Arsip Tag: benediktus polo maing

Pasca-terpapar Covid, ‘Swab’ I Wagub NTT Negatif dan Gubernur Membaik

594 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kondisi terkini Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi secara fisik dalam keadaan segar dan sehat. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing kepada awak media di halaman depan Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, pada Senin pagi, 18 Januari 2021.

“Pasca-diumumkannya pak Gubernur dan Wakil Gubernur terkonfirmasi positif Covid-19 pada 13 Januari 2021 lalu, kondisi terkini Bapak Gubernur dan Wagub masih menjalankan karantina dan secara fisik dalam keadaan segar dan sehat,” ujar Sekda Benediktus.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/01/15/ini-pesan-gubernur-ntt-saat-isolasi-covid-19-julie-laiskodat-kami-video-call/

Sekda juga menjelaskan bahwa kondisi Gubernur VBL dalam keadaan baik dan masih menjalani masa karantina  di RSPAD Gatot Subroto-Jakarta. “Kondisi terkini Pak Gubernur masih menjalani karantina di RSPAD Gatot Subroto-Jakarta, sesuai dengan protap medis terkait dengan penanganan Covid, sehingga pada saat ini beliau belum berada di tempat dan bekerja sebagaimana biasanya, namun secara fisik beliau dalam kondisi yang sehat dan segar,” terangnya.

Kondisi kesehatan terkini Bapak Wagub Josef pun disampaikan Sekda Polo Maing. “Terkait dengan perkembangan terkini kondisi Kesehatan Bapak Wagub Josef, beliau telah melakukan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) pertama setelah terkonfirmasi positif Covid-19 dan hasilnya negatif, saat ini beliau bekerja dari rumah, sambil menunggu secara medis pemeriksaan PCR yang kedua dan setelah pemeriksaan yang kedua hasilnya negatif, tentunya sesuai dengan protap medis, Bapak Wagub dapat kembali bekerja seperti biasa,” jelas Sekda Polo Maing.(*)

Sumber berita (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Foto utama (*/koleksi foto Julie Sutrisno Laiskodat)

Editor (+roni banase)

Kadis Kesehatan NTT dr Meserasi Ataupah Gagal Vaksinasi Covid, Ada Apa?

544 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Program Vaksinasi Covid-19 telah dimulai, diawali dengan penyuntikan kepada Presiden Jokowi pada Rabu pagi, 13 Januari 2021. Untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dihelat pada Kamis pagi, 14 Januari 2021 pukul 08.30 WITA—selesai di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2021/01/11/wakil-gubernur-ntt-josef-nae-soi-positif-covid-19/

Namun, ada beberapa pejabat yang batal menerima vaksinasi Covid-19 yakni Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL); Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi; keduanya terkonfirmasi positif Covid. Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni juga tak ikut karena sedang menunggu hasil swab PCR, termasuk Kadis Kesehatan Provinsi NTT, dr. Meserasi Ataupah pun tak ikut program vaksinasi perdana di wilayah NTT tersebut.

Selain dr Meserasi Ataupah, pejabat publik yang batal menerima vaksinasi Covid-19 antara lain Kabiro Umum, George Hadjo; Kepala Badan Keuangan Daerah Zakarias Moruk. Sementara, yang berhasil menerima vaksin yaitu Sekda NTT, Benediktus Polo Maing; Rektor Undana, Prof. Fredrik Benu, Ketua Majelis Sinode GMIT, Pendeta Mery Kolimon; Direktur RSU W.Z. Johannes Kupang, dokter Mindo Sinaga; perwakilan Keuskupan Agung Kupang, Romo Donisius Manikin, dan Kepala Balai POM NTT, Yoseph Nahak.

Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing saat mengikuti tahapan Vaksinasi Covid-19

dr Stefanus Soka, SpB, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Kupang yang menghelat kegiatan Vaksinasi Covid-19 kepada Garda Indonesia pada Kamis siang, 14 Januari 2021 mengungkapkan bahwa dr Meserasi Ataupah sedang mengalami sakit asma.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/01/13/gubernur-provinsi-ntt-viktor-laiskodat-positif-covid-19/

“Beliau tidak ikut. Informasi dari sekretarisnya, Pak Kadis Kesehatan sedang sakit asma dan sedang kumat karena kalau asma tidak boleh divaksin,” terang dr. Stefanus Soka.

