Arsip Tag: Pemerintah Kota Kupang

HUT ke-21 Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang, Helat Aneka Giat

96 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kupang bakal melakukan selebrasi Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-21 pada Senin, 7 Desember 2020, beragam kegiatan bakal dilakukan. Pembukaan kegiatan ditandai dengan pelepasan burung merpati dan balon oleh Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man dan didampingi Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay, S.E., M.Si. di lapangan upacara Kantor Wali Kota Kupang, pada Jumat, 20 November 2020 pukul 06.00 WITA—selesai.

Turut mendampingi Wakil Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Elizabeth Man Rengka, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang, Ny. Louise Marlinda Funay-Pellokila bersama para pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang serta camat dan lurah.

Wakil Wali Kota Kupang menyampaikan terima kasih kepada Dharma Wanita Persatuan karena berkat dukungan ibu-ibu seluruh tugas dan pelayanan para suami di Pemkot Kupang bisa dilakukan dengan baik hingga saat ini. Menurut dokter Herman Man, adagium lama yang mengatakan di belakang laki-laki sukses ada perempuan hebat itu benar adanya. Ibu-ibu diakuinya kuat dalam prinsip namun lembut dalam penyelesaian, baik dalam urusan mengasuh anak-anak, kesehatan dan urusan rumah tangga lainnya.

Atas nama Pemerintah Kota Kupang, dokter Herman Man menyatakan dukungan untuk seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka menyongsong HUT ke-21 Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang sejak Jumat, 20 November 2020 hingga perayaan puncak HUT DWP pada Senin, 7 Desember 2020.

“Semoga seluruh kegiatan ini bisa berjalan lancar dan sesuai rencana. Selamat bergembira,” ucap dokter Herman Man.

Foto bersama Dharma Wanita Persatuan dengan Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Kupang

Ketua panitia HUT DWP Kota Kupang, Ny. Jane Edith Ndapamerang Sabanari dalam laporannya menyampaikan, perayaan HUT DWP tahun 2020 mengusung tema “Peran DWP dalam Pemberdayaan Perempuan di Era Digital Untuk Mendukung Terwujudnya Ketahanan Keluarga Indonesia.”

Menurut Nyonya Jane, sejumlah kegiatan sudah dirancang sejak 20 dan dibuka pada Jumat, 20 November 2020 dengan senam zumba bersama serta bazar makanan dan minuman. Selanjutnya pada 27 November 2020 akan dilaksanakan kerja bakti di sepanjang pantai Pasir Panjang.

Selanjutnya, imbuh Nyonya Jane, pada 28 November 2020, DWP Kota Kupang akan berbagi kasih bersama anak-anak di tiga panti asuhan di Kota Kupang dan pada 4 Desember 2020 bakal dilakukan penilaian lomba kebersihan lingkungan antar-OPD dan Kantor Camat se-Kota Kupang kemudian dilanjutkan dengan berbagi kasih kepada orang gangguan jiwa dan orang tidak mampu pada tempat pembuangan sampah di Kota Kupang pada Sabtu, 5 Desember 2020.

“Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan perayaan puncak HUT ke-21 DWP pada Senin, 7 Desember 2020 yang dimeriahkan dengan tarian massal para anggota DWP Kota Kupang. (*)

Sumber berita dan foto (*/Pkp_ans)
Editor (+rony banase)

Warga Kuanino Apresiasi Program Bedah Rumah Pemkot Kupang

59 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Program bedah rumah yang digagas Pemkot Kupang menyentuh hati dan menuai pujian dari banyak kalangan. Tidak hanya warga penerima bantuan saja yang larut dalam suasana haru dan bahagia. Tetangga sekitarnya pun turut menyatakan kebahagiaan mereka seraya memberi apresiasi kepada Wali Kota Kupang dan jajarannya yang telah merancang program mulia ini.

