Arsip Tag: ibu iriana joko widodo

Dengan Nahkoda Presiden Jokowi, Kapal Bernama Indonesia Tak Akan Karam

838 Views

Oleh : Rof Sin

Presiden Jokowi paling sering dihina, direndahkan, dihujat, dicaci maki, disebarkan hoaks dan fitnah oleh para pembencinya. Sebagus dan sehebat apa pun kerja Presiden Jokowi untuk bangsa dan negara ini, tetapi di mata mereka para pembenci ini, tetap tidak pernah bagus dan semuanya salah Jokowi.

Bukan hanya menimpa Presiden Jokowi sendirian, tetapi hal tersebut juga menimpa anak istri dan kedua alm. orang tuanya tidak luput dari hinaan, hujatan, hoaks dan fitnah.

Mengapa Presiden Jokowi tidak pernah membalas hinaan, merendahkan, hujatan, caci maki kepada dirinya tersebut? Kenapa Presiden Jokowi tidak pernah membalas hal serupa kepada para pembencinya, lawan politiknya ?

Karena memang Presiden Jokowi tidak tahu cara membalasnya, kenapa Presiden Jokowi tidak tahu cara membalasnya ? Karena Presiden Jokowi dididik oleh kedua orang tuanya untuk menjadi manusia yang berakhlak baik dan sabar.

Presiden Jokowi tidak pernah dididik untuk menjadi pembenci, tukang hujat, tukang hina, merendahkan orang lain dan Presiden Jokowi sendiri tidak pernah mewarnai hatinya dengan warna hitam, sehingga yang tertanam dihati Presiden Jokowi adalah akhlak yang baik dan berbudi.

Jadi apa saja yang Presiden Jokowi tahu ?

Presiden Jokowi hanya tahu kerja, kerja dan kerja untuk bangsa dan negara Indonesia, tulus bekerja siang dan malam tak kenal lelah untuk memajukan dan membangun Indonesia.

Presiden Jokowi sibuk bekerja dalam kebaikan, tak peduli beliau direndahkan, dihina, dihujat, dicaci maki, diserbu hoaks dan fitnah, Presiden Jokowi tak ambil peduli, terus tulus bekerja. Sedangkan para pembenci ini bekerja dalam kejahatan, bersatu dalam aliansi kejahatan dengan tujuan sangat jahat yaitu menumbangkan Presiden Jokowi.

Para pendengki dan pembenci ini, dengan nama apa pun perkumpulan mereka, maka kita sudah tahu tujuan mereka untuk menyerang dan menumbangkan Presiden Jokowi. Tanpa melihat orangnya dan membaca nama mereka, kita sudah tahu bahwa orangnya itu-itu juga, ormasnya itu-itu juga.

Mereka berharap pandemi Covid-19 ini tak berhenti dan terus membesar, mereka sangat senang jika negara kita dilanda krisis ekonomi, lalu mereka pun menyalahkan dan menyerang Presiden Jokowi karena “telah gagal “, dengan penuh kebencian mereka pun membakar dan berteriak “selamatkan Indonesia, tumbangkan Jokowi”.

Para pendengki dan pembenci Presiden Jokowi inilah yang terus menerus hendak membuat lubang di kapal besar bernama Indonesia, supaya kapal ini karam dan Presiden Jokowi tumbang. Tetapi para pendengki dan pembenci ini lupa, bahwa di negara kita, masih banyak orang-orang baik yang cinta Indonesia dan cinta Presiden Jokowi.

Yang berani dan tak kenal lelah terus menerus tidak takut melawan mereka, terus menerus melawan dan menghalangi mereka untuk membuat lubang di kapal besar bernama Indonesia, supaya kapal ini karam dan sampai hari ini mereka tidak berhasil, tetapi kita tetap harus waspada dan tak boleh lengah.

Dengan nakhoda/kapten Presiden Jokowi, kapal besar bernama Indonesia tidak akan karam, kita yakin dan percaya bahwa Presiden Jokowi adalah seorang nakhoda/kapten yang andal, hebat, sehingga akan sukses melewati badai dan menghindari batu karang.

Dan sebaliknya para pendengki dan pembenci yang mana hatinya sangat busuk penuh belatung, hati yang busuk berlubang oleh penuhnya belatung dan merekalah yang akan karam.

