Arsip Kategori: Kesehatan & Pola Hidup

Poltekes Kemenkes Kupang Olah Kulit Faloak Jadi Bubuk Kaya Manfaat

714 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia |Pemanfaatan Kulit batang Pohon Faloak (Sterculia quadrifida R.Br.) sebagai bahan baku Obat Herbal terus dikembang dan diteliti termasuk Prodi Poltekes Kemenkes Kupang juga melakukan pengembangan ekstrak Kulit Pohon Faloak menjadi bubuk kaya manfaat

Ditemui saat kegiatan Senam Bersama Gereja Bait El Penfui Kupang, Sabtu/9/3/19 pukul 07.30 WITA dalam demo oleh Poltekes Kemenkes Kupang membuat Kulit Pohon Faloak menjadi bubuk dengan cara direbus dan dicampur dengan jahe dengan ratio 1:1 (air putih 1 liter dan gula pasir 1 kg), kemudian kulit faloak dikeluarkan dan air hasil olahan tersebut direbus dan diaduk hingga mengering menyerupai bubuk

Kulit Pohon Faloak (Sterculia quadrifida R.Br.)

Marce Inggrita Taku Bessi, S.Farm.,Apt.,M.Sc dari Prodi Farmasi Poltekes Kemenkes Kupang mengatakan bahwa Kulit Faloak telah digunakan oleh masyarakat NTT secara turun temurun untuk pengobatan gangguan hati (Hepatitis), meningkatkan stamina tubuh, dan digunakan untuk cuci darah oleh Ibu-Ibu pasca melahirkan

“Untuk Faloak telah dilakukan penelitian oleh Litbang NTT maupun peneliti lain telah ada pembuktian bahwa Kulit Faloak aman dan hasil toksisitas telah menunjukkan aman jika diminum dalam konsentrasi sesuai dengan aturan”, jelas Rita panggilan akrab Marce Taku Bessi

Rita I. Taku Bessi, S.Farm.,Apt.,M.Sc dari Prodi Poltekes Kemenkes Kupang

Lanjut Rita, Tentu untuk Obat Herbal atau Obat Tradisional selalu aman namun juga tidak aman jika diminum tidak sesuai aturan atau dosis

Selain itu, “Penelitian pemanfaatan Kulit Faloak telah dilakukan dengan Uji Pre Clinic untuk hewan coba terhadap mencik maupun tikus; hasil penelitian menunjukkan efek sebagai hepatoprotector atau menjaga fungsi hati; sebagai anti jamur atau bakteri dan mempunyai aktifitas terhadap kanker”, ungkap Rita Bessi yang juga berprofesi sebagai Apoteker dan tergabung sebagai salah satu Pengurus Daerah (PD) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Wilayah NTT.

Tambah Rita, Penelitan lain dari Kulit Faloak menunjukkan mempunyai aktifitas sebagai antioksidan untuk mengatasi radikal bebas pemicu penyakit degeneratif

Buah dari Pohon Faloak (Sterculia quadrifida R.Br.) Foto oleh langittimor.wordpress.com

“Saat ini olahan Kulit Faloak belum dijual bebas; kami hanya sekadar membantu masyarakat sehingga mempunyai persedian yang acceptable atau dapat diterima berupa bubuk instan”, pungkasnya

Dikutip dari Khasiat.co.id – Pohon Faloak masih terdengar sangat asing di telinga kita. Bahkan sebagian besar dari kita baru mendengarnya kali ini. Pohon Faloak memiliki ukuran yang besar dan daun yang cukup rindang dan masih satu keluarga dengan tanaman kepuh. Kulit faloak ini bisa dijadikan obat berbagai macam penyakit. Akan tetapi tidak hanya kulitnya saja yang memiliki khasiat biji, buah, daun, maupun batangnya juga memiliki manfaat untuk kesehatan kita.

Pohon Faloak (Sterculia quadrifida R.Br.)

Kulit faloak mengandung berbagai macam zat yang berfungsi untuk kesehatan tubuh diantaranya adalah flavonoid, alkaloid, terpenoid, serta steroid. Manfaatnya yang cukup banyak ini membuat faloak menjadi salah satu bahan yang banyak dicari untuk digunakan sebagai bahan baku produksi obat herbal atau alami.