Seperti yang terjadi pada Kamis malam, 20 Agustus 2020, saat Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan Ketua TP PKK Kota Kupang, Hilda Manafe memulangkan Fatma Ahmad dan cucunya untuk menempati rumah baru mereka di RT 21, RW 05, Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja; tangis haru keluarga menyambut kehadiran mereka.

Rumah milik Fatma usai dibedah Pemerintah Kota Kupang selama sepuluh hari dan selama itu Fatma bersama seorang cucunya tinggal bersama Wali Kota Kupang dan keluarga di rumah jabatan.

Foto bersama Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan penerima manfaat bedah rumah Pemkot Kupang

Para tetangga Fatma pun tampak bahagia menyambut kepulangannya. Ance Ndolu salah satu tetangga janda lansia ini, turut mengapresiasi perhatian yang telah diberikan Wali Kota Kupang kepada tetangganya. “Kami atas nama warga mengucapkan terima kasih. Kami turut merasakan sukacita luar biasa ini, kami setia menunggu kedatangan bapak dan ibu. Kami warga di sekitar sini hanya bisa mendoakan Bapak Wali Kota beserta Ibu dan seluruh jajarannya supaya sehat selalu dan diberi hikmat dalam memimpin Kota Kupang,” ujar Ance dengan nada terbata-bata.

Wali Kota Jefri menyampaikan bahwa rumah milik Oma Fatma telah diperbaiki berkat bantuan dari Pemerintah Kota Kupang yang menjadikannya sebagai hunian yang layak. Diakuinya program bedah rumah ini selaras dengan misi Pemerintah Kota Kupang untuk menjadikan Kupang sebagai kota layak huni bagi warganya. “Semoga selanjutnya rumah ini menjadi penyemangat dalam melanjutkan hidup mereka,” katanya disambut tepuk tangan warga Kelurahan Kuanino.

Ia mengakui saat ini masih banyak warga yang hidupnya tidak beruntung di kota ini. Dia juga mengaku bangga dan bahagia dengan kekompakan dan antusiasme warga Kuanino mendukung program bedah rumah bagi tetangga mereka. “Semoga kekompakan dan hidup gotong royong ini bisa terjaga dalam setiap aspek kehidupan,” pungkasnya.

Selain rumahnya dibedah Pemerintah Kota Kupang, Wali Kota Jefri bersama sejumlah donatur juga memberi bantuan secara pribadi berupa perabotan rumah tangga dan sembako. Bantuan sembako dan uang diharapkan bisa dipakai untuk membeli kebutuhan hidup, karena selama menginap di rumah jabatan Ibu Fatma tidak bekerja.(*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans/sny/frd)
Editor (+rony banase)

Kota Kupang Jadi Kota Contoh Proyek ‘Climate Resilient and Inclusive Cities’

265 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Kota Kupang terpilih menjadi 1 dari 10 kota contoh di Indonesia, penerima manfaat proyek Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC). Informasi tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man pada Jumat, 12 Juni 2020 saat membuka rapat tindak lanjut webinar dengan UCLG ASPAC tentang Proyek CRIC di ruang kerjanya pada Kamis, 11 Juni.

Proyek CRIC, menurutnya akan mendukung kota-kota dalam mempersiapkan rencana pembangunan perkotaan selama lima tahun ke depan, sebagai kota-kota yang berketahanan iklim dan berkelanjutan melalui analisis ilmiah, penerapan perangkat yang inovatif dan pembelajaran. Khususnya untuk memperkuat praktik tata kelola pemerintahan yang baik, mempercepat aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim melalui pemahaman yang lebih baik tentang sumber daya lokal dan masyarakat, kekompakan sosial, inklusif, kemakmuran dan kota-kota inovatif serta ketahanan iklim dan upaya pelestarian lingkungan hidup.

