Arsip Kategori: Regional

Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang Peroleh Bantuan 7 Titik Akses Internet BAKTI

125 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) terus mengembangkan program Pemerintah yaitu USO (Universal Service Obligation). Program USO tersebut merupakan kewajiban pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan informatika RI (Kemkominfo) melalui BAKTI memberikan pelayanan universal di bidang telekomunikasi dan informatika kepada publik untuk mengurangi kesenjangan digital di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang secara ekonomi sulit dilakukan oleh penyelenggara telekomunikasi komersial.

Kerjasama BAKTI dengan Pemda/Kementrian beserta profil pengguna diantaranya Kementrian Pendidikan (sekolah), Badan Karantina Pertanian, Kementrian Kelautan dan Perikanan (Pelabuhan Perikanan), Kantor Staf Presiden (Kantor Desa), Badan Nasional Pengelola Perbatasan (Posisi Lintas Batas Negara), Kementrian Ketenagakerjaan (Balai Latihan Kerja), Kementrian Pariwisata (Layanan Publik), Kementrian Kesehatan, Kementrian Desa PDTT dan Kementrian Perindustrian (Layanan Publik/Sentra UMKM)

Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang sebagai salah satu lembaga yang peroleh Pemanfaatan Program Akses Internet Bakti/BP3TI Kementrian Kominfo, telah menggunakan akses internet untuk kebutuhan operasional dan kebutuhan akses Internet warga sekeliling.

Untuk mengevaluasi dan melihat Lebih dekat fungsi dan aksesibilitas akses internet BAKTI, Kamis/5 Juli 2018, Anggota Komisi I DPR RI diantaranya Ketua Komisi I Mayjend Asry Tanjung, Hugo Parera, Jacky Uly dan beberapa anggota Komisi I mengunjungi Balai Karantina Kelas IA Kupang.

Ditemui para Anggota DPR RI, Kepala Balai Karantina Kelas I Kupang, Heru Nur Hartanto, mengucapkan terima kasih kepada Direktur BAKTI karena telah memperoleh bantuan akses Internet untuk Balai Karantina Pertanian bantuan akses internet BAKTI ditempatkan di 7 titik diantaranya Tenau, El Tari, Rote, Wini, Atambua, Waingapu dan Waikelo.

“8M akses internet optik untuk Tenau, 4M di Bandara El Tari, 1M di Pelabuhan Wini, 2M Pelabuhan Atapupu, 2M di Rote, Waingapu dan Waikelo “, jelas Heru.

Saat ditanya Komisi 1 DPR RI mengenai kesempatan masyarakat sekitar apakah dapat mengakses internet, Heru Hartanto menyampaikan bahwa bisa diakses oleh masyarakat, seperti di Waikelo

“Semua masyarakat bisa mengakses free (secara gratis), kebanyakan anak muda yang mengakses Internet dari pagi hingga malam hari“, ungkap Heru.

Kepada Komisi 1 DPR RI, Heru Hartanto menyampaikan untuk Wilayah Kerja Alor, Sabu dan Bolok belum memperoleh akses internet karena terkendala listrik dan jaringan sementara dibangun. Khusus wilayah perbatasan Wini, Mota Ain dan Motamasin yang mengelola PLBN belum maksimal dan karena jaringan masih kecil.

“Akses belum maksimal untuk melakukan pelayanan secara digital di daerah perbatasan “, ungkap Nur Hartanto

Perwakilan BAKTI menyampaikan akses internet di seluruh Indonesia mencapai 2.717 lokasi, 260 di NTT, salah satunya di Karantina. Sektor terbesar di Pendidikan sekitar 65%.

Terkait Merdeka Jaringan di Tahun 2020 BAKTI menyatakan kesiapan untuk memperbaiki pelayanan dan menargetkan 5000 BTS di 2019 yangmana saat ini hanya sekitar 800 BTS dan berencana Bebas Jaringan di 2020. (+rb)

Menteri Yohana Yembise: Jangan Coba Main Main Dengan Anak Anak

60 Views

NTT, gardaindonesia.id – Target PBB tidak ada kekerasan terhadap perempuan dan anak di Tahun 2030, mendapatkan perhatian dari Pemerintah Indonesia, saat 2 Tahun lalu, Presiden RI Jokowi cukup marah terkait kekerasan seksual terhadap anak anak sampai ada yang meninggal, sehingga Kementrian PPPA RI dan Kementrian terkait menerbitkan Undang Undang No 17 Tahun 2016

