Arsip Tag: atlet tinju ntt

PB PERTINA NTT Berharap Ada ‘Try Out’ Sebelum PON 2020

253 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PB PERTINA) Provinsi NTT kembali melepas enam atlet tinju yang akan berlaga pada Pra PON tahap II di Bogor, Jawa Barat. Keenam atlet tersebut akan melakoni pertandingan mulai tanggal 13—20 Desember 2019.

David CHR Hari salah satu pelatih tim tinju Pra PON NTT pada saat jumpa pers pada Rabu, 11 Desember 2019, menyampaikan kepada awak media bahwa salah satu faktor penentu keberhasilan pada PON nanti adalah dengan melakukan uji coba (try out).

“Bagaimanapun kita butuh try out. Nah try out itu tentunya butuh dana,” jelas David.

Ia menjelaskan bahwa dengan dilaksanakannya try out maka akan menambah jam terbang para petinju dan itu akan sangat bermanfaat ketika melakoni laga pada PON 2020 nanti. ” Mereka (atlet tinju) terbiasa menghadapi petinju-petinju berkelas,” tegasnya.

Namun menurutnya, yang menjadi kendala adalah terkait dana untuk melakukan try out. Sehingga ia berharap ada pihak yang siap mendanai para atlet untuk bisa melakukan try out sebelum menghadapi PON. “Kita sangat berharap ada pihak yang siap mendanai untuk try out“, ujarnya.

Sekretaris PB PERTINA NTT, David Selan membenarkan hal tersebut. Menurutnya delapan orang yang berhasil lolos Pra PON tahap I merupakan hasil dari try out yang diikuti yaitu pada Piala Presiden yang digelar di Labuan Bajo beberapa bulan lalu.

Lanjutnya, pihaknya sudah memegang jadwal pertandingan internasional dan itu bisa dijadikan sebagai ajang try out namun hal yang sama yang menjadi kendala yakni terkait biaya. ” Kita sudah pegang jadwal pertandingan internasional, namun kita kendala biaya, “ ungkap Selan.

Untuk mengikuti try out membutuhkan biaya yang sangat besar karena mencakup biaya transportasi, penginapan dan juga makan minum.

Ia mencontohkan beberapa Provinsi seperti Jawa Barat pada PON sebelumnya mereka mengadakan try out sehingga hasil pada saat PON sangat memuaskan.

David Selan juga berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT uang sudah menyiapkan dana bagi PB PERTINA melalui KONI. Ia berharap pada tahun 2020 alokasi dana yang disiapkan pemerintah terus bertambah guna menunjang prestasi para atlet.(*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Apresiasi Prestasi Dikson Thon, Pertina NTT Tanggung Pendidikan Anak Sonia Thon

252 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Nusa Tenggara Timur memiliki segudang atlet tinju berprestasi. Salah satu mantan petinju yang pernah mengharumkan nama NTT adalah Dikson Thon yang menorehkan prestasi terbaik meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XV tahun 2000 di Surabaya Jawa Timur.

Sang Juara menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 29 Maret 2019, meninggalkan istri dan 3 (tiga) orang anak. Setelah pensiun dari dunia tinju, Alm.Dikson Thon bersama keluarga pindah ke Jakarta dan meniti kehidupan di Ibu Kota Negara sebagai seorang sekuriti. Dikson (Alm) juga merangkap profesi sebagai seorang debth collector, guna menghidupkan keluarga tercintanya.

Beberapa prestasi lain yang dicatatkan legendaris asal Buraen Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang dalam sejarah tinju NTT, adalah pada Kejurnas Tinju 1998 di Kalimantan Timur, lalu tahun 1999 kembali mempersembahkan medali emas bagi NTT pada Kejuaraan Sarung Tinju Emas di Mataram.

Segudang prestasi yang diraih almarhum, merupakan torehan sejarah yang tidak akan pernah terlupakan. Maka ketika Dikson (Alm) menutup usia, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Pertina NTT, Samuel Haning, yang hadir pada acara pemakaman berjanji untuk memberikan beasiswa kepada salah satu anak dari almarhum Dikson.

“Kita semua tidak bisa melupakan seluruh jasanya, tidak mengeleminir jasa-jasa beliau, seluruh perjuangan beliau. Bagaikan air di sungai, takkan habis oleh waktu atau takkan habis ditimbah sampai hayat menjemput kita”, ujar Samuel Haning dalam acara pelepasan Team Tinju Indonesia Menuju Piala Presiden 2019 pada Selasa, 16 Juli 2019 di Resto Celebes Kupang.