CRIC telah mengidentifikasi sepuluh kota di Indonesia sebagai penerima manfaat kegiatan ini, salah satunya Kota Kupang. Kota-kota lainnya antara lain Pangkal pinang, Bandar Lampung, Cirebon, Samarinda, Banjarmasin, Mataram, Gorontalo dan Ternate. Untuk itu, kepada para kepala daerah dari 10 kota tersebut diminta untuk mempersiapkan beberapa hal.

Hal pertama yang harus dipersiapkan oleh Pemkot Kupang adalah menerbitkan SK Pokja untuk kegiatan tersebut, yang melibatkan sejumlah elemen penting antara lain akademisi yang memiliki keahlian di bidang lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, para pelaku usaha yang punya perhatian terhadap pembangunan di Kota Kupang, komunitas seperti LSM/NGO yang peduli terhadap persoalan lingkungan hidup dan bencana serta pemerintah selaku pengambil kebijakan.

Hal lain yang perlu disiapkan adalah pernyataan komitmen Pemerintah Kota Kupang. Mengenai hal ini menurut Wawali, Pemkot Kupang mendapat apresiasi dari penyelenggara, karena sejak awal menunjukkan kesungguhan, “Kita diapresiasi karena menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi, wali kota dan wakil wali kota-nya ikut langsung dalam pembahasan,” kata Wawali Herman.

Pemkot Kupang bersama tim CRIC akan melakukan kajian urban analysis untuk menyesuaikan kebutuhan atau potensi masalah yang ada pada setiap kota berdasarkan isu tematik proyek CRIC. Pemkot harus menyediakan data dan informasi terkait. Karena itu Wakil Wali Kota Kupang menegaskan data dan informasi yang ada di website resmi Pemkot Kupang harus selalu diperbaharui sehingga tim lebih mudah mengakses informasi terutama data kependudukan dan keuangan daerah.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Penjabat Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Drs. Yos Rera Beka, Kepala Dinas Kominfo Kota Kupang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Kepala Bappeda Kota Kupang, Kepala BPBD Kota Kupang, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang, Kabag Hukum Setda Kota Kupang dan Kabag Kesra Kota Kupang. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans)
Editor (+rony banase)

Sebar 150 Ribu Masker Gratis, Wali Kota Kupang Ajak Warga Perangi Covid-19

171 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Kota Kupang terus melakukan upaya mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Kali ini, dilakukan dengan pembagian masker gratis bagi masyarakat seputaran Kota Kupang pada Sabtu, 18 April 2020. Aksi kemanusiaan ini langsung di bawah komando Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore.

Dilaksanakan di perempatan lampu merah (traffic light) Jalan El. Tari dan perempatan Jalan Jenderal Soeharto, depan Mapolda NTT. Turut hadir dalam aksi kemanusiaan ini, para pimpinan OPD Lingkup Pemkot dan Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Hilda Manafe Riwu Kore.

Ada pun sasaran pembagian masker bagi pengguna jalan dan warga yang melintas. Kepada awak media, Wali Kota Jefri menyampaikan wabah Covid-19 ini harus dicegah secara bersama. “Kami segenap jajaran Pemerintah Kota Kupang pada hari ini bersama turun ke lapangan untuk membagikan masker kepada masyarakat. Tujuannya adalah untuk mengajak masyarakat bersama memerangi Covid-19,” katanya.

Wali Kota Jefri saat membagikan masker kepada pengguna angkutan bemo

Ia menambahkan dalam berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Gugus Tugas, Pemkot juga telah menganggarkan dana yang cukup besar untuk menanggulangi wabah ini maupun dampak ekonomi yang dirasakan warga.

“Pemerintah Kota sendiri menyiapkan sekitar 150 ribu masker yang dibagikan kepada seluruh masyarakat Kota Kupang yang memang membutuhkan. Kami menyiasati hal ini untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menggunakan masker. Masker ini produksi lokal dan dari luar, hal ini juga bagian dari upaya kami memastikan bahwa perekonomian berjalan dengan baik,” jelasnya.

