Arsip Tag: badai seroja

Ke Kamp Pengungsian di Kota Kupang, Ridwan Kamil Bantu 1 Miliar Rupiah

306 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemprov  Jawa Barat turut memberikan perhatian kepada masyarakat NTT yang terdampak bencana alam Siklon Tropis Seroja. Bantuan tersebut langsung diserahkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam kunjungannya ke lokasi pengungsian di Kampung Amanuban, Kelurahan Oebufu, Kota Kupang, pada Sabtu, 1 Mei 2021.

Ridwan Kamil pun menyampaikan duka cita dan memberi penguatan kepada para pengungsi korban bencana alam Siklon Tropis Seroja. “Atas nama masyarakat Jawa Barat, saya menyampaikan turut berduka cita atas bencana alam yang menimpa NTT. Semoga masyarakat yang terkena dampak bencana alam seroja diberi kekuatan dalam menghadapi bencana ini,” ucapnya.

Gubernur Jawa Barat ini menyerahkan bantuan sebesar 1 miliar rupian dari masyarakat Jawa Barat. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat NTT yang terdampak. “Saya datang langsung dari Jawa Barat ingin menitipkan amanat dari masyarakat Jawa Barat karena kami sangat mencintai NTT. Jadi, saat mendengar NTT terkena bencana, kami juga merasakan kesedihan yang mendalam. Maka, hari ini kami membawa bantuan sebesar 1 miliar,” ungkap Ridwan Kamil.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (t-shirt putih dan bertopi putih) didampingi Sekda NTT, Benediktus Polo Maing, Kabiro Administrasi Pimpinan Setda NTT, dan Kalak BPBD Provinsi NTT meninjau lokasi terdampak Badai Seroja

Bantuan ini, tandas mantan Wali Kota Bandung tersebut menunjukkan kepedulian bahwa yang lebih baik keadaannya harus saling membantu kepada yang sedang kesusahan sesuai dengan sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia.

“Jika warga NTT bahagia kita turut bahagia jika warga NTT bersedih kami masyarakat Jawa Barat juga turut merasakannya,” tandas Ridwan Kamil.

Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT Ben Polo Maing juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Jawa Barat yang terlah memberikan bantuan kemanusiaan sebesar 1 miliar. ”Atas nama pemerintah Provinsi NTT dan seluruh masyarakat NTT kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Jawa Barat melalui Gubernur Jabar bapak Ridwan Kamil yang telah memberikan bantuan tali kasih untuk masyarakat NTT,” ujarnya.

Ridwan Kamil berpose dengan masyarakat di Kamp Pengungsi Kampung Amanuban

Tentunya, imbuh Sekda Polo Maing, ini menunjukkan karakter anak bangsa Indonesia yang saling peduli terhadap satu dengan yang lain. “Dan semua bantuan yang telah diterima dari masyarakat Jawa Barat akan disalurkan oleh Posko Provinsi kepada seluruh kabupaten yang terdampak sesuai dengan kebutuhan,” tandasnya.

Saat berada di lokasi pengungsian Kampung Amanuban, Gubernur Ridwan Kamil juga menghibur anak-anak dengan beberapa permainan atau games yang membuat anak-anak di lokasi pengungsian tampak bahagia.

Kunjungan kemanusiaan Gubernur Jawa Barat tersebut ditutup dengan lagu “Halo-Halo Bandung” dari anak-anak di lokasi pengungsian Kampung Amanuban, Kota Kupang. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Provinsi NTT)

Editor (+roni banase)

Finalisasi Data Korban Bencana NTT Tahap I 30 April, Verifikasi II 3 Mei

602 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan batas akhir penyampaian data korban bencana seharusnya pada Senin, 26 April 2021. Namun, masih ada beberapa kabupaten yang belum memasukkan data-data tersebut. Hal ini tentu sangat memalukan. Demikian penegasannya saat penyerahan Dana Tunggu Hunian (DTH) tahap I pasca-bencana Siklon Tropis Seroja dari BNPB kepada Gubernur NTT yang selanjutnya diserahkan kepada wali kota/bupati penerima DTH tahap I di ruang rapat gubernur, pada Rabu, 28 April 2021.

Gubernur VBL pun kembali menegaskan batas akhir penyampaian data pada Jumat 30 April 2021 pukul 00.00 (24.00 WITA).

