Arsip Tag: Pemkot Kupang

ODP Covid-19 di Kota Kupang 14 Orang, ASN Kerja di Rumah Hingga 4 April

166 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Sejak tanggal 3—18 Maret 2020 kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Nusa Tenggara Timur NTT ada 24 orang yang sebelumnya hanya 15 orang,” terang Kadis Kesehatan Provinsi NTT, drg. Domi Minggu Mere dalam sesi update informasi tentang penyebaran Covid-19 pada Kamis, 19 Maret 2020 di Media Center Kantor Gubernur NTT.

Proses update terus dilakukan, imbuh drg Domi, sebaran ODP terbanyak berada di Kota Kupang 14 orang, Kabupaten Kupang 1 orang, Lembata 2 orang, dan Manggarai Barat 7 orang. “ Khusus ODP di Lembata dirawat di RS TC Hillers Maumere dan kita terus melakukan pembaharuan data secara terus-menerus dari waktu ke waktu,” terangnya didampingi oleh Kabiro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT, Dr. Marius Ardu Djelamu, dan Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum, Valeri Guru.

Perlu diketahui, jelas drg. Domi, bahwa tidak semua ODP diisolasi dan diobservasi di Rumah Sakit, “1 ODP di Kota Kupang saat ini berada di RS W Z Yohanes termasuk 1 (satu) ODP yang berasal dari RS Siloam,” ungkapnya.

Selain itu, beber drg. Domi, Dua hari lalu telah mengadakan rapat koordinasi termasuk dengan Perhimpunan Rumah Sakit Daerah agar semua memahami tentang kebijakan dan tata laksana Covid-19 di wilayah masing-masing.

“Hal-hal mengenai infrastruktur kesehatan termasuk kondisi di daerah agar dapat didukung oleh Pemerintah Provinsi NTT, oleh karena itu perlu dukungan dari berbagai pihak agar mereka dapat bekerja maksimal,” tandas Kadis Kesehatan Provinsi NTT.

Sementara itu, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore melalui Surat Nomor : BKPPD.443.1/357/III/2020 tanggal 19 Maret 2020 menyampaikan edaran bagi Aparatur Sipil Negara(ASN), guru dan anak sekolah terhitung 20 Maret—4 April 2020 tidak berkantor atau libur dengan melakukan tugas kedinasan dari rumah.

Namun, sebanyak 8 (delapan) dinas pelayanan publik seperti Puskesmas, Rumah Sakit, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Kebakaran, Dinas Kebersihan, Badan Penanggulangan Bencana dan Perusahaan Daerah tetap buka dengan mengatur jadwal kerja staf atau pelaksana.

Sementara, bagi pejabat setingkat Kepala Bagian, sekretaris dan Kepala Bidang, Kepala Sekolah, Camat, Sekretaris Camat, Lurah, Sekretaris Lurah, serta Bendahara tetap melaksanakan tugas di kantor sebagaimana mestinya. “Kebijakan ini sebagai tindak lanjut edaran menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi tentang sistem kerja ASN dalam upaya pencegahan penyebaran virus Covid 19 di lingkungan pemerintah,” ujar Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dalam siaran pers, Kamis, 19 Maret 2020.

Berdasarkan surat pemberitahuan tersebut, bagi ASN golongan IV dan staf atau pelaksana, guru dan anak sekolah agar pelaksanaan tugas kedinasan dengan bekerja dari rumah atau tempat tinggal terhitung 20 Maret—4 April 2020. Ketentuan mengenai sistem kerja pada perangkat daerah diatur oleh masing-masing kepala perangkat daerah.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Pemkot Kupang Gandeng Kimia Farma Racik ‘Hand Sanitizer’ & ‘Desinfectant Spray’

227 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Dalam upaya mencegah wabah Corona Virus Desease (Covid-19), Pemerintah Kota Kupang menggandeng Apotek Kimia Farma untuk melakukan inovasi dalam meracik Hand Sanitizer dan Desinfectant Spray. Hal ini dilakukan untuk menolong masyarakat kota yang kesulitan memperoleh hand sanitizer maupun disinfektan spray.

