Arsip Tag: pulau sumba

Bupati & Wabup SBD : Kami Akan Jadikan Sumba Barat Daya ‘Iconic Island’

341 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bupati Sumba Barat Daya, dr.Kornelis Kodi Mete dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Marthen Kristian Taka, S.IP. menyampaikan program 100 hari kerja sejak dilantik oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat hingga Desember 2019.

“Kami punya cita-cita supaya masalah terkini yang rakyat rasakan kalau bisa dapat berkurang dimulai dari lingkup internal birokrasi hingga disekitarnya,” janji Bupati dan Wakil Bupati SBD saat jumpa pers bersama awak media di Restoran Nelayan Kupang pada Minggu, 8 September 2019 petang.

Masalah lain yang akan dibereskan seperti masalah Dana Desa (DD) yang selama ini banyak yang bermasalah. “Kami juga berkeinginan semua desa bercahaya, desa berair, desa yang berkekuatan pangan, desa aman, desa tenteram, desa pintar & sehat dan desa pariwisata dalam 100 hari,” jelas Bupati Kodi Mete.

Begitupun desa bercahaya, Kodi Mete berkeinginan selama 5 tahun kepemimpinan mereka ke depan semua rumah penduduk bercahaya atau dapat terpasang jaringan listrik.

“Mimpi kami adalah menjadikan Sumba Barat Daya sebagai Iconic Island dengan energi terbarukan, itu mimpi yang lalu, dan sekarang kami ulangi lagi mimpi itu dengan gerakan cerdas dengan melakukan kemitraan semua komponen dengan memanfaatkan tenaga surya, tenaga angin, tenaga air, dan bio masa,” ujar Mantan Kadis Kesehatan Provinsi NTT ini.

“Sumba Barat Daya mempunyai potensi pariwisata yang luar biasa seperti budaya dan alam yang luar biasa dan kami akan akan melakukan kemitraan,”ungkapnya.

Sementara di bidang pendidikan, pihaknya akan membuat program desa pintar, sehingga semua orang SBD menjadi cerdas. Karena itu, jajaran birokrasi yang ada harus menjadi contoh untuk mengantarkan rakyat menjadi manusia-manusia yang cerdas.

Bupati dua periode ini mengakui, daerahnya masih banyak yang buta huruf karena tidak sekolah.

“Sekarang buta huruf masih banyak dan itulah masalah terkini dan kami mengajak semua komponen untuk memberantas soal ini,” tandasnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Maskapai Garuda Indonesia Segera Kembali Beroperasi di Pulau Sumba

966 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) didampingi Wakil Gubernur Josef A Nae Soi (JNS), melakukan tatap muka dengan pihak Garuda Indonesia di ruang kerja gubernur pada hari Rabu, 4 September 2019.

Gubernur Viktor Laiskodat meminta agar pihak Garuda Indonesia ikut terlibat dalam pembangunan di NTT.

“Saya pastikan kedepan NTT akan berkembang pesat, karena memiliki potensi yang luar biasa kaya, yang saat ini sedang dikerjakan dengan serius. Bahkan kami akan mengekspor ikan mentah ke luar negeri, sehingga sebagai gubernur saya minta agar pihak Garuda Indonesia mampu terlibat aktif dalam pembangunan di NTT,” pintanya.

“Tahun depan NTT juga akan memiliki 2 (dua) bandara internasional, El Tari Kupang dan Komodo di Labuan Bajo. Garuda harus tetap meningkatkan kualitas pelayanan agar mampu bersaing dengan maskapai lain yang akan berada di 2 bandara internasional ini,” sambung gubernur.

Viktor Laiskodat juga meminta agar maskapai ini melayani penerbangan ke daratan sumba.

“Saat ini sumba menjadi pilihan kunjungan dari para wisatawan, baik dalam maupun luar negeri. Saya sangat mengharapkan agar Garuda segera memikirkan penerbangan ke sana, karena menurut para wisatawan, Garuda masih menjadi armada yang sangat nyaman untuk digunakan,” ungkap Pria asal Pulau Semau ini.

Sementara itu Wakil Gubernur NTT Josef A Nae Soi menceritakan pengalamannya saat ditanya oleh para wisatawan di Pulau Sumba.

