Arsip Tag: BMKG Kupang

Minimalkan Dampak Bencana di NTT, BMKG Pasang ‘WRS New Gen’

148 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kini, WRS NewGen terpasang di Stasiun Geofisika Kupang pada Rabu, 24 Juni 2020. Warning Receiver System (WRS) merupakan salah satu alat yang digunakan untuk penyebaran informasi gempa bumi dan tsunami melalui komputer BMKG kepada komputer institusi lokal (pemerintahan, TNI, POLRI, media televisi, radio, dan lain-lain) dengan pendaftaran IP Address.

Sholakhudin Noor Falah, Kasi Data dan Informasi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Stasiun Geofisika Kampung Baru Kupang menyampaikan alasan penyebaran informasi bencana gempa bumi dan tsunami menjadi salah satu tugas penting dari BMKG, sehingga peningkatan terhadap layanan ini terus dilakukan.

Menurut Sholakhudin, peningkatan dilakukan dengan merilis WRS New Gen (Warning Receiver System New Generation) berupa smart display sehingga informasi dapat disebarluaskankan secara real-time. “Peralatan ini diharapkan dapat menjamin penyebaran informasi di daerah potensi gempa bumi dan tsunami menjadi lebih cepat sehingga para stakeholder dapat mengambil langkah penting pada saat terjadi bencana,” urainya.

Wilayah Nusa Tenggara Timur, imbuh Sholakhudin, dikenal dengan lokasi yang memiliki tingkat kejadian gempa bumi yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena wilayah Nusa Tenggara Timur termasuk dalam zona transisi akibat adanya pertemuan tiga lempeng tektonik besar yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik dan lempeng Indo-Australia.

“Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, telah tercatat lebih dari 990 kejadian gempa yang didominasi oleh gempa dengan magnitude > 4,0,” ungkapnya.

Mengingat tingginya risiko akibat gempa bumi, terdapat 19 titik pemasangan WRS New Gen yang tersebar di seluruh NTT. Beberapa lokasi yang telah terpasang peralatan tersebut di antaranya Stasiun Geofisika Kupang, BPBD Flores Timur, BPBD Manggarai Barat, BPBD Ende, BPBD Nagekeo, BPBD Manggarai, Kantor Bupati Ngada, dan BPBD Sumba Barat Daya.

“Diharapkan, tujuan awal dari pemasangan WRS New Gen tersebut dapat berjalan secara maksimal sehingga dampak dari bahaya bencana gempa bumi yang terjadi dapat diminimalkan,” tandas Sholakhudin.(*)

Sumber berita dan foto (*/BMKG Kampung Baru Kupang)
Editor (+rony banase)

Gempa Bumi Tektonik M5,2 di Kab.Belu, Terasa Hingga di Kefa

70 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Pada Hari Minggu, 7 April 2019, pukul 10.18.20 WITA, wilayah Kabupaten Belu diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan M=5,2 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=4,9.

Kepala Stasiun Geofisika Kampung Baru – Kupang, Robert Owen Wahyu, S.Si., mengatakan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,6 LS dan 124,77 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 15 km arah barat Kota Atambua, Kabupaten Belu, Propinsi Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 54 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia”, terang Robert

Lanjutnya, Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Kabupaten Belu ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar turun atau Normal Fault.

“Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di daerah Kefamenanu II-III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami”, ungkap Robert.

Hingga pukul 10.45 WITA, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

BMKG menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (*)

Sumber berita (*/BMKG Kupang)
Editor (+rony banase)

Hati-hati!, Gelombang Tinggi Hingga 7 Meter di Perairan NTT

147 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | BMKG El Tari Kupang merilis analisis cuaca terkait peningkatan tinggi gelombang laut di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur, Jumat, 5 April 2019. Dari hasil analisis cuaca, terpantau adanya Tropical Depression (TD)

Dikutip dari wikipedia.org, Tropical Depression atau Depresi Tropis dalam meteorologi, siklon tropis (atau hurikan, angin puyuh, badai tropis, taifun, atau angin ribut tergantung pada daerah dan kekuatannya) adalah sebuah jenis sistem tekanan udara rendah yang terbentuk secara umum di daerah tropis. Sementara angin sejenisnya bisa bersifat sangat merusak atau destruktif tinggi, siklon tropis adalah bagian penting dari sistem sirkulasi atmosfer, yang memindahkan panas dari daerah khatulistiwa menuju garis lintang yang lebih tinggi.

