Arsip Tag: pulau sumba

Waspada Banjir ROB Pesisir Pantai di Pulau Sumba dan Sabu Raijua

298 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Usai diterjang oleh Badai Siklon Tropis Seroja, Pulau Sumba dan Sabu Raijua bakal menghadapi fenomena banjir pesisir (ROB) yang diprediksi oleh BMKG bakal pada rentang waktu pada Jumat—Senin, 10—12 April 2021.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/11/hilang-lima-hari-dua-nelayan-sabu-raijua-pulang-dengan-selamat/

Peringatan dini Banjir Pesisir (ROB) dirilis oleh BMKG pada Jumat, 10 April 2021, menyampaikan akibat adanya aktivitas pasang surut air, dan kondisi gelombang tinggi dapat mempengaruhi dinamika pesisir di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berupa banjir pesisir.

Banjir ROB ini bakal berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam, dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan.

BMKG pun mengimbau masyarakat yang berdomisili di pesisir pantai yang bakal terdampak yakni di pesisir selatan Pulau Sumba dan pesisir Pulau Sabu Raijua, untuk selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak dari Banjir Pesisir (ROB), serta memperhatikan perkembangan atau update informasi cuaca maritim dari BMKG melalui call center 0380-8561910 atau dapat mengakses https://peta-maritim.bmkg.go.id atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh wartabromo.com

“Sumba Untuk Indonesia” PJCI Dukung Pemprov Bangun Listrik Tenaga Surya

343 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) pada Jumat, 25 September 2020, mengadakan audiensi dengan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), untuk mendukung terwujudnya inisiatif Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sumba sebesar 20.000 MW dan kabel bawah laut yang akan menghubungkan Provinsi NTT sebagai pusat pembangkitan energi surya dengan Pulau Jawa dan Bali sebagai pusat beban di Indonesia.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/09/09/pulau-sumba-bakal-jadi-pemasok-listrik-energi-terbarukan-ke-jawa-dan-sumatra/

PJCI menyambut baik keinginan Gubernur NTT untuk menjadikan Provinsi NTT, khususnya Pulau Sumba, sebagai pusat pembangkitan energi surya (matahari). Sebagai asosiasi yang telah lama bergerak di bidang energi terbarukan dan jaringan cerdas, PJCI juga melihat potensi Pulau Sumba sebagai produsen energi surya.

“Untuk Pulau Sumba, atau Provinsi NTT umumnya, PLTS mampu beroperasi sepanjang 5—6 jam sehari. Sebagai perbandingan, di DKI Jakarta operasional optimal PLTS sehari berkisar antara 3—4 jam,” ujar Eddie Widono, Pendiri dan Ketua Pembina PJCI sembari menyampaikan secara internal telah mendeklarasikan inisiatif ini dengan nama Sumba Untuk Indonesia, di mana dampak yang diberikan, baik dampak secara ketenagalistrikan, ekonomi, maupun pengembangan industri.

Lebih lanjut, Eddie Widiono menambahkan bahwa pembangunan kabel bawah laut yang menghubungkan Pulau Sumba hingga Pulau Jawa merupakan tren yang terjadi secara global, dimana lokasi yang memiliki potensi pembangkitan energi terbarukan berada jauh dari lokasi pusat beban.

Uni Eropa, imbuh Eddie, telah memiliki inisiatif European Super Grid sejak lama, dimana terjadi keterhubungan antara potensi energi terbarukan dengan pusat beban. China dengan State Grid juga melakukan hal yang serupa, di mana potensi energi surya berada di daerah gurun yang dihubungkan menggunakan jaringan interkoneksi High Voltage Direct Current (HVDC) menuju kota-kota besar sebagai pusat beban.

Pada audiensi dengan perwakilan PJCI, Gubernur NTT juga menyampaikan keinginannya supaya inisiatif PLTS Pulau Sumba dan interkoneksi bawah laut turut memberikan dampak ekonomi bagi Pulau Sumba, khususnya, dan Provinsi NTT pada umumnya. PJCI menyampaikan bahwa pembangunan pembangkitan listrik energi terbarukan skala besar telah diakui memiliki manfaat langsung terhadap pertumbuhan pekerjaan dan pengembangan ekonomi.

