Arsip Tag: frans manafe

Bupati Belu Wajibkan Para Camat Lapor Kondisi Covid–19 Setiap Hari

214 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD–KGEH., FINASIM. mengimbau para camat agar berkoordinasi secara intensif dengan para kepala desa dan lurah untuk melakukan pengawasan dan pemantauan ekstra terhadap perkembangan situasi Covid–19 di wilayah masing–masing, terutama terhadap warga yang terpapar dan sedang menjalani isolasi mandiri. Orang yang isolasi mandiri harus diperhatikan baik–baik karena dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Isolasi mandiri itu bagi orang yang sakit, kontak erat dengan pasien yang positif sehingga perlu ada penanganan.

“Setiap camat wajib melaporkan perkembangan penanganan Covid–19 setiap hari ke meja bupati,” kata Bupati dalam rapat evaluasi penanganan Covid–19 tingkat kecamatan bersama 12 camat se–Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di lantai I kantor Bupati Belu pada Jumat, 16 Juli 2021, sembari berujar bahwa pemerintah daerah sudah menyiapkan sejumlah tenaga kesehatan cadangan yang dilatih untuk penanganan Covid–19.

Penjabat Sekda Belu, Frans Manafe, S.Pi. turut menegaskan pernyataan Bupati bahwa para camat harus melaporkan perkembangan penanganan Covid–19 dari kecamatan masing–masing kepada bupati setiap hari. “Kami juga telah membagikan buku kependudukan kepada para camat agar dapat diteruskan ke setiap lurah dan kepala desa supaya memastikan setiap warganya sudah memiliki KTP, Kartu Keluarga dan Kartu Kenal Lahir. Bagi masyarakat yang belum, segera melapor ke camat supaya bisa difasilitasi untuk didaftar ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil,” pintanya.

Frans Manafe mengharapkan agar para camat menjadi ujung tombak di wilayah kecamatannya masing-masing dalam mengatasi setiap permasalahan. Persoalan apa pun tidak harus langsung ke bupati, sepanjang para camat masih bisa menyelesaikan di tingkat kecamatan. Jika ada hal-hal yang tidak bisa dipecahkan di tingkat kecamatan, baru disampaikan ke bupati.

Asisten Administrasi Umum Sekda Belu, Drs. Alfredo P. Amaral memaparkan tentang perkembangan penanganan Covid–19.  Upaya pencegahan penyebaran melalui pembentukan Satgas Covid-19, penyediaan dana yang sumbernya dari APBD II, pembentukan posko penanganan tingkat kecamatan, desa dan kelurahan, serta pengawasan dan pemantauan terhadap pelaku perjalanan luar dan dalam negeri, melakukan tracing terhadap kontak erat dengan pelaku perjalanan, melakukan rapid antigen/PCR, pemantauan dan pengawasan terhadap pelaku perjalanan yang menjalani isolasi mandiri di hotel dan keluarga, melakukan pengadaan fasilitas pendukung penanganan Covid–19, serta melakukan kegiatan vaksinasi.

Turut hadir, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, S.E., M.Si. Asisten Administrasi Umum Sekda Belu, Drs. Alfredo P. Amaral, Kepala BPBD Kabupaten Belu, Drs. Balthasar Bouk, para camat se–Kabupaten Belu dan insan pers. (*)

Penulis + foto: */Herminus Halek)

Kukuhkan Bunda PAUD Belu, Julie Laiskodat Pinta Proses Akreditasi PAUD

236 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Bunda PAUD Nusa Tenggara Timur (NTT) Julie Sutrisno Laiskodat mengukuhkan Dra. Freny Indriani Yanuarika menjadi Bunda PAUD Kabupaten Belu bersama 7 (tujuh) Bunda PAUD lainnya secara virtual, yakni Bunda PAUD Kabupaten TTU, Malaka, Sumba Barat, Sumba Timur, Ngada, Manggarai dan Manggarai Barat.

Pengukuhan yang diikuti Bunda PAUD Kabupaten Belu dari rumah jabatan Bupati Belu, pada Sabtu 29 Mei 2021 itu dihadiri Pj. Sekda Belu, Frans Manafe, S.Pi, Wakil Ketua TP PKK/ Dekranasda Kabupaten Belu, Rinawati BR Perangin Angin, S.E.,M.M. Pimpinan OPD, Pimpinan Organisasi Wanita, Bunda PAUD Kecamatan, dan Rohaniwan Romo Kris Fallo, Pr.

