Arsip Tag: dokter herman man

Pelatihan Program Malaria PERDHAKI NTT, Ini Tiga Pesan Dokter Herman Man

155 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Staf dalam Pengelolaan Program Malaria GFATM Penguatan Komunitas Region Nusa Tenggara Timur, pada Selasa sore, 23 Februari 2021 bertempat di salah satu hotel. Pelatihan ini diprakarsai oleh  Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (PERDHAKI) selaku Principal Recipient (PR) untuk mengelola dana hibah dari Global Fund dalam rangka mendukung upaya eliminasi malaria di wilayah Indonesia Timur untuk tiga tahun ke depan.

Project Manager Malaria PERDHAKI, dr. Ari Hermawan dalam kegiatan pembukaan, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pengelolaan anggaran Malaria sejak tahun 2010 di berbagai tempat dan kembali dipercaya oleh Global Fund untuk tiga tahun ke depan, yaitu 2021—2023. “Tiga tahun mendatang kami diminta bergerak lebih dalam ke masyarakat sebagai Principal Recipient (PR) yaitu community base atau pendekatan berbasis komunitas,” ungkapnya sembari menyampaikan tujuan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas rekan sub recipient (SR) dan sub-sub recipient (SSR) dalam program malaria terutama kapasitas staf SR dan SSR baru dalam melakukan pengelolaan program, keuangan dan administrasi-logistik secara  optimal.

Pelatihan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari tersebut dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat bagi peserta yang berasal dari beberapa daerah di NTT yaitu dari Keuskupan Agung Kupang dan Keuskupan Agung Ende. Dokter Ari Hermawan berharap pelatihan ini mampu menghasilkan sejumlah output yang maksimal dalam pengelolaan program Malaria.

Output tersebut antara lain, rekan SR dan SSR memiliki kemampuan dalam berkoordinasi dengan dinas terkait, memiliki indikator yang harus di capai, memahami sistem dan prosedur program, keuangan, M&E, logistik, dan administrasi,” ujar dokter Ari. Ditambahkannya, selain itu Rekan SR dan SSR diharapkan memiliki kemampuan program dan monitoring yang baik (Advokasi-BCC-Empowerment Program) serta dapat mengelola program secara baik, terprogram, akuntabel dan transparan.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man mengungkapkan untuk di beberapa daerah di NTT, kasus Malaria masih menjadi penyebab kematian yang tinggi pada sarana-sarana kesehatan, meskipun untuk Kota Kupang sendiri sudah status eliminasi untuk tiga tahun terakhir. “Untuk beberapa daerah di NTT, penyakit Malaria sudah sangat familier bagi masyarakat bahkan sampai pada cara pengobatannya,” ucapnya dalam sambutan.

Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man saat membuka pelatihan Program Eliminasi Malaria PERDHAKI NTT

Namun, dokter Herman Man mengatakan perlunya pengawasan terhadap beberapa jenis Obat Malaria yang beredar di masyarakat karena dapat menyebabkan resistensi. Kepada peserta pelatihan, ia mengatakan terdapat tiga hal penting yang harus dimiliki oleh peserta untuk diterapkan di lapangan.

Pertama, perlunya pemahaman dan pengetahuan tentang manajemen baru seperti community base atau pendekatan berbasis komunitas. Hal ini dicontohkannya seperti penanganan pandemi Covid-19 di Kota Kupang yang berbasis komunitas di tingkat mikro mulai dari RT/RW. Hal yang sama juga dilakukan terhadap penanganan stunting di mana perlu melakukan kerja sama dengan berbagai pihak.

“Prinsip yang sama untuk penanganan malaria, perlu melakukan pendekatan pentahelix, bukan saja dari pemerintah tetapi melibatkan tokoh agama, pengusaha, akademisi dan pers yang diikuti dengan peningkatan sosialisasi di wilayah kerja masing-masing sehingga adanya pemahaman dan pengetahuan akan eliminasi malaria di tengah-tengah masyarakat secara baik dan benar,” jelas dokter Herman Man.

