Arsip Tag: marius jelamu

Varian Delta Covid-19 Masuk NTT, Tiga Terpapar Satunya Anak 12 Tahun

3.087 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Varian Delta Virus Covid-19 mulai menyebar masuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kini, diketahui terdapat 3 (tiga) warga yang berdomisili di Kota Kupang yang terpapa virus varian delta tersebut. Hal tersebut diungkapkan Kepala Instalasi Patalogi Klinik RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang dr. Hermi Indita Malewa, Sp.PK saat memberikan keterangan Pers bersama Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Dr. Marius Jelamu M.Si. di Kantor Gubernur NTT pada Rabu, 21 Juli 2021.

Kepala Instalasi Patalogi Klinik RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang dr. Hermi Indita Malewa, Sp.PK yang juga penanggung jawab laboratorium PCR RSUD Johanes Kupang mengatakan, varian delta tersebut diketahui pada sampel spesimen yang dicurigai bermutasi kemudian dikirimkan ke Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes RI untuk diperiksa.

“Kami sebagai laboratorium rujukan di NTT untuk pemeriksaan PCR Covid-19 memang kita ditugaskan oleh Kemenkes untuk secara berkala mengirimkan spesimen-spesimen yang dicurigai memiliki mutasi atau varian. Dari kemenkes mengeluarkan kriteria untuk kita kirimkan spesimen yang namanya Whole Genome Sequencing (WGS). Tidak semua spesimen yang positif kita kirimkan tetapi yang masuk dalam kriteria saja. Dari 310 sampel yang kami kirimkan pertama pada bulan April itu hasilnya tadi malam diinfokan oleh Balitbangkes bahwa dari 310 sampel spesimen tersebut terdapat 3 yang mengalami mutasi varian delta,” urai dr. Hermi.

Untuk tiga sampel tersebut berasal dari pasien di Kota Kupang, imbuh dr. Hermi, di antaranya seorang anak berusia 12 tahun, lansia berusia 70 tahun dan orang dewasa berusia 33 tahun. “Kami rutin setiap bulan kami kirimkan  sampel sejak bulan April dari semua sampel per kabupaten yang dicurigai bermutasi dan memang kalau dilakukan WGS ini prosesnya lama dan minimal dikirim 2 minggu,” ungkapnya.

Hermi juga menuturkan, diperkirakan akan ada tambahan varian delta dari sampel yang dikirim ke Balitbangkes Kemenkes RI mengingat jumlah sampel yang dikirim terhitung April—Juli 2021 sudah 500 sampel. “Varian delta ini sangat progresif dan cepat penularannya. Itulah mengapa kita sekarang diminta untuk vaksinasi karena vaksin terbukti sangat kelihatan sekali manfaatnya. Saat ini di RSUD W.Z. Johannes Kupang terdapat banyak tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 namun gejalanya lebih ringan. Ini artinya manfaat vaksin ini memang sangat membantu menekan gejala Covid-19 serta penyembuhan lebih cepat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT sekaligus Juru Bucara Tim Percepatan Penanganan Covid 19 NTT Dr. Marius Jelamu M.Si mengatakan untuk masyarakat agar jangan panik, namun tetap taat protokol kesehatan serta taat melaksanakan vaksinasi.

“Kita minta agar masyarakat jangan panik dan juga tetap menjaga protokol kesehatan. Juga saya minta agar tidak mengalami stres bagi para penderita atau pasien yang terpapar. Harus lakukan vaksinasi dengan benar karena vaksin sangat membantu kita meningkatkan kekebalan tubuh terhadap paparan virus,” ujar beliau.

Pemerintah, tandas Marius harapkan masyarakat taat melakukan vaksinasi. “Pengalaman saya yang terpapar Covid-19 dan saya sudah dinyatakan negatif. Gejala yang saya alami pada saat terpapar itu tidak terlalu berat karena sebelumnya sudah divaksin dan juga melakukan isolasi mandiri dengan benar dan menjaga proses pemulihan dengan baik. Untuk yang terpapar agar jangan stres berat dan lakukan pemulihan,” tambah Marius.