Tetap percaya, tetap mendukung Presiden Jokowi, bahwa dengan nakhoda Presiden Jokowi, kapal besar bernama Indonesia tidak akan karam. Salam Damai.(*)

Link Opini : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=325951618448586&id=100031012505833

Hari Anak Nasional 2020, Ini Pesan Khusus Presiden Jokowi dan Ibu Iriana

287 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Hari ini, Kamis, 23 Juli 2020, masyarakat Indonesia memperingati Hari Anak Nasional. Dalam peringatan yang ditujukan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap perlindungan anak-anak Indonesia pada tahun ini, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana menyapa dan memiliki pesan khusus kepada seluruh anak Indonesia.

“Selamat pagi anak-anakku di seluruh Tanah Air? Apa kabar semuanya? Semoga semuanya sehat ya. Tetap semangat dan selalu gembira,” ujar Presiden dan Ibu Negara secara bersahutan yang disampaikan melalui sebuah tayangan video pada Peringatan Hari Anak Nasional, Kamis, 23 Juli 2020.

Anak-anak Indonesia memang memiliki kesan tersendiri bagi Presiden dan Ibu Negara. Lelah keduanya saat menjalankan aktivitas dan pekerjaan sehari-hari menjadi tak terasa saat melihat senyum anak-anak Indonesia di mana pun mereka berada. Bahkan rasa letih seketika berubah menjadi semangat baru.

“Setiap saya dan Ibu Iriana berkunjung ke daerah baik itu ke Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Maluku, Nusa Tenggara, ke mana pun di Tanah Air ini ada satu hal yang selalu membuat saya dan Ibu Iriana semangat bekerja, yaitu melihat senyum anak-anak di Indonesia,” ucap Presiden Jokowi.

Dalam tayangan video tersebut, Presiden dan Ibu Negara mengatakan bahwa keduanya merasa sangat berbahagia bisa menyapa anak-anak dari seluruh penjuru Tanah Air, meski untuk saat ini harus dilakukan secara virtual. Pandemi Covid-19 yang saat ini tengah melanda mengharuskan kita untuk membatasi aktivitas di luar rumah.

“Anak-anak, saat ini ada pandemi virus korona. Tapi saya tahu anak-anak pasti tidak sabar ingin sekolah, tidak sabar ingin bermain dengan teman-temannya, tidak sabar ingin bertemu dengan kakek-neneknya yang jaraknya jauh. Pagi hari ini Ibu Iriana ingin berpesan kepada anak-anak. Ayo Bu apa pesannya?” kata Presiden.

“Disiplin mencuci tangan setelah bermain, setelah belajar, dan setelah berkegiatan. Disiplin memakai masker kalau keluar rumah dan menghindari kerumunan di mana pun anak-anak berada,” sahut Ibu Negara.

Kepada seluruh anak Indonesia, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana mengingatkan anak-anak untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan cara mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, hingga sering mencuci tangan. Adaptasi terhadap kebiasaan baru tersebut harus selalu dilakukan sebagai upaya menghindari penularan dan penyebaran virus korona penyebab pandemi.

Selain itu, Presiden dan Ibu Negara juga mengajak anak-anak Indonesia untuk tetap semangat belajar dari rumah dan berdoa agar pandemi Covid-19 ini dapat segera berlalu sehingga anak-anak Indonesia dapat kembali berkumpul bersama guru dan teman-temannya di sekolah.

“Anak-anak terus belajar ya. Jangan lupa untuk tetap rajin beribadah, berdoa, kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi virus korona ini segera berlalu agar anak-anak bisa kembali belajar dengan guru di sekolah dan bermain dengan teman-temannya,” tutur Presiden dan Ibu Iriana.(*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres) Editor (+rony banase)

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Negatif Covid-19

460 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengumumkan hasil tes deteksi Covid-19 Kamis pagi di Istana Bogor, 19 Maret 2020. Dari hasil yang diterima, keduanya dinyatakan negatif Covid-19.

“Saya dan Ibu Iriana sudah melaksanakan tes deteksi Covid-19 empat hari yang lalu dan sudah keluar hasil tesnya. Alhamdulillah dinyatakan negatif,” ucap Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para tenaga medis yang sedang bekerja dan merawat para pasien yang terinfeksi Covid-19.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para dokter, para perawat, dan seluruh jajaran rumah sakit yang sedang bekerja keras penuh dedikasi dalam melayani dan merawat para pasien yang terinfeksi Covid-19,” kata Presiden didampingi Ibu Negara.

Presiden juga kembali mengimbau masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah.

