Presiden Joko Widodo : Capaja TNI-Polri Calon Pemimpin Masa Depan

57 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Capaja TNI-Polri merupakan generasi muda terpilih calon pemimpin masa depan dalam menghadapi persaingan dunia yang semakin ketat, harus mampu dan siap menghadapi tantangan. Demikian disampaikan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo saat memberikan pembekalan kepada 750 Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI-Polri Tahun 2020 melalui video conference, bertempat di Gedung Bhineka Eka Bhakti Akademi TNI, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu, 8 Juli 2020.

Presiden menegaskan dilantik menjadi Perwira Remaja adalah awal dari prestasi, awal dari medan pengabdian kepada rakyat, bangsa dan Negara dalam menghadapi medan pengabdian yang penuh dinamika dan syarat dengan tantangan yang jauh lebih dinamis, jauh lebih berat dan jauh lebih kompleks dari yang sebelumnya. Atas prestasi yang telah dicapai dan akan segera dilantik menjadi perwira remaja TNI dan Polri atas nama pribadi, rakyat, bangsa dan negara menyampaikan selamat kepada Capaja TNI-Polri.

Presiden menjelaskan bahwa dunia berubah dengan cepat, disrupsi teknologi telah berdampak pada semua sektor kehidupan, penerapan otomatisasi, artificer intelijen dan big data mengalami percepatan dan semakin dipercepat oleh terjadinya pandemi Covid-19 sekarang ini.

Teknologi militer juga berkembang dengan cepat. Teknologi militer terkini menggabungkan instrumen persenjataan dengan menggunakan kecerdasan buatan, teknologi otomatisasi dan teknologi sensor yang mengarah pada pengindraan jarak jauh semakin canggih. Komputasi kuantum juga telah mengarah pada sistem senjata yang otonom serta pertahanan siber.

Tantangan yang dihadapi oleh Perwira kepolisian juga sangat berat, kejahatan menggunakan teknologi canggih dan kejahatan siber yang lintas negara juga memerlukan kemampuan antisipasi dan mitigasi yang lebih baik. “Oleh karena itu, saudara-saudara wajib untuk terus belajar, belajar sendiri maupun belajar melalui institusi. Tidak bisa lagi berpikir dengan cara biasa-biasa saja, tidak bisa lagi menggunakan cara bekerja yang monoton, dan tidak bisa lagi dengan kemampuan yang standar-standar saja,” imbau Presiden.

Ia pun menegaskan bahwa para perwira TNI dan Polri masa depan, harus memiliki mental dan cara kerja yang tidak biasa-biasa saja harus makin cerdas dan lincah dalam menghadapi perubahan, cepat beradaptasi dan selalu berpikir inovatif dan harus lebih baik dan lebih cepat dibandingkan negara lain.

Pada kesempatan tersebut, Presiden RI juga mengingatkan kepada Capaja TNI-Polri untuk harus konsisten terhadap ideologi Negara, Pancasila, NKRI, Bineka Tunggal Ika dan konsisten kepada tujuan-tujuan besar bangsa, memiliki jiwa kesatria dan pantang mundur, selalu optimis pada kejayaan dan kemajuan bangsa. “Saya berpesan agar selalu merawat semangat persatuan dan kesatuan, semangat persaudaraan dan gotong royong, kita harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada rakyat, bangsa dan Negara,” ujarnya.

“TNI dan Polri harus selalu bersatu dalam menghadapi setiap ancaman dan tantangan bangsa ke depan. Jangan pernah lupa terhadap dukungan dan doa dari orang tua karena beliaulah yang telah membesarkan dengan penuh kasih sayang dan bekerja keras, sehingga Capaja bisa menjadi seorang Perwira,” tambahnya.