“Banyak sekali yang namanya PAUD di setiap desa, tetapi banyak yang belum memenuhi standar untuk terakreditasi. Sehingga tugas kita sebagai Bunda PAUD didukung oleh OPD teknis dan Kepala Daerah untuk mendukung proses akreditasi ini,” ungkap Julie Laiskodat sembari menerangkan telah mengunjungi 3.026 desa di NTT, ada sebagian besar PAUD belum memenuhi standar untuk terakreditasi.

Julie Laiskodat menyebutkan, terkait akreditasi, ada 8 standar yang harus dipenuhi, yakni Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak; Standar Isi; Standar Proses; Standar Penilaian; Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan; Standar Sarana dan Prasarana; Standar Pengelolaan; dan Standar Pembiayaan.

“Jadi, bukan sekadar ada tempat, ada anak, ada guru. Tetapi gedungnya harus milik PAUD atau yayasan atau desa, gurunya itu 15 anak untuk 1 guru. Gurunya juga harus tersertifikasi sebagai guru PAUD karena hal ini sangat penting. Bukan hanya guru saja tetapi termasuk fasilitas-fasilitas di dalamnya seperti APE luar, APE dalam. Tools-tools untuk mengajar, salah satunya adalah melaporkan dalam aplikasi Dapodik secara online. Delapan butir ini harus dipenuhi agar terakreditasi. Setiap Bunda PAUD harus memiliki target setiap tahun, berapa PAUD yang harus terakreditasi. Dan itu harus dilaksanakan secara gotong royong. Saya yakin ke depan semua PAUD di NTT bisa terakreditasi,” jelas Bunda Julie Laiskodat.

Bunda PAUD Provinsi NTT berharap, agar Kepala Daerah selalu bersinergi dengan Bunda PAUD dalam setiap program. “Kami adalah perkumpulan perempuan-perempuan yang punya hati, tenaga tetapi kami kekurangan ilmu dan fasilitas sehingga saya titipkan seluruh Bunda PAUD yang hari ini dikukuhkan agar program-programnya dapat berjalan. Jadi Bunda-Bunda PAUD, jaga kesehatan, terus fokus dalam melaksanakan tupoksi masing-masing,” paparnya.

Usai dikukuhkan menjadi Bunda PAUD Kabupaten Belu, Dra. Freny Indriani Yanuarika menuturkan bahwa, Pendidikan Anak Usia Dini sangat penting lantaran melalui kegiatan di PAUD dapat memberikan rangsangan atau stimulasi pendidikan yang sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak.

“Di PAUD itu, seluruh aktivitasnya dilakukan melalui pendekatan bermain sambil belajar. Selain itu, anak juga diberi kesempatan untuk mengenal sekolah, serta dalam diri anak pun ditanamkan nilai-nilai kehidupan yakni kejujuran, kedisiplinan, kerja sama dan hal – hal positif lainnya,” ujar Bunda PAUD Belu.

Freny Indriani Yanuarika saat memberikan sambutan usai dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Kabupaten Belu oleh Bunda PAUD Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat

Melalui PAUD, imbuh Bunda Freny, anak – anak  akan dibentuk sejak dini menjadi anak-anak Belu, anak Indonesia yang berkualitas dan berkarakter, sejalan dengan Visi Misi Pemerintah Daerah pada periode kepemimpinan saat ini. Mari bersama bersinergi, berinovasi untuk memajukan mutu layanan PAUD. Mari bekerja dengan hati untuk Anak-anak Usia Emas Belu, agar terwujudlah generasi Belu yang Sehat, Berkarakter dan mampu bersaing menghadapi dunia di era digitalisasi ini,” tutur Bunda Freny.

Untuk diketahui, jumlah Lembaga PAUD di Kabupaten Belu per tahun 2021 sebanyak 219 PAUD. Untuk PAUD yang bernaung di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu sebanyak 215 PAUD, dan 4 Lembaga PAUD di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu.

Adapun penyebaran PAUD yang berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, yakni untuk Kecamatan Kota Atambua sebanyak 15 PAUD, Atambua Selatan 16 PAUD, Atambua Barat 14 PAUD, Kakuluk Mesak 21 PAUD, Tasifeto Timur 34 PAUD, Lasiolat 9 PAUD, Raihat 13 PAUD, Lamaknen 17 PAUD, Lamaknen Selatan 21 PAUD, Tasifeto Barat 27 PAUD, Nanaet Duabesi 8 PAUD dan untuk Kecamatan Raimanuk 20 PAUD.