Sebagai bentuk nyata dari pernyataan yang disampaikan, Samuel Haning mengundang Istri Dikson (Alm), Rachel Rohayati Thon, bersama Putrinya Sonia Thon dan kakak kandung almarhum, Tubel Thon dan bertemu langsung dengan Ketua Umum Pertina, Brigjend Pol. Drs. Jhony Asadoma, M. Hum.

“Pertina melihat hal ini perlu, agar anak nona (Dikson.red) bisa sukses dalam pendidikan dan lain-lain. Pertina mengurus segala sesuatu untuk masuk SMA hingga Perguruan Tinggi. Segala biaya ditanggung Pertina”, ujar Samuel kepada awak media.

Lanjut Samuel, keinginan dari Sonia untuk memilih jurusan IPA di SMA juga sudah di konfirmasikan dengan pihak sekolah.

“Dia akan masuk di SMA PGRI Kupang, kita tanggung semua kebutuhannya sampai Perguruan Tinggi”, Ujar Sam Haning.

Sementara itu, Putri pertama dari 3 (tiga) orang bersaudara buah hati almarhum Dikson, yang akan dibiayai studinya oleh Pertina menyanggupi apa yang disampaikan Ketua Pengprov Pertina NTT.

“Cita-cita saya ingin menjadi dosen”, tutur Sonia singkat.

Ketika ditanya apakah memiliki niat mengikuti jejak ayahnya (Alm),Sonia hanya menggeleng pertanda tidak berniat menelusuri jejak sang pahlawan keluarga.

Mendengar cita-cita dari Sonia, Sam Haning secara spontan siap mewujudkan cita-cita dari Sonia. Menurutnya sudah banyak atlet tinju berprestasi yang sudah dibiayai sampai pendidikan S2, sehingga apa yang dicita-citakan Sonia akan dipenuhi.

“Yang punya prestasi dan membawa nama baik tinju NTT, tetap studi sampai S2. Punya cita-cita jadi dosen, dia di IPA ya kita kondisikan”, tegas Sam Haning.

Rachel Rohayati Thon, istri Dikson (Alm), pada kesempatan yang sama menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pertina NTT yang sudah bersedia membiayai putrinya. Dirinya bersyukur karena apa yang dijanjikan Ketua Pengprov Pertina NTT pada saat pemakaman almarhum suaminya akhirnya ditepati.

“Saya berterima kasih karena apa yang dijanjikan Ketua Pengprov Pertina pada saat pemakaman, hari ini ditepati. Saya merasa senang dan bersyukur”, ujar Rachel yang sementara ini menetap di Jakarta Barat bersama anak-anaknya.

Hadir mewakili keluarga besar, Tubel Thon, kakak kandung dari almarhum Dikson, juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Pertina NTT, atas sikap yang diambil Pertina untuk memperhatikan para atlet tinju NTT yang berprestasi.

“Saya sangat berterima kasih kepada pihak Pertina NTT. Harapan saya bahwa apa yang sudah dilakukan Pertina, tidak hanya pada adik saya (Alm.Dikson, red) tetapi dilakukan juga bagi semua atlet yang berprestasi”, pungkas Tubel. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

‘The Border Battle 2019’ — Mencetak Juara Tinju Dunia Baru dari Perbatasan

213 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Olahraga tinju sebagai salah satu andalan Indonesia di kancah olahraga Internasional, beberapa tahun terakhir kekurangan atlet terbaik di tingkat internasional. Hal ini dibenarkan oleh Elisabeth Liu, Son. Sos., SH., selaku Promotor Tinju dunia yang bertajuk ‘Mencetak Juara Dunia dari Batas Negara – The Border Battle 2019’ yang akan dihelat pada 5—7 Juli 2019 di GOR Oepoi Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Even Tinju Dunia ini kita buat dengan tujuan untuk melahirkan atlet-atlet tinju dunia yang bisa mengharumkan Indonesia. Karena beberapa tahun terakhir Indonesia tidak memiliki Juara Tinju Dunia, sehingga Fahiluka Surya Production bersama Chris John Foundation berinisiatif membuat event perebutan gelar Tinju Dunia”, ujar Elisabeth Liu, Ketua Fahiluka Surya Production.

Ketika ditemui Media Garda Indonesia, Kamis, 4 Juli 2019, Elsa sapaan akrabnya mengatakan bahwa Kejuaraan Tinju Dunia mempertemukan petinju terbaik dari beberapa negara Asia dan Australia.

