Arsip Tag: dokter herman man

Pemkot Kupang Terapkan PPKM Level 4, Wajib Patuh Tiga Ketentuan

1.719 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Menindaklanjuti Instruksi Mendagri Nomor 25 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 (empat) Corona Virus Disease (COVID-19) di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua sesuai dengan kriteria level situasi pandemi berdasarkan assesment oleh Kementerian Kesehatan, yang menetapkan Kabupaten Sikka, Kabupaten Sumba Timur dan Kota Kupang sebagai lokasi penerapan PPKM Level 4 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/07/25/ppkm-level-4-diterapkan-26-juli-2-agustus-2021-ini-penyesuaiannya/

Menyikapi kondisi tersebut, maka Pemerintah Kota Kupang menghelat rapat pada Senin, 26 Juli 2021 dan telah menerbitkan Instruksi Wali Kota Kupang terkait penerapan PPKM Level 4 di wilayah administratif Kota Kupang. Demikian penegasan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat jumpa media dengan penerapan protokol kesehatan ketat di ruang Garuda Kantor Wali Kota Kupang.

“Intinya semua edaran yang kami buat berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 25 Tahun 2021, tetapi terdapat klausul kepada Kepala Daerah untuk menyesuaikan hal-hal yang dibutuhkan di tingkat daerah,” ujar  Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man sembari menyampaikan bahwa surat edaran Wali Kota Kupang tentang PPKM Level 3 telah dipertimbangkan kesesuaian dengan penerapan PPKM Level 4.

Ada pun Instruksi Wali Kota Kupang, urai dr. Hermanus Man, terkait penyesuaian aturan penerapan PPKM Level 4 di Kota Kupang antara lain :

Pertama, seluruh aktivitas kemasyarakatan di Kota Kupang diperkenalkan hanya hingga pukul 21.00 WITA (9 malam).

“Sesudah pukul 21.00 WITA, maka Pol PP dibantu Polisi dan TNI beserta tim Covid-19 Kota Kupang melakukan patroli penertiban sekaligus memberi sanksi berupa pencabutan izin, KUHP, atau Undang-undang Karantina,” terang dr. Hermanus Man.

Kedua, Penertiban jam operasi pasar yakni mulai pukul 04.00—10.00 WITA dan 17.00—20.00 WITA yang dihadiri oleh Polisi, TNI, Pol PP, dan Dinas Perhubungan.

“Satu pasar terdiri dari 10 (sepuluh) orang yang bertugas menertibkan protokol kesehatan, jika tidak mengikuti maka diusir keluar dari pasar. Untuk penjual dihentikan berjualan selama satu minggu jika tak mengikuti protokol kesehatan dan untuk sopir dari luar kota masuk ke pasar yang tak mengikuti prokes dilarang masuk ke pasar,” tegas dr. Hermanus Man seraya menambahkan, “Karena kasus Covid-19 di Kota Kupang sudah sangat serius berada di level 4.”

Ketiga, pada akhir pekan (Jumat, Sabtu, dan Minggu) dilakukan penyekatan atau pembatasan di pintu masuk ke Kota Kupang diatur oleh Dinas Perhubungan, Polisi, dan TNI.

“Bagi warga Kota Kupang yang ingin piknik lalu pulang pergi, kita tutup dan larang karena risiko tinggi pergi ke daerah atau kabupaten yang belum melakukan  Vaksinasi Covid-19,” tekan dr. Hermanus Man bahwa penyekatan hanya berlaku 2 (dua) minggu.

Terkait pembatasan aktivitas ke luar kota, tandas Wakil Wali Kota Kupang, bahwa dalam keadaan darurat, maka Kepala Daerah berkewajiban melindungi seluruh masyarakat dengan membatasi mobilitas.

“Ini bagian dari penerapan protokol kesehatan 5 M dan demi kebaikan kita bersama,” pungkas dr. Hermanus Man.

Penulis, editor dan foto (+ roni banase)

Instansi Teknis Siaga Bencana, dr. Herman Man: Masyarakat Siaga & Waspada

229 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Dampak cuaca ekstrem dari Badai Siklon Tropis yang melanda Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Sabtu, 3 April 2021, mengakibatkan curah hujan deras dengan luapan air dan terjadi banjir, disertai angin kencang dan pohon tumbang.

