Arsip Tag: kasus covid di kota kupang

Pembatasan Kegiatan Masyarakat Diperpanjang Hingga 8 Februari 2021

1.985 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Akibat eskalasi kasus positif Covid-19 di Kota Kupang terus menunjukkan tren peningkatan dari waktu ke waktu, maka pemerintah Kota Kupang (Pemkot Kupang) kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga dua pekan ke depan, yang mana sebelumnya diberlakukan hingga Senin, 25 Januari 2021.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji dalam sesi konferensi pers bersama awak media secara virtual pada Jumat, 22 Januari 2021.

PPKM di wilayah Kota Kupang, jelas Ernest, meliputi kegiatan di pertokoan, supermarket, mall, dan lainnya yang ditetapkan dibuka pada pukul 10.00 WITA dan ditutup pada pukul 18.00 WITA. “Khusus pasar tradisional dibuka pada pukul 07.00—10.00 WITA dan dibuka kembali pada pukul 16.00—18.00 WITA,” terangnya.

Kondisi tersebut, imbuh Juru Bicara Covid-19 Kota Kupang, karena kasus Covid-19 terus meningkat dari waktu ke waktu. “Rata-rata penambahan kasus Covid-19 di Kota Kupang mencapai 50—200 kasus per hari, sehingga disepakati PPKM diperpanjang hingga dua pekan ke depan,” ungkapnya.

PPKM juga diberlakukan pada kegiatan keagamaan berupa kebaktian atau ibadah di gereja, salat di masjid, maupun persembahyangan di pura dan vihara. “Untuk sementara, kegiatan ibadah dilakukan secara online atau virtual dan telah berjalan. Semua tokoh agama mendukung kebijakan Pemkot Kupang,” tandas Ernest Ludji.

Di tingkat nasional, dilansir dari BPMI Setpres, Pemerintah pun kembali memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua minggu ke depan mulai tanggal 26 Januari 2021 hingga 8 Februari 2021. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan sejumlah parameter pandemi yang selalu dipantau pemerintah.

Demikian disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, pada Kamis, 21 Januari 2021, selepas rapat terbatas bersama Presiden beserta jajaran terkait.

“Bapak Presiden meminta agar pembatasan kegiatan masyarakat ini dilanjutkan dari tanggal 26 sampai dengan tanggal 8 Februari. Nanti Pak Menteri Dalam Negeri akan mengeluarkan instruksi Mendagri,” ujarnya.

PPKM tersebut melanjutkan PPKM yang telah berlaku sebelumnya di 7 provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali dengan 73 kabupaten/kota.

Berdasarkan pemantauan dari PPKM pertama tersebut, terdapat 29 kabupaten/kota yang masih berisiko tinggi, 41 kabupaten/kota dengan risiko sedang, dan 3 kabupaten/kota dengan risiko rendah. Sementara dari 7 provinsi, terlihat bahwa masih terdapat peningkatan kasus di 5 provinsi dengan 2 provinsi, yakni Banten dan Yogyakarta, mengalami penurunan kasus.

Untuk diketahui, PPKM yang dijalankan untuk menekan penyebaran Covid-19 mengatur batasan sejumlah kegiatan, di antaranya waktu beroperasi mal dan restoran hingga pukul 20.00, jumlah kapasitas di tempat kerja yakni 75 persen karyawan bekerja dari rumah, kegiatan belajar mengajar secara daring, hingga batasan jemaah ibadah maksimal 50 persen dari total kapasitas.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh Prokopim Setda Kota Kupang

Tinjau Tim Isolasi Mandiri, dr. Herman Man: Mereka Bekerja Sesuai Standar

150 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man melakukan peninjauan terhadap tim pemantau pasien isolasi mandiri Covid-19 di 4 (empat) puskesmas antara lain, Puskesmas Penfui, Puskesmas Oesapa, Puskesmas Pasir Panjang dan Puskesmas Oebobo. Kunjungan yang dilaksanakan pada Rabu, 20 Januari 2021, untuk memastikan apakah arahannya terkait pembentukan tim isolasi mandiri per puskesmas berjalan dengan baik.