Undang Undang No 17 Tahun 2016 Pasal 81 ayat 1-9 “Barang siapa melakukan kejahatan seksual terhadap anak anak, jika anak anak ada yang mati, cacat, mengidap penyakit berbahaya, maka akan dikenakan hukuman tembak mati, hukuman kebiri, hukuman seumur hidup, pemasangan chip di tubuh pelaku dan pengumaman Identitas pelaku ke publik “.

Urusan Perempuan dan Anak anak adalah urusan Wajib Daerah yang harus dilaksanakan oleh Provinsi dan Kota, Anggaran juga harus diperhatikan, diberikan kepada anak anak, karena anak anak investasi masa depan.

Himbauan dan penegasan tersebut disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Prof Yohana Yembise pada Pembukaan Jambore V PAR GMIT NTT,Rabu/4 Juli 2018. Jambore dilaksanakan dari tanggal 3-8 Juli 2018 di pelataran Gereja Alfa Omega Labat, Kelurahan Bakunase II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang Provinsi NTT-Indonesia.

Prof Yohana Yambesi bersama anak anak Jambore V PAR GMIT NTT 2018 yang berjumlah sekitar 2000 anak yang berasal dari 53 klasis GMIT, bersama menyanyikan lagu “Hari Ini Kurasa Bahagia”.

Usai bernyanyi bersama anak anak, Menteri PPPA RI, Yohana Yembise memberikan arahan;

“Ibu Menteri PPPA ada disini (Pembukaan Jambore) bukan untuk orang dewasa namun untuk anak anak NTT “, tandas Menteri Yohana kepada anak anak PAR.

“Walaupun saya dari Papua, namun punya hati untuk anak anak NTT, mewakili anak anak mengucapkan Terima Kasih kepada Pemprov NTT, Pemkot Kupang, dunia usaha, dunia media dan masyarakat “, sebut Mama Yo sebutan akrab Yohana Yembise, perempuan asal Papua ini. “Ini bukti nyata, banyak yang membantu anak anak “, ujarnya.

“Saya titip anak anak, karena mereka yang akan melanjutkan pembangunan di NTT “, pinta Mama Yo.

“Saya punya tugas melindungi anak anak dari segala bentuk Kekerasan terhadap mereka, Jangan coba main main dengan anak anak ini “, tegas Menteri PPPA RI asal Papua tersebut.

Saya titip anak anak, karena mereka yang akan melanjutkan pembangunan, kepada Ibu Ketua Sinode GMIT, Gereja harus Menjadi contoh. Gereja harus memberikan pencerahan terhadap orang tua sebagai Anggota jemaat untuk membina keluarga, karena keluarga kunci segalanya.

Kekerasan fisik terhadap perempuan dan anak masih tinggi di Indonesia Timur masih tinggi, orang masih minum mabuk hingga pukul isteri dan anak. (+rb)

53 Klasis Sinode GMIT Semarakkan Jambore V PAR GMIT Tahun 2018

164 Views

Kota Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Sebanyak 53 Klasis Sinode Gereja Masehi Injili Timur (GMIT) semarakkan Jambore V PAR (Persekutuan Anak & Remaja) GMIT Tahun 2018, dengan tema “Anak GMIT Citra Krsitus” dan sub-tema “Anak GMIT bermain, Cerdas, Kreatif, dan Berkarakter Kristus”.

Kegiatan pembukaan Jambore V PAR GMIT diselenggarakan pada Rabu/4 Juli 2018 pukul 10.00 wita-selesai di Lahan Raja Nisnoni Depan Gereja Alfa Omega-Labat Kelurahan Bakunase II Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara, Indonesia

Jambore V PAR GMIT NTT 2018 akan berlangsung dari tanggal 4 – 8 Juli 2018.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, berkesempatan menghadiri dan menyampaikan sambutan dalam kegiatan Pembukaan Jambore V PAR GMIT NTT Tahun 2018.

