Arsip Tag: kabiro humas dan protokol pemprov ntt

‘Update Covid-19 NTT’ Hingga 31 Maret 2020, ODP Capai 628 & PDP 6 Orang

129 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang juga juru bicara Covid-19, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si meng-update data terkini terkait penanganan Corono Virus Desease (Covid)-19 di Provinsi NTT. Hingga Selasa, 31 Maret 2020 pukul 21.00 WITA, Orang Dalam Pemantauan (ODP) tembus angka 628 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 6 (enam) orang.

“Kami informasikan, hingga malam ini pukul 21.00 WITA jumlah ODP sebanyak 628 orang. Siang tadi berjumlah 596 orang. Itu berarti ada tambahan jumlah ODP sebanyak 70 orang. ODP yang sembuh atau selesai pemantauan 68 orang; yang sedang menjalani rawat inap di rumah sakit 6 orang dan sedang melakukan karantina mandiri sebanyak 533 orang; sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga saat ini mencapai 6 (enam) orang, telah sembuh 4 orang, 1 orang sedang dirawat, dan 1 PDP meninggal di RS Komodo Labuan Bajo,” terang Marius dalam keterangan pers di ruang Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT.

Mengenai jumlah sampel yang dikirim untuk dilakukan pemeriksaan swab (pemeriksaan swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan untuk menentukan diagnosis COVID-19); beber Marius, hingga akhir Maret 2020 sebanyak 31 sampel, 6 sampel dinyatakan negatif dan 25 sampel belum ada hasil.

Adapun sebaran ODP, Marius merinci, Kota Kupang ODP berjumlah 121 orang (yang sembuh atau selesai pemantauan 12 orang, 107 orang sedang karantina mandiri; 2 orang rawat inap di rumah sakit Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang). Kabupaten Kupang berjumlah 30 ODP, 1 ODP sedang dirawat di RS Siloam dan 29 orang karantina mandiri.

Dr. Jelamu Ardu Marius sedang menyampaikan keterangan pers di Ruang Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT pada Selasa, 31 Maret 2020 pukul 21.00 WITA Foto Istimewa oleh Valerius Guru

Di daratan Timor yakni di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), mencapai 35 ODP yang sedang melakukan karantina mandiri; TTU 8 orang sedang karantina mandiri; Belu mencapai 31 orang ( 1 orang sedang rawat inap di Rumah Sakit Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang, dan 30 orang yang sedang karantina mandiri); dan Kabupaten Malaka mencapai 3 orang, 1 orang sedang rawat inap di rumah sakit Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang dan 2 orang karantina mandiri.

Kabupaten Rote Ndao mencapai 35 ODP, telah sembuh 8 orang dan 27 orang karantina mandiri; Sabu Raijua mencapai 4 orang, 2 orang telah sembuh dan 2 orang sedang melakukan karantina mandiri; dan Kabupaten Alor mencapai 9 orang, 2 orang telah sembuh, dan 7 orang karantina mandiri.

Sementara di daratan Flores yakni di Kabupaten Flores Timur mencapai 7 ODP, 2 orang telah sembuh dan 5 orang sedang karantina mandiri; Lembata berjumlah 32 orang, sembuh 4 orang dan 28 orang karantina mandiri; Kabupaten Sikka, lanjut Marius, mencapai 79 ODP, sembuh 20 orang dan 59 orang sedang karantina mandiri; Ende mencapai 15 ODP, selesai pemantauan 2 orang, 1 orang sedang dirawat di RS Ende, dan 12 orang sedang karantina mandiri.

Untuk di Kabupaten Manggarai, terang Marius, mencapai 11 ODP, 2 orang selesai pemantauan dan 9 orang sedang karantina mandiri; Ngada berjumlah 14 orang sedang melakukan karantina mandiri; Kabupaten Nagekeo sebanyak 22 orang, 5 orang telah sembuh dan 17 orang sedang karantina mandiri.

Lanjut Marius, di Kabupaten Manggarai Timur mencapai 23 ODP, rawat inap 1 orang di Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng, dan karantina mandiri sebanyak 22 orang; Manggarai Barat (Mabar) ODP sebanyak 48 orang dan semuanya karantina mandiri.

