Arsip Tag: Pemerintah Kota Kupang

Dampak Covid-19, Tempat Hiburan Malam di Kota Kupang Ditutup Selama 14 Hari

102 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sebagai upaya pencegahan Covid-19, Pemerintah Kota Kupang melakukan pemantauan di sejumlah tempat hiburan malam, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas instruksi presiden, imbauan Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang untuk menutup sementara tempat hiburan malam selama 14 hari.

Aksi tersebut dipimpin langsung Pj. Sekda Kota Kupang Ir. Elvianus Wairata, M.Si. selaku Ketua Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, ia didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Drs. Yoseph Rera Beka, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang, Drs. Felisberto Amaral, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si, bersama personel Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang, pada Senin, 23 Maret 2020 malam.

Pj. Sekda Kota Kupang Ir. Elvianus Wairata, M.Si. saat memberikan keterangan pers kepada awak media

Selain tempat hiburan malam, Satgas Penanganan Covid-19 juga mengelilingi beberapa area publik, seperti taman kota dan lokasi kuliner. Dalam kesempatan tersebut Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Ir. Eli Wairata (sapaan akrabnya, red) mengatakan, tim yang dipimpinnya akan terus turun ke lapangan menyampaikan imbauan kepada masyarakat Kota Kupang yang berada di area publik untuk tidak dijadikan sebagai titik kumpul dalam masa siaga Covid-19.

“Pemantauan yang akan dilakukan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Kupang guna mencegah adanya penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), karena rawan terjadi infeksi saat kontak langsung tubuh maupun benda dari seseorang yang sudah terinfeksi kepada orang lain yang berada di sekitarnya, maka tugas kami adalah terus mengingatkan masyarakat,” terangnya.

Pemantauan ini, imbuh Eli, merupakan tindak lanjut atas surat pemberitahuan yang telah diedarkan kepada seluruh pelaku usaha hiburan dan rekreasi serta pengunjung yang ada di Kota Kupang. Oleh karena itu, apabila ada yang tidak mengikuti instruksi serta imbauan tersebut, maka Pemerintah Kota Kupang akan mencabut izin usahanya.

“Kami bersama dengan Satuan Pol PP dan Kepala Dinas Pariwisata, melakukan pemantauan. Apabila ada yang tidak mengikuti imbauan maka kita minta agar tutup sementara, namun kalau masih terulang kita akan tindak tegas dengan mencabut izinnya” tegas mantan Kepala Bappeda Kota Kupang ini.

Satpol PP Kota Kupang saat mengimbau pengunjung taman kota

Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kota Kupang melakukan pemantauan di beberapa area publik, seperti taman kota, lokasi kuliner, tempat karaoke dan diskotik yang ada di Kota Kupang, rute dimulai dari Taman Tirosa ke Pusat Wisata Kuliner Oepoi, Royal Karaoke Studio Dua, Love Karaoke-Kompleks Ruko Friendship Naikoten, Happy Puppy – Rumah Bernyanyi Keluarga, NAV Karaoke, Taman Fontein, Pantai Tedis, Pasar Malam Kampung Solor, Pantai Ketapang Satu, Heo Exclusife Club. Swiss Bellin Kupang, Hotel Kelapa Lima Indah, Hotel Citra Kelapa Lima, Studio One Pub & Karaoke, Pantai Warna Oesapa, MAS Karaoke Club, dan berakhir di Botol Music Hotel Sasando – Bar In Kupang.

Pantauan Satgas, tampak seluruh taman kota sepi dari pengunjung, tampak lampu taman dipadamkan, mayoritas tempat karaoke tidak beroperasi, hanya Happy Puppy yang beroperasi, Kasat Pol PP Kota Kupang Felisberto Amaral bersama pasukannya langsung mengambil tindakan persuasif kepada manajemen Happy Puppy untuk menutupnya.

Setelah melakukan pemantauan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Drs. Yoseph Rera Beka mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan “Bukan berarti malam ini saja, kita akan rolling terus untuk menertibkan masyarakat dari virus ini” ungkapnya.

Satpol PP Kota Kupang saat mengimbau anak muda di salah satu tempat nongkrong 

Dirinya melanjutkan bahwa sesuai hasil rapat dan kesepakatan bersama Muspida Kota Kupang di Hotel Sotis, Satgas akan terus berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk melaksanakan patroli bersama, “Kalau ada yang tidak patuh terhadap aturan ini kita akan tindak tegas, karena maklumat pihak kepolisian jelas”.