“Ketika berkunjung ke sumba, saya pernah ditanya oleh beberapa wisatawan, berkaitan dengan tidak beroperasinya lagi Garuda Indonesia dari dan ke pulau sumba, saat itu saya katakan bahwa mereka (garuda) akan kembali ke sini dalam waktu dekat,” kata Nae Soi dan langsung diamini oleh Ngakan Septigraha selaku Regional CEO Jawa, bali dan Nusa Tenggara.

Sementara itu, Ngakan Septigraha bejanji akan segera berkoordinasi dengan pihak di pusat agar segera membuka kembali penerbangan ke Pulau Sumba. (*)

Sumber berita (*/Sam Babys/Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

Waingapu Jadi Kota Ketiga Penentu Inflasi di NTT

85 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Di tahun 2019, Kota Waingapu, Ibu Kota Kabupaten Sumba Timur menjadi Kota Ketiga penentu laju inflasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kepastian Kota Waingapu menjadi Kota Ketiga Penentu Laju Inflasi disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Maritje Pattiwaellapia saat jumpa pers bersama awak media di Ruang Telekonferensi, Senin, 10 Juni 2019

“Nanti akan dipersiapkan 1 (satu) lagi Kota Waingapu sebagai Sister City untuk daratan Sumba. Mudah-mudahan dalam tahun ini (2019)”, ujar Maritje

Saat ini patokan penentu laju inflasi di Provinsi NTT masih menggunakan Kota Kupang sebagai sister city untuk Daratan Timor dan Sumba dan Kota Maumere sebagai sister city untuk Daratan Flores

Lanjutnya, Kita juga akan memperbaiki tahun dasar untuk Indeks Harga Konsumen (IHK) menggunakan Tahun Dasar 2018
“Karena inflasi yang setiap bulan kita rilis saat ini masih menggunakan Tahun Dasar 2012”, ungkap Maritje

Masih menurut Maritje, Jadi jika kita bandingkan Indeks Harga Konsumen sebesar sebesar 134,98 pada bulan Mei 2019 dibanding dengan tahun dasar sekarang ada kenaikan sebesar 34 persen

“Misalnya dulu beras pada tahun 2012 seharga 8 ribu naik sebesar 34 persen dan bakal berubah lagi jika dihitung berdasarkan tahun dasar 2018”, pungkasnya.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto by travelingyuk.com

84 Desa Baru di NTT Bakal Menikmati Jaringan Listrik

398 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kabar gembira bagi desa-desa di sejumlah kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur; dalam tahun anggaran 2019, PLN akan membangun jaringan listrik lagi bagi 84 desa dengan sebaran di Pulau Flores sebanyak 51 dari 256 desa baru untuk tahap pertama hingga bulan April 2019 dan di Pulau Timor dan Sumba sebanyak 33 dari 247 desa sudah ditandatangani kontrak kerjanya.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT Ignatius Rendroyoko (Selasa, 21/05/19) mengatakan bahwa pembangunan ini bertujuan meningkatkan rasio elektrifikasi akan naik menjadi 90 persen pada akhir tahun 2019 dari jumlah sebelumnya sebesar 71 persen per Maret 2019. Ia mengatakan bahwa angka rasio elektrifikasi akan terus ditingkatkan setiap tahun menjadi 100 persen. Sehingga seluruh rumah di setiap desa akan dialiri listrik atau sudah berlistrik.

“Itu artinya untuk tahap pertama, jika seluruh pekerjaan berjalan lancar, maka masyarakat pada 84 desa itu akan segera menikmati listrik”, ujar Ignatius

Lanjutnya, Untuk memperlancar dan mempercepat pelaksaan pembangunan jaringan distribusi ke desa-desa baru sangat bergantung pada kerja sama masyarakat dan aparat desa masing-masing. Misalnya, masyarakat bekerja sama merelakan penebangan pohon-pohon yang dilewati jaringan listrik, atau mengijinkan lokasi untuk menanam tiang listrik.