Vaksinasi Covid-19, imbuh dr Stefanus Soka menyampaikan, merupakan perhatian pemerintah untuk melindungi masyarakat sehingga pemilihan jenis vaksin sudah diperhitungkan dengan saksama. “Jenis vaksin Covid-19 ini aman, dengan kita menerima vaksin, kita sudah melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” tandasnya.

Selain informasi bahwa Kadis Kesehatan Provinsi NTT sakit asma, juga beredar informasi bahwa dirinya sedang menunggu hasil test rapid dari laboratorium kesehatan.

“Klarifikasi dari kepala laboratorium kesehatan, hasil rapid test pak kadis non reaktif, beliau tidak jadi divaksin karena  kurang sehat, asma beliau kambuh dari semalam,” ungkap salah satu pejabat di Dinas Kesehatan Provinsi NTT seraya menyampaikan semoga besok (Jumat, 15 Januari 2021) bisa kembali fit.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh jefry—medika star

Modal Inti Bank NTT Kurang 1,23 Triliun, Perlu Partisipasi Pemda Se-NTT

725 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) menghelat Rapat Pembahasan Rencana Penyertaan Modal pada Kamis, 6 Agustus 2020 di Aula Fernandes Gedung Sasando. Difasilitasi oleh Pemprov NTT, rapat menghadirkan para Sekda, Ketua DPRD, dan Kabag Keuangan dari pemda/pemkot se-NTT. Hadir pada kesempatan tersebut Kepala OJK NTT, Robert Sianipar; Asisten III Setda NTT, Johanna Lisapaly; dan Sekda NTT, Benediktus Polo Maing.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/05/16/dua-langkah-bank-ntt-pemprov-ntt-pemkot-pemda-gapai-modal-inti-3-triliun/

Tujuannya untuk mendorong peran aktif pemda/pemkot untuk menyertakan modal disetor dalam rangka memenuhi modal inti sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengerek syarat minimal modal inti pada bank umum dari saat ini sebesar Rp.100 miliar menjadi Rp.3 triliun. Ketentuan ini diharapkan akan mempercepat proses penggabungan atau konsolidasi pada industri perbankan. Jika tak juga mampu memenuhi syarat modal tersebut, maka bank tersebut harus bersiap turun kelas menjadi Bank Perkreditan Rakyat atau BPR.

Terkait penetapan regulasi OJK tersebut, Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) pun diwajibkan mengikuti regulasi usaha perbankan saat ini berdasarkan modal inti tercantum dalam Peraturan OJK Nomor 6/POJK.03/2016 tentang kegiatan usaha dan jaringan kantor bank berdasarkan modal inti bank dengan perubahan regulasi pada tahun 2020.

Kepala OJK NTT, Robert Sianipar mengungkapkan bahwa saat ini Bank NTT berada di urutan 12 dalam segi modal disetor. “Hingga Juli kemarin (tahun 2020, red) baru mengumpulkan modal disetor mencapai Rp.1,4 triliun, namun jika dilihat perkembangan 5 tahun terakhir, booking fee terus meningkat,” urainya.

Sekda NTT, Benediktus Polo Maing saat memimpin Rapat Pembahasan Rencana Penyertaan Modal didampingi oleh Plt. Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho; Asisten III Setda NTT, Johanna Lisapaly dan Kepala OJK NTT, Robert Sianipar

Namun, imbuh Robert, rata-rata peningkatan relatif kecil. “Jadi, 22 kabupaten/kota rata-rata penyertaan modal disetor sekitar 60 miliar, harus diupayakan agar modal inti terus meningkat dengan penyertaan modal disetor,” pintanya sembari menyampaikan berdasarkan data yang dihimpun OJK menunjukkan bahwa laba yang diperoleh telah disetor menjadi dividen yang mana rata-rata laba per tahun Bank NTT sekitar 300 miliar.

Plt. Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan bahwa berdasarkan perhatian dari OJK NTT, maka manajemen Bank NTT perlu membeberkan tingkat keyakinan sebagai dasar pendorong penambahan modal inti minimum dengan kekuatan modal disetor Bank NTT hingga Desember 2019 sebesar Rp.1,383 miliar dan modal inti Bank NTT sebesar 1,7 triliun.