Selanjutnya imbuh Marius, di Pulau Sumba, yakni di Kabupaten Sumba Timur mencapai 46 ODP, 6 orang selesai pemantauan dan karantina mandiri sebanyak 40 orang; Sumba Barat 5 orang sedang dalam karantina mandiri; Sumba Tengah sebanyak 7 orang, 3 orang telah sembuh dan 4 orang sedang melakukan karantina mandiri; sedangkan di Sumba Barat Daya mencapai 43 ODP sedang menjalankan karantina mandiri.

Penulis, editor dan foto utama (+rony banase)

‘Update Covid-19 NTT’ ODP Capai 460, Pemprov NTT Tunggu PP ‘Lockdown’ Lokal

203 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemprov NTT meng-update perkembangan kasus Corona Virus Disease (Covid) 19 di Bumi Flobamorarata. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT yang juga juru bicara Pemprov NTT soal Coronavirus, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si mengatakan, hingga Minggu, 29 Maret 2020 pukul 14.00 WITA, NTT masih negatif Covid-19, namun jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) terus bertambah.

“Hingga siang ini pukul 14.00 WITA, jumlah ODP mencapai 460 orang, sembuh 49 orang dan yang menjalani Karantina Mandiri atau diam di rumah 403 orang. Yang sedang dirawat di rumah sakit 8 orang,” kata Marius kepada pers.

Marius yang menyampaikan perkembangan Covid-19 melalui siaran langsung melalui aplikasi zoom dan live facebook Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Valeri Guru, lebih lanjut menjelaskan 8 rumah sakit yang sedang merawat ODP Coronavirus di NTT yakni, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof W.Z. Yohanis Kupang 4 ODP, Rumah Sakit TC Hiller 1 ODP, Rumah Sakit Umbu Rara Meha 1 ODP, Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng 1 ODP dan RSUD S.K. Lerik Kota Kupang 1 ODP.

Marius menegaskan, saat ini tidak ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di NTT tidak ada karena 2 PDP telah sembuh. “1 PDP yang dirujuk dari rumah sakit Ben Mboi ke rumah sakit Komodo telah meninggal dunia tapi bukan karena Coronavirus,” jelas Marius.

Dijelaskannya, data per Kabupaten/Kota yang masuk hingga saat ini terkait Covid-19 di NTT yakni, Kota Kupang berjumlah 91 ODP, sembuh 10 orang dan yang dirawat di RS. SK Lerik 2 orang. Sementara ODP di Kota Kupang yang melakukan karantina mandiri 79 orang. Kabupaten Kupang : 24 ODP dan 1 ODP sedang menjalani perawatan di RS. S.K Lerik Kota Kupang sementara 23 lainnya menjalani perawatan mandiri.

Di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), imbuh Marius, terdapat 5 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri; Kabupaten Rote Ndao : 25 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri atau berdiam di rumah; dan di Sabu Raijua ada 4 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri.

Sementara, di Kabupaten Lembata ada ODP 22 orang, 4 orang sembuh dan yang sedang menjalani karantina mandiri 18 orang; Manggarai Barat ada 44 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri; Kabupaten Ngada 14 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri; Nagekeo ada 17 ODP dan 3 telah selesai masa pemantauan atau sembuh, 1 ODP dirawat di RS TC Hiller Maumere dan 13 lainnya menjalani karantina mandiri.

Lanjut Marius, di Kabupaten Sumba Barat ada 5 ODP dan semuanya menjalani karantina mandiri; dan di Sumba Tengah ada 7 ODP dan 3 ODP telah sembuh sedangkan 4 lainnya menjalani karantina mandiri.

Marius mengaku ada permintaan lockdown dari masyarakat NTT melalui berbagai media sosial tapi permintaan tersebut masih dikaji secara matang dari berbagai aspek.