“Saya minta perhatian serius para Bupati/Wali Kota. Lewat satu menit saja, bupatinya tanggung sendiri (pendanaannya, red). Tidak ada kompromi karena sudah diingatkan berkali-kali. Urus administrasi dan verifikasi data saja lamban dan susah. Saya ingatkan Senin, 3 Mei sudah harus bergerak ke tahap selanjutnya. Kalau ada rakyat yang protes, saya yang terdepan bersama rakyat hadap Bupati,” ulasnya.

VBL lalu menyampaikan maaf kalau harus tegas dan keras. “Karena untuk hal-hal extraordinary,  pendekatannya juga harus super luar biasa. Jangan kita main-main dengan masalah rakyat yang sudah menderita karena bencana ini,” tegasnya.

Gubernur VBL Ucap Terima Kasih kepada Presiden Jokowi dan BNPB

Gubernur VBL menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi. Secara khusus kepada BNPB yang bergerak cepat untuk membantu penanganan bencana di NTT akibat Badai Siklon Tropis Seroja.

“Kami cukup bangga dengan BNPB yang begitu cepat tanggap. Hari pertama bencana, Kepala BNPB sudah ada di Flores. Ini sebuah nilai dan pelajaran berharga untuk kami,  para pemimpin di NTT bahwa kalau rakyat ada masalah, jangan menunggu lama-lama. Pemimpin harus cepat hadir di tengah masyarakat,” ujar Gubernur VBL di hadapan Liaison Officer (LO) atau Pejabat Penghubung dari BNPB,  Brigjen. Syahyudi; Bupati Kupang, Korinus Masneno; Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Bupati lain yang mengikuti secara virtual.

Menurut VBL, sebagai Gubernur yang punya pengalaman lapangan, ia melihat apa yang telah dilakukan Kepala BNPB menunjukkan panggilan pelayanan dengan hati nurani dan keberanian luar biasa. Inilah ciri khas pemimpin.

“Saya tahu situasi saat itu sangat sulit untuk mendarat atau landing di NTT. Kecepatan angin kira-kira 80 km per jam sangat berat untuk pesawat mendarat. Saya juga tahu Kepala BNPB coba landing di Flores Timur, tapi tidak bisa. Dan akhirnya putuskan mendarat di Maumere. Ini ciri khas pemimpin yang berani berdiri di depan dan ambil langkah tegas. Semangat seperti ini harus terus dipupuk oleh semua pemimpin di NTT. Sekali lagi, respek saya untuk Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo dan jajaran, ” ungkap Gubernur VBL.

Gubernur VBL saat menerima simbolis DTH Tahap I dari BNPB,  Brigjen. Syahyudi

Lebih lanjut Gubernur VBL menyampaikan terima kasih atas bantuan DTH tahap pertama.  Gubernur mengingatkan kepada para Bupati/Wali Kota untuk menyalurkannya secara tepat dan cepat. “Uangnya sudah ada, harus cepat dibagikan. Administrasinya sudah ada dan dalam tempo dua hari harus sudah selesai sehingga masyarakat bisa memanfaatkan sesuai peruntukannya.  Kalau bagi uang saja lambat, kita bisa menilai kualitas para Bupati/Wali Kota,” ujarnya.

Dana Tunggu Hunian (DTH) 10 Kabupaten di NTT Rp.7,4 Miliar

Sementara itu, Liaison Officer (LO) atau Pejabat Penghubung dari BNPB,  Brigjen. Syahyudi mengatakan DTH merupakan bantuan Pemerintah Pusat melalui BNPB untuk masyarakat NTT yang terdampak bencana Siklon Tropis Seroja yang rumahnya terkategori Rusak Berat (RB) . Tujuannya untuk cari rumah keluarga atau kerabat sebagai tempat menginap sampai rumahnya selesai dibangun.

“Kita menghindari adanya konsentrasi warga di tempat pengungsi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Besaran dana ini adalah Rp.500 ribu per bulan untuk setiap KK. Tahap pertama ini diberikan untuk tiga bulan. Selanjutnya akan ada tahap kedua untuk 3 bulan berikutnya,” jelas Syahyudi.