Mantan Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat ini mengatakan Pemkot telah mendistribusikan 150 ribu masker ke seluruh masyarakat yang nantinya disalurkan oleh Satgas Covid-19 yang telah terbentuk di kelurahan.

Pembagian masker kepada para pengendara roda dua

Masker yang akan dibagikan ini diprioritaskan kepada petugas medis, staf lurah, RT/RW, dan pekerja harian seperti pedagang kecil di pasar, tukang ojek, sopir, buruh harian, petugas kebersihan, juga warga yang terdampak langsung corona.

“Kami membagikan hari ini pada dua titik, tetapi juga kepada seluruh Lurah sudah mendapatkan jatahnya untuk dibagikan kepada masyarakat di setiap kelurahan,” ungkap Wali Kota Jefri.

Wali Kota Jefri mengharapkan adanya partisipasi warga, karena untuk mencegah penularan ini harus adanya kesadaran kolektif untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, “Oleh karena itu masyarakat harus selalu menjaga diri, jangan keluar rumah kalau tidak penting, selalu memakai masker dan selalu jaga jarak,” pintanya. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP Setda Kota Kupang)
Editor (+rony banase)

Pemkot Kupang Sidak Masker dan Ukur Suhu Tubuh Pengguna Angkutan Jalan

121 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man memantau jalannya operasi yang dihelat oleh Dinas Perhubungan Kota Kupang, yang mana setiap kendaraan roda dua maupun empat (umum dan pribadi), yang masuk dari luar kota diminta berhenti sejenak, kemudian semua penumpang beserta pengemudi diukur suhu tubuhnya menggunakan thermal gun.

Dilaksanakan di daerah Bimoku, Kelurahan Lasiana, yang merupakan perbatasan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang pada Jumat, 17 April 2020; upaya tersebut dilaksanakan sebagai rangkaian pencegahan penyebaran Covid-19.

Penumpang atau pengemudi yang belum menggunakan masker oleh petugas dari Dinas Perhubungan diminta untuk segera memakainya sebelum melanjutkan perjalanan masuk ke Kota Kupang.

Wakil Wali Kota Kupang dan Kadis Perhubungan saat memantau sidak masker dan pengukuran suhu tubuh pengemudi dan penumpang angkutan umum

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere, AP, M.Si. saat mendampingi Wawali Kota Kupang dalam pemantauan tersebut menjelaskan operasi tersebut sudah digelar sejak Kamis, 16 April 2020. ”Rencananya, operasi semacam ini akan digelar setiap hari hingga satu bulan ke depan, bahkan bila dibutuhkan hingga pandemi Covid-19 mereda,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang.

Tim Dinas Perhubungan yang ditugaskan dalam operasi tersebut dibagi dalam tiga sesi yakni pagi, siang dan sore. Sasaran mereka adalah para penumpang dan pengemudi yang berasal dari Kabupaten Kupang, T.T.S, T.T.U, Belu, Malaka dan Timor Leste.

Kadis Perhubungan menyebutkan,  jika ditemuan penumpang yang menunjukkan gejala Covid-19, maka pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Posko Satgas Covid 19 Kota Kupang di Kantor Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk ditangani lebih lanjut sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Dari hasil pemantauan staf Prokompim Setda Kota Kupang yang bertugas saat itu, terlihat pula beberapa pedagang masker yang memanfaatkan momen tersebut untuk menjajakan masker, sehingga para pengemudi maupun penumpang yang kebetulan kedapatan tidak mengenakan masker dapat membelinya langsung dari para pedagang tersebut. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans)
Editor (+rony banase)

Pemkot Kupang Bentuk Satgas Covid-19 Tingkat Kelurahan

542 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. mengharapkan agar Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk di setiap Kelurahan dapat berperan aktif memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah Kota Kupang.