Menyikapi kondisi tersebut, maka Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man pada Minggu siang, 4 April 2021 pukul 12.44 WITA saat dihubungi Garda Indonesia menyatakan bahwa telah berkoordinasi dan memerintahkan instansi teknis terkait untuk cepat melaporkan jika terjadi bencana. “Kemarin sore (Sabtu, 3 April 2021, red) saya memerintahkan instansi teknis terkait aspek koordinasi untuk segera melaporkan jika terjadi bencana,” ungkapnya.

Instansi teknis terkait di Kota Kupang yang siaga bencana, imbuh dr. Herman Man, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kebersihan, PUPR, Pol PP, Camat, dan Lurah. “Oleh karena itu, BPBD telah membuat 2 (dua) regu lapangan dengan posko terutama untuk mengatasi pohon tumbang,” urainya.

Dokter Herman Man pun sempat melihat dari dekat RS Bhayangkara yang terdampak luapan air dari kali kecil ke jalan raya akibat tumpukan sampah. Selain itu, Wakil Wali Kota Kupang juga memantau langsung kondisi Pantai Warna Oesapa. “Sayang, Saya tak sempat memantau kondisi pantai Namosain, karena harus ke Naikolan,” ungkapnya seraya menyampaikan belum bisa memastikan apakah bantuan Pemkot Kupang bisa menjawab kebutuhan masyarakat.

Terkait postingan di media sosial, Dokter Herman Man mem-posting atau mengunggah ramalan cuaca dari BMKG dan mengimbau masyarakat Kota Kupang melalui media sosial yakni facebook agar siaga dan waspada. “Tidak perlu keluar rumah, di samping Covid-19, juga kita mencegah jika ada pohon tumbang,” pintanya.

Penulis, editor dan foto utama (+roni banase)

Forum Anak Kota Kupang, dr. Herman Man: Anak Corong Protokol Kesehatan

248 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man minta anak-anak  untuk bisa menjadi corong penegakan protokol kesehatan di lingkungan masing-masing. Permintaan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Workshop Forum Anak Tingkat Kota Kupang Tahun 2021 yang diikuti secara daring dari ruang kerjanya, pada Kamis, 18 Maret 2021.

Kepada anak-anak peserta workshop, dokter Herman Man menyampaikan Covid-19 kini sudah menjadi pandemi yang menyebar luas dalam waktu singkat di seluruh dunia, termasuk Kota Kupang. Karena itu dia meminta agar anak-anak selalu hati-hati. Dalam materinya selain memaparkan tentang situasi terkini Covid-19 di Kota Kupang, ia juga menjelaskan tentang bagaimana upaya Pemerintah Kota Kupang memastikan anak-anak aman dari wabah Covid-19.

Menurutnya salah satu upaya pencegahan Covid-19 oleh Pemerintah Kota Kupang adalah dengan secara rutin melakukan operasi penegakan protokol kesehatan atau yang lebih dikenal dengan operasi Pro Kasih. Dalam operasi tersebut masyarakat diimbau untuk menerapkan 5M; memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi interaksi/mobilisasi.

Anak-anak, tambah dokter Herman Man, juga bisa ikut berperan dalam upaya ini dengan cara membantu mengingatkan keluarga dan orang-orang di sekitar lingkungan tempat tinggalnya yang belum taat prokes, tentunya dengan cara yang santun. Selain penegakan protokol kesehatan, terangnya, Pemerintah Kota Kupang juga gencar mengampanyekan gerakan masyarakat hidup sehat atau Germas, mulai dari usia anak-anak.

Kepada anak-anak dan orang tua, dokter Herman Man meminta agar selalu menjalani pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi  seimbang, banyak makan sayur, istirahat yang cukup serta minum air putih yang cukup.  “Tugas kami adalah memastikan anak-anak Kota Kupang sehat. Dengan menggalakkan Germas, anak-anak bisa hidup sehat dan jauh dari Covid-19,” tandasnya.