Lebih lanjut, Syahyudi mengungkapkan DTH tahap I tersebut diberikan kepada 10 Kabupaten yang sudah memasukkan data. Jumlahnya sebesar Rp. 7.405.500.000,- (Tujuh Miliar Empat Ratus Lima Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). Dana ini diperuntukkan bagi Kabupaten Kupang sebanyak 2.060 rumah, TTU 62 rumah,  Malaka 556 rumah,  Belu 28 rumah,  Alor 733 rumah, Lembata 238 rumah, Flores Timur 234 rumah,  Nagekeo 3 rumah, Sumba Timur 762, dan Kota Kupang 261 rumah.

“Dana ini langsung kami transfer ke rekening daerah. Kami harapkan agar usulan rumah baik itu Rusak Berat,  Rusak Sedang dan Rusak Ringan agar segera finalisasi sesuai fakta yang ada. Jangan sampai ada yang dobel. Seharusnya batas akhir tanggal 26 April,  kami harapkan minggu ini sudah selesai. Terkait lokasi untuk relokasi, kami harapkan harus benar-benar clear. SK usulan data dari Pemerintah Daerah juga harus jelas, apa yang sudah dikirim benar-benar harus merupakan hasil validasi dan verifikasi,” pungkas Syahyudi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD NTT,  Isyak Nuka mengungkapkan DTH yang diserahkan adalah yang sudah dibuatkan SK oleh (Pemerintah) Pusat. Sudah divalidasi dan diverifikasi. Masih ada sebelas Kabupaten yang belum masukan data.

“Yang belum masukan 11 (sebelas) kabupaten. Kalau kemarin semua masukan,  pasti semua sudah terima tahap I, jumlahnya bisa dua kali lipat. Tadi terimanya baru tahap I, tiga bulan lagi mereka terima tahap II dan selesai. Terkait yang rusak ringan dan rusak sedang, sesuai petunjuk pusat akan dilakukan secara swakelola oleh masyarakat. Sementara yang rusak berat akan diproses dan diadakan pembangunannya oleh pihak ketiga yang semua prosesnya dilakukan oleh pemerintah pusat,” jelas Isyak.

Pada kesempatan tersebut Gubernur VBL  menyerahkan secara simbolis DTH kepada Bupati Kupang dan Wakil Wali Kota Kupang.  Untuk Kabupaten Kupang sebesar Rp. 3.090.000.000,- (Tiga Miliar Sembilan Puluh Juta Rupiah) dan Kota Kupang sebanyak Rp.  391.500.000,- (Tiga Ratus Sembilan Puluh Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Provinsi NTT)

Editor (+roni banase)

Doakan Korban Bencana di NTT, Bupati Belu Ajak Hadirin Tunduk Kepala

271 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, SpPD-KGEH.FINASIM mengawali penyampaian pidato perdananya dengan terlebih dahulu mengajak para hadirin menundukkan kepala sejenak guna mendoakan semua orang yang telah meninggal dunia karena penyakit dan sebab – sebab lain.

“Terakhir hari ini, Romo Mateus dipanggil Tuhan karena Covid. Sebelumnya, Romo Vinsen dan semua yang sudah mendahului kita oleh karena sebab apa pun,” ungkap Bupati Belu di Ruang Paripurna Istimewa DPRD Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa, 27 April 2021, sembari berharap, semoga arwah mereka diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Masih dalam suasana prihatin, saya mengajak kita semua mendoakan saudara – saudara kita di seluruh Indonesia yang tertimpa bencana alam, khususnya NTT yang terdampak Siklon Tropis Seroja pada awal April yang lalu. Kita doakan mereka yang sudah mendahului kita, dan mereka yang masih menderita di tempat pengungsian. Semoga tabah menjalani cobaan ini,” pinta Bupati Belu.

Di wilayah Kabupaten Belu, sambung Bupati Agus Taolin, sejumlah desa tertimpa bencana yang mengakibatkan banyak rumah rusak, antara lain di Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk terdapat 158 kepala keluarga, 581 jiwa yang mengungsi. Ada yang ditampung di Gereja GMIT dan sebagian yang menumpang di rumah keluarga. Longsor terjadi juga di Desa Lakmaras, Dualaus, dan Sadi yang menyebabkan banyak ternak mati dan hanyut. Ratusan hektar sawah rusak tersapu banjir sehingga terancam gagal panen, kerusakan infrastruktur jalan, jembatan dan bendungan di Desa Asumanu, Manumuti, Tohe dan Fatuketi.