Kedua, yaitu skill atau ketrampilan. Diperlukan ketrampilan terutama dalam menggalang pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, dokter Herman Man mengatakan tidak hanya teori, namun dibutuhkan pengalaman yang baik untuk menangani kasus-kasus yang terjadi di dalam masyarakat. Diharapkannya simulasi dalam pelatihan ini dapat menambah pengalaman peserta.

Ketiga, mental atau attitude dalam pengelolaan sikap (Frame of Thinking) yang berkaitan dengan pemahaman akan metode dalam mengeliminasi malaria. “Sekarang teknologi semakin maju, metode-metode yang bagus harus diikuti dengan pola pikir dan sikap yang baik,” tuturnya. Ia berharap dengan diadakannya pelatihan ini dapat mewujudkan eliminasi malaria di berbagai daerah di NTT.

Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari Papua Barat, Decky Walgiarno dari PR Tim PERDHAKI Pusat. Sementara peserta terdiri dari SR  Keuskupan Agung Kupang dengan jangkauan wilayah kerja dengan peserta yang mewakili Kabupaten Alor, Kabupaten Atambua , Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Timur dan Kota Kupang sebanyak 10 orang, sedangkan peserta SR PWKA Ende dengan wilayah jangkauan Kabupaten Sumba Tengah, Sumba Barat, Manggarai Barat, Ende dan Lembata sebanyak 14 orang. (*)

Sumber berita dan foto (*/Pkp/Rdp*)

Editor (+roni banase)

Warga Kota Kupang Apresiasi Aksi Kemanusiaan HUT Ke-3 Ultras

235 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Guyuran Hujan  di Kota Kupang sejak pukul 07.00 WITA tak membendung minat warga untuk mengikuti aksi kemanusiaan berupa swab antigen gratis, donor plasma darah dan donor darah biasa yang dihelat dalam rangka hari ulang tahun ke-3 Ultras Victory.

Meski guyuran hujan deras sekira pukul 7.30 WITA, warga mulai mendatangi PMI Kota Kupang pada Sabtu, 20 Februari 2021, menggunakan moda transportasi umum maupun pribadi. Pantauan Garda Indonesia di lokasi kegiatan, beragam kendaraan bermotor roda dua dan empat terparkir di halaman maupun di pinggir jalan.

Warga Kota Kupang menunggu antrian dan memadati PMI Kota Kupang dengan mematuhi protokol kesehatan, foto oleh vecky taseseb

Hingga pukul 16.15 WITA, warga Kota Kupang masih datang untuk mendaftarkan diri mengikuti swab antigen gratis, namun jumlah alat swab yang disediakan hanya untuk 250 orang, maka panitia mengarahkan untuk mengikuti kegiatan serupa yang dihelat oleh Bank NTT pada Sabtu, 26 Februari 2021 pukul 09.00 WITA—selesai

“Dari swab antigen yang diikuti oleh 250 orang, terdapat 5 (lima) orang dinyatakan reaktif Covid-19 (laki-laki 3 orang dan 2 perempuan),” urai Ketua Ultras Kota Kupang sekaligus Ketua Panitia Kegiatan, Vecky Taseseb.

Personil Ultras di meja pendaftaran dan pelayanan Swab Antigen Gratis, foto oleh Jean Ultras

Beragam respons dan apresiasi disampaikan warga yang memperoleh pelayanan, seperti diutarakan oleh salah satu tokoh masyarakat, Yapi Pingak yang mendonorkan darahnya saat aksi kemanusiaan Ultras Victory. “Inilah bentuk kepedulian dari teman-teman Ultras yang menunjukkan ke publik bahwa Ultras tak hanya ada untuk kepentingan tertentu,” ujarnya.

Kehadiran Ultras, imbuh mantan anggota DPRD Kota Kupang ini, untuk sesama yang dapat mengubah pola pikir masyarakat. “Sebagai tokoh masyarakat, saya sangat mendukung. Biar ini menjadi barometer yang bergerak di organisasi lain dan ini harus diakui sebagai bentuk kepedulian terhadap pandemi Covid di Kota Kupang,” tandasnya seraya menyampaikan harapan agar Ultras tetap menjadi contoh bagi organisasi dan masyarakat.