Di akhir pembekalannya, Presiden RI Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada para orang tua Capaja yang telah mendidik putra putrinya menjadi Perwira, menjadi ksatria bangsa dan juga kepada Pemimpin TNI dan Polri serta para pendidik, para pelatih dan juga para pengasuh jajaran Akademi TNI dan Lemdiklat Polri atas kerja keras dan pengabdiannya, dan dikenang oleh anak didik dan menjadi fondasi yang kokoh dalam membentuk karakter calon-calon pemimpin masa depan bangsa.(*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Pers Kepresidenan)
Editor (+rony banase)

PLN Peduli Stunting, Latih Kader Posyandu di Desa Kolbano Kabupaten TTS

33 Views

T.T.S, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur melalui Program PLN Peduli menyelenggarakan Pelatihan Kader Posyandu di Aula Kantor Camat, Desa Kolbano Kabupaten TTS (Timor Tengah Selatan) pada tanggal 7—8 Juli 2020.

Sebanyak 20 kader terpilih dari Posyandu Desa Kolbano yang didukung oleh PLN bersama dengan Pemda Timor Tengah Selatan (T.T.S) dan Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM) khususnya di Desa Kolbano untuk melakukan pencegahan dan penanganan stunting guna menurunkan angka balita stunting yang dimulai dari pelatihan kader untuk menjadi garda terdepan.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur Agustinus Jatmiko berpesan melalui milenial PLN UIW NTT, Vincentsius Leonardo (Asistant Manager CSR PLN UIW NTT) menyebutkan bahwa pelatihan Kader Posyandu “Cegah Stunting melalui 1000 Hari Pertama Kehidupan” ini merupakan wujud BUMN untuk Indonesia dan bentuk kepedulian PLN kepada masyarakat khususnya stunting.

“Semoga dengan adanya pelatihan ini dapat bermanfaat bagi peserta pelatihan dan dapat mengedukasi masyarakat di lingkungan sekitar, sehingga apa yang diharapkan Pemerintah untuk menurunkan angka stunting di TTS tercapai sekaligus mendukung kegiatan pariwisata di Desa Kolbano dengan pesona pantai batu warna – warni,” pesan Jatmiko.

Sementara itu, Sekretaris Camat Kolbano Chaterinus Banamtuan, S.Sos dalam acara pelatihan kader menyampaikan, selain memberi terang bagi melalui listrik untuk anak-anak bisa belajar di malam hari, PLN juga peduli dalam hal kesehatan dan mau terjun langsung dalam pelatihan kader Posyandu untuk menurunkan jumlah stunting di Kecamatan Kolbano.

20 kader terpilih dari Posyandu Desa Kolbano sedang mengikuti pelatihan “Cegah Stunting melalui 1000 Hari Pertama Kehidupan”

Sekcam Kolbano pun menambahkan saat ini terdapat 53 orang yang terdiri dari anak di bawah 2 tahun sebanyak 12 anak, dan di atas 2 tahun sebanyak 41 orang, di mana terdapat 23 anak kurang gizi, 12 anak gizi buruk, dan 12 anak stunting dan 6 anak gizi baik namun tinggi badan di bawah standar dan 16 ibu hamil.

“Dampak pelaksanaan pelatihan ini akan terlihat setelah mempraktikkan hasil pelaksanaan selama 6 bulan berprogram, dan kami yakin angka stunting menurun,” tandasnya.

Senada dengan hal tersebut, Yohanes Pakereng selaku Direktur Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM) berharap setelah pelaksanaan pelatihan, pengetahuan peserta tentang stunting meningkat dan penerapan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) seperti kebutuhan gizi seimbang ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, menyusui, makanan pendamping ASI, gizi seimbang dan pola asuh sehingga dapat menjadi agen perbaikan stunting di setiap Posyandu binaan masing-masing peserta.

Sebagai informasi, angka stunting tertinggi (di atas 45%) berada di daratan Pulau Timor yakni di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (T.T.S) dan T.T.U (Timor Tengah Utara).

Sementara itu, Apriani E. Fobia selaku Kepala Puskemas Kolbano mengungkapkan rasa terima kasih kepada PLN dan Yayasan JPM yang dengan antusias telah mendukung dalam pelayanan yang merupakan bagian kegiatan nasional yang dilakukan di daerah-daerah.