“Kemarin, Rapat Umum Pemegang Saham Bank NTT, Otoritas Jasa Keuangan menyerahkan 1,5 M untuk sumbangan bencana alam di NTT. Kita doakan, semoga sumbangan ini bisa tiba cepat kepada yang berhak agar dapat meringan beban bencana alam,” harap Bupati Belu.

Selain itu, Bupati Agus Taolin mengucapkan selamat pesta Paskah bagi umat Kristiani. Semoga kebangkitan Kristus membawa kita untuk bangkit menuju perubahan dan melayani sesama dengan lebih baik lagi. “Saya juga mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi saudara – saudara yang beragama Islam, semoga diberikan kekuatan oleh Allah yang Maha Kuasa, sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dengan sebaik – baiknya,” papar Bupati Belu. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Foto: Kominfo Belu

Batas Waktu Validasi Data Kerusakan Rumah di NTT Hingga 26 April 2021

686 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Validasi data jumlah rumah rusak berat, sedang dan ringan harus diberikan Pemerintah Kabupaten atau Kota kepada Pemerintah Provinsi NTT paling lambat pada Senin, 26 April 2021. Data by name by adress, nomor KTP, nomor KK harus lengkap divalidasi untuk diberikan bantuan. Demikian disampaikan Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT, Dr. Marius Ardu Jelamu, M.Si. pada Kamis, 22 April 2021.

Marius mengatakan, pemerintah kabupaten/kota harus cepat tanggap terhadap hal tersebut karena situasinya sangat urgensi mengingat masyarakat yang juga sedang membutuhkan bantuan. “Demikian juga data by name by adress nomor KTP, nomor KK dari warga pengungsi yang tinggal di rumah keluarga supaya diberikan dana tunggu hunian sebesar Rp.500.000/KK/bulan selama 6 bulan. Kami minta untuk segera dilengkapi,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, sesuai dengan pertemuan dengan jajaran Kementerian/lembaga kemarin, Kementerian Sosial membutuhkan data dari kabupaten/kota terkait dengan jumlah orang meninggal agar bisa diproses lebih lanjut untuk dana santunannya. “Lalu Kementerian PUPR juga membutuhkan data yang lengkap tentang kerusakan infrastruktur seperti jembatan dan jalan, baik itu jalan negara, jalan provinsi, maupun jalan kabupaten/kota.

Kementerian Kesehatan juga butuh data mengenai kerusakan-kerusakan fasilitas kesehatan agar diharapkan kabupaten/kota melaporkan data yang selengkapnya. Juga Kementerian Pendidikan juga membutuhkan data kerusakan-kerusakan sarana pendidikan, kita harapkan semua didata dengan baik. “Kita harapkan dengan data tersebut maka diharapkan ada jalan keluar untuk menyelesaikannya dalam kebijakan-kebijakan yang diambil Pemerintah Pusat dan juga Provinsi,” terang Marius.

Sementara itu, berdasarkan koordinasi dengan pihak PT Telkom dinyatakan bahwa jaringan internet saat ini masih dalam tahap pemulihan atau recovery dan ada beberapa titik yang terdampak parah sehingga masih dibutuhkan waktu perbaikan, diharapkan paling lambat pada Rabu, 28 April; semuanya sudah tuntas dan jaringan internet dapat kembali normal. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

CSR Bakti BCA Ringankan Beban Korban Badai Seroja di NTT

227 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PT Bank Central Asia, Tbk (BCA) melalui CSR Bakti BCA menyalurkan bantuan sembako sebanyak 300 paket kepada warga terdampak Badai Seroja di Kabupaten Kupang pada tanggal 19—21 April 2021. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak.

Penyerahan bantuan kemanusiaan dari PT Bank Central Asia, Tbk (BCA) melalui CSR Bakti BCA tersebut, diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Cabang Utama Kupang, Liau Jung Nyap dan Tim BCA Kupang di 4 (empat) desa Kabupaten Kupang yakni Desa Naibonat, Pukdale, Pariti dan Desa Boneana.

Kepala BCA Cabang Kupang, Liau Tjung Nyap saat menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada korban Badai Seroja di Kabupaten Kupang

Kepada Garda Indonesia pada Rabu malam, 21 April 2021 pukul 21.11 WITA, Kepala BCA Cabang Utama Kupang, Liau Jung Nyap menyampaikan semoga bantuan yang diserahkan dapat bermanfaat dan dapat mengurangi beban warga yang terdampak.