National Renewable Energy Lab (NREL) di Amerika Serikat, ungkap Eddie, telah menyusun model Jobs and Economic Development Impact (JEDI) model yang mencoba menguantifikasi dampak dari pembangunan pembangkit energi terbarukan. “Kami mengusulkan kepada Gubernur untuk turut bekerja sama dengan organisasi global yang berfokus kepada pembangunan ekonomi, misalnya dengan UNDP, dalam pengembangan model ekonomi dari pembangunan PLTS skala besar di Sumba,” ujarnya menutup diskusi.

Sejalan dengan nota kesepahaman yang dibuat antara PJCI dan Gubernur NTT, PJCI telah mengumpulkan tim teknis lintas disiplin yang akan bekerja menyusun dokumen dan merangkul berbagai pemangku kepentingan terkait dalam mendorong inisiatif Sumba Untuk Indonesia. (*)

Sumber berita (*/tim media)
Editor (+rony banase)
Foto utama oleh idntimes

Pulau Sumba Bakal Jadi Pemasok Listrik Energi Terbarukan ke Jawa dan Sumatra

1.865 Views

Sumba-NTT, Garda Indonesia | Saat kunjungan kerjanya ke Pulau Sumba pada Senin, 7 September 2020, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengungkapkan satu potensi besar yang dimiliki oleh Sumba adalah panas matahari yang terbaik di Indonesia untuk energi listrik. Potensi besar tersebut untuk pengembangan pertanian, peternakan dan industri di Sumba.

“Ini hasil penelitian para ahli. Para peneliti bilang tenaga mataharinya sangat sempurna. Dari seluruh pulau di Indonesia, pulau ini punya tingkat panas paling baik sepanjang tahun. Ini potensi listrik dari energi baru terbarukan,” jelas VBL.

Gubernur mengungkapkan, lima tahun lagi, produk-produk industri yang pakai energi fosil sulit diterima lagi. Harus pakai energi baru terbarukan. Satu-satunya yang paling cepat untuk pasokan pengembangan listrik nasional adalah energi matahari.

“Tempat yang paling pas dan tepat untuk ini adalah pulau sumba, sekali lagi pulau sumba. Bisa memasok energi listrik dengan energi baru terbarukan untuk Jawa dan Sumatera. Akan dibuatkan 20 ribu mega watt, start pertama 2.000 mega watt. Kabelnya tarik dari sini sampai pulau Payton, ujung Surabaya,” jelas VBL.

Untuk menyukseskan ini, jelas VBL, Pemerintah Provinsi bersama PLN dan para peneliti akan serahkan proposal langsung ke Presiden. Sesuai permintaan presiden, penggunaan energi baru terbarukan harus mencapai 30 persen sampai akhir pemerintahannya. Sementara, saat ini penggunaan energi baru terbarukan sekitar 2 persen lebih.

“Ini peluang kita. Kita harus upayakan sebelum akhir masa jabatan presiden, proyek ini harus sudah dikerjakan. Listrik sudah tidak ada masalah lagi dan malahan kita bisa jual potensi ini ke daerah lain,” jelas Gubernur.

Di akhir sambutannya, VBL meminta agar masyarakat menanggapi berita gembira ini secara positif. Masyarakat dihimbau untuk tidak jual tanah di pinggir pantai.

“Jangan jual, nanti kita sudah punya listrik sendiri. Orang semua datang. Kita boleh punya banyak binatang, tapi kalau tanah dijual dan orang bangun hebat-hebat, kita tidak bisa buat apa-apa. Tolong jangan jual tanah,” pinta Gubernur Viktor.

Gubernur VBL kembali menegaskan saat kunjungan kerja di Kabupaten Sumba Timur pada Rabu, 9 September 2020, “Tiga tahun dari sekarang, Pulau Sumba akan jadi pusat listrik dari energi matahari yang bisa pasok kebutuhan listrik pulau Jawa dan Sumatera. Hasil penelitian dari para ahli bekerja sama dengan PLN, Pulau Sumba direkomendasikan untuk bisa bangun 20 ribu mega watt listrik tenaga surya. Hasil penelitian tersebut akan dilaporkan kepada Presiden.

