Arsip Tag: ibu iriana joko widodo

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Negatif Covid-19

183 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengumumkan hasil tes deteksi Covid-19 Kamis pagi di Istana Bogor, 19 Maret 2020. Dari hasil yang diterima, keduanya dinyatakan negatif Covid-19.

“Saya dan Ibu Iriana sudah melaksanakan tes deteksi Covid-19 empat hari yang lalu dan sudah keluar hasil tesnya. Alhamdulillah dinyatakan negatif,” ucap Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para tenaga medis yang sedang bekerja dan merawat para pasien yang terinfeksi Covid-19.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para dokter, para perawat, dan seluruh jajaran rumah sakit yang sedang bekerja keras penuh dedikasi dalam melayani dan merawat para pasien yang terinfeksi Covid-19,” kata Presiden didampingi Ibu Negara.

Presiden juga kembali mengimbau masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah.

“Semoga kita semua diberikan kesehatan yang prima,” tutup Presiden.(*)

Sumber berita (*/BPMI Setpres)
Foto oleh okezone.com

Raja dan Ratu Belanda Disambut Presiden Jokowi dan Ibu Iriana di Istana Bogor

132 Views

Bogor, Garda Indonesia | Raja Willem-Alexander beserta rombongan delegasi Belanda tiba di Istana Bogor sekitar pukul 10.15 WIB dengan diiringi oleh pasukan Nusantara, korps musik, dan pasukan berkuda dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Tak hanya itu, sejumlah pelajar yang mengenakan pakaian adat berbagai daerah juga turut menyambut kedatangan Raja dan Ratu Belanda dengan mengibarkan bendera kedua negara.

Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana menyambut kunjungan kenegaraan Raja Belanda Willem-Alexander beserta Ratu Máxima di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 10 Maret 2020.

Ada yang sedikit berbeda dari upacara penyambutan kenegaraan kali ini. Cucu kedua Presiden Jokowi, Sedah Mirah Nasution, turut menyambut dan menyerahkan langsung bunga kepada Ratu Máxima.

Prosesi penyambutan kemudian dilanjutkan dengan upacara penyambutan kenegaraan bagi keduanya. Saat itu, lagu kebangsaan kedua negara diperdengarkan dengan diiringi oleh dentuman meriam sebanyak 21 kali. Setelah itu, kedua kepala negara melakukan inspeksi pasukan kehormatan.

Prosesi penyambutan kenegaraan Raja dan Ratu Belanda oleh Presiden Jokowi dan Ibu Iriana di Istana Bogor

Setelahnya, kedua pemimpin memperkenalkan delegasi dari masing-masing negara sebelum memasuki Ruang Teratai untuk menandatangani buku tamu kenegaraan. Presiden Jokowi dan Ibu Iriana beserta Raja dan Ratu Belanda juga berfoto bersama.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama oleh Presiden Jokowi, Ibu Iriana, beserta Raja dan Ratu Belanda di halaman Istana Bogor. Pada kesempatan itu, kedua pemimpin menanam Pohon Cendana atau Santalum album.

Usai menanam pohon, Presiden Jokowi beserta Ibu Iriana dan Raja Willem-Alexander beserta Ratu Máxima melakukan pertemuan tête-à-tête di veranda Istana. Setelahnya, Presiden Jokowi dan Raja Willem-Alexander menuju Ruang Sayap Kiri Istana untuk mengadakan pertemuan bilateral antara kedua negara.

Sementara itu, Ibu Iriana mengajak Ratu Máxima untuk mengikuti serangkaian acara pendamping yang telah disiapkan, antara lain meninjau pameran batik di Ruang Sayap Kanan Istana Bogor.

Dalam pertemuan bilateral, Presiden Jokowi merasa terhormat menerima kunjungan Raja Willem-Alexander dan delegasi sekaligus mengucapkan selamat datang. Presiden mengatakan bahwa memasuki usia 75 tahun, Indonesia memiliki komitmen kuat untuk memperkokoh hubungan bilateral dengan Belanda.

“Sebuah hubungan yang saling menghormati kedaulatan, integritas, wilayah, saling menghormati, dan saling menguntungkan,” kata Presiden Jokowi.

“Kunjungan Sri Baginda akan dicatat oleh sejarah sebagai kunjungan yang bersahabat, produktif, menatap masa depan tanpa harus melupakan sejarah masa lalu,” imbuhnya.

Sementara itu, Raja Willem-Alexander merasa senang dengan sambutan hangat Indonesia dalam kunjungannya kali ini. Menurutnya, ini merupakan sebuah peluang untuk meningkatkan hubungan kerja sama antara Indonesia dan Belanda.

“Ini adalah peluang bagus untuk bekerja sama untuk hubungan masa depan antara Indonesia dan Belanda. Karena itu, saya sangat bersyukur bahwa sebagian besar kabinet Belanda juga diwakili bersama saya di sini hari ini,” ujar Raja Willem-Alexander.