Adapun kontingen PAR (Pendidikan Anak & Remaja) GMIT diantaranya Klasis Amarasi Barat, Fatuleu Barat, Alor Barat Laut, Amanatun Selatan, Flores, Lobalain, Kupang Barat, Amanuban Timur, Mollo Timur, Semau, Amanatun Utara, Teluk Kabola, Kupang Barat2, Mollo Barat, Alor Barat Daya, Kupang Tengah, Rote Timur, Alor Tengah Utara, Kupang Barat3, Pantar Timur, Rote Barat Daya, Amfoang Utara, Kupang Tengah, Klasis Sumbawa, Amanatun Timur, Alor Tengah Selatan, Mollo Timur2, Sabu Timur, Amanuban Tengah Selatan, Alor Timur Laut, Amarasi Barat, Belu, Alor Barat Laut, Amanuban Selatan, Flores2, Lobalain2, Timor Tengah Utara, Kupang Timur, Amfoang Selatan, Pantai Baru, Amarasi Timur, Kota SoE, Teluk Kabola, Amfoang Selatan, Amanuban Tengah Utara, Belu, Termanu Timur, Sabu Barat, Mollo Timur, Alor Tengah Utara, Kota KupangA, Kota KupangB, Kota KupangC, Kota KupangD. (+rb)

Gunung Agung Bali Kembali Normal, Hanya Deburan Asap & Debu Vulkanik

48 Views

Bali, gardaindonesia.id – Gunung Agung Bali yang sempat memuntahkan lava panas, Senin/2 Juli 2018 pukul 21.05 wita, Hari ini Selasa/3 Juli 2018 tampak kembali normal beraktifitas. Hasil Pantauan BMKG Bali, Selasa/3 Juli 2018 pukul 04.30 wita, erupsi Gunung Agung Bali hanya berupa kepulan asap/debu vulkanik yang bergerak ke arah barat dan tidak berlangsung secara terus.

Laporan informasi Meteorologi untuk aktifitas Gunung Agung Bali dari BMKG Bali, dengan kategori aktifitas gempa dengan frekuensi rendah.
Strombolian Eruption alias letusan lava pijar sifatnya sementara dan jarak pendek. Gunung Agung pagi ini sangat tenang dan cuaca cerah, Hanya sedikit asap yang mengepul dari kawah (a little smoke).

Tim Pasebaya Gunung Agung dan Tim Tanggap Bencana Gunung Agung semua bekerja dengan baik di lapangan terutama radius 28 Desa (KRB). Masyarakat memang diperintahkan bergeser setelah terjadi letusan, namun semuanya berjalan lancar.

Ternyata Pijar Api di Puncak Gunung Agung sebelah Timur dan Utara Bukan larva panas melainkan semak semak yang terbakar. Giat masyarakat hari ini sudah kembali normal dan masyarakat sudah ada yang kembali ke rumah masing masing.

Dihubungi terpisah, Humas PT Angkasa Pura Bali, Arie Ahsanurrohim, mengatakan, aktifitas Gunung Agung Bali tidak berdampak signifikan pada operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali

“Masih lancar dan normal mas “, terang Ari kepada gardaindonesia.id melalui pesan Whatsapp Selasa/3 Juli 2018 Pukul 11.11 wita. (+rb)

Gunung Agung Bali Kembali Muntahkan Lahar Panas

80 Views

Bali, gardaindonesia.id  – Gunung Agung yang berlokasi di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali kembali mengeluarkan lahar panas/erupsi sekitar pukul 21:04 wita (9 malam), Senin/2 Juni 2018, dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 5.142 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi ± 7 menit 21 detik.

Erupsi terjadi secara strombolian dengan suara dentuman. Lontaran lava pijar teramati keluar kawah mencapai jarak 2 km. Saat ini G. Agung berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi:

Pertama, Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak Gunung Agung.
Zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual/terbaru.

Kedua, Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung. (*/KESDM, Badan Geologi, PVMBG)

PMPB NTT: Advokasi Kebijakan Sekolah /Madrasah Aman Bencana

96 Views

NTT, gardaindonesia.id – NTT (Nusa Tenggara Timur) dilihat dari Aspek Klimatologi, topografi, geologis, demografi dan sosiologi, sangat berpotensi terhadap ancaman bencana seperti banjir, longsor, angin puting beliung, gempa, tsunami, abrasi, konflik, wabah penyakit dan lain-lain. Setiap kejadian bencana selalu menimbulkan dampak berbeda bagi setiap sektor termasuk sektor pendidikan.