“Tadi malam, Ketua Komisi VII menghubungi kami dan menyatakan hal ini sudah dibahas di komisi bersama dengan kementerian ESDM. Soal pembiayaan, juga sudah dibahas. Tinggal dibahas dan disetujui oleh Presiden,” kata Gubernur.

Gubernur VBL mengungkapkan Komisi VII telah meminta agar lahan untuk pengembangan listrik ini dapat dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten se-Sumba.

“Saya minta kita harus bersatu, tidak boleh ribut tentang lahan. Ini berkat untuk kita untuk lakukan lompatan besar. Dalam waktu dekat saya akan bahas lagi hal ini dengan para bupati dan tokoh masyarakat. Pokoknya lahan kita siapkan dengan betul sehingga ketika mulai dikerjakan tidak timbul permasalahan,” jelas Gubernur VBL. (*)

Sumber berita dan foto (*/Aven Rame—Biro Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

Jelang HUT Ke-75 Republik Indonesia, 12 Desa di Sumba Nikmati Listrik

386 Views

Sumba-N.T.T, Garda Indonesia | Di tengah pandemi Covid-19, PLN terus bekerja untuk menghadirkan listrik ke seluruh pelosok tanah air. Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, PLN berhasil mengalirkan listrik kepada 538 Kepala Keluarga (KK) di 12 desa yang berada Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Adapun 12 Desa tersebut antara lain empat desa di Kabupaten Sumba Timur yaitu Desa Watumbelar di Kecamatan Lewa Tidahu, Desa Rakawatu, Desa Kondamara di Kecamatan Lewa, Desa Lailara di Kecamatan Katala Mahu. Kemudian, satu desa di Kabupaten Sumba Tengah yaitu Desa Jodu di Kecamatan Umbu Ratu Nggai. Sebanyak tujuh desa di Kabupaten Sumba Barat Daya yaitu Desa Watu Wona, Desa Ana Kaka, dan Desa Ana Engge di Kecamatan Kodi, Desa Hameli Ate di Kecamatan Kodi Utara Desa Menne Ate, Desa Weekombaka, Desa Lua Koba di kecamatan Wewewa Barat.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, kami senang bisa memberikan sesuatu yang berharga bagi masyarakat kita khususnya di Pulau Sumba. Ini menjadi hadiah untuk menyambut HUT Ke-75 RI,” tutur General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko pada Rabu, 29 Juli 2020.

PLN juga menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah daerah yang telah mendukung pembangunan infrastruktur untuk melistriki desa-desa di kawasan 3T tersebut. Dirinya juga berharap, hadirnya listrik tidak hanya dimanfaatkan sebagai alat penerangan tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.

Berdasarkan info dari Manager UP2K (Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan) Kupang Cahyo Gunadi menyampaikan untuk melistriki 12 desa tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 43,14 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 60,20 kms dan 13 buah gardu dengan total 600 kVA.

Made Hary Palguna selaku Manager UP3 Sumba menyebutkan Rasio Desa Berlistrik pulau Sumba saat ini 90,00% dan rasio elektrifikasi 75,12%. Untuk desa-desa yang belum berlistrik, PLN secara bertahap membangun infrastruktur kelistrikan untuk melistriki seluruh desa di Pulau Sumba, tutupnya.

Sementara itu, Camat Lewa, Drs Banju Ndakumanung mengatakan, listrik menjadi salah satu harapan. “Terima kasih kepada PLN yang telah memberikan listrik. Adanya listrik aktifitas masyarakat di malam hari lebih produktif untuk meningkatkan ekonomi,” ujarnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas PLN UIW NTT)
Editor (+rony banase)

Bupati & Wabup SBD : Kami Akan Jadikan Sumba Barat Daya ‘Iconic Island’

499 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bupati Sumba Barat Daya, dr.Kornelis Kodi Mete dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Marthen Kristian Taka, S.IP. menyampaikan program 100 hari kerja sejak dilantik oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat hingga Desember 2019.

“Kami punya cita-cita supaya masalah terkini yang rakyat rasakan kalau bisa dapat berkurang dimulai dari lingkup internal birokrasi hingga disekitarnya,” janji Bupati dan Wakil Bupati SBD saat jumpa pers bersama awak media di Restoran Nelayan Kupang pada Minggu, 8 September 2019 petang.

