Pulihkan Listrik di Pulau Raijua, GM PLN UIW NTT Terjun Langsung ke Lokasi

405 Views

Raijua-NTT, Garda Indonesia | Hingga Jumat, 7 Mei 2021, kondisi pemulihan jaringan listrik pasca-badai Siklon Tropis Seroja di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai kondisi maksimal yakni 99,90 %, dari 4.002 gardu terdampak badai sehingga padam, kini tersisa hanya ada 4 (empat) gardu padam yang berada di Pulau Raijua, Kecamatan Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebelumnya, 1 gardu utama di Pulau Sabu (Seba, ibu kota Kabupaten Sabu Raijua, red) dan 1 gardu utama di Kabupaten Alor telah berhasil dipulihkan oleh Tim PLN di masing-masing wilayah dan hingga Jumat, 7 Mei 2021, masih terdapat 180 pelanggan masih mengalami padam listrik yang berada di Pulau Raijua.

Pulau Raijua hanya dapat dijangkau dengan kapal kayu nelayan atau kapal cepat tersebut pun menjadi hambatan tersendiri bagi Agustinus Jatmiko dan tim PLN karena harus berjibaku dengan ganasnya laut Sawu (terdapat pertemuan dua massa arus dari Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, red). Kondisi tersebut diperparah dengan rusaknya dermaga, namun telah diperbaiki ala kadarnya oleh Camat dan Masyarakat Raijua.

Asosiasi Pekerja PLN Peduli Kasih Korban Badai Seroja turut memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak Badai Seroja di Pulau Raijua

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko kepada Garda Indonesia pada Jumat pagi, 7 Mei 2021 menuturkan dirinya telah berada di Pulau Raijua sejak Rabu, 5 Mei 2021 bersama dengan tim PLN membawa material penunjang untuk memulihkan listrik di Pulau Raijua yang terkenal memiliki tapak kaki, sumur, dan menyimpan perisai Gajah Mada tersebut.

“Saya sedang di Raijua, mulai Rabu, 5 Mei 2021, guna memulihkan 5 gardu. Di sini sinyal susah karena tower BTS Telkomsel ambruk. Saat ini, saya sementara berburu sinyal di Dermaga Raijua,” ujar Agustinus Jatmiko kepada Garda Indonesia sembari mengungkapkan bahwa terkadang sinyal hp bisa diperoleh dari BTS di Pulau Sabu.

Salam kekompakkan General Manager PLN UIW NTT dengan tim PLN sebelum memulihkan jaringan listrik di Pulau Raijua

Agustinus Jatmiko pun menandaskan bahwa pada Kamis malam, 6 Mei 2021 telah berhasil menyalakan 1 (satu) gardu di Pulau Raijua. “Sisa 4 gardu lagi. Kami upayakan percepatannya. Pagi ini (Jumat, 7 Mei 2021, red), personil & tambahan material PLN berangkat dari Kupang menuju Pulau Raijua,” ungkapnya.

General Manager PLN UIW NTT yang tak kenal lelah dan selalu berupaya menelusuri setiap daerah terpencil untuk melihat dan terjun langsung mendorong percepatan pemulihan jaringan listrik ini pun menandaskan sementara berkomunikasi dengan Camat Raijua, Titus Bernadus Duri guna meminjam mobil truk dan mengerahkan warga.

Dermaga Raijua Rusak, Camat dan Masyarakat Perbaiki

Sebelumnya pada Senin, 3 Mei 2021, Camat Raijua Titus Bernadus Duri mengatakan dirinya dan masyarakat telah membangun gelagar dermaga dari batang lontar sehingga bisa digunakan untuk berlabuh kapal ferry dan dilalui oleh mobil truk ekspedisi. Lantai dermaga bertambah rusak dan 6 (enam) tiang bagian depan patah.

“Kami membentangkan batang lontar di dermaga sebagai gelagar agar kendaraan bisa keluar,” ungkap Camat Titus Bernadus Duri.