Pemerintah Provinsi NTT berharap target itu seluruh 3,8 juta penduduk NTT harus divaksin, namun baru menyentuh angka 700 ribu.

“Kita sudah minta pemerintah pusat untuk tambahan vaksin,” ungkap Marius Jelamu.(*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Lonjakan Kasus Covid-19, Gubernur Instruksi Kepala Daerah Fokus 3 T

755 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat  (VBL) menginstruksikan para bupati dan wali kota untuk bekerja keras dalam menghentikan penyebaran Covid-19 di wilayah masing-masing, Demikian disampaikan Gubernur melalui Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Marius Ardu Jelamu.

“Semua pimpinan daerah agar melakukan tracing, testing, dan treatment (3 T) serta mengontrol dan mengawasi pergerakan masyarakat di wilayah masing-masing serta melakukan kontrol yang ketat di ruang publik untuk memastikan masyarakat mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan penuh disiplin,” ujar Marius menyampaikan arahan Gubernur VBL.

Marius menyampaikan, Gugus Tugas Kabupaten/Kota yang didukung TNI-Polri  diminta untuk mengontrol masyarakat di ruang publik. “Kita harus bekerja keras memutus mata rantai penyebaran Covid ini. Walaupun sampai saat ini belum terdeteksi adanya varian baru, namun kita tetap harus waspada. Program vaksinasi harus dilakukan secara masif di berbagai wilayah dan para bupati/wali kota harus tetap memantau pelaksanaannya,” urai Jelamu.

Marius mengungkapkan angka pertambahan pasien Covid pada Minggu, 4 Juli 2021 sebanyak 1.003 Orang. “Hari ini angka pertambahan pasien covid sangat signifikan lebih dari seribu orang. Hal ini harus diwaspadai oleh seluruh rakyat NTT dan kita tetap wajib melaksanakan prokes secara baik dan benar,” tandasnya.

Untuk diketahui, jumlah kasus baru hari ini sejumlah 1.003 orang dengan sebaran yaitu Kabupaten Flores Timur : 376 orang, Manggarai Timur : 252 orang, Manggarai Barat : 84 orang, Kota Kupang : 81 orang, Nagekeo :79 orang, Ende : 50 orang, Sumba Barat Daya: 22 orang, Sumba Timur : 19 orang, Ngada : 18 Orang, Manggarai : 15 orang, Timor Tengah Utara : 13 orang, Alor : 11 orang, Belu : 6 orang, Sabu Raijua : 6 orang, dan Rote Ndao : 1 orang. (*)

Sumber berita dan foto (*/biro administrasi pimpinan setda ntt)

Editor (+roni banase)

Inisiasi Gubernur NTT, Ratusan Pekerja Media Dapat Vaksinasi Covid-19

257 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ratusan Pekerja Media atau Wartawan dari Media Cetak, Elektronik, dan Daring atau online memperoleh perhatian dari Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) berupa Vaksinasi Covid-19 Tahap I yang dilaksanakan pada Jumat, 12 Maret 2021 pukul 08.00 WITA—selesai di Kampus Poltekkes Kemenkes Kupang.

Data yang dihimpun oleh Biro Humas dan Protokol Setda NTT, sebanyak 138 Pekerja Media telah mendaftarkan diri, namun tak semuanya mengikuti proses Vaksinasi Covid-19 karena alasan kesehatan. Kegiatan ini terlaksana atas dukungan Ketua Dekranasda Provinsi NTT Julia Sutrisno Laiskodat, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Jelamu Ardu Marius, Kepala Biro umum Setda Provinsi NTT George M. Hadjo, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dr. Meserasi Ataupah, Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda  Pemprov NTT Dr. Jelamu Ardu Marius,M.Si. saat dikonfirmasi awak media, usai mendampingi Gubernur VBL memantau proses Vaksinasi Covid-19, menekan kepada para Wali Kota/Bupati agar dapat memvaksinasi para Pekerja Media. “Kami mendorong para Bupati se-Nusa Tenggara Timur juga Wali Kota untuk menyiapkan waktu khusus memvaksinasi para Pekerja Media di wilayahnya masing-masing,” tekannya seraya meminta para Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten/Kota untuk mendukung.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat berpose dengan Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang beserta jajarannya, foto oleh Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

