Arsip Tag: tentara nasional indonesia

Dandim 1417/Kendari : “Tentara Adalah Manusia yang Disempurnakan”

85 Views

Kendari, Garda Indonesia | Jam komandan merupakan kegiatan rutin yang diberikan sebagai forum komunikasi sekaligus bentuk kepedulian Komandan terhadap satuan serta anggotanya. Di mana di dalamnya, terdapat penekanan dan instruksi yang perlu dilaksanakan.

Komandan Kodim 1417/Kendari Kol. Inf. Drs. Alamsyah, M.Si. memberikan jam komandan kepada seluruh Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Persit Kodim 1417/Kendari di Aula Serbaguna Makodim usai Upacara Bendera pada Senin, 9 Maret 2020.

Kol. Inf. Drs. Alamsyah M.Si. dalam Jam Komandan menyampaikan bahwa Tentara itu beda dengan profesi lain, Tentara itu harus memiliki kriteria lain yang tidak dimiliki profesi lain. Sehingga Tentara dapat dikatakan adalah manusia yang disempurnakan. Kenapa…?, Karena Tentara itu mulai dari perekrutan sampai masuk melalui berbagai seleksi yang ketat. Tentara itu dituntut harus sehat, kuat, berakhlak baik, profesional dalam segala hal, berani, loyal, disiplin, dan mampu menyesuaikan di segala situasi.

“Kita sebagai seorang prajurit, kehidupannya serba diatur sedemikian rupa. Ciri setiap prajurit harus mempunyai sikap disiplin dan loyal. Oleh karena itu, kita harus bangga menjadi seorang prajurit,”ujarnya.

Kalau Babinsa itu manusia yg di muliakan, kenapa..?, karena Babinsa ada ujung tombak TNI maupun Negara, yang mampu melaksanakan berbagai macam tugas di berbagai aspek, semata mata berujung pada kejayaan dan kemakmuran bangsa Indonesia.

“Olehnya level manusia yang di muliakan itu, jangan dinodai dengan berbagai bentuk pelanggaran,“ucapnya.

Laksanakan kegiatan dengan benar sesuai program kerja, Protap yang berlaku, sehingga dapat hasil yang terbaik. Pelihara sinergisitas dengan semua instansi guna tercapainya tugas pokok sebagai Apkowil.

Tak lupa juga ditekankan tentang pentingnya olahraga bersama di wilayah sehingga terjalin suasana keakraban antara Instansi, dan masyarakat.

Di akhir pengarahan Dandim juga ingatkan Prajurit dan Persit agar bijak dalam bermedia sosial. (*)

Sumber berita (*/Penrem Kodim Kendari)
Editor (+rony banase)

Panglima TNI : TNI-Polri Siapkan Operasi Kemanusiaan di Pulau Galang

142 Views

Kepulauan Riau, Garda Indonesia | Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama seluruh komponen bangsa lainnya sedang mempersiapkan operasi kemanusiaan di Pulau Galang, termasuk rencana pembangunan rumah sakit khusus untuk menangani wabah Virus Corona atau Covid-19 oleh Pemerintah atau instansi terkait.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri Jenderal Pol Drs. Idham Azis, M.Si. saat memberikan pengarahan di hadapan 540 Prajurit TNI-Polri di Desa Sijantung, Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Minggu, 8 Maret 2020.

Panglima TNI menjelaskan bahwa Pulau Galang adalah salah satu tempat ideal yang nantinya akan dibangun satu rumah sakit khusus yaitu rumah sakit yang memiliki fasilitas sebagai observasi dan fasilitas isolasi. Tempatnya sangat ideal karena berada di tengah hutan. Jarak dengan penduduk kurang lebih 2—3 km dan kalau ada pasien yang harus dikirim dari luar negeri maupun dari wilayah Indonesia kapan pun bisa sampai di tempat ini, karena Pulau Galang memiliki bandara yang bisa didarati oleh pesawat kecil maupun pesawat berbadan lebar.

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P.

Pulau Galang adalah suatu tempat yang memang telah ditakdirkan menjadi satu kawasan dalam rangka operasi kemanusiaan. Sejarah telah mencatat bahwa sejak tahun 1979—1996, Pulau Galang khususnya di Desa Sijantung menjadi tempat pengungsi Vietnam dan merupakan suatu bentuk operasi kemanusiaan yang pertama kali dilakukan.