GM PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko (berkaos lengan panjang coklat dan bermasker hijau) saat berdialog dengan Camat Raijua, Bernadus Titus Duri (berkaos merah) di Mess Pemda Sabu Raijua

Jaringan listrik di Pulau Raijua, imbuh Camat Raijua, padam pasca-badai Siklon Tropis Seroja. “Iya mati (padam) total. Mesin sudah diperbaiki sejak minggu lalu. Gardu juga ada yang rusak, tinggal jaringan dan tiang yang belum diperbaiki,” urainya seraya menyampaikan pihak PLN meminta untuk menginap di Mess Pemda dan meminta bantuan mobil truk.

Camat Titus pun mengungkapkan bahwa  sementara sejak tanggal 12 April 2021, 17 Staf Kecamatan dan 2 orang pemilik gergaji mesin (Chain Saw) membantu PLN dengan memotong pohon yang tumbang menindih kabel dan tiang listrik.

Layanan kepada masyarakat, tandas Camat Raijua, menggunakan genset Kantor Camat, untuk cas hp dan aktivitas internet. “Di kantor desa juga menggunakan genset bantuan Gubernur NTT sebanyak 2 unit. Satu unit genset juga untuk Pustu Ballu untuk melakukan Bakti Psyco Social bersama Yayasan KUN,” pungkasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto oleh Tim PLN UIW NTT

Suzuki Fiesta SBM Lampaui Target, Theo Pareira: Terima Kasih Teman Media

99 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perhelatan even Suzuki Fiesta oleh PT. Surya Batara Mahkota (SBM) selaku main dealer mobil Suzuki wilayah NTT pada 3—7 Mei 2021, menuai hasil maksimal dengan perolehan 60 surat pesanan kendaraan (SPK). Dengan dukungan 4 perusahaan pembiayaan atau leasing yakni Suzuki Finance Indonesia (SFI), Indomobil Finance Indonesia (IMFI), Adira Finance, dan Mandiri Tunas Finance (MTF); even dengan konsep pameran di showroom tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/05/05/hari-ketiga-suzuki-fiesta-sbm-ntt-gapai-27-surat-pesanan-kendaraan/

Kepada Garda Indonesia pada Sabtu pagi, 8 Mei 2021, Branch Manager Suzuki SBM Kupang, Theo Pareira mengucapkan terima kasih atas peran maksimal atas diseminasi informasi dari awak media pada perhelatan Suzuki Fiesta. “Hasil Suzuki Fiesta over target (dari target 50 SPK, red). Ini juga berkat teman-teman media yang bersemangat mem-blow up informasi ke masyarakat, meski ada beberapa kesalahan penulisan nama,” ucapnya.

General Manager Suzuki SBM, Fredy Prijatna dan Branch Manager, Theo Pareira berpose bersama teman-teman media

Theo Pareira pun berharap agar fasilitas penerapan 0 persen PPnBM (pajak pertambahan nilai barang mewah, red) oleh pemerintah hingga akhir Mei 2021 dapat dimanfaatkan oleh para konsumen setia Suzuki dan masyarakat di Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur. “Kami juga sedang mengonsepkan program mudah untuk mobil Suzuki tipe New Ertiga dan XL7 yang memperoleh fasilitas PPnBM 0 persen atau tanpa pemberlakuan pajak pertambahan nilai barang mewah dan mendorong leasing untuk bersama mendorong kondisi tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, saat Suzuki Fiesta juga dilaksanakan pengenalan tipe mobil Suzuki oleh para marketing Suzuki SBM sejak hari pertama hingga hari terakhir pada Jumat, 7 Mei 2021.

Review Suzuki XL7 oleh Devi Johanis

Adapun hasil even Suzuki Fiesta pada 3—7 Mei 2021 sebagai berikut:

Hari I, Senin, 3 Mei 2021, Leasing support oleh Suzuki Finance Indonesia (SFI), total pengunjung yang melakukan walk in showroom sebanyak 35 orang, SPK : 9 unit. Dengan review produk, Pagi : review XL-7 oleh Devi dan Sore : review New Carry oleh Nia;

Hari II pada Selasa, 4 Mei 2021, Leasing support : Adira dengan total pengunjung 43 orang, SPK : 10 unit. Dengan review produk, Pagi : Review Ertiga oleh Oyand dan Sore : Review New Carry oleh Lyan;