Adapun manfaat Kulit Pohon Faloak sebagai berikut:
• Mampu membantu menangkal radikal bebas;
• Menguatkan sistem kekebalan tubuh;
• Mampu membasmi kuman, virus, dan mikroba lain;
• Mengurangi radang dan pembekakan;
• Mengobati anemia;
• Mencegah hipertensi;
• Mengobati demam berdarah;
• Obat anti hepatitis

Penulis dan editor (+rony banase)

‘Fogging’-Solusi Terakhir & Terburuk bagi Demam Berdarah Dengue

78 Views

Oleh Yumiati Ke Lele, SKM

Kota Kupang, gardaindonesia.id | Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, mengambil satu langkah yang sungguh luar biasa, sebagai bentuk kecintaannya terhadap warga Kota Kupang. Tepatnya, Kamis/ 24 Januari 2019, beliau menetapkan telah terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kupang.

Pada hari yang sama, saya berbahagia atas keluarnya Basuki Tjahaya Purnama (BTP) dari Mako Brimob. ‘Seorang’ yang saya idolakan, karena sampai saat ini, saya menganggap beliau punya sepak terjang yang luar biasa. Dan bukan cuma saya, di seluruh Indonesia, ada begitu banyak yang mengidolakan BTP.

Yumiati Ke Lele, SKM

Namun,…kembali lagi kita bahas tentang langkah penanggulangan Wabah Demam Berdarah di Kota Kupang Kota Kasih yang kita cintai. KLB pun secara otomatis dilakukan di Kota Kupang. Dengan cara membuka Posko di tiap Puskesmas 1 x 24 jam. Langkah lainnya adalah dengan dilakukannya abatesasi massal (pembagian bubuk abate) yang dilakukan serempak di seluruh Kota Kupang.

Proses abetasi massal juga melibatkan seluruh tenaga kesehatan di lingkup Pemkot Kupang bekerja sama dengan Sekolah Kesehatan yang ada di Kota Kupang dengan menurunkan mahasiswanya untuk membantu pelaksanaan abatesasi massal serta langkah lainnya.

Dan karena di Kota Kupang, telah ditetapkan telah terjadi Kejadian Luar Biasa Demam Berdarah Dengue (KLB DBD), maka saya ingin berbagi, cara penanggulangan DBD.

Dalam penanggulangan DBD, langkahnya sama persis seperti pencegahan DBD, ditambah dengan salah satu alternatif yang menurut saya sebenarnya alternatif terakhir dan terburuk diantara semua alternatif, dalam memutuskan rantai penularan DBD.

Langkah itu bernama FOGGING..

Sebelum saya menceritakan tentang FOGGING, terlebih dahulu saya ingin berbagi tentang ciri dari nyamuk penyebab DBD.

Nyamuk Aedes Aegypti

Nyamuk penyebar DBD yaitu nyamuk Aedes aegypti dan yang mengigit manusia adalah nyamuk Aedes Aegypti betina karena membutuhkan darah agar dapat memproduksi telur.

Beberapa ciri-ciri yang khas antara lain:

  • Tubuhnya berwarna hitam dengan belang-belang putih di sekujur tubuh nyamuk;
  • Memiliki kemampuan terbang tinggi hingga 100 meter dari tempat nyamuk menetas;
  • Menghisap darah pada pagi dan sore hari;
  • Bersarang di genangan air jernih di sekitar rumah. Jadi untuk nyamuk Aedes Aegypti ini, saya menganggapnya sebagai nyamuk golongan kelas elite/golongan atas..hehehe, Mengapa? Karena dia bukan hidup di daerah genangan air yang langsung berhubungan dengan tanah. Tetapi di tempat yang masuk kategori cukup bersih. Nyamuk ini lebih banyak ditemukan berkembang biak di tempat penampungan air buatan seperti bak mandi, kaleng bekas, ember dan tempat-tempat sejenis;
  • Secara umum, nyamuk Aedes aegypti menyukai tempat yang gelap dan lembab;
  • 1 nyamuk Aedes bisa menghasilkan 100-300 telur, serta telur nyamuk Aedes bisa hidup/bertahan selama 6 bulan sampai 1 tahun;
  • Nyamuk Aedes yg mengandung virus Dengue akan menghasilkan telur yang juga positif (mengandung) virus Dengue (penyebab demam berdarah);
  • 10 nyamuk Aedes positive dengue akan menghasilkan paling kurang 1000 telur positive dengue.

Mengapa FOGGING, saya katakan solusi terakhir dan terburuk?

Fogging selain biayanya mahal, tidak berpengaruh dalam memberantas jentik nyamuk. Fogging hanya mampu membunuh nyamuk dewasa, bahkan membuat nyamuk resisten atau kebal.

Dalam Jurnal Epidemiology 1992, telah diteliti mengenai hubungan antara paparan melation atau pestisida yang biasa digunakan untuk fogging dan kejadian kelainan gastrointestinal (saluran cerna).

