Arsip Tag: pandemi covid di ntt

Mematuhi Protokol Kesehatan di Tengah Pandemi Covid-19

289 Views

Oleh : Edmario Da Cunha, Mahasiswa Semester VIII Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Widya Mandira

Virus Corona telah menjadi bahan pemberitaan yang terus berulang-ulang disiarkan di seluruh penjuru negeri Indonesia, baik melalui media cetak maupun media elektronik. Bahkan Covid 19 ini sudah dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO dan menjadi masalah bersama yang harus segera ditanggulangi di seluruh dunia.

Hampir setiap hari di seluruh media massa disiarkan tentang maraknya perkembangan Covid 19 dan banyaknya korban yang berjatuhan akibat virus corona ini. Pemerintah tidak tinggal diam dalam melihat masyarakatnya menderita akibat penyakit ini, terbukti dengan terus gencarnya sosialisasi pembiasaan pola hidup bersih dan sehat, aturan terkait pelaksanaan Work From Home meliputi belajar dari rumah, dan beribadah di rumah, pengeluaran kebijakan pembatasan sosial berskala besar atau yang familiar kita kenal dengan istilah PSBB, sampai kepada solusi bantuan sosial tunai yang bersumber dari dana desa, dan lain sebagainya.

Kita harus mengakuinya bahwa segala aspek kehidupan mengalami gangguan akibat virus Corona. Dimulai dari yang kelihatan secara jelas yaitu aspek ekonomi. Pada bagian ini kita mengalami secara sadis perekonomian dunia mengalami masalah yang besar. Di Indonesia misalnya kita mendengar di sana dan sini pemutusan hubungan kerja dari perusahaan sehingga berdampak pada bertambahnya jumlah pengangguran di negara ini. Akibat dari pemutusan hubungan kerja ini banyak kepala keluarga yang mengalami masalah di mana terjadi penurunan kebutuhan keuangan dalam keluarga. Untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dan papan saja susah. Sedangkan kalau ditinjau dari sudut pandang sosial, imbas dari kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah kepada masyarakat, membentuk pola kehidupan yang baru yang mau tidak mau harus dijalani oleh masyarakat, yaitu kurangnya frekuensi tatap muka antar orang. Masyarakat Indonesia yang yang telah terkenal ramah dan suka berkerumun dalam jumlah banyak harus terbiasa dengan pola kehidupan ini. Untuk sementara, segala aktivitas rohani harus dilakukan di rumah.

Oleh karena itu, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia kita sudah seharusnya mendukung segala kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. Maksud dari segala kebijakan ini semata-mata untuk mencegah penularan virus Corona dan meminimalisir bertambahnya angka kasus infeksi. Protokol kesehatan tersebut meliputi menggunakan masker, rajin mencuci tangan, serta menghindari kerumunan. Hal ini bukanlah hal yang mudah sebab bukan merupakan suatu kebiasaan untuk kita semua, tetapi mau tidak mau kita harus melakukannya agar kita semua dapat terhindar dari virus ini. Bertambahnya kasus ini bukan hanya menjadi momen yang paling menyedihkan. Namun, juga untuk menjadi pengingat agar kita senantiasa menjalankan protokol kesehatan. Kita menjalankan segala protokal kesehatan semata-mata untuk melindungi kita dari penyebaran virus corona ini.

Sebagai mahasiswa semester 8 di Fakultas Filsafat UNWIRA Kupang, kami sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata atau yang familiar disebut KKN, biasanya dilakukan secara offline, di mana para mahasiswa harus terjun di tengah masyarakat. Tinggal dan merasakan kehidupan yang dialami masyarakat. Namun, KKN kali ini dilakukan secara berbeda. Kami harus melakukan secara online. Tetapi itu menjadi bagian dari partisipasi kami terhadap kebijakan kampus untuk meminimalisir penyebaran virus corona. Secara tidak langsung kami telah mematuhi kebijakan pemerintah, yang semata-mata untuk menghindari penyebaran virus corona.