Selain operasi malam hari satgas juga akan melakukan patroli bersama di siang hari, “Kami akan koordinasi dengan pihak keamanan, selain malam hari, siang hari juga akan ditindak karena banyak yang berkeliaran di siang hari saat liburan terutama anak sekolah,” ujarnya. (*)

Sumber berita (*/pkp—Humas Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)

Pemkot Kupang Gandeng Kimia Farma Racik ‘Hand Sanitizer’ & ‘Desinfectant Spray’

227 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Dalam upaya mencegah wabah Corona Virus Desease (Covid-19), Pemerintah Kota Kupang menggandeng Apotek Kimia Farma untuk melakukan inovasi dalam meracik Hand Sanitizer dan Desinfectant Spray. Hal ini dilakukan untuk menolong masyarakat kota yang kesulitan memperoleh hand sanitizer maupun disinfektan spray.

Pantauan media pada Kamis, 19 Maret 2020 sore, di hadapan Wali Kota Kupang Dr. Jefirston Riwu Kore, Branch Manager Kimia Farma, Khanif Al Fajri, S.Farm., Apt. memberikan pencerahan baru, bagaimana membuat sendiri Hand Sanitizer dan Desinfectant Spray dengan mempergunakan bahan-bahan rumah tangga seperti pewangi ruangan dan pakaian, pembersih toilet dan lantai, obat luka, alkohol serta air.

Wali Kota Kupang, memberikan apresiasi atas inovasi yang terlihat sederhana namun dapat memberikan dampak baik dalam menjawab kebutuhan masyarakat guna mensterilkan tubuh dan ruangan pada rumah tempat tinggal warga. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik dengan keadaan saat ini, namun perlu untuk ikut melakukan inovasi ini dalam kehidupan sehari-hari.

Kadis Kesehatan Kota Kupang, Dr Retno (kiri), Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore (tengah), dan Branch Manager Kimia Farma Kupang usai meracik hand sanitizer dan disinfectant spray

“Mudah-mudahan hal ini bisa dilakukan di rumah dan bisa dipergunakan, ingat ini tidak bisa dijual tapi dipakai untuk kepentingan pribadi, bapak ibu semua kalau memang kesulitan dengan bahan-bahan ini, bisa kami bantu dengan bahan yang telah diolah dan masyarakat bisa datang untuk mengambil dalam bentuk yang lebih sederhana guna dipergunakan bagi sterilisasi tangan dan ruangan rumah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, drg. Retnowati M.Kes saat diwawancarai mengatakan, hal ini dilakukan karena mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa, saat ini bahan rumah tangga untuk higenisasi mengalami kelangkaan di berbagai tempat jualan, sehingga dengan upaya ini bisa memberikan solusi agar masyarakat bisa terhindar dari terjangkitnya virus maupun bakteri.

“Oleh karena itu saya bekerja sama dengan Kimia Farma untuk membantu masyarakat guna mendapatkan Hand Sanitizer dan Desinfektan dengan mudah dari rumah tangga kita sendiri jadi kita tidak usah panik lagi karena bahan-bahan yang kita pakai itu masih ada dan kita (Dinkes) juga sudah memberikan edaran kepada seluruh pusat layanan kesehatan di Kelurahan agar dapat mengajak masyarakat untuk dapat menerapkan hal ini,” katanya.(*)

Sumber berita (*/Humas Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)

Mutasi Lingkup Pemkot Kupang, Wali Kota Kupang Lantik 36 Pejabat Struktural

318 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sebanyak 36 Pejabat Struktural Lingkup Pemerintah Kota Kupang dilantik/diambil Sumpah Jabatan oleh Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. pada Jumat, 10 Januari 2020 di Lantai I Balai Kota Kupang.

Hadir dalam prosesi pelantikan tersebut antara lain Pj. Sekda Kota Kupang Ir. Elvianus Wairata, M.Si, Asisten Pemerintahan Drs. Yoseph Rera Beka, Asisten Administrasi Umum Ir. Eduard John Pelt, Kepala BKPPD Ade Manafe, serta Para Pimpinan Perangkap Daerah Lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Pejabat Struktural Pemkot Kupang saat diambil sumpah dan dilantik oleh Wali Kota Kupang

Mutasi pejabat lingkup Kota Kupang Tahun 2020 sesuai Keputusan Wali Kota Kupang Nomor : BKPPD.821/21/D/I/2020 tentang Pemberhentian/Pengangkatan Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kota Kupang.

