Arsip Tag: cegah covid 19

Batasi Diri Akses Berita Berlebihan untuk Jaga Kesehatan Jiwa Selama Pandemi

389 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) mengatakan bahwa membatasi perolehan informasi secara berlebihan dari berita-berita yang belum diketahui kebenarannya dapat membantu menjaga kesehatan jiwa di tengah pandemi Covid-19.

“Batasi informasi yang berlebihan,” kata Psikiater dr. Lahargo Kembaren dalam keterangannya dalam di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, pada Jumat, 1 Mei 2020.

Selain itu, masyarakat perlu membatasi diri untuk memperoleh berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena kecemasan, kekhawatiran bisa muncul akibat terlalu banyak menonton, membaca dan mendengar informasi secara berlebihan. Dalam hal ini memberi jarak sejenak untuk tidak mengonsumsi berita atau informasi yang berlebihan dapat memperbaiki diri secara psikologis.

“Mengambil jarak sejenak dari informasi tersebut akan baik bagi kesehatan jiwa kita,” katanya.

Kemudian, untuk menjaga kesehatan jiwa di tengah pandemi Covid-19, masyarakat juga perlu memilah informasi dengan memperolehnya dari sumber-sumber resmi seperti website http://covid19.go.id, WhatsApp Covid-19, Informasi Pusat Layanan Telepon Covid-19.

“Dengan membaca dari sumber yang keliru itu akan membuat kita lebih cemas, lebih khawatir dan memungkinkan untuk memunculkan masalah kesehatan jiwa,” terang Psikiater dr. Lahargo Kembaren.

Selanjutnya, imbuh dr Lahargo, masyarakat juga perlu mengatasi berbagai kondisi perasaan yang tidak nyaman akibat Covid-19 dengan melakukan hal-hal yang positif seperti berolahraga, melakukan aktivitas yang produktif, menjalankan hobi, istirahat yang cukup dan tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang dapat merusak kesehatan.

“Hindarilah merokok, hindari minum alkohol atau narkoba untuk mengatasi perasaan tidak nyaman karena itu tidak akan menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Apabila seseorang mengalami stres, perasaan tidak enak, maka disarankan untuk segera berkonsultasi kepada profesional kesehatan jiwa seperti psikiater, perawat jiwa, psikolog, konselor atau dokter. Dalam kondisi seperti saat ini di tengah pandemi Covid-19, masyarakat dapat memanfaatkan layanan konsultasi melalui telemedicine seperti halodoc, alodokter yang dapat diakses dari rumah saja.

“Semua itu akan membantu kita untuk mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat,” terangnya.

Selain itu, untuk menjaga kesehatan jiwa dan mengatasi berbagai emosi, ia juga menyarankan agar masyarakat memanfaatkan berbagai keterampilan yang dimiliki, contohnya dengan melakukan relaksasi dengan menarik napas, melakukan terapi dengan gerakan tertentu sehingga dapat mengembalikan emosional diri.

“Ini akan membuat perasaan tidak nyaman yang kita rasakan kembali membaik dan kesehatan jiwa kita bisa terjaga dengan baik,” pungkasnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik GT Nasional)
Editor (+rony banase)

Tips Kesehatan Jiwa Menghadapi Situasi Dampak Pandemi Covid-19

135 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Di tengah Pandemi Covid-19, masyarakat diimbau untuk menjaga, tidak hanya kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Untuk memelihara kesehatan mental saat kondisi Pandemi Covid-19 terjadi, beberapa tips dapat dipraktikkan oleh masyarakat.

Perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ menyampaikan tips tersebut saat melakukan konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional pada Jumat, 1 Mei 2020. Upaya pertama yang dapat dilakukan yakni membatasi informasi yang berlebihan. Informasi terkait dengan Covid-19 yang belum diketahui kebenaran dapat memicu kecemasan.