“Ada permintaan lockdown tapi dapat kami jelaskan, lockdown itu kewenangan Pemerintah Pusat dan sekarang sedang dilihat perkembangannya. Pemerintah Pusat sedang merancang Peraturan Pemerintah atau PP untuk melakukan Karantina Wilayah sesuai yang diatur dalam undang-undang No.6 tahun 2018. Mudah-mudahan dalam waktu dekat PP ini bisa keluar,” papar Marius.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, sebut Marius, sangat menghargai semua masukkan dan komentar masyarakat di berbagai media sosial. “Bapak Gubernur sangat menghargai komentar masyarakat di berbagai media sosial karena hal tersebut menunjukkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan kita menghadapi Covid-19. Pemerintah akan mengevaluasi perkembangan yang ada,” tambah Marius.

Sumber berita (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor dan foto utama (+rony banase)

‘Update Covid-19 NTT’ ODP Capai 431, Gubernur VBL Minta Jangan Tolak ODP

206 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemprov NTT sangat serius menangani penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Meski dari waktu ke waktu data Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang terpantau dari Posko Covid-19 terus beranjak naik, masyarakat tidak perlu kuatir apalagi menolak jika ada warga tertentu yang termasuk dalam kategori ODP.

“Kami juga memantau dan mendengar ada juga warga yang datang dari daerah terpapar tetapi ditolak oleh warga tertentu. Bapak Gubernur meminta dan berharap agar kita tidak menolak mereka tetapi dikoordinasikan dengan puskesmas dan para medis setempat untuk memastikan kesehatannya,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. kepada pers di Kupang, pada Sabtu, 28 Maret 2020.

Menurut Marius, yang termasuk dalam ODP Covid-19 belum tentu positif. “Karena dia yang datang belum tentu positif Covid-19. Boleh waspada; waspada adalah sesuatu yang bagus. Kami juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada warga yang memiliki kewaspadaan yang tinggi terhadap kesehatan masyarakat,” terang Marius yang juga juru bicara Covid-19 Provinsi NTT.

Klarifikasi Data ODP

Pada bagian lain, Marius menjelaskan dan mengklarifikasi data yang ter-publish di Harian Timor Express edisi Sabtu, 28 Maret 2020. “Hari ini juga Harian Timex memberitakan ODP yang didata oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) berjumlah 2.200 orang di seluruh NTT. Perlu kami sampaikan bahwa 2.200 orang ini yang masuk melalui pelabuhan laut, udara maupun perbatasan antar Negara. Sesuai dengan protap (Prosedur Tetap) yang ada mereka juga diperiksa di pelabuhan, bandar udara dan perbatasan antar negara lalu mengirimkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi NTT untuk kemudian berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota di seluruh NTT untuk memantau lebih lanjut,” papar Marius.

Dijelaskan, 2.200 orang ini akan dipantau secara intensif baik Dinkes NTT maupun Dinkes kabupaten/kota. “Oleh karena itu, kita harapkan kerja sama yang sangat kuat dari seluruh masyarakat NTT. Perintah Bapak Gubernur kepada kita semua; kepada para bupati/wali kota se-NTT untuk menggerakkan seluruh infrastruktur pemerintahan untuk memantau warga NTT yang datang dari daerah-daerah terpapar Covid-19,” kata dia sembari meminta bantuan TNI/Polri, para Babinsa, Koramil, Dandim, Kapolres untuk bersama dengan infrastruktur pemerintahan tujuannya adalah untuk memastikan yang bersangkutan benar-benar terpantau dari sisi kesehatannya.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/03/28/update-covid-19-ntt-41-odp-selesai-pemantauan-316-isolasi-mandiri/

“Data yang kami rilis hari ini sebanyak 397 ODP; adalah orang-orang yang sudah diperiksa secara klinis oleh paramedis. Sedangkan 2.200 yang di-update oleh KKP mereka di data berdasarkan hard alert card (kartu tanda kesehatan). Mereka mengisi formulir lalu petugas-petugas kita di KKP dan juga paramedis memberikan petunjuk atau pedoman ketika berada di rumah masing-masing dan bagaimana dia mengisolasi dirinya, tidak bertemu dengan orang lain sambil berkoordinasi dengan paramedis setempat,” ucap Marius.