Peninjauan berawal dari Puskesmas Penfui dan diterima oleh Kepala Puskesmas Penfui, dr. Maria Stephani yang menyampaikan kepada dr. Herman Man, saat ini petugas sementara melakukan pemantauan terhadap 55 orang yang tersebar di tiga kelurahan yang berada dalam wilayah pelayanan Puskesmas Penfui, yakni Kelurahan Penfui, Kelurahan Naimata dan Kelurahan Maulafa. Untuk pasien yang tanpa gejala, pemantauan dilakukan per telepon dan WA. Bila ada keluhan, maka petugas turun langsung ke rumah pasien.

Senada disampaikan Kepala Puskesmas Oesapa, dr. Shinta Ndaomanu. Menurutnya saat ini ada 20-an orang yang melakukan isolasi mandiri dan sedang dalam pemantauan petugas. Usai dari Puskesmas Oesapa, dr. Herman Man dan rombongan melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Pasir Panjang dan diterima oleh Kepala Puskesmas dr. E. Evalina Corebima.

Dokter Herman Man (tengah bertopi dan bermasker) berpose bersama para tim pemantau isolasi mandiri Covid-19

Dokter Herman Man pun mengontak langsung via telepon kepada pasien isolasi mandiri yang sedang dalam pemantauan petugas di Puskesmas Penfui dan Puskesmas Oesapa.

Puskesmas terakhir yang dikunjungi adalah Puskesmas Oebobo, Wawali dan rombongan diterima langsung oleh Kepala Puskesmas Oebobo, dr. Sartje Nubatonis.  Rencananya kunjungan yang sama akan dilanjutkan pada Kamis, 21 Januari 2021, ke puskesmas yang berada di wilayah barat Kota Kupang.

Kepada awak media usai melakukan kunjungan tersebut, dr. Herman Man, menyampaikan, dari hasil pemantauan hari ini mendapat kesan semuanya berjalan dengan baik. Ia memberi apresiasi kepada para petugas di puskesmas yang sudah bekerja sesuai standar baku pelayanan isolasi mandiri dan pasien juga merasa tertolong.

Turut mendampingi dr. Herman Man dalam kunjungan tersebut, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, S.H., M.Si. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Maxi Jemy D. Didok, S.Pd., M.Si. Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, Marthin Alan Yoga Girsang, S.H., M.H. Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Kupang, I.G.A. Ngurah Suarnawa dan Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyunigsih, SKM. M.Kes. (*)

Sumber berita dan foto (*/Pkp_ans)

Editor (+roni banase)

Wakil Wali Kota Kupang: “Hingga Tanggal 2 Januari 2021 Tak Boleh Ada Pesta”

86 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan seluruh warga Kota Kupang merupakan prioritas utama yang wajib dipertimbangkan dalam upaya menekan penularan transmisi lokal Covid-19 di Kota Kupang.

Jika ada kegiatan atau ada acara, maka diperbolehkan hanya sampai pukul 21.00 WITA (9 malam) saja seperti edaran Wali Kota Kupang sebelumnya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Demikian penegasan dr. Herman Man saat acara Coffee Evening bersama Wali Kota Kupang dan jajarannya dengan wartawan media desk Pemkot Kupang pada Selasa, 22 Desember 2020 jam 16.30 WITA di Suba Suka Paradise Resto.

“Tetapi hingga 2 Januari 2020, tidak boleh ada pesta,” tegas Wakil Wali Kota Kupang.

Sementara, dalam surat edaran Wakil Wali Kota Kupang Nomor : 059/HK.188.55.443.2/XII/2020 tentang peningkatan kewaspadaan dan upaya menekan penularan lokal Covid-19 di Kota Kupang, maka Pemerintah Kota Kupang menutup untuk sementara waktu semua pusat perbelanjaan, mall, toko, toko modern, mart, dengan jadwal sebagai berikut :

  • Menjelang Natal : Penutupan dilakuan pada tanggal 24 Desember 2020 Pukul 12.00 WITA sampai dengan 26 Desember 2020 Pukul 12.00 WITA.
  • Menjelang Tahun Baru 2021 : Penutupan dilakukan pada tanggal 31 Desember 2020 Pukul 12.00 WITA sampai dengan tanggal 02 Januari 2021 Pukul 12.00 WITA.
  • Tempat-tempat Hiburan akan ditutup untuk sementara pada tanggal 25 Desember 2020 sampai dengan 26 Desember 2020.
  • Semua Pasar Tradisional termasuk Pasar Ikan dan Kios-Kios tetap di buka dengan Pengawasan ketat dari Gugus Tugas Kelurahan masing-masing.