Melihat jumlah layanan PAUD pada masing – masing Kecamatan, rata-rata desa/kelurahan memiliki 2 (dua) atau lebih lembaga PAUD. Namun, masih ada yang hanya memiliki 1 (satu) lembaga PAUD bahkan ada desa/ kelurahan yang sama sekali belum memiliki PAUD.

Dari total 219 lembaga PAUD, yang sudah terakreditasi sebanyak 53 PAUD atau 24,2 persen dan yang belum diakreditasi sebanyak 166 PAUD atau 75,8 persen. Melihat presentasi ini, jumlah PAUD yang terakreditasi di Kabupaten Belu masih belum mencapai 50 persen. Untuk tahun 2021 Kabupaten Belu mendapat kuota akreditasi 40 Lembaga PAUD. Ini menjadi tantangan bagi kita semua yang terlibat dalam upaya peningkatan Mutu Layanan PAUD.

“Saya mengajak kita semua, Bunda PAUD, masyarakat, dunia usaha dan pemerintah untuk “Kenal dan Sayang PAUD” yang ada di wilayah kita. PAUD harus menjadi perhatian kita bersama karena PAUD adalah investasi untuk masa depan Sumber Daya Manusia Kabupaten Belu,” pungkas Bunda Freny.

Pj. Sekda Belu, Frans Manafe, S.Pi dalam sambutannya mengaku, persoalan yang paling mendasar adalah pengurus atau guru-guru PAUD belum akreditasi, serta masih ada desa/ kelurahan yang belum memiliki lembaga PAUD. Sehingga, pengukuhan ini menjadi titik awal tantangan bagi Bunda PAUD dan seluruh pengurus PAUD Kabupaten Belu.

Karena itu, Pj. Sekda Belu mengajak semua elemen terkait untuk bersinergi dalam memajukan lembaga PAUD di Kabupaten Belu. “Pemerintah siap membantu Bunda PAUD beserta seluruh pengurusnya agar segera melakukan pembenahan pada kepengurusan,” tandasnya.

Berita + foto: prokopimdabelu

Editor: Herminus Halek

Pj. Bupati Belu Ajak Stakeholders Dukung Visi–Misi Bupati/Wakil Bupati Terpilih

239 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Melalui kesempatan ini, saya mengajak seluruh stakeholders di Kabupaten Belu untuk memberikan perhatian serius dan optimal agar tujuan untuk menjadikan Musrenbang sebagai instrumen penting dalam perencanaan pembangunan dapat kita wujudkan,” ujar Penjabat Bupati Belu, Zakarias Moruk, M.M. saat sambutan pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2022 yang dihelat di GOR L.A. Bone Atambua, pada Selasa, 20 April 2021.

Zakarias Moruk menuturkan, penyusunan program dan kegiatan yang menjadi prioritas dalam RKPD tahun 2022, tentunya tidak terlepas dari arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Belu tahun 2005—2025 dan Visi–Misi Bupati/ Wakil Bupati Belu terpilih, Agustinus Taolin–Aloysius Hale Serens, yang akan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Belu tahun 2021—2026.

Zakarias Moruk menyampaikan, Visi dan Misi Bupati/ Wakil Bupati Belu terpilih, Agustinus Taolin – Aloysius Hale Serens, hasil pilkada tanggal 9 Desember 2020 adalah:

Pertama, Masyarakat Belu yang Sehat secara fisik dan mental, terbebas dari sakit penyakit yang mampu menyatakan kebaikan fisik bagi diri, sesama, dan lingkungan, memiliki pikiran yang baik dan normal serta dapat dipercaya.

Kedua, Masyarakat Belu yang Berkarakter, berakhlak baik atau berbudi pekerti yang dapat diimplementasikan dalam perilaku bermanfaat bagi diri, sesama dan lingkungan.

Ketiga, Masyarakat Belu yang Kompetitif, bersaing atau berkompetisi secara sehat dan adil untuk membangun kehidupan yang dapat bertahan dalam menghadapi tantangan.

Peserta Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2022 yang dihelat di GOR L.A. Bone Atambua, pada Selasa, 20 April 2021.