Workshop Forum Anak Kota Kupang juga menghadirkan narasumber yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Kupang, Ir. Clementina Soengkono, Ketua Forum Anak Kota Kupang, Putra A.N. Bengu dan Fasilitator Nasional Forum Anak, Yolanda O. Kono.

Workshop yang digagas oleh Forum Anak Kota Kupang bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang ini diikuti oleh perwakilan Forum Anak dari tingkat kelurahan, perwakilan anak jalanan, perwakilan sekolah-sekolah serta perwakilan anak  kelompok keagamaan. (*)

Sumber berita dan foto (*/Pkp_ans)

Editor (+roni banase)

Pantau Vaksinasi Covid Lansia Kota Kupang, dr.Herman Man: Ada Minta Tunda

220 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Kota Kupang, menghelat vaksinasi Covid-19 Tahap 2 termin I bagi warga lanjut usia atau lansia mulai Senin, 8 Maret 2021. Alokasi distribusi vaksin Covid-19 dilakukan pada kelompok lansia dan pelayanan publik, dengan target sasaran masing-masing berjumlah 10.139 orang dan 937 orang.

Pelaksanaan vaksin dilakukan pada 11 puskesmas dan Rumah Sakit di Kota Kupang serta beberapa tempat pelayanan publik yang telah ditetapkan, misalnya kantor lurah.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, pada Senin, 8 Maret 2021, melakukan pemantauan di tiga lokasi vaksinasi, yakni Puskemas Oesapa, Puskesmas Pasir Panjang dan Kantor Lurah Merdeka. Turut hadir mendampingi Wakil Wali Kota Kupang, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Rudy Priyono, S.KM., M.Kes. para Camat dan Lurah serta Kepala Puskesmas.

Hasil pantauan, untuk Puskesmas Oesapa vaksinasi yang ditargetkan berjumlah 400-an orang dan yang telah melakukan vaksin sebanyak 200 orang (lansia dan pelayanan publik), dengan jadwal pelayanan hari Senin—Rabu dan Sabtu, mulai pukul 08.00—12.00 WITA.

Selanjutnya dilanjutkan ke Kantor Lurah Merdeka, dengan jumlah sasaran vaksinasi 560 orang lansia yang berasal dari Kelurahan Merdeka, Bonipoi, LLBK, Solor, dan Kelurahan Airmata. Jadwal pelayanan setiap hari selama 2 minggu, mulai pukul 09.00—15.00 WITA. Pada Kantor Lurah Merdeka sementara ketersediaan stok vaksin berjumlah 250 vaksin.

Foto bersama Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man dengan Petugas Medis di Puskesmas

Pemantauan berakhir di Puskesmas Pasir Panjang, di mana pada puskesmas tersebut sasaran vaksinasi berjumlah 620 orang yang terdiri dari 400 orang lansia dan 220 orang pelayanan publik. Stok vaksin sementara berjumlah 120 vial single dos dan 60 vial multi dos. Jadwal pelayanan vaksinasi berlangsung setiap hari selama 1 minggu mulai pukul 08.00—12.00 WITA.

Dokter Herman Man saat diwawancara menyampaikan akan melakukan pemantauan ke 11 Puskesmas di Kota Kupang dan hari ini 3 puskesmas dan tempat layanan publik tersebut yang dikunjungi. Tujuannya untuk memantau kegiatan vaksinasi bagi lansia dan pelayanan publik, memantau sasaran dan ketersediaan vaksinnya serta proses-melakukan vaksinasi. “Saya melihat proses vaksinasi pada ketiga puskesmas ini berjalan baik, yang meminta penundaan vaksin juga tidak banyak,” ungkapnya

Selain itu, dokter Herman Man juga memantau prosedur isolasi mandiri oleh puskesmas dengan koordinasi satgas Covid-19 Kota Kupang, camat dan lurah yang diakuinya telah berjalan dengan baik dari sisi pendekatan dan penerapan protokol kesehatan.

