Arsip Tag: Empat Pilar Kebangsaan

Kunjungi Warga Namosain, Anita Gah Helat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

75 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kembali terpilih keempat kali pada periode 2019—2024 sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah, S.E. mengunjungi dan menyapa warga Kelurahan Namosain Kecamatan Alak Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menghelat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Berlokasi di Gereja Wesleyan Indonesia (GWI) Manahain Jemaat Namosain Kecamatan Alak Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Jumat, 29 November 2019 pukul 16.30 WITA—selesai; Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan diikuti oleh sekitar 150 orang dari berbagai latar belakang termasuk Kader Posyandu, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan masyarakat umum. Sebelumnya di tempat sama Anita Gah juga menghelat kegiatan sama pada Selasa/18 September 2018 pukul 09.00 WITA—selesai.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Anita Jacoba Gah tersebut menghadirkan Dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Artha Wacana, Liven Rafael, S.H., M.Hum. yang mengupas dan mengulas relasi interaksi masyarakat dan penopang dengan 4 (empat) Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2018/09/18/anita-gah-konsisten-sosialisai-empat-pilar-kebangsaan/

Anita Gah dalam sosialisasi tersebut lebih menegaskan dan mengedukasi warga Namosain untuk membaca dan memahami buku-buku yang dibagikan tentang Empat Pilar Kebangsaan. Wanita asal Sabu Raijua ini juga mengedukasi Warga Namosain bahwa mereka pemegang kedaulatan tertinggi. “Banyak sekali hak dan kewajiban kita sebagai Warga Negara indonesia yang dilindungi oleh undang-undang,” ujarnya.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan oleh Dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Artha Wacana, Liven Rafael, S.H., M.Hum.

Anita Gah juga menegaskan bahwa Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini dihelat bukan untuk melawan pemerintah. “Jika ditemukan ada aparat pemerintah yang melanggar undang-undang maka harus mengambil sikap. Jika para pimpinan mengambil kebijakan seenaknya sudah sepantasnya rakyat harus bersikap untuk menegakkan kedaulatan NKRI,” tegasnya.

“Beranikah rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi membuka suara dan menegur,” tanya Anggota DPR RI Komisi X ini  kepada para peserta Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Oleh karena itu, lanjut Anita Gah, “Mengapa Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini terus disosialisasikan agar bapa dan mama dapat mempertahankan NKRI atas serangan baik dari dalam dan maupun dari luar,” tandasnya.

Anita Gah juga mengajak warga Namosain untuk mengunjungi Rumah Aspirasi Anita Jacoba Gah di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Oeba dan telah menyiapkan pengacara (lawyer) Liven Rafael, S.H., M.Hum., Beny Rafael S.H., dan Ony Sjah, S.H., M.Hum., untuk membantu warga untuk memperoleh bantuan hukum

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat Weisleyan Namosain, Pdt. Elisember Reo Siki, S.Th. kepada media ini menyampaikan hasil sosialisasi ini masyarakat merasakan kelegaan atas penyampaian aspirasi yang dialami seperti persoalan distribusi kacamata, peralihan proyek di Kecamatan Alak, distribusi Kartu BPJS, dan berbagai permasalahan sosial lainnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Sosialisasi Empat Pilar di Jemaat Calvari Oebelo, Anita Gah: Ini Bukan Kampanye

21 Views

Kab.Kupang, Garda Indonesia | Anggota DPR RI dari politisi Partai Demokrat, Komisi X bidang pendidikan, Anita Jacoba Gah,SE., konsisten dalam melaksanakan tugasnya sebagai wakil rakyat dan sebagai wujud nyata pelaksanaan tugas MPR RI dalam hal menanamkan program Kerja MPR RI; mengisi masa resesnya di awal tahun 2019 dengan mengadakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Berlangsung pada Jumat, 15 Februari 2019 pukul 17.00 WITA—selesai di Jemaat GMIT Calvari Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Pemateri Empat Pilar Kebangsaan oleh dosen FH Universitas Kristen Artha Wacana, Liven Rafael; sosialisasi diikuti oleh sekitar 150 peserta yang merupakan anggota jemaat Calvari Oebelo.

Saat membuka sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Anita menegaskan bahwa hari ini dirinya sedang melaksanakan tugas Anggota DPR RI aktif yang ketiga, yaitu fungsi pengawasan.

“Sebagai anggota DPR MPR RI, Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan sebagai pelaksanaan tugas ketiga adalah wajib hukumnya. Dan hanya anggota DPR RI yang peroleh tugas ini. Anggota DPR tingkat dibawahnya tidak mempunya hak ini”, tegas Anita

Lanjut Anita, Sebagai anggota DPR/MPR RI aktif, Anita tegaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar Kebangasaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI merupakan tugas khusus dari MPR terhadap anggota DPR RI.

“Semua anggota DPR adalah anggota MPR RI dan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan wajib hukumnya dilaksanakan oleh setiap wakil rakyat bagi dapilnya. Empat Pilar Kebangsaan wajib hukumnya disosialisasikan kepada masyarakat bagi dapil masing-masing wakil rakyat RI. Tujuannya agar masyarakat tahu, mengennal dan mampu melaksanakan seluruh nilai dan makna dari Empat Unsur Yang terdapat dalam Empat Pilar Kebangsaan”, jelas Anita.