Sementara untuk semua Hotel/Penginapan, Restoran dan Warung-warung, Tempat Kuliner tetap di buka dengan memperhatikan Protokol Kesehatan dibawah kendali Gugus Tugas Kelurahan masing-masing.

Mengenai Ibadah Natal dan perayaan Natal bersama di luar gedung Gereja diperbolehkan dengan pembatasan jumlah kehadiran maksimal 50 orang dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan.

Penulis, editor dan foto utama  (+roni banase)

Cegah Klaster Komunitas, IMO Indonesia DPW NTT Budayakan Rapat Virtual

180 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sehubungan dengan terus meningkatnya kasus Covid-19 di wilayah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mana per Jumat, 20 November 2020 (data Gugus Tugas Covid Kota Kupang, konfirmasi Positif Covid-19 sebanyak 342 orang [Naik sebanyak 25 Orang], masih dirawat 185 orang [naik sebanyak 25 orang]; Sembuh sebanyak 146 orang; dan meninggal sebanyak 11 orang).

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/18/kasus-covid-19-naik-wali-kota-kupang-keluarkan-perwali-penegakan-prokes/

Terkait kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang pun telah menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 90 Tahun 2020 tentang tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (Prokes), pada Rabu, 18 November 2020. Perwali yang memuat 11 pasal ini mengatur beberapa subjek, mulai dari perorangan, pelaku usaha hingga para pengelola atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum.

Maka, Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi NTT melaksanakan rapat secara virtual atau online. Demikian dikatakan Ketua IMO DPW NTT, Rony Banase pada Minggu, 22 November 2020.

Diungkapkan Rony, pelaksanaan rapat yang semula bakal dilakukan dengan tatap muka, diganti dengan rapat virtual via aplikasi zoom pada Jumat, 20 November 2020 pukul 17.00 WITA—selesai.

“Ke depan, DPW IMO NTT tetap konsisten melakukan rapat secara virtual guna mencegah munculnya klaster komunitas dan agar para pemilik media online dan para jurnalis di bawah naungan masing-masing media terhindar dari paparan Covid-19,” ujarnya.

Suasana rapat virtual IMO Indonesia DPW Provinsi NTT pada Jumat, 20 November 2020

Selain itu, imbuh Rony, yang terutama dalam rapat virtual tersebut, telah disepakati dan ditetapkan pelaksanaan webinar penerapan protokol kesehatan dalam pilkada serentak di 9 kabupaten pada 9 Desember 2020.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Dewan Pembina IMO NTT, Bapak Polikarpus Do yang telah memfasilitasi rapat virtual melalui zoom dengan perangkat pendukung di PKBM Bintang Flobamora,” tandas Rony.

Ketua Umum IMO Indonesia, Yakub F Ismail kepada DPW IMO NTT pun menekankan agar media yang tergabung dapat menaati dan menerapkan protokol kesehatan dan dapat menyukseskan perhelatan webinar yang akan melibatkan stakeholder terkait yakni KPU Provinsi NTT, Bawaslu, Polda NTT, Korem 161/WS, Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan para Bupati.

“Webinar tersebut dapat menjadi acuan bagi kepala daerah di 9 kabupaten untuk dapat mengedepankan penerapan protokol kesehatan pada saat pemilihan kepala daerah pada 9 Desember 2020,” tandasnya.

Penulis, foto, dan editor (+rony banase)

Kasus Covid-19 Naik, Wali Kota Kupang Keluarkan Perwali Penegakan Prokes

1.755 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 90 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (Prokes), pada Rabu, 18 November 2020.

Perwali yang memuat 11 pasal ini mengatur beberapa subjek, mulai dari perorangan, pelaku usaha hingga para pengelola atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum. Untuk perorangan, wajib menerapkan 4M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Untuk subjek pelaku usaha, wajib menerapkan 4M untuk karyawan dan para pengunjung. Hal yang sama juga berlaku untuk pengelola tempat atau fasilitas umum.