Mengingat penyebaran Covid-19 sebut Marius, sebagaimana diberitakan di berbagai media di Indonesia sudah semakin ekspansif. “Karena itu, kami harapkan kewaspadaan kita semua. Diminta kepada masyarakat NTT untuk tidak cuek dengan peringatan dan Protap yang telah ditetapkan oleh WHO dan pemerintah; baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota se NTT. Kita harus bisa mengantisipasi secara baik agar NTT bisa terbebas dari Covid-19,” pintanya.

Pemprov NTT, ujarnya, memberikan apresiasi yang tinggi kepada lembaga sosial, lembaga pendidikan, lembaga kerohanian lainnya; yang dengan inisiatif sendiri mengadakan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat yang rentan terhadap berbagai wabah penyakit. “Tentu kita mengharapkan agar inisiatif ini juga merambah ke rumah tangga di seluruh NTT. Kita perlu mengantisipasi semua hal sehingga NTT terbebas dari penyebaran Covid-19,” ujar doktor penyuluh pertanian jebolan IPB Bogor.

Kabiro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius saat memberikan keterangan pers dan didampingi oleh Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum, Valeri Guru di Ruang Biro Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Foto Istimewa oleh Humas Pemprov NTT

Waspada ! ODP Covid-19 Capai 431 Orang

Hingga Sabtu, 28 Maret 2020 malam, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) kasus Covid-19 menembus angka 431. Karena itu, waspadalah. “Ya, hingga malam ini pukul 21.00 WITA,  jumlah ODP Covid-19 sebanyak 431 orang. Tadi siang berjumlah 397 orang. Itu berarti ada tambahan jumlah ODP sebanyak 34 orang,” tandas Marius kepada pers di ruang kerjanya, pada Sabtu malam, 28 Maret 2020.

Dia merinci, Kota Kupang ODP berjumlah 81 orang (yang sembuh atau selesai pemantauan 10 orang, 69 sedang karantina mandiri; 2 orang rawat inap di rumah sakit Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang). Kabupaten Kupang berjumlah 19 ODP sedang karantina mandiri.

Di daratan Timor yakni di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), 23 ODP melakukan karantina mandiri; TTU 5 orang sedang karantina mandiri; Belu sebanyak 21 orang ( 1 orang sedang rawat inap di Rumah Sakit Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang, dan 20 orang yang sedang karantina mandiri); dan Kabupaten Malaka 3 orang, 1 orang sedang rawat inap di rumah sakit Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang dan 2 orang karantina mandiri.

Kabupaten Rote Ndao berjumlah 20 ODP, Sabu Raijua ada 4 orang, dan Kabupaten Alor 1 orang dan kini telah sembuh atau selesai pemantauan.

Sementara di daratan Flores yakni di Kabupaten Flores Timur 5 ODP sedang karantina mandiri; Lembata berjumlah 22 orang, sembuh 4 orang dan 18 orang karantina mandiri; Kabupaten Sikka, lanjut Marius, berjumlah 64 ODP, sembuh 19 orang dan 45 orang sedang karantina mandiri; Ende 5 ODP, selesai pemantauan 2 orang dan 3 orang sedang karantina mandiri.

Untuk di Kabupaten Manggarai, terang Marius, terdapat 8 ODP, 1 orang selesai pemantauan dan 7 orang sedang karantina mandiri; Ngada berjumlah 14 orang, Kabupaten Nagekeo sebanyak 17 orang, 1 orang sedang rawat inap di Rumah Sakit TC Hilers Maumere, 3 orang selesai pemantauan, dan 14 orang sedang karantina mandiri.

Lanjut Marius, di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 10 orang, rawat inap 1 orang di Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng, karantina mandiri sebanyak 9 orang; dan Manggarai Barat (Mabar) ODP sebanyak 44 orang dan semuanya karantina mandiri.

Selanjutnya imbuh Marius, di Pulau Sumba, yakni di Kabupaten Sumba Timur berjumlah 32 ODP, 1 orang sedang rawat inap di Rumah Sakit Umbu Rarameha, 4 orang selesai pemantauan dan karantina mandiri sebanyak 27 orang; Sumba Barat 1 orang sedang dalam karantina mandiri; Sumba Tengah sebanyak 4 orang, sedangkan di Sumba Barat Daya berjumlah 28 ODP sedang menjalankan karantina mandiri.