Pantauan media pada Kamis, 19 Maret 2020 sore, di hadapan Wali Kota Kupang Dr. Jefirston Riwu Kore, Branch Manager Kimia Farma, Khanif Al Fajri, S.Farm., Apt. memberikan pencerahan baru, bagaimana membuat sendiri Hand Sanitizer dan Desinfectant Spray dengan mempergunakan bahan-bahan rumah tangga seperti pewangi ruangan dan pakaian, pembersih toilet dan lantai, obat luka, alkohol serta air.

Wali Kota Kupang, memberikan apresiasi atas inovasi yang terlihat sederhana namun dapat memberikan dampak baik dalam menjawab kebutuhan masyarakat guna mensterilkan tubuh dan ruangan pada rumah tempat tinggal warga. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik dengan keadaan saat ini, namun perlu untuk ikut melakukan inovasi ini dalam kehidupan sehari-hari.

Kadis Kesehatan Kota Kupang, Dr Retno (kiri), Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore (tengah), dan Branch Manager Kimia Farma Kupang usai meracik hand sanitizer dan disinfectant spray

“Mudah-mudahan hal ini bisa dilakukan di rumah dan bisa dipergunakan, ingat ini tidak bisa dijual tapi dipakai untuk kepentingan pribadi, bapak ibu semua kalau memang kesulitan dengan bahan-bahan ini, bisa kami bantu dengan bahan yang telah diolah dan masyarakat bisa datang untuk mengambil dalam bentuk yang lebih sederhana guna dipergunakan bagi sterilisasi tangan dan ruangan rumah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, drg. Retnowati M.Kes saat diwawancarai mengatakan, hal ini dilakukan karena mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa, saat ini bahan rumah tangga untuk higenisasi mengalami kelangkaan di berbagai tempat jualan, sehingga dengan upaya ini bisa memberikan solusi agar masyarakat bisa terhindar dari terjangkitnya virus maupun bakteri.

“Oleh karena itu saya bekerja sama dengan Kimia Farma untuk membantu masyarakat guna mendapatkan Hand Sanitizer dan Desinfektan dengan mudah dari rumah tangga kita sendiri jadi kita tidak usah panik lagi karena bahan-bahan yang kita pakai itu masih ada dan kita (Dinkes) juga sudah memberikan edaran kepada seluruh pusat layanan kesehatan di Kelurahan agar dapat mengajak masyarakat untuk dapat menerapkan hal ini,” katanya.(*)

Sumber berita (*/Humas Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)

Pemkot Kupang Targetkan Bakal Bangun Enam Taman Kota di Tahun 2020

125 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemkot Kupang dalam kepemimpinan Dr. Jefritson Riwu Kore dan dr. Hermanus Man bertekad menyelesaikan pembangunan 6 (enam) Taman Kota di seputaran Kota Kupang bakal rampung di tahun 2020.

6 (enam) Taman Kota tersebut antara lain Taman Perdamaian, Taman Revolusi Mental, Taman Tagantong di depan Kantor Camat Kelapa Lima, Taman Koridor Tiga, Terminal Kupang (Kupang Square), dan Wisata Kuliner Laut di depan Hotel Aston.

Kepastian penyelesaian taman kota yang pembiayaan bersumber dari bantuan pemerintah pusat dan tidak menggunakan APBD Kota Kupang tersebut disampaikan oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore (sapaan akrab Wali Kota Kupang, red) dalam sesi Media Gathering Pemerintah Kota Kupang pada Selasa, 11 Februari 2020 pukul 16.00 WITA—selesai di Palaccio Room Aston Hotel Kupang.

Di hadapan para pemimpin media, wartawan media cetak, elektronik dan daring (online), Jefri Riwu Kore juga menyampaikan apresiasi kepada media dalam rangkaian Hari Pers Nasional 2020 dan mengacu pada Visi Misi Pembangunan Kota Kupang terkait penyelesaian masalah air bersih dengan memperkuat kelembagaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang, sembako nasional, JKN KIS bagi warga kota, bedah rumah, beasiswa bagi 3.000 anak tak mampu, pembagian seragam sekolah, kacamata gratis, penataan Pasar Kasih Naikoten dan Pasar Oeba, bantuan pemberdayaan masyarakat pinggiran, gagasan taman dan ruang terbuka hijau yang menarik.