Permintaan Wali Kota Kupang tersebut disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi terkait Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Kupang sekaligus membentuk satgas tingkat kelurahan yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man; Penjabat Sekda, Ir. Elvianus Wairata, M.Si. para Pimpinan Perangkat Daerah, Camat, Lurah dan Kepala Puskesmas lingkup Pemerintah Kota Kupang, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, pada Senin, 13 April 2020.

Jeriko, demikian sapaan akrabnya menginstruksikan agar para Camat dan Lurah bersinergi serta berkoordinasi dengan para ketua RT, RW, aparat keamanan, tokoh masyarakat, Kader PKK dan Karang Taruna di wilayah masing-masing untuk menyusun struktur Tim Satgas Covid-19 di setiap kelurahan dengan melibatkan kelompok pemuda, LSM, ormas, relawan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

“Aparat kecamatan dan kelurahan harus aktif membangun komunikasi dengan semua pihak terkait penanganan Covid-19, jika memungkinkan menggunakan platform seperti Whatsapp guna memudahkan serta mempercepat alur koordinasi,” tegas Wali Kota Kupang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes. ketika memaparkan peran tim Satgas Covid-19 tingkat Kelurahan antara lain :

Pertama, Melakukan penyampaian informasi pencegahan dan penanggulangan Covid-19 kepada seluruh anggota masyarakat dengan melalui berbagai saluran komunikasi yang tersedia di wilayah masing-masing;

Kedua, Memfasilitasi dan mendorong Para Ketua RT-RW, Kader Kesehatan, dan Lembaga Sosial Berbasis Masyarakat untuk aktif melakukan berbagai upaya pencegahan penularan Covid-19;

Ketiga, Mendorong kesiapsiagaan dan partisipasi masyarakat untuk melakukan upaya kebersihan personal dan kebersihan rumah sebagai bagian dari perwujudan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat;

Keempat, Mendorong dan mengawasi masyarakat dalam melaksanakan pembatasan kontak fisik pada berbagai sarana dan fasilitas umum yang ada di tempat keramaian seperti pasar tradisional, tempat ibadah, sarana olah raga, dan sarana rekreasi;

Kelima, Melaporkan kepada Wali Kota Kupang melalui gugus tugas terkait hal-hal yang dipandang perlu yang dianggap berpotensi meningkatkan risiko penularan Covid-19. (*)

Sumber berita (*/Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang!/Son/JM)
Editor dan foto (+rony banase)

Pemkot Kupang Terima Bantuan Material Cegah Covid-19 dari BI Perwakilan NTT

146 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. didampingi Penjabat Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si. dan Lurah Fatubesi, I Wayan Astawa menerima Bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa alat bantu cuci tangan yaitu wastafel portabel, masker, sarung tangan (hand gloves), vitamin dan hand sanitizer untuk masyarakat Kota Kupang.

Bantuan ini secara simbolis diserahkan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Perwaklian NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja pada Senin, 6 April 2020 di Kantor Lurah Fatubesi. Penyerahan bantuan ini dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyebaran Virus Covid-19 di Kota Kupang melalui pola hidup bersih yang berawal dari cuci tangan dan penggunaan masker.

Wali Kota Jefri saat melihat dari dekat wastafel portabel bantuan dari BI Perwakilan NTT

Di samping itu, Bank Indonesia Perwakilan NTT juga menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) dari Badan Musyawarah Perbankan Daerah terutama bagi para tenaga medis.

Wali Kota Kupang memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bank Indonesia Perwakilan NTT atas perhatian yang luar biasa bagi masyarakat Kota Kupang. “Kami gunakan alat ini sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat Kota Kupang khususnya kebersihan di tempat umum. Kami sampaikan terima kasih kepada pimpinan Bank Indonesia perwakilan NTT yang telah menyumbang APD bagi tenaga medis di rumah sakit yang berada di Kota Kupang,” tutur Wali Kota Jefri. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_chr/Humas Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)

Pemprov & Pemkab/Pemkot Se-NTT Siaga Dana Covid-19 Rp.272,49 Miliar

248 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang juga juru bicara gugus tugas penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. mengatakan, Pemprov NTT telah bersepakat bersama Pemkab dan Pemkot untuk menyediakan dana bagi masyarakat terdampak Covid-19.