Pejabat yang diambil sumpah dan dilantik sebagai berikut :

  1. Ariantje Martje Baun, S.E., M.Si. (Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang);
  2. Alfred A Lakabela, S.Pd., M.Pd. (Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang);
  3. Gradus Selebel, S.E. (Kepala Bidang Anggaran pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang);
  4. Devidson Ebenheizer Ndun, S.E. (Kepala Bidang Perbendaharaan pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang);
  5. Evelyn Venita Francis, S.E., M.M. (Kepala Bidang Akutansi dan Aset pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang);
  6. Ishak Jusuf Hau Radja, S.E. (Kepala Bidang PBB dan BPHTB pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang);
  7. Serlin M. Tiro, S.STP., M.M. (Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang);
  8. Gemijanti Tanggu Hana Umbu Randa, S.Kom. ( Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang);
  9. Vikthoria Elkiana Selan (Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang);
  10. Frida Ariani Adoe (Kepala Sub Bagian Perencanaan dan keuangan pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang);
  11. Adyani Sofia Amalo, S.P. (Kepala Sub Bidang Penyusunan Anggaran Belanja Tidak Langsung dan Pembiayaan pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang);
  12. Hengki Yusuf Lona, S.H. (Kepala Sub Bidang Penyusunan Anggaran Belanja Langsung pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang);
  13. Menik Utami, S.E. (Kepala Sub Bidan Hibah dan Bantuan Sosial pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang);
  14. Yosina Oktoviana Galla, S.E. (Kepala Sub Bidang Kas Umum Daerah pada Bidang Perbendaharaan Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang);
  15. Johannis Albert Heyn Zacharias, S.Sos. (Kepala Sub Bidang Belanja Tidak Langsung pada Bidang Perbendaharaan Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang);
  16. Bernard Leonard Bella, S.E. (Kepala Sub Bidang Belanja Langsung pada Bidang Perbendaharaan Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang);
  17. Abraham Seran, S.H. (Kepala Sub Bidang Pelaporan pada Bidang Akutansi dan Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah);
  18. Anton Manase Hermanus, S.E. (Kepala Sub Bidang Pencatatan Aset pada Bidang Akuntansi dan Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah);
  19. Jacob Daniel Lerrick, S.E. (Kepala Sub Bidang Pemanfaatan Aset pada Bidang Akutansi dan Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah);
  20. Romilus Yoscar Fridson Tallas, S.E. (Kepala Dub Bidang Pendataan dan Pendaftaran pada Bidang Pajak dan Retribusi Daerah Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang);
  21. Antonius Ailet, S.E. (Kepala Sub Bidang Perhitungan dan Penetapan pada Bidang Pajak dan Retribusi Daerah Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang);
  22. Selviana M.B. Adoe, S.H. (Kepala Sub Bidang Penagihan, Monitoring dan Pelaporan pada Bidang Pajak dan Retribusi Daerah Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang);
  23. Trifosa Giri, S.E. (Kepala Sub Bidang Pendataan dan Pendaftaran pada Bidang PBB dan BPHTB Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang);
  24. Salmun Pah, S.Sos. (Kepala Sub Bidang Pengelolaan Data, Penilaian, Perhitungan dan Penetapan pada Bidang PBB dan BPHTB Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang);
  25. Irine Ludji (Kepala Sub Bidang Dokumentasi dan Pelaporan pada Bidang PBB dan BPHTB Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang);
  26. Emilia, S.H. (Kepala Sub Bidang Pengawasan dan Verifikasi pada Bidang Pengawasan dan Pengendalian Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang);
  27. Paulina Rambu Newa (Kepala UPTD Pelayanan Pajak Daerah Wilayah Kecamatan Kelapa Lima pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang);
  28. Yohanis Foeh, A.Md. (Kepala UPTD Pelayanan Pajak Daerah Wilayah Kecamatan Oebobo pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang);
  29. Heo Fat Lan, S.E. (Kepala UPTD Pelayanan Pajak Daerah Wilayah Kecamatan Alak pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang);
  30. Boby Balukh, S.E. (Kepala UPTD Pelayanan Pajak Daerah Wilayah Kecamatan Kota Lama pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang);
  31. Danto Kristofel Lobang, S.H. (Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Pelayanan Pajak Daerah Wilayah Kecamatan Kelapa Lima pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang);
  32. Ariston Gapering, S.H. (Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Pelayanan Pajak Wilayah Kecamatan Oebobo pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang);
  33. Debbie Yunina Kolobani, S.Sos. (Kasubag Tata Usaha UPTD Pelayanan Pajak Wilayah Kecamatan Maulafa pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang);
  34. Dewi Yuliani Kalendi Djawa, S.E. (Kasubag Tata Usaha UPTD Pelayanan Pajak wilayah Kecamatan Alak pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang);
  35. Yanse Ariance Nguru, S.E. (Pejabat Kasubag Tata Usaha UPTD Pelayanan Pajak Wilayah Kecamatan Kota Raja pada Badan Pendaptan Daerah Kota Kupang);
  36. Yusuf Aprianus Manafe, S.H. (Kasubag Tata Usaha UPTD Pelayanan Pajak Wilayah Kecamatan Kota Lama pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang).