Selesai pertemuan bilateral, kedua pemimpin menyampaikan pernyataan pers bersama di Ruang Teratai. Rangkaian acara penyambutan kenegaraan kemudian ditutup dengan jamuan santap siang kenegaraan di Ruang Garuda.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara dalam upacara penyambutan kenegaraan antara lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Selain itu hadir pula Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Duta Besar RI untuk Belanda I Gusti Wesaka Puja. (*)

Sumber berita (*/BPMI Setpres)
Foto oleh Agus Suparto
Editor (+rony banase)

Presiden Jokowi Disambut Natoni & Tari Perang di Tambak Garam Nunkurus

102 Views

Kab.Kupang-NTT, Garda Indonesia | Presiden RI, Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo dalam kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 21 Agustus 2019 untuk melakukan panen perdana garam di Tambak Garam Nunkurus, Kab. Kupang; Pembagian Sertifikat di Kantor Bupati Kupang dan meninjau Pelabuhan Tenau.

Tiba di Bandara El Tari Kupang menggunakan pesawat kepresidenan pada pukul 09:45WITA, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana disambut oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Ketua Tim Penggerak PKK NTT, Julie Sutrisno Laiskodat dan turut menjemput Kapolda NTT, Irjen Pol Raja Erizman; Danrem 161/Wirasakti, Brigjen TNI Syaiful Rahman; dan unsur Forkompinda lain.

Usai beristirahat sejenak, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana beserta rombongan dibawah pengawalan kepresidenan langsung menuju ke lokasi tambak garam di Nunkurus melalui jalan darat kurang lebih 19 km.

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana berpose bersama dengan Penutur Adat Natoni dan Para Penari Tarian Perang

Tiba di lokasi tambak garam Nunkurus pada pukul 11:42 WITA, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi; Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil; Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh; Gubernur NTT Viktor Laiskodat; Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno dan unsur forkompinda lain disambut dengan Tarian Perang yang dipersembahkan oleh pelajar sekolah dasar hingga menengah atas dari Kecamatan Amfoang Selatan.

Selain itu, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana juga dipasangkan Selendang Tenun Timor di bahu masing-masing dan disambut dengan Tutur Adat Natoni. Tampak Presiden Jokowi menyimak dengan saksama proses tutur adat hingga selesai.

Usai tutur adat oleh penutur, Presiden Jokowi didampingi oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat langsung menuju maket pembangunan dan rencana pengembangan tambak garam Nunkurus dan langsung meninjau tambak garam eks HGU di Nunkurus untuk melakuan panen perdana garam.

Sebelum meninggalkan lokasi tambak garam pada pukul 12:26 WITA, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana menyempatkan diri berpose bersama dengan para penari Tarian Perang dan para Natoni dan membagikan buku tulis kepada para pelajar SD, SMP dan SMA yang berada di lokasi tersebut.

Tak ketinggalan, para penduduk di sekitar lokasi tambak garam dan karyawan perusahaan tambak garam Nunkurus menyempatkan diri dan berdesakan untuk ber-swafoto bersama Presiden Jokowi.

Penulis dan editor (+rony banase)

Pidato Kenegaraan di MPR RI, Presiden Jokowi Kenakan Pakaian Adat Sasak

122 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Ada hal unik yang mewarnai pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo pada Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI yang dihelat di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019.

Jika pada pidato di Sidang Tahunan MPR Presiden Jokowi mengenakan setelan jas berwarna biru lengkap dengan dasi merah, maka pada pidato kedua Presiden Jokowi tampak mengenakan pakaian adat.

Begitu prosesi Sidang Tahunan MPR berakhir pukul 09.45 WIB, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla meninggalkan Ruang Rapat Paripurna. Lima belas menit berselang, Kepala Negara kembali memasuki Ruang Rapat Paripurna dengan pakaian adat berwarna cokelat keemasan.

Busana yang dikenakan Presiden Jokowi ini pun menarik para peserta sidang dan para Menteri Kabinet Kerja yang hadir. Mereka kemudian mengajak Presiden Jokowi untuk berswafoto.

Presiden RI, H. Ir. Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo

Di awal pidatonya, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa busana yang ia kenakan merupakan pakaian adat Sasak, Nusa Tenggara Barat.

“Tadi banyak yang nanya, saya pakai baju apa? Nunas nurge tiang matur ini pakaian adat Sasak, Nusa Tenggara Barat. Dari Bumi Sasak Berembe kabar, pelungguh de senamean?” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengajak seluruh rakyat untuk meneguhkan semangat para pendiri bangsa Indonesia bahwa Indonesia itu bukan hanya Jakarta atau Pulau Jawa saja. Indonesia adalah seluruh pelosok tanah air, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

“Karena itulah pembangunan yang kita lakukan harus terus indonesiasentris yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok nusantara,” ujarnya.

Dalam akun instagramnya @jokowi, Presiden juga mengunggah momen dirinya mengenakan pakaian adat Sasak ini saat berfoto bersama Ibu Negara Iriana. Dalam foto itu, Ibu Iriana tampak mengenakan kain dan selendang batik.

“Indonesia sungguh kaya akan adat istiadat, bahasa, sampai ragam busananya. Serasi, bukan?” demikian bunyi keterangan dalam unggahan foto tersebut.

Untuk diketahui, ini bukan kali pertama Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat saat berpidato. Pada 8 Agustus 2019 lalu, Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat Bali saat berpidato di Kongres V PDI Perjuangan. (*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)