“Selain di Kabupaten Kupang, bantuan kemanusiaan BCA juga disalurkan ke Pulau  Adorara Kabupaten Flores Timur, Lembata, dan Kabupaten Sikka,” ungkap Liau sembari menyampaikan jenis bantuan yang berikan berupa genset 20 unit genset, 20 unit tenda, dan 200 paket sembako.

Karena BCA belum punya cabang di sana (daratan Flores, red), tandas Liau, maka pihaknya bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Kami belum ada cabang di sana BCA kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (Perwakilan TNI korem 161/Wirasakti) untuk membantu menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan,” tandasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto oleh Humas BCA Kupang

Naik Perahu Nelayan ke Desa Pukuafu, Bupati Rote Bantu Warga Terdampak

526 Views

Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu, S.E. mengunjungi dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak Badai Seroja di Desa Pukuafu, Kecamatan Landuleko, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 21 April 2021.

Bertolak dari Ba’a (Ibu Kota Kabupaten Rote Ndao) dengan menempuh perjalanan darat sekitar 1 jam 30 menit ke Pelabuhan Rakyat Lokonamon Mulut Seribu kemudian  menggunakan perahu nelayan ke Desa Pukuafu (kurang lebih 1 jam), Bupati Rote didampingi Wakil Bupati, Stefanus Saek; Danlanal Rote, Letkol Laut Anis Latief; Kapolsek Rote Timur, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Army Saek; Kadis PMD, Kasatpol PP, Kabag Umum, Handrian Bessie; dan Plt. Kadis Kesehatan, dr. Veby Riwu; rela basah demi membantu masyarakat.

Untuk diketahui, Desa Pukuafu belum memiliki dermaga, sehingga Paulina Haning Bullu (Bupati Perempuan Pertama di NTT) dan rombongan harus rela basah karena harus memindahkan bantuan dari perahu nelayan ke sampan (perahu kecil, red) untuk menjangkau daratan lalu membagikan bantuan kemanusiaan berupa sembako, selimut dan tikar kepada 124 kepala keluarga.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu mengambil sendiri dan menyerahkan bantuan sembako kepada lansia perempuan di Desa Pukuafu

Selain bantuan kemanusiaan, juga dilaksanakan pengobatan gratis bagi warga Desa Pukuafu dalam momentum Hari Kartini tahun 2021. “Satu orang dapat 2 (dua), ini mama punya dua,” ujar Bupati Paulina Haning Bullu sambil menenteng dan menaruh bantuan sembako di hadapan  lansia perempuan yang berhak menerima bantuan kemanusiaan sembari mengatakan, “Kami juga membawa selimut, tikar, susu untuk anak-anak, biskuit, masker, dan akan diatur oleh Mama Desa (Kepala Desa Pukuafu, red). Kami hanya bagi simbolis saja.”

Di hadapan warga Desa Pukuafu, Bupati Paulina Haning Bullu, menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan biaya semacam kos sebesar Rp.500.000,- (lima ratus ribu) per bulan bagi yang mengungsi karena rumahnya rusak akibat Badai Seroja. “Ada yang mengungsi,” tanyanya kepada warga dan Kepala Desa Pukuafu dan dijawab, “Tidak Ada!”

Bupati Rote Ndao juga mengimbau masyarakat jika telah memperbaiki rumah secara mandiri, maka harus menyimpan nota atau kuitansi dikumpulkan agar dapat dipertanggungjawabkan kepada pemerintah. “Jadi, beli kayu berapa, seng berapa lembar, harus ada nota. Supaya dapat dipertanggungjawabkan dan uang yang telah dikeluarkan dapat diganti kembali,” terangnya.