“Visi Bupati/ Wakil Bupati terpilih, selaras dengan misi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Belu tahun 2005—2025, yaitu Belu sebagai kabupaten perbatasan yang maju, mandiri, adil dan sejahtera 2025. Semuanya akan terwujud, hanya dengan kerja keras, tulus ikhlas dan dukungan dari segenap stakeholders pembangunan, yaitu pemerintah, masyarakat dan swasta di Kabupaten Belu, serta dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” tandas Zakarias Moruk.

Upaya pencapaian Visi – Misi tersebut di atas, papar Zakarias Moruk, akan difokuskan pada lima era pembangunan, yaitu pembangunan sumber daya manusia; pembangunan ekonomi daerah; pembangunan infrastruktur yang mendukung produktivitas daerah berbasis tata ruang; reformasi birokrasi dan hukum; serta pelestarian budaya daerah dan lingkungan hidup.

Hadir dalam kegiatan Musrenbang RKPD, perwakilan Bappelitbangda Provinsi NTT, Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr., Wakil Bupati terpilih Drs. Aloysius Hale Serens, Penjabat Sekda Belu Frans Manafe, S.Pi, Wakil Ketua II DPRD Belu Cyprianus Temu, Forkopimda plus Kabupaten Belu, dan pimpinan OPD Kabupaten Belu. (*)

Penulis + foto: (*/ Herminus Halek)

Serah Terima Jabatan, Pj Bupati Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Belu

266 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Fo liman ba malu, fo neon ba malu hadi’a Rai Belu (Mari bergandengan tangan, bersatu hati dan pikiran membangun Tanah Belu). Jangan lagi ada sekat di antara kita,” kata Kepala Badan Keuangan NTT dalam sambutan Serah Terima Jabatan dari mantan Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, S.Pi., kepada Penjabat (Pj) Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, M.M. yang dilaksanakan di Aula Gedung Wanita Betelalenok Atambua, pada Senin, 29 Maret 2021.

Penjabat (Pj) Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, M.M. mengajak seluruh komponen masyarakat dan pimpinan perangkat daerah untuk kembali bersatu membangun Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan instruksi Mendagri melalui Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat, ujar Pj. Bupati Belu, dirinya mengemban lima tugas utama, yakni memimpin penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan; menjaga ketertiban dan keamanan;  menandatangani Ranperda dan Perda; mengisi dan melakukan mutasi jabatan; dan, sebagai ketua Satgas Covid -19 untuk mengecek penanganan vaksinasi bagi seluruh aparatur dan masyarakat Kabupaten Belu.

Zakarias Moruk pun menyampaikan terima kasih kepada mantan Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, S.Pi. bersama semua pimpinan perangkat daerah yang telah menjaga situasi dan kondisi Kabupaten Belu sejak masa peralihan, tanggal 17 Februari 2021 hingga hari ini (29 Maret 2021, red.).

“Pesan gubernur, beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan perangkat daerah dan forkopimda atas suksesnya kunjungan kerja gubernur di Kabupaten Belu, 24—25 Maret 2021,” paparnya.

Mantan Plh. Bupati Belu, Frans Manafe dalam sambutannya mengemukakan, sejak melaksanakan tugas selama 39 hari terhitung 17 Februari – 27 Maret 2021, dirinya melaksanakan tugas rutin pemerintahan yang tidak berkaitan dengan pengambilan kebijakan yang bersifat strategis dalam aspek keuangan, kelembagaan, personil, dan aspek perizinan serta kebijakan strategis lainnya.

Penjabat Bupati Belu, Zakarias Moruk saat menandatangani berita acara serah terima jabatan

Tugas rutin yang telah dilaksanakan tersebut, dituangkan dalam laporan pelaksanaan tugas Plh. Bupati Belu. “Salah satu tugas yang belum selesai dilaksanakan, yaitu refocusing dan realokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2021. Tugas ini telah dibahas pada tanggal 18 Februari dan 10 Maret 2021 dan sampai dengan saat ini masih sedang berproses,” terang Pj. Sekda Belu.

Frans Manafe juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, atas dukungan dan kerja sama yang baik selama pelaksanaan tugasnya sebagai Plh. Bupati Belu. “Saya mohon maaf, apabila dalam pelaksanaan tugas, ada banyak hal yang tidak berkenan di hati bapak, ibu, saudara dan saudari. Semoga Tuhan senantiasa menyertai kita dalam tugas dan pengabdian kita,” imbuhnya.