“Ditemukan bahwa wanita hamil yang terpapar melation mempunyai risiko 2,5 kali lebih besar dari anaknya menderita kelainan saluran cerna”

Masalah lain dari paparan malation ini, mengakibatkan gagal ginjal, gangguan pada bayi baru lahir, kerusakan gen dan kromosom pada bayi dalam kandungan, kerusakan paru, dan penurunan sistem kekebalan tubuh.

Malation juga diduga mempunyai peran terhadap 28 gangguan, mulai dari gangguan gerakan sperma hingga kejadian hiperaktif pada anak.

Tidak hanya itu, masih ada bahaya penggunaan solar yang menjadi bahan pengencer malation. Hasil pembakarannya mengikat hemoglobin (Hb) dalam darah dibandingkan oksigen. “Racun hasil pembakarannya mengakibatkan radang paru-paru, penyumbatan bronchioli, serta iritasi dan produksi lendir berlebihan pada saluran napas.

“Bahaya lainnya, gangguan di perut, berupa muntah-muntah, sakit perut dan diare, serta sistem kekebalan dan keseimbangan hormon terganggu”

Dampak jangka panjang yang mungkin disebabkan oleh racun tersebut akan bersifat karsinogenik (pembentukan jaringan kanker pada tubuh), mutagenik (kerusakan genetik untuk generasi yang akan datang), teratogenik (kelahiran anak cacat dari ibu yang keracunan), dan residu sisa berbahaya bagi masyarakat. Sebab, fogging mengandung zat yang bersifat racun.

Maka, jika disemprotkan ke rumah-rumah penduduk, akan sangat berbahaya bagi seluruh anggota keluarga, terutama anak dan balita.

Pihak yang membuat bahan fogging memang telah melakukan uji keamanan, tetapi setiap warga harus tetap menyadari bahwa ada risiko yang akan ditanggung apabila terpapar bahan-bahan tersebut. Apalagi, pengasapan/fogging hanya bisa membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentiknya tidak.

Yang harus dilakukan sebelum dan sesudah penyemprotan gas fogging :

SEBELUM FOGGING 

  1. Untuk mencegah keracunan gas fogging, pastikan Anda sudah membungkus perabotan dan barang-barang di rumah yang mungkin terpapar gas fogging dengan plastik atau koran bekas;
  2. Jangan biarkan ada barang atau makanan yang terbuka di rumah, simpan semuanya ke dalam lemari;
  3. Kosongkan bak mandi atau penampungan air yang ada di rumah;
  4. Buka lebar-lebar seluruh pintu dan jendela rumah ketika penyemprotan berlangsung;
  5. Anda dan keluarga sebaiknya memakai masker dan menjauhi lokasi penyemprotan sampai gas di udara sudah berkurang, terutama bayi, balita, ibu hamil dan siapapun yang mempunyai gangguan pernapasan seperti Asma, dan lain-lain.

SETELAH FOGGING

  1. Bersihkan rumah Anda seluruhnya;
  2. Pel lantai, lap jendela dan seluruh perabotan Anda sampai tak ada sisa racun yang tertinggal di permukaan;
  3. Kuras bak mandi atau penampungan air Anda sampai bersih dan tutup rapat supaya tidak ada sisa zat yang masuk ke bak dan tercampur dalam air.

Melihat hal – hal seperti diatas, kerepotan yang ditimbulkan sebelum fogging dan setelah fogging, serta bahaya FOGGING jangka pendek dan jangka panjang, masihkah bapak/ibu dan saudara saudari mengharapkan dilakukan FOGGING di lingkungan sekitar tempat tinggal Bapak/Ibu?

Yumiati Ke Lele, SKM

Kalau di tanya ke saya, saya malas dan tak mau dilakukan Fogging. Dari pada saya repot mempersiapkan rumah sebelum dan sesudah fogging di tambah dengan memikirkan efek negatif dari Fogging,

Maka saya pribadi lebih memilih melakukan ‘PSN dengan Cara 3 M Plus’.

Karena saya sadar, Fogging yang dilakukan, hanya membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan jentik tidak. Padahal kurang lebih 7-8 hari, setelah fogging, jentik nyamuk akan kembali berkembang menjadi nyamuk dewasa.

Jangan – jangan, jentik/telur nyamuk sudah berubah menjadi nyamuk dewasa pun, saya belum selesai membereskan rumah, efek dari Fogging.

Bagaimana dengan jentik/telur yg akan menetas jadi nyamuk?

Sekali lagi upaya untuk mencegah penyebaran DBD di masyarakat yang paling efektif adalah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M plus.

PSN pun hendaknya rutin dilakukan minimal seminggu sekali di setiap rumah oleh pemiliknya sendiri.