Ia pun mengungkapkan khususnya di Kolbano terdapat 5 desa dan 1 dusun yang ditunjuk untuk menangani stunting dengan menjalankan kegiatan-kegiatan yang mengarah penanganan dan pencegahan meningkatnya stunting. “Stunting bukan hanya gizi tetapi juga faktor lain seperti tinggi badan dan berat badan yang juga merupakan stunting,” imbuhnya.

Lanjut Apriani, Pelatihan yang dimulai dari Selasa 7 Juli dan hari ini Rabu, 8 Juli 2020 merupakan bukti kepedulian PLN untuk mendukung kami meningkatkan pelayanan memberantas stunting. “Dalam 2 tahun ini dengan 20 orang tenaga posyandu hanya dapat memberikan bantuan kepada 5 anak karena keterbatasan dana,” ungkapnya.

Salah satu peserta kader, Ebenhaiser Taneo selaku ketua kelas peserta pelatihan kader posyandu, mengatakan, kegiatan penyuluhan yang diberikan oleh PLN melalui Yayasan JPM kepada masyarakat Desa Kolbano yang memiliki 4 Posyandu sangat bermanfaat dan berguna bagi semua komponen masyarakat di Desa Kolbano sehingga dapat mencegah meningkatnya penderita stunting.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas PLN UIW NTT)
Editor (+rony banase)

Pansus LKPJ Minta Kejaksaan TTS Selisik Dana Rp.1,2 M di PD Mutis Jaya

102 Views

Soe-T.T.S, Garda Indonesia | Anggota DPRD Timor Tengah Selatan (T.T.S) yang tergabung dalam Pansus LKPJ Bupati tahun 2019, pada Rabu, 8 Juli 2020, mengunjungi kantor PD Mutis Jaya (berlokasi di samping Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak [PPPA] Kabupaten T.T.S), menelisik ternyata banyak aset daerah [bangunan] yang hingga saat ini tidak terurus dengan baik, akibat mubazir bahkan sebagian rusak.

Ketua Pansus Marten Tualaka, Wakil Ketua Uksam Selan, Lusianus Tusalak dan Askenas Gomer Afi selaku anggota pansus, dinakhodai oleh Ketua DPRD T.T.S, Marcu Buana Mbau, saat mendatangi kantor tersebut dalam keadaan tertutup. Saat pansus berada di lokasi tersebut, seorang pegawai PPPA kepada ketua pansus saat ditanya, memberikan jawabannya bahwa kantor tersebut sudah lama tidak dibuka tanpa alasan.

Adapun dana yang dikucurkan dari daerah kepada Perusahaan Daerah (PD) Mutis Jaya sebesar Rp.1,2 miliar, namun dana sebesar itu ternyata salah dimanfaatkan sehingga laporan pertanggung jawabannya tidak jelas.

Tampak bangunan PD Mutis Jaya rusak dan tak digunakan

Usai kunjungan tersebut, Marten Tualaka sangat berharap kepada mitra terdekat dalam hal ini, Kejaksaan T.T.S agar dapat membantu menyelisik proses penyalahgunaan dana tersebut agar cepat diperoleh titik terang.

Marten Tualaka mengungkapkan bahwa penyaluran dan Rp.1,2 miliar itu disalurkan sebanyak dua tahap, yakni tahap pertama pada tahun 2011 dengan besar anggaran Rp.700 juta, sedangkan tahap kedua pada tahun 2012 dengan besar anggaran Rp.500 juta. Namun hasil dari dana sebesar itu tidak jelas.

“Perusahaan Daerah Mutis Jaya merupakan perusahaan ‘plat merah’ berstatus bangkrut,” ungkapnya seraya menegaskan bahwa perusahaan daerah harus hidup.