Diketahui, Pj. Bupati Belu Zakarias Moruk dipercayakan dua kali berturut – turut oleh gubernur VBL sebagai penjabat Bupati Belu. Sebelumnya, ia dipercayakan sebagai Pjs. Bupati Belu, dan saat ini dipercayakan lagi.

“Selamat pulang kampung sendiri, selamat menjalankan tugas pengabdian di Kabupaten Belu. Ini merupakan kebahagiaan bagi kami karena masih tetap diberikan kepercayaan oleh Bapak Gubernur NTT untuk menjadi penjabat Bupati Belu. Sedangkan, 3 kabupaten lain, penjabat bupatinya berganti orang. Kami bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Belu siap mendukung bapak penjabat Bupati Belu dan ibu. Kami percaya, Tuhan Yang Maha Kasih akan selalu menjaga melindungi bapak penjabat dan ibu, serta keluarga sehingga semua tugas dan tanggung jawab yang diemban akan dilaksanakan dengan baik, aman, lancar, dan sukses”, tandas Frans Manafe.

Turut hadir dalam kegiatan dimaksud, pimpinan dan anggota DPRD Belu, Forkopimda, pj. Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus pj. Ketua Dekranasda Kabupaten Belu, mantan Plt. Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda, staf ahli Bupati Belu, para asisten pimpinan perangkat daerah, ketua organisasi wanita, para pimpinan vertikal, para camat, dan insan pers. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Jelang Putusan MK, Plh. Bupati, Ketua DPRD & Kapolres Belu Imbau Masyarakat Tenang

467 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Belu 2020 yang bakal dihelat pada Kamis, 18 Maret 2021, Plh. Bupati Belu, Frans Manafe; Kapolres Khairul Saleh; dan Ketua DPRD, Jeremias Manek Seran Junior mengimbau kepada  seluruh masyarakat Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menjaga ketenangan, ketertiban, dan keamanan, sekaligus menaati protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Plh. Bupati Belu, Frans Manafe mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belu untuk tetap tenang di rumah, mengikuti keputusan MK di rumah dan tetap menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif.  “Tidak perlu bereuforia, berdoa dan berharap untuk kebaikan Kabupaten Belu ke depan. Siapa pun yang menjadi pemimpin adalah pemimpin kita bersama, untuk melanjutkan pembangunan demi mewujudkan kesejahteraan bersama,” ucap Frans Manafe, yang juga merupakan penjabat Sekda Belu di Atambua, pada Rabu, 17 Maret 2021.

Imbauan yang sama, diungkapkan Kapolres Belu Khairul Saleh. Kepada seluruh simpatisan, baik paket 01 maupun paket 02 agar tidak melakukan aksi kumpul-kumpul, konvoi, euforia kemenangan. Apalagi, pandemi  Covid-19 saat ini, perlu memperhatikan protokol kesehatan. Taat terhadap apa yang akan menjadi keputusan MK.

Ketua DPRD Kabupaten Belu, Jeremias Manek Seran Junior

“Kita siapkan 427 personil, dan kita minta back up anggota Dalmas Polda NTT dan Satuan Brimob Atambua . Kita fokus mengamankan kantor KPU, Bawaslu, dan beberapa titik yang memungkinkan ada pergerakan massa di pintu-pintu masuk Atambua, seperti Fatubenao, Umanen dan tempat-tempat lain,” ujar Khairul Saleh.

Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Seran Junior juga mengimbau kepada setiap tim dari masing-masing paket untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan. “Prinsipnya, apa pun hasilnya yang akan kita dengar dalam putusan MK besok, adalah yang terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Belu. Di masa pandemi Covid-19 ini, taati protokol kesehatan, hindari kerumunan dan aksi-aksi seperti pawai, konvoi yang menghadirkan massa,” tuturnya. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Plh. Bupati Belu Upayakan Perhatian Pemda bagi Kelas Tenun Ikat Nunupu

388 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Usai menghadiri kegiatan donasi buku di TBM Lopo Cerdas Sabar di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, pada Minggu, 14 Maret 2021, Plh. Bupati Belu, Frans Manafe didampingi Ketua Komisi II DPRD, Theodorus Seran Tefa diarahkan Ketua FTBM, Romo Kris Fallo mengunjungi Kelas Tenun Ikat Nunupu, yang letaknya tidak jauh dari TBM Lopo Cerdas Sabar.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2021/03/15/plh-bupati-anggota-dprd-belu-apresiasi-ftbm-pimpinan-romo-kris-fallo/

Pantauan dan informasi yang diterima Plh. Bupati Belu, Frans Manafe setibanya di lokasi itu, bahwa Kelas Tenun Ikat Nunupu tersebut merupakan tempat pelatihan bagi kalangan keluarga yang dikelola oleh Anastasia Dorathea Mau dan Viktoria Naimau dengan jumlah peserta 13 anak.