Alex Riwu Kaho pun membeberkan pertumbuhan modal disetor dari tahun 2016—2020. “ Modal disetor pada tahun 2016 Rp.291 miliar (36,77%), 2017 Rp.204 miliar (18,82%), 2018 Rp.45 miliar (3,54%), 2019 Rp.53 miliar (4,01%), dan tahun 2020 Rp.209 miliar (15,13%),” bebernya.

Terkait Dividen Bank NTT dalam 9 tahun terakhir, Alex Riwu Kaho menyampaikan bahwa dividen yang diberikan kepada para pemegang saham pada tahun 2010 sebesar Rp.114 miliar, sedangkan tahun 2019, dari laba yang dicapai, dividen yang diberikan kepada pemegang saham sebesar Rp.207 miliar. “Sehingga dari total penyertaan modal dari seluruh pemegang saham, maka total dividen yang telah dibayarkan oleh Bank NTT sebesar Rp.1,906 triliun,” tandasnya.

Sehingga, imbuh Alex, berdasarkan Keputusan RUPS Tahunan pada 6 Mei 2020, diputuskan pemotongan 50% untuk penyetoran modal inti, namun putusan tersebut belum sesuai dengan ketentuan pencatatan keuangan pemda, maka akan ditinjau kembali, sehingga seluruh dividen akan disetor tahun buku 2019 secara penuh kepada pemerintah daerah.

Jajaran Direksi Bank NTT, (dari kiri ke kanan); Direktur Umum, Umbu Landu Praing; Direktur Pemasaran Dana, Absalom Sine; dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu saat mengikuti rapat pembahasan

Sementara itu, Sekda NTT Benediktus Polo Maing menyampaikan bahwa Bank NTT harus bekerja secara optimal dengan dukungan penuh dari pemprov, pemkot/pemkab untuk menunjang struktur modal agar dapat berkontribusi terhadap pembangunan, sehingga diperlukan pemenuhan modal inti sebesar Rp.3 triliun.

“Saat ini, modal inti Bank NTT sebesar Rp.1,7 triliun dan perlu penambahan sebesar Rp.1,3 triliun dan untuk pemenuhan tersebut dilakukan dengan skema internal atau pun eksternal,” jelasnya.

Skema pemenuhan internal, urai Sekda, melalui pemenuhan dividen sesuai RUPS di Labuan Bajo langsung dipotong 50 persen, namun sesuai regulasi diperlukan perda dan telah diprogramkan dividen yang diterima oleh pemda sebagai pendapatan jadi harus masuk ke rekening baru kemudian dipotong. “Jadi, tidak bisa langsung dipotong dan untuk menganulir keputusan RUPS, maka harus dilakukan RUPS, namun pihak Bank NTT meminta waktu hingga 2 minggu ke depan,” terangnya.

Sekda NTT pun menyampaikan jika menempuh jalur eksternal, dengan menggunakan investor, maka prosesnya pun tidak mudah karena harus melalui tahapan panjang dan tidak mudah. “Terkait hal ini, maka yang diperlukan adalah kepastian dan kesediaan penyertaan modal dan berapa besar nilai modal yang akan disetor oleh masing-masing pemda. Jadi, kita segera melakukan langkah-langkah untuk memastikan setiap kabupaten/kota untuk segera menyiapkan perda dan nilai minimal modal yang akan disetor,” pungkasnya.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto oleh Humas Bank NTT

LLDikti XV Kupang Pastikan Layanan Pendidikan Tinggi Terpusat di NTT

780 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) XV Kupang yang dipimpin Sekretaris, Drs. Ade Erlangga Masdiana, M.Si. menyambangi Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT. Selain bersilaturahmi, pihak LLDikti juga menyampaikan berbagai program dan rencana untuk mengembangkan pendidikan tinggi di Provinsi NTT.

“Sekarang kami masih menata atau membereskan organisasinya, sumber daya manusianya, dan berbagai infrastruktur lainnya,” tandas Ade Erlangga bersama tim di depan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Ir. Ben Polo Maing, di ruang kerja Sekda Gedung Sasando, Jalan Raya El Tari nomor 52 Kupang, pada Jumat sore, 12 Juni 2020.

Di hadapan Sekda Polo Maing didampingi Kepala Dinas Pendapatan dan Aset Provinsi NTT, Dr. Zet Sonny Libing, M.Si.; Ade Erlangga juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Pemprov NTT yang telah mendukung keberadaan LLDikti XV Kupang.