“Semoga kita semua diberikan kesehatan yang prima,” tutup Presiden.(*)

Sumber berita (*/BPMI Setpres)
Foto oleh okezone.com

Raja dan Ratu Belanda Disambut Presiden Jokowi dan Ibu Iriana di Istana Bogor

492 Views

Bogor, Garda Indonesia | Raja Willem-Alexander beserta rombongan delegasi Belanda tiba di Istana Bogor sekitar pukul 10.15 WIB dengan diiringi oleh pasukan Nusantara, korps musik, dan pasukan berkuda dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Tak hanya itu, sejumlah pelajar yang mengenakan pakaian adat berbagai daerah juga turut menyambut kedatangan Raja dan Ratu Belanda dengan mengibarkan bendera kedua negara.

Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana menyambut kunjungan kenegaraan Raja Belanda Willem-Alexander beserta Ratu Máxima di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 10 Maret 2020.

Ada yang sedikit berbeda dari upacara penyambutan kenegaraan kali ini. Cucu kedua Presiden Jokowi, Sedah Mirah Nasution, turut menyambut dan menyerahkan langsung bunga kepada Ratu Máxima.

Prosesi penyambutan kemudian dilanjutkan dengan upacara penyambutan kenegaraan bagi keduanya. Saat itu, lagu kebangsaan kedua negara diperdengarkan dengan diiringi oleh dentuman meriam sebanyak 21 kali. Setelah itu, kedua kepala negara melakukan inspeksi pasukan kehormatan.

Prosesi penyambutan kenegaraan Raja dan Ratu Belanda oleh Presiden Jokowi dan Ibu Iriana di Istana Bogor

Setelahnya, kedua pemimpin memperkenalkan delegasi dari masing-masing negara sebelum memasuki Ruang Teratai untuk menandatangani buku tamu kenegaraan. Presiden Jokowi dan Ibu Iriana beserta Raja dan Ratu Belanda juga berfoto bersama.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama oleh Presiden Jokowi, Ibu Iriana, beserta Raja dan Ratu Belanda di halaman Istana Bogor. Pada kesempatan itu, kedua pemimpin menanam Pohon Cendana atau Santalum album.

Usai menanam pohon, Presiden Jokowi beserta Ibu Iriana dan Raja Willem-Alexander beserta Ratu Máxima melakukan pertemuan tête-à-tête di veranda Istana. Setelahnya, Presiden Jokowi dan Raja Willem-Alexander menuju Ruang Sayap Kiri Istana untuk mengadakan pertemuan bilateral antara kedua negara.

Sementara itu, Ibu Iriana mengajak Ratu Máxima untuk mengikuti serangkaian acara pendamping yang telah disiapkan, antara lain meninjau pameran batik di Ruang Sayap Kanan Istana Bogor.

Dalam pertemuan bilateral, Presiden Jokowi merasa terhormat menerima kunjungan Raja Willem-Alexander dan delegasi sekaligus mengucapkan selamat datang. Presiden mengatakan bahwa memasuki usia 75 tahun, Indonesia memiliki komitmen kuat untuk memperkokoh hubungan bilateral dengan Belanda.

“Sebuah hubungan yang saling menghormati kedaulatan, integritas, wilayah, saling menghormati, dan saling menguntungkan,” kata Presiden Jokowi.

“Kunjungan Sri Baginda akan dicatat oleh sejarah sebagai kunjungan yang bersahabat, produktif, menatap masa depan tanpa harus melupakan sejarah masa lalu,” imbuhnya.

Sementara itu, Raja Willem-Alexander merasa senang dengan sambutan hangat Indonesia dalam kunjungannya kali ini. Menurutnya, ini merupakan sebuah peluang untuk meningkatkan hubungan kerja sama antara Indonesia dan Belanda.

“Ini adalah peluang bagus untuk bekerja sama untuk hubungan masa depan antara Indonesia dan Belanda. Karena itu, saya sangat bersyukur bahwa sebagian besar kabinet Belanda juga diwakili bersama saya di sini hari ini,” ujar Raja Willem-Alexander.

Selesai pertemuan bilateral, kedua pemimpin menyampaikan pernyataan pers bersama di Ruang Teratai. Rangkaian acara penyambutan kenegaraan kemudian ditutup dengan jamuan santap siang kenegaraan di Ruang Garuda.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara dalam upacara penyambutan kenegaraan antara lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Selain itu hadir pula Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Duta Besar RI untuk Belanda I Gusti Wesaka Puja. (*)

Sumber berita (*/BPMI Setpres)
Foto oleh Agus Suparto
Editor (+rony banase)

Presiden Jokowi Disambut Natoni & Tari Perang di Tambak Garam Nunkurus

283 Views

Kab.Kupang-NTT, Garda Indonesia | Presiden RI, Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo dalam kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 21 Agustus 2019 untuk melakukan panen perdana garam di Tambak Garam Nunkurus, Kab. Kupang; Pembagian Sertifikat di Kantor Bupati Kupang dan meninjau Pelabuhan Tenau.