Marius Jelamu mengungkapkan bahwa terlaksananya Vaksinasi Covid-19 karena dorongan Gubernur VBL. “Terima kasih dari Pemerintah Provinsi NTT, Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur kepada seluruh Jurnalis di Nusa Tenggara Timur yang selama ini telah bekerja keras menyebarkan informasi pembangunan khususnya pandemi Covid-19,” ucapnya.

Pekerja Media, imbuh Marius, punya jasa besar untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat. “Meski hujan maupun musim dingin dan kemarau tetap mencari informasi kemudian menyebarkan kepada masyarakat, oleh karena itu kemarin dulu (Rabu, 10 Maret 2021, red) untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT untuk segera memvaksinasi Pekerja Media,” ungkapnya sembari mengimbau para Pekerja Media agar setelah divaksin untuk tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, Dr. Ragu Harming Kristina, SKM, M.Kes. kepada awak media menyampaikan Vaksinasi Covid-19 diberikan kepada sekitar 200 Jurnalis khususnya yang berada di Kota Kupang. “Vaksinasi Covid-19 dilaksanakan sejak pukul 08.00 WITA dan hingga siang hari telah memvaksinasi 100 wartawan,” ungkapnya.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat berpose dengan para Vaksinator Covid-19 Bagi Pekerja Media

Vaksinasi Covid-19 bagi Pekerja Media, ucap Harming Kristina, menyampaikan kebanggaannya atas antusiasme seluruh Pekerja Media. “Mereka harus divaksin agar terproteksi dan terlindungi dari Covid-19 karena berurusan dengan masyarakat setiap hari dan kami memberikan apresiasi atas keputusan secara sentral mengikuti proses Vaksinasi Covid-19 di Poltekkes Kemenkes Kupang,” tandasnya.

Gubernur VBL kepada awak media menegaskan bahwa Vaksinasi Covid-19 bagi Pekerja Media untuk meningkatkan herd immunity. “ Saat ini kita mulai terus karena Pekerja Media lebih banyak bekerja berhadapan langsung dengan masyarakat dan pastinya lebih banyak di kota karena di desa kecenderungan sedikit,” terangnya.

VBL pun berharap herd immunity di Kota Kupang bakal selesai di Oktober 2021. “Kita akan mendorong semua punya herd immunity agar dalam pergaulan jadi lebih baik,” tandasnya.

Penulis, editor dan foto utama (+roni banase)

Per 8 Oktober 2020, Pemprov NTT Sesuaikan “Tarif Swab” 900 Ribu Rupiah

911 Views

Ruteng-NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran bernomor HK.02.02/I/3713/2020 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Dalam surat edaran tersebut, batas biaya maksimal tes PCR mandiri adalah Rp.900.000,- (sembilan ratus ribu rupiah).

Terkait kondisi tersebut, maka Pemerintah Provinsi NTT menyesuaikan tarif pemeriksaan swab secara mandiri untuk Covid-19 sesuai dengan ketetapan Pemerintah Pusat yakni sebesar Rp.900.000. Sementara untuk pemeriksaan rapid test sebesar Rp.150.000,- rupiah.