Jadi, masyarakat diharapkan untuk tetap menjaga diri, kita mendukung segala kebijakan yang dicanangkan pemerintah demi mencapai suatu kehidupan yang baik, kehidupan yang bebas dari segala bentuk penyakit terutama terhindar dari virus Corona yang sedang melanda manusia modern. Mari kita mematuhi protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid 19.(*)

Foto utama (*/koleksi pribadi)

Masuk ‘New Normal’ Ketua DPRD NTT Minta Tingkatkan Sikap Peduli & Simpati

332 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Memasuki tatanan normal baru atau new normal pada 15 Juni 2020 dan seterusnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dibutuhkan semangat gotong royong yang tertuang di dalam nilai-nilai Pancasila, dengan memberikan rasa peduli dan kontribusi satu sama lain tanpa melihat materi.

“Semua ini untuk menguatkan kita dalam melawan penyebaran dan penularan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 saat ini,” tandas Ketua DPRD NTT, Ir. Emelia Julia Nomleni dalam dialog bertema The New Normal Life di Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Radio Swara NTT, pada Senin, 15 Juni 2020.

Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan NTT ini, pihaknya menilai semangat gotong royong di Indonesia termasuk di Provinsi NTT telah membudaya di dalam masyarakat. “Dalam pengamatan kami bahwa interaksi antar sesama saat mulai masuknya Covid-19 di Indonesia khususnya di NTT; kita melihat nilai gotong royong yang sudah tertanam dalam budaya kita ini agar saling menjaga satu sama lain dengan memperhatikan satu sama lain ini juga merupakan nilai-nilai Pancasila seperti aksi sosial saling memberikan bantuan dari hati untuk saling melayani juga dalam memberikan ungkapan suara hati,” ucapnya.

“NTT sebagai Nusa Terindah Toleransi sebagai warisan dari bapa pendiri bangsa kita ini sebenarnya memberikan kita tugas untuk dilanjutkan dengan saling menjaga kebersamaan ini dalam kondisi ini dan dengan saling melihat satu sama lain tanpa melihat latar belakangnya untuk menjaga juga suasana hidup kita karena warna perbedaan ini memberikan kita kekuatan pada masa-masa seperti ini,” jelasnya.

Emelia juga mengatakan, dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, belum lama ini; terutama di masa pandemi Covid-19 juga mungkin merupakan situasi di mana Tuhan lagi memberikan pemulihan bagi alam-alam kita dan kita sebagai manusia juga mulai melihat alam dengan bercocok tanam ataupun lahan yang dulunya tidak penting bisa untuk dikelola menjadi sesuatu yang baik untuk alam. Karena alam merupakan sahabat dari manusia untuk saling membutuhkan.

“Dalam kondisi pandemi ini kita semua dalam ketakutan. Tapi dengan adanya ajakan the new normal life ini, saya rasa suatu ajakan yang baik,” ungkapnya.

Karena itu, srikandi PDI Perjuangan ini berharap agar Pemerintah Provinsi NTT harus terus hadir dan menjaga masyarakat NTT. “Saya berharap agar Pemprov NTT juga harus terus hadir selalu mendampingi dan menjaga masyarakat dalam membimbing psikologi masyarakat agar menjadi lebih baik,” pinta Emilia.

Dialog yang dihelat oleh Radio Swara NTT ini juga terhubung bersama Radio RSPD Sabu Raijua, RSPD Kabupaten Kupang dan Kaisarea Voice. (*/rb)

Sumber berita (Frans Tiran, S.Si/Kasubag Pelmas dan HK Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Foto utama oleh rony banase

Bertambah 1 Kasus Positif Covid-19 dari Flores Timur, Total 91 Kasus di NTT

492 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Dari 48 sampel swab yang diperiksa oleh Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang diperoleh hasil 1 positif Covid-19 dari Flores Timur,” jelas Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. dalam jumpa media pada Jumat siang, 29 Mei 2020.

Satu kasus dari Kabupaten Flores Timur tersebut, imbuh drg. Domi berasal dari klaster KM Lambelu. “Dengan demikian, jumlah kasus Positif Covid-19 di Provinsi NTT menjadi 91 kasus,” ujarnya.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/05/28/4-kasus-kota-kupang-1-di-tts-total-kasus-positif-covid-19-capai-90-kasus-di-ntt/

Selain itu, tambah drg. Domi, juga dilakukan pemeriksaan swab terhadap 4 Pasien yang sedang dirawat di RS TC Hillers Maumere, dan masih dinyatakan positif.