“Memang tujuan kami untuk itu, kita semua berada di sini untuk pelayanan kepada masyarakat agar dapat terlayani dengan baik dan sesuai aturan, apalagi vaksin untuk lansia ini penting karena mereka yang memiliki risiko lebih tinggi,” tandas dokter Herman Man. (*)

Sumber berita dan foto (*/Pkp_Chr/Dev/Et)

Editor (+roni banase)

Pelatihan Program Malaria PERDHAKI NTT, Ini Tiga Pesan Dokter Herman Man

229 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Staf dalam Pengelolaan Program Malaria GFATM Penguatan Komunitas Region Nusa Tenggara Timur, pada Selasa sore, 23 Februari 2021 bertempat di salah satu hotel. Pelatihan ini diprakarsai oleh  Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (PERDHAKI) selaku Principal Recipient (PR) untuk mengelola dana hibah dari Global Fund dalam rangka mendukung upaya eliminasi malaria di wilayah Indonesia Timur untuk tiga tahun ke depan.

Project Manager Malaria PERDHAKI, dr. Ari Hermawan dalam kegiatan pembukaan, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pengelolaan anggaran Malaria sejak tahun 2010 di berbagai tempat dan kembali dipercaya oleh Global Fund untuk tiga tahun ke depan, yaitu 2021—2023. “Tiga tahun mendatang kami diminta bergerak lebih dalam ke masyarakat sebagai Principal Recipient (PR) yaitu community base atau pendekatan berbasis komunitas,” ungkapnya sembari menyampaikan tujuan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas rekan sub recipient (SR) dan sub-sub recipient (SSR) dalam program malaria terutama kapasitas staf SR dan SSR baru dalam melakukan pengelolaan program, keuangan dan administrasi-logistik secara  optimal.

Pelatihan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari tersebut dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat bagi peserta yang berasal dari beberapa daerah di NTT yaitu dari Keuskupan Agung Kupang dan Keuskupan Agung Ende. Dokter Ari Hermawan berharap pelatihan ini mampu menghasilkan sejumlah output yang maksimal dalam pengelolaan program Malaria.

Output tersebut antara lain, rekan SR dan SSR memiliki kemampuan dalam berkoordinasi dengan dinas terkait, memiliki indikator yang harus di capai, memahami sistem dan prosedur program, keuangan, M&E, logistik, dan administrasi,” ujar dokter Ari. Ditambahkannya, selain itu Rekan SR dan SSR diharapkan memiliki kemampuan program dan monitoring yang baik (Advokasi-BCC-Empowerment Program) serta dapat mengelola program secara baik, terprogram, akuntabel dan transparan.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man mengungkapkan untuk di beberapa daerah di NTT, kasus Malaria masih menjadi penyebab kematian yang tinggi pada sarana-sarana kesehatan, meskipun untuk Kota Kupang sendiri sudah status eliminasi untuk tiga tahun terakhir. “Untuk beberapa daerah di NTT, penyakit Malaria sudah sangat familier bagi masyarakat bahkan sampai pada cara pengobatannya,” ucapnya dalam sambutan.

Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man saat membuka pelatihan Program Eliminasi Malaria PERDHAKI NTT

Namun, dokter Herman Man mengatakan perlunya pengawasan terhadap beberapa jenis Obat Malaria yang beredar di masyarakat karena dapat menyebabkan resistensi. Kepada peserta pelatihan, ia mengatakan terdapat tiga hal penting yang harus dimiliki oleh peserta untuk diterapkan di lapangan.

Pertama, perlunya pemahaman dan pengetahuan tentang manajemen baru seperti community base atau pendekatan berbasis komunitas. Hal ini dicontohkannya seperti penanganan pandemi Covid-19 di Kota Kupang yang berbasis komunitas di tingkat mikro mulai dari RT/RW. Hal yang sama juga dilakukan terhadap penanganan stunting di mana perlu melakukan kerja sama dengan berbagai pihak.

“Prinsip yang sama untuk penanganan malaria, perlu melakukan pendekatan pentahelix, bukan saja dari pemerintah tetapi melibatkan tokoh agama, pengusaha, akademisi dan pers yang diikuti dengan peningkatan sosialisasi di wilayah kerja masing-masing sehingga adanya pemahaman dan pengetahuan akan eliminasi malaria di tengah-tengah masyarakat secara baik dan benar,” jelas dokter Herman Man.

