Arsip Kategori: Sosial Kemanusiaan

Aksi Peduli Petugas Medis Hadapi Covid-19 ala Rotary Club Kupang Central

135 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Fenomena kelangkaan dan kebutuhan mendesak akan Alat Pelindung Diri (APD) di setiap fasilitas kesehatan, puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD, maupun Rumah Sakit Swasta; mendorong Organisasi Sosial Kemanusiaan, Rotary Club D3420, Rotary Club Kupang Central, yang merupakan klub sosial dan kemanusiaan; untuk membuat ratusan Alat Pelindung Diri (APD) Face Shield.

Prakarsa Rotary Club Kupang Central dan Rotary D3420 membuat Alat Pelindung Diri (APD) Face Shield sebagai upaya mendukung Program Tanggap Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang melanda seluruh belahan dunia termasuk di Provinsi Nusa Tenggara (NTT). Demikian penjelasan Presiden Club Rotary Kupang Central, Ratna Pongkapadang kepada media ini pada Jumat, 17 April 2020.

Sampel Face Shield yang diproduksi sendiri oleh Rotary Club Kupang Central

Face Shield yang dibikin oleh Rotary Kupang Central, ujar Ratna, diproduksi sendiri secara manual oleh para rotarian (anggota Rotary, red) yang selanjutnya diserahkan kepada belasan Rumah Sakit dan Puskesmas di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS) dan di daratan Pulau Flores yakni Larantuka, Maumere, Ende, dan Labuhan Bajo.

Selain oleh Rotarian, ungkap Ratna, Pembuatan Face Shield ini dapat terlaksana karena bantuan dari anak-anak muda Rotaract (Rotary in Action) yang merupakan club anak muda yang dibina dan disponsori oleh Rotary, di mana anak-anak muda Rotaract, siang malam berjibaku membuat Face Shield.

“Bantuan APD Face Shield ini merupakan bentuk kepedulian dari Rotary Club akan keselamatan para medis yang berjuang di garda depan dalam melawan Covid-19,” ujar Ratna sembari menyampaikan bahwa bantuan Face Shield akan terus disalurkan ke berbagai tempat yang membutuhkan dan  untuk pengiriman ke luar pulau masih menunggu transportasi kapal.

Presiden Rotary Club Kupang Central, Ratna Pongkapadang (tengah) saat menyerahkan bantuan Face Shield kepada penanggung jawab RSUD Naibonat di Kabupaten Kupang

“Rotary berharap agar bantuan APD berupa Face Shield ini dapat berguna untuk para medis untuk tetap sehat dalam menjalankan tugasnya melawan Covid-19,” tandas Presiden Club Kupang Central ini menimpali, selain Face Shield, Rotary juga memberikan bantuan tambahan berupa masker dan vitamin.

Ada pun Rumah Sakit yang telah menerima bantuan Face Shield dari Rotary di wilayah Kota dan Kabupaten Kupang antara lain RSUD Prof Dr. W.Z. Yohannes Kupang, RSUD SK Lerik, RST Wirasakti, RS Titus Uly (Bhayangkara), RSJ Naimata, Puskesmas Bakunase, dan RSUD Naibonat. Di daratan Timor yakni di RSUD Soe, Puskesmas Kota Soe, dan Puskesmas Kuanfatu di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS); Puskesmas Siso dan Puskesmas Noebeba di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), sedangkan di wilayah Flores, APD Face Shield dari Rotary diserahkan kepada RSUD Ende, RSUD Maumere, RSUD Larantuka, Puskesmas Oka Larantuka, dan RSUD Komodo Labuan Bajo.(*)

Sumber berita dan foto (*/rilis Rotary Club Kupang Central)
Editor (+rony banase)

Rotary Kupang Central Konsisten Lakukan Bakti Sosial di Kabupaten Kupang

166 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dalam kurun waktu Oktober 2019—Januari 2020, Rotary Kupang Central telah melaksanakan 4 (empat) kali kegiatan ‘Medical Camp & Education Mission’ yang mengambil lokasi di beberapa kecamatan di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seperti yang dilaksanakan pada Sabtu, 11 Januari 2020, Rotary Kupang Central kembali menyelenggarakan program ‘Medical Camp & Education /Literacy Mission’ sebagai lanjutan dari program Safari Baksos (Bakti Sosial) berupa Pengobatan gratis dan edukasi /literasi bekerja sama dengan 8 puskesmas dan sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Kupang.