“Kita dapat mengurangi kecemasan dengan membatasi menonton, membaca atau mendengarkan informasi yang berlebihan. Mengambil jarak sejenak dari informasi yang berlebihan juga baik,” ujar Lahargo.

Kedua yaitu memilah informasi yang diperoleh. Masyarakat sebisa mungkin untuk mendapatkan informasi yang akurat dari sumber terpercaya dan melakukan pencegahan atau penanganan yang dianjurkan. Membaca berita dari sumber yang keliru dapat menambah kecemasan dan kekhawatiran sehingga ini akan berdampak pada kesehatan jiwa.

Selanjutnya masyarakat dapat menghindari perasaan yang tidak nyaman dengan melakukan hal positif, seperti menghindari merokok, tidak mengonsumsi alkohol dan narkoba.

“Apabila merasakan stres atau perasaan yang tidak nyaman segera berkonsultasi dengan profesional kesehatan jiwa, seperti psikiater, psikolog, konselor dan lainnya untuk mendapatkan pertolongan cepat dan tepat,” katanya.

Mengatasi permasalahan kesehatan jiwa, masyarakat dapat melakukan teknik keterampilan seperti relaksasi dengan menarik napas dalam.

Di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak juga pada kesehatan mental, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia memberikan layanan swaperiksa masalah psikologis secara online. Langkah tersebut dapat diakses masyarakat dengan mengakses laman www.pdskji.org. Lahargo menyampaikan pada layanan tersebut, sekitar 1.522 mengakses memanfaatkan layanan sejauh ini.

Tiga masalah psikologis yang ditemui yakni kondisi cemas, depresi dan trauma psikologis. Dari jumlah orang yang mengakses layanan menunjukkan 63% dari mereka mengalami kecemasan dan 66% depresi.

Ia juga berpesan terhadap kesehatan jiwa anak dan remaja di lingkup keluarga. Lahargo menyarankan kelompok umur ini untuk selalu terhubung dengan teman maupun saudara. “Ciptakan suasana aman dan ajak mereka untuk melakukan aktivitas yang produktif,” ujarnya.

Ini semua menunjukkan bahwa kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik serta perlu diperhatikan oleh semua pihak. (*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik GT Nasional)
Editor (+rony banase)

Kisah Tenaga Medis Covid-19 : Butuh Satu Jam Tangani Satu Pasien

84 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Salah satu perawat Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Nurdiansyah menceritakan setidaknya perlu waktu satu jam untuk menangani pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Rujukan.

“Ketika kita sampai ruangan pasien, waktu yang dibutuhkan menangani pasien tergantung tindakan. Satu pasien bahkan bisa 1 jam. Misalnya ada pemeriksaan jantung atau pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), ini perawatan yang kita beri ke pasien paling cepat 30 menit,” kata Nurdiansyah ketika berbagi pengalamannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Minggu, 19 April 2020.

Nurdiansyah bercerita perawat yang bertugas di RSPI Sulianti Saroso yang saat ini secara penuh menangani Covid-19 tidak hanya melakukan pemeriksaan fisik rutin tapi juga menyediakan kebutuhan pasien bahkan harus bersedia menemani mendukung mental pasien.

“Teman saya pernah ada yang sampai 4 jam. Karena masih banyak pasien yang takut, tidak berani kita (perawat) keluar ruangan perawatan. Jadi kita bertugas betul-betul memotivasi pasien, mentalitas kita kuatkan, agar imunitasnya kuat,” kata Nurdiansyah.

Ia juga bercerita, jika sebelumnya dalam satu ruangan dibutuhkan 2 hingg 3 perawat saat ini di masa meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 keadaan berbalik. “Satu perawat saat ini menangani dua sampai tiga orang pasien,” kata Nurdiansyah.

Oleh karena itu, berkaca pada keadaan di lapangan, Nurdiandyah berharap bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis khususnya perawat yang secara rutin menangani pasien untuk berinteraksi semakin dipermudah dan diperbanyak.

