Arsip Tag: kecamatan raimanuk

Dokter Agus Taolin : Pilih Pemimpin Yang Tahu Tentang Masalah Kesehatan

139 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Bakal calon bupati Belu dr. Agustinus Taolin sangat serius menyoroti masalah kesehatan yang ada di wilayah Kabupaten Belu. Menurutnya, pemimpin yang tidak paham tentang masalah kesehatan dapat mengorbankan masyarakatnya. Karena itu, Ia menegaskan bahwa pemerintahan yang akan datang adalah pemerintahan yang sangat paham tentang kesehatan.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/06/30/dokter-agus-taolin-pemimpin-yang-berhasil-tak-perlu-lagi-gantung-baliho/

“Kalau saya menjadi bupati, saya kerja juga di Rumah Sakit Atambua sebagai dokter spesialis penyakit dalam. Karena itu, pilih pemimpin yang paham tentang kesehatan,” pinta Agus Taolin dalam kegiatan tatap muka dengan masyarakat empat kerajaan Oan Natar Hat Oan Lalu’an Hat di Fatunres, Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, pada Senin, 29 Juni 2020.

Agus Taolin membeberkan tekadnya bersama Alo Haleserens untuk menyehatkan Kabupaten Belu melalui program prioritas ‘Belu Sehat’. “Sehat pemerintahan, sehat jiwa dan raga, sehat ekonomi, sehat pertanian, sehat sosial budaya, sehat Hak Asasi Manusia, dan lain- lain,” urainya.

Agus Taolin mengisahkan, kepergiannya ke mana pun dalam safari politiknya di wilayah Kabupaten Belu akhir- akhir ini, ternyata masih ada begitu banyak keluhan masyarakat terhadap pelayanan pemerintahan saat ini. Taolin pun mengajak masyarakat untuk melakukan evaluasi, guna memastikan apakah pemerintahan saat ini masih perlu untuk melanjutkan kepemimpinannya atau harus diganti? Dan kalau mau diganti, siapa yang harus menggantikan?

“Kita dengar dan kita lihat setiap hari, ada keluhan soal susah dan deritanya masyarakat di kabupaten ini. Pemimpin kabupaten Belu ini kehilangan kepercayaan dari sebagian besar masyarakat,” simpulnya.

Agus Taolin menambahkan, bahwa program pemerintah kabupaten Belu ini, banyak yang gagal. Ada juga yang berhasil seperti jalan tetapi masih ada banyak jalan di pedesaan yang tidak terurus. “Karena itu, saya dan Alo Haleserens memutuskan untuk maju sebagai calon pemimpin di Kabupaten Belu nanti,” tegasnya. (*)

Penulis + foto (*/HH)
Editor (+ rony banase)

Dokter Agus Taolin : Pemimpin Yang Berhasil Tak Perlu Lagi Gantung Baliho

551 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2020 di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bakal calon bupati dr. Agustinus Taolin dan bakal calon wakil bupati Aloysius Haleserens semakin giat merebut dukungan rakyat menuju kontestasi politik pada tanggal 09 Desember 2020 mendatang.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/06/30/agus-taolin-alo-haleserens-lawati-makam-ayahnya-theo-manek-saya-salut/

Pantauan Garda Indonesia, pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Belu yang mengusung tagline SEHATI dengan tema perubahan itu menemui empat raja Oan Natar Hat Oan Lalu’an Hat, dan ratusan masyarakat simpatisan dalam safari politik di Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, pada Senin, 29 Juni 2020.

Selain itu, pasangan bakal calon Agus Taolin dan Alo Haleserens melawati makam raja Mandeu Hendrikus Tefa Seran dan dilanjutkan dengan pengukuhan oleh tua- tua adat dalam ritual ‘kaba’ sebagai tanda memohon dukungan dari para leluhur. Dalam rangkaian ritual adat itu pula, para tetua adat dari empat kerajaan Natar Hat telah menyatakan siap, sehati dan sesuara memberikan dukungan penuh kepada paket AT-AHS.

Pada kesempatan itu, Agus Taolin menyampaikan tentang banyak hal terutama menyangkut keluhan- keluhan masyarakat Kabupaten Belu terkait kepemimpinan pemerintah saat ini, yang menurutnya tidak maksimal.