“Atas nama Kemendikbud dan Pak Sekjen, kami menyampaikan ucapan terima kasih untuk perhatian dan dukungan Pemprov NTT; secara khusus telah menghibahkan tanah untuk kami membangun gedung LLDikti,” ucap Ade Erlangga.

Untuk sementara kata Ade Erlangga, pihaknya masih menggunakan gedung yang ada di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi NTT. “Kami masih di gedung LPMP Provinsi NTT. Semoga tahun depan kami sudah punya gedung sendiri,” kata Ade, sambil tersenyum.

Kalau proses penataannya rampung, lanjut Ade Erlangga, pihaknya akan mengundang Pemprov NTT, Wali Kota Kupang dan para Bupati seluruh NTT untuk sama-sama mendiskusikan bagaimana model dan desain pendidikan tinggi yang di Provinsi NTT. “Kami mohon dukungannya sehingga ke depan kita bisa diskusi bersama bagaimana strategi dan desain pendidikan tinggi di Provinsi NTT. Agar para lulusan dari perguruan tinggi yang ada di Provinsi NTT mampu dan sanggup menjawab kebutuhan pasar kerja,” tandasnya.

Sebelumnya, Ade Erlangga dan tim sempat bertandang ke Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT dan diterima Kepala Biro, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. “Kehadiran kami di Kupang hanya untuk memastikan adanya dukungan Pemprov NTT agar akselerasi pembangunan pendidikan tinggi di Provinsi NTT dapat berjalan dengan baik untuk kemajuan kualitas sumber daya manusia,” kata Ade Erlangga.

Keberadaan LLDikti XV di Kupang, sebut Ade Erlangga, untuk memperpendek layanan pendidikan tinggi. “Karena selama ini layanan pendidikan tinggi harus ke Bali; tapi ke depan semua layanan pendidikan tinggi akan terpusat di Provinsi NTT,” jelas Ade Erlangga.

Terkait 17 tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah diseleksi oleh Pemprov NTT, Ade Erlangga menjelaskan, mereka semua akan di-assesment pihak Kemendikbud RI.(*/+rb)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Covid-19, Gubernur NTT : ASN Pemprov Tetap Bekerja dan Makan Banyak Kelor

445 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Untuk meminimalkan dampak penyebaran virus corona (Covid-19), maka diberlakukan jarak sosial (Social Distancing) dan bekerja dari rumah (Work from Home) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, bagi ASN lingkup Pemprov NTT, hingga Jumat, 20 Maret 2020 masih melakukan aktivitas perkantoran. Sementara, ASN lingkup Kota Kupang telah libur bekerja di rumah pada 20 Maret—4 April 2020.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat dikonfirmasi awak media tentang kepastian kerja dari rumah bagi ASN mengatakan bekerja seperti biasa dan melakukan jarak sosial (Social Distancing).

“Perbanyak istirahat, olahraga cukup dan perbanyak makan kelor (marungga),” ujar Gubernur pada Kamis, 19 Maret 2020 usai melakukan penandatanganan kerja sama pinjaman daerah dengan Bank NTT di halaman Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

Selain itu, mantan Anggota DPR RI ini mengimbau untuk tidak bertemu setiap banyak orang dan istirahat yang cukup. Gubernur VBL juga mengajak ASN untuk berolahraga lari mengelilingi Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT dan melakukan apel pagi agar terpapar sinar matahari pagi.

“Berjemur di bawah matahari pagi bagus untuk kesehatan karena virus corona tidak bertahan pada suhu di atas 27 derajat,” tandasnya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing saat rapat koordinasi dengan para sekda se-kabupaten/kota di halaman Kantor Gubernur NTT pada Jumat, 20 Maret 2020 menyampaikan bahwa ke depan akan dipertimbangkan bekerja di rumah bagi ASN.

“Aturan sudah ada bagi ASN untuk bekerja dari rumah, tinggal menyesuaikan dengan kondisi ke depan,” ungkapnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Sekda NTT Pinta DAK APBD 2019 Dipercepat

182 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Ir. Benediktus Polo Maing meminta pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT untuk mempercepat proses pelaksanaan paket proyek yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD NTT tahun 2019.

