Arsip Tag: stefanus saek

HANI 2021, Menuju Kabupaten Rote Ndao Bersih dari Narkoba

294 Views

Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021 tingkat nasional dihelat pada Senin, 28 Juni 2021, sebagai puncak perayaan HANI 2021 oleh Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) mengusung tema “Perang Melawan Narkoba (War On Drugs) di Era Pandemi Covid 19 Menuju Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar).”

Perhelatan puncak HANI 2021 oleh BNN Kabupaten Rote Ndao dilaksanakan mengikuti nasional pada Senin, 28 Juni 2021 di aula Hotel New Ricky yang dihadiri  Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek, S.E., M.Si. Kapolres, Dandim 1627/Rote Ndao, Kadis PMD, Ketua Pengadilan, Kajari, perwakilan Departemen Agama, dan instansi terkait lainnya.

Kepala BNN Kabupaten Rote Ndao, Bogie S.P. Nusa, S.H., S.H.I, M.H. M.Si. M.AP. menyampaikan pemberantasan narkoba oleh BNN adalah wujud tugas dan kepedulian kepada bangsa dan negara menuju bangsa yang bebas dari narkoba, BNN akan memerangi narkoba menjadikan negara yang bersih dari korban narkoba.

Selain itu, Bogie Nusa juga menyampaikan bahwa BNN melaksanakan instruksi presiden untuk bersosialisasi, membentuk relawan dan bersinergi kepada semua unsur aparat terkait TNI/Polri, dan unsur Pemda, sebagai dukungan untuk pemberantasan Narkoba.

“Tindakan preventif oleh BNN dengan melakukan tes anti narkoba pada Instansi-instansi, penegakan hukum bagi pelaku narkoba dan menjalankan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika), menuju Rote Ndao yang bersih dari Narkoba,” ulas Bogie Nusa.

Sementara itu, mewakili Bupati Rote, Wakil Bupati Stefanus M. Saek, S.E., M.Si. menyampaikan perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat Rote Ndao tentang bahayanya Narkoba, tekat bersama memberantas dan memerangi narkoba di wilayah Rote Ndao untuk bebas narkoba.

Pemerintah Rote Ndao, tandas Wakil Bupati Stefanus Saek memberi dukungan penuh kepada BNN untuk memerangi Narkoba, “Masyarakat hendaknya tak boleh main-main tentang bahaya peredaran dan pemakaian narkoba dan perlu adanya strategi khusus untuk memerangi dan memberantas narkoba,” tegas Wakil Bupati Rote Ndao. (*)

Penulis dan Foto (*/salman)

Editor (+roni banase)

Naik Perahu Nelayan ke Desa Pukuafu, Bupati Rote Bantu Warga Terdampak

649 Views

Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu, S.E. mengunjungi dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak Badai Seroja di Desa Pukuafu, Kecamatan Landuleko, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 21 April 2021.

Bertolak dari Ba’a (Ibu Kota Kabupaten Rote Ndao) dengan menempuh perjalanan darat sekitar 1 jam 30 menit ke Pelabuhan Rakyat Lokonamon Mulut Seribu kemudian  menggunakan perahu nelayan ke Desa Pukuafu (kurang lebih 1 jam), Bupati Rote didampingi Wakil Bupati, Stefanus Saek; Danlanal Rote, Letkol Laut Anis Latief; Kapolsek Rote Timur, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Army Saek; Kadis PMD, Kasatpol PP, Kabag Umum, Handrian Bessie; dan Plt. Kadis Kesehatan, dr. Veby Riwu; rela basah demi membantu masyarakat.

Untuk diketahui, Desa Pukuafu belum memiliki dermaga, sehingga Paulina Haning Bullu (Bupati Perempuan Pertama di NTT) dan rombongan harus rela basah karena harus memindahkan bantuan dari perahu nelayan ke sampan (perahu kecil, red) untuk menjangkau daratan lalu membagikan bantuan kemanusiaan berupa sembako, selimut dan tikar kepada 124 kepala keluarga.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu mengambil sendiri dan menyerahkan bantuan sembako kepada lansia perempuan di Desa Pukuafu

Selain bantuan kemanusiaan, juga dilaksanakan pengobatan gratis bagi warga Desa Pukuafu dalam momentum Hari Kartini tahun 2021. “Satu orang dapat 2 (dua), ini mama punya dua,” ujar Bupati Paulina Haning Bullu sambil menenteng dan menaruh bantuan sembako di hadapan  lansia perempuan yang berhak menerima bantuan kemanusiaan sembari mengatakan, “Kami juga membawa selimut, tikar, susu untuk anak-anak, biskuit, masker, dan akan diatur oleh Mama Desa (Kepala Desa Pukuafu, red). Kami hanya bagi simbolis saja.”

Di hadapan warga Desa Pukuafu, Bupati Paulina Haning Bullu, menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan biaya semacam kos sebesar Rp.500.000,- (lima ratus ribu) per bulan bagi yang mengungsi karena rumahnya rusak akibat Badai Seroja. “Ada yang mengungsi,” tanyanya kepada warga dan Kepala Desa Pukuafu dan dijawab, “Tidak Ada!”

Bupati Rote Ndao juga mengimbau masyarakat jika telah memperbaiki rumah secara mandiri, maka harus menyimpan nota atau kuitansi dikumpulkan agar dapat dipertanggungjawabkan kepada pemerintah. “Jadi, beli kayu berapa, seng berapa lembar, harus ada nota. Supaya dapat dipertanggungjawabkan dan uang yang telah dikeluarkan dapat diganti kembali,” terangnya.

Usai memberikan bantuan kemanusiaan 250 paket sembako, 250 selimut, dan 150 tikar kepada warga Desa Pukuafu, Bupati Rote Ndao beserta rombongan, meninggalkan lokasi menggunakan perahu nelayan menuju Mulut Seribu dan selanjutnya kembali ke Ba’a.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto oleh Jery–RoteTV