Kunjungan Wakil Bupati Kupang, Jerri Manafe di Lokasi Baksos Rotary Kupang Central

Presiden Rotary Kupang Central, Ratna Pongkapadang pada Selasa, 14 Januari 2020, menyampaikan bahwa jalinan hubungan kerja sama yang telah terjalin antara Rotary Club dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang yang mendasari pelaksanaan baksos.

“Naibonat merupakan lokasi yang ke-4 yang mana sebelumnya baksos dilaksanakan di Sulamu pada 26 Oktober 2019 , di Desa Kuanheun, Kecamatan Amabi Oefeto pada 23 November 2019, dan di Oekabiti pada 30 November 2019,” ungkapnya.

dr Fenny Melita (rotarian) sedang melakukan pemeriksaan kesehatan dalam sesi baksos Rotary Kupang Central

Mengenai jumlah pasien yang telah terlayani dalam empat kali pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh Rotary Kupang Central, Ratna menyampaikan lebih dari 1,000 orang terlayani. “Selama program baksos tersebut sebanyak 1,000 pak susu cair siap minum dan biskuit juga dibagikan pada anak usia 3—13 tahun sebagai bagian dari program gizi Rotary Kupang Central,” bebernya.

Di samping itu, ujar Presiden Rotary Club Wanita di Distrik 3420 untuk Indonesia Timur ini, Program Edukasi & Literasi yang dilaksanakan oleh Interact Club, klub anak remaja usia 13—17 binaan Rotary Kupang Central telah menjangkau 800 anak SD dan SMP dan dalam melaksanakan program Medical Camp & Education/Literacy Mission ini, Rotary Kupang Central bekerja sama dengan para relawan medis Kota Kupang, Fakultas Kedokteran Undana dan RSUD Naibonat.

Program Literasi dari Interact Fortuna Kupang bagi anak-anak SD

“Adapun tujuan daripada Medical Camp adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi sebagian masyarakat kurang mampu di Kabupaten Kupang yang memiliki keterbatasan akses berobat, dan direkomendasikan oleh Kepala Puskesmas Fatukanutu, Sulamu, Oekabiti, Naibonat, Camplong, Tarus, Pariti, Baumata dan Oesao,” tutur Ratna.

Lanjutnya, “Sedangkan tujuan dari Education & Literacy Mission adalah memberikan motivasi bagi siswa SD/SMP untuk berkompetisi dalam Cerdas Cermat dan mendorong minat membaca dalam program Lomba Membaca Bahasa Indonesia”.

Sambungnya, “Dalam program baksos ini, anak-anak remaja Interact Club juga memberikan makanan pada hewan peliharaan berupa anjing dan kucing di setiap tempat pelayanan sebagai bagian dari program menyayangi hewan”. (*)

Sumber berita dan foto (*/Rotary Club Kupang Central)
Editor (+rony banase)

DPD I Golkar NTT Berbagi Sukacita Bersama Anak-anak Panti Asuhan Alma

173 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Rangkaian kegiatan dilakukan oleh DPD 1 Golkar NTT, dalam merayakan HUT ke-55 Partai Golkar. Mulai dari ziarah ke Taman Makam Pahlawan Dharmaloka Kupang, ziarah ke makam tokoh-tokoh Golkar hingga berkunjung dan bersukacita bersama anak Panti Asuhan Alma.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2019/10/21/hut-ke-55-golkar-dpd-i-ntt-berziarah-doa-bersama-di-tmp-dharmaloka/

Ketua Panitia HUT ke-55 Partai Golkar Provinsi NTT, Libby Sinlaeloe, yang ditemui media ini pada Senin, 21 Oktober 2019 mengatakan bahwa ziarah tersebut sebagai wujud penghormatan dan menjadi bukti bahwa kader-kader Partai Golkar tidak melupakan jasa-jasa para Pahlawan dan juga tokoh-tokoh Partai Golkar.