“Pada tahun 2020 ini bakal diselesaikan taman-taman di Kota Kupang,” ujarnya yakin.

Mengenai pembiayaan pembangunan taman kota, urai Jefri, untuk tahun 2020, Pemkot Kupang berupaya membangun enam taman dengan tidak menggunakan APBD tapi bantuan dari pusat.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama oleh samuel dearthur

183 Kasus Demam Berdarah, Ini Imbauan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang

94 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Menyikapi kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Kota Kupang, Pemkot melalui Dinas Kesehatan mengeluarkan Instruksi Wali Kota Kupang nomor179/Dinkes.440.870/II/2020 tanggal 7 Februari 2020 yang menginstruksikan antara lain :

Pertama, Kepada Camat se-wilayah Kota Kupang segera mengoordinasikan dengan instansi terkait guna menyusun rencana operasional Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) demam berdarah dengue di wilayah kerja masing-masing serta melaporkan hasilnya setiap minggu kepada Wali Kota Kupang;

Kedua, Kepada seluruh Kepala Sekolah tingkat SMA/SMP/SD di wilayah Kota Kupang untuk melaksanakan pembersihan sarang nyamuk demam berdarah dan membunuh nyamuk di ruangan kelas secara swadaya karena nyamuk demam berdarah dapat menggigit pada saat anak-anak sedang dalam proses belajar di kelas. Diwajibkan kepada semua guru untuk menginformasikan kepada semua murid bahwa untuk mencegah penularan penyakit demam berdarah dengue adalah melalui pembersihan sarang nyamuk dengan cara 3M yaitu Mengubur kaleng-kaleng bekas, botol-botol bekas, tempurung kelapa, plastik bekas, ban bekas atau sampah lainnya yang berpotensi menampung air hujan, membersihkan bak mandi, tempayan air minum maupun vas/pot bunga yang terisi air minimal satu minggu satu kali serta menutup rapat-rapat tempat penampungan air di sekitar sekolah dan lingkungan rumah masing-masing serta melaporkan hasilnya kepada atasan masing-masing dan tembusannya disampaikan kepada Wali Kota Kupang; dan;

Ketiga, Kepada para Lurah di wilayah Kota Kupang untuk segera melaksanakan pembersihan sarang nyamuk demam berdarah dengue secara rutin dengan melibatkan seluruh warganya minimal seminggu sekali, dapat juga disatukan dengan gerakan jumat bersih dan melaporkan hasilnya setiap minggu kepada Camat, tembusan kepada Wali Kota Kupang.

Menurut isi instruksi tersebut, untuk membebaskan Kota Kupang dari penyakit demam berdarah dengue, semua komponen masyarakat harus bahu membahu serentak melakukan pembersihan sarang nyamuk demam berdarah dengue sedini mungkin untuk menumpas semua telur dan jentik-jentik nyamuk.

Proses fogging di salah satu rumah warga Kota Kupang

Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan Kota Kupang terhitung gencar melaksanakan pengasapan atau fogging terutama di wilayah Kelurahan yang diketahui terdapat kasus pasien tertular penyakit demam berdarah. Meskipun begitu, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan bersifat sementara serta kurang efektif karena telur dan jentik yang ada pada tempat-tempat yang berpotensi dapat menampung air hujan tidak terbunuh karena fogging dan dalam kurun waktu lebih kurang satu minggu akan menjadi nyamuk Aedes Aegypti yang siap menularkan virus dengue.

Sebelumnya, Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. memerintahkan agar jajaran Pemerintah Kota Kupang segera melakukan penanganan agar kasus demam berdarah dengue yang sudah terjadi tidak bertambah dan meluas.

“Dinas Kesehatan Kota Kupang agar memberikan prioritas tinggi kepada kasus DBD, segera keluarkan imbauan, melakukan fogging dan menyiagakan seluruh jajaran Dinkes terutama di puskesmas dan pustu guna memberi perhatian penuh dalam penanganan pasien DBD serta mencegah pasien bertambah. Camat dan Lurah terus berkoordinasi, bekerja sama dengan seluruh komponen di Kelurahan untuk melakukan pencegahan salah satunya kerja bakti bersama membersihkan lingkungan dari sarang nyamuk. Tingkatkan kewaspadaan warga masing-masing terhadap penularan DBD,” perintah Wali Kota Kupang.