Hari III pada Rabu, 5 Mei 2021, Leasing Support oleh Mandiri Tunas Finance (MTF) dengan pengunjung sebanyak 26 orang, SPK 8 unit. Dengan review produk, Pagi : Review Ignis oleh Indra dan Sore : Review New Carry oleh Mila;

Hari IV pada Kamis, 6 Mei 2021, Leasing Support oleh Indomobil Finance Indonesia (IMFI), Pengunjung sebanyak 30 orang, SPK 11 unit. Dengan review produk, Pagi : Review Karimun oleh Stef Seran dan Sore : Review New Carry oleh Hilda;

Hari V pada Jumat, 7 Mei 2021, Leasing support oleh keempat leasing yakni SFI, Adira Finance, MTF, dan IMFI digapai jumlah pengunjung sebanyak 45 orang, SPK 22 unit. Dengan review produk, Pagi : Review XL7 oleh semua Marketing Suzuki SBM dengan penjelasan per fitur dan Sore : Review New Carry oleh Novi Solo.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Lantik Pj Kades Faturika, Bupati Belu Pesan Wujudkan Masyarakat Sejahtera

296 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Belu Nomor: 95/ HK/ 2021 tanggal 6 Mei 2021, Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, SpPD-KGEH, Finasim mengambil sumpah dan melantik Siprianus Suri sebagai Penjabat Kepala Desa Faturika, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di Ruang Rapat Bupati Belu, pada Jumat sore, 7 Mei 2021.

Bupati Belu dalam sambutannya, berpesan agar Penjabat Kepala Desa yang baru dilantik, bekerja dengan penuh tanggung jawab dalam melayani masyarakat demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Bapak (Penjabat Kepala Desa Faturika, red) sudah bersumpah di hadapan Tuhan dan kita semua, dan menandatangani pakta integritas menyangkut hal-hal yang harus dikerjakan di desa. Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Kepentingan pribadi disisihkan dan kepentingan masyarakat itu yang diperhatikan,” ujar Bupati Belu.

Lanjutnya, waktu menjabat hanya 6 (enam) bulan sehingga harus bekerja dengan sebaik-baiknya dan mempersiapkan pemilihan Kepala Desa. “Waktu enam bulan, tolong  kerja sebaik-baiknya dan mempersiapkan pemilihan kepala desa di sana secara bermartabat. Kepentingan kelompok, golongan, dan lain-lain disingkirkan, kerja untuk masyarakat”, tandas Bupati Belu.

Bupati Belu saat mengambil sumpah dan melantik Pj Kades Faturika, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di Ruang Rapat Bupati Belu, pada Jumat sore, 7 Mei 2021.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Belu juga menyampaikan visi, misi dan 5 program prioritas Pemerintah Kabupaten Belu saat ini. “Visi kita untuk membuat masyarakat Belu sehat, berkarakter dan kompetitif, dengan program unggulan kesehatan, pendidikan, air minum, peternakan, pertanian, infrastruktur, hukum, Hak Asasi Manusia, perlindungan wanita dan anak, dan reformasi birokrasi. Kerjakan semuanya dengan disiplin yang baik, fokus, tidak usah macam-macam,” tegas dr. Taolin Agustinus.

Menutup sambutannya, Bupati Belu kembali mengingatkan untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati. “Perhatikan masyarakat di sana, jangan ada hal-hal kontraproduktif. Dekatilah masyarakat, bicara baik-baik, ada masalah segera atasi. Masyarakat itu jika kita layani dengan hati, mereka bisa menerima kita dengan baik. Selamat bertugas Tuhan menyertai dan memberkati,” pungkas Bupati Belu.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan pakta integritas yang merupakan pernyataan atau janji kepada diri sendiri tentang komitmen melaksanakan seluruh tugas, fungsi, tanggung jawab, wewenang dan peran sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kesanggupan untuk tidak melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Turut hadir menyaksikan, Pj. Sekda Belu, Frans Manafe, S.Pi dan Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa, Januaria Nona Alo, S.IP. (*)

Sumber berita + foto: (prokompimbelu)

Editor: Herminus Halek

Buron Teroris Yusuf Iskandar Ditangkap Densus 88 Antiteror

289 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Teroris buron Densus 88, Yusuf Iskandar alias Jerry, ditangkap di Desa Cimerang, Purabaya, Sukabumi, Jawa barat. Yusuf disebutkan merupakan DPO bom kelompok eks Front Pembela Islam (FPI) yang diduga terlibat dalam perencanaan dan membuat bom untuk melakukan penyerangan terhadap anggota TNI-Polri.