Lasmura (Laskar Muda Hanura) NTT, foto oleh jean ultras

Apresiasi serupa juga datang dari Lasmura (Laskar Muda Hanura) yang ikut serta melibatkan sekitar 30 anggotanya. Ketua DPD Lasmura NTT, Indra Wahyudi Erwin Gah, S.E., M.Sc. “Dengan adanya kegiatan ini dapat memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, tak hanya memakai masker dan mencuci tangan,” ujarnya.

Pemerintah, imbuh Indra Gah, dapat mendukung dan mendorong kegiatan serupa. “Dan kegiatan ini sangat membantu masyarakat Kota Kupang,” tandas Indra yang juga menjabat sebagai Sekretaris Partai Hanura Kota Kupang.

Foto bersama Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man dan Ketua Ultras Kota Kupang, Vecky Taseseb, foto (humas/pkp)

Wakil Wali Kota Kupang, dokter Hermanus Man pun menyampaikan selamat dan apresiasi. Saat diwawancara awak media, Wakil Wali Kota Kupang menyampaikan harapan agar di usia yang ketiga ini, Ultras Victory makin mapan dalam organisasi dan visi misinya. “Ini gerakan kemanusiaan yang bisa menjadi contoh bagi organisasi lain di Kota Kupang,” ujarnya.

Sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang, dokter Herman Man mengakui, saat ini PMI sangat  membutuhkan stok darah. Ia pun mengimbau warga Kota Kupang sembuh Covid-19 dan memenuhi syarat, untuk berkenan mendonorkan plasma darah bagi pasien positif Covid-19 yang membutuhkan.

Penulis, Editor dan Foto Utama (+roni banase)

Rumah Makan & Toko Langgar Prokes, Gubernur VBL : Tindak Tegas !

499 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menekankan pada tindak langsung untuk mencegah adanya keramaian dalam upaya menangani penyebaran kasus Covid-19 yang terus meningkat dengan melakukan rapat bersama Forkopimda di ruang rapat Kantor Gubernur pada Jumat, 5 Februari 2021.

“Kita lakukan cek dan peringatan bagi rumah makan dan juga toko-toko. Untuk rumah makan itu pembeli tidak boleh makan di situ. Beli makanannya dan langsung tinggalkan tempat itu. Untuk toko-toko dan pusat keramaian jumlah pengunjung juga dibatasi. Kita cek dan lakukan peringatan cukup 1 kali, bila kemudian melanggar maka langsung ditindak tegas,” urai Gubernur VBL.

Juga untuk perayaan pesta-pesta, tegas VBL, tidak boleh ada sampai bulan Mei. “Saya tegas untuk itu. Kita tetap cegah keramaian dan tetap kenakan masker. Penertiban yang ketat juga untuk para pengendara kendaraan yang tidak menggunakan masker,” tegas Gubernur VBL.

Ia mengatakan agar dalam keputusan pengelolaan anggaran tidak boleh ragu-ragu karena situasi saat ini dalam tanggap darurat bencana. “Kita harus kerja cepat dan tegas. Pemerintah dan semua masyarakat tidak boleh mengabaikan. Harus peduli kita cegah bersama. Pihak pemerintah tidak boleh ragu-ragu dalam kelola anggaran untuk pencegahan Covid-19,” tandas Gubernur VBL.

Rapat bersama Forkopimda sebagai upaya penanganan penyebaran Covid-19 di ruang rapat Kantor Gubernur pada Jumat, 5 Februari 2021

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT Inche Sayuna turut menegaskan pentingnya pencegahan kerumunan atau keramaian. “Pembatasan jumlah pengunjung toko dan pusat keramaian harus diperketat. Harus ada sidak. Mengingat kita lihat Kota Kupang ini kasusnya melonjak tajam karena adanya transmisi lokal yang tinggi,” ujarnya.