Hasil tersebut, terang drg. Domi yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan Provinsi NTT, berdasarkan pemeriksaan swab terhadap 48 sampel yang diperiksa hari ini. “48 sampel swab berasal rumah sakit antara lain RS TC Hillers Maumere, RSUD Prof. W. Z. Johannes Kupang, RSUD S. K. Lerik, RS Siloam, dan RSUD Soe,” tandasnya.

Adapun sebaran kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT dengan peringkat kasus yakni Sikka 27 kasus, Kota Kupang 24 kasus, Manggarai Barat 14 kasus, Sumba Timur 8 kasus, Ende 6 kasus, T.T.S 4 kasus, Nagekeo 3 kasus, Rote Ndao 2 kasus, Flores Timur 2 kasus, dan Manggarai 1 kasus.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

4 Kasus Kota Kupang & 1 di TTS, Total Kasus Positif Covid-19 Capai 90 Kasus di NTT

1.003 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Siang hari ini saya sampaikan informasi penting bahwa dari hasil pemeriksaan 97 swab di Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang dengan menggunakan PCR Real Time dan yang terbaru menggunakan uji coba Tes Cepat Molekuler (TCM),” ujar Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. pada Kamis siang, 28 Mei 2020 di Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/05/25/1-kasus-positif-covid-19-dari-sumba-timur-2-dari-nagekeo-total-85-kasus-di-ntt/

Dari hasil pemeriksaan swab tersebut, imbuh drg. Domi Minggu Mere yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan Provinsi NTT, diperoleh hasil 6 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yakni 5 (lima) kasus baru dan 1 (satu) kasus lama dari Kab T.T.S hasil swab kedua.

“Empat kasus Positif Covid-19 di Kota Kupang merupakan hasil transmisi atau penularan lokal,” ungkap drg. Domi seraya menyampaikan 1 kasus di Kabupaten T.T.S dari klaster Magetan.

Selain itu, lanjut drg. Domi, ada berita gembira yakni diperoleh hasil 2 Pasien sembuh (1 dari Kota Kupang dan 1 Sumba Timur) setelah dilakukan swab kedua. “Dengan demikian, totalnya mencapai 90 kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT,” beber drg. Domi.

Dari 90 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, tandas drg. Domi, ada 11 pasien sembuh, 1 meninggal dan sedang atau akan dirawat sebanyak 78 pasien.

Adapun sebaran kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT dengan peringkat kasus yakni Sikka 27 kasus, Kota Kupang 24 kasus, Manggarai Barat 14 kasus, Sumba Timur 8 kasus, Ende 6 kasus, T.T.S 4 kasus, Nagekeo 3 kasus, Rote Ndao 2 kasus, Flores Timur 1 kasus, dan Manggarai 1 kasus.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Gubernur VBL : Rumah Ibadah dan Sarana Transportasi Dibuka 15 Juni 2020

1.392 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menghimbau agar semua Kepala Daerah (Bupati/Wali kota) agar tidak perlu takut berlebihan dengan Covid-19. Hal ini diungkapkan langsung oleh Gubernur saat menggelar video konferensi dengan para Bupati/Walikota di ruang rapat Gubernur, pada Selasa 26 Mei 2020.

“Sebagai Gubernur saya tidak mau kasus Covid-19 ini menjadi alasan untuk kita tidak bekerja. Tanamkan semangat untuk berjuang menyejahterakan masyarakat. Memang bukan berarti kita tidak menghiraukan virus ini, tapi kalau kita tetap berada dalam ketakutan, maka masyarakat juga yang akan merasakan dampaknya,” kata Gubernur.

“Saya lebih memilih berhadapan dengan virus ini walaupun nyawa taruhannya, daripada berdiam diri dan bersembunyi dan kemudian masyarakat mati karena kelaparan. NTT ini daerah termiskin, oleh karena itu pola pikir saya selalu berpikir sebagai orang miskin. Dan ciri khas orang miskin itu pasti akan melakukan apa saja untuk bertahan hidup,” sambung VBL.