“Betul,” ujar Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, pada Kamis, 6 Mei 2021.

Yusuf disebut sebagai ketua tim pengamanan Petamburan. Ia juga dikatakan merencanakan dan membuat bom di rumah Husein Hasni, eks anggota FPI yang ditangkap Densus 88 di Condet, Jakarta Timur.

Yusuf diduga ikut dalam percobaan bom di Ciampea, Bogor. Termasuk mengetahui pembelian remote dan seton.
Polisi pun sudah melakukan penggeledahan. Yusuf dibawa ke rutan Polda Metro Jaya untuk diinterogasi.

Sebelumnya, buron kasus tindak pidana terorisme Nouval Farisi ditangkap setelah orang tuanya menginformasikan keberadaan anaknya ke Polsek Setiabudi. Setelah diamankan dari rumahnya, Nouval diserahkan oleh petugas dari Polsek Setiabudi ke Densus 88 Antiteror.

Terduga teroris Saiful Basri juga sudah diamankan polisi. Dia menyerahkan diri ke Polsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Saiful Basri menyerahkan diri karena merasa identitasnya telah diketahui banyak orang.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas Polri)

Editor (+roni banase)

‘Coffee Morning’ Bersama Jurnalis, Bupati Belu: Tidak Ada Niat Batasi Wartawan

260 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH,Finasim didampingi Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens,M.M. bertatap muka atau  coffee morning bersama seluruh wartawan – wartawati  yang bertugas di wilayah Kabupaten Belu, di restoran Hotel Matahari Atambua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat pagi, 7 Mei 2021.

Agenda coffee morning, selain sebagai ajang saling berkenalan antara Bupati/ Wakil Bupati Belu periode 2021—2024 dengan wartawan–wartawati, juga salah satunya adalah klarifikasi Bupati Belu berkaitan dengan adanya kondisi miskomunikasi seperti yang dialami reporter RRI Atambua, Febby Leo Lede di PLBN Motaain, dan dinilai telah terjadi pelecehan terhadap profesi jurnalistik.

“Jadi, sekali lagi, tidak ada niat sedikit pun untuk membatasi. Tidak ada substansi membatasi. Tidak ada maksud melakukan tindakan pelecehan, penghinaan dan lain – lain. Dengan demikian, saya klarifikasi dan saya minta maaf kepada semua,” ungkap Bupati Belu.

Suasana Coffee Morning Bupati Belu dokter Agus Taolin dan Wabup Alo Halerens bersama awak media

Bupati dr. Agus Taolin, menuturkan, dirinya bersedia dikoreksi selama masa kepemimpinannya, bersama membangun kemitraan, saling menghargai, tidak saling membatasi, pertemuan berkala untuk evaluasi, termasuk fasilitasi wartawan – wartawati dalam bertugas, jika dibutuhkan.

Bupati Agus Taolin mengemukakan, ia menempatkan setiap profesi  pada posisi yang tinggi, baik sebagai dokter, jurnalis, pengacara maupun profesi lainnya dengan bekerja di bawah peraturan masing – masing himpunan/ ikatan.

“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar – besarnya atas semua dukungan dan kritik. Bagi kita, kritikan itu menjadi pemicu. Saya merasa, apa pun yang disampaikan teman – teman media, semuanya positif supaya kita bisa melihat kekurangan dan memperbaiki diri. Pujian dan hukuman merupakan bagian dari proses  pembinaan karakter dan watak sehingga membuat kita menjadi lebih tegar,” ujar Bupati Agus Taolin.