“Sehingga total menjadi 431 ODP. Yang sembuh atau selesai pemantauan sebanyak 44 orang. Yang sementara dirawat 7 orang dan 380 orang sedang menjalani karantina mandiri,” jelas Marius.

Pada bagian lain, Marius menambahkan, pihak Pemprov NTT juga sangat memperhatikan berbagai wabah penyakit tropis lainnya yang masih mendera masyarakat NTT yakni malaria dan deman berdarah. “Memang beberapa pekan ini Pemprov saat serius dengan mencegah wabah Covid-19. Namun demikian berbagai wabah penyakit tropis lainnya juga menjadi perhatian serius dari Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT seperti malaria dan deman berdarah. Karena itu, tidak ada cara lain selain masyarakat memperhatikan dengan sungguh-sungguh pola hidup sehat. Pola makan yang bergizi dan pola istirahat yang teratur. Karena kesehatan itu mahal,” tandas mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, sambil sesekali memperbaiki kacamatanya.(*)

Sumber berita (*/Valeri Guru–Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor dan foto utama (+rony banase)

‘Update Covid-19 NTT’ 41 ODP Selesai Pemantauan & 316 Isolasi Mandiri

172 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Kita tidak usah cemas, panik apalagi takut. Ikuti protap yang dikeluarkan WHO dan pemerintah. Kita hanya minta masyarakat NTT taat dan patuh kepada protap-protap tersebut,” pinta Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. meminta dukungan semua pihak agar penanganan penyebaran wabah Covid-19 di Provinsi NTT dapat diminimalkan .

Menurut Marius saat menyampaikan perkembangan (update) data terkini ODP di NTT hingga Jumat, 27 Maret 2020 pukul 21.00 WITA, dari total sebaran per kabupaten/kota terdapat 365 Orang Dalam Pemantauan ODP (ODP); 41 ODP selesai masa pemantauan; 8 orang sedang dirawat di rumah sakit; 316 melakukan karantina mandiri.

Ada pun data gamblang disampaikan Jubir Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT merinci, Kota Kupang terdapat 59 ODP (10 orang selesai pemantauan; jumlah saat ini ada 49, 2 orang sedang dirawat di rumah sakit Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang dan ada 47 yang karantina mandiri).

Lanjut Marius, di Kabupaten Kupang terdapat 9 orang sedang melaksanakan karantina mandiri; Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki 22 ODP sedang melakukan karantina mandiri; Kabupaten TTU ada 2 ODP, 1 dirawat di RSUD Kefamenanu dan 1 karantina mandiri; Kabupaten Belu 19 orang ODP, 1 orang sedang dirawat di RSUD Kupang dan 18 orang menjalani karantina mandiri dan Malaka 1 orang masih dirawat di RSUD W Z Yohanes Kupang Kupang.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi, Dr. Jelamu Ardu Marius

Sementara, di Kabupaten Rote Ndao terdapat 20 ODP sedang dalam karantina mandiri; Sabu Raijua ada 3 ODP sedang dalam karantina mandiri; dan Kabupaten Alor 1 orang sedang karantina mandiri.

Di daerah Flores, yakni di Kabupaten Lembata ada 22 orang, 4 orang selesai pemantauan dan 18 orang karantina mandiri; Manggarai Barat terdapat 38 ODP yang sedang dalam karantina mandiri; Sikka ada 50 orang (19 orang selesai pemantauan dan 31 orang menjalani karantina mandiri). Manggarai Timur, terdapat 10 ODP (1 ODP sedang dirawat di RSUD Ruteng dan 9 orang dalam karantina mandiri); Flores Timur ada 5 orang sedang dalam karantina mandiri.

Di Kabupaten Ende, imbuh Marius Ardu Djelamu, terdapat 5 ODP (2 orang selesai pemantauan dan 3 orang karantina mandiri); Kabupaten Manggarai ada 8 orang (1 orang selesai pemantauan dan 7 orang karantina mandiri); Kabupaten Ngada 14 ODP dikarantina mandiri; dan di Kabupaten Nagekeo terdapat 17 ODP ( 1 orang dirawat di RSUD TC Hilers Maumere dan 16 karantina mandiri).