Kedua, yaitu skill atau ketrampilan. Diperlukan ketrampilan terutama dalam menggalang pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, dokter Herman Man mengatakan tidak hanya teori, namun dibutuhkan pengalaman yang baik untuk menangani kasus-kasus yang terjadi di dalam masyarakat. Diharapkannya simulasi dalam pelatihan ini dapat menambah pengalaman peserta.

Ketiga, mental atau attitude dalam pengelolaan sikap (Frame of Thinking) yang berkaitan dengan pemahaman akan metode dalam mengeliminasi malaria. “Sekarang teknologi semakin maju, metode-metode yang bagus harus diikuti dengan pola pikir dan sikap yang baik,” tuturnya. Ia berharap dengan diadakannya pelatihan ini dapat mewujudkan eliminasi malaria di berbagai daerah di NTT.

Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari Papua Barat, Decky Walgiarno dari PR Tim PERDHAKI Pusat. Sementara peserta terdiri dari SR  Keuskupan Agung Kupang dengan jangkauan wilayah kerja dengan peserta yang mewakili Kabupaten Alor, Kabupaten Atambua , Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Timur dan Kota Kupang sebanyak 10 orang, sedangkan peserta SR PWKA Ende dengan wilayah jangkauan Kabupaten Sumba Tengah, Sumba Barat, Manggarai Barat, Ende dan Lembata sebanyak 14 orang. (*)

Sumber berita dan foto (*/Pkp/Rdp*)

Editor (+roni banase)

Warga Kota Kupang Apresiasi Aksi Kemanusiaan HUT Ke-3 Ultras

332 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Guyuran Hujan  di Kota Kupang sejak pukul 07.00 WITA tak membendung minat warga untuk mengikuti aksi kemanusiaan berupa swab antigen gratis, donor plasma darah dan donor darah biasa yang dihelat dalam rangka hari ulang tahun ke-3 Ultras Victory.

Meski guyuran hujan deras sekira pukul 7.30 WITA, warga mulai mendatangi PMI Kota Kupang pada Sabtu, 20 Februari 2021, menggunakan moda transportasi umum maupun pribadi. Pantauan Garda Indonesia di lokasi kegiatan, beragam kendaraan bermotor roda dua dan empat terparkir di halaman maupun di pinggir jalan.

Warga Kota Kupang menunggu antrian dan memadati PMI Kota Kupang dengan mematuhi protokol kesehatan, foto oleh vecky taseseb

Hingga pukul 16.15 WITA, warga Kota Kupang masih datang untuk mendaftarkan diri mengikuti swab antigen gratis, namun jumlah alat swab yang disediakan hanya untuk 250 orang, maka panitia mengarahkan untuk mengikuti kegiatan serupa yang dihelat oleh Bank NTT pada Sabtu, 26 Februari 2021 pukul 09.00 WITA—selesai

“Dari swab antigen yang diikuti oleh 250 orang, terdapat 5 (lima) orang dinyatakan reaktif Covid-19 (laki-laki 3 orang dan 2 perempuan),” urai Ketua Ultras Kota Kupang sekaligus Ketua Panitia Kegiatan, Vecky Taseseb.

Personil Ultras di meja pendaftaran dan pelayanan Swab Antigen Gratis, foto oleh Jean Ultras

Beragam respons dan apresiasi disampaikan warga yang memperoleh pelayanan, seperti diutarakan oleh salah satu tokoh masyarakat, Yapi Pingak yang mendonorkan darahnya saat aksi kemanusiaan Ultras Victory. “Inilah bentuk kepedulian dari teman-teman Ultras yang menunjukkan ke publik bahwa Ultras tak hanya ada untuk kepentingan tertentu,” ujarnya.

Kehadiran Ultras, imbuh mantan anggota DPRD Kota Kupang ini, untuk sesama yang dapat mengubah pola pikir masyarakat. “Sebagai tokoh masyarakat, saya sangat mendukung. Biar ini menjadi barometer yang bergerak di organisasi lain dan ini harus diakui sebagai bentuk kepedulian terhadap pandemi Covid di Kota Kupang,” tandasnya seraya menyampaikan harapan agar Ultras tetap menjadi contoh bagi organisasi dan masyarakat.