Turut hadir dalam acara coffee morning itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Belu, Johanes Andes Prihatin, S.E., M.Si. Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Jhony Martins, Plt. Kepala Dinas Perhubungan, Siktus Parera, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu, Christoforus M. Loe Mau, dan Plt. Direktur PDAM Ir. Fridolinus Siribein. (*)

Penulis + foto: (*/ Herminus Halek)

Menuju Merdeka Belajar, Bank NTT Konsisten Edukasi Literasi Keuangan

212 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho memaparkan program Bank NTT yang mendukung Literasi Keuangan dan pro kepada pelajar guna mendorong generasi muda NTT untuk dapat merdeka dalam berpikir, kreatif dan secara mandiri berekspresi. Pemaparan Alex Riwu Kaho (sapaan akrabnya, red) disampaikan dalam temu wicara atau talk show Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 bersama Bank NTT, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT yang dihelat pada Kamis siang, 6 Mei 2021 di salah satu hotel di Kota Kupang.

Mengedepankan protokol kesehatan ketat yang mana setiap peserta dari perwakilan siswa dan guru dari SMP/SMA/SMK dan Perguruan Tinggi se-Kota Kupang yang menjadi mitra Bank NTT, wajib mengikuti rapid test antigen dan dinyatakan negatif yang selanjutnya boleh mengikuti temu wicara yang mengusung tema “Melalui Literasi Inklusi Keuangan, NTT Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar” ini menjadikan momentum Hari Pendidikan Nasional sebagai dasar untuk membangkitkan semangat belajar di masa Pandemi Covid-19 guna mewujudkan “Merdeka Belajar”.

Temu Wicara yang berfokus membahas tentang Literasi Keuangan dan Merdeka Belajar tersebut dipandu moderator Feby Angi Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Nusa Cendana Kupang, dihelat secara tatap muka dan virtual meeting dengan pembicara atau keynote speaker yaitu Linus Lusi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi; Kasubag Administrasi/Plh. Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Perwakilan NTT, Dony Prasetyo dan Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dan turut memberikan spesial testimoni Dinna Noach Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Disabilitas (Juara III Lomba Karya Tulis Ilmiah Program Ramai Skali Bank NTT 2019,red).

Alex Riwu Kaho saat memaparkan program Literasi Keuangan Bank NTT dalam mendukung Program Merdeka Belajar

Bank NTT, tegas Alex Riwu Kaho, konsisten mendukung program inisiatif “Merdeka Belajar” guna mendorong generasi muda NTT agar dapat merdeka berpikir, inovatif, dan mandiri secara finansial. “Sebagai bentuk dukungan terhadap Pendidikan di Provinsi NTT, maka Bank NTT memberikan Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) kepada 1.000 Pelajar sesuai program OJK Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) selama bulan Inklusi keuangan Mei sampai Oktober.

Alex Riwu Kaho, ponakan dari Tokoh Pendidikan NTT, Bapak Robert Riwu Kaho (anak dari Bapak Simon Riwu Kaho mantan Kepala Cabang Bank NTT Atambua, red) ini pun menekankan 3 (tiga) komponen yang mendukung Literasi Keuangan yakni murid, guru, dan orang tua. “Bank NTT telah membangun sistem guna membangun kemerdekaan belajar, berpikir, dan berekspresi melalui produk yang dikemas oleh teman-teman dari Direktorat Dana Bank NTT yang menyelenggarakan aktivitas yang edukasi dan berharap dari setiap kegiatan dapat memicu pengetahuan Literasi Keuangan,” paparnya.

Bank NTT konsisten menghasilkan kegiatan Literasi Keuangan yang variatif dan dikemas dalam situasi sulit dapat terbantu dengan Aplikasi Pendidikan. “Tantangan ke depan bakal sangat menantang, sehingga anak harus diisi dengan pengetahuan Literasi Keuangan sehingga mampu mandiri, berpikir kreatif  dan berekspresi yang dapat menjadi pondasi,” ucapnya.

Penyerahan secara simbolis Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) kepada 1.000 Pelajar sesuai program OJK Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) selama bulan Inklusi keuangan Mei sampai Oktober; dari Direktur Umum Bank NTT, Yohanes Landu Praing kepada Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi

Bank NTT butuh sinergisitas dan kolaborasi, imbuh Alex, anak-anak mulai terlatih menggunakan aplikasi Perbankan yang sehat berupa mobile banking serta berperan serta dalam berbagai lomba yang mendorong peningkatan Literasi Keuangan.