“Keluarga besar Partai Golkar berziarah ini untuk mengenang kembali jasa-jasa para pendahulu Partai Golkar, menghargai karya-karya yang sudah dilakukan, sehingga sebagai kader-kader penerus Partai Golkar dapat melanjutkan apa yang sudah dilakukan, “ jelas Libby.

Pada ziarah di Taman Makam Pahlawan, kader-kader Golkar menaburkan bunga pada makam mantan Gubernur NTT, Alm. Piet A. Tallo, makam alm.S. K. Lerik, dan beberapa kader Golkar lainnya. Ziarah tersebut juga dipimpin langsung oleh anggota DPRD Provinsi NTT, Mohammad Ansor.

Usai ziarah di Taman Makam Pahlawan, keluarga besar Partai Golkar melanjutkan ziarah ke makam alm. Tittus Ully dan alm. Yan Yos Bota. Puncak dari acara perayaan HUT ke-55 Golkar, kader Golkar NTT berkunjung ke Panti Asuhan Alma. Di sana para kader berbaur bersama para pengurus dan 20 anak berkebutuhan khusus.

Libby menjelaskan bahwa hal tersebut sebagai salah satu upaya dari Golkar untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat, karena ‘Suara Golkar adalah Suara Rakyat’.

“Siapa pun yang ke sana (Panti Asuhan Alma) akan tersentuh. Bagaimana para pengurus dan guru-guru di sana bukan hanya mendidik tapi mereka mengajarkan anak-anak yang berkebutuhan khusus, mulai dari bagaimana menyuap mereka dan bagaimana melindungi mereka,” ujar Libby.

Di Panti Asuhan Alma, Golkar memberi bantuan sandang pangan dan juga memberikan permainan-permainan bagi 20 anak berkebutuhan khusus tersebut.

Pimpinan Panti Asuhan Alma, Suster Agustina Naru, saat dihubungi melalui telepon menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Partai Golkar yang sudah berbagi bersama di hari ulang tahun tersebut. “Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Partai Golkar yang sudah peduli dengan kami”, ujar Agustina melalui sambungan telepon.

Suster Agustina juga mendoakan seluruh kader Partai Golkar untuk terus berkarya demi pelayanan bagi seluruh anak bangsa dan demi kesejahteraan bangsa Indonesia. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Parsel Natal bagi 50 Pasukan Kuning Kota Kupang dari Rotary Club KTR

164 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Rotary Club Kupang Timor Raya(KTR) D3420 dibawah kepemimpinan Presiden Club Ratna Pongkapadang bersama para rotarian (=sebutan bagi anggota club Rotary) memberikan empati dan terima kasih dalam bentuk bakti sosial dengan membagikan parsel/bingkisan natal bagi para pasukan kuning/petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang.

Sebanyak 50 orang pasukan kuning atau petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang yang masih berstatus honorer atau pegawai kontrak memperoleh berkat dari Rotary Club Kupang Timor Raya berupa parsel/bingkisan natal.

Mengambil lokasi pembagian parsel natal di Taman Nostalgia Kota Kupang, Minggu/16 Desember 2018 pukul 16.00 WITA—selesai; para pasukan kuning yang rata-rata petugas penyapu jalan dan petugas pembersih di areal pasar tersebut bertatap muka dengan para rotarian KTR dan memberikan informasi lokasi dan cakupan luas kerja mereka masing-masing.

Seperti Ibu Susana Ratu yang bekerja sebagai penyapu jalan dari arah TDM hingga Bundaran Tirosa; merasa sangat bahagia memperoleh apresiasi bingkisan natal dari Rotary Club Kupang Timor Raya. Masing-masing petugas kebersihan terutama penyapu jalan bekerja mulai pukul 05.00—07.00 WITA untuk membersihkan sampah di sepanjang jalan yang menjadi area tugas mereka.

Foto bersama Rotary Club Kupang Timor Raya dengan Petugas Kebersihan Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang

Presiden Club Rotary Club Kupang Timor Raya, Ratna Pongkapadang kepada para petugas kebersihan mengatakan bahwa Rotary Club memilih petugas kebersihan karena memiliki kontribusi terhadap kebersihan Kota Kupang agar bebas sampah dan sebagai bentuk dukungan dan apresiasi Rotary Club Kupang Timor Raya terhadap Pemerintah Kota Kupang terutama petugas kebersihan yang bekerja maksimal demi menjaga kebersihan.