Anak-anak Kelas Tenun Ikat Nunupu sedang menenun

“Mendengar penjelasan dari ibu-ibu di sana bahwa para peserta itu dari kalangan keluarga sendiri. Mereka sudah komunikasikan dengan TBM Lopo Cerdas Sabar untuk bergabung. Para pembina siap untuk melatih anak-anak menenun yang baik dan benar, sehingga warisan leluhur ini dipertahankan dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Plh. Bupati Belu.

Setelah melihat antusias dan keinginan ibu-ibu di Kelas Tenun Ikat Nunupu, Plh. Bupati menuturkan, pemerintah wajib hadir bersama mereka. “Dan, nanti saya akan minta dinas terkait berkunjung ke sana untuk memberikan perhatian khusus, terutama kondisi bangunan yang tidak layak demi kesehatan dan kenyamanan peserta. Semangat mereka itu, patut kita berikan apresiasi dan penghargaan tertinggi. Karena itu, pemerintah wajib memberikan dukungan dalam bentuk nyata”, tegasnya.

Menyinggung tentang bantuan-bantuan pemerintah seperti alat dan bahan tenun, Frans Manafe mengatakan, setiap tahun disiapkan oleh dinas-dinas terkait. Karena itu, perlu dilihat kembali, apakah bantuan-bantuan itu sudah tepat sasaran atau belum. “Seharusnya, dinas terkait memonitor kelompok-kelompok itu. Apalagi dalam kondisi Covid-19. Bekerja dari rumah, home industry seperti ini harus didukung oleh pemerintah, sehingga dampak ekonomi  bisa teratasi dengan tetap eksis melakukan aktivitas di rumah untuk membantu pemenuhan kebutuhan keluarga,” imbuhnya.

Plh. Bupati Belu pun menambahkan, pemerintah daerah harus memberikan perhatian terhadap Kelompok Tenun Ikat Nunupu tersebut, lantaran kegiatan menenun yang disaksikannya secara langsung  itu menjadi bukti bahwa semangat para pembina dalam membagikan talenta tenun kepada anak-anak, tidak kandas oleh situasi pandemi Covid-19.

“Kita berharap, selain kelompok yang kami kunjungi itu, kelompok-kelompok lain yang sekarang ini masih eksis dengan keterbatasan sarana prasarana, akan menjadi perhatian serius dari pemerintah sekaligus evaluasi, supaya mereka bisa bekerja dengan baik, dan dalam kondisi nyaman sehingga produk tradisional yang dihasilkan bisa berkualitas dan dapat dipasarkan dengan harga yang memuaskan,” papar Penjabat Sekda Belu, Frans Manafe.

Kelas Tenun Ikat Nunupu

Kelas Tenun Ikat Nunupu terletak di Kuneru, RT 12 RW 03, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, tepatnya di depan Gereja bakal Paroki Kuneru.

Pendirian Kelas Tenun Ikat Nunupu, digagas atas inisiatif pribadi dari dua orang ibu pengelola, Anastasia Theodora Mau dan Viktoria Naimau guna mengembangkan bakat dan minat tenun yang dimiliki anak-anak sekitar.

Penggagas Kelas Tenun Ikat Nunupu saat memaparkan kondisi kepada Plh. Bupati Belu dan rombongan

“Awalnya jumlah anak sedikit saja. Tapi, begitu mulai latihan tenun, ada beberapa anak yang mau bergabung, mulai dari umur SD, SMP, sampai SMA. Sekarang, jumlah peserta sudah mencapai 13 orang. Sebagian anak dari TBM Lopo Cerdas pun sudah bergabung,” kisah Anastasia Dorathea Mau, yang akrab disapa Ani, pada Minggu malam, 14 Maret 2021.