Lasmura (Laskar Muda Hanura) NTT, foto oleh jean ultras

Apresiasi serupa juga datang dari Lasmura (Laskar Muda Hanura) yang ikut serta melibatkan sekitar 30 anggotanya. Ketua DPD Lasmura NTT, Indra Wahyudi Erwin Gah, S.E., M.Sc. “Dengan adanya kegiatan ini dapat memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, tak hanya memakai masker dan mencuci tangan,” ujarnya.

Pemerintah, imbuh Indra Gah, dapat mendukung dan mendorong kegiatan serupa. “Dan kegiatan ini sangat membantu masyarakat Kota Kupang,” tandas Indra yang juga menjabat sebagai Sekretaris Partai Hanura Kota Kupang.

Foto bersama Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man dan Ketua Ultras Kota Kupang, Vecky Taseseb, foto (humas/pkp)

Wakil Wali Kota Kupang, dokter Hermanus Man pun menyampaikan selamat dan apresiasi. Saat diwawancara awak media, Wakil Wali Kota Kupang menyampaikan harapan agar di usia yang ketiga ini, Ultras Victory makin mapan dalam organisasi dan visi misinya. “Ini gerakan kemanusiaan yang bisa menjadi contoh bagi organisasi lain di Kota Kupang,” ujarnya.

Sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang, dokter Herman Man mengakui, saat ini PMI sangat  membutuhkan stok darah. Ia pun mengimbau warga Kota Kupang sembuh Covid-19 dan memenuhi syarat, untuk berkenan mendonorkan plasma darah bagi pasien positif Covid-19 yang membutuhkan.

Penulis, Editor dan Foto Utama (+roni banase)

Rumah Makan & Toko Langgar Prokes, Gubernur VBL : Tindak Tegas !

607 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menekankan pada tindak langsung untuk mencegah adanya keramaian dalam upaya menangani penyebaran kasus Covid-19 yang terus meningkat dengan melakukan rapat bersama Forkopimda di ruang rapat Kantor Gubernur pada Jumat, 5 Februari 2021.

“Kita lakukan cek dan peringatan bagi rumah makan dan juga toko-toko. Untuk rumah makan itu pembeli tidak boleh makan di situ. Beli makanannya dan langsung tinggalkan tempat itu. Untuk toko-toko dan pusat keramaian jumlah pengunjung juga dibatasi. Kita cek dan lakukan peringatan cukup 1 kali, bila kemudian melanggar maka langsung ditindak tegas,” urai Gubernur VBL.

Juga untuk perayaan pesta-pesta, tegas VBL, tidak boleh ada sampai bulan Mei. “Saya tegas untuk itu. Kita tetap cegah keramaian dan tetap kenakan masker. Penertiban yang ketat juga untuk para pengendara kendaraan yang tidak menggunakan masker,” tegas Gubernur VBL.

Ia mengatakan agar dalam keputusan pengelolaan anggaran tidak boleh ragu-ragu karena situasi saat ini dalam tanggap darurat bencana. “Kita harus kerja cepat dan tegas. Pemerintah dan semua masyarakat tidak boleh mengabaikan. Harus peduli kita cegah bersama. Pihak pemerintah tidak boleh ragu-ragu dalam kelola anggaran untuk pencegahan Covid-19,” tandas Gubernur VBL.

Rapat bersama Forkopimda sebagai upaya penanganan penyebaran Covid-19 di ruang rapat Kantor Gubernur pada Jumat, 5 Februari 2021

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT Inche Sayuna turut menegaskan pentingnya pencegahan kerumunan atau keramaian. “Pembatasan jumlah pengunjung toko dan pusat keramaian harus diperketat. Harus ada sidak. Mengingat kita lihat Kota Kupang ini kasusnya melonjak tajam karena adanya transmisi lokal yang tinggi,” ujarnya.

Inche juga mengatakan pentingnya pengawasan protokol kesehatan bagi karyawan yang bekerja di dapur rumah makan. “Kita juga harus jalankan sosialisasi vaksin bagi masyarakat. Mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Mengingat saat ini informasi yang beredar di masyarakat sering kali membuat risau masyarakat mengenai efek dari vaksin yang membuat rasa takut sehingga ada masyarakat tidak mau divaksin,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man mengatakan Pemkot Kupang sedang mengusahakan alat tes PCR bagi masyarakat Kota Kupang. “Kami sedang mendatangkan alat tes PCR dan diharapkan bisa dilakukan tes PCR bagi 500 warga per harinya”, ujar dr. Herman.