“Memang WHO telah mengeluarkan maklumat tentang cara penanggulangan Virus ini. Tetapi hal ini tidak cocok diterapkan di NTT. Kita di sini serba kekurangan. Mulai dari anggarannya, fasilitas kesehatannya, bahkan tenaga kesehatan pun kurang. Oleh karena itu sekali lagi saya mengajak kita semua untuk beraktivitas seperti biasa. Kembali bekerja, para petani kembali berkebun, para nelayan kembali melaut, para peternak kembali melakukan aktivitasnya secara baik, dan juga kekuatan SDM yang ada di birokrat harus dimanfaatkan secara maksimal agar masyarakat dapat menikmati kesejahteraan,” urainya.

Pada tanggal 15 Juni 2020 nanti, imbuh Gubernur VBL, kita akan beraktivitas normal kembali. Seluruh pelayanan di perkantoran akan dibuka, transportasi darat, laut dan udara akan kembali berjalan seperti biasa, begitu juga dengan rumah – rumah ibadah akan kembali melaksanakan ibadah.

“Khusus untuk anak – anak sekolah baru akan memulai kegiatan pada bulan Juli nanti. Hal ini karena pada bulan Juni ini juga merupakan hari libur untuk memasuki tahun ajaran baru,” tandas Gubernur.

Di akhir arahannya, orang nomor satu di NTT ini menyerukan agar sekarang ini kita fokus untuk program kerja tahun 2020—2021.

“Saya mau agar tahun 2020—2021 kita fokus ke pemberdayaan. Jangan buat program terlalu banyak tapi tidak ada hasil. Lebih baik kita fokus dan buatkan cukup satu atau dua program saja tapi hasilnya jelas dan menguntungkan masyarakat. Sekali lagi mari kita semua bekerja dengan penuh semangat demi kesejahteraan masyarakat, tentunya dengan tetap berpatokan pada protokol kesehatan,” ungkap Gubernur VBL.

Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Pol. Hamidin, dalam arahan singkatnya mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan dari aparat Kepolisian, menunjukkan adanya peningkatan kejahatan di jalan. Hal ini disebabkan karena dampak sosial ekonomi yang timbul dari adanya Covid 19 ini.

“Angka kejahatan di jalan sedikit meningkat karena tekanan sosial ekonomi, dan ini fakta yang kami temui di lapangan. Sampai kapan kita mau bertahan dengan keadaan seperti ini? Kita harus segera bangkit. Kita harus kembali bekerja dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ada. Dan kami tetap akan bekerja sama dengan TNI untuk tetap menjaga dan mengawal keamanan di Nusa Tenggara Timur,” ujar Hamidin.

Turut hadir pada kesempatan ini, Wakil Gubernur NTT, Josef A. Naesoi, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing, seluruh jajaran Forkopimda Provinsi NTT dan juga Kepala Dinas, Badan dan Biro di lingkup Pemerintah Provinsi NTT. (*)

Sumber berita dan foto (*/Sam Babys—Staf Biro Humas dan Protokol NTT)
Editor (+rony banase)

1 Kasus Positif Covid-19 dari Sumba Timur & 2 dari Nagekeo, Total 85 Kasus di NTT

897 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Dari 48 sampel swab yang diperiksa di Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang diperoleh hasil 3 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ujar Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. kepada awak media pada Senin siang, 25 Mei 2020.

Dari ketiga kasus positif Covid-19 tersebut, imbuh drg. Domi, 1 kasus berasal dari Kabupaten Sumba Timur klaster STT Sangkakala dan 2 kasus positif dari Kabupaten Nagekeo klaster Magetan.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/05/22/seorang-anak-asal-tts-positif-covid-19-total-covid-19-di-ntt-capai-82-kasus/

Hasil pemeriksaan swab kedua, jelas drg. Domi yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan Provinsi NTT, terdapat 5 Pasien masih berstatus positif Covid-19. “Kelima pasien tersebut 4 dari Kota Kupang dan 1 dari Nagekeo,” ungkapnya.

Lanjut drg. Domi, “Dengan demikian total positif Covid-19 di Provinsi NTT mencapai 85 kasus per Senin, 25 Mei 2020.”

drg. Domi juga menyampaikan kabar gembira, dari hasil pemeriksaan swab PCR Test, 24 swab dinyatakan negatif dengan perincian Sumba Timur 1 orang, Nagekeo 1 orang, Belu 4 orang, dan Kota Kupang 18 orang.