Dijelaskannya, jadwal aktivitas tenun dilakukan setiap hari Rabu dan Jumat dalam seminggu, dengan waktu 2 jam setiap harinya. Kalau kelamaan waktunya, dikhawatirkan anak-anak merasa jenuh.

Alat-alat tenun dan bahannya masih seadanya. Alat dikumpulkan dari pengrajin tenun dan bahannya masih menggunakan benang-benang bekas. Tempatnya pun masih menggunakan rumah lumbung pribadi yang tidak terpakai dalam kondisi yang tidak layak.

“Motivasi ini, kami mulai dengan kumpul benang bekas, mengajar anak menggulung benang hingga ditenun menjadi sehelai selendang. Setiap anak, kita siapkan alat dan bahannya,” ujar Ani Mau.

Ani Mau mengisahkan, dari antara peserta yang dilatih, ada tiga orang yang sudah bisa menjual selendang hasil tenunannya sendiri. Waktu yang dibutuhkan untuk menenun sebuah selendang, selama 2 minggu.

Ani Mau berharap, dengan adanya kunjungan Plh. Bupati Belu dan anggota DPRD, bisa memberikan perhatian khusus demi perkembangan pelatihan tenun kain ikat ke depan, seperti bantuan fasilitas dan sarana tenun. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Plh. Bupati & Anggota DPRD Belu Apresiasi FTBM Pimpinan Romo Kris Fallo

348 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | ”Saya apresiasi dan berterima kasih atas kehadiran Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Belu yang dinakhodai oleh Romo Kris Fallo, yang mana nantinya akan mendukung pemerintah sekaligus masyarakat dalam menghidupkan kembali gerakan literasi terutama semangat atau niat membaca masyarakat di kabupaten ini”, ungkap Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, S.Pi.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/03/14/giat-literasi-ftbm-belu-donasi-buku-ke-tbm-lopo-cerdas-sabar-manumutin/

Ia pun menandaskan bahwa gerakan literasi membaca dimaksud, untuk menekan angka buta aksara di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah, dirinya didampingi anggota DPRD Belu fraksi Golkar, Theodorus Seran Tefa memenuhi undangan Ketua FTBM untuk turut hadir dalam kunjungan ke salah satu kelompok binaan FTBM, TBM Lopo Cerdas Sabar di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, pada Minggu, 14 Maret 2021.

“TBM Lopo Cerdas itu luar biasa. Saya mendapatkan laporan dari salah satu anggota bahwa mereka sudah mulai belajar menghemat dan menabung. Hasil menabung itu, kemudian didonasikan kepada panti–panti asuhan yang ada. Mereka juga belajar menanam, mendaur ulang sampah dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar tentang manfaat memakai masker di masa pandemi Covid-19 ini,” urai Plh. Bupati, Frans Manafe.

Untuk mendukung sosialisasi menggunakan masker tersebut, kisah Plh. Bupati lebih lanjut, anak-anak TBM Lopo Cerdas Sabar belajar menjahit masker. Selain itu, mereka belajar untuk memberikan apresiasi kepada tenaga-tenaga kesehatan dan para pegiat Covid-19 melalui kartu-kartu apresiasi. Bahkan, ada pun dari antara peserta TBM Lopo Cerdas yang sudah sukses mengikuti lomba Master Ceremony (MC), berani tampil di depan umum, dan membantu orang tuanya ketika berada di rumahnya masing-masing.

Anggota DPRD Belu (Ketua Komisi II), Theodorus Seran Tefa

Menariknya, imbuh Frans Manafe, mereka sudah bisa membedakan antara status anak pekerja dan pekerja anak. “Anak pekerja, artinya orang tua memberikan pekerjaan-pekerjaan sesuai dengan umur dan kemampuan mereka. Sedangkan pekerja anak berarti, anak dalam tanda kutip dipaksakan oleh orang tuannya untuk bekerja karena alasan impitan ekonomi keluarga,” terangnya.

Ketua Komisi II DPRD Belu, Theodorus Seran Tefa menambahkan, bahwa dirinya mendampingi Plh. Bupati Belu, Frans Manafe yang hadir di TBM Lopo Cerdas itu untuk memberikan dukungan dalam bentuk donasi buku, demi membangkitkan kembali budaya semangat membaca masyarakat, terutama untuk menekan angka buta aksara di wilayah Kabupaten Belu, termasuk mendorong semangat membaca dan menulis  bagi aksarawan dan aksarawati yang sudah dibina selama ini.