Inche juga mengatakan pentingnya pengawasan protokol kesehatan bagi karyawan yang bekerja di dapur rumah makan. “Kita juga harus jalankan sosialisasi vaksin bagi masyarakat. Mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Mengingat saat ini informasi yang beredar di masyarakat sering kali membuat risau masyarakat mengenai efek dari vaksin yang membuat rasa takut sehingga ada masyarakat tidak mau divaksin,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man mengatakan Pemkot Kupang sedang mengusahakan alat tes PCR bagi masyarakat Kota Kupang. “Kami sedang mendatangkan alat tes PCR dan diharapkan bisa dilakukan tes PCR bagi 500 warga per harinya”, ujar dr. Herman.

Dokter Herman Man juga mengatakan akan ada pengawasan keramaian yang sangat ketat hingga pada tingkat RT/RW di setiap kelurahan. “Selain pengawasan keramaian, kami juga wajibkan setiap toko, bank dan mall untuk melakukan tes rapid antigen bagi semua karyawan setiap 2 minggu sekali dan hasilnya diumumkan pada publik,” tambahnya.

Kapolda NTT bersama Danrem Wirasakti yang hadir dalam kesempatan tersebut juga sangat menegaskan pada peningkatan pengawasan kerumunan dan keramaian yang mana sangat memungkinkan terjadinya transmisi lokal yang cukup tinggi.

Sumber berita dan foto (*/Humas dan Protokol Setda NTT)

Editor (+roni banase)

‘One in Two’ Konsep Isolasi Mandiri dan Stop Covid-19 ala Pemkot Kupang

230 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam rapat bersama sejumlah perangkat daerah terkait penanganan Covid-19 pada Selasa, 2 Februari 2021 di aula rumah jabatan Wakil Wali Kota Kupang, menyampaikan konsep penanganan penyebaran Covid-19 di Kota Kupang.

Di hadapan Asisten Pemerintahan  & Kesra Sekda Kota Kupang, Agus Ririmasse, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang,  Yanuar Dally, serta sejumlah OPD terkait yang tergabung dalam satuan gugus tugas Covid-19 Kota Kupang; dokter Herman Man menamakan konsep tersebut sebagai 1 in 2 (one in two).

Menurut dokter Hermanus Man, konsep One In Two memadukan peranan gugus tugas Covid-19 di tingkat kelurahan dan petugas pemantau isolasi mandiri dari puskesmas dengan. Dalam konsep ini, pasien positif Covid-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah atau orang tanpa gejala (OTG) akan diawasi oleh dua pihak tersebut.

Secara khusus kepada Garda Indonesia pada Rabu, 3 Februari 2021, dokter Herman Man, menegaskan titik tekan dari gugus tugas bertanggung jawab terhadap 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dan tugas kedua yakni membantu puskesmas untuk melaksanakan 3T; testing (pemeriksaan), tracing (penelusuran kontak) dan treatment (perawatan/isolasi) di wilayahnya masing-masing.

Sehingga satu OTG ada dua pihak yang memantau, imbuh dokter Herman Man, yakni gugus tugas kelurahan dan puskesmas karena masih dalam isolasi mandiri di rumah. “Karena ada pembagian tugas sehingga dinamakan one in two,” jelasnya.

Selanjutnya, di sekeliling OTG ada kontak. “Agar kontak tidak menyebarkan kepada orang lain, maka gugus tugas menerapkan 3M untuk membendung dan secara medis isolasi mandiri datang untuk penerapan 3T di bawah koordinasi Camat,” urainya.

Satu OTG pun, tegas dokter Herman Man, harus diamati dan terpenting adalah kontak. “Karena yang berpotensi positif Covid-19 adalah kontak, sementara OTG sudah jelas positif,” terangnya.

Agar proses 3T dapat berjalan, urai dokter Herman Man, bakal diterapkan insentif bagi gugus tugas di tingkat kelurahan. “Meski hanya ada sedikit anggaran, insentif harus ada di tingkat operasional karena dari puskesmas ke OTG telah ada anggaran. Sementara dari gugus tugas kelurahan ke OTG dan ke Camat yang belum ada,” ungkapnya.