“Sekarang sudah 20 Mei, sedikit lagi masuk bulan Juni, jadi tolong perhatikan program APBD DAK Fisik yang berjumlah 61 paket. Baru berproses 40%. Masih banyak yang belum berproses di Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi NTT,” ujar Sekda NTT di depan peserta apel Senin 20 Mei 2019, di halaman Gedung Sasando Jalan Raya El Tari Kupang.

https://gardaindonesia.id/2019/05/20/harkitnas-ke-111-menteri-rudiantara-minta-jaga-semangat-gotong-royong/

Menurutnya, batas akhir kontrak paket DAK APBD NTT tahun 2019 yakni 20 Juli 2019.
“Saya percaya dengan penyampaian ini, para pimpinan perangkat daerah tahu dan saya harap tidak setiap kali apel, saya sampaikan hal ini,” ucap Sekda sebelum membaca sambutan Menkominfo RI terkait peringatan 111 tahun Hari Kebangkitan Nasional.

Sekda berharap, agar para pimpinan perangkat daerah secepatnya melakukan evaluasi.
“Ini perlu evaluasi khusus, termasuk kegiatan-kegiatan yang lain,” pinta Sekda seraya menambahkan untuk cepat melakukan evaluasi sehingga progressnya signifikan dengan target-target yang ditetapkan.

Dikonfirmasi usai apel, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi NTT, Drs. Siprianus Kelen mengaku, optimis pelaksanaan paket DAK APBD NTT Tahun 2019 sesuai jadwal waktu yang telah ditetapkan. “Kami sangat optimis akan sesuai jadwal waktu. Paket yang besar-besar di Dinas PUPR NTT sudah hampir selesai. Sekarang tinggal yang kecil-kecil saja,” ungkapnya

34 Aparatur Sipil Negara (ASN) Purna Tugas

Pada bagian lain, Sekda NTT menyerahkan sertifikat dan dana bantuan kepada 2 (dua) perwakilan ASN yang purna tugas per 1 Juni 2019.

Kabid Disiplin dan Korpri BKD Provinsi NTT, Carolina Maria A. Ondok, SH dalam laporannya menuturkan terdapat 34 ASN purna tugas yang terdiri dari 13 golongan IV, 18 golongan III, dan golongan II sebanyak 3 (tiga) orang. (*)

(*/valeri guru-pranata humas biro humas dan protokol setda provinsi ntt)
Editor (+rony banase) Foto oleh oasepapua.id

Harkitnas Ke-111, Menteri Rudiantara Minta Jaga Semangat Gotong Royong

176 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pentingnya semangat gotong royong dalam menjaga kemajemukan dan keutuhan bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Rudiantara dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Ir. Benediktus Polo Maing pada Apel Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Ke-111 Lingkup Pemerintah Provinsi NTT di Halaman Kantor Gubernur Sasando, Senin, 20 Mei 2019.

Mengutip dari salah satu kalimat naskah Sumpah Palapa ‘Amukti Palapa’ yang oleh para ahli diartikan sebagai perjuangan Gajah Mada dalam mempersatukan Nusantara, Rudiantara menghimbau agar segenap warga masyarakat selalu menghargai, menghormati serta menjaga apa yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan dan leluhur pendahulu kita pada masanya.

“Mari kita tinggalkan perbuatan-perbuatan yang dapat memecah belah bangsa seperti permusuhan, kebencian, kebohongan serta fitnah antar sesama,” ajak Rudiantara dalam sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Rudiantara juga meminta kita semua untuk turut pula mendoakan saudara-saudara kita para pahlawan demokrasi yang telah gugur melaksanakan tugas demi kelancaran pemilihan presiden dan wakil presiden serta pemilihan anggota legislatif.

Diakhir sambutannya, pria yang pernah menjabat sebagai anggota komisaris di Indosat ini kembali mengajak semua anak bangsa untuk selalu memperbarui semangat gotong royong sebagai suatu warisan kearifan lokal untuk dapat bersaing sehingga bangsa ini dapat menuju kejayaan dipentas global.

Apel Hari Kebangkitan Nasional ini disatukan dengan Penyerahan SK Purna Bhakti ASN Lingkup Pemerintah Provinsi NTT yang masuki masa pensiun per 1 Juni 2019.

Hadir pada kesempatan tersebut, Para Asisten Setda NTT, Staf Ahli, Pimpinan Perangkat Daerah dan para ASN Lingkup Pemerintah Provinsi NTT. (*)

Sumber berita (*/ Biro Humas dan Protokol Pemprov NTT)
Editor (+rony banase)