“Pemimpin yang berhasil lima tahun, tidak perlu kampanye lagi karena orang pasti pilih lagi. Kalau sudah lima tahun tapi masih gantung lagi gambar [baliho] itu, kira- kira selama ini orang tidak lihat kau kah? Menjadi pemimpin jangan buat malu- malu,” ungkap Agus Taolin dalam bahasa tetun, disambut tertawaan dan tepukan tangan.(*)

Penulis + foto (*/HH)
Editor (+ rony banase)

Agus Taolin–Alo Haleserens Lawati Makam Ayahnya, Theo Manek: Saya Salut

501 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Saya salut bahwa kekompakan, kekuatan, kebersamaan dalam tatanan adat Natar Hat masih sangat kuat. Ketika kita memberikan restu kepada kedua kandidat ini, kita berharap leluhur juga bisa memberikan dukungan secara alamiah,” sibak Mane Kwaik (putra sulung) Theodorus Seran Tefa (dalam tatanan rumpun empat kerajaan Oan Natar Hat, Oan Lalu’an Hat), kepada wartawan di Fatunres, Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu pada Senin, 29 Juni 2020.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/06/29/mohon-restu-leluhur-paket-agus-taolin-alo-hal-ziarah-di-pusara-raja-mandeu/

Dalam acara ritual adat ‘Kaba’ (semacam mohon restu dari para leluhur) yang dilakukan tua-tua adat terhadap pasangan bakal calon Bupati Belu, Agustinus Taolin dan bakal calon wakil bupati Belu Aloysius Haleserens itu, Theo Manek, demikian sapaan akrabnya bertindak selaku ketua sekaligus tokoh adat dalam tataran Oan Natar Hat Oan Lalu’an Hat.

Selaku kakak sulung yang mengatasi tiga kerajaan lainnya dalam rumpun keluarga Oan Natar Hat Oan Laluan Hat, Theo Manek menyampaikan terima kasih kepada paket AT- AHS. “Terima kasih kepada pak dokter Agus Taolin dan pak Alo Haleserens yang hari ini secara pribadi mengunjungi makam orang tua saya untuk minta restu dari leluhur menjelang pilkada 2020,” ketus ketua komisi B DPRD Belu itu.

Anggota DPRD dua periode itu mengatakan bahwa ritual adatnya sudah dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar, yang mana bertujuan untuk menghimpun Oan Natar Hat Oan Lalu’an Hat secara keseluruhan (Mandeu, Naitimu, Lidak dan Jenilu) dalam rangka memberi dukungan kepada paket AT- AHS yang mengusung tema perubahan dengan tagline SEHATI . “Hari ini saya bertindak sebagai tokoh adat, dan tidak bertindak sebagai orang partai karena partai memiliki mekanisme tersendiri,” tegas kader Fraksi Golkar tersebut. (*)

Penulis + foto (*/HH)
Editor (+ rony banase)

Mohon Restu Leluhur, Paket Agus Taolin- Alo Hal Ziarah di Pusara Raja Mandeu

417 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Belu periode 2020—2025, Agustinus Taolin- Aloysius Haleserens (AT-AHS) berziarah di Pusara Raja (Na’i) Mandeu, Hendrikus Tefa Seran di Dusun Manumutin (Fatunres) ,Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin, 29 Juni 2020.

“Kami ini adik- kakak. Jadi, sebagai bentuk penghormatan, hari ini kita ada acara adat di sini untuk meminta kekuatan dari leluhur supaya perjalanan kita ke depan menjadi lancar. Doa dari pemimpin agama sudah, meminta kekuatan dari alam dan leluhur supaya ke depan semuanya menjadi baik. Kita doakan supaya almarhum beristirahat dengan baik. Sebagai keluarga, kita minta restu,” ungkap dr. Agus Taolin kepada awak media usai acara temu sapa bersama segenap rumpun keluarga besar ‘Oan Natar Hat, Oan Laluan Hat’ (Kerajaan Mandeu, Kerajaaan Naitimu, Kerajaan Lidak dan Kerajaan Jenilu).

Dokter Agus Taolin memastikan, bahwa semua yang hadir dalam kegiatan itu sudah sepakat dalam satu kata dan satu hati untuk memberikan dukungan secara adat kepada paket AT- AHS yang dikenal dengan tagline SEHATI menuju perubahan, melalui ‘ikrar adat/sumpah adat . ”Yang pasti semua yang hadir di sini memberikan dukungan kepada kita. Dan kami adalah anak, cucu dari ‘Oan Natar Hat Oan Lalu’an Hat’,” jelasnya.

