Arsip Tag: literasi keuangan

Presiden Jokowi Ingin Literasi & Inklusi Keuangan Masyarakat Terus Ditingkatkan

95 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2019 yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut bahwa indeks literasi keuangan pada 2019 mencapai 38,03 persen. Angka tersebut meningkat dibanding survei yang sama pada 2016 yang hanya berada pada angka 29,7 persen.

Meski demikian, Presiden mengatakan bahwa meskipun meningkat, angka tersebut masih tergolong rendah. Demikian halnya dengan tingkat akses (inklusi) masyarakat terhadap berbagai layanan keuangan yang menunjukkan tren yang sama namun tetap masih di bawah negara-negara tetangga.

“Indeks inklusi keuangan juga meningkat dari 67,8 persen di 2016 menjadi 76,19 persen di 2019. Saya ingin bandingkan inklusi keuangan di negara lain di ASEAN saja. Di Singapura, telah mencapai 98 persen, kita tadi masih di angka 76 persen. Malaysia 85 persen, Thailand 82 persen. Artinya kita masih di bawah mereka sedikit,” ujarnya saat memimpin rapat terbatas mengenai Strategi Nasional Keuangan Inklusif pada Selasa, 28 Januari 2020, di Kantor Presiden, Jakarta.

Oleh karena itu, Kepala Negara mendorong lembaga keuangan, utamanya perbankan, untuk mengadakan sejumlah program peningkatan inklusi keuangan dan mengembangkan lebih jauh produk dan kualitas layanan mereka di Indonesia.

“Prioritaskan perluasan dan kemudahan akses layanan keuangan formal di seluruh lapisan masyarakat. Selain itu saya minta lembaga keuangan mikro, bank wakaf mikro, terus diperluas agar mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang tidak terjangkau oleh layanan perbankan,” kata Presiden.

Selain itu, melihat tingkat penetrasi layanan internet yang relatif tinggi di Indonesia, Presiden meminta agar layanan keuangan juga difokuskan pada layanan digital berbasis internet. Menurutnya, layanan teknologi finansial (tekfin) yang disediakan perbankan dapat menjadi alternatif pembiayaan yang cepat dan mudah.

“Ini harus terus dikembangkan karena kita ingat negara kita merupakan negara kepulauan sehingga kita perlukan layanan keuangan digital yang berbasis internet,” tuturnya.

Lebih jauh, Presiden Joko Widodo juga melihat potensi pengembangan industri keuangan nonbank yang dapat dikembangkan lebih pesat di masa mendatang. Maka itu, Presiden menginstruksikan dilakukannya pendalaman terhadap sektor tersebut seperti asuransi, pasar modal, pegadaian, dana pensiun, dan lain sebagainya sehingga ketahanan perekonomian nasional dapat tertolong oleh pendanaan dari investor-investor domestik.

Tak kalah penting, perlindungan bagi nasabah atau konsumen yang menimbulkan rasa aman dan nyaman dalam menggunakan layanan keuangan patut dijaga dan terus ditingkatkan.

“Kepercayaan masyarakat merupakan hal yang penting dan mutlak bagi keberlangsungan industri jasa keuangan,” tandasnya. (*)

Sumber berita (*/BPMI Setpres)
Editor (+rony banase)

‘Fun Walk Bank NTT’ Sarana Edukasi Literasi dan Inklusi Keuangan bagi Pelajar

250 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Guna memberikan edukasi dan pemahaman kepada para pelajar yang berada di Kota Kupang dan sekitarnya, maka pada Sabtu, 12 Oktober 2019, Bank NTT menghelat Jalan Santai (Fun Walk) bersama pelajar SMA/SMK.

Berlokasi di arena bebas mobil atau car free day di Jalan El Tari Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bank NTT mengajak para pelajar dan masyarakat yang menikmati arena car free day untuk fun walk bersama mengitari ruas jalan El Tari Kota Kupang dan dilanjutkan dengan penarikan undian berhadiah dan diakhiri dengan senam zumba bersama.

Fun Walk Bank NTT diramu dengan suasana keakraban dan persahabatan yang diwarnai dengan penarikan undian (doorprize) berhadiah 2 (unit) telepon genggam (handphone), 1 (satu) unit kipas angin; 1 (satu) voucer belanja Karisma sebesar Rp.250.000; 3 (tiga) pulsa Telkomsel senilai @ Rp.150.000.; dan Hadiah utama 2 (dua) unit sepeda gunung.

Suasana penarikan kupon undian berhadiah fun walk Bank NTT

Sebelum penarikan undian berhadiah, para peserta yang ingin berpartisipasi diwajibkan membuka Tabungan Bank NTT dan berhak memperoleh kupon undian berhadiah.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho kepada media ini menyampaikan bahwa kegiatan fun walk ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi literasi keuangan bagi masyarakat dan para pelajar.

“Selaras dengan imbauan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan edukasi tentang inklusi keuangan yang mengajak semua kalangan masyarakat agar dapat melakukan akses ke bank lebih mudah dan untuk mengenal produk jasa keuangan perbankan,” jelas Alex sapaan akrabnya.

Sementara itu, jelas Alex, tujuan melibatkan para pelajar untuk memberikan literasi kepada pelajar tentang keuangan perbankan agar mereka memahami tentang aktivitas bank. “Mengenalkan kepada anak muda agar lebih berani menabung dan belajar mengenal berbagai aktivitas perbankan,” tandas Alex Riwu Kaho.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)