Selain PD Mutis Jaya, tandas Marten Tualaka, ada juga beberapa embung yang mubazir harus diusut hingga tuntas. (*)

Penulis (*/Erick Hello)
Editor (+rony banase)

1 Kasus Positif Covid-19 di Timor Tengah Utara, Mahasiswa Kuliah di Semarang

329 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. dalam keterangan pers pada Kamis, 9 Juli 2020 menyampaikan dari hasil pemeriksaan 46 sampel swab di Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof.W..Z. Johannes Kupang dan 2 sampel swab diperiksa menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) di Manggarai Barat, diperoleh hasil 2 (dua) kasus positif Covid-19.

Dari pemeriksaan tersebut, ungkap drg Domi, diketahui terdapat 1 (satu) pasien positif Covid-19 di Manggarai Barat. “Pasien tersebut baru kembali dari Makassar,” ujarnya.

Selain itu, lanjut drg Domi, ada 1 (satu) pasien positif Covid-19 yang dilaporkan dari Timor Tengah Utara (T.T.U). “Pasien tersebut merupakan seorang mahasiswa dari Semarang, tanggal 29 Juni 2020 dilakukan swab di sana dan pada 3 Juni 2020 tiba di T.T.U,” ungkapnya seraya menyampaikan hasilnya baru diketahui hasil koordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 di Semarang.

Dengan bertambahnya 1 kasus baru di Kabupaten T.T.U, maka jumlah kabupaten yang terpapar Covid-19 sebanyak 13 kabupaten/kota yakni Kota Kupang, T.T.S, T.T.U, Rote Ndao, Sikka, Ende, Flores Timur, Nagekeo, Manggarai, Manggarai Barat, Sumba Barat, Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya.

Dengan demikian, imbuh drg Domi, total pasien yang sedang dirawat sebanyak 29 orang di antaranya di Kota Kupang 3 orang, 6 orang di Sikka, 1 di Flores Timur, 1 di Manggarai, 1 pasien di Nagekeo, 7 orang dirawat Manggarai Barat, 3 pasien di Sumba Timur, Sumba Barat 4 pasien, 1 orang dirawat di Sumba Barat Daya, dan 1 orang dari Timor Tengah Utara (T.T.U). Sementara jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT menjadi 123 kasus, 93 orang sembuh dan 1 meninggal.

Domi Mere yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan Provinsi NTT ini juga menyampaikan kabar gembira bahwa terdapat 1 (satu) pasien sembuh Covid-19 dari Manggarai Barat.

Penulis dan editor (+ rony banase)
Foto utama oleh okezone.com

Pemprov NTT Kaji Semau Masuk Wilayah Kota Kupang

185 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Rencana wilayah Kecamatan Semau dan Kecamatan Semau Selatan di Kabupaten Kupang yang akan bergabung ke dalam wilayah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dikaji agar sesuai dengan prosedur administrasi tata kelola pemerintahan.

Maka, dilaksanakan Seminar Kajian Pengalihan Wilayah Administrasi Kecamatan Semau dan Kecamatan Semau Selatan dari Kabupaten Kupang ke Kota Kupang, yang dilaksanakan di Aula Fernandez, pada Rabu, 8 Juli 2020. Seminar tersebut dilaksanakan atas kerja sama Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT dan Universitas Nusa Cendana  (Undana) Kupang

Dalam hasil paparan kajian oleh tim peneliti Undana dikatakan memang layak dilakukan pengalihan wilayah Semau ke Kota Kupang atas pertimbangan antara lain, masyarakat Semau lebih mudah, lebih cepat, dan lebih murah dalam mengakses layanan publik di Kota Kupang dibandingkan di Oelamasi (Pusat Kabupaten Kupang). Karena alasan geografis Pulau Semau yang lebih dekat dengan Kota Kupang. Termasuk aktivitas masyarakat Semau yang lebih sering atau lebih dekat interaksinya dengan masyarakat Kota Kupang.

Berdasarkan kesulitan akses tersebut, pengalihan Pulau Semau juga telah disetujui oleh kebanyakan tokoh adat, tokoh masyarakat, kepala desa, ketua BPD, pelaku pendidikan, pelaku kesehatan, dan pelaku bisnis. Hal tersebut berdasarkan survei dari tim peneliti Undana.

