerintah Kota berupaya untuk menambah jumlah penerima manfaat karena masih ada sekitar lima ribu lebih KPM yang sudah terdata dalam basis data fakir miskin dan orang tidak mampu Kementerian Sosial yang belum menerima manfaat.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes, menyampaikan laporan tentang latar belakang pelaksanaan sosialisasi BPNT dan BPNTD

Wali Kota Jefri memerintahkan kepada Dinas Sosial Kota Kupang untuk segera menyiapkan proposal yang akan ditujukan kepada Menteri Sosial guna penambahan jumlah penerima manfaat yang keseluruhannya sebanyak sekitar 26.000 KPM.

Direncanakan ada tambahan plus dalam paket BPNT dan BPNTD berupa minyak goreng, ikan kaleng dan mie instan. Bantuan yang diberikan senilai Rp. 110.000,- (seratus sepuluh ribu rupiah) per bulan bagi tiap KPM yang diberikan dari bulan Januari hingga Desember 2019.

Untuk itu, keluarga penerima manfaat akan mendapatkan kartu BPNTD yang dapat digunakan pada mesin EDC Bank NTT sebagai bank penyalur bantuan yang ada di e-Warung yang tersebar di 25 titik dalam wilayah Kota Kupang.

Walikota Kupang berharap agar para penerima dapat memanfaatkan bantuan tersebut sebaik-baiknya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga secara khusus dan masyarakat Kota Kupang pada umumnya.

Didepan para peserta serta undangan yang hadir, Walikota Kupang mengatakan bahwa prioritas pemerintah Kota Kupang adalah kesejahteraan masyarakatnya, terutama melalui program-program seperti ini.

“Membangun infrastruktur memang penting, tapi program-program intervensi melalui pemberian bantuan untuk membantu masyarakat tidak mampu adalah jauh lebih penting dan harus lebih diprioritaskan,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes, dalam laporannya menyampaikan latar belakang pelaksanaan sosialisasi tersebut antara lain adanya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Penanganan Fakir Miskin, pasal 4 huruf a yang menyatakan bahwa fakir miskin berhak memperoleh kecukupan pangan, sehingga Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah memberikan bantuan sosial pangan berupa program BPNT dan BPNTD, dan juga untuk dapat memenuhi program BPNT BPNTD maka penerima bantuan sosial harus terdaftar dalam Basis Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu Kementerian Sosial Republik Indonesia. (*)

Sumber berita (*/Nina Tiara—Humas dan Protokol Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)