Sumber berita (*/Tika Nubatonis—Bagian Humas dan Protokol Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)

“Opa & Oma Melantai “ dalam Ajang Lomba Dansa Lansia

60 Views

Kota Kupang, gardaindonesia.id – Masih dalam suasana kemeriahan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI dan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-22; Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menggelar Perdana Lomba Dansa Lansia (Lanjut Usia) Tingkat Kota Kupang, Kamis/23 Agustus 2018, pukul 09.00 wita-Selesai.

Mengambil tempat di Lantai 1 Kantor Wali Kota Kupang, Suasana ajang Lomba Dansa Lansia ditata menyerupai suasana “Pub Country “ dengan tatanan lampu dan alunan musik dansa.

Para pasangan dansa lansia menampilkan kreasi gerak dansa memukau, Meski usia mereka lanjut dan gerak mereka tidak selincah pasangan dansa muda, namun dapat memukau para tamu undangan dan penonton yang memadati ajang lomba dansa.

Ketua Panitia, Kabag Kesra Pemkot Kupang, Ritha Lay, mengatakan, Lomba Dansa Lansia diikuti oleh 18 Pasangan Dansa dengan kisaran umur 55 tahun keatas, berasal dari perwakilan dari 51 kelurahan dan 6 Kecamatan yang ada di Kota Kupang. “Namun belum semua kelurahan ikut berpatisipasi, karena pasangan dansa lansia tidak saling melengkapi,” terang Ritha.

Kenapa melibatkan Lansia dalam perayaaan HUT Ke-73 RI, Ritha Lay memberikan alasan, Karena beberapa kegiatan telah melibatkan anak-anak dan remaja, Sehingga saat ini melibatkan para lansia; yang sebenarnya punya potensi, ide, dan konsep untuk berpartisipasi dalam pembangunan; sekaligus untuk mempererat hubungan dengan pemerintah kota.

“Ketahanan tubuh lansia tidak memungkinkan namun punya ide dan konsep. Karena Itu, kami tumbuhkan motivasi bagi para muda,“ungkap Ritha.

Dewan Juri berasal dari kalangan profesional terdiri dari Polo Letik, Kakak Jack, dan Fatma; akhirnya memutuskan para penampil terbaik yakni Penampil Terbaik Pertama diraih oleh Peserta no 01 yakni Rosmini Mesakh dan Yapi Amalo, terbaik kedua no 14, ketiga no 04, keempat no 12, kelima no 16, keenam no 06, dan peserta favorit no 17.

“Penilaian penampil terbaik terdiri dari keserasaian, gerakan dan irama, ekspresi, penguasaan arena, penampilan secara keseluruhan termasuk busana. Semuanya tercakup dalam wirasa, wirama dan wiraga, “ujar Ketua Dewan Juri Lomba Dansa Lansia, Polo Letik kepada wartawan media Ini usai pengumuman dan penyerahan hadiah dan Piala oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, Nyonya Herman Man. (+rb)

Pemkot Kupang Teken MoU dengan Nippon Koei Co Menuju Kupang Smart City

112 Views

Kota Kupang, gardaindonesia.id – Sebagai Persiapan dini Kota Kupang Menuju The Smart City, Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH selaku Pemerintah Kota Kupang dan Mr. Tomonori Kimura dari Perusahaan Nippon Koei Co., Ltd yang mewakili Pemerintah Jepang dalam hal pengembangan Kota Kupang baik dari sarana dan prasarana.

Bertempat di Ruang Rapat Garuda, Lantai 2 Kantor Walikota Kupang, Jalan S. K. Lerik Nomor 1, Kelapa Lima, Kota Kupang pada hari Rabu/18 Juli 2018 dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU)

Tertuang dalam MoU tersebut, Pemkot Kupang bersedia menyiapkan ijin, jaminan keamanan investasi kepada pihak dari Pemerintah Jepang, sedangkan dari pihak Mr. Tomonori Kimura (Nippon Koei Co., Ltd) berjanji akan menyiapkan master plan pembangunan Kota Kupang sebagai Smart City serta mengusahakan teknologi dalam bidang penyediaan listrik, pertanian dan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang.