“Saat ini teman-teman kami sudah banyak yang terinfeksi. Sudah banyak yang positif dan mulai dirawat. Jadi ini memang bulan yang sangat sedih. Mungkin tertular karena ketidakjujuran (pasien), mungkin tertular saat beraktivitas di luar, jadi memang angka-angka yang bertambah semakin banyak dan ini menjadi bulan yang penuh duka,” kata Nurdiansyah.

Oleh karena itu, Nurdiansyah berpesan tidak hanya pemerintah namun seluruh lapisan masyarakat untuk aktif melakukan pencegahan Covid-19 mengikuti anjuran serta aturan yang sudah ditetapkan.

“Tolong lakukan pencegahan. Satu-satunya solusi Covid-19 adalah pencegahan. Jadilah garda terdepan, karena garda terdepan adalah masyarakat yang artinya kita semua,” pinta Nurdiansyah.(*)

Sumber berita dan foto (*/Agus Wibowo–Kapus Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)
Editor (+rony banase)

Aman dari Peretas! Lacak Penyebaran Covid-19 via Aplikasi PeduliLindungi

230 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memastikan bahwa aplikasi anak negeri yang dibuat untuk membantu melacak penyebaran virus corona, PeduliLindugi, aman dari ancaman peretas (hacker).

“Aplikasi ini aman dan dikembangkan oleh anak bangsa sendiri. Sudah bisa di-download di Play Store and App Store,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Sabtu, 18 April 2020.

Oleh karenanya, Johnny meminta kepada masyarakat, terutama ASN, TNI, Polri serta pegawai BUMN agar secepatnya bisa mengunduh aplikasi tersebut di ponsel pintarnya masing-masing.

Terkait data pribadi, kata Johnny, juga dijamin telah dilindungi melalui Surat Keputusan Menteri Nomor 171 Tahun 2020. Semua pihak yang mengelola aplikasi tersebut diwajibkan untuk melakukan pembersihan data saat kondisi darurat kesehatan pandemi Covid-19 telah berakhir.

Menurut data Kominfo, aplikasi tersebut sudah dipasang oleh 1.915.874 pengguna di ponsel, demi memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Aplikasi PeduliLindungi bekerja dengan menggunakan cara tracking, tracing, dan fencing untuk mendeteksi pergerakan seseorang positif Covid-19 secara historis.

Berdasarkan hasil tracking dan tracing bluetooth, aplikasi akan mendeteksi keberadaan seseorang positif Covid-19 di sekitar pengguna dan memberikan peringatan untuk menjalankan protokol kesehatan.

Menurut Kominfo, semakin banyak orang yang memasang aplikasi PeduliLindungi, semakin tinggi pula tingkat akurasi deteksi penyebaran virus corona sehingga akan membantu menanggulangi sebaran Covid-19 di Indonesia.

“Aplikasi ini bertujuan untuk melindungi diri kita agar tidak tertular Covid-19. Dengan demikian akan memudahkan tugas pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19,” pungkas Johnny.(*)

Sumber berita dan foto (*/Agus Wibowo–Kapus Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)
Editor (+rony banase)

Sebar 150 Ribu Masker Gratis, Wali Kota Kupang Ajak Warga Perangi Covid-19

135 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Kota Kupang terus melakukan upaya mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Kali ini, dilakukan dengan pembagian masker gratis bagi masyarakat seputaran Kota Kupang pada Sabtu, 18 April 2020. Aksi kemanusiaan ini langsung di bawah komando Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore.

Dilaksanakan di perempatan lampu merah (traffic light) Jalan El. Tari dan perempatan Jalan Jenderal Soeharto, depan Mapolda NTT. Turut hadir dalam aksi kemanusiaan ini, para pimpinan OPD Lingkup Pemkot dan Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Hilda Manafe Riwu Kore.