Sekali lagi Anita menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah sosialisasi atau kampanye bagi dirinya yang sedang mencalonkan diri. Tapi ini semata-mata tugas pengawasan saja.

“Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan adalah sebuah tugas wajib bagi setiap anggota DPR RI dan legitimasi tugas sosialisasi juga hanya diperoleh anggota DPR RI”, ungkap Anita Gah

Sedangkan Lifen Rafael dalam pemaparannya mengumpamakan Empat Pilar sebagai 4 (empat) tiang rumah. Empat Pilar Kebangsaan adalah tiang negara Indonesia. Tanpa topangan ke-Empat Pilar Kebangsaan itu maka NKRI akan runtuh.

“Sehingga sebagai warga negara Indonesia harus menjaga keutuhan dan kekuatan keempat Pilar Kebangsaan ini agar Negara Indonesia mampu berdiri tegak. Dengan 1.120 suku di Indonesia maka penghayatan dan pelaksanaan terhadap ke Empat Pilar amat urgen dilaksanakan, sehingga sosialisasi ini menjadi amat penting dilaksanakan terus menerus”, jelasnya

Liven Rafael juga mengingatkan bahwa pengenalan dan pengajaran dari 4 Pilar agar bisa dimengerti, diterima, dimaknai dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia. Dan hal ini penting agar kehidupan berbangsa dan bernegara harus berdasarkan Pancasila. Karena Pancasila adalah Dasar Negara Indonesia dan wawasan berpikir dan berpijak Bangsa Indonesia; Sehingga kerukunan, persatuan, toleransi dapat dibangun dengan harmonis.

Penulis dan editor (+rony banase)

Anita Gah Berteriak Lantang Tentang Peran Kader Posyandu

25 Views

Kab Kupang, gardaindonesia.id | Para kader posyandu yang berasal dari desa-desa di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang-Provinsi Nusa Tenggara Timur menyampaikan unek-unek mereka kepada Anita Jacoba Gah tentang pelayanan posyandu yang minim sarana dan prasarana seperti belum ada tempat atau rumah posyandu dan hal lain yang menghambat pelayanan para kader.

Anita Gah anggota Legislatif Partai Demokrat tersebut mengumpulkan para kader dan masyarakat di Gereja Bethesda Tarus Tengah (Selasa,22/1/2019); selain mendengar unek-unek, Anita Gah juga memberikan pemahaman akan Empat Pilar Kebangsaan.

Anita Jacoba Gah

“Posyandu harus dilengkapi dengan fasilitas yang memadai seperti meja, kursi dan makanan tambahan berupa biskuit bagi para balita”, jelas Anggota DPR RI Komisi X yang membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, Perpustakaan.

Kepada para kader Anita Gah menyampaikan bahwa masih banyak ketidakadilan dalam pelayanan kepada masyarakat. “Hampir semua posyandu yang saya temui berteriak dan mengeluh kondisi yang sama”, ungkapnya.

Lanjut Anita dengan tegas mengatakan bahwa Pemerintah tidak bisa menganggap remeh para kader posyandu dan tidak adil kepada para kader posyandu. Anita Gah akan mengupayakan usulan pemberian insentif dan seragam bagi para kader dengan melakukan koordinasi dengan Pemkab Kupang

Disamping itu, materi Empat Pilar Kebangsaan yang kompleks bagi para kader posyandu dan masyarakat diramu oleh Lifen Rafael,SH,MHum., menjadi lebih gampang dan dimengerti dan dicerna oleh masyarakat.

Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika diringkas oleh dosen Unkris ini menjadi bahasa sederhana dengan konten dan dialek lokal Kupang (bahasa Kupang) yang menarik perhatian para peserta.

“Empat Pilar Kebangsaan ibarat tiang penyangga rumah maka empat pilar mesti kuat dapat menyanggah Negara Republik Indonesia, kita mesti bangga bahwa Pancasila lahir di Ende Bumi Flobamora”, ujar Lifen Rafael yang juga berprofesi sebagai Pengacara.

Lifen Rafael meneguhkan prinsip dasar kepada para kader posyandu dan masyarakat bahwa kalo kita mau kuat dalam Empat Pilar Kebangsaan maka keutuhan utama dan mendasar ada di dalam rumah tangga.

Penulis dan editor (+rony banase)

Anita Gah Edukasi Persatuan & Kesatuan dengan Empat Pilar Kebangsaan

20 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Empat Pilar Kebangsaan penting untuk tetap mempertahankan keutuhan dan persatuan Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang kokoh dan kuat. Mengapa Empat Pilar Kebangsaan sangat penting karena untuk mempertahankan Indonesia yang utuh dan damai sebagai bangsa yang berdiri kokoh diatas Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Anita Gah dalam rangkaian sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula Gereja Kota Kupang, Jumat/20 Des 2018 pukul 17.00WITA—selesai. Dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Karang Taruna dan Kader Posyandu seputar Kota Kupang; Anita Gah membuka sosialisasi dengan mempertanyakan tentang

Anita Gah memberikan edukasi tentang proses pemilihan kepala daerah dan calon anggota legislatif yang sesuai kaidah Empat Pilar Kebangsaan.