Kenapa konsep Merdeka Belajar dimunculkan dan diterapkan di NTT?

Linus Lusi menjabarkan tentang konsep Merdeka Belajar dari Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim; ketika Pendidikan Indonesia diterapkan pada tahun 1947 banyak mengalami hambatan yang mana harus mengikuti tren gobalisasi yang bertumbuh kembang, maka Merdeka Belajar dalam konsep aplikasi oleh para guru adalah mengoptimalkan, mengeksplorasi berbagai multi-kecerdasan para siswa sehingga dapat mengerti secara jelas, berpikir kritis dari sebuah subyek dan objek pembelajaran dan siswa sebagai sentra pembelajaran.

Linus Lusi mengungkapkan bahwa dalam konteks Nusa Tenggara Timur, kemampuan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter di sekolah menuai sorotan (dapat dilihat di rekam jejak di media sosial dan media massa). “Bagaimana seorang anak kandung bisa memperkarakan ibu kandungnya,” ungkapnya seraya berkata ketika ditanya berasal dari sekolah mana.

Merdeka Belajar, urai Linus Lusi, bukan merdeka segalanya, namun perlu variabel dan indikator sebagai bingkai di dalam desain pembelajaran. “Dalam sektor pendidikan, gaya belajar seperti membelenggu (datang, duduk, diam, catat, dan lipat tangan) karena tidak ada dialektika ketika terjun dalam berbagai sektor pendidikan sehingga kepatuhan tumbuh dan berkembang adalah kepatuhan semu. Dan dengan konsep belajar ini (Merdeka Belajar, red), anak perlu memiliki jati diri dan konsep demokrasi pembelajaran,” bebernya.

Selain itu, tegas Linus Lusi, perlu adanya perubahan gaya belajar dan ruang aktualisasi diri di dalam berbagai ragam kegiatan belajar mengajar dapat mempengaruhi indeks demokrasi pembelajaran.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi

Isu Literasi Keuangan pun, tandas Linus Lusi, harus dibumikan dengan melatih anak menabung sejak dini, misalnya pada tahun 1985 melalui gerakan menabung. “Perlu diberlakukan Kurikulum Literasi Keuangan belajar mengelola tata keuangan dan sikap konsumtif anak NTT, perlu didorong adanya minat menabung dan perlu dikaji tingkat partisipasi menabung,” pungkasnya.

Sementara itu, Dony Prasetyo, perwakilan otoritas jasa keuangan (OJK) Perwakilan NTT menandaskan peran OJK dalam mengoptimalkan gerakan Literasi Keuangan melalui “Satu Rekening Satu Pelajar” (KEJAR) pada 2019 dan gerakan Indonesia Menabung melalui Simpanan Pelajar (Simpel).

“Sebanyak 16 ribu rekening (dari total 13 ribu pelajar [data tahun 2020]) dengan total saldo tabungan sebesar Rp.500 miliar disimpan di rekening Simpel oleh pelajar NTT di seluruh bank (data per April 2021),” urainya sembari menyampaikan bertujuan meningkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan.

Tingkat Literasi Keuangan di NTT, ungkap Dony, masih di bawah nasionalis sebesar 28,82 persen lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 38 persen. “Dari 100 pelajar hanya 28 pelajar tahu dan paham tentang manfaat menabung sisanya belum tahu, dan kami berupaya untuk meningkatkan Literasi Inklusi Keuangan ke 29 persen di tahun 2024 dan akan terus berlanjut,” urainya.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Surabaya Ubah Sampah Jadi Listrik, Presiden Minta Daerah Lain Tiru

152 Views

Surabaya, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo meninjau dan meresmikan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis, 6 Mei 2021. Dalam sambutannya, Presiden mengapresiasi gerak cepat pemerintah Kota Surabaya dalam merealisasikan fasilitas tersebut dan meminta kota-kota lain untuk meniru apa yang telah dilakukan di Surabaya.