Sementara Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man melalui pesan video berdurasi hampir 5 menit yang dikirim di grup whatsapp Perangkat Kecamatan menginstruksikan hal yang sama kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Kupang. Wakil Walikota Kupang bahkan mengungkapkan bahwa sudah terdapat 183 kasus DBD di Kota Kupang, 3 diantaranya yang meninggal dunia merupakan warga Kecamatan Maulafa atau daerah pelayanan Puskesmas Sikumana. Dirinya mengintruksikan serta menghimbau sebagai berikut:

  1. Lurah dan Camat mengoordinasi pelaksanaan kerja bakti membersihkan lingkungan untuk membasmi sarang nyamuk dengan cara 3 M yaitu Menguras, Mengubur dan Menutup tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk untuk memutus mata rantai penularan DBD di alam terbuka;
  2. Melakukan abatisasi massal, untuk itu Para Lurah agar mengimbau warganya masing-masing agar menerima petugas atau mahasiswa yang datang ke rumah-rumah untuk membagi-bagikan abate, kemudian tiap-tiap warga agar menaburkan bubuk abate ke dalam tempat-tempat penampungan air di rumah masing-masing. Abate dapat membunuh jentik-jentik nyamuk yang dapat berkembang di dalam bak penampungan air;
  3. Kepada warga masyarakat, jika anak atau anggota keluarga lainnya demam lebih dari 2 hari agar segera dibawa ke Puskesmas, Pustu atau Rumah Sakit untuk dilakukan deteksi penyakit Demam Berdarah Dengue;
  4. Kepada Puskesmas dan fasilitas kesehatan segera melakukan pengobatan terhadap warga yang terdeteksi mengidap penyakit Demam Berdarah Dengue sesuai prosedur penanganan yang telah ditetapkan;
  5. Kepada Dinas Kesehatan Kota Kupang dhimbau agar melakukan fogging terutama pada wilayah yang terdapat kasus DBD dan selalu memantau terkait adanya kasus DBD ini.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menambahkan bahwa waktu melakukan fogging yang baik adalah waktu di mana kondisi cuaca tidak berangin, menurutnya waktu paling baik untuk melaksanakan fogging di pemukiman warga adalah di pagi atau sore hari.

Dinas Kesehatan Kota Kupang menurut pesan di grup whatsapp yang dikirim Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Si akan melaksanakan survei jentik dan abatisasi terutama di wilayah Perumahan BTN Kolhua,

“Yang terpenting adalah gencar dan serentak melakukan pembersihan sarang nyamuk atau PSN di rumah kita masing-masing dengan cara 3M, Menguras, Mengubur dan Menutup plus segera menaburkan abate pada tempat-tempat penampungan air yang ada di rumah masing-masing. Jika ada kasus DBD di suatu wilayah harus segera dilaksanakan kerja bakti lingkungan karena kasus dimungkinkan akan bertambah kurang lebih 7 hari setelah kasus. Dan apabila ada anggota keluarga yang mengalami panas atau demam agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan,” imbau Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang yang akrab disapa Dokter Retno itu melalui pesan singkat di grup whatsapp.

drg. Retnowati, M.Si menambahkan bahwa barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan dipastikan berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk dan menghasilkan jentik-jentik yang dapat berubah menjadi nyamuk aedes aegypti dewasa serta tidak menunda-nunda atau mengobati sendiri jika ada anggota keluarga yang mengalami demam tapi segera dibawa ke fasilitas kesehatan atau Puskesmas/Putu terdekat sehingga tidak terlambat mendapat penanganan yang tepat.

Sumber berita (*/Nina Tiara—Humas Pemkot Kupang) Foto utama oleh hallosehat.com
Editor (+rony banase)

Kerja Bakti ASN & PTT Pemkot Kupang Tata Bulevar Jalan El Tari & Adi Sucipto

104 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Aparatur Sipil Negara lingkup Pemerintah Kota Kupang melaksanakan kerja bakti di bulevar sepanjang Jalan El Tari dan Adi Sucipto, pada Jumat, 24 Januari 2020. Kerja bakti itu atas instruksi Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) pada Kamis, 23 Januari 2020.