“Kami ada disini untuk mendukung bapak dan ibu sekalian, karena kami juga perhatian dengan kebersihan Kota Kupang,” jelas Pres Ratna panggilan akrab President Club Rotary Kupang Timor Raya D3420.

Lanjut Pres Ratna, “Bentuk perhatian kami sederhana dan kecil namun kami berharap suatu hari nanti kami dapat memberikan yang lebih baik,”ujarnya.

Pembagian parsel dan bingkisan natal bagi para petugas kebersihan diakhiri dengan foto bersama di Depan Gong Perdamaian Taman Nostalgia Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Para rotarian KTR yang hadir diantaranya Rotarian Vama Chrisna, Rotarian Yohan, Rotarian Jess Meha, Rotarian Rusly Mauboi, dan Rotarian Rony Banase. Turut hadir pula Rotaract Ferry Kasar bersama teman-teman rotaract dan teman-teman Interact Fortuna Kupang yang berbaur dan berbagi keceriaan natal dengan para petugas kebersihan.

Penulis dan editor (+rony banase)

Perempuan GMIT & Rotary Club Olah Sampah Jadi Lebih Bernilai

149 Views

Kupang-NTT,gardaindonesia.id–Perempuan GMIT Klasis Kupang Tengah menginisiasi pengolahan limbah dengan mengundang dan menghadirkan Rotary Club Bandung Siliwangi dan Rotary Bandung Kota Kembang untuk memberikan pelatihan cara mengolah sampah anorganik menjadi lebih bernilai.

President Rotary Club (RC) Bandung Siliwangi, Rita Isdiantini dan Past Presiden (PP) Endang Paminto dari R.C.Bandung Kota Kembang; bertindak sebagai tutor dalam Pelatihan Pengolahan Limbah tersebut.

Bertempat di Gereja Emaus Liliba, 29—30 Agustus 2018, perwakilan dari 77 Gereja di Wilayah Klasis Kupang Tengah mendapat pembekalan sekaligus dilatih mengolah sampah anorganik menjadi barang-barang yang dapat digunakan kembali seperti kertas, plastik, botol, kulit telur dengan tujuan memberikan peluang usaha dan kemandirian ekonomi bagi Perempuan GMIT yang terbagi dalam 4 teritori dalam wilayah klasis Kupang Tengah.

PP Endang Paminto sebagai tutor, mengajarkan proses recycle (mengolah kembali) sampah dari rumah tangga sehingga dapat memiliki nilai dan hasil secara finansial setelah menjadi produk seni.

“Proses Pengolahan sampah anorganik (plastik, botol kaca, kulit telur, pakaian, kaleng minunan ringan, dan kain bekas) ini selain dibuat sebagai bagian dari interior rumah; juga dapat dipergunakan untuk proses menanam tanaman hortikultura di dalam pot,” jelas PP Endang

Disamping itu, Pres Rita berujar, “Kegiatan pelatihan ini untuk pengembangan ekonomi masyarakat dengan basis pengelolaan lingkungan. Pengelolaan sampah dari rumah tangga menjadi pilihan untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang sehingga dapat mengurangi beban kota maupun pemerintah daerah dalam mengelola sampah perkotaan.“

“Selama ini sampah sering dipandang sebelah mata sebagai masalah bersama padahal jika diolah akan menghasilkan sesuatu yang berguna,” ungkap Pres Rita.

Secara terpisah usai kegiatan pelatihan, Ketua Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Perempuan GMIT Klasis Kupang Tengah, Diaken Alfonsin Nope Nisnoni mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan Rotary Club dalam membekali para Perempuan GMIT.

“Manfaat utama pelatihan ini untuk menumbuhkan Rasa Cinta kepada sampah dan belajar disiplin dan tertib terhadap pelatihan,“ujar Mama Nope panggilan akrab Diaken Alfonsin Nope Nisnoni.