Caranya adalah dengan 3M plus yaitu :

  1. Menutup tempat penampungan air;
  2. Menguras dan menyikat bak mandi;
  3. Mengubur barang bekas, seperti kaleng bekas, botol minuman, ban bekas, ataupun sampah yang memungkinkan air tergenang.

Plusnya yaitu :

  1. Gunakan bubuk larvasida seperti abate ke dalam tempat penampungan air yang sulit dikuras, seperti drum, toren, bak, atau kolam yang tidak beralaskan tanah, dengan dosis satu sendok makan untuk 100 liter air;
  2. Memelihara ikan pemakan jentik;
  3. Tidak menggantungkan pakaian;
  4. Menggunakan kawat nyamuk;
  5. Menggunakan obat nyamuk, dan memasang ovitrap;
  6. Menanam tanaman anti nyamuk disekitar rumah seperti serai, selasih, daun mint, dan lain-lain.

Bila Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dilakukan rutin oleh seluruh rumah minimal seminggu sekali, DBD bisa kita cegah bersama-sama.

Bagi masyarakat Kota Kupang, Abate selalu tersedia secara gratis di Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Puskesmas. Tidak ada salahnya bapak/ibu meluangkan waktu sedikit ke tempat tersebut untuk mengambil abate.

Selain itu, sekali lagi saya sangat merekomendasikan ke semua, agar tidak ada salahnya menanam tanaman anti nyamuk di halaman bapak/ibu. Bagi yang beralasan tidak punya halaman karena tinggal di perumahan, tanamlah dalam pot. Selain mengusir nyamuk, tanaman tersebut bisa digunakan, sebagai bumbu dapur.

Tanaman yang dimaksud seperti SERAI, DAUN MINT, SELASIH, dan lain-lain.

Kalau saya pribadi, saya bentengi keluarga saya dengan produk SAGHA SERRIES. Kami rajin balur minyak sagha, dimana salah satu kandungannya adalah serai dan juga lavender.

Pengen juga merasakan seperti kami? Bebas nyamuk, tidur nyaman, silahkan hubungi saya di :

https://api.whatsapp.com/send?phone=628113835595

#LebihBaikMencegahdaripadaMengobati

#SehatituMahaltapiJauhLebihMahalkalauSakit

 

Penulis berprofesi sebagai Petugas Surveilans Puskesmas Alak – Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

Editor (+rony banase)

Anita Gah Berteriak Lantang Tentang Peran Kader Posyandu

52 Views

Kab Kupang, gardaindonesia.id | Para kader posyandu yang berasal dari desa-desa di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang-Provinsi Nusa Tenggara Timur menyampaikan unek-unek mereka kepada Anita Jacoba Gah tentang pelayanan posyandu yang minim sarana dan prasarana seperti belum ada tempat atau rumah posyandu dan hal lain yang menghambat pelayanan para kader.

Anita Gah anggota Legislatif Partai Demokrat tersebut mengumpulkan para kader dan masyarakat di Gereja Bethesda Tarus Tengah (Selasa,22/1/2019); selain mendengar unek-unek, Anita Gah juga memberikan pemahaman akan Empat Pilar Kebangsaan.

Anita Jacoba Gah

“Posyandu harus dilengkapi dengan fasilitas yang memadai seperti meja, kursi dan makanan tambahan berupa biskuit bagi para balita”, jelas Anggota DPR RI Komisi X yang membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, Perpustakaan.

Kepada para kader Anita Gah menyampaikan bahwa masih banyak ketidakadilan dalam pelayanan kepada masyarakat. “Hampir semua posyandu yang saya temui berteriak dan mengeluh kondisi yang sama”, ungkapnya.

Lanjut Anita dengan tegas mengatakan bahwa Pemerintah tidak bisa menganggap remeh para kader posyandu dan tidak adil kepada para kader posyandu. Anita Gah akan mengupayakan usulan pemberian insentif dan seragam bagi para kader dengan melakukan koordinasi dengan Pemkab Kupang

Disamping itu, materi Empat Pilar Kebangsaan yang kompleks bagi para kader posyandu dan masyarakat diramu oleh Lifen Rafael,SH,MHum., menjadi lebih gampang dan dimengerti dan dicerna oleh masyarakat.

Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika diringkas oleh dosen Unkris ini menjadi bahasa sederhana dengan konten dan dialek lokal Kupang (bahasa Kupang) yang menarik perhatian para peserta.

“Empat Pilar Kebangsaan ibarat tiang penyangga rumah maka empat pilar mesti kuat dapat menyanggah Negara Republik Indonesia, kita mesti bangga bahwa Pancasila lahir di Ende Bumi Flobamora”, ujar Lifen Rafael yang juga berprofesi sebagai Pengacara.