Kepala Stasiun Meteorologi Kupang, Bambang Setiajid,MT., melalui rilis yang diterima media ini mengatakan dari hasil analisis cuaca, terpantau adanya Tropical Depression (TD) yang terjadi di Selatan Pulau Timor yang diperkirakan akan meningkat menjadi Siklon Tropis

“Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan tinggi gelombang disertai peningkatan curah hujan di Rote, Sabu, dan sebagian Pulau Timor dan berpotensi terjadi angin kencang di wilayah NTT”, ungkap Bambang Setiajid

Lanjut Bambang, adapun di wilayah-wilayah perairan dengan potensi gelombang tinggi sebagai berikut:

  • Laut Sawu, Gelombang Laut mencapai 2.5—5 meter;
  • Perairan selatan P. Sumba, Gelombang Laut mencapai 3—4 meter;
  • Samudera Hindia selatan NTT, Gelombang Laut mencapai 5—7 meter;
  • Perairan selatan Kupang – Pulau Rote, Gelombang Laut mencapai 3—5 meter;
  • Laut Timor selatan NTT, Gelombang Laut mencapai 3—7 meter

“Kondisi cuaca ini diprakirakan hingga 7 April 2019 dan berangsur membaik/kondusif”, terang Bambang

BMKG memberikan himbauan kepada masyarakat yang beraktifitas di sekitar wilayah perairan tersebut di atas untuk memperhatikan keselamatan pelayaran dan mengamankan kapal-kapal, serta selalu memperhatikan informasi cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG.(*)

Sumber berita (*/BMKG Kupang)
Editor (+rony banase) Foto by sindonews.com

Gempa Bumi Guncang Kefamenanu, Tidak Berpotensi Tsunami

70 Views

Kefa-TTU, Garda Indonesia | Gempa bumi tektonik berkekuatan M=4.7 mengguncang sebelah Tenggara Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi Nusa Tenggara Timur pada hari Jumat/ 15 Maret 2019 pukul 08.30.03 WITA

Hasil analisa BMKG menunjukkan Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9.56 LS dan 124.72 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 18 Km Tenggara Kabupaten Timor Tengah Utara, Kefamenanu, Provinsi NTT, pada kedalaman 29 km.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Robert Owen Wahyu, S.Si., mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Belu di Tenggara Kefamenanu.

“Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di Kefamenanu II – III MMI”, jelasnya

Lanjut Robert, Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

“Hingga pukul 09.11 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum terjadi aktivitas gempabumi susulan”, ungkap Robert

Robert menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (*)

Sumber berita (*/BMKG El Tari Kupang)
Editor (+rony banase)

BMKG Klarifikasi Hoaks Kecepatan Angin 45 knots pada 17—20 Maret

280 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Beredar himbauan di pesan whatsapp dan media sosial lain bahwa yang memiliki pohon besar di dekat rumah tolong di tebang karena bakal akan badai besar mulai tanggal 17 Maret 2019 dengan puncak badai berupa angin kencang sebesar 45 knots pada 18—19 Maret dan berakhir pada Rabu/20 Maret 2019

Kepala Stasiun BMKG El Tari Kupang, Bambang Setiajid, MT, dalam klarifikasinya menyatakan bahwa informasi tersebut hoaks (berita bohong) mengenai potensi angin kencang yang mencapai 45 knots.

“Video dan gambar yang beredar tersebut memang dari situs BMKG, merupakan salah 1 (satu) model angin. Namun, angin pada video dan gambar yang dipakai untuk berita hoaks ini adalah model angin di lapisan 850 mb (1500 meter) yang mana angin di atas pasti lebih kencang dari angin di permukaan”, terang Bambang pada Rabu/13 Maret 2019

Lanjut Bambang, prakiraan kecepatan angin permukaan selama 7 hari ke depan yang dipantau lewat model, kecepatan angin di NTT rata-rata berkisar 3—15 knots.

Tambah Bambang, Namun potensi angin kencang/puting beliung dapat terjadi di Takari, Mollo Selatan, Miomafo Barat, Nitibe, Miomafo Timur, Oesilo, Passabe, Amanuban Barat, Kota Soe, Kota Kafamenanu dan sekitarnya.

“Ini hanya potensi yang dapat kami sampaikan berdasarkan pantauan radar cuaca”, ungkapnya

Saat di konfirmasi oleh media ini mengenai penyebabnya, Kepala Stasiun BMKG El Tari Kupang ini menyebutkan bahwa penyebabnya yaitu adanya awan cumulonimbus (Cb) di wilayah tersebut yang dapat berpotensi terjadinya angin kencang

Mengenai potensi bencana Squall Line di wilayah NTT, Bambang menyatakan bahwa fenomena squall line, supercell, puting beliung, water spout adalah fenomena cuaca buruk yang disebabkan oleh adanya awan Cb.

“Masih memungkinkan terjadi di wilayah NTT, apalagi saat ini NTT berada di masa pancaroba/peralihan musim”, pungkasnya. (*)

Sumber berita (*/BMKG El Tari Kupang)
Penulis dan editor (+rony banase)

Waspada!, Kota Kupang Terdampak Fenomena Cuaca Squall Line

127 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Angin kencang disertai hujan menumbangkan pohon, mencopot atap bangunan dan memporakporanda berbagai fasilitas di seputar Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Minggu/ 10 Maret 2019 mulai sekitar pukul 09.20—11.00 WITA.