Terkait anggaran yang bakal digunakan dari biaya tak terduga (BTT) sebesar Rp. 5 Miliar. “Jadi proses biaya tak terduga telah disiapkan. Dinas Kesehatan dan BPBD Kota Kupang membuat telaan bahwa memang dari segi Covid-19 sebagai darurat dan berstatus bencana, sehingga selanjutnya Wali Kota Kupang membuat SK Penetapan Kota Kupang darurat bencana,” tandasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto (*/Humas/PKP Pemkot Kupang)

Kasus Covid-19 Tinggi, PSBK Bisa Diterapkan di Kota Kupang

714 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man menegaskan bahwa kemungkinan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBK) bisa diterapkan di Kota Kupang karena sedang dalam kondisi darurat akibat tingginya kasus positif Covid-19 dan bisa ditetapkan dalam status bencana.

“Karena itu, bukan tidak mungkin Pemkot Kupang akan memberlakukan pembatasan sosial berskala kecil (PSBK) di tingkat kelurahan, dengan memberlakukan jam malam, mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) serta para petugas yang melakukan patroli operasi kasih akan dibekali surat peringatan bagi para pelaku usaha,” terang dr Herman Man saat memimpin rapat pasca-sembuh dari Covid-19.

Rapat yang dihelat di aula rumah jabatan Wakil Wali Kota Kupang, pada Selasa, 2 Februari 2021, karena ia masih harus bekerja dari rumah atau work from home (WFH) hingga beberapa hari ke depan. Dadir dalam rapat tersebut, Asisten Pemerintahan & Kesra Sekda Kota Kupang, Agus Ririmasse, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, serta sejumlah OPD terkait yang tergabung dalam Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang.

Dokter Herman Man pun menegaskan, bagi yang melanggar diminta untuk langsung menandatangani surat peringatan yang akan berdampak pada proses izin usahanya. Diakuinya, meski tidak ada aturannya, namun demi kepentingan umum yang menjadi hukum tertinggi, dalam keadaan darurat kepala daerah bisa memerintahkan untuk menutup pasar atau tempat usaha.

“Tiap hari kita dengar sirene mobil jenazah ke Fatukoa, masa Pemkot duduk diam saja? Kalau kami agak keras saat operasi penertiban itu semua demi kepentingan kita bersama, induk ayam saja tidak akan membiarkan anaknya mati apalagi kita manusia” tanya dr. Herman Man.

Mengenai pemberlakuan PSBK, urai dr. Herman Man tentu dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, di antaranya adalah jika tiap hari ada kematian akibat Covid-19 di RT/RW tersebut dan ada tambahan kasus positif setiap hari di lingkungan tersebut. Faktor lain yang mempengaruhi berlakunya PSBK adalah jika 50 persen warga di lingkungan tersebut adalah kontak erat pasien positif Covid-19.(*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans/jm/rdp)

Editor (+roni banase)

Istri Wakil Wali Kota Kupang Dirawat di RS S K Lerik, Ini Imbauan dr Herman Man

719 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pasca-terkonfirmasi positif Covid-19 berdasar hasil swab polymerase chain reaction (PCR), Wakil Wali Kota Kupang menjalani masa isolasi mandiri di rumah, sedangkan istrinya, Nyonya Elizabeth Rengka bakal dirawat secara intensif di Rumah Sakit (RS) S K Lerik.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/01/22/hasil-swab-antigen-wakil-wali-kota-kupang-dan-istri-positif-covid-19/

Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji melalui konferensi pers virtual bersama awak media pada Jumat, 22 Januari 2021 pukul 20.00 WITA—selesai.

“Kemarin (Kamis, 21 Januari 2021) langsung dilakukan rapid test antigen dan hasilnya reaktif, kemudian dilakukan test swab PCR dengan hasil positif Covid-19,” urai Ernest Ludji sembari menyampaikan keadaan Wakil Wali Kota Kupang dalam keadaan sehat. Sementara ibu Wakil Wali Kota Kupang dirawat di RS S K Lerik.

Lanjut Ernest, “Bapak Wakil Wali Kota Kupang dalam keadaan cukup bugar dan memutuskan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan ketat dari puskemas terdekat dan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Kupang.

Wakil Wali Kota Kupang dan keluarga, imbuh Ernest, memohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Kota Kupang terkait kondisi terkonfirmasi positif Covid-19. “Kiranya Tuhan menjamah dan menyembuhkan Bapak Wakil Wali Kota dan ibu dalam menjalani masa isolasi di rumah dan rumah sakit,” ulas Ernest.