Tiba di Bandara El Tari Kupang menggunakan pesawat kepresidenan pada pukul 09:45WITA, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana disambut oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Ketua Tim Penggerak PKK NTT, Julie Sutrisno Laiskodat dan turut menjemput Kapolda NTT, Irjen Pol Raja Erizman; Danrem 161/Wirasakti, Brigjen TNI Syaiful Rahman; dan unsur Forkompinda lain.

Usai beristirahat sejenak, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana beserta rombongan dibawah pengawalan kepresidenan langsung menuju ke lokasi tambak garam di Nunkurus melalui jalan darat kurang lebih 19 km.

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana berpose bersama dengan Penutur Adat Natoni dan Para Penari Tarian Perang

Tiba di lokasi tambak garam Nunkurus pada pukul 11:42 WITA, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi; Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil; Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh; Gubernur NTT Viktor Laiskodat; Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno dan unsur forkompinda lain disambut dengan Tarian Perang yang dipersembahkan oleh pelajar sekolah dasar hingga menengah atas dari Kecamatan Amfoang Selatan.

Selain itu, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana juga dipasangkan Selendang Tenun Timor di bahu masing-masing dan disambut dengan Tutur Adat Natoni. Tampak Presiden Jokowi menyimak dengan saksama proses tutur adat hingga selesai.

Usai tutur adat oleh penutur, Presiden Jokowi didampingi oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat langsung menuju maket pembangunan dan rencana pengembangan tambak garam Nunkurus dan langsung meninjau tambak garam eks HGU di Nunkurus untuk melakuan panen perdana garam.

Sebelum meninggalkan lokasi tambak garam pada pukul 12:26 WITA, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana menyempatkan diri berpose bersama dengan para penari Tarian Perang dan para Natoni dan membagikan buku tulis kepada para pelajar SD, SMP dan SMA yang berada di lokasi tersebut.

Tak ketinggalan, para penduduk di sekitar lokasi tambak garam dan karyawan perusahaan tambak garam Nunkurus menyempatkan diri dan berdesakan untuk ber-swafoto bersama Presiden Jokowi.

Penulis dan editor (+rony banase)

Pidato Kenegaraan di MPR RI, Presiden Jokowi Kenakan Pakaian Adat Sasak

315 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Ada hal unik yang mewarnai pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo pada Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI yang dihelat di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019.

Jika pada pidato di Sidang Tahunan MPR Presiden Jokowi mengenakan setelan jas berwarna biru lengkap dengan dasi merah, maka pada pidato kedua Presiden Jokowi tampak mengenakan pakaian adat.

Begitu prosesi Sidang Tahunan MPR berakhir pukul 09.45 WIB, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla meninggalkan Ruang Rapat Paripurna. Lima belas menit berselang, Kepala Negara kembali memasuki Ruang Rapat Paripurna dengan pakaian adat berwarna cokelat keemasan.

Busana yang dikenakan Presiden Jokowi ini pun menarik para peserta sidang dan para Menteri Kabinet Kerja yang hadir. Mereka kemudian mengajak Presiden Jokowi untuk berswafoto.

Presiden RI, H. Ir. Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo

Di awal pidatonya, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa busana yang ia kenakan merupakan pakaian adat Sasak, Nusa Tenggara Barat.

“Tadi banyak yang nanya, saya pakai baju apa? Nunas nurge tiang matur ini pakaian adat Sasak, Nusa Tenggara Barat. Dari Bumi Sasak Berembe kabar, pelungguh de senamean?” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengajak seluruh rakyat untuk meneguhkan semangat para pendiri bangsa Indonesia bahwa Indonesia itu bukan hanya Jakarta atau Pulau Jawa saja. Indonesia adalah seluruh pelosok tanah air, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

“Karena itulah pembangunan yang kita lakukan harus terus indonesiasentris yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok nusantara,” ujarnya.

Dalam akun instagramnya @jokowi, Presiden juga mengunggah momen dirinya mengenakan pakaian adat Sasak ini saat berfoto bersama Ibu Negara Iriana. Dalam foto itu, Ibu Iriana tampak mengenakan kain dan selendang batik.

“Indonesia sungguh kaya akan adat istiadat, bahasa, sampai ragam busananya. Serasi, bukan?” demikian bunyi keterangan dalam unggahan foto tersebut.

Untuk diketahui, ini bukan kali pertama Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat saat berpidato. Pada 8 Agustus 2019 lalu, Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat Bali saat berpidato di Kongres V PDI Perjuangan. (*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)