“Kegiatan tidak hanya Ini saja namun harus ada kegiatan lanjutan dan para peserta pelatihan belajar untuk tekun, gigih dan bersusah payah dahulu,“ungkap Mama Nope.

Mama Nope juga berharap Gereja Sadar dan Peduli dengan Lingkungan bukan hanya cuma bicara diatas mimbar tetapi harus ada aksi nyata, dimulai dari budaya tidak meninggalkan sampah dan menyiapkan tempat sampah di Gereja.

Penting diketahui, Rotary sebagai Organisasi Sosial Kemasyarakatan Dunia dengan 6 Fokus Pengabdian: Peace and conflictprevention/resolution (perdamaian dan penyelesaian konflik); Disease prevention and treatment(pencegahan penyakit) contoh: polio plus; Water and sanitation (air dan sanitasi); Maternal and child health(kesehatan ibu dan anak); Basic education and literacy(pendidikan dasar); Economic and community development (pengembangan ekonomi dan masyarakat) contoh : kesejahteraan rumahtangga, pelatihan untuk keterampilan ibu-ibu, seperti Pelatihan Pengolahan Limbah. (+rb)

Pengolahan Limbah Anorganik; Workshop Rotary Club & SLB Karya Murni Ruteng

212 Views

Ruteng-NTT, gardaindonesia.id– Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Murni Ruteng dijadikan sebagai tempat workshop Pengolahan Limbah Anorganik oleh Rotary District 3410 melalui kegiatan Vocational Trip Joint Programe antara Rotary Club (RC) Bandung Siliwangi, R.C. Bandung Kota Kembang, dan R.C. Medan Thamrin.

President Rotary Club (RC) Bandung Siliwangi, Rita Isdiantini; Past Presiden (PP) Endang Paminto dari R.C.Bandung Kota Kembang; dan PP Budi Chandra dari R.C.Medan Thamrin mengadakan kegiatan workshop untuk SLB Karya Murni Ruteng selama 3 (tiga hari) dari tanggal 31 Juli–2 Agustus 2018.

Workshop ini diupayakan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan tentang pengolahan limbah anorganik berupa jenis kertas, plastik, botol, kulit telur dengan tujuan memberikan peluang kemandirian bagi anak-anak disabilitas dalam menghasilkan karya seni.

“Fokus Workshop ini untuk pengembangan ekonomi masyarakat dengan basis pengelolaan lingkungan. Keprihatinan Rotary terhadap banyaknya sampah di seputaran kota-kota di Flores terlebih di Kota Ruteng membuat para Rotarian berinisiatif untuk menggelar kegiatan ini, pengelolaan sampah dari rumah tangga menjadi pilihan untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang sehingga dapat mengurangi beban kota maupun pemerintah daerah dalam mengelola sampah perkotaan,” jelas Pres Rita sapaan akrab President Rotary Club Bandung Siliwangi.

“Selama ini sampah sering dipandang sebelah mata sebagai masalah bersama padahal jika diolah akan menghasilkan sesuatu yang berguna,” ungkap Pres Rita.

Untuk mensosialisasikan gerakan pengelolaan dan pengolahan sampah Ini rotary menggalang kerjasama dengan komunitas-komunitas untuk memanfaatkan sampah yang imagenya saat ini menganggu dan menimbulkan penyakit; sampah dikreasikan dan diubah bentuk menjadi barang kreatifitas seni.

PP Endang Paminto sebagai tutor mengatakan dalam proses recycle tersebut anak-anak SLB diajarkan untuk dapat mengelola sampah dari rumah tangga sehingga dapat memiliki nilai dan hasil secara finansial setelah menjadi produk seni.

“Proses Pengolahan sampah anorganik (plastik, botol kaca, kulit telur, pakaian, kaleng minunan ringan, dan kain bekas) ini selain dibuat sebagai bagian dari interior rumah; juga dapat dipergunakan untuk proses menanam tanaman hortikultura di dalam pot,” jelas PP Endang

Sesuai tema saat ini “Ketahanan Pangan berbasis Sampah Rumah Tangga” menjadi sangat penting diajarkan dikomunitas-komunitas perkotaan. Harapan dari Tim Rotary D3410 bahwa sampah tidak keluar dari rumah tangga dan dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rumah tangga.