Ada pun sasaran pembagian masker bagi pengguna jalan dan warga yang melintas. Kepada awak media, Wali Kota Jefri menyampaikan wabah Covid-19 ini harus dicegah secara bersama. “Kami segenap jajaran Pemerintah Kota Kupang pada hari ini bersama turun ke lapangan untuk membagikan masker kepada masyarakat. Tujuannya adalah untuk mengajak masyarakat bersama memerangi Covid-19,” katanya.

Wali Kota Jefri saat membagikan masker kepada pengguna angkutan bemo

Ia menambahkan dalam berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Gugus Tugas, Pemkot juga telah menganggarkan dana yang cukup besar untuk menanggulangi wabah ini maupun dampak ekonomi yang dirasakan warga.

“Pemerintah Kota sendiri menyiapkan sekitar 150 ribu masker yang dibagikan kepada seluruh masyarakat Kota Kupang yang memang membutuhkan. Kami menyiasati hal ini untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menggunakan masker. Masker ini produksi lokal dan dari luar, hal ini juga bagian dari upaya kami memastikan bahwa perekonomian berjalan dengan baik,” jelasnya.

Mantan Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat ini mengatakan Pemkot telah mendistribusikan 150 ribu masker ke seluruh masyarakat yang nantinya disalurkan oleh Satgas Covid-19 yang telah terbentuk di kelurahan.

Pembagian masker kepada para pengendara roda dua

Masker yang akan dibagikan ini diprioritaskan kepada petugas medis, staf lurah, RT/RW, dan pekerja harian seperti pedagang kecil di pasar, tukang ojek, sopir, buruh harian, petugas kebersihan, juga warga yang terdampak langsung corona.

“Kami membagikan hari ini pada dua titik, tetapi juga kepada seluruh Lurah sudah mendapatkan jatahnya untuk dibagikan kepada masyarakat di setiap kelurahan,” ungkap Wali Kota Jefri.

Wali Kota Jefri mengharapkan adanya partisipasi warga, karena untuk mencegah penularan ini harus adanya kesadaran kolektif untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, “Oleh karena itu masyarakat harus selalu menjaga diri, jangan keluar rumah kalau tidak penting, selalu memakai masker dan selalu jaga jarak,” pintanya. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP Setda Kota Kupang)
Editor (+rony banase)

Gubernur NTT : Segera ! Kita Punya ‘Laboratorium Swab PCR Test’ Sendiri

1.025 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Usai mengadakan Rapat Kerja Pemprov NTT dengan Menteri Sosial RI melalui video telekonferensi pada Kamis, 16 April 2020 pukul 13.30 WITA, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan dalam waktu tak lama lagi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bakal memiliki Laboratorium Swab PCR Test sendiri.

Mantan Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem ini juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Sosial RI karena mendapatkan bantuan Jaring Pengaman Sosial bagi 300.000 Kepala Keluarga (KK) untuk tiga bulan (April—Juni 2020).

“Dalam waktu 2 (dua) minggu ke depan, saya minta pada tanggal 21 atau paling lambat akhir bulan April ini kita akan memiliki Lab PCR sendiri ,” ulas Gubernur VBL dalam Rapat Koordinasi melalui video telekonferensi dengan Bupati/Wali Kota se-NTT di ruang rapat Gubernur NTT.

Gubernur VBL juga menyorot tentang pernyataan oleh Bupati/Wali Kota terkait hasil tes cepat atau Rapid Test agar jangan membuat masyarakat panik dan ketakutan, dan diupayakan agar juru bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Kabupaten/Kota cukup satu saja.