“Per hari ini, kami umumkan kepada seluruh masyarakat NTT, Bapak Gubernur telah memutuskan bahwa pemeriksaan Swab mandiri dikenakan biaya sebesar 900 ribu rupiah dan rapid test sebesar 150 ribu rupiah sesuai dengan kebijakan nasional,” jelas Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Jelamu Ardu Marius kepada wartawan di Hotel Spring Hill, Ruteng, pada Kamis, 8 Oktober 2020.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Jelamu Ardu Marius

Marius menegaskan, Peraturan Gubernur (Pergub) lama yakni Pergub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Tarif Layanan Kesehatan yang menetapkan biaya pemeriksaan swab test sebesar Rp.1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) dan rapid test sebesar Rp.350.000,- (tiga ratus lima puluh ribu rupiah) akan segera direvisi.

“Kita akan mengeluarkan revisi Peraturan Gubernur secepatnya. Namun, sebelum revisi tersebut dikeluarkan dan ditandatangani, Bapak Gubernur memutuskan untuk menyesuaikan biaya pemeriksaan swab dan rapid test sesuai standar nasional. Kami mengharapkan agar semua rumah sakit dan laboratorium bisa menyesuaikan dan memberlakukan tarif baru mulai hari ini,” jelas Marius.

Dengan diturunkannya biaya tersebut, diharapkan dan diimbau kepada para pelaku perjalanan terutama dari luar NTT agar bisa melakukan pemeriksaan swab untuk mengetahui dirinya positif atau tidak.

“Kalau misalnya hasilnya positif, diharapkan untuk tidak melakukan perjalanan ke NTT. Pastikan diri negatif, sehingga bisa melakukan perjalanan dengan tenang,” pungkas Marius.(*)

Sumber berita dan foto pendukung (*/Aven Rame—Humas dan Protokol Setda NTT)
Foto utama oleh emc.id
Editor (+rony banase)

Pemprov NTT Dorong Sistem Pertanian pada Musim Tanam April—September

365 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekitar 65 persen penduduk NTT merupakan petani dengan menggunakan musim tanam hanya pada Oktober hingga Maret (terutama pada musim hujan), kondisi ini memicu dan memacu perhatian dan intervensi Pemprov NTT melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk mendorong mekanisme pertanian lahan kering yang belum dikelola secara maksimal dan masih menggunakan cara tradisional.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT mulai mencoba mengarahkan petani untuk mengolah secara maksimal musim tanam kedua (musim kemarau, red) pada April—September. Upaya intens dilakukan melalui Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) besutan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Ardu Marius Jelamu dalam sesi jumpa media bersama Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli pada Senin, 31 Agustus 2020 di Media Center Gedung Sasando menyampaikan bahwa saat ini Pemprov NTT telah menyediakan sejumlah traktor, benih, dan pupuk.

“Ada beberapa wilayah yang diberi perhatian khusus, seperti di Besipae (Kabupaten Timor Tengah Selatan, red). Setelah memperoleh kesepakatan dengan para Usif, maka kami akan menerapkan pertanian terpadu dan menjadi pusat ekonomi baru yang berorientasi pada peternakan dan pariwisata,” beber Marius Ardu Djelamu.

Selain itu, ke depan, ungkap Marius, akan dilakukan penanaman jagung (Program TJPS, red) di areal seluas 10.000 hektar di 17 kabupaten dan tak hanya jagung, komoditi kelor diharapkan menjadi komoditas unggulan yang bermanfaat bagi masyarakat NTT.

Senada, Lecky Frederich Koli secara gamblang menyampaikan bahwa keinginan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) untuk meningkatkan kehidupan ekonomi petani direspons serius oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT.

Ia menegaskan, dinasnya akan berupaya maksimal untuk melakukan intervensi pada sektor hulu sehingga produktivitas petani semakin meningkat. “Kita akan memaksimalkan musim tanam dua dari April sampai dengan September untuk menanam 10 ribu hektar tanaman jagung untuk dukung program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS). Tujuannya untuk turunkan tingkat kemiskinan dan mengubah kultur petani yang kurang optimal memanfaatkan musim tanam dua. Implikasi yang ingin dicapai adalah meningkatnya produktivitas petani,” urainya.