Selain itu, tandas Ernest, Wakil Wali Kota Kupang juga menyampaikan imbauan yakni agar masyarakat dapat mengikuti semua protokol kesehatan berupa gerakan 5 M (Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi bepergian).

Ernest pun mengajak seluruh masyarakat Kota Kupang untuk mengikuti Vaksinasi Covid-19.

Terpisah, kepada Garda Indonesia pada Jumat malam, 22 Januari 2021, Nyonya Elizabeth Rengka menyampaikan bahwa dirinya sedang menjalani perawatan di RS S K Lerik dan dalam kondisi baik. “Saya sudah istirahat di S K Lerik,” tulisnya melalui pesan whatsapp pada pukul 21.16 WITA.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Hasil ‘Swab Antigen’ Wakil Wali Kota Kupang dan Istri Positif Covid-19

9.337 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Istri, Nyonya Elizabeth Rengka dinyatakan positif Corona Virus Disease (Covid-19) berdasarkan hasil swab antigen oleh petugas Rumah Sakit S K Lerik pada Kamis, 21 Januari 2021.

Kepada Garda Indonesia pada Jumat siang, 22 Januari 2021, Nyonya Elizabeth Rengka menyampaikan bahwa sebagai pejabat publik di Kota Kupang, ia dan Wakil Wali Kota Kupang wajib untuk menyampaikan kondisi kesehatan terkini kepada masyarakat.

“Saya meminta kepada Pak (Wakil Wali Kota Kupang, red) untuk di-swab sembari menyampaikan kondisi kesehatan tak sehat saat kemarin (Kamis, 21 Januari 2021), sebelum beliau bertugas mengunjungi puskesmas,” urai Nyonya Elizabeth Rengka.

Dari hasil swab antigen tersebut, imbuh Elizabeth Rengka, kami dinyatakan positif. “Petugas dari rumah sakit datang ke rumah dan saya di-swab duluan, hasilnya positif. Kemarin juga langsung di-swab PCR, namun hasilnya belum keluar,” seraya mengungkapkan bahwa hasil swab antigen bapak Wakil Wali Kota Kupang pun positif.

Elizabeth Rengka yang juga menjadi Ketua Forkomwil Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) NTT pun menyampaikan informasi terkait kondisi dirinya dan Wakil Wali Kota Kupang yang terpapar Covid-19 atas hasil tes swab antigen.

Berikut isi pesannya di grup whatsapp “Hai sahabat Puspa NTT, kemarin saya dan suami swab antigen hasilnya + (positif), sekarang kami isoman (isolasi mandiri) di rumah. Maaf ya, rencana rapat kita tunda dulu. Doakan kami ya..semua seisi rumah sudah di-swab dan puji Tuhan semua – (negatif), memang yang terpapar sebelumnya adalah ajudan dan sopir.”

Beragam empati dan dukungan pun datang dari para anggota PUSPA antara lain:

Dr. Twen Dami Dato dari Fakultas Peternakan Undana, “Tuhan Dokter Agung yakin bapa dan mama serta keluarga disembuhkan.”

Dani Manu dari LBH Apik, “Doa kami menyertai mama dengan bapa wakil.”

Jurnalis Senior Ana Djukana, “Tabib Agung menjamah mama, makan minum diberkati untuk pulih. Tetap semangat dan kuat ya. Doa kami untuk bapak dan mama.”

Dokter Essy dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi NTT, “GWS Mama Ketua PUSPA NTT..Salam hormat untuk Bapak Wawali.”

Anggota DPRD Provinsi NTT, Ana Waha Kolin, “Semoga lekas sembuh Ibu Ketua.. salam sehat untuk kita semua.”

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto (*/istimewa, koleksi pribadi)

Alternatif Isolasi Pasien Covid, Puskesmas Penkase Siap 30 Tempat Tidur

197 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Puskesmas yang terletak di Kelurahan Penkase, Kecamatan Alak akan dijadikan sebagai tempat isolasi alternatif bagi para pasien Covid-19 di Kota Kupang, karena ruang isolasi di semua rumah sakit sudah penuh. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat melakukan pemantauan tim isolasi mandiri hari kedua di sejumlah puskesmas di Kota Kupang, pada Kamis, 21 Januari 2021.