“Mengapa mama-mama saya undang? Karena setiap warga negara harus paham tentang Empat Pilar Kebangsaan,” jelas Anita Gah

Tambah Anita Gah, “Bapak dan Mama diundang sebagai warga negara yang bertanggung jawab dan dapat memberikan pencerahan bagi orang lain,” ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, para peserta sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan mempertanyakan tentang Beasiswa Bidikmisi dan Program Indonesia Pintar (PIP). Anita Gah menganjurkan untuk memasukan persyaratan melalui Rumah Aspirasi Anita Gah.

“Karena dana PIP 2017 masih terdapat di Bank dan sekitar 70 ribu siswa di Kota Kupang belum menerima Beasiswa PIP,” jelasnya.

Anita Gah sebagai anggota DPR RI  Komisi X menjelaskan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menggunakan real account berupa buku tabungan yang harus diverifikasi di Bank dan bukan virtual account karena masih banyak orang tua yang belum tahu tentang proses tersebut.

Penulis dan editor (+ rony banase)

Anita Gah Konsisten Sosialisai Empat Pilar Kebangsaan

41 Views

Kupang-NTT,gardaindonesia.id–Anita Jacoba Gah, Anggota DPR RI Komisi X (pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian, dan kebudayaan) dari Fraksi Partai Demokrat konsisten melaksanakan sosialisasi 4 (empat) Pilar Kebangsaan bagi konstituen di Kota/Kab Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Mengambil tempat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Gereja Wesleyan Indonesia (GWI) Mahanain Namosain Kota Kupang-NTT, Selasa/18 September 2018 pukul 09.00 wita-selesai; diikuti oleh sekitar 150 Warga Kelurahan Namosain dari berbagai unsur suku dan agama; 90 persen peserta sosialisasi merupakan kaum perempuan dan sisanya kaum laki-laki. Mayoritas mata pencarian warga sebagai nelayan yang menetap di sepanjang pesisir Pantai Namosain.

Anita Gah menyatakan dengan tegas untuk konsisten mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan; Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Saya akan terus konsisten melaksanakan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan,“ ujarnya.

Anita dalam pemaparan Empat Pilar Kebangsaan menyampaikan tentang pentingnya pemahaman dan penerapan empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari seperti menghargai perbedaan Suku dan Agama.

“Meski kita berbeda agama dan suku namun kita tetap satu yakni Indonesia,“ ujar Anita yang menyediakan Rumah Aspirasi Rakyat yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Kota Kupang. Anita juga menyerukan untuk menyampaikan berbagai keluhan tentang Layanan Publik ke Rumah Aspirasi dan bersedia dihubungi via telepon jika ditemukan adanya ketimpangan dalam Pelayanan Publik.

“Saya siap dihubungi oleh Bapak dan Mama sekalian; jika menemukan adanya ketimpangan Pelayanan Publik, Rumah Aspirasi juga sebagai Rumah Kita.“pungkasnya.

Pendeta GWI Mahanain Namosain, Pdt Loisa Sodak menyampaikan setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Ibu Anita Gah sangat berguna, karena masyarakat disini berprofesi sebagai nelayan, buruh, pekerja gudang sehingga perlu pemahaman yang mendalam tentang Empat Pilar Kebangsaan.

“Harapan kami, apa yang sudah disampaikan bisa dipahami dan dapat memiliki wawasan untuk keutuhan berbangsa dan negara,“ tandas Pdt Loisa.

Pantauan gardaindonesia.id, Para peserta sosialisasi yang beragama Kristen dan Islam akur dan rukun mengikuti sosialisasi di dalam Gereja Wesleyan Indonesia (GWI) Mahanain Namosain.

Untuk diketahui, Konsep 4 (Empat) Pilar Kebangsaan ini digagas oleh Alm. Taufik Kiemas, beliau menggagas konsep ini mengingat empat pilar mutlak dan tidak bisa dipisahkan dalam menjaga dan membangun keutuhan bangsa. Seperti halnya sebuah bangunan dimana untuk membuat bangunan menjadi kokoh dan kuat, dibutuhkan pilar-pilar atau penyangga agar bangunan tersebut dapat berdiri dengan kokoh dan kuat, begitu halnya juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini.

4 pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara:

1. Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia.

2. Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, atau disingkat UUD 1945 atau UUD ’45, adalah hukum dasar tertulis (basic law), konstitusi pemerintahan negara Republik Indonesia saat ini.

3. Bhinneka Tunggal Ika, Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan Indonesia. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuna dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.

4. NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), adalah bentuk dari negara Indonesia, dimana negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan, selain itu juga bentuk negaranya adalah republik, kenapa NKRI, karena walaupun negara Indonesia terdiri dari banyak pulau, tetapi tetap merupakan suatu kesatuan dalam sebuah negara dan bangsa yang bernama Indonesia. (+rb)