Lucky (sapaan akrabnya, red) saat memberikan keterangan kepada pers dan didampingi oleh Kabag Pers, Dokumentasi, Pengelolaan Pendapat Umum dan Perpustakaan, Diani Ledo; mengungkapkan lahan yang sudah diolah sampai saat ini sebesar 1.400-an hektar yang tersebar di 16 Kabupaten di NTT yang ditargetkan menuju tahun 2021, ada sekitar 40 ribu hektar lahan yang akan ditanami jagung. Pihaknya, terang Lucky, telah dan sedang melakukan konsolidasi dengan para bupati.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi NTT serius dalam mendesain program dan merangsang masyarakat agar tetap berada di lahan pertanian. Hal ini dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Benih termasuk pupuk dan sarana produksi harus sudah berada di tangan petani paling lambat Maret 2021.

“Pemerintah Provinsi akan lebih banyak berada di hulu. Supaya masyarakat petani bisa mempersiapkan produksi, sarana produksi, pupuk, benih dan alat-lat pertanian agar masyarakat bergairah. Minggu depan, sudah disetujui oleh Bapak Gubernur, kita akan distribusikan dengan kapal semua traktor yang kita miliki sejumlah lebih dari 60 unit. 10 unit ke Sumba, 18 unit ke Flores dan sebagian sisanya ke Pulau Timor dan pulau-pulau lainnya,” bebernya.

Sisanya, imbuh Lucky, beberapa unit traktor tetap ada di Dinas Pertanian Provinsi beserta ekskavator untuk dimobilisasi ke tempat yang dibutuhkan. Semuanya ini bisa dipakai untuk mengolah lahan petani secara gratis. Begitu juga alat mesin untuk panen akan didistribusikan ke kabupaten.

Terkait persoalan sumber daya air, Lucky mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat NTT. Akan dibangun sekitar 500 sumur. Polanya dalam bentuk bantuan sosial, masyarakat sendiri yang akan buat sumur-sumur tersebut. Tim teknis akan menilai kelayakan sumur tersebut. Selanjutnya, langsung dibayar untuk satu sumur sekitar 50 juta rupiah. Sumur itu akan dimanfaatkan untuk pertanian dan peternakan serta usaha lainnya.

“Dengan semua upaya ini, kita harapkan petani bisa mengubah pola produksi hortikultura. Menanam tanaman hortikultura seperti sayur, cabe, tomat dan lain sebagainya setiap bulan. Kita desain supaya setiap kabupaten/kota bisa memproduksi tanaman hortikultura untuk setiap jenisnya di atas lahan sekitar 40 sampai 50 hektar sehingga supply untuk pasar selalu tersedia sepanjang tahun. Nilai ekonomis untuk masyarakat juga akan meningkat. Demikian juga untuk tanaman perkebunan seperti kopi, kakao, jambu mente dan kelapa juga akan ditingkatkan produksinya,” tandas Lucky.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama oleh (*/Humas dan Protokol Setda NTT)

Tanggapi Demo AMMARA, VBL Janji Kaji Dampak Investasi di Manggarai Timur

328 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemprov NTT di bawah kepemimpinan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi; senantiasa terbuka untuk menerima setiap masukan dan kritik dari berbagai elemen masyarakat termasuk para demonstran.

“Ya, tadi mereka menyampaikan aspirasi untuk menolak tambang dan pabrik semen di Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Tentu semua aspirasi masyarakat itu, kita kaji; kita tampung, lalu kita analisis,” tandas Gubernur VBL melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. kepada pers pada Senin, 29 Juni 2020.