Dokter Herman Man bersama rombongan berkesempatan mengunjungi langsung lokasi puskesmas yang terletak tepat di samping Polsek Alak tersebut. Turut serta dalam kunjungan tersebut Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Maxi Jemy D. Didok, S.Pd., M.Si, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si. Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, Marthin Alan Yoga Girsang, S.H., M.H. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Rudi Priyono, S.KM., M.Kes. Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Kupang, I. G. A. Ngurah Suarnawa serta para lurah setempat.

Menurut dr. Herman Man, gedung puskesmas yang belum aktif beroperasi tersebut akan segera dimanfaatkan sebagai tempat isolasi jika fasilitas penunjang serta petugas sudah siap. Ia pun memastikan ketersediaan air sebagai kebutuhan dasar di gedung puskesmas tersebut. “Nantinya pasien positif Covid-19 yang kita prioritaskan untuk dirawat di sini,” tambahnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Rudi Priyono, S.KM., M.Kes. menjelaskan saat ini sudah tersedia 18 tempat tidur di Puskesmas Penkase untuk ruang isolasi. Rencananya akan ada tambahan 12 unit tempat tidur lagi sehingga total tempat tidur yang akan tersedia menjadi 30 unit. 26 unit tempat tidur untuk pasien, sedangkan 4 tempat tidur untuk petugas. Saat ini pihaknya akan melengkapi fasilitas penunjang di puskesmas tersebut serta melakukan koordinasi dengan semua puskesmas guna membahas ketersediaan petugas yang didatangkan dari semua puskesmas. Rencananya masing-masing puskesmas diminta menyediakan 12 petugas terdiri atas dokter dan perawat, yang akan bertugas secara bergilir di Puskesmas Penkase sebagai tempat isolasi.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man saat melihat ketersediaan tempat tidur di Puskesmas Penkase

Sebelum memantau Puskesmas Penkase, dr. Herman Man bersama rombongan juga berkesempatan mengunjungi Puskesmas Manutapen yang diterima oleh Kepala Puskesmas Manutapen, dr. Haryono dan menyampaikan telah membagi tim untuk melakukan pemantauan terhadap pasien positif Covid-19 yang berjumlah 28 orang dan tersebar di tiga kelurahan yang masuk dalam wilayah pelayanan yakni, Kelurahan Manutapen, Kelurahan Mantasi dan Kelurahan Fatufeto.

Dokter Haryono bersama para petugasnya sempat mengeluhkan soal tidak adanya mobil ambulans di puskesmas mereka sehingga sering mengalami kendala saat hendak merujuk pasien. Menanggapi keluhan tersebut Wakil Wali Kota Kupang  berjanji akan memperhatikan kendala itu.

Usai kunjungan di Puskesmas Manutapen, dr. Herman Man bersama rombongan melanjutkan pemantauan ke Puskesmas Alak di Kelurahan Nun Baun Sabu. Di sana, mereka diterima oleh Kepala Puskesmas, dr. Panondang Pandjaitan. Menurutnya, saat ini ada 28 pasien positif yang sedang dalam pemantauan petugas mereka dan tersebar di lima kelurahan yakni Kelurahan Nunhila, Nun Baun Delha (NBD), Nun Baun Sabu (NBS), Penkase, Namosain serta Alak.  Dalam kunjungan tersebut tak lupa dr. Herman Man mendesak untuk mempercepat vaksinasi covid bagi para petugas kesehatan di puskesmas tersebut.

Desakan untuk sesegera mungkin melakukan vaksinasi bagi para tenaga medis juga disampaikan dr. Herman Man di dua puskesmas yakni Puskesmas Bakunase dan Puskesmas Sikumana. Kepala Puskesmas Sikumana, dr. Ivony Ray memastikan dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan vaksinasi bagi para tenaga kesehatan bisa dilaksanakan. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans)

Editor (+roni banase)