Untuk sebaran ODP di Kabupaten Sumba Timur 31 ODP (4 orang selesai pemantauan, 1 orang dirawat di RSUD Umbu Rara Meha, 26 orang sedang karantina mandiri) Kabupaten Sumba Barat Daya ada 25 orang sedang dikarantina mandiri; dan di Sumba Tengah 4 orang sedang menjalani karantina mandiri.

Lebih lanjut doktor jebolan IPB Bogor ini menyampaikan terima kasih atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT kepada rekan-rekan media yang dengan setia mem-publish data dan informasi mengenai Covid-19. “Anda adalah pejuang sejati yang selalu ada di garda terdepan dan masyarakat di daerah ini senantiasa merindukan berita yang anda tulis,” tandasnya. (*)

Sumber berita (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor dan foto (+rony banase)

Kabiro Humas Pemprov NTT : PDP Meninggal di Mabar Bukan Covid-19

204 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Kita menyampaikan dukacita sedalam-dalamnya kepada keluarga atas meninggalnya 1 (satu) Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di Rumah Sakit Komodo Labuan Bajo (Rumah Sakit Rujukan Covid-19), pada Rabu, 25 Maret 2020 sekitar pukul 05.30 WITA,” ungkap Kabiro Humas dan Protokol Setda Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. Jelamu Ardu Marius kepada awak media dalam sesi konferensi pers.

Sebelumnya almarhum ber-KTP Surabaya dan dirawat di sana, imbuh Kabiro Humas Pemprov NTT, yang bersangkutan sebelumnya memiliki riwayat sakit. “Almarhum memiliki riwayat penyakit komplikasi, karena tak ada perubahan, maka pihak keluarga mengirimkan ke kampung halaman di Rejeng Kolang Manggarai, karena tak ada perubahan lagi lalu dibawa dan dirawat di RS Ben Mboi Ruteng,” jelas Marius seraya menimpali karena Rumah Sakit Rujukan Covid-19 berada di RS Komodo Labuan Bajo di Manggarai Barat, maka pihak keluarga membawa ke sana pada Selasa, 24 Maret 2020 malam.

Menurut penjelasan dari Kadis Kesehatan Kabupaten Manggarai, urai Marius, sebagaimana mestinya almarhum dirawat dan diisolasi namun dirinya meninggal dunia. “Dan dalam pemeriksaan RS Ben Mboi Ruteng, tak ada konfirmasi bahwa beliau positif Covid-19,” jelas Marius seraya mengatakan karena HB pasien tersebut rendah maka dimasukkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Plh Sekda Manggarai Barat mengatakan via telepon bahwa tak ada tanda yang bersangkutan terpapar Covid-19. Namun, Bapak Gubernur mengarahkan agar jenazah tidak disentuh sebagai bentuk antisipasi,” tandas Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT menjawab pertanyaan awak media.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

‘Update Covid-19 NTT’ Masih Negatif, Hingga 23 Maret 2020 ODP Capai 130

228 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hingga Senin, 23 Maret 2020 pukul 21.00 WITA, kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP) terhadap risiko penularan infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 130 orang,” beber Kabiro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius saat dalam sesi konferensi pers pada Selasa, 24 Maret 2020 di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/03/22/update-covid-19-ntt-hingga-21-maret-2020-odp-mencapai-101-orang/

Dari 130 ODP yang tersebar di 22 kabupaten/kota, imbuh Marianus, jumlah ODP tertinggi berada di Kota Kupang sebanyak 29 orang (2 orang dirawat di RS W Z Yohanes), Manggarai Barat 21 ODP (1 ODP dirawat di RS Komodo), Sikka terdapat 18 ODP, Sumba Timur 11 ODP (1 ODP dirawat di RS Umbu Rara Meha), Sumba Barat Daya 10 ODP, Manggarai 6 ODP, Ende 5 ODP (1 ODP dirawat di RS Ende), Timor Tengah Selatan (TTS) 5 ODP, Belu 5 ODP (1 ODP dirawat di RS W Z Yohanes), Rote Ndao 4 ODP, Kabupaten Kupang 4 ODP, Lembata 2 ODP sedang dirawat di RS TC Hillers Maumere, Flores Timur 2 ODP, Manggarai Timur 1 ODP, Alor 1 ODP, dan Malaka 1 ODP yang saat ini sedang dirawat di RS W Z Yohanes Kupang.