Lifen Rafael meneguhkan prinsip dasar kepada para kader posyandu dan masyarakat bahwa kalo kita mau kuat dalam Empat Pilar Kebangsaan maka keutuhan utama dan mendasar ada di dalam rumah tangga.

Penulis dan editor (+rony banase)

Gubernur Viktor Donasi Kursi Roda bagi Anak Penderita Hidrosefalus

57 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Viktor Laiskodat – Gubernur NTT memberikan donasi /bantuan kursi roda kepada AngelaTekla Skolastika Mene (anak umur 8 tahun) penderita Hidrosefalus (penyakit menumpuknya cairan di dalam rongga jauh di dalam otak).

Bantuan dari Gubernur NTT Viktor Laiskodat tersebut diterima langsung oleh Ibu kandung Angela Eryana Abuk Bere di kediaman mereka di RT 15 RW 04 Kelurahan Tuak Daun Merah Kecamatab Oebobo Kota Kupang, (Senin,21/1/2019)

Kadis Sosial Prov NTT, Willem Foni yang mewakili Gubernur NTT menyerahkan bantuan kursi roda tersebut.

“Ini merupakan bantuan kemanusiaan dan kepedulian Bapak Gubernur atas penyakit yang diderita oleh anak Angela”, ujar Willem Foni

Eryana, Ibu kandung Angela sangat bahagia dan tak menyangka bantuan begitu cepat di terima. “Terima kasih kepada Bapak Gubernur”, ujarnya.

Karo Humas, Samuel Pakereng, Karo Kesra dan tetangga sekitar turut menyaksikan penyerahan bantuan kursi roda.

Dikutip dari hellosehat.com; Hidrosefalus adalah kondisi yang ditandai oleh ukuran kepala bayi yang membesar secara tidak normal akibat adanya penumpukan cairan di dalam rongga ventrikel otak.

National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) melaporkan bahwa sekitar dua dari 1000 bayi yang lahir di dunia mengalami hidrosefalus. Sementara itu, kasus hidrosefalus di Indonesia rata-rata bisa mencapai 4 per seribu kelahiran. Lantas, apa saja faktor risiko terjadinya hidrosefalus pada anak?

Beragam faktor risiko hidrosefalus pada anak

Otak normalnya mengandung cairan bening yang diproduksi dalam rongga ventrikel otak. Cairan ini disebut dengan cairan serebrospinal. Cairan serebrospinal mengalir dari sumsum tulang belakang ke seluruh otak untuk menunjang berbagai fungsi otak.

Namun ketika jumlahnya berlebihan, ini justru akan mengakibatkan kerusakan permanen jaringan otak yang menyebabkan terganggunya perkembangan fisik dan intelektual anak.

Sebagian besar kasus hidrosefalus pada anak terjadi sejak lahir (cacat lahir bawaan/kelainan kongenital). Selain itu ada beberapa kondisi yang memperbesar peluang terjadinya hidrosefalus pada bayi baru lahir, seperti:

  • Sistem saraf pusat tidak berkembang dengan normal sehingga menghalangi aliran cairan serebrospinal;
  • Adanya perdarahan di dalam ventrikel otak, yang memicu kemungkinan bayi lahir prematur;
  • Ibu mengalami infeksi yang menyerang rahim selama kehamilannya, sehingga timbul peradangan di jaringan otak janin. Misalnya infeksi rubella, toksoplasma, gondok atau cacar air.

Pada kasus hidrosefalus yang baru terjadi setelah anak tumbuh besar, faktor risikonya termasuk cedera pada kepala yang mengenai otak, atau:

  • Tumbuh tumor di otak atau sumsum tulang belakang;
  • Infeksi pada otak atau sumsum tulang belakang;
  • Perdarahan di pembuluh darah otak;
  • Operasi kepala.

Sumber berita (*/Humas Pemprov NTT)
Editor (+rony banase)

1.344 Orang NTT Meninggal dari 6.125 Penderita HIV/AIDS Periode 1997—2018

63 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan tugas sesuai Permendagri nomor 20 tahun 2007 dengan beberapa tugas memfasilitasi Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten/Kota; mendorong terbentuknya LSM/Kelompok Peduli HIV dan AIDS dan melakukan monev pelaksanaan penanggulangan HIV/AIDS, beserta tujuan dan fokus area penanggulangan HIV/AIDS tetap pada pencapaian Tri Zero yakni Zero New Infection; Zero Stigma dan Diskriminasi; dan Zero kematian yang berkaitan dengan Aids.

Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Enam Bulanan Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat/14/12/18 di Ruang Rapat Gubernur NTT, menyepakati fokus area pada tahun 2019 dengan memberi prioritas pada : daerah dan kecamatan/Puskesmas dengan angka prevalensi HIV yang tinggi dan atau angka prevalensi Infeksi Menular Seksual(IMS) yang tinggi, secara khusus Syphilis, Hepatitis B (Tripel-elimination) dan di NTT ditambah dengan gizi buruk; Daerah Destinasi Pariwisata (Pariwisata Sehat); Daerah asal pekerja migran yang tinggi baik pekerja migran antar daerah dan TKI maupun pekerja migran dalam daerah; Daerah sekitar Pelabuhan dan Terminal lalu lintas antar kota atau daerah; dan Daerah yang dipertimbangkan oleh kepala daerah secara spesifik di daerahnya selaku ketua KPA Daerah seperti angka angka stunting dan prevalensi TBC yang tinggi.

Rapat Koordinasi (Rakor) Enam Bulanan KPA NTT, Jumat/14/12/18 di Ruang Rapat Gubernur NTT

Berdasarkan data terkini dari KPA di 22 kabupaten/Kota di NTT, dalam kurun waktu tahun 1997—Sept 2018 terdapat 2.951 penderita HIV; 3.174 penderita AIDS dari Total 6.125 penderita, dengan sebaran penderita berdasar lokasi kab/Kota; yang menempati urutan pertama Kota Kupang sebanyak 1.404 orang disusul Belu 883 orang; Sikka 728 orang; Flotim 600 orang; Timor Tengah Utara(TTU) 293 orang; Sumba Barat Daya(SBD) 238 orang; Malaka 228 orang; Sumba Timur 226 orang; Ende 223 orang; Timor Tengah Selatan(TTS) 221 orang; Kupang 179 orang; Lembata 168 orang; Manggarai 167 orang; Alor 155 orang; Ngada 111 orang; Nagekeo 70 orang; Manggarai Barat 68 orang; Sumba Barat 58 orang; Manggarai Timur 52 orang; Rote Ndao 24 orang; Sumba Tengah 21 orang; dan Sabu Raijua 8 orang.

Sebanyak 1.344 orang meninggal dalam kurun waktu tersebut (1997—September 2018). Khusus kurun waktu Januari—September 2018 yang meninggal akibat HIV/AIDS sebanyak 352 orang dengan sebaran Kota Kupang 114 orang; Belu 72 orang; Sikka 39 orang; Flotim 33 orang; TTU 22 orang; Sumba Barat Daya (SBD) 23 orang; Malaka 21 orang; Kupang 17 orang; Alor 4 orang; Sumba Barat 3 orang; Sabu Raijua 1 orang; Manggarai 1 orang. Beberapa kabupaten diantaranya Sumba Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Rote Ndao, dan Sumba Tengah belum memasukkan laporan.

Sekretaris KPA Provinsi NTT, dr Husein Pancratius kepada media ini usai memimpin Rakor Enam Bulanan bersama Wagub Josef Nae Soi mengatakan orang HIV/AIDS tidak akan meninggal jika rutin mengkonsumsi obat rejimen anti-retroviral (ARV).

“Kalo dia meninggal berarti tidak bisa mengakses obat dengan berbagai sebab seperti obat tidak ada di faskes, jarak jauh antara rumah dan faskes, bersikap bosan minum obat karena harus minum seumur hidup,” ungkap dr Husein.

Lanjut dr Husein, penyebaran HIV/AIDS tergantung pada masyarakat karena selama berprilaku seks tidak menggunakan kondom, tidak mau periksa HIV/AIDS, menggunakan jarum suntik yang tidak steril.

“Penyebaran HIV/AIDS tidak ada hubungannya dengan kehadiran Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) namun KPA tetap berusaha untuk meminimalisir,” tutup dr Husein.

Penulis dan editor (+ rony banase)

Riesta Megasari & YPKI Edukasi Perempuan Untuk Hidup Cerdas & Sehat Tanpa Kanker

81 Views

Kota Kupang, gardaindonesia.id – Upaya pencegahan Kanker terutama serviks dan kanker payudara dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi tumbuhan alami.
Penggagas Gerak Perempuan Kota Kupang (GPKK), Riesta Megasari, menginisiasi penyuluhan upaya pencegahan kanker, dengan mengundang Yayasan Penyuluhan Kanker Indonesia (YPKI), untuk memberikan penyuluhan kepada Kaum Perempuan di Kelurahan Nefonaek,Sabtu/8 September 2018, pukul 11.00 Wita—selesai.

Kegiatan penyuluhan difokuskan untuk pengenalan tumbuhan alami yang dapat digunakan sebagai obat untuk menghambat pertumbuhan Sel Kanker. YPKI memberikan tips pola hidup sehat dan cara mencegah kanker dengan menkonsumsi tumbuhan seperti Sirsak; Benalu Teh, kandungan 50% RIP; Temu Putih, kandungan 95% RIP.