Pantauan Garda Indonesia, akibat angin kencang yang berkisar 35—44 knots ((80 km/jam) menyebabkan pohon tumbang dan menutupi ruas jalan seperti di Jalan Frans Seda, Ruas Jalan menuju Bandara El Tari Kupang dan lokasi lain

Pohon roboh menindih sebuah mobil di ruas Jalan Frans Seda Kota Kupang

Selain itu, atap sebagian bangunan dari Rumah Sakit Titus Ully (Bayangkara) Kupang tercopot dan kanopi dari beberapa kantor di Jalan Frans Seda roboh

Forcaster BMKG El Tari Kupang, I Ketut Wisnu Wardhana kepada media ini mengatakan bahwa fenomena cuaca yang diidentifikasi oleh sebagai squall line ini, sangat berbahaya karena terdiri dari barisan awan cumulonimbus yang dapat mengakibatkan cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang dan badai guntur.

“Selain itu dapat mengakibatkan turbulensi yang membahayakan penerbangan”, ujar Wisnu Wardana

Lapak Penjual di Pasar Inpres Kupang ditindih pohon tumbang akibat angin kencang

Lanjut Wisnu, squall line adalah fenomena cuaca berskala lokal dari waktu tumbuh hingga punah (berakhir) 3—5 jam dan dari pantauan radar cuaca kami squall line sudah mulai memasuki fase punah

“Tetapi masih ada potensi cuaca buruk dari awan-awan Cumulonimbus(Cb)”, ungkapnya

Pohon Besar di Jalan Gunung Mutis tumbang dan menindih rumah Kasie Korem 161/WS

Lebih lanjut Wisnu Wardana memberikan himbauan agar masyarakat waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang/roboh  dan mengindahkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Agar tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat/petir;
  2. Mewaspadai hujan lebat disertai angin kencang yang berbahaya bagi kapal berukuran kecil;
  3. Serta memangkas pohon pohon besar sehingga mengurangi potensi dan dampak dari cuaca ekstrim.

Penulis dan editor (+rony banase)

Gempa Bumi Tektonik M3.3 Guncang Alor, Tak Berpotensi Tsunami

106 Views

Kalabahi-Alor, gardaindonesia | Hari Minggu,27 Januari 2019, terjadi gempabumi tektonik di wilayah Kabupaten Alor. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi terjadi pada pukul 13:58:23 WITA dengan kekuatan M=3.3 SR.

Kepala Stasiun Geofisika Kampung Baru – Kupang, Robert Owen Wahyu, S.Si., mengatakan bahwa pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8.12 LS-124.64 BT, tepatnya di Laut pada 17 Km Timur Laut Kalabahi-Alor dengan kedalaman 10 Km, akibatnya penjalaran getaran gempa dirasakan.

“Dari laporan masyarakat, dampak gempa bumi berupa guncangan yang dirasakan dalam skala II-III MMI di Kota Kalabahi”, jelas Robert.

Secara gamblang Robert menjelaskan, ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi ini merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust).

“Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami, karena kekuatannya tidak cukup besar untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami”, ungkapnya.

Hingga pukul 14.30 WITA, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Robert menghimbau agar masyarakat dihimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (*)

Sumber berita (*/Humas BMKG Kupang)
Editor (+rony banase)

Waspada!, 2 Hari Kedepan di Tahun Baru 2019 Bakal Hujan Lebat & Petir

83 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kupang memperkirakan 2 hari kedepan (2—3 Januari 2019) bakal hujan sedang-lebat disertai kilat/petir.

Perkiraan tersebut disampaikan oleh Forcaster Nanik Tresnawati pada Selasa, 1 Januari 2019 pada pukul 17.50 WITA berpotensi terjadi hujan sedang-lebat yang dapat disertai Kilat/Petir dan Angin Kencang.

Menurut Nanik, kondisi hujan sedang-lebat dan disertai kilat/petir bakal terjadi di Kupang Tengah, Kupang Selatan, Kupang Utara, Amarasi, Kota Kupang, Kupang Barat, Takari, Fatuleu, Amfoang Utara, Nitibe, Pante Makassar, Oesilo, Miomafo Timur, Passabe, dan dapat meluas ke wilayah Amanuban Barat, Amanuban Selatan, Kupang Timur, Amfoang Selatan, Mollo Utara, Miomafo Barat, dan sekitarnya.

“Menurut prakiraan kami besok dan lusa (2—3 Januari) masih berpotensi hujan pada siang hingga malam hari,” ujarnya.

Lanjut Nanik, kondisi Hujan Lebat yang dapat disertai Angin Kencang pada pukul 20.10 WITA di Kupang Timur, Sulamu, Amarasi, Fatuleu, dan dapat meluas ke wilayah Takari, Mollo Selatan, Amanuban Selatan, Amanuban Barat, Kota Soe, dan sekitarnya. (*)

Penulis dan editor (+rony banase)