Karenanya tantangan dalam mengelola risiko bencana di sektor pendidikan semakin kompleks, mengingat penyelesaian masalah harus dapat diupayakan jawaban untuk memperkuat ketahanan sektor pendidikan, dalam upaya mitigasi maupun kesiapan menghadapi ancaman bencana tersebut.

Penanggulangan bencana khususnya di sektor pendidikan perlu dilakukan secara terencana, terkoordinasi dan terpadu, mengingat keberulangan bencana semakin meningkat baik wilayah terdampak maupun jumlah kerugian yang ditimbulkan .

Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses ke lingkungan belajar yang aman bagi anak-anak melalui replikasi dan scalling-up dari inisiatif sekolah aman di tingkat Kabupaten/Kota dan provinsi NTT.

Beberapa hal yang dilakukan bersama dalam implementasi program ini adalah : kegiatan peningkatan kapasitas kepada Aparatur sipil Negara, para guru dan juga OMS di Provinsi NTT, Kampanye dan advokasi untuk mendorong implementasi program sekolah/madrasah aman bencana di Provinsi NTT.

Perkumpulan Masyarakat Penanganan Bencana (PMPB) NTT berkolaborasi dan bersinergi dengan Plan International dan Pemprov NTT melakukan evaluasi akhir terhadap Program Sekolah/Madrasah Aman Bencana Tingkat Provinsi NTT, Jumat/29 Juni 2018 di Aula Hotel Sylvia Premiere Kota Kupang.

Koordinator PMPB NTT, Kristian Ngelan, menuturkan beberapa hal yang telah dicapai dalam kegiatan ini antara lain adalah tersedianya fasilitator sekolah/Madrasah aman Bencana di Provinsi NTT, surat Edaran dari Dinas P&K Provinsi NTT nomor 421/03/PK/2016 tentang Penerapan Sekolah Aman di Provinsi NTT.

“Pasti bisa berlaku di seluruh wilayah, Apa yang kita lakukan Lebih banyak pada Advokasi Kebijakan dan alokasi anggaran, Tujuan sederhana, Kami mau Agar seluruh Sekolah di NTT dapat menerapkan pendidikan Aman Bencana dan semua warga belajar “, tandas Kris.

PMPB NTT juga bekerjasama dengan Pemprov NTT dukungan dana dari SIDA sejak tahun 2201–2018 telah melaksanakan program ”Penguatan suara anak melalui promosi sekolah/madrasah aman bencana di Provinsi NTT”.

Lanjut Kris, “Beberapa sekolah/madrasah sudah menyusun perencanaan untuk implementasi sekolah aman (bentuk tim siaga, simulasi, renovasi pintu dan meja belajar, dll), sudah ada tools monitoring yang telah di Up-date sesuai dengan konteks NTT dan telah di uji coba.

“Telah tersedia dokumen strategi advokasi sekolah aman di Provinsi NTT, sudah ada Modul Pendidikan Pencegahan dan Pengurangan Risiko Bencana, sudah ada anggaran di beberapa SKPD untuk mendukung penerapan sekolah aman di Provinsi NTT “,terang Kris.

Progress lainnya dengan masuknya program sekolah aman masuk dalam renstra Forum PRB NTT, media massa terlibat dalam penyebaran informasi tentang implementasi sekolah aman di Provinsi NTT, promosi sekolah aman melalui media sosial (facebook), Pembuatan buku saku, Pembuatan media belajar edukatif, sudah ada Modul Pendidikan Pencegahan dan Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah, sudah ada buku cerita sukses tentang Program sekolah/ madrasah aman di NTT.

“Juga telah ada Sekretariat Provinsi Satuan Pendidikan Aman Bencana di NTT “, pungkas Kris.

Perwakilan Plan International, Roby Lay, kemitraan Plan International dan PMPB sudah berjalan 3 (Tiga) tahun. Proyek Sekolah/Madrasah Aman Bencana merupahkan bagian dari inisiatif untuk memperluas dan mengembangkan Sekolah Aman.

“Proyek Ini dilakukan dilakukan Provinsi dan di kab Sikka, kemampuan kami hanya itu “, jelas Roby.