Dari total 130 ODP, jelas Kabiro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT, hanya 8 ODP yang dirawat di rumah sakit, sisanya sebanyak 122 ODP dirawat secara mandiri. “Meski demikian, mereka tetap dalam pengawasan dan dipantau oleh tenaga medis,’ ungkapnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

‘Covid-19 di NTT’ Rencana Penutupan Bandara dan Pelabuhan Perlu Dikaji

186 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Rencana penutupan bandara di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meminimalkan penyebaran virus corona atau Covid-19 yang diusulkan berbagai kalangan termasuk oleh Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang NTT, ditanggapi oleh Pemprov NTT dalam sesi konferensi pers pada Minggu, 22 Maret 2020 pukul 14.30 WITA—selesai di Kantor Dinkes Provinsi NTT.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/03/22/update-covid-19-ntt-hingga-21-maret-2020-odp-mencapai-101-orang/

Kadis Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka

Kadis Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka mengetahui adanya permintaan tersebut dari media. “Hari-hari terakhir ini di media kita baca paling tidak ada permintaan untuk penghentian penerbangan yang diminta oleh Persatuan Dokter Umum Indonesia wilayah Kupang. Terkait penutupan ini tentu tidak serta merta misalnya kita melarang penumpang dari kota-kota yang masuk ke NTT. Misalnya dari Jakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar. Masuknya ke mana? Ya ke Bandara El Tari, Tambolaka, Bandara Komodo, dan Frans Seda. Itu tidak bisa serta merta kita tutup. Hal ini tentu perlu dipikirkan,” jelasnya.

Pernyataan serupa dilontarkan oleh General Manager Angkasa Pura Bandara El Tari Kupang, Barata Singgih yang menyampaikan bahwa pihaknya belum berani mengambil keputusan. “Kita belum putuskan. Namun, untuk sementara mengantisipasi ini karena data memang menunjukkan ODP terbanyak itu berasal dari beberapa kota seperti Denpasar terbesar jumlahnya,” katanya.

General Manager Angkasa Pura Bandara El Tari Kupang, Barata Singgih

Berdasarkan data itu, lanjut dia, pihaknya akan mencoba mencari jalan keluar yang terbaik. “Karena kalau kita tutup, itu sama saja dengan kita lockdown. Namun, hal itu bukan tidak mungkin. Mungkin saja, namun perlu kita diskusikan secara baik dengan semua stakeholder. Tidak bisa langsung, katakan saja dinas perhubungan, bandara maupun pihak maskapai,” jelasnya.

Sementara, Kepala Kesehatan Pelabuhan (KKP) Wilayah Kupang, Putu Sudarma mengungkapkan bahwa KKP diberlakukan yang namanya HAC (Health Allert Card) atau Kartu Kewaspadaan Kesehatan dan sudah dilakukan.

Pernyataan senada disampaikan oleh Kabiro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius yang mengatakan bahwa perhatian dan masukan yang disampaikan berbagai kalangan termasuk Perhimpunan Ikatan Dokter Umum Indonesia Provinsi NTT agar Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menutup jalur penerbangan dan pelayaran dari dan ke Kupang dan sejumlah bandara serta pelabuhan lainnya di Provinsi NTT mendapat tanggapan pihak Pemprov NTT.

“Barang dan jasa ke Provinsi NTT, kita harapkan tetap berjalan. Mengingat NTT sangat bergantung pada wilayah lain di luar NTT; sembako dan sebagainya dan memang salah satu cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah membatasi penerbangan,” ujar Dr. Jelamu.