Kemudian dalam pasal 4 diatur juga bahwa para pelaku usaha wajib melakukan sosialisasi dan melakukan edukasi serta memanfaatkan berbagai media informasi untuk memberikan pemahaman mengenai pencegahan dan pengendalian Covid-19. Selain menerapkan 4M, pelaku usaha juga wajib melakukan disinfeksi lingkungan secara berkala, pemantauan kesehatan bagi orang yang beraktivitas di lingkungannya, dan fasilitasi deteksi dini dalam penanganan kasus untuk mengantisipasi penyebaran covid-19.

Sanksi yang tercantum dalam Perwali ini juga sangat tegas. Dalam pasal 6 diuraikan sanksi untuk perorangan, pelaku usaha maupun pengelola fasilitas publik apabila melanggar Perwali ini yakni tidak menerapkan protokol kesehatan.

Sanksi untuk perorangan yaitu sanksi teguran lisan atau teguran tertulis, kerja sosial hingga denda administratif maksimal Rp.100 ribu. Sementara untuk pelaku usaha atau pengelola fasilitas umum, selain ada sanksi teguran lisan atau tertulis, ada penghentian sementara operasi usaha, pencabutan izin usaha hingga denda administratif lebih kurang Rp.500 ribu hingga Rp.10 juta.

“Denda sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) huruf a angka 3 dan huruf b angka 4 disetorkan ke Kas Daerah,” demikian tertulis dalam Pasal 7 Perwali Nomor 90 tahun 2020.

Sebagai tindak lanjut dari Perwali tersebut, Wali Kota Kupang juga mengeluarkan surat edaran Nomor: 046/HK.188.55/XI/2020 tentang pencegahan dan peningkatan kewaspadaan penyebaran Covid-19 di Kota Kupang. Surat edaran ini ditujukan kepada para camat dan lurah se-Kota Kupang.

Dalam surat tersebut, Wali Kota Jefri meminta para lurah dan camat untuk intensif melakukan sosialisasi secara masif tentang penggunaan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun/handsanitizer. Kedua, melaksanakan penegakkan Prokes sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Walikota Kupang Nomor 18 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Tatanan Normal Baru yang Produktif dan Aman Corona Virus Disease 19 (Covid-19) di Wilayah Kota Kupang.

Ketiga, menindak tegas setiap pihak yang melanggar Protokol Kesehatan Covid-19 sesuai Peraturan Wali Kota Kupang Nomor 90 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Kota Kupang;

Keempat, meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap potensi meningkatnya penularan Covid-19 di lingkungan masing-masing;

Kelima, menghindari tempat ramai, ruang terbatas atau ruang tertutup dengan ventilasi buruk;

Keenam, melakukan pembatasan sementara waktu perayaan-perayaan terutama pesta-pesta yang mengumpulkan banyak orang, bila perlu menunda perayaan dan membatasi jumlah orang maksimal 30 orang dan atau maksimal 50% kapasitas tampung ruangan;

Ketujuh, bersama Tim Gugus Tugas/Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kelurahan melakukan pengawasan terhadap warga yang menjalani isolasi mandiri di wilayahnya masing-masing;

Kedelapan, menginisiasi, mengoordinir dan memfasilitasi bantuan biaya hidup bagi keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri dan bersama masyarakat sekitar secara swadaya serta mengondisikan masyarakat agar tetap kondusif terkait keberadaan warga yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Nina—PKP)
Editor (+rony banase)

Wali Kota Jefri Serahkan Bantuan Beras kepada Warga di 14 Kelurahan

239 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore turun langsung menyerahkan bantuan beras ke warga di sejumlah kelurahan. Turut serta dalam penyerahan bantuan tersebut, Ketua Tim Penggetak PKK Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore – Manafe, Ketua Dharma Wanita Kota Kupang, Ny. Martha Benu Talan, Ny. Agustina Paseru (Istri Pj Sekda Kota Kupang) serta Kepala Dinas Sosial Kota Kupang.

Selain itu tampak hadir Penjabat Sektetaris Daerah Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si., Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si serta Camat dan Lurah masing-masing.

Terpantau selama dua hari berturut-turut, Wali Kota Kupang turun ke sejumlah kelurahan untuk menyerahkan secara langsung bantuan beras. Seperti pada Kamis, 14 Mei 2020, Wali Kota menyambangi 6 (enam) kelurahan yakni Kelurahan Kayu Putih, Kelurahan Fatululi dan Kelurahan Oebobo, serta di wilayah Kecamatan Kota Raja yaitu Kelurahan Naikoten 1, Kelurahan Naikoten 2 dan Kelurahan Kuanino.