Temu sapa dr. Agustinus Taolin dan Aloysius Haleserens bersama masyarakat empat kerajaan ‘Oan Natar Hat Oan Lalu’an Hat’

Lima program prioritas yang dicanangkan paket SEHATI menuju perubahan, dr. Agus Taolin yakni:

  1. Pengobatan gratis, Seluruh masyarakat berobat hanya dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP);
  2. Pendidikan, Pemerintah memberikan beasiswa bagi siswa dan Aparatur Sipil Negara yang berprestasi;
  3. Pertanian, Pengolahan lahan, penyediaan bibit, irigasi dan penjualan hasil akan diatur oleh pemerintah;
  4. Peningkatan Rumah Tidak Layak Huni, Pemerintah akan meningkatkan rumah masyarakat yang tidak layak huni;
  5. Reformasi Birokrasi, Birokrasi itu melayani masyarakat. Penempatan orang yang tepat, kemampuan yang tepat, kompetensi tepat.

dr. Agus berjanji akan melaksanakan semua program prioritas yang dicanangkan paket SEHATI sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan didukung oleh seluruh komponen masyarakat Kabupaten Belu, paket AT-AHS berkeyakinan akan berhasil. “Karena kami kerja berdasarkan konsep, analisa, kajian dan dijalankan dalam proses yang baik, sehingga hasilnya kami yakin akan baik,” tegasnya.

Dokter Agus Taolin juga menandaskan, ketika terpilih dalam pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang, maka pihaknya berjanji bahwa seluruh proses kepemimpinan paket SEHATI selama lima tahun akan ada monitoring, evaluasi, transparansi dan akuntabilitas. “Kita berjalan dengan diawasi oleh seluruh masyarakat di kabupaten ini dan diawasi oleh sistem yang ada. “Jadi, yang gagal itu karena tidak ada evaluasi dan monitoring. Itu, kegagalan yang kita alami saat ini,” ujarnya. (*)

Penulis + foto (*/HH)
Editor (+ rony banase)

Kelompok Tani Program TJPS ‘Lestari Indah’ Belu Panen Raya Jagung

223 Views

Belu- NTT, Garda Indonesia | Salah satu Program favorit Pertanian Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang dicanangkan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Yoseph Nae Soi terus menuai hasil.

Salah satunya adalah Kelompok Tani (Poktan) jagung ‘Lestari Indah’, seperti disaksikan Garda Indonesia, saat melakukan panen raya di Dusun Naba, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di lahan milik Gregorius Molo, yang juga selaku ketua kelompok tani seluas 1 hektar, pada Senin, 13 April 2020.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/04/02/ikut-program-tjps-gubernur-vbl-apresiasi-kinerja-kelompok-tani-fajar-pagi/

Ketua Kelompok Tani ‘Lestari Indah’, Gregorius Molo menuturkan, sejak awal program itu hadir di Desa Tasain, dirinya tidak menghadiri sosialisasi. Tetapi, setelah diketahuinya dari cerita masyarakat petani sekitar, dirinya menyadari TJPS sebagai program yang sangat bermanfaat. Karena itu, ungkapnya, perlu adanya dukungan pemerintah untuk mengadakan mesin pipil dan terutama soal pasaran.

Ketua Kelompok Tani ‘Lestari Indah’, Gregorius Molo (bertopi dan berbaju kaos kuning) saat foto bersama para petani TJPS

“Hasil panennya sangat banyak. Kalau kita simpan di rumah pasti rusak. Kalau bisa pemerintah pastikan bagi kami harus jual ke mana, biar tidak ditimbun di rumah. Kita juga minta mesin pipil karena hasil yang banyak seperti ini, tentu kita kesulitan dalam memipil secara manual,” pinta mantan kepala Desa Tasain itu.

Kelompok tani ‘Lestari Indah’ ini merupakan salah satu poktan dari total 12 poktan yang tersebar di wilayah Desa Tasain dan didampingi langsung oleh Yohana Taus. Kegiatan itu dihadiri juga oleh pendamping kelompok tani dari desa lain di Kecamatan Raimanuk yakni, Sariana Martha Boru dan Kristoforus Loe Talo (Desa Teun); Agustina Yulistia Beti (Desa Mandeu); Maria Nelde Laku (Desa Duakoran). Selain itu, hadir juga pendamping TJPS lainnya dari Kecamatan Tasifeto Timur, yakni, Emanuel Luan dan Angelina Abuk (Desa Silawan).