Wagub Josef Nae Soi memberikan arahan dalam Seminar Kajian Pengalihan Wilayah Administrasi Kecamatan Semau dan Kecamatan Semau Selatan dari Kabupaten Kupang ke Kota Kupang

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi dalam kesempatan tersebut menyampaikan Pemprov NTT meminta tim peneliti Undana untuk melakukan penelitian dan mengkaji rencana bergabung Semau ke dalam wilayah Kota Kupang.

“Maka sebagai Pemprov kita minta pihak Akademisi Universitas Nusa Cendana untuk melihat dan mengkaji dengan melakukan penelitian dan seminar supaya kita bisa memiliki suatu data yang menunjukkan norma, prosedur dan kriteria. Sebab administrasi modern dalam pemerintahan yang kuat harus ada tata kelola yang baik,” tegas Wagub Nae Soi.

Karena itu, imbuh Nae Soi, segala pengurusan tata kelola wilayah harus bisa mendorong kesejahteraan masyarakat

Ia pun kembali menekankan tentang pentingnya mengutamakan kesejahteraan rakyat. “Semua kita memiliki wilayah dan pemerintah dan satu negara memerlukan adanya wilayah masyarakat dan pemerintah. Pengelolaan wilayah dan pemerintahan harus mengutamakan kesejahteraan rakyat. Tidak boleh lupa itu. Perhatikan juga seluruh aspek kebutuhan masyarakat yang ada,” ujarnya.

Dijelaskan Wagub Nae Soi, tugas pemerintah dalam hukum administrasi adalah memberikan kemakmuran dan kesejahteraan berdasarkan keadilan dalam suatu negara. “Di mana ada hukum, maka ada keadilan. Oleh sebab itu, peran Gubernur dan Wakil Gubernur sebagai Wakil Pemerintah pusat di daerah adalah memberikan binaan dan pengawasan sesuai dengan norma, prosedur, dan kriteria,” tandasnya. (*)

Sumber berita (*/Meldo Nailopo/Pelaksana Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Foto utama oleh Sonya Marthina
Editor (+rony banase)

9 Tips Bagi Penyandang Penyakit Tidak Menular Agar Terhindar dari Covid-19

77 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa penyakit yang termasuk ke dalam penyakit tidak menular (PTM) merupakan kelompok penyakit yang berpotensi tinggi menjadi penyakit penyerta atau komorbid sehingga akan sangat rentan jika terinfeksi Covid-19. Penyakit yang termasuk dalam kelompok PTM antara lain hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, gagal ginjal, stroke dan kanker.

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr. Reisa Broto Asmoro menjelaskan bahwa terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan bagi para penyandang PTM, antara lain menjaga asupan makanan dan minuman, menjalankan kebiasaan sehat dan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter, terutama pemeriksaan dengan dokter yang telah mengetahui rekam medis para penyandang PTM.

“Konsultasi dengan dokter apabila memungkinkan dengan bantuan telemedis atau konsultasi online. Tentunya diupayakan dengan dokter yang sudah mengetahui rekam medis kita,” ujar Dokter Reisa saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta pada Rabu, 8 Juli 2020.

Dokter Reisa juga menyampaikan sembilan tips tambahan bagi para penyandang PTM. Bagi penyandang PTM yang berusia 50 tahun ke atas, diharapkan dapat tinggal di rumah untuk mengurangi potensi tertular Covid-19.

“Pertama, tetap berada di rumah, terutama bagi yang berusia 50 tahun ke atas,” jelasnya.

Kedua, meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, hindari gula dan lemak berlebih. Selain itu konsultasikan dengan dokter terkait suplemen atau multivitamin yang dapat dikonsumsi.

“Ketiga, jaga jarak minimal 1—2 meter, hindari kerumunan atau keramaian,” lanjutnya.