Terkait dengan keberlanjutan, “Proyek ini akan berakhir di Juni 2018 sebagai bagian akhir, tapi kami tidak menyebut sebagai penutupan Proyek Sekolah Aman Bencana, Kami sadar betul bahwa proyek ini akan dilanjutkan dan dikembangkan oleh banyak orang lain “, terang Roby.

Karena salah satu target besar kita sama sama menyusun Rencana Tindak Lanjut, contoh sederhana apakah sekretariat bisa menjadi sumber informasi ataukah alat monitoring dapat dikembangkan oleh sekretariat.

“Mengenai kemandirian bakal ada dari setiap stakeholder termasuk para guru dan sekolah, Roby Lay berharap guru dapat mandiri mencari bahan ajar Lain dan sekolah dapat membuat kebijakan dapat memasukkan sekolah Aman masuk dalam proses belajar mengajar “, pungkas Roy menutup perbincangan dengan teman teman media. (+rb)

Foto: kupang.tribunnews.com

PT Jasa Raharja Putra Siap Bayar Santunan Kecelakaan Tunggal

132 Views

NTT, gardaindonesia.id – PT Jasa Raharja Putra Kupang adalah anak cabang dari PT (Persero) Jasa Raharja Cabang NTT akan melayani korban kecelakaan Lalu Lintas Tunggal (Korban akibat kelalaian pengendara), selain itu juga membayar santunan bagi semua jenis kecelakaan Lalu Lintas apabila masyarakat membayar biaya Jasa Raharja Putra saat membayar pajak petugas ada di loket Samsat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Cabang PT Jasa Raharja Cabang NTT Ari Wisnu Handoyo, SE. Kepada awak media, Senin/25 Juni 2018.

“Jasa Raharja Putra merupakan bagian dari Jasa Raharja, diharapakan dengan adanya ekspose ini, media tahu manfaat dan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat sebagai peserta Jasa Raharja Putra (JRP)”, jelas Ari Wisnu.

“Kehadiran JRP untuk mengcover Laka Tunggal. Dengan adanya kebijakan Pemerintah Jasa Raharja (JR) tidak boleh mengelola asuransi jiwa wajib, maka dibentuk anak perusahaan dengan tujuan agar semua masyarakat terlayani” terang Ari Wisnu.

Ditambahkannya “Semua permodalan dari Jasa Raharja sehingga Jasa Raharja Putra tidak beda dengan Jasa Raharja, tujuannya untuk melayani semua masyarakat yang mengalami Laka Tunggal”.

“Saat memperpanjang STNK di Samsat masyarakat tidak perlu ragu membayar asuransi Jasa Raharja Putra sebesar Rp 60.000,- (enam puluh ribu). Seperti korban Gregorio Suares Santiso yang saat ini kami bayarkan santunannya dari Jasa Raharja sebesar Rp. 50.000.000 dan Jasa Raharja Putra sebesar Rp. 20.000.000 karena korban termasuk salah satu peserta Jasa Raharja Putra”, pungkas Ari Wisnu.

Kepala Cabang Jasa Raharja Putra, M Drajat D Winata mengatakan bahwa santunan yang diberikan bukan sebagai pengganti nyawa tapi sebagai wujud kepedulian Jasa Raharja Putra terhadap korban kecelakaan.

“Almarhum yang kami bayar santunannya karena telah membeli asuransi Jasa Raharja sebesar Rp.60.000,- (enam Puluh ribu rupiah) sehingga sudah pasti mendapat santunan. Jangan merasa bahwa ini merugikan, kita tidak memaksa masyarakat untuk membeli “, jelas Drajat

“Dalam tahun ini kita sudah membayar Rp.500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah), ini mencerminkan tingkat kecelakaan sangat tinggi “, papar Drajat

“Setiap pembelian asuransi Jasa Raharja Putra, nomor polisi kendaraan akan dicatat karena yang diasuransikan adalah kendaraan bukan orang perorang. Jadi siapapun yang mengendarai kendaraan tersebut akan mendapat santunan“, kata Drajat.

Jasa Raharja Putra sebagai anak cabang Jasa Raharja yang hadir untuk mengcover kecelakaan tunggak (laka tunggal) dan juga membayar santunan korban kecelakaan lalu lintas.