Pertimbangan yang mendasari adanya penandatanganan MoU tersebut antara lain mengingat potensi pengembangan Kota Kupang baik dari sarana dan prasarana, para pihak sepakat untuk berinisiatif merencanakan pengembangan Kota Kupang melalui kerja sama.

Kedua belah pihak sepakat menjalin kerjasama dalam proyek yang bertajuk Proyek Kupang Jepang, dengan maksud dan tujuan diantaranya :

Pertama, Membuat masterplan yang baik untuk penataan ruang di Kota Kupang, penyediaan listrik dan air bersih serta lahan pertanian.

Kedua, Mendirikan perusahaan kerjasama serta mempersiapkan teknologi untuk pengembangan dan operasional.

Ketiga, Menyiapkan konsultasi dan membantu Pemerintah Kota Kupang dalam mengatasi masalah perkotaan.

Keempat, Mendorong dan mengajak masyarakat untuk melestarikan lingkungan dan mengembangkan sumber energi ramah lingkungan untuk menyelamatkan bumi dan meningkatkan kualitas hidup di masa depan.

Dalam nota kesepahaman tersebut kedua pihak menyepakati hal-hal sebagai berikut 

Pertama, Pemerintah Kota Kupang sebagai pihak pertama sepakat dan setuju untuk bekerja sama dengan pihak Pemerintah Jepang dan pihak Pemerintah Jepang bersedia bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang dalam investasi dan pengembangan teknologi proyek di Kota Kupang

Kedua, Kedua belah pihak sepakat dan setuju untuk menggunakan teknologi terbaik yang dapat diterapkan di Kota Kupang termasuk pengembangan teknologi.

Ketiga, Dalam perjanjian yang disetujui dan disepakati, kedua belah pihak telah menyelesaikan penelitian dan studi kelayakan proyek melalui berbagai analisis dan evaluasi.

Kedua belah pihak memiliki tanggung jawab masing-masing antara lain :
Pemerintah Kota Kupang selaku Pihak Pertama, Mengidentifikasi lokasi pengembangan Kota Kupang menjadi kota pintar (Smart City), Perizinan yang disyaratkan oleh instansi pemerintah sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia, Memastikan keamanan berinvestasi bagi pihak Pemerintah Jepang, Memastikan bahwa proyek yang akan dilakukan oleh Pihak Pemerintah jepang aman dari sengketa atau masalah dari pihak lain, Menyiapkan kerja sama dengan perusahaan lokal dengan tugas dan tanggung jawab yang berkaitan dengan proyek

Sedangkan Pemerintah Jepang (Mr. Tomonori Kimura / Perusahaan Nippon Koei Co., Ltd) sebagai pihak kedua berkewajiban: Menyiapkan rencana pengembangan proyek lengkap termasuk rencana bisnis untuk pembiayaan proyek, Mencari paten, menggunakan hak dan/atau lisensi teknologi untuk digunakan di Indonesia, Mencari potensi pasar, pembeli dan jaringan distribusi produksi, menyiapkan tim untuk instalasi, sistem terintegrasi dan uji coba dari proyek, mengusahakan manajemen proyek untuk memastikan kelangsungan dan keberhasilan proyek.

Nota kesepahaman tersebut berlaku hingga 1 (satu) tahun dan efektif sejak tanggal penandatanganan serta dapat diperpanjang atas kesepakatan kedua belah pihak, perjanjian berakhir dengan sendirinya jika kedua belah pihak tidak menyepakati isi perjanjian karena alasan apapun.

Walikota Kupang, DR. Jefri Riwu Kore berharap Pemkot Kupang lebih diuntungkan melalui kesepakatan ini dan nantinya kerjasama akan menandai dimulainya Pembangunan Kota Kupang sebagai Smart City dan diharapkan pariwisata Kota Kupang dapat lebih berkembang lebih pesat untuk kemajuan Kota Kupang dan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang.

Ketika Ditanya oleh awak media apa yang menjadi pertimbangan Pemerintah Jepang melirik Kota Kupang sebagai tempat untuk berinvestasi, Mr. Tomonori Kimura yang didampingi para koleganya antara lain Mr. Masaru Ishikawa dan Mr. Sokhom Seng, menjawab bahwa pihaknya melihat perkembangan Kota Kupang sebagai destinasi wisata karena potensi masyarakat, sosial budaya serta keindahan alamnya serta sebagai tempat singgah menuju destinasi wisata lain di wilayah Nusa Tenggara Timur, menjanjikan iklim berinvestasi yang kondusif sehingga pihaknya memandang baik untuk menjalin kerjasama dengan Pemkot Kupang. (*/humas+rb)