“Turnamen ini mempertemukan para petinju terbaik dari beberapa negara, diantaranya Indonesia sebagai tuan rumah, Australia, Philipina, Thailand dan juga Timor-Leste”, ujar Elsa.

Ketika ditemui di sekretariat The Border Battle 2019, Elsa mengungkap bahwa even ini memperebutkan 3 (tiga) gelar juara dunia dan juga 3 (tiga) partai Internasional non title.

Chris John saat memberikan keterangan pers terkait pelaksanaan The Border Battle 2019 pada 5–7 Juli di GOR Oepoi Kupang. Foto by lintasntt.com

“Akan ada 3 gelar tinju dunia yang diperebutkan yaitu, perebutan Juara Light Flyweight IBO World Title, Gelar Juara Super Feather IBO International dan WBC Asia Title, lalu yang terakhir adalah Gelar Juara Super Lightweight IBO Oceania dan WBC Asia Title“, ungkapnya.

Lebih lanjut, sang Promotor menjelaskan bahwa akan ada partai eksibisi antara sang mantan Juara Dunia Tinju asal Indonesia berhadapan dengan orang nomor satu di NTT. Hal ini sebagai bentuk dukungan dan juga sebagai motivasi pelaksanaan even ini.

“Nanti ada partai eksibisi antara Chris John dan pak Gubernur (Gubernur NTT Viktor Laiskodat), sebagai penyemangat bagi para petinju dan juga dukungan sehingga bisa melahirkan para Juara dunia yang baru. Akan ada juga eksibisi antara Chris John dan Menteri Pemuda dan Olahraga pada puncak nanti”, tambahnya.

Ketika ditanya berkaitan dengan persiapan Chris John, Elsa, mengatakan bahwa Chris John sudah siap, dan Gubernur juga sudah bersedia untuk menghadapi Chris John pada partai puncak nanti.

“Satu bulan terakhir ini, Chris John sudah melakukan persiapan berupa latihan fisik dan beberapa teknik lainnya. Karena dia (Chris John, red) ingin memberikan tontonan yang benar-benar menjadi penyemangat. Pak Gubernur juga sudah siap menghadapi Chris John di atas ring nanti”, ujar pemerhati pembangunan Indonesia, khususnya di NTT itu.

Chris John saat menikmati Welcome Drink di Hotel Flobamor City Kupang – NTT

Lebihnya, pada pembukaan kegiatan nanti akan diadakan lomba Lari Naga Timor, yang dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya pendaftaran.

” Ya betul. Jadi kita berharap kepada para remaja yang berusia 12—16 tahun agar bisa langsung datang ke lokasi. Kita sarankan untuk memakai seragam olahraga dari sekolahnya. Untuk hadiahnya kita siapkan puluhan juta”, ungkap Elsa.

Lomba lari ini, lanjut Elsa, merupakan kerja sama dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) NTT, sebagai dorongan dalam menciptakan bibit-bibit atlet baru yang berprestasi di bidang atletik.

Dari informasi yang di himpun media ini, petinju yang akan bertanding pada perebutan Gelar Juara Light Flyweight IBO World Title , antara Juara Nasional Terbang Layang KTI, KTPI dan ATI, serta Juara Silver Internasional WBC, Tibo Monabesa asal TTU, berhadapan dengan Peringkat 1 kelas Light Flyweight Australia, mantan Juara Silver Internasional WBC, Omari Kimweri asal Australia.

Untuk perebutan Gelar Juara Super Feather IBO Internasional dan WBC Asia Title, akan berhadapan petinju asal Thailand, Panya Uthok, yang merupakan peringkat 1 kelas Super Feather Thailand menantang petinju tuan rumah asal Sumba Timur, Defry Palulu, Juara WBC Asia kelas Super Feather 58,9 kg.

Sementara petinju asal Ngada, Jhon Ruba, mantan Juara WBC Asia kelas Super Lightweight, akan bertanding memperebutkan Gelar Juara Super Lightweight IBO Oceania dan WBC Asia Title, berhadapan dengan petinju asal Philipina, Joepher Mantan, Juara Asian Boxing Federation kelas Super Lightweight.

Pada partai Internasional non Titel akan berhadapan 3 petinju Indonesia asal NTT berhadapan dengan 3 petinju asal Timor-Leste. Akan ada juga 15 pertandingan amatir yang akan mempertemukan para petinju laki-laki amatir, juga petinju perempuan serta para petinju kelas junior.(*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase) Foto : Istimewa oleh Hotel Flobamor City