Penyuluh YPKI, Marthina Killa, mereferensikan penggunaan tumbuhan Temu Putih sebagai “Solusi Terbaik “ untuk pencegahan penyakit kanker, yang gampang ditanam dan dapat dibudidaya.

“Kami Ingin masyarakat bisa tercegah dari penyakit kanker dengan cara mudah,yaitu dengan menggunakan tumbuhan alami yang ada disekitar kita,“ jelas Marthina.

“Saat ini belum melakukan pembagian bibit Temu Putih, Namun masih berupa penyuluhan-penyuluhan bagi Warga Kota Kupang, “ ungkap Marthina.

Penggagas GPKK, Riesta Megasari mengatakan, saya ingin mengajak Ibu-ibu dan perempuan di Kota Kupang agar bisa cerdas. Cerdas dalam artian bisa mengedukasi, mencerdaskan, berdaya, dan berusaha agar generasi yang bakal lahir menjadi generasi cerdas dan unggul.

“GPKK juga memberlakukan Gerakan Perempuan Batanam, membagikan bibit-bibit dan kegiatan menjahit,“ ungkap Mega sapaan akrab Riesta Megasari.

“Jadi, GPKK melakukan banyak kegiatan, agar perempuan yang ada di Kota Kupang menjadi lebih cerdas. Saya percaya bahwa menjadi perempuan cerdas Itu bisa membahagiakan banyak orang; bahagiakan diri sendiri, keluarga dan orang-orang disekitar kita,“ terang Mega yang berkapasitas sebagai Jubir Anti Human Trafficking Partai Golkar NTT.

Perempuan yang sedang mempersiapkan diri untuk maju sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Golkar ini, sangat mengapresiasi ibu-ibu di Kelurahan Nefonaek yang sangat antusias mengikuti kegiatan dan mau ikut serta berpartisipasi dalam Gerakan Perempuan Kota Kupang.

Disamping itu, Lurah Nefonaek, Titus Ratuarat,S.Sos, mengapresiasi Riesta Megasari dan YPKI yang peduli terhadap kaum perempuan.

“Kami memberi dukungan dengan memfasilitasi dengan mengundang ibu-ibu PKK dan Dasawisma, sehingga bisa mendengar dan mengetahui secara langsung dengan baik dan benar, “jelas Lurah Nefonaek.

“Pemerintah juga berharap agar ibu-ibu dapat menghindari diri dari berbagai hal-hal yang dapat menyebabkan penyakit saat masa muda dan di hari tua, “tutup Titus Ratuarat. (+rb)

Gratis!, Layanan Pos Tensi Klinik King Care di Semua Pasar Kota Kupang

159 Views

Kota Kupang-NTT, gardaindonesia.id-Klinik King Care, Klinik Home Care pertama dan legal di Kota Kupang-Nusa Tenggara Timur, terus berinovasi. Klinik yang dirintis oleh dr. Yoseph E. Gonang dan Petrus Laba, SST, melakukan sejumlah terobosan kreatif dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.

Layanan Pos Tensi merupakan Model Layanan kesehatan yang dihadirkan oleh Klinik King Care di semua pasar di Kota Kupang. Melalui Pos Tensi ini, seluruh masyarakat yang berada di pasar, baik penjual maupun pembeli dapat melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana, seperti timbang berat badan dan pemeriksaan tekanan darah (tensi darah) secara gratis.

Selain itu, masyarakat juga dapat langsung melakukan konsultasi kesehatan secara gratis dengan para tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, dan bidan.

“Pos tensi ini merupakan sebuah bentuk kepedulian akan kesehatan masyarakat dari Klinik King Care, sebagai klinik yang memberikan pelayanan kesehatan secara langsung di rumah atau tempat kerja pasien. Ini adalah upaya tulus Klinik King Care untuk menjadi lebih dekat dengan masyarakat Kota Kupang,” terang dokter Eky Gonang (sapaan akrab dr Yoseph E Gonang), di sela-sela kegiatan Pos Tensi di Pasar Oeba, Jumat/ 7 September 2018.

Pria kelahiran Maumere ini menjelaskan, pemeriksaan tensi merupakan hal yang sangat penting, pasalnya ada banyak penyakit yang dapat timbul akibat tekanan darah tinggi (hipertensi).

“Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengungkapkan bahwa jumlah orang yang menderita tekanan darah tinggi selalu bertambah setiap tahunnya. Pertambahannya bahkan diperkirakan melonjak mencapai angka 29 persen pada tahun 2025,” jelas dr. Eky.