Video Telekonferensi menggunakan Aplikasi Zoom antara Gubernur NTT dan Bupati/Wali Kota se-NTT

“Kalau belum Swab PCR sudah meneriakkan Positif Covid-19, maka akan membuat masyarakat panik,” tegas Gubernur sembari mencontohkan Kabupaten Rote Ndao dan Lembata yang mengumumkan positif Covid-19 atas dasar tes cepat (Rapid Test)

Lanjutnya, Pemimpin di daerah jangan membuat masyarakat panik dan takut. “Jika pemimpin membuat masyarakat ketakutan, maka pemimpin tersebut merupakan pemimpin bodoh,” tegas Gubernur Viktor di hadapan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Sekda Provinsi NTT Benediktus Polo Maing, Ketua DPRD Provinsi NTT Emelia Nomleni, Kabinda NTT, Danlanud El Tari Kupang, Danlantamal VII Kupang, Danrem 161/WS Kupang, Kajati NTT, dan Kapolda NTT.

Ketua DPRD Provinsi NTT Emelia Nomleni dan unsur Forkompinda dalam Rapat Koordinasi bersama Gubernur NTT

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi NTT Emelia Nomleni menyampaikan dalam konteks penganggaran, DPRD Provinsi NTT bersama Pemerintah berkolaborasi untuk mengadakan PCR Test. “Persetujuan anggaran sebagai bentuk dukungan dan kerja bersama dan sebagai kewajiban pemerintah untuk membantu masyarakat,” beber Emi Nomleni.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Pakar Gugus Tugas: Perlu Waspada Jika Miliki Satu Gejala Covid-19

201 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Prof. drh.Wiku Adisasmito, MSc.Ph.D. mengingatkan bahwa seseorang tidak perlu memiliki semua gejala Covid-19 untuk dapat dinyatakan telah terinfeksi, maka jika memiliki satu gejala perlu waspada.

“Dalam keadaan pandemi, kita harus lebih waspada. Karena beberapa gejala yang kita miliki bisa mengarah ke situ. Tidak harus seluruhnya,” kata Wiku Adisasmito sapaan akrabnya, dalam acara sosialisasi yang dipantau melalui siaran streaming akun YouTube resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Rabu, 15 April 2020.

Dari informasi yang dilansir laman resmi Kementerian Kesehatan RI, gejala-gejala awal virus corona adalah demam di atas 38 derajat celcius, batuk kering, dan sesak nafas yang membutuhkan perawatan di Rumah Sakit.

Sementara itu badan kesehatan dunia, WHO, mencantumkan pula kelelahan, sakit kepala, dan sakit tenggorokan dalam daftar gejala Covid-19.

Penelitian yang dilakukan para peneliti Inggris di King’s College London pada awal April memasukkan pula kehilangan kemampuan indra perasa dan pencium sebagai gejala Covid-19. Meski hasil penelitian itu sudah diunggah ke dalam jaringan (daring), penelitian itu belum diulas oleh para sejawat mereka.

Guru besar yang mendalami kebijakan kesehatan di bidang sistem kesehatan dan penanggulangan penyakit infeksi ini menambahkan bahwa sangat memungkinkan terdapat kasus di mana seseorang telah terinfeksi virus corona, namun ia tidak memperlihatkan gejala-gejala di atas.

“Itu disebut dengan Orang Tanpa Gejala (OTG). Orangnya sudah terkena virus itu, namun dia tidak demam, batuk, atau sakit tenggorokan,” tutur Wiku Adisasmito, Guru Besar di Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.

Dari catatan laman http://www.covid19.go.id per tanggal 14 April, total terdapat 4.839 kasus Covid-19 di Indonesia. Sebanyak 459 orang meninggal dunia, sedangkan 3.954 orang menjalani perawatan, dan 426 orang berhasil sembuh.(*)

Sumber berita dan foto (*/Agus Wibowo–Kapus Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB)
Editor (+rony banase)

Pemkot Kupang Serius Telusuri Kontak Pasien 01 Covid-19 & Bentuk Satgas

81 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Kota Kupang sangat serius dalam penanganan dampak penyebaran Coronavirus (Covid-19), salah satunya dengan melakukan tracing (melacak) orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif (Pasien 01) Covid-19 yang saat ini sedang diisolasi di RS. W.Z. Yohanes Kupang.