Penanggung jawab program listrik perdesaan di PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, Manager UPPK (Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan) Flores, Simi Lapebesi mengakui bahwa sebanyak 51 desa dengan Para Kontraktor Pelaksana saat ini sudah mempersiapkan diri untuk segera memulai pekerjaannya

Pemasangan jaringan distribusi listrik oleh petugas

Adapun sebaran lokasi desa dan kabupaten dengan jaringan listrik baru diantaranya :

Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 27 desa, yakni Desa Poco Lia, Pocong, Lento, Deno, Leong, Golo Wune, Compang Laho, Lenang, Melo, Golo Ndari, Watu Lanur, Compang Weluk Kecamatan Poco Ranaka, Desa Satar Punda, Nampar Tabang Dan Desa Liang Deruk, Satar Punda Barat, Satar Kampas Dan Satar Padut Kecamatan Lambaleda, Desa Ngampang Mas, Dan Desa Balus Permai, Ranamasak, Kecamatan Borong, Desa Compang Kantar, Desa Satar Lahing Dan Desa Lalang, Torok Golo, Kecamatan Ranamese dan Desa Golo Rengket Dan Desa Wangkar Weli di Kecamatan Pocoranaka Timur

Kabupaten Manggarai sebanyak 9 desa di Desa Desa Golo Ncuang Desa Golo, Barang, Pinggang, Perak, Beamese Lando, Kecamatan Cibal dan Desa Ruis dan Robek,Kecamatan Reok

Kabupaten Manggarai Barat, di Kecamatan Lembor, di Desa Pondo, , Kecamatan Lembor Selatan di desa Modo dan Wae Mose.

Untuk Kabupaten Ende, jaringan distribusi akan dibangun di Desa Reka, Kecamatan Ndona, Desa Jeo Dua, Kecamatan Detukeli. Sedangkan di Kecamatan Wewaria, masih di Kabupaten Ende, jaringan listrik akan dibangun di Desa Nuangenda, Wolomuku, Detubela dan Desa Wolooja

Sedangkan di Kabupaten Nagekeo, tahap awal tahun 2019, akan dibangun di Desa Rendubutowe, Wajomara dan Desa Renduteno di Kecamatan Aesesa Selatan dan Desa Focolodorawe dan Desa Nagerawe di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo.

Dan di Kabupaten Sikka, listrik akan segera dibangun di Desa Watumerak, Kecamatan Doreng. Serta tiga desa lagi, yakni Desa Parumaan, Kojadoi dan Desa Kojagete di Kecamatan Alok Timur.

Sementara dibawah Pengawasan UP2K Kupang yang membawahi Pulau Timor dan Pulau Sumba, yakni Manajer UPPK Kupang, Joko Martono mengakui bahwa sebanyak 33 dari 247 desa untuk tahun 2019 sudah ditandatangani juga kontraknya.

Di antaranya, di Kabupaten Sumba Timur sebanyak 6 desa, yakni, Desa Karita dan Desa Kuki Talu, di Kecamatan Tabundung. Kemudian di Desa Kataka dan Matawai Maringgu di Kecamatan Kahaungu Eti. Serta di Desa Matawai Amahu dan Lailara, Kecamatan Katala Hamu Lingu.

Kabupaten Timor Tengah Selatan ada 15 desa, di Kecamatan Fautmolo, di Desa Nunukhniti, Desa Sillu, Desa Bileon, Kecamatan Fautmolo, dan Desa Besle’u. Juga di Desa Sini, Kecamatan Amanuban Tiimur. Sedangkan di Kecamatan Ki’e, masih di Kabupaten Timor Tengah Selatan, jaringan listrik akan dibangun di Desa Pilli dan Desa Falas. Di Kecamatan Noebeba ada 5 (lima) desa yaitu Desa Teas, Desa Oe’ekam, Desa Naip, Desa Oepliki dan Desa Fatutnana. Serta di Desa Kot’olin, Desa Hoibeti dan Desa O’obibi di Kecamatan Kotolin.

Kemudian di Kabupaten Malaka ada 4 desa di Kecamatan Rinhat, yaitu Desa Nanin, Desa Weain, Desa Alala dan Desa Nanebot.

Untuk Kabupaten Rote Ndao, jaringan distribusi akan dibangun di Desa Mbueain, Kecamatan Rote Barat, dan Desa Oebela, Kecamatan Rote Barat Laut.

Sedangkan di Kabupaten Kupang, tahap awal tahun 2019, akan dibangun di Desa Tanini dan Desa Oenailneno di Kecamatan Takari

Dan di Kabupaten Alor, jaringan akan segera dibangun di Desa Alila, Kecamatan Alor Barat Laut. Kemudian tiga desa lagi, yakni Desa Talwai dan Desa Tasi di Kecamatan Lembur serta Desa Kenarimbala, Kecamatan Alor Timur Laut. (*)

Sumber berita (*/Humas PLN UIW NTT)
Editor (+rony banase)