Lanjut Pria periang dengan segudang aktivitas kesehatan ini, “Tekanan darah tinggi ini sering disebut sebagai the silent killer atau pembunuh diam-diam. Karena tekanan darah tinggi dapat mengakibatkan penyakit kronis yang mengancam nyawa, seperti serangan jantung.“

Sehingga, Klinik King Care giat melakukan upaya preventif bagi masyarakat Kota Kupang, khususnya terhadap akibat buruk dari hypertensi.

“Dengan adanya pola pemantauan yang baik, maka penderita hypertensi dapat menerapkan pola hidup sehat, olahraga, diet, sehingga hypertensi dapat terkontrol,” ungkap Direktur Klinik King Care ini.

Senada dengan dr. Eky, Wakil Direktur Klinik King Care, Petrus Laba menjelaskan, kegiatan Pos Tensi merupakan sebuah bentuk kepedulian Klinik King Care terhadap kesehatan masyarakat Kota Kupang.

“Masyarakat yang berada di pasar, khususnya para pedagang sering terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka. Sehingga acap kali sisi kesehatan mereka diabaikan,” tutur perawat yang akrab disapa Pet ini.

Dari persoalan ini, lanjutnya, Klinik King Care berkomitmen untuk bekerja sama dengan pengelola pasar di Kota Kupang agar setiap hari Jumat, Klinik King Care diijinkan membuat Pos tensi di pasar-pasar yang ada. Tujuannya tentu saja untuk melayani masyarakat, baik itu penjual maupun pembeli yang ingin memeriksakan kesehatannya, juga bagi yang ingin berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan.

“Harapannya setiap orang, dalam kesibukannya pun dia bisa memperoleh layanan kesehatan tanpa menggangu rutinitasnya,” sambung Petrus.

Ia menjelaskan bahwa Klinik King Care memilih memberikan layanan pengukuran tekanan darah. “Pada 2013, NTT merupakan salah satu provinsi dengan tingkat serangan jantung paling tinggi di Indonesia. Salah satu hal yang menjadi faktor penyebab kondisi tersebut ialah tingginya tekanan darah seseorang.

Melalui kegiatan tensi gratis dan edukasi kesehatan, sambung Petrus, diharapkan semua orang yang dilayani bisa mengetahui kondisi kesehatannya. Lebih dari itu, diharapkan agar semua yang dilayani dapat memahami dan bisa mengelola kesehatan dengan baik.

“Kami berjanji bahwa ke depan akan ada banyak model pelayanan lain yang akan kami hadirkan untuk masyarakat sesuai dengan moto kami: jadilah kasih yang nyata dalam pelayanan,” tutup pria asal Lembata ini. (*/Tim Medika Star)

300 Kantong Darah, Stok Aman & Harus Tersedia Tiap Hari untuk PMI & Rumah Sakit

106 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Palang Merah Indonesia (PMI) melalui UPTD Unit Transfusi Darah Provinsi NTT selalu mengupayakan untuk menyediakan stok 300 (tiga ratus) kantong darah bagi kebutuhan PMI dan sekitar 20 (dua puluh) Rumah Sakit yang ada di Kota Kupang.

Kepala unit Transfusi Darah PMI NTT, dr Samson Ehe Teron menyampaikan kepada gardaindonesia saat kegiatan Donor Darah yang digagas oleh Tupperware Distributor NTT, Jumat/27 Juli 2018,kebutuhan untuk Kupang dan sekitarnya sebanyak 60 (enam puluh) kantong darah setiap hari.

“Jadi setiap hari saya harus mencari darah yang cukup untuk 5 (lima) hari kedepan “, jelas dr Samson.

Lanjut dr Samson, “Agar aman, stok darah harus tersedia sebanyak 300 (tiga ratus) kantong tiap hari untuk kebutuhan 20 (dua puluh) Rumah Sakit dan PMI“, terang dr Samson.

Selain lewat Kegiatan Donor Darah yang bersifat insidentil, PMI unit Transfusi Darah NTT mempunyai 18 ribu pendonor sukarela rutin dan yang selalu di ingatkan untuk mendonorkan darah melalui posting SMS (Short Massange Service).

“Biasanya di posting untuk seribu orang per wilayah kecamatan. Sesudah posting, biasanya sekitar 20-30 orang datang untuk mendonorkan darah “,ungkap dr Samson.

“Posting sms juga dilakukan saat ulang tahun atau sudah waktu untuk mendonorkan darah “, terangnya.

Dr Samson juga bersyukur dengan adanya Grup Whatsapp “Darurat Donor Darah NTT “, yang sangat membantu kebutuhan darah di Rumah Sakit, Grup tersebut selalu memposting untuk mencukupi dan memenuhi kebutuhan darah. (+rb)