Mengenai sampel yang dikirim dari kabupaten se-NTT hingga Senin, 25 Mei 2020, tandas drg. Domi, mencapai 737 sampel, sudah diperiksa 436 dengan hasil negatif dan sisanya sekitar 200 sampel siap diperiksa.

Adapun sebaran kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT dengan peringkat kasus yakni Sikka 27 kasus, Kota Kupang 20 kasus, Manggarai Barat 14 kasus, Sumba Timur 8 kasus, Ende 6 kasus, Nagekeo 3 kasus, T.T.S 3 kasus, Rote Ndao 2 kasus, Flores Timur 1 kasus, dan Manggarai 1 kasus.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

WVI Donasi APD Covid-19 bagi Pemkot Kupang, Wali Kota Jefri : Terima Kasih

280 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wahana Visi Indonesia (WVI) terus memberikan respons dalam membantu penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia, terutama untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak. Di Nusa Tenggara Timur, anak-anak mengalami kerentanan yang tinggi karena minimnya akses akan sanitasi dan air bersih, terbatasnya fasilitas dan kapasitas orang tua untuk mengajar anak di rumah, hingga kerentanan terhadap terjadinya kekerasan.

Eben Ezer Sembiring, Zonal Manager WVI Wilayah NTT, menyampaikan, anak-anak mengalami dampak Covid-19 dan cenderung terabaikan. Beberapa kondisi kerentanan anak-anak di NTT misalnya: hanya 50,72% rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak (Data Susenas BPS 2018), dan hanya 64,79% rumah tangga memiliki akses terhadap layanan air minum layak dan berkelanjutan. Kurang dari 40% anak di NTT hidup dalam rumah tangga yang memiliki akses air bersih, sekitar 250.000 anak usia balita tidak memiliki akses air bersih dan lebih dari 260.000 anak tidak memiliki akses sanitasi yang layak. Padahal dalam situasi pandemi, dibutuhkan akses air bersih untuk dapat menerapkan protokol kebersihan.

“Dengan berbagai latar belakang tersebut, kami melakukan respons di 18 kabupaten/kota di NTT meliputi tindakan pencegahan penularan Covid-19 serta akses ke perawatan dan pengobatan, memastikan sistem pengasuhan anak-anak berjalan baik selama pandemi atau jika orang tuanya terinfeksi, dan melakukan advokasi untuk memastikan keluarga yang rentan menerima dukungan pemerintah sesuai dengan standar dan prinsip hak anak,” ujar Eben Ezer.

Penyerahan simbolis bantuan APD WVI dari Wali Kota Kupang kepada salah satu kepala puskesmas

Untuk tahap awal, April—September 2020, WVI di NTT mengelola dana sebesar Rp 2.953.336.266,83 ( 2,95 Miliar ) untuk berbagai program, antara lain penyediaan 813 fasilitas cuci tangan dengan sabun, mendistribusikan APD standar Covid-19 untuk 653 tenaga kesehatan. Ada pun bantuan non tunai diberikan kepada 2.507 keluarga yang paling rentan. Sosialisasi juga terus dilakukan sebagai upaya edukasi mengenai Covid-19. Selain itu, paket kebersihan juga diberikan untuk 6,843 keluarga yang memiliki balita atau yang terdampak Covid-19.

Untuk di Kota Kupang, WVI memberikan donasi atau bantuan APD bagi 11 puskesmas yang tersebar di Kota Kupang.

Project Manager Moringa Wahana Visi Indonesia, Isye Hortensia di hadapan Wali Kota Kupang, sebelum menyerahkan secara simbolis bantuan WVI menyampaikan paket APD tersebut berupa 20 kotak masker bedah, 25 set hazmat atau disposable gown fullbody jumpsuit, 20 buah kacamata goggle, nurse cap, shoe cover dan latex examination gloves masing-masing 3 box serta 15 botol hand sanitizer ukuran 500ml.