Pada hari kedua, Jumat, 15 Mei 2020, Wali Kota turun ke wilayah Kecamatan Maulafa, antara lain Kelurahan Penfui, Kelurahan Kolhua, Kelurahan Belo, Kelurahan Fatukoa, Kelurahan Sikumana, Kelurahan Naikolan, Kelurahan Oepura dan berakhir di Kelurahan Maulafa.

Penyerahan berlangsung di kantor lurah dan dihadiri oleh masing-masing lurah. Kepada warga penerima bantuan Wali Kota menyampaikan bantuan tersebut ditujukan bagi warga Kota Kupang yang secara ekonomi terdampak wabah Covid-19. Dia pun berharap bantuan tersebut bisa sedikit mengurangi kesulitan yang dialami warga akibat pandemik yang berkepanjangan ini.

Wali Kota Jefri juga memastikan Pemkot Kupang berupaya semaksimal mungkin agar semua warga yang membutuhkan bisa menikmati bantuan ini, karena menurutnya saat ini ada cukup banyak bantuan yang dikucurkan baik oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah Kota Kupang sendiri.

Wali Kota Jefri saat melihat data penerima bantuan dampak Covid-19 di salah satu kelurahan di Kota Kupang

Kepada warga yang pada kesempatan ini belum kebagian bantuan, Wali Kota mengimbau untuk tidak berkecil hati karena akan diakomodir pada penyerahan bantuan berikutnya. Untuk itu, kepada Camat dan Lurah, Wali Kota menginstruksikan agar bekerja bersama LPM, RT dan RW masing-masing dalam mendapat warga yang benar-benar layak menerima bantuan.

Wali Kota juga berjanji bantuan juga akan diberikan kepada mahasiswa daerah yang saat ini berdomisili di Kota Kupang untuk berkuliah, “Pemkot akan bertanggung jawab terhadap mahasiswa yang tinggal di kos-kosan biarpun mereka bukan warga Kota Kupang, mereka juga akan menerima bantuan asalkan melaporkan diri ke RT dan lurah setempat,” tegasnya.

Wali Kota Kupang kembali mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi imbauan atau instruksi Pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19. Tidak keluar rumah kecuali sangat mendesak, memakai masker, tetap jaga jarak dengan sesama, rajin mencuci tangan pakai sabun, konsumsi makanan bergizi serta multivitamin. Bagi pelaku perjalanan atau warga yang merasa pernah berkontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 agar dengan sukarela melaporkan diri kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Kupang untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 yang eskalasi nya kian terus meningkat.

“Mengingat penyebaran Covid-19 yang kian bertambah, mari kita selalu waspada agar tidak tertular virus,” imbau Wali Kota Jefri.

Selain itu Wali Kota juga mengajak warga untuk tetap waspada akan bahaya penyakit DBD yang mengancam di tengah cuaca pancaroba yang masih melanda Kota Kupang, “Selain Covid-19, kita tetap harus waspada terhadap penyakit DBD, untuk itu tetap jaga kebersihan lingkungan dan tetap lakukan 3M plus di rumah masing-masing untuk mencegah nyamuk berkembang biak dan menyebabkan DBD,” pintanya.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodywik Djungu Lape, S.Sos. yang turut hadir pada kesempatan tersebut menjelaskan bantuan beras yang disalurkan ini adalah cadangan beras untuk tanggap darurat bencana non-alam bagi masyarakat yang terdampak covid-19. Sasarannya adalah 17.850 jiwa dalam 4.111 kepala keluarga di 51 kelurahan lingkup Kota Kupang. Jumlah bantuan berdasarkan hitungan 400 gram kebutuhan beras untuk tiap jiwa selama 14 hari ke depan. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP/ans/rdp/jbm)
Editor (+rony banase)

Waspada ! Tiga Lokasi Zona Merah Covid-19 di Kota Kupang

1.724 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dalam sesi konferensi pers pada Jumat malam, 15 Mei 2020, mengungkapkan 3 (tiga) pasien Covid-19 baru di Kota Kupang baru terkonfirmasi melalui transmisi atau penularan lokal yang berada tiga zona merah.