Pemerintah Provinsi NTT, imbuh Marius, harus bijak dalam menyikapi berbagai masukan, usul dan saran dari berbagai pihak terkait penanganan Covid-19 di Provinsi NTT. “Tetapi ketika kita menyelesaikan itu tentu dampak yang lain akan muncul. Karena khusus untuk NTT; kita membutuhkan sarana prasarana kesehatan, membutuhkan Alat Pelindung Diri (APD), fasilitas obat-obatan dan lainnya yang harus cepat didistribusi dari luar ke NTT, termasuk ketika kita mengirim sampel darah pasien ke Litbang Kementerian Kesehatan RI tentu membutuhkan kecepatan dengan menggunakan transportasi udara,”jelas Marius.

Selain alasan sosial ekonomi, imbuh Marius dari sisi lainnya khusus untuk pelabuhan tetap membuka jalur-jalur kapal yang masuk ke NTT. “Kapal barang memang sangat dibutuhkan karena kebutuhan masyarakat NTT 60—70 persen masih berasal dari luar. Kita belum mandiri secara ekonomi untuk memenuhi semua kebutuhan itu seperti gula, garam, beras dan sebagainya,” ungkapnya.

Dirinya akan mengkaji hasil pemikiran dari para pengamat, para dokter tetapi juga perlu menjelaskan secara keseluruhan agar dapat dipahami oleh publik. “Jadi kita tidak melihat dari satu variabel saja tetapi banyak variabel; dan akan dianalisa dan dibuat sebuah kebijakan. Tentu maksudnya baik tetapi kita juga menganalisis dari berbagai variabel yang lain,” tandasnya.(*)

Sumber berita (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Editor dan foto (+rony banase)

‘Update Covid-19 NTT’ Hingga 21 Maret 2020 ODP Mencapai 101 Orang

277 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hingga saat ini kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP) terhadap risiko penularan infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 101 orang yang sebelumnya berjumlah 92 orang,” terang Kadis Kesehatan Provinsi NTT, drg. Domi Minggu Mere dalam sesi konferensi pers pada Minggu, 22 Maret 2020 pukul 14.30 WITA—selesai di Kantor Dinkes Provinsi NTT.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/03/21/covid-19-gubernur-ntt-tunda-festival-pariwisata-dan-tutup-destinasi-wisata/

Namun demikian, lanjut dokter Domi dan didampingi oleh Kabiro Humas dan Protokol Pemprov NTT, Dr Jelamu Ardu Marius;  dari 101 orang tersebut, 21 orang telah selesai pemantauan sehingga jumlah ODP saat ini 80 orang yang mana belum dilakukan rapid test atau tes cepat karena masih menunggu dari pusat. “Tetapi kami sudah menganggarkan dana untuk rapid test,” ungkap Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT yang mengenakan masker.

Imbuh dokter Domi,  “Karena mulai saat ini di setiap konferensi pers, atas koreksi dan masukan dari berbagai pihak, bakal dilaksanakan protokol keamanan dengan memakai masker dan membatasi jarak 1 (satu) meter antara narasumber dan para awak media,”

Mengenai sebaran ODP, secara gamblang dokter Domi menyampaikan di Kota Kupang 34 orang selesai pemantauan 10 orang (saat ini 24 orang), Lembata 2 orang, Manggarai Barat 12 orang, Kabupaten Kupang 2 orang, Sikka 26 selesai pemantauan 11 orang (saat ini 15 orang), TTS 3 orang, Manggarai Timur 1 orang, Flores Timur 2 orang, Malaka 1 orang, Alor 1 orang, Sumba Timur 2 orang, Belu 2 orang Sumba Barat Daya (SBD) 7 orang, Ende 2 orang, dan Manggarai 4 orang.

Dari 80 ODP tersebut, ungkap dokter Domi, saat ini hanya 5 (lima) orang yang dirawat di rumah sakit yakni 2 (dua) ODP di RS W Z Yohanes, 2 ODP di RS TC Hillers Maumere, dan 1 ODP di Ende sedangkan sisanya dirawat secara mandiri.

“Berdasarkan notifikasi dari teman-teman dari kabupaten dan frekuensi kenaikan ODP, maka harus diantisipasi dari sekarang karena melihat eskalasi dan penambahan ODP, maka sangat diperlukan Alat Pelindung Diri (ADP),” bebernya seraya berkata pihaknya telah berkoordinasi dengan pusat dan semoga pesawat yang telah berangkat ke China sepulangnya dapat membawa APD.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)