Kerja bakti tersebut untuk meratakan gundukan dan bongkahan tanah di lokasi yang akan dipercantik dengan rumput dan bunga yang akan ditanam kemudian.

Tampak sejumlah pegawai dari berbagai instansi memadati ruas jalan El Tari hingga Jalan Adi Sucipto Penfui dengan membawa peralatan seperti sekop, cangkul, garpu, sapu lidi dan karung. Kerja bakti yang dipantau langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ir. Eduard John Pelt itu dimulai sejak pukul 06.00 WITA.

Para Pimpinan Perangkat Daerah mengomandoi pegawai masing-masing agar bekerja sama meratakan tanah sesuai kaveling yang sudah dibagi sebelumnya. Tampak Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Ernest S. Ludji, SSTP, M.Si, Camat Oebobo, Matheos A. H. T Maahury, Kepala Bagian Kerjasama, Johanes Assan, juga para pimpinan perangkat daerah lainnya yang juga turun langsung melaksanakan instruksi Wali Kota Kupang di lokasi yang telah ditentukan.

Sebelumnya Wali Kota Kupang mengatakan bahwa lokasi bulevar jalan El Tari, Frans Seda dan jalan Adi Sucipto ditimbun oleh tanah hitam agar bisa ditanami bunga dan rumput, lokasi tersebut akan ditata menjadi ikon kebanggaan Kota Kupang.

Jefri Riwu Kore yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPR RI itu menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran dan ASN Pemerintah Kota Kupang yang telah turut bagian dalam aksi nyata membangun Kota Kupang, dirinya berharap agar semangat perubahan ke arah yang lebih baik seperti slogan ‘Ayo Berubah’ terus dilakukan agar menjadi kebiasaan yang berdampak positif bagi daerah dan masyarakat Kota Kupang.

Untuk diketahui bahwa lokasi bulevar tersebut selama ini dibiarkan terbengkalai tanpa diurus. Wali Kota Kupang yang akrab dengan sapaan Jeriko berharap dengan adanya pengurukan tanah yang dilakukan ASN tersebut, maka pekerjaan seperti itu tidak perlu menggunakan dana APBN atau APBD melainkan swadaya ASN dan bantuan pihak ketiga. (*)

Sumber berita (*/PKP_sny)
Editor (+rony banase)

IKKON Kupang & Perajin Tenun Penkase, Hasilkan Pewarna Alam & Tenun Khas

228 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Tim Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) Kupang melaksanakan Tanabae Festival 2019 yang merupakan wujud akuntabilitas publik dari tim IKKON kepada masyarakat Kota Kupang.

Kegiatan yang dilangsungkan di alun-alun Subasuka Cafe and Restoran, dimeriahkan oleh pameran berbagai hasil kreasi kolaborasi IKKON Kupang dengan setiap stakeholder kreatif di Kota Kupang.

Pada Tanabae Festival 2019, IKKON Kupang yang berkolaborasi dengan Perajin tenun dari Penkase Oeleta, memamerkan hasil tenun dengan warna yang berbeda dari tenun sebelumnya.

Desainer Produksi IKKON Kupang, Wisnu Purbandaru yang ditemui media ini di stan pameran hasil tenun Mama-mama dari Penkase mengatakan bahwa tim IKKON Kupang memberikan workshop kepada para perajin tenun pada beberapa bulan lalu, terutama terkait penggunaan warna alami.

“Sebenarnya mereka (perajin tenun), sudah tahu warna-warna alami itu, tapi mereka berpikir bahwa itu mahal dan akhirnya ditinggalkan. Mereka memilih menggunakan benang yang dijual di toko,” jelas Wisnu.

Setelah bertemu dan bertukar pikiran, lanjut Wisnu akhirnya masyarakat perajin tenun kembali menggunakan pewarna alam yang sudah ada dan membuat beberapa motif baru.

“Setelah workshop, kita sama-sama membuat pewarna alam tersebut lalu kita gunakan serta kita buat motif baru yaitu daun sepe,” ujarnya.