Nur Dalia, Guru SLB Tuna Netra merasakan banyak manfaat dan ilmu yang didapat sehingga harapannya dapat diaplikasikan untuk memberikan peluang kegiatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di lingkungan SLB Karya Murni.

Begitu juga tanggapan Positif dari kepala sekolah SLB A. Suster Leony optimis anak-anak dapat melakukan kegiatan dengan lebih baik dan dapat dipasarkan untuk menambah income.

Kemudian pelaku usaha SKY Flores Hotel Ruteng yang diwakili oleh Manajer marketing Ibu Helmy ikut serta melihat hasil karya SLB Karya murni dan berminat membeli produk-produk tsb. Produk Tempat Pensil, tempat tisu, Vas bunga digunakan untuk melengkapi interior kamar hotel. Diharapkan dengan keterlibatan banyak pihak dalam pengelolaan sampah; kondisi lingkungan kota Ruteng dapat terjaga menjadikan kota Ruteng menjadi kota Molas

Perlu diketahui, Rotary club adalah organisasi sosial kemasyarakatan dengan layanan internasional. Berkomitmen dalam program pelayanan sosial dengan fokus kegiatan pada 6 area focus. Untuk Indonesia terbagi atas dua wilayah pelayanan yang dikenal dengan nama distrik. Distrik 3410 untuk Indonesia Bagian Barat dan Distrik 3420 untuk Indonesia Bagian Timur.

Kabupaten Manggarai merupakan wilayah/distrik layanan 3420 tetapi kegiatan Rotary club tidak dibatasi oleh layanan wilayah administrasi. Kegiatan prioritas Rotary, atau sering disebut 6 Area focus adalah :

  • Peace and conflict prevention/resolution (perdamaian dan penyelesaian konflik)
  • Disease prevention and treatment (pencegahan penyakit) contoh: polio plus
  • Water and sanitation (air dan sanitasi) contoh : penyediaan air bersih dan pengelolaan limbah
  • Maternal and child health (kesehatan ibu dan anak) contoh : penyiapan kesehatan ibu dan anak-anak, kesehatan wanita, gizi ibu hamil dan anak-anak.
  • Basic education and literacy (pendidikan dasar) contoh : penyiapan pendidikan dan prasarana dasar pendidikan, perpustakaan dan pendukungnya
  • Economic and community development (pengembangan ekonomi dan masyarakat) contoh : kesejahteraan rumahtangga, pelatihan untuk keterampilan ibu-ibu. (*/Team Rotary)

“Cerita Pilu Yuliana Wulla Bulu” – Pengelola Panti Asuhan Syalom

299 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Pengelola Panti Asuhan Syalom Kupang, Yuliana Wulla Bulu kepada gardaindonesia.id bercerita pilu tentang kondisi yang dihadapinya dalam mengelola dan mengurus 48 (empat puluh delapan) anak panti; kisaran umur 4—18 tahun (ada yang belum bersekolah; [ada yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA], 4 (empat) anak kuliah di Poltek, 1 (satu) anak kuliah di STAKN).

“Saya sangat terbeban pendidikan anak-anak dan apabila saat mereka sakit; semakin menjadi beban bagi saya dan pengurus lain, harapan saya mereka dapat bersekolah hingga tuntas dan peroleh pekerjaan “,ucap Yuliana lirih,Sabtu/28 Juli 2018 petang, saat kegiatan Rotary Kupang TimorRaya bersama Interact & Rotaract Fortuna Kupang di Panti Asuhan Syalom.

Lanjut Yuliana, “Kerinduan saya jika anak-anak sakit bisa dibawa ke Rumah Sakit “.

“Kebutuhan mendasar berupa biaya pendidikan dan makan minum selalu Tuhan buka jalan dan Tuhan selalu cukupkan tiap hari “, ungkap Yuliana yang diserahkan tanggung jawab mengelola Panti Asuhan Syalom sejak April 2012 oleh Alm Pdt Yohanes Blegur & Almh Asnat Blegur.