“Saya sangat mengapresiasi instalasi pengolahan sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan. Nanti kota-kota lain akan saya perintah supaya tidak usah ruwet, lihat aja di Surabaya, tiru, kopi,” ujar Presiden.

Sejak 2018, Presiden Jokowi telah berupaya menyiapkan sejumlah payung hukum bagi daerah untuk bisa merealisasikan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut. Lebih jauh lagi, keinginan untuk bisa memiliki fasilitas tersebut sudah ada sejak tahun 2008 saat dirinya masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.

“Saya siapkan Perpresnya, saya siapkan PP-nya, untuk apa? Karena pengalaman yang saya alami sejak tahun 2008 saya masih jadi wali kota kemudian menjadi gubernur, kemudian jadi presiden, tidak bisa merealisasikan pengolahan sampah dari sampah ke listrik seperti yang sejak dulu saya inginkan di Kota Solo waktu menjadi wali kota,” jelasnya.

Payung hukum yang dikeluarkan Presiden antara lain Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Tujuannya agar pemerintah daerah berani mengeksekusi program pembangunan tersebut tanpa khawatir terhadap payung hukumnya.

“Untuk memastikan Pemda itu berani mengeksekusi. Dulu takut mengeksekusi karena dipanggil. Kejaksaan panggil, nanti kepolisian panggil, ada KPK panggil. Karena payung hukumnya yang tidak jelas sehingga memutuskannya sulit,” ungkapnya.

Presiden Jokowi saat menandatangani prasasti peresmian Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Benowo

Presiden Jokowi pun mengapresiasi kecepatan bekerja pemerintah Kota Surabaya sebagai salah satu kota yang ditunjuk lewat Peraturan Presiden yang pertama kali berhasil membuat fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut. Selain Kota Surabaya, ada 11 daerah lain yang ditunjuk dalam Perpres 35/2018, yakni DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Makassar, Kota Denpasar, Kota Palembang, dan Kota Manado.

“Sekali lagi saya acung dua jempol untuk pemerintah Kota Surabaya baik wali kota lama maupun yang baru. Tidak mudah, karena saya mengalami,” imbuhnya.

Untuk diketahui, pembangunan fasilitas pengelolaan sampah menjadi energi listrik di sejumlah daerah prioritas telah sejak lama dibahas oleh Presiden beserta jajaran terkait pada rapat terbatas yang digelar pada 16 Juli 2019. Dalam kesempatan kali ini, Kepala Negara kembali menyampaikan bahwa semangat dari pembangunan fasilitas tersebut tidak hanya terletak pada urusan penyediaan listrik semata, tapi juga hendak membenahi salah satu permasalahan soal manajemen sampah utamanya di kota-kota besar.

“Saya gonta-ganti urusan Perpres dan PP bagaimana agar seluruh kota bisa melakukan ini karena urusan sampah itu bukan hanya urusan menjadikan sampah menjadi listrik, bukan itu, tapi urusan kebersihan kota, urusan nanti kalau ada masalah pencemaran karena sampah yang ditumpuk-tumpuk kemudian kalau hujan menghasilkan limbah lindi, problem semuanya,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam laporannya mengatakan bahwa pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan sejumlah pihak dalam mewujudkan PSEL Benowo yang kini bisa menghasilkan 11 Megawatt listrik.

“Hasil dari kerja sama itu dapat menghasilkan listrik, alhamdulillah 11 Megawatt, yang 2 Megawatt itu dari landfill gas power plant dan yang 9 Megawatt berasal dari gasification power plant. Insyahlah Bapak, dapat kami sampaikan, semuanya itu sudah bisa beroperasi pada hari ini,” ujar Eri.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan dan peresmian PSEL tersebut antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (*)

Sumber berita (*/BPMI Setpres)

Editor (+roni banase)

Foto utama oleh suarasurabaya.net

Pegawai Non-ASN di Kota Kupang Dapat Jamsostek periode 2021—2024

253 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pegawai non-aparatur sipil negara (non-ASN) atau tenaga honor di lingkup Pemerintah Kota Kupang diikutsertakan dalam program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Pendaftaran peserta BPJS Ketenagakerjaan dilakukan secara kolektif oleh Pemkot Kupang.