Usai memberikan bantuan kemanusiaan 250 paket sembako, 250 selimut, dan 150 tikar kepada warga Desa Pukuafu, Bupati Rote Ndao beserta rombongan, meninggalkan lokasi menggunakan perahu nelayan menuju Mulut Seribu dan selanjutnya kembali ke Ba’a.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto oleh Jery–RoteTV

Kodim 1627/Rote Ndao Bantu Alat Masak bagi Warga Terdampak Badai Seroja

195 Views

Rote Ndao, Garda Indonesia | Bakti Sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat terdampak Badai Seroja terus dilakukan oleh Kodim 1627/Rote Ndao. Komandan Kodim serta Babinsa dari masing-masing sektor hadir saat penyerahan bantuan pada Senin, 19 April 2021, bertempat di Desa Dolasin Kecamatan Rote Barat Daya dan Desa Kuli Aisele serta Desa Kuli, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/15/personil-kodim-1627-rote-ndao-vaksinasi-covid-19-tahap-i/

Saat di Desa Kuli Aisele, bantuan dibagikan ke warga di lokasi pengungsian Translok, Dusun Istua, yang mana 9 kepala keluarga  mendapatkan bantuan berupa alat masak dan keperluan rumah tangga berupa, kompor, wajan, panci, teko, dan gelas minum. Begitu pula di Desa Dolasin, Kecamatan Rote Barat Daya, bertempat di Gereja GMIT Dinis Ndanggaoen, Kodim 1627/Rote Ndao menyerahkan bantuan serupa kepada 8 KK di Dusun Dombo, Desa Kuli.

Bantuan yang diberikan oleh Kodim 1627/Rote Ndao guna membantu meringankan sementara beban masyarakat korban Badai Seroja. Kegiatan berlangsung malam hari sekitar pukul 20.00.WITA. yang dihadiri oleh Komandan Kodim serta Babinsa Koramil 1627-01/Baa, Serda Jose Timo dan Babinsa Koramil 1627-03/Batutua, Sertu Anwar Hamsah dan perangkat desa. (*)

Penulis dan Foto (*/Salman/Biro Garda Rote Ndao)

Editor (+roni banase)

Keluarga Besar Putra Putri Polri Daerah NTT Bantu Korban Badai Seroja

277 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Badai Siklon Tropis Seroja yang meluluhlantakkan 15 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada rentang waktu tanggal 3—5 April 2021 memutuskan jaringan listrik, telekomunikasi, kerusakan fasilitas umum, rumah-rumah penduduk hanyut terseret banjir bandang, dan mengakibatkan 181 orang meninggal dunia dan sekitar 45 orang hilang.

Duka yang bertepatan dengan perayaan Paskah 2021 dan memasuki bulan Ramadan 1442H tersebut menjadi perhatian dari Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) Daerah Nusa Tenggara Timur dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada para korban bencana di wilayah Provinsi NTT.

Diawali dengan pendistribusian bantuan bagi korban bencana banjir bandang di Kabupaten Malaka, Ketua Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) Daerah Nusa Tenggara Timur, Ir. Lay Djaranjoera, M.Si. Wakil Sekretaris, Simson Alirensus Ratoe Oedjoe, S.Pd., dan Bendahara, Daniel F. Maro, S.P., M.Si. menyerahkan bantuan berupa sembako (beras, mi instan, dan gula pasir), termasuk masker untuk pencegahan penyebaran Covid-19 pada Minggu, 18 April 2021.

Ketua Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) Daerah Nusa Tenggara Timur, Ir. Lay Djaranjoera, M.Si. (kedua dari kiri) saat menyerahkan secara simbolis bantuan kepada Wakapolres Malaka

Bantuan KBPP Polri Peduli Bencana NTT diterima Wakapolres dan didampingi Wakil Sekretaris KBPP Polri Resor Malaka dii Mako Polres Malaka.

Lay Djaranjoera berharap kiranya bantuan KBPP Polri Peduli Bencana NTT dapat bermanfaat bagi saudara yang kena dampak bencana. “Bukan dilihat dari besar kecilnya bantuan tapi lebih dikedepankan niat hati yang tulus untuk berbagi kasih dan turut mengambil bagian dalam kepedulian terhadap bencana NTT,” ujarnya.

Selain itu, tandas Lay, KBPP Polri Peduli Bencana NTT, juga menyerahkan sejumlah uang tunai dan masker yang dapat berdaya guna untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tengah saudara yang terdampak bencana. “Untuk distribusi bantuan bencana ke Flores Timur, Lembata, Sabu Raijua, bakal disesuaikan dengan jenis kebutuhan dan jumlah batuan berbeda untuk tiap daerah,” pungkasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto (*/koleksi KBPP Polri NTT)