Pendamping TJPS Desa Teun, Kristoforus Talo menjelaskan, hasil maksimal yang diperoleh petani jagung itu atas telah suksesnya penerapan inovasi teknologi pertanian dengan pola tanam sistem double track, 20 : 40 : 90 dengan bibit jagung komposit (lamuru).

Koordinator lapangan TJPS Kabupaten Belu Petrus Sama Lelo yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Senin malam, 13 April 2020, menyampaikan terima kasih kepada teman- teman sejawatnya yang sudah sukseskan panen raya di Desa Tasain, meskipun dirinya berhalangan hadir.

Kegembiraan Petani TJPS saat melakukan panen raya di Dusun Naba, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu

Petrus mengakui, tidak hadirnya pejabat daerah dalam kegiatan itu lantaran akibat dari kondisi negara yang sedang dilanda bencana penyebaran Virus Corona. “Sebenarnya kita mau undang bupati dan wakil bupati untuk hadiri kegiatan itu. Tetapi kondisi sekarang ini tidak mengizinkan untuk berkerumun,” tandasnya.

Menanggapi panen raya tersebut, Kepala Desa Tasain Amandus Koamesak mengatakan, dirinya merasa luar biasa lantaran dengan hadirnya program TJPS di wilayah desanya itu, dinilainya sangat membantu para petani dalam meningkatkan hasil panen para petani jagung.

“Saya rasa senang dan luar biasa karena hasil panen jagung tahun ini meningkat drastis. Sebelum ada program TJPS, hasil panen jagung hanya berkisar 30 kilogram per are. Sekarang ini, hasilnya sudah bisa mencapai 60 kilogram per are. Ini sesuatu yang membanggakan dan patut untuk diberikan apresiasi. Terima kasih pak Gubernur,” ungkap kepala desa.

Amandus berharap, program ini terus berlanjut demi kesejahteraan masyarakat petani jagung di Desa Tasain. “Kita harap program ini tidak terputus, karena masyarakat sangat membutuhkan fasilitasi dari para pendamping TJPS,” pungkas Koamesak. (*)

Penulis (*/HH)
Editor (+rony banase)

Kapolsek Raimanuk: Laporan Perusakan Rumah Sudah Diterima SPKT Polres Belu

333 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Dugaan tindakan perusakan rumah oleh massa terhadap rumah milik Clara Balok dan Gabriel Manek (alm.) di Dusun Motamauk, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah dilaporkan korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Belu pada Senin, 2 Maret 2020.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/03/02/rumah-warga-desa-mandeu-di-belu-rusak-diserang-massa/

Berdasarkan hasil konfirmasi media ini pada Senin malam (2/3/2020), Kapolsek Raimanuk Maternus Klau menyebutkan bahwa, laporan korban perusakan rumah tersebut sudah diterima pihak SPKT secara resmi. “Laporannya sudah diterima resmi oleh SPKT tadi siang. Keterangan para korban pun sudah diambil. Besok, pemeriksaan para saksi sekaligus menerjunkan anggota reskrim ke TKP untuk lakukan proses identifikasi kasus,” ungkap Kapolsek.

Kapolsek Raimanuk, Maternus Klau

Terkait tersangka tindakan kekerasan terhadap korban Gede, Kapolsek menambahkan bahwa, hingga saat ini pihaknya serius dalam proses pencarian dan pengejaran terhadap tersangka Irwan. Kapolsek juga meminta kerja sama yang baik dari pihak keluarga Irwan agar membantu memberikan informasi kepada anggota Polsek Raimanuk tentang keberadaan tersangka.

“Kami harapkan kerja sama yang baik dari pihak keluarga untuk membantu mengajak tersangka untuk kalau bisa menyerahkan diri ke pihak kepolisian demi kelancaran proses hukum ke depan,” pinta mantan KBO Satlantas Polres Belu itu.

Kasatreskrim Polres Belu, AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K. yang dikonfirmasi pada Senin malam melalui pesan whatsapp terkait tindak lanjut terhadap laporan para korban tersebut,  pihaknya akan proses sesuai prosedur.

“Tindak lanjutnya ya kita proses sesuai prosedur,” tanggap Siregar singkat.(*)

Penulis (*/HH)
Editor (+rony banase)