“Benar, telah disediakan anggaran sebesar Rp.272 miliar untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Provinsi NTT,” tandas Marius saat menjawab pertanyaan reporter RRI Ende dan RRI Kupang melalui telepon seluler, pada Jumat, 3 Maret 2020.

Dana sebesar Rp.270.492.900.000,- (dua ratus tujuh puluh miliar empat ratus sembilan puluh dua juta sembilan ratus ribu rupiah) sebut Marius, kalau dirata-ratakan yaitu setiap kabupaten/kota sebesar Rp.12.380.000.000, (12,38 miliar).

“Jadi, penanggulangan Covid-19 tentu kerja sama kita semua mulai dari provinsi maupun kabupaten/kota se-NTT . Semua ini dimaksudkan untuk menjaga masyarakat kita; terutama ketahanan pangan, daya beli masyarakat kita seluruhnya. Hal ini sesuai dengan isi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 tahun 2020 tentang revisi anggaran tahun berjalan,” tegas Marius, berargumen.

Diungkapnya, sekarang total anggaran yang dibebankan 5 persen kepada Pemrov NTT yaitu Rp.272 miliar lebih. Anggaran yang sudah tersedia kata dia, Rp.150 miliar melalui APBD Provinsi NTT. “Melalui komunikasi Bapak Gubernur dengan Pimpinan DPRD NTT, kita merevisi APBD 2020 dan sisa anggaran yang kita sudah siapkan sebesar Rp.150 miliar. Sisa di pihak yang lain sebesar Rp.123 miliar,” paparnya.

Menurut dia, Pemprov NTT mengajukan sejumlah skenario berdasarkan data-data faktual yang dialami atau dimiliki oleh provinsi dan kabupaten/kota seluruh NTT. “Pertama, kita melihat total rumah tangga miskin yaitu sebanyak 480.505 kepala keluarga (KK); itu rumah tangga miskin. Kemudian total rumah tangga miskin yang tidak mendapatkan bantuan pangan non tunai sebanyak 101 ribu lebih KK. Skenarionya adalah penanggulangan ekonomi akibat Covid-19 ini yaitu bantuan langsung tunai 144 ribu lebih KK x Rp.150 ribu x 6 bulan. Berarti Rp.129.600.900.000 dengan bantuan pangan non tunai beras yaitu Rp.196 ribu KK lebih X Rp.350 ribu X 6 bulan ke depan berarti Rp.412.248.900.000 lebih; dan jumlah bantuan bagi anggota pihak teridentifikasi positif covid-19 sebanyak 1.000 lebih X Rp.500.000 X 3 miliar jadi social net akibat covid-19 ini sebesar Rp.544 miliar lebih,” ucap mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

“Apakah dana tersebut sudah termasuk pengadaan fasilitas kesehatan seperti APD (Alat Pelindung Diri) dan juga tenaga medis ?” tanya reporter. Marius menjawab, “Tidak termasuk.”

Menurut dia, sesuai arahan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu saat video konferensi bersama seluruh Gubernur se-Indonesia mengharapkan agar para Gubernur, para Bupati dan Walikota untuk fokus kepada tiga hal. Pertama, kesehatan masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19 dalam bentuk bantuan sosial (social savety net) dan kesiapan dalam menyediakan pangan dan menjamin kesiapan bahan pokok serta mengedepankan daya beli masyarakat.

“Bapak Presiden menegaskan agar Bapak Gubernur, para Bupati dan Walikota memangkas rencana belanja yang tidak prioritas di APBD dan dialihkan untuk keperluan masyarakat terdampak virus corona,” ucap Marius datar. (*)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru–Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)