Deretan tenun khas yang dipamerkan dalam Festival Tanabae 2019

Sebelum bertemu Tim IKKON Kupang, para penenun menggunakan benang-benang yang dijual di toko-toko dengan berbagai warna. Dan harga jual untuk 1 selendang yang dibuat itu berkisar antara Rp.30.000—40.000,- saja.

“Pewarna alam itu digunakan pada benang katun. Jadi dari hasilnya, bisa dijual 1 selendang seharga Rp.100.000—200.000,-saja,” tutur Wisnu.

Bahkan hasil tenun kolaborasi tersebut, sudah dibawa dan dipamerkan pada Festival Bekraf di Solo dan animo pengunjung saat itu sangat tinggi serta hasil tenunan tersebut banyak menuai pujian.

Sementara itu, Elizabeth Selly selaku desainer tekstil tim IKKON Kupang, di sela-sela kesibukannya menjelaskan kepada para pengunjung yang melihat hasil kreasi tersebut mengatakan bahwa ada kurang lebih 8 (delapan) warna alam yang mereka hasilkan.

“Warna alam yang ditemukan dari tanaman sekitar 8 warna, yaitu merah sepe, lembayung, biru langit, coklat, kuning, hitam, warna gading sama warna krem,” jelas Elizabeth.

Elizabeth menjelaskan bahwa dari satu tanaman bisa menghasilkan beberapa warna tergantung campuran yang diberikan. “Tanaman yang digunakan yang itu-itu saja, seperti kulit pohon mahoni dan kulit pohon burung atau pohon secang. Warnanya tergantung dicampur dengan apa. Kalau dicampur dengan tawas itu akan menghasilkan satu warna, kalau dengan kapur itu warnanya berbeda lagi,” ujarnya.

Selain tanaman-tanaman tersebut, untuk pewarna alami digunakan bisa menggunakan kunyit dan pohon kersen. Elizabeth menjelaskan bahwa pihaknya dalam memilih warna selalu menyesuaikan dengan bahan alam yang ada, sehingga yang tidak bisa ditemukan tidak digunakan.

“Warna yang sulit ditemukan adalah warna biru, tapi akhirnya kami berhasil mendapat warna biru langit,” tuturnya.

Dirinya pun mengungkapkan adanya kemungkinan muncul lapangan pekerjaan baru serta mampu mendongkrak perekonomian masyarakat, yaitu dengan produksi pewarna alam tersebut. “Bisa jadi. Karena dari Dekranasda juga memberikan bimbingan terkait pembuatan warna juga. Dan instruktur warna dekranasda pastinya banyak memberikan ilmu bagi masyarakat, “ jelas perempuan cantik asal Denpasar itu.

Elizabeth juga berterima kasih karena melalui kolaborasi tersebut dirinya juga belajar banyak hal dari Mama-mama perajin tenun di Penkase terkait warna alam dari bahan-bahan alam. “Saya memberikan ilmu desain, tapi saya juga belajar ilmu pewarna dari mama-mama di Penkase. Kita saling bertukar, itulah proses kolaborasi kita, “ pungkas Elizabeth.

Nama festival ‘Tanabae’ merupakan bahasa Kupang, dalam bahasa Indonesia baku ‘Tanah baik’, yang sebenarnya ingin disampaikan oleh tim IKKON Kupang bahwa Kupang adalah daerah yang penuh potensi. Biasanya orang-orang Kupang mengatakan ‘bae sonde bae tanah Kupang lebe bae’. Biar tanah lain lebih baik, tanah Kupang tetap lebih baik. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Perluas Jangkauan Pelayanan, Bank MAS Buka Kantor Cabang Ke-35 di Kupang

314 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank MAS Kantor Cabang Kupang resmi dibuka pada Kamis, 17 Oktober 2019, di Jalan Sudirman No. 88 Kuanino Kupang. Dengan dibukanya Kantor Cabang Kupang, merupakan kantor cabang yang ke-35 di seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Bank Mas Danny Hartono dalam sambutannya. Dirinya menjelaskan bahwa kehadiran Bank MAS di Kupang tentunya makin memperluas jangkauan usaha Bank MAS.