Mencegah perpindahan droplet yang berpotensi menularkan virus SARS-CoV-2, lakukan cuci tangan dengan sabun dengan air mengalir selama minimal 20 detik. Jika tidak memungkinkan, gunakan hand sanitizer yang mengandung 60 persen alkohol.

Selanjutnya, gunakan masker jika harus keluar rumah. Keenam, hindari menyentuh wajah, hidung, mata dan mulut sebelum mencuci tangan.

“Ketujuh, upayakan aktivitas fisik selama 30 menit per hari atau dapat disesuaikan dengan saran dokter guna meningkatkan imunitas tubuh. Namun, hindari aktivitas dengan intensitas yang tinggi,” jelas Dokter Reisa.

Kedelapan, istirahat yang cukup selama 6—8 jam sehari untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik.

Jika mulai merasa stres, bingung dan takut, bicarakan perasaan tersebut pada orang yang dipercaya. Saling menguatkan dapat menjadi obat dari rasa stres. Terus beribadah, membaca buku, mendengar musik atau melakukan aktivitas lain yang dapat membantu melawan rasa cemas.

Dokter Reisa menambahkan bagi masyarakat untuk selalu mengikuti anjuran pemerintah yang disiarkan resmi setiap hari. “Hanya percaya yang terbukti kebenarannya. Hindari mitos dan hoaks yang membuat anda panik,” tambahnya.

Terakhir, dokter Reisa mengimbau masyarakat yang merasa sehat agar tetap melakukan deteksi dini ke rumah sakit melalui screening minimal enam bulan hingga satu tahun sekali. Beberapa hal yang perlu dipantau adalah tekanan darah, gula darah, indeks berat badan dan indikator kesehatan personal lainnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Editor (+rony banase)

4 Calon Perseorangan dari 4 Kabupaten di NTT Jalani Verifikasi Faktual

158 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sesuai undang-undang pemilihan Nomor 1 tahun 2015, sebagaimana telah diubah dalam UU No. 8 tahun 2015, dan UU No. 10 tahun 2016, calon perseorangan harus memenuhi dukungan minimal pencalonan dari data pemilih terakhir di daerah tertentu dengan klasifikasi sebagai berikut: (i) pemilih 250.000 jiwa sebanyak 10%, (ii) pemilih 250.000 – 500.000 sebanyak 8.5%, (iii) pemilih 500.000—1.000.000 sebanyak 7,5%, dan (iv) pemilih lebih dari 1.000.000 sebanyak 6.5%. Dukungan minimal tersebut harus tersebar di lebih dari 50% dari Jumlah Kecamatan di Kabupaten/Kota.

Dari 22 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), ada 9 (sembilan) daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 yakni Kabupaten Belu, Malaka, T.T.U, Sabu Raijua, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Sumba Timur dan Sumba Barat.

Ketua KPU Provinsi NTT, Thomas Dohu kepada Garda Indonesia pada Selasa, 7 Juli 2020 menyampaikan saat ini tahapan yang sedang berjalan khusus 4 kabupaten yang memiliki calon perseorangan yakni Kabupaten Ngada, Sabu Raijua, T.T.U dan Belu.

Menurut Thom, saat ini sedang dilaksanakan verifikasi faktual hingga 12 Juli 2020. Sementara, untuk proses coklit data pemilih dimulai pada Rabu, 15 Juli 2020.

“Sedangkan untuk jadwal pendaftaran calon baru mulai pada Rabu, 2 September 2020,” urainya.

Adapun 4 calon perseorangan, tandas Thom di antaranya :

  1. Agustinus Talan, S.Sos., dan Drs. Yosef Akoit dari T.T.U;
  2. Drs. Vinsensius Brisius Loe dan Arnaldo da Silva Tavares dari Belu;
  3. Dorothea Dhone, S.Sos., dan Arnoldus Keli Nani, A.md;
  4. Taken Radja Pono dan Herman Radja Habu.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama oleh radioidola.com

Sembilan ASN Ikut Seleksi Terbuka Sekda Kota Kupang

245 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemkot Kupang melaksanakan seleksi terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (PJPTP) Sekda Kota Kupang, dalam rangka memberikan kesempatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk turut berkompetisi serta untuk menghasilkan pejabat tinggi yang andal dan berkompeten.