Sebagai anggota DPRD, dirinya mengimbau kepada pemerintah daerah untuk memberikan perhatian serius terhadap FTBM, agar bisa terus berkembang  hingga ke wilayah-wilayah pelosok, guna meningkatkan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Belu.

“Harapan saya, semoga dengan hadirnya FTBM Belu ini dapat mengembalikan tradisi membaca buku fisik, untuk membatasi tantangan globalisasi era digital saat ini, yang mana telah mengurangi minat baca dan tulis. Kalau minat baca ini ditingkatkan, maka akan membantu untuk mendorong literasi-literasi dalam bentuk lainnya,” papar Ketua Komisi II DRPD Belu yang akrab disapa Theo Manek. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Giat Literasi, FTBM Belu Donasi Buku ke TBM Lopo Cerdas Sabar Manumutin

279 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Belu yang diketuai oleh Rm. Kristianus Fallo, Pr., bersama Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, anggota DPRD, Theodorus Seran Tefa, dan perwakilan Dinas Perpustakaan Belu berkunjung ke Taman Baca Masyarakat (TBM) Lopo Cerdas Sabar di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu, 14 Maret 2021.

Kehadiran FTBM di TBM Lopo Cerdas Manumutin, jelas Romo Kris, sapaan akrabnya, selain berdonasi buku, juga sosialisasi tentang FTBM.

FTBM Belu saat ini, urai Romo Kris Fallo, bergerak di 6 bidang literasi dasar, yaitu literasi baca–tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi budaya, literasi keuangan, dan literasi digital, sembari menyebutkan literasi – literasi lainnya seperti literasi pariwisata, literalasi pertanian, literasi peternakan, literasi kesehatan yang akan diupayakan sesuai kondisi konkret dan kebutuhan masyarakat.

“Tujuan Sahabat Literasi adalah mencerdaskan anak-anak bangsa, sebagaimana tertuang dalam mukadimah UUD ‘45 dan AD/ART FTBM. FTBM di wilayah perbatasan ini memiliki mimpi mengakomodir kelompok pegiat literasi yang sudah ada, dan mendorong terbentuknya kelompok literasi baru di kota hingga ke daerah – daerah. Target kami adalah 1 desa, minimal 1 kelompok literasi”, ulas pastor pembantu di Katedral Atambua itu.

TBM Lopo Cerdas, menurut Romo Kris, adalah salah satu kelompok binaan FTBM. Karena itu, perlu adanya keterlibatan pemerintah. “Sehingga, dalam kunjungan itu kita undang Plh. Bupati, anggota DPRD dan dinas perpustakaan untuk turut hadir. Kita mau tunjukkan kepada pemerintah bahwa kita ada gerakan – gerakan literasi berkelompok”, terangnya.

Ketua FTBM Kabupaten Belu, Rm. Kristianus Fallo, Pr.

Selain itu, kehadiran FTBM di TBM Lopo Cerdas Sabar tersebut, guna memberikan motivasi dan semangat kepada para pembinanya dalam mendidik para anggota dengan misi memperjuangkan wilayah Kabupaten Belu sebagai Kabupaten Literasi. “Karena itu, kita meminta dukungan pemerintah Kabupaten Belu dalam pergerakan ini. Tujuan lain hadirnya FTBM ini untuk mengembalikan minat membaca, terutama bagi anak–anak. Sejauh ini, sudah ada sekitar 30–an kelompok yang terbentuk dan tersebar di wilayah Kabupaten Belu”, tandas Romo Kris Fallo.

Program tahunan FTBM, tambah Romo Kris Fallo, pihaknya akan mengunjungi setiap kelompok binaan yang sudah terbentuk, membentuk kelompok literasi baru, buka sumbangan (open donasi) buku dari masyarakat, mempromosikan destinasi wisata, dan menggelar lomba menulis antarkelompok literasi.

“Siapa pun yang memiliki buku–buku bekas, yang tidak dipakai lagi, bisa disumbangkan kepada kami untuk disebarkan ke setiap kelompok literasi,” pinta Romo Kris Fallo.

Untuk diketahui, FTBM Kabupaten Belu, resmi dibentuk pada tanggal 27 Januari 2021 dengan merujuk pada SK pengurus wilayah FTBM Provinsi NTT, tanggal 27 Januari 2021, periode 2021—2026, dan diketuai oleh Romo Kristianus Fallo, Pr. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)