Marius menanggapi aksi yang digelar Aliansi Mahasiswa Manggarai Raya (AMMARA) di depan gedung Sasando Kantor Gubernur di Jalan Raya El Tari Kupang. Mereka berteriak dan meminta Gubernur VBL untuk membatalkan rencana investasi di Kabupaten Matim. Sempat terjadi negosiasi yang lama antara para demonstran dengan aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) NTT di depan gedung sasando. Akhirnya ada empat perwakilan yang masuk bersama Karo Humas dan Protokol untuk mendiskusikan secara lebih intensif dengan berbagai alternatif solusi.

Marius Ardu Djelamu saat memberikan keterangan pers pada Senin, 29 Juni 2020

Karena itu, menurut Marius, apa pun bentuknya; apakah demonstrasi ataupun menyampaikan pendapat di koran atau di mana saja; fungsi pemerintah adalah mengkaji semua informasi dan mencermatinya. “Seperti yang dikatakan oleh Bapak Gubernur bahwa kita akan cermati; sebelum keputusan yang dilakukan lebih lanjut,” kata Marius.

Aksi demonstrasi yang dilakukan para mahasiswa tersebut, sebut Marius, harus didasari kajian-kajian yang komprehensif dari berbagai aspek. “Daerah ini sangat membutuhkan investasi. Kita tahu bahwa roda pemerintahan dan pembangunan di Provinsi NTT tidak hanya mengandalkan APBN atau APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota tetapi juga sumber pembiayaan yang lain yaitu investasi. Karena itu, masyarakat NTT harus sudah mulai akrab dengan investasi tentu dengan berbagai maksud dan pertimbangan-pertimbangan sosial, ekonomi, politik dan segala yang lain seperti lingkungan,” jelas mantan Penjabat Bupati Manggarai.

Pemerintah, kata mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT tersebut, harus menampung semua aspirasi yang disampaikan; baik oleh elemen mahasiswa maupun elemen masyarakat lainnya. “Semua aspirasi itu akan dianalisis lebih lanjut, dicermati, dikaji secara mendalam dari berbagai faktor. Posisi pemerintah adalah tekad kuat untuk menyejahterakan masyarakat NTT di mana pun berada; baik di Flores, Sumba, Timor, Sabu, Rote, Lembata, Alor. Itu tekad Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT; tentu sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing,” jelas doktor Penyuluh Pertanian jebolan IPB Bogor.

Ketika investasi ada di sebuah wilayah, sambung Marius, itu berarti tercipta suatu pusat pertumbuhan ekonomi baru. “Nah, ketika pusat pertumbuhan ekonomi baru dibangun atau diciptakan maka memiliki multi player efek sosial dan ekonomi. Misalnya karena pusat pertumbuhan ekonomi maka di sana tentu akan ada perputaran capital; kemudian ada tenaga kerja; ada sarana-prasarana; ada fasilitas-fasilitas listrik, air, jalan, dan sebagainya. Daerah-daerah sekitarnya juga bisa menjadi penyangga dari pusat pertumbuhan ekonomi itu petani yang hanya di sekitarnya bisa menyiapkan hasil-hasil pertaniannya untuk dikonsumsi oleh para karyawan misalnya,” jelas Marius, datar.

Dijelaskan, rencana investasi dalam bidang tambang dan pabrik semen, sebelum diolah menjadi semen tentu digali bahan bakunya batu gamping dan sebagainya. “Kalau di Flores khususnya di Kabupaten Manggarai Timur ada pabrik semen maka tentu harga semen tidak seperti yang ada sekarang ini. Tentu hal ini akan menguntungkan masyarakat kita di seluruh NTT,” ucap Marius sembari meyakini bahwa semua aspirasi masyarakat yang disampaikan tentu Bapak Gubernur akan mengkaji semua; baik yang pro maupun yang kontra.