Peserta harus memiliki kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan dalam memberikan pelayanan dan kinerja yang baik bagi organisasi dan masyarakat Kota Kupang.

Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man saat membuka kegiatan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekretaris Daerah Kota Kupang Tahun 2020, pada Rabu, 8 Juli 2020 di Aula Hotel Naka, menyampaikan bahwa proses seleksi ini telah lama ditunggu oleh jajaran birokrasi Pemerintah Kota Kupang maupun masyarakat karena administrasi pemerintahan harus berjalan di mana Sekda bertindak selaku pemegang jabatan administrasi tertinggi.

“Hari ini kita bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada panitia seleksi dan tim asesor dari Pemerintah Provinsi yang telah terlibat dan juga kepada 9 calon yang mengikuti seleksi saya memberikan apresiasi karena turut mendaftar, ” ungkapnya didampingi oleh Penjabat Sektetaris Daerah Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Drs. Yoseph Rera Beka. Turut hadir Bernadus Benu, S.H., M.Hum. selaku anggota panitia seleksi, tim penilai kompetensi seleksi dari Pemerintah Provinsi NTT.

Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man saat membuka seleksi terbuka Sekda Kota Kupang

Dokter Herman Man mengatakan, paling lambat bulan Agustus 2020, Pemerintah Kota Kupang telah memiliki Sekretaris Daerah secara definitif. Ia pun menyampaikan beberapa kriteria yang harus dimiliki seorang Sekda yakni kompetensi manajerial pada bidang yang dipimpin, kualifikasi dan kepangkatan juga harus memenuhi syarat dalam undang-undang yang mengatur proses seleksi.

Sekretaris BKPPD, Ir. Solvie Y. Henny Lukas, dalam laporan panitia menyampaikan kegiatan ini terselenggara untuk menyeleksi calon pejabat pimpinan tinggi pratama Sekretaris Daerah Kota Kupang yang transparan, obyektif, kompetitif dan akuntabel. Memberikan kesempatan kepada ASN Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT yang memenuhi syarat untuk berkompetisi secara terbuka. Selain itu, juga untuk melakukan pengembangan karier ASN dan menghasilkan pejabat pimpinan tinggi pratama yang berkualitas, profesional dan berdaya saing.

Adapun tahapan seleksi yang dilaksanakan adalah seleksi administrasi, uji kompetensi manajerial dan bidang dan wawancara akhir. Metode-metode yang digunakan dalam tahapan seleksi di antaranya penulisan dan persentasi makalah, wawancara, pengamatan atau rekam jejak, diskusi dan bedah kasus.

Peserta seleksi terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (PJPTP) Sekretaris Daerah Kota Kupang yang telah lolos seleksi administrasi antara lain :

  1. Abraham David Evil Manafe, S.Ip., M.Si.(saat ini menjabat Kepala BKPPD Kota Kupang);
  2. Ejbends H. D. S. Doeka, S.Sos., M.Si. (saat ini menjabat Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang);
  3. Fahrensy Priestly Funay, S.E., M.Si. (saat ini menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang);
  4. dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra, M.Si. (saat ini menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang);
  5. Jeffry Edward Pelt, SH. (saat ini menjabat epala BAPPEDA Kota Kupang);
  6. Noce Nus Loa, SH., M.Si. (saat ini menjabat Kepala Badan Kesbangpol Kota Kupang);
  7. Novita Debora Efliana Funay, A.Pi., MT.(saat ini menjabat Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kupang );
  8. Drs. Pieter Charles Sabaneno, M.Si. (saat ini menjabat Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kupang);
  9. Thomas Didimus Dagang, S.Sos., M.Si. (saat ini menjabat Staf Ahli Wali Kota Kupang Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia). (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_chr)
Foto utama oleh palapanews.com
Editor (+rony banase)

Bersama Mengawal NKRI