Selain itu, Pemerintah Kota Kupang juga giat mempersiapkan hal-hal terkait penanganan Covid-19 di Kota Kupang, “Dengan adanya pasien 01 maka Pemkot perlu segera mengambil langkah-langkah inisiatif yang cepat dan tepat,” tegas Wakil Wali Kota, dr. Hermanus Man ketika memimpin rapat yang berlangsung di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kupang pada Selasa pagi,14 April 2020.

Hadir dalam rapat terbatas tersebut, antara lain ini Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Drs. Yoseph Rera Beka; Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes. Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang M. Jemy D. Didok, S.Pd., M.Si. Direktris RSUD S. K. Lerik Kota Kupang, dr. Marsiana Halek; Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si. Camat Alak, Ridhon A. Bire, S.IP., Camat Oebobo, Matheos A. H. T. Maahury, S.E.; Camat Kota Lama, Pah Bessie S. Mesakh, S.STP., M.Si., Lurah Manulai II, Meksain Imanuel Mauk, S.Sos., dan Lurah Oetete, R. Mambo Rihi, S.STP.

Maksud pelaksanaan rapat guna mendorong tindak lanjut konkrit dari instruksi Wali Kota Kupang untuk pembentukan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di tiap-tiap kelurahan. Terutama dalam upaya tracking and tracing (pelacakan dan penelusuran) semua orang yang pernah berkontak dengan pasien 01.

Wakil Wali Kota Kupang, dr Herman Man (tengah & berbaju biru) sedang memimpin rapat di ruang kerjanya 

Berdasarkan laporan Kadis Kesehatan, drg. Retno kepada Wakil Wali Kota di hadapan para peserta rapat lainnya mengatakan bahwa hasil dari tracking and tracing yaitu data kontak by name by address sedang dipantau lebih lanjut. Sementara yang pernah berkontak erat sudah dilaksanakan rapid test dan hasilnya dinyatakan negatif.

Sementara PCR berupa swap tenggorokan sudah diambil dari yang melakukan kontak erat dan sudah dikarantina secara mandiri sambil menunggu hasil PCR, dan selalu dipantau agar tidak ada kontak dengan orang lain selama menanti hasil PCR.

Pemkot Kupang Siagakan Empat Rumah Sakit Cadangan Covid-19

Selain itu, dalam rapat tersebut dipaparkan kesigapan Pemerintah Kota Kupang dalam mempercepat pencegahan penyebaran Covid-19, antara lain 4 (empat) rumah sakit second line yang telah disiapkan antara lain RSUD S. K. Lerik, RS Bhayangkara Drs. Titus Ully, RS Tentara Wirasakti dan RS Siloam.

Rumah sakit second line hanya akan menerima pasien dalam pemantauan (PDP) bergejala ringan hingga sedang yaitu warga Kota Kupang dan orang yang kebetulan berkunjung ke Kota Kupang dalam artian sebagai tamu, bukan hanya sekadar singgah.

Untuk menunjang rumah sakit second line, Pemerintah Kota Kupang menyiapkan tiga unit mobil ambulans khusus penanganan Covid-19, “Sementara sedang disiapkan terutama branding untuk lebih mempertegas fungsinya,” lapor drg. Retnowati.

Lebih lanjut dilaporkan bahwa semua kasus rujukan akan dilimpahkan ke RSUD Prof. Dr. W. Z. Yohanes, sementara Pemerintah Kota Kupang sendiri menyiapkan ruangan yang dilengkapi alat hepafilter bagi PDP. Pemerintah Kota Kupang telah mengalokasikan anggaran sebesar 48,5 miliar hasil rasionalisasi APBD II yang dialihkan untuk membiayai penanganan Covid-19 di Kota Kupang. (*)

Sumber berita dan foto pendukung (*/PKP_frd/ddy)
Editor dan foto utama (+rony banase)