Masalah lain yang akan dibereskan seperti masalah Dana Desa (DD) yang selama ini banyak yang bermasalah. “Kami juga berkeinginan semua desa bercahaya, desa berair, desa yang berkekuatan pangan, desa aman, desa tenteram, desa pintar & sehat dan desa pariwisata dalam 100 hari,” jelas Bupati Kodi Mete.

Begitupun desa bercahaya, Kodi Mete berkeinginan selama 5 tahun kepemimpinan mereka ke depan semua rumah penduduk bercahaya atau dapat terpasang jaringan listrik.

“Mimpi kami adalah menjadikan Sumba Barat Daya sebagai Iconic Island dengan energi terbarukan, itu mimpi yang lalu, dan sekarang kami ulangi lagi mimpi itu dengan gerakan cerdas dengan melakukan kemitraan semua komponen dengan memanfaatkan tenaga surya, tenaga angin, tenaga air, dan bio masa,” ujar Mantan Kadis Kesehatan Provinsi NTT ini.

“Sumba Barat Daya mempunyai potensi pariwisata yang luar biasa seperti budaya dan alam yang luar biasa dan kami akan akan melakukan kemitraan,”ungkapnya.

Sementara di bidang pendidikan, pihaknya akan membuat program desa pintar, sehingga semua orang SBD menjadi cerdas. Karena itu, jajaran birokrasi yang ada harus menjadi contoh untuk mengantarkan rakyat menjadi manusia-manusia yang cerdas.

Bupati dua periode ini mengakui, daerahnya masih banyak yang buta huruf karena tidak sekolah.

“Sekarang buta huruf masih banyak dan itulah masalah terkini dan kami mengajak semua komponen untuk memberantas soal ini,” tandasnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Maskapai Garuda Indonesia Segera Kembali Beroperasi di Pulau Sumba

1.215 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) didampingi Wakil Gubernur Josef A Nae Soi (JNS), melakukan tatap muka dengan pihak Garuda Indonesia di ruang kerja gubernur pada hari Rabu, 4 September 2019.

Gubernur Viktor Laiskodat meminta agar pihak Garuda Indonesia ikut terlibat dalam pembangunan di NTT.

“Saya pastikan kedepan NTT akan berkembang pesat, karena memiliki potensi yang luar biasa kaya, yang saat ini sedang dikerjakan dengan serius. Bahkan kami akan mengekspor ikan mentah ke luar negeri, sehingga sebagai gubernur saya minta agar pihak Garuda Indonesia mampu terlibat aktif dalam pembangunan di NTT,” pintanya.

“Tahun depan NTT juga akan memiliki 2 (dua) bandara internasional, El Tari Kupang dan Komodo di Labuan Bajo. Garuda harus tetap meningkatkan kualitas pelayanan agar mampu bersaing dengan maskapai lain yang akan berada di 2 bandara internasional ini,” sambung gubernur.

Viktor Laiskodat juga meminta agar maskapai ini melayani penerbangan ke daratan sumba.

“Saat ini sumba menjadi pilihan kunjungan dari para wisatawan, baik dalam maupun luar negeri. Saya sangat mengharapkan agar Garuda segera memikirkan penerbangan ke sana, karena menurut para wisatawan, Garuda masih menjadi armada yang sangat nyaman untuk digunakan,” ungkap Pria asal Pulau Semau ini.

Sementara itu Wakil Gubernur NTT Josef A Nae Soi menceritakan pengalamannya saat ditanya oleh para wisatawan di Pulau Sumba.

“Ketika berkunjung ke sumba, saya pernah ditanya oleh beberapa wisatawan, berkaitan dengan tidak beroperasinya lagi Garuda Indonesia dari dan ke pulau sumba, saat itu saya katakan bahwa mereka (garuda) akan kembali ke sini dalam waktu dekat,” kata Nae Soi dan langsung diamini oleh Ngakan Septigraha selaku Regional CEO Jawa, bali dan Nusa Tenggara.