“Pembukaan kantor cabang baru ini, merupakan rangkaian program kerja Bank MAS di tahun 2019, setelah sebelumnya membuka kantor cabang pembantu di Bekasi, Jawa Barat pada bulan Agustus 2019. Seluruh kegiatan ini dimaksudkan untuk semakin memperkuat jaringan operasional Bank MAS dan akan terus berlanjut di tahun-tahun ke depan, “ jelas Donny.

Donny juga menceritakan sejarah Bank MAS yang mulai beroperasi sejak tahun 1992, dan telah mempunyai izin untuk beroperasi sebagai Bank Devisa pada bulan Juni 2016. Lanjutnya, pada Maret 2019, Bank MAS ditunjuk sebagai Bank Persepsi sehingga dapat melayani pembayaran pajak.

“Jaringan cabang Bank MAS tersebar di wilayah Jakarta, Surabaya, Malang, Semarang, Kudus, Solo, Lampung, Medan, Palembang, Banjarmasin dan kini di Kupang,” ujarnya.

Direktur Utama Bank Mas, Donny Hartono (berbatik keemasan) berbincang dengan Assisten III Pemkot Kupang

Donny menjelaskan bahwa alasan pemilihan Kota Kupang sebagai salah satu kantor cabang di Indonesia Timur karena data statistik yang diperoleh pihaknya, karena Kota Kupang terus bertumbuh dan berkembang serta memiliki perkembangan bisnis yang baik. Hal tersebut dinilai cocok untuk Bank MAS dalam mengembangkan usaha sektor komersial.

“Kota Kupang dipilih sebagai lokasi kantor ke-35 karena merupakan salah satu kota yang terus bertumbuh dan berkembang di wilayah Indonesia Timur dan memiliki potensi perkembangan bisnis yang baik. Dan hal ini tentunya sesuai dengan pangsa pasar Bank MAS, yang mengembangkan usahanya di sektor komersial dengan tetap memperhatikan sektor UKM,” tutur Donny.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah NTT, Muhammad Helmy Yahya dalam sambutannya menyebutkan bahwa Bank MAS merupakan salah satu bank yang diawasi dan diatur oleh OJK, sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang OJK Nomor 11 Tahun 2011.

“Dengan dibukanya Bank MAS cabang Kupang, melengkapi jumlah Bank Umum yang sebelumnya berjumlah 21 menjadi 22 Bank Umum yang dibuka di Kota Kupang, yang terdiri dari 58 kantor cabang menjadi 59 kantor cabang,” jelas Yahya.

Pihaknya berharap bahwa dengan dibukanya Bank MAS ini, bisa membantu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat NTT. “Berdasarkan data yang kami peroleh, inklusi keuangan di NTT baru mencapai 62,8 persen dari yang kita targetkan 70 persen. Dan dibukanya Bank MAS ini dapat membantu mendorong inklusi masyarakat NTT, “ ujar Yahya penuh harap.

Sementara itu, Asisten III Setda Kota Kupang, John Pelt menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Bank MAS yang bersedia membuka kantor cabang di Kota Kupang yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Kupang.

Dirinya juga menjelaskan bahwa Kota Kupang mempunyai visi yaitu terwujudnya Kota Kupang yang Layak Huni, Cerdas, Mandiri dengan tata kelola bebas KKN. Lanjutnya kata kunci mandiri menunjukkan bahwa bagaimana mengembangkan ekonomi dengan kemampuan di daerah ini, bukan berarti tidak mengharapkan dukungan dari luar daerah.

“Di dalam misi yang kedua yaitu pengembangan ekonomi dengan meningkatkan peran serta (pihak) swasta. Oleh sebab itu dengan dibukanya kantor cabang Bank MAS ini, tentunya menjadi sesuatu yang baik bagi pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, “ jelas Pelt.