“Saya selalu ajarkan anak-anak untuk tidak boleh bergantung dengan orang lain dan selalu takut Tuhan; anak-anak diajarkan bangun pukul 04.00 wita; berdoa kemudian lakukan kegiatan. Begitupun siang hari setelah pulang sekolah dan sore hari selalu adakan ibadah “, ungkapnya.

Hingga saat ini hanya Yayasan Darmais yang memberikan santunan rutin sebesar 1,3 juta per bulan; simpatisan yang berkunjung dengan memberikan bantuan sukarela dan donatur yang datang untuk mengobati anak-anak Panti Asuhan Syalom.

Berdiri pada sejak 20 Desember 1997 oleh Alm.Pdt Yohanes Blegur dan Almh. Pdt Asnat Blegur; Panti Asuhan Syalom berlokasi di Jalan H.R.Koroh Km.8 Kel.Sikumana Kec.Maulafa Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di Panti Asuhan Syalom hanya terdapat 2 ruang tidur bagi anak laki-laki dan 1 ruang tidur bagi anak perempuan; mereka tidur berhimpitan dalam 1 (satu) tempat tidur; terdapat 1 (satu) aula tempat berkumpul untuk beribadah bersama dan 1 (satu) ruangan yang difungsikan sebagai Kantor Yayasan.

Panti Asuhan Syalom berbadan hukum dengan Akta Notaris Nomor 84 tanggal 20 Oktober 2017; Yayasan Nomor AHW-0020016.AH.01.12 Tahun 2017 tanggal 28 Oktober 2017 & Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: AHW-0016121.01.04 Tahun 2017. Pengelola Panti Asuhan Syalom, Yuliana Wulla Bulu No Hp/wa 081338749830. (+rb)

Rotary Kupang TimorRaya D3420 Berbagi & Melayani di Panti Asuhan Syalom 

198 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Rotary Kupang TimorRaya D3420 sebuah Organisasi Sosial Kemanusiaan Dunia yang berada dalam naungan Rotary Internasional mengadakan Kegiatan “Berbagi & Melayani Melebihi Diri Sendiri “ di Panti Asuhan Syalom Jalan H.R.Koroh Km.8 Kel.Sikumana Kec.Maulafa Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu/28 Juli 2018 petang.

Bersama Interact dan Rotaract Fortuna Kupang melakukan aksi positif berupa cerdas cermat anak, pemeriksaan & pengobatan, penyuluhan kesehatan reproduksi dan penanaman karakter unggul bagi pemuda-pemudi Panti Asuhan Syalom.

Khusus pemeriksaan dan pengobatan untuk anak-anak, penghuni dan pengurus panti yang sedang sakit di tangani oleh dr Jazz Meha dan dr Melita

Presiden Rotary Kupang TimorRaya, Ratna Pongkapadang dan Sekretaris dr Jazz Meha bersama rotarian lainnya yakni Rtn.Melita, Rtn Yohan, Rtn Rusly Mauboy, Rtn Fery Kase, Rtn Flora, dan Rtn Rony Banase larut dalam kebersamaan melayani dengan memberikan santunan sekadar sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak Panti Asuhan Syalom.

Pengelola Panti Asuhan Syalom, Yuliana Wulla Bulu, saat diwawancara gardaindonesia mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ratna Pongkapadang dan teman-teman dari Rotary yang berkenan mengunjungi anak-anak.

“Kedatangan Rotary Kupang TimorRaya meringankan beban kami dengan berbagi sukacita dan mengobati anak-anak, terima kasih kepada Ibu Ratna dan teman-teman”, ucap lirih Yuliana Bulu.

President Rotary Kupang TimorRaya bertutur kepada gardaindonesia, kami memberi dari perpuluhan kami masing-masing dan tidak mengukur seberapa besar dan kecil yang harus diberi namun berdasar kerelaan dengan sukacita sebagai bentuk pelayanan seorang rotarian (sebutan bagi para anggota Rotary).

“Kami melayani melebihi kepentingan diri sendiri sesuai motto Rotary “Service above Self “.ungkap Nana sebutan akrab dari anak-anak Interact dan Rotaract Fortuna Kupang menutup perbincangan dengan gardaindonesia.id usai kegiatan. (+rb)