Sebagaimana diketahui pekan lalu, ketika berada di Kabupaten Manggarai Timur, Gubernur VBL meminta kepada Bupati Matim, Agas Andreas, S.H., M.H. untuk melanjutkan proyek tambang batu gamping dan rencana mendirikan pabrik semen. “Silakan dilanjutkan Pak Bupati. Sambil pihak Provinsi mengawal Analisis Dampak Lingkungan (Amdal)-nya,” tegas Gubernur VBL. (*/rb)

(Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

‘New Normal NTT’ pada 15 Juni 2020, Sekolah Tetap ‘Online’ dari Rumah

2.032 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Hasil rapat melalui video telekonferensi antara Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama Bupati /Wali Kota se-NTT pada Selasa, 26 Mei 2020 di Ruang Rapat Gubernur NTT Gedung Sasando, menyepakati tata kelola pemerintahan di wilayah NTT kembali dibuka dalam rangkaian New Normal atau kehidupan normal baru dalam semua sektor di tengah Pandemi Covid-19.

Demikian penyampaian Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dalam sesi jumpa media pada Selasa, 26 Mei 2020 pukul 15.00 WITA—selesai.

Setelah mendengarkan dan arahan Kapolda NTT, Wakil Gubernur NTT, Kejati NTT, dan Bupati/ Wali Kota, menyimpulkan hal-hal sebagai berikut:

Pertama, Tata kelola pemerintahan dan pembangunan akan dibuka pada 15 Juni 2020. Bagi kabupaten yang hingga saat ini yang masih zona hijau dapat melakukan kegiatan sebelum 15 Juni 2020. Gubernur NTT mengi

Kedua, Bagi sekolah dari SD—SMA tetap melaksanakan belajar mengajar dari rumah atau online dan diharapkan para kepala sekolah dapat mengaturnya dan Tahun Ajaran Baru dimulai pada Juli 2020;

Ketiga, Para Bupati/ Wali Kota memfokuskan pada program kerja urgen mengingat pembiayaan lebih berfokus pada penanganan Covid-19;

Keempat, Pada awal Juni sekitar 5.000 migran akan masuk ke NTT, Bupati/Wali Kota dihimbau menyiapkan lokasi karantina dan tetap menjalankan protokol kesehatan;

Kelima, Perbatasan antara kabupaten segera dibuka. Tak boleh ada lagi penutupan perbatasan.

“Walaupun semua kegiatan dimulai pada 15 Juni 2020, namun Gubernur NTT mengimbau untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat,” tandas Karo Humas dan Setda Pemprov NTT seraya menandaskan bahwasanya Provinsi NTT tak bisa mengikuti semua protokol kesehatan yang ditetapkan oleh WHO terkait keterbatasan anggaran.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Dr. Marius Jelamu : Tidak Ada Tenaga Medis Terkonfirmasi Positif Covid-19

1.750 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Kami ingin mengklarifikasi berita Pos Kupang hari ini bahwa tidak ada satupun para medis yang terkonfirmasi positif Covid-19,” tegas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius pada Senin siang, 18 Mei 2020 dalam sesi jumpa media di Biro Humas dan Protokol Setda NTT.

Untuk diketahui, pemberitaan Harian Umum Pos Kupang pada Selasa, 18 Mei 2020 dengan judul “17 Perawat RSUD Johannes Diisolasi, Terpapar Virus Corona”

Berita Pos Kupang, Senin, 18 Mei 2020

Lanjut Marius, para medis telah dilakukan tes cepat atau Rapid Test dan juga telah diambil swab dan dilakukan pemeriksaan PCR Test dengn hasil negatif dan telah ada pernyataan dan klarifikasi dari pihak rumah sakit, bahwa berita tersebut tidak benar.

“Kita harapkan agar masyarakat tetap tenang dan memberi dukungan moril kepada mereka agar tetap teguh dan penuh keyakinan merawat kita,” pinta Marius sembari menegaskan bahwa berita tersebut tidak benar.

“Bahwa para perawat dan dokter dikarantina di Hotel Sasando untuk menjaga mereka secara khusus di sana untuk mengontrol kesehatan mereka,” tandas Marius.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)