Pada kesempatan tersebut hadir pula Owner Wings Group, Alex Tanoyo yang merupakan pemegang saham terbesar pada Bank MAS, Direktur Marketing Bank Mas, Feli Retnowati, Head Area Bisnis, Andreas Andi Rahadi, Kepala Team Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Satuan Administrasi Bank Indonesia (BI), Edi Junedi dan para calon nasabah yang sudah siap menabung di Bank MAS cabang Kupang. (*)

Penulis dan foto (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Setelah 138 Tahun, Wajah Baru Kantor Lurah Oeba Bakal Ada di Desember 2019

103 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Kantor Lurah Oeba Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur bakal mempunyai wajah baru berupa konstruksi bangunan 2 (dua) lantai dan dipastikan bakal ada dan tampak pada Desember 2019.

Hal itu disampaikan oleh Lurah Oeba, kepada media pada Jumat, 6 September 2019 pukul 10.00 WITA di sela-sela pembersihan areal Kantor Lurah Oeba untuk selanjutnya dibongkar dan dimulai tahap pembangunan gedung baru bernilai Rp.1,1 Miliar yang akan dikerjakan oleh CV Teguh Karya dengan Direktur, Laasar Banoet.

“Dengan hadirnya Kantor Lurah baru bakal meningkatkan semangat kerja RT/RW dan teman-teman perangkat Kelurahan Oeba dapat berinovasi lebih baik dan Oeba tidak hanya memperoleh gedung baru namun termasuk layanan baru bagi warga Kelurahan Oeba,” ujar Lurah Oeba, Geregorius E. Rohi, S.STP.

Bentuk layanan, jelas Lurah Greg sapaan akrabnya berupa Pelayanan Berbasis Data Penduduk secara daring atau online (Sodamolek,red) yang bakal tersedia selama 24 jam di luar jam kantor dan tetap dikontrol oleh RT/RW.

“Pembangunan Kantor Lurah Oeba juga merupakan bentuk secara fisik dan merubah pola pikir (mindset),” ucap Lurah Oeba ke-16 ini kepada Garda Indonesia.

“Kantor Lurah Oeba bakal dikerjakan dengan waktu pelaksanaan 115 hari kalender sejak 6 September—26 Desember 2019 dan bakal ditempati pada April 2020 dan diresmikan oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore,” tuturnya.

Kantor Lurah Oeba saat direhab pada tahun 1980-an

Sebelumnya, jelas Lurah Oeba, menurut informasi sejak berdirinya pemerintahan Oeba pada tahun 1881, gedungnya hanya berupa bangunan sederhana dari bebak (*sejenis bahan bangunan kayu yang berasal dari pelepah Pohon Gewang) dan pembangunan fisik kantor Lurah Oeba berbentuk permanen dilaksanakan pada tahun 1962 pada masa jabatan Kepala Desa Welem Ayub Taulo masa bakti 1944—1967 dan untuk rehab terakhir, terang Lurah Greg dilakukan pada tahun 2006.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat dan Ketua LPM Kelurahan Oeba, Drs. Matheos Male menyampaikan perasaan senang karena ada perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dan merupakan kebanggaan bagi Warga Oeba. “Tentunya gedung dengan wajah baru dapat mempengaruhi semangat kerja para ASN dan perangkat RT/RW dan LPM,” bebernya.

Sebagai informasi tambahan, berikut daftar nama para Temukung, Kepala Desa / Lurah yang pernah memimpin di Kelurahan Oeba sejak tahun 1881—sekarang :

  1. Tahun 1881—1910, Junus Dethan;
  2. Hendrik Jesua, 1910—1929;
  3. Simon Ndoen 1929—1942;
  4. Thomas Dethan 1942—1944;
  5. Welem A Taulo 1944—1967;
  6. E.E. Pello 1967—1972;
  7. Jap H Taulo 1972—1987;
  8. Drs. R Izaach (caretaker) 1987—1988;
  9. Drs. Z Miramangi Hingga Juli 1988;
  10. W.H.Baoen Juli 1988—Maret 1995;
  11. Benyamin Ndun, S.H. 20 Maret 1995—Februari 1999;
  12. Agus Ririmasse, Ap. 6 Februari 1999—31 Juli 2000;
  13. Orson G Nawa, S.H. 15 Desember 2000—Oktober 2004;
  14. Julianus Benu, S.Sos. Oktober 2004—Januari 2008;
  15. Maria A Salensi, S.E. Desember 2008—Desember 2018;
  16. Geregorius E. Rohi, S.STP. Desember 2018—sekarang.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)