Foto bersama personil Wahana Visi Indonesia di hadapan bantuan tempat cuci tangan portabel dengan sistem pompa

Selain paket APD, beber Isye, WVI juga akan memasang wastafel portabel atau alat cuci tangan beserta sabun di sebelas lokasi di Kota Kupang, antara lain di Posko Covid Kota Kupang (Kantor Dinas Kesehatan Kota Kupang), Puskesmas Sikumana, Terminal Kota Kupang, Pasar Kasih Naikoten 1, Pasar Oeba, Pasar Oebobo, Terminal Oepura, RSUD Prof. Dr. W. Z. Yohanis Kupang, Pasar Kuanino, Puskesmas Bakunase dan Puskesmas Pasir Panjang.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore (bertopi) saat melihat dari dekat tempat cuci tangan portabel bantuan VWI dengan sistem pompa untuk sabun dan air

Selanjutnya, Penyerahan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan fasilitas cuci tangan pakai sabun dari Wahana Visi Indonesia (WVI) bagi 11 puskesmas di Kota Kupang dilaksanakan secara simbolis dari Isye Hortensia kepada Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore yang didampingi oleh Kadis Kesehatan Kota Kupang dan Penjabat Sekda Kota Kupang pada Rabu, 29 April 2020 pukul 11.00 WITA—selesai di Dinas Kesehatan Kota Kupang

Wali Kota Kupang saat menerima bantuan dari Wahana Visi Indonesia (WVI), menyampaikan terima kasih kepada WVI yang telah membantu meringankan beban pemerintah dalam menghadapi Pandemik Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Kupang, dirinya berharap agar WVI dan Pemkot Kupang dapat terus saling bersinergi.

“Saya mewakili warga Kota Kupang menyampaikan terima kasih kepada WVI atas bantuan yang diberikan. Semoga bermanfaat bagi 11 puskesmas yang menerima bantuan ini,” tutur Wali Kota Jefri (sapaan akrabnya,red)

Usai penyerahan bantuan, kepada Garda Indonesia, Isye Hortensia menyampaikan bahwa untuk penanganan Covid-19 di wilayah Provinsi NTT, WVI ingin agar masyarakat lebih tangguh dalam menghadapi Pandemi Covid-19 ini.

Foto bersama Wahana Visi Indonesia, Wali Kota Kupang dan jajaran Pemkot Kupang

Menurut Isye, Ada 5 (lima) program besar VWI lakukan yakni :

Pertama, Social distancing, penyampaian diseminasi informasi, penyampaian informasi yang dimaksud sesuai standar WHO yang artinya no hoax yang tepat dalam bentuk yang kreatif dan menggunakan bahasa lokal seperti iklan radio, talkshow, video animasi dan lain sebagainya, pembuatan stiker di whatsapp sebagai bentuk diseminasi informasi yang benar.

Kedua, Penyediaan APD (Alat Pelindung Diri) bagi tenaga kesehatan di 19 kota/kabupaten di Nusa Tenggara Timur. Ini juga sesuai standar nasional dan sudah di-review di kantor Pusat WVI berdasarkan standar Kementerian Kesehatan.

Ketiga, Pengadaan fasilitas cuci tangan portabel bisa dipindah, menggunakan pedal sehingga kran dan pompa sabunnya tidak disentuh.

Keempat, Bantuan Langsung Non Tunai (BLNT) dalam bentuk cash voucher atau kupon tunai yang nilainya tidak lebih dari standar pemerintah.

“Semua program yang kami luncurkan, sebelumnya dilakukan koordinasi dengan gugus tugas sehingga tidak tumpang tindih dan menimbulkan efek caos dan sebagainya. Jadi nilai dan kriteria manfaat sementara belum bisa kami sampaikan karena masih berkoordinasi mana yang terbaik untuk kami lakukan, yang jelas itu diperuntukkan untuk keluarga yang paling rentan yang ada di pedesaan yang terdampak langsung maupun tidak langsung dari covid-19 ini,” ungkap Isye.

Kelima, Advokasi. Supaya pemenuhan hak anak tetap terjamin selama masa pandemi ini terutama di level desa melalui pemanfaatan dana desa supaya hak anak dan perempuan tetap diperhatikan.

“Lima program itu kami jabarkan ke dalam detail-detail aktivitas, tetapi tidak keluar dari lima program itu. Wahana Visi Indonesia sebagai yayasan kemanusiaan Kristen yang berfokus pada anak tetap memperhatikan pemenuhan hak-hak anak di masa pandemik ini. Itu tetap menjadi fokus utama kami,” pungkas Isye Hortensia.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)