“Tiga Lokasi Zona Merah tersebut yakni di Oepoi, Bakunase dan Oesapa,” beber Marius yang juga menjabat sebagai Karo Humas dan Protokol Setda NTT.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/05/15/tambah-8-kasus-positif-covid-19-tiga-kasus-transmisi-lokal-di-kota-kupang/

Kepada awak media, Marius menyampaikan secara terbuka agar seluruh warga Kota Kupang dapat mengetahui dan lebih waspada. “Ancaman ini sudah sangat dekat dengan kita dan ini akibat transmisi lokal sehingga kita harus lebih waspada,” tegasnya.

Marius menjelaskan, ketiga orang positif Covid-19 akibat transmisi lokal yang menunjukkan kontak fisik dengan pasien yang sudah terpapar. “Seluruh warga NTT agar benar-benar mematuhi protokol kesehatan karena yang terkonfirmasi positif awalnya adalah orang tanpa gejala,” imbaunya.

Disampaikan Marius, virus corona bukan lagi di tempat yang jauh tetapi kini sudah ada di sekitar kita. “Tidak ada cara lain, selain memproteksi diri dengan mengikuti protokol kesehatan yang ada,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere kepada wartawan memaparkan, terdapat penambahan 8 kasus Covid-19 di Provinsi NTT. “Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium swab dari RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, hari ini kami laporkan bahwa terjadi penambahan jumlah kasus Covis-19 sebanyak 8 orang,” ujar drg. Domi.

Dengan bertambahnya 8 kasus Covid-19 pada Jumat, 15 Mei 2020, maka jumlah kasus Covid-19 di Provinsi NTT mencapai 47 kasus. “ Satu pasien positif di Sumba Timur, kini sedang dirawat di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, tiga positif di Kota Kupang dirawat di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, dan empat positif Covid-19 di Sikka dirawat di RSUD TC. Hillers Maumere,” tandas drg. Domi Mere.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Kadis Retnowati : Pasar-pasar di Kota Kupang Agar Ikut Protokol Kesehatan

223 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes. mengatakan Pemkot terus melakukan koordinasi dengan Pemprov guna mengetahui jalur atau jejak kasus positif yang terjadi penularan lokal pada pasien positif Covid-19 usai meninggal pada Selasa malam, 12 Mei 2020.

Pemkot Kupang, imbuh drg Retnowati, masih terus melakukan penelusuran dan mengimbau masyarakat Kota Kupang agar tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak ada urusan penting. Terlebih dengan situasi seperti ini, karena menurutnya belum bisa diketahui jalur atau jejak kasus positif ini.

“Kami sudah melakukan rapat dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk mengatur pasar-pasar di Kota Kupang agar mengikuti protokol kesehatan,” ungkap drg. Retnowati.

Sesaat setelah meninggalnya pasien terkonfirmasi positif, yang diumumkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, pada Selasa malam, 12 Mei 2020, imbuh drg. Retnowati, petugas gabungan Dinkes dan Satgas Penanganan Covid-19 Kelurahan Naikoten I, Bhabinkamtibmas dan Camat Kota Raja segera melakukan sterilisasi lokasi di Pasar Kasih Naikoten.

“Petugas Dinas Kesehatan Kota Kupang dengan mengenakan APD lengkap kemudian langsung melaksanakan penyemprotan desinfektan di lokasi pasar dan di kediaman pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan sekitarnya,” ungkap drg Retnowati.

Rencananya, bebernya, pada Kamis, 14 Mei 2020, Dinkes Kota Kupang melaksanakan swab test di RST Wirasakti terhadap mereka yang pernah berkontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut.

Lebih lanjut, Retnowati mengatakan, transmisi lokal sangat berpengaruh dan berbahaya, sehingga perlu diwaspadai dan mengikuti semua protokol kesehatan, “Satgas kecamatan dan kelurahan akan meningkatkan pengawasan guna melakukan upaya pencegahan. Terkait transmisi lokal, kami terus berkoordinasi dengan provinsi untuk mengetahui dan menelusuri kasus yang menjadi transmisi lokal ini,” ungkapnya. (*)

Sumber berita (*/PKP Kota Kupang)
Editor (+rony banase)
Foto utama oleh ntt-news.com