Kasat lantas Polres Babau Akp. Andri menambahkan bahwa tingkat kecelakaan makin tinggi dikarenakan jumlah kendaraan yang bertambah, kurangnya kesadaran pengendara dalam mengendarai kendaraan dengan kebut kebutan di jalan dan selalu melanggar peraturan Lalu Lintas. (+rb)

Jasa Raharja Bayar Santunan Korban Kecelakaan Dari Kab Kupang

62 Views

NTT,gardaindonesia.id – PT (Persero) Jasa Raharja Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) membayarkan santunan kepada Maria Suares Ahli Waris korban atas nama Grogerius Suares Santisa yang mengalami kecelakaan maut di Jalan Timor Raya Desa Naibonat, Kabupaten Kupang,Senin/25 Juni 2018 di Kantor Samsat Babau .

Adapaun kronologis kejadian kecelakaan maut berawal dari korban berboncengan dengan istrinya hendak berkunjung ke rumah sanak saudaranya di desa Oefafi. Dalam perjalanan tiba – tiba ban depan kempes, korban menurunkan isterinya dan nenuju tempat tambal ban. Sebelum tiba di tempat tujuan dari arah berlawanan datang kendaraan dengan kecepatan tinggi, tabrakkan tidak bisa dihindari lagi korban langsung meninggal di tempat.

Petugas Jasa Raharja bergerak cepat dan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian guna kepastian jaminan berdasarkan UU No. 34 Tahun 1964 dan langsung menghubungi pihak keluarga untuk pengurusan administrasi guna pembayaran santunan secepatnya.

Hal ini sebagai pernyataan komitmen pelayanan dengan mengedepankan semangat PRIME (Pro aktif Ramah Jelas dan Empati). Jasa Raharja segera membantu pengurusan dokumen administrasi ahli waris dan membuka rekening sehingga pembayaran santunan dibayarkan secepatnya. Dalam waktu 24 jam korban sudah dibayarkan santunannya ke Ahli Waris sebesar Rp.50.000.000,-

Joni Lino Perera yang mewakili keluarga menyampaikan rasa terima kepada pihak Jasa Raharja, Jasa Raharja Putra dan pihak Kepolisian yang telah mendukung kami dalam proses realisasi uang santunan, kami tidak punya apa – apa untuk membalas tetapi hanya rasa terima kasih dan doa dari kami keluarga.

Kepala Cabang PT.Persero Jasa Raharja Cabang NTT Ari Wisnu Handoyo.SE menghimbau kepada kelurga korban saat menerima dana santunan ini jangan berfoya – foya tetapi gunakan dana ini untuk kebutuhan keluarga apalagi korban meninggal seorang isteri dan 6 orang anak yang masih bersekolah.

“Gunakan dana ini untuk membangun usaha karena sekarang ibu sebagai kepala keluarga yang harus mencari nafkah bagi keluarga katanya “, tandas Ari Wisnu Handoyo.

Selain itu dari pihak Jasa Raharja Putra yang merupahkan anak cabang dari Jasa Raharja juga menyerahkan dana santunan sebesar Rp.20.000.000 yang diserahkan langsung oleh Kepala Cabang Jasa Raharja Putra NTT, M. Drajat D Winata.

Selain penyerahan dana santunan PT (Persero) Jasa Raharja Cabang NTT menyerahkan sarana pencegahan kepada Polisi Resor (Polres) Babau kepada Kasat Lantas AKP. Andri I disaksikan oleh Wakapolres Babau dan pihak POLDA NTT. Penyerahan sarana ini berupa Trafikcone 20 buah, Stikcone 20 buah, Rompi 20 buah dan Helm 10 buah.

Penyerahan Santunan dan hibah sarana pencegehan diserahkan langsung oleh Kepala Cabang Jasa Raharja NTT Ari Wisnu Handoyo dan didampingi Kepala Cabang Kupang Jasa Raharja Putra M Drajat D Winata berlansung di gedung Samsat Babau dan di POLRES Babau Kabupaten Kupang, Senin/25 Juni 2018 di Gedung Samsat Babau pukul 11.45 wita. Penyerahan Santunan dihadiri oleh utusan dari POLDA NTT, Kasat Lantas, Wakapolres dan jajarannya. (+rb)