Sementara itu, Ngakan Septigraha bejanji akan segera berkoordinasi dengan pihak di pusat agar segera membuka kembali penerbangan ke Pulau Sumba. (*)

Sumber berita (*/Sam Babys/Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

Waingapu Jadi Kota Ketiga Penentu Inflasi di NTT

248 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Di tahun 2019, Kota Waingapu, Ibu Kota Kabupaten Sumba Timur menjadi Kota Ketiga penentu laju inflasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kepastian Kota Waingapu menjadi Kota Ketiga Penentu Laju Inflasi disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Maritje Pattiwaellapia saat jumpa pers bersama awak media di Ruang Telekonferensi, Senin, 10 Juni 2019

“Nanti akan dipersiapkan 1 (satu) lagi Kota Waingapu sebagai Sister City untuk daratan Sumba. Mudah-mudahan dalam tahun ini (2019)”, ujar Maritje

Saat ini patokan penentu laju inflasi di Provinsi NTT masih menggunakan Kota Kupang sebagai sister city untuk Daratan Timor dan Sumba dan Kota Maumere sebagai sister city untuk Daratan Flores

Lanjutnya, Kita juga akan memperbaiki tahun dasar untuk Indeks Harga Konsumen (IHK) menggunakan Tahun Dasar 2018
“Karena inflasi yang setiap bulan kita rilis saat ini masih menggunakan Tahun Dasar 2012”, ungkap Maritje

Masih menurut Maritje, Jadi jika kita bandingkan Indeks Harga Konsumen sebesar sebesar 134,98 pada bulan Mei 2019 dibanding dengan tahun dasar sekarang ada kenaikan sebesar 34 persen

“Misalnya dulu beras pada tahun 2012 seharga 8 ribu naik sebesar 34 persen dan bakal berubah lagi jika dihitung berdasarkan tahun dasar 2018”, pungkasnya.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto by travelingyuk.com

84 Desa Baru di NTT Bakal Menikmati Jaringan Listrik

674 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kabar gembira bagi desa-desa di sejumlah kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur; dalam tahun anggaran 2019, PLN akan membangun jaringan listrik lagi bagi 84 desa dengan sebaran di Pulau Flores sebanyak 51 dari 256 desa baru untuk tahap pertama hingga bulan April 2019 dan di Pulau Timor dan Sumba sebanyak 33 dari 247 desa sudah ditandatangani kontrak kerjanya.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT Ignatius Rendroyoko (Selasa, 21/05/19) mengatakan bahwa pembangunan ini bertujuan meningkatkan rasio elektrifikasi akan naik menjadi 90 persen pada akhir tahun 2019 dari jumlah sebelumnya sebesar 71 persen per Maret 2019. Ia mengatakan bahwa angka rasio elektrifikasi akan terus ditingkatkan setiap tahun menjadi 100 persen. Sehingga seluruh rumah di setiap desa akan dialiri listrik atau sudah berlistrik.

“Itu artinya untuk tahap pertama, jika seluruh pekerjaan berjalan lancar, maka masyarakat pada 84 desa itu akan segera menikmati listrik”, ujar Ignatius

Lanjutnya, Untuk memperlancar dan mempercepat pelaksaan pembangunan jaringan distribusi ke desa-desa baru sangat bergantung pada kerja sama masyarakat dan aparat desa masing-masing. Misalnya, masyarakat bekerja sama merelakan penebangan pohon-pohon yang dilewati jaringan listrik, atau mengijinkan lokasi untuk menanam tiang listrik.

Penanggung jawab program listrik perdesaan di PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, Manager UPPK (Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan) Flores, Simi Lapebesi mengakui bahwa sebanyak 51 desa dengan Para Kontraktor Pelaksana saat ini sudah mempersiapkan diri untuk segera memulai pekerjaannya

Pemasangan jaringan distribusi listrik oleh petugas

Adapun sebaran lokasi desa dan kabupaten dengan jaringan listrik baru diantaranya :

Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 27 desa, yakni Desa Poco Lia, Pocong, Lento, Deno, Leong, Golo Wune, Compang Laho, Lenang, Melo, Golo Ndari, Watu Lanur, Compang Weluk Kecamatan Poco Ranaka, Desa Satar Punda, Nampar Tabang Dan Desa Liang Deruk, Satar Punda Barat, Satar Kampas Dan Satar Padut Kecamatan Lambaleda, Desa Ngampang Mas, Dan Desa Balus Permai, Ranamasak, Kecamatan Borong, Desa Compang Kantar, Desa Satar Lahing Dan Desa Lalang, Torok Golo, Kecamatan Ranamese dan Desa Golo Rengket Dan Desa Wangkar Weli di Kecamatan Pocoranaka Timur

Kabupaten Manggarai sebanyak 9 desa di Desa Desa Golo Ncuang Desa Golo, Barang, Pinggang, Perak, Beamese Lando, Kecamatan Cibal dan Desa Ruis dan Robek,Kecamatan Reok

Kabupaten Manggarai Barat, di Kecamatan Lembor, di Desa Pondo, , Kecamatan Lembor Selatan di desa Modo dan Wae Mose.

Untuk Kabupaten Ende, jaringan distribusi akan dibangun di Desa Reka, Kecamatan Ndona, Desa Jeo Dua, Kecamatan Detukeli. Sedangkan di Kecamatan Wewaria, masih di Kabupaten Ende, jaringan listrik akan dibangun di Desa Nuangenda, Wolomuku, Detubela dan Desa Wolooja

Sedangkan di Kabupaten Nagekeo, tahap awal tahun 2019, akan dibangun di Desa Rendubutowe, Wajomara dan Desa Renduteno di Kecamatan Aesesa Selatan dan Desa Focolodorawe dan Desa Nagerawe di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo.

Dan di Kabupaten Sikka, listrik akan segera dibangun di Desa Watumerak, Kecamatan Doreng. Serta tiga desa lagi, yakni Desa Parumaan, Kojadoi dan Desa Kojagete di Kecamatan Alok Timur.

Sementara dibawah Pengawasan UP2K Kupang yang membawahi Pulau Timor dan Pulau Sumba, yakni Manajer UPPK Kupang, Joko Martono mengakui bahwa sebanyak 33 dari 247 desa untuk tahun 2019 sudah ditandatangani juga kontraknya.

Di antaranya, di Kabupaten Sumba Timur sebanyak 6 desa, yakni, Desa Karita dan Desa Kuki Talu, di Kecamatan Tabundung. Kemudian di Desa Kataka dan Matawai Maringgu di Kecamatan Kahaungu Eti. Serta di Desa Matawai Amahu dan Lailara, Kecamatan Katala Hamu Lingu.

Kabupaten Timor Tengah Selatan ada 15 desa, di Kecamatan Fautmolo, di Desa Nunukhniti, Desa Sillu, Desa Bileon, Kecamatan Fautmolo, dan Desa Besle’u. Juga di Desa Sini, Kecamatan Amanuban Tiimur. Sedangkan di Kecamatan Ki’e, masih di Kabupaten Timor Tengah Selatan, jaringan listrik akan dibangun di Desa Pilli dan Desa Falas. Di Kecamatan Noebeba ada 5 (lima) desa yaitu Desa Teas, Desa Oe’ekam, Desa Naip, Desa Oepliki dan Desa Fatutnana. Serta di Desa Kot’olin, Desa Hoibeti dan Desa O’obibi di Kecamatan Kotolin.

Kemudian di Kabupaten Malaka ada 4 desa di Kecamatan Rinhat, yaitu Desa Nanin, Desa Weain, Desa Alala dan Desa Nanebot.

Untuk Kabupaten Rote Ndao, jaringan distribusi akan dibangun di Desa Mbueain, Kecamatan Rote Barat, dan Desa Oebela, Kecamatan Rote Barat Laut.

Sedangkan di Kabupaten Kupang, tahap awal tahun 2019, akan dibangun di Desa Tanini dan Desa Oenailneno di Kecamatan Takari

Dan di Kabupaten Alor, jaringan akan segera dibangun di Desa Alila, Kecamatan Alor Barat Laut. Kemudian tiga desa lagi, yakni Desa Talwai dan Desa Tasi di Kecamatan Lembur serta Desa Kenarimbala, Kecamatan Alor Timur Laut. (*)

Sumber berita (*/Humas PLN UIW NTT)
Editor (+rony banase)