Besaran iuran jaminan kecelakaan kerja sebesar 0,24 persen dan iuran jaminan kematian sebesar 0,30 persen dari upah per bulan yang diterima setiap peserta. Perjanjian tersebut berlaku sejak tanggal 10 April 2021 sampai dengan 9 April 2024.

Penandatanganan perjanjian kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan NTT dengan Pemerintah Kota Kupang tentang perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi tenaga honorer (Non-ASN) Kota Kupang, dilaksanakan pada Rabu, 5 Mei 2021; antara Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si., dengan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan NTT, Armada Kaban dan disaksikan oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore dan Asisten Deputi Ketenagakerjaan Wilayah Bali, Nusra dan Papua, Venrista Yuliana.

Perjanjian kerja sama tersebut mencakup Pegawai Non-ASN atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang adalah tenaga kerja tidak tetap yang berada di lingkungan Pemerintah Kota Kupang yang diangkat dengan keputusan Wali Kota melalui perjanjian kerja dalam waktu tertentu. Bertujuan untuk mengoptimalkan penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pegawai Non-ASN.

Kemudian, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan dana jaminan kematian Tenaga Kerja Non-ASN secara simbolis kepada masing-masing 4 orang ahli waris penerima santunan atas nama; Agustinus Assan Boroh, Jonas Khristian Tolla, Noredi Daud Huan dan Gratianus Bifel. Jumlah dana santunan diserahkan senilai, Rp. 42.000.000,- per orang yang merupakan hak peserta yang didanai melalui APBD Kota Kupang.

Wali Kota Kupang mengapresiasi upaya pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan atas santunan yang diberikan kepada ahli waris dari pegawai non-ASN Kota Kupang yang telah meninggal. Hal ini merupakan wujud perhatian Pemerintah terhadap keberadaan pegawai saat masih aktif, pensiun bahkan kepada para ahli warisnya. Namun, menurutnya sangat disayangkan bahwa hingga saat ini masih banyak pemberi kerja atau perusahaan yang belum memberi jaminan perlindungan atau mendaftarkan tenaga kerjanya sebagai peserta.

“Perlu diakui bahwa dalam pelaksanaan, masih banyak yang belum memenuhi hak-hak pekerja dalam mendapatkan jaminan perlindungan karena belum menyadari pentingnya ikut sebagai peserta asuransi ketenagakerjaan. Pemerintah Kota Kupang sendiri sejak tahun 2018 telah mendaftarkan PTT atau tenaga kerja Non-ASN dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang akan memberikan mereka dan keluarga perlindungan dan jaminan sosial,” ungkap Wali Kota Jefri.

Kepada para penerima santunan, Wali Kota berpesan agar menggunakan dana sebaik-baiknya dan berharap dana yang diterima dapat membantu para ahli waris beberapa sebagai modal usaha atau kebutuhan lainnya. Wali Kota juga menginstruksikan agar tidak ada pegawai non-ASN yang tak  terdaftar dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ini.

Sementara, Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTT menyampaikan pada bulan April, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Inpres no 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek). Dalam Inpres tersebut BPJS Ketenagakerjaan merupakan bagian dari program meningkatkan kesejahteraan dan memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat

Di Kota Kupang terdapat 33.979 tenaga kerja aktif, di antaranya 2.300 tenaga kerja Non-ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dirinya berharap pihaknya mendapat kesempatan untuk melakukan sosialisasi kepada tenaga kerja Non-ASN tentang pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kaban melaporkan berdasarkan data yang diperoleh, masih ada guru-guru PTT di 26 sekolah di Kota Kupang yang belum terdaftar, terutama guru komite sekolah.

Turut hadir mendampingi Wali Kota Kupang, Staf Ahli Wali Kota Kupang, Thomas Didimus Dagang, S.Sos, M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Kupang, Agus Ririmasse, AP, M.Si. Asisten Administrasi Umum, Yanuar Dally, SH, M.Si. para Pimpinan Perangkat Daerah serta para Camat se-Kota Kupang. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_chr)

Editor (+roni banase)