Dokter Herman Man juga mengatakan akan ada pengawasan keramaian yang sangat ketat hingga pada tingkat RT/RW di setiap kelurahan. “Selain pengawasan keramaian, kami juga wajibkan setiap toko, bank dan mall untuk melakukan tes rapid antigen bagi semua karyawan setiap 2 minggu sekali dan hasilnya diumumkan pada publik,” tambahnya.

Kapolda NTT bersama Danrem Wirasakti yang hadir dalam kesempatan tersebut juga sangat menegaskan pada peningkatan pengawasan kerumunan dan keramaian yang mana sangat memungkinkan terjadinya transmisi lokal yang cukup tinggi.

Sumber berita dan foto (*/Humas dan Protokol Setda NTT)

Editor (+roni banase)

‘One in Two’ Konsep Isolasi Mandiri dan Stop Covid-19 ala Pemkot Kupang

288 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam rapat bersama sejumlah perangkat daerah terkait penanganan Covid-19 pada Selasa, 2 Februari 2021 di aula rumah jabatan Wakil Wali Kota Kupang, menyampaikan konsep penanganan penyebaran Covid-19 di Kota Kupang.

Di hadapan Asisten Pemerintahan  & Kesra Sekda Kota Kupang, Agus Ririmasse, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang,  Yanuar Dally, serta sejumlah OPD terkait yang tergabung dalam satuan gugus tugas Covid-19 Kota Kupang; dokter Herman Man menamakan konsep tersebut sebagai 1 in 2 (one in two).

Menurut dokter Hermanus Man, konsep One In Two memadukan peranan gugus tugas Covid-19 di tingkat kelurahan dan petugas pemantau isolasi mandiri dari puskesmas dengan. Dalam konsep ini, pasien positif Covid-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah atau orang tanpa gejala (OTG) akan diawasi oleh dua pihak tersebut.

Secara khusus kepada Garda Indonesia pada Rabu, 3 Februari 2021, dokter Herman Man, menegaskan titik tekan dari gugus tugas bertanggung jawab terhadap 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dan tugas kedua yakni membantu puskesmas untuk melaksanakan 3T; testing (pemeriksaan), tracing (penelusuran kontak) dan treatment (perawatan/isolasi) di wilayahnya masing-masing.

Sehingga satu OTG ada dua pihak yang memantau, imbuh dokter Herman Man, yakni gugus tugas kelurahan dan puskesmas karena masih dalam isolasi mandiri di rumah. “Karena ada pembagian tugas sehingga dinamakan one in two,” jelasnya.

Selanjutnya, di sekeliling OTG ada kontak. “Agar kontak tidak menyebarkan kepada orang lain, maka gugus tugas menerapkan 3M untuk membendung dan secara medis isolasi mandiri datang untuk penerapan 3T di bawah koordinasi Camat,” urainya.

Satu OTG pun, tegas dokter Herman Man, harus diamati dan terpenting adalah kontak. “Karena yang berpotensi positif Covid-19 adalah kontak, sementara OTG sudah jelas positif,” terangnya.

Agar proses 3T dapat berjalan, urai dokter Herman Man, bakal diterapkan insentif bagi gugus tugas di tingkat kelurahan. “Meski hanya ada sedikit anggaran, insentif harus ada di tingkat operasional karena dari puskesmas ke OTG telah ada anggaran. Sementara dari gugus tugas kelurahan ke OTG dan ke Camat yang belum ada,” ungkapnya.

Terkait anggaran yang bakal digunakan dari biaya tak terduga (BTT) sebesar Rp. 5 Miliar. “Jadi proses biaya tak terduga telah disiapkan. Dinas Kesehatan dan BPBD Kota Kupang membuat telaan bahwa memang dari segi Covid-19 sebagai darurat dan berstatus bencana, sehingga selanjutnya Wali Kota Kupang membuat SK Penetapan Kota Kupang darurat bencana,” tandasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto (*/Humas/PKP Pemkot Kupang)