Panglima TNI memerintahkan kepada seluruh jajaran TNI-Polri agar segera melaksanakan kegiatan pengamanan, baik di jalur menuju Pulau Galang maupun pengamanan di wilayah yang akan dibangun rumah sakit, sehingga target pembangunan akan tercapai dan fasilitas akan segera tersedia. Diharapkan rumah sakit ini dapat segera dioperasionalkan untuk menampung para WNI yang akan melakukan observasi dan isolasi, agar bisa sembuh dengan baik dan keluar dari Pulau Galang dengan selamat.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI berharap kepada masyarakat Indonesia agar tidak perlu takut untuk menghadapi wabah Covid-19, namun tetap harus waspada dan mengikuti koridor yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Indonesia dan WHO. Berbagai cara telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia tentang bagaimana menghindari wabah dari Virus Corona.(*)

Sumber berita (*/Puspen TNI)
Editor (+rony banase)

Panglima TNI : 41 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat

167 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Sebanyak 41 Perwira Tinggi TNI menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula. Kenaikan pangkat ini berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/397/II/2020, tanggal 13 Februari 2020.

Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 41 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari 17 Pati TNI AD, 13 Pati TNI AL dan 11 Pati TNI AU, bertempat di Hanggar Skadron 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Kamis, 13 Februari 2020.

Para Pati TNI yang naik pangkat

Adapun 41 Pati TNI yang naik pangkat terdiri dari 17 Pati TNI AD, yaitu Mayjen TNI Zulfardi Junin, S.H. (Staf Ahli Bidang Ideologi dan Politik BIN), Mayjen TNI Kasim Genawi, S. I.P., M.Tr.(Han)., C.Fr.A. (Dankodiklat TNI), Mayjen TNI Sugeng S.H. (Staf Ahli Bidang Sosial Budaya Setjen Wantannas), Mayjen TNI Dedi Sambowo (Pa Sahli Tk. III Bid. Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI, Mayjen TNI Benny Octavian, M.D.A. (Pa Sahli Tk. III Bid, Banusia Panglima TNI), Mayjen TNI Drs. Nugroho Sulistyo Budi, M.M. (Staf Ahli Bidang Politik Kemhan), Brigjen TNI Arifin S.E., M.M (Pa Sahli Tk. II Lingkungan Hidup Sahli Bid. Wassus dan LH Panglima TNI), Brigjen TNI Widhayat, S.E. (Pa Sahli Tk.II Intekmil Sahli Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI, Brigjen Untung Purwadi (Dirjakstra Ditjen Strahan Kemhan), Brigjen TNI Achmad Taufiq (Dirdalprogar Ditjen Renhan Kemhan), Brigjen TNI Alfi Sahri Lubis, S.I.P., M.M (Direktur Sumatera dan Kalimantan pada Deputi Bidang Intelijen Dalam Negeri BIN, Brigjen TNI Rui F.G.P. Duarte (Karo TU dan Protokol Setjen Kemhan), Brigjen TNI Hartono, S.I.P., M.M (Pa Sahli Tk. II Wassus Sahli Bid. Wassus dan LH Panglima TNI), Brigjen TNI Ferry Supriyanto, S.Sos (Kapusdalops TNI), Brigjen TNI Andi Darmawangsa, S.I.P., M.M (Pa Sahli Tk. II Bid Komsos Panglima TNI), Brigjen TNI Yos Trioso, S.E. (Ir IV Itjen Kemhan), Brigjen TNI Amino Setya Budi, S.E. (Kabinda Riau BIN).

13 Pati TNI AL, yaitu Letjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H., M.H., M.Tr.(Han) (Danjen Akademi TNI), Laksda TNI dr. Dani Achdani, S.Sos, S.E., M.A.P. (Deputi Bidang Pengkajian dan Penginderaan Setjen Wantannas), Laksda TNI Ir. Fery Sidjaja, M.M. (Pa Sahli Tk. III Bid. Wassus dan LH Panglima TNI), Mayjen TNI (Mar) Joko Supriyanto, S.H. (Kabainstrahan Kemhan), Mayjen TNI (Mar) Yuniar Ludfi (Aspotmar Kasal), Mayjen TNI (Mar) Bambang Suryo Aji Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan BNPP (Basarnas), Laksda TNI B. Ken Tri Basuki, M.Si (Han)., CHRMP (Staf Ahli Bidang Pertahanan dan Keamanan Setjen Wantannas), Laksma TNI Purwanto, S.E., M.M.,M.Si (Han) (Wakil Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Unhan), Laksma TNI Andi Abdul Aziz, S.H. (Kapusinfomar TNI), Laksma TNI Haris Bima Bayuseto., S.E, M.Si (Danlantamal XIII/Trk Koarmada II, Brigjen TNI (Mar) Wurjanto. M.Han (Danpasmar-1 Kormar), Laksma TNI Joko Sulistyanto, S.H., M.Hum (Direktur Perangkat Hukum Internasional pada Deputi Bidang Kerjasama Internasional BNPT), Laksma TNI Supendi, S.T. (Bandep Urusan Informasi dan Pengelohan Data Setjen Wantannas).

11 Pati TNI AU, yaitu Marsda TNI R. Ismet Ismaya Saleh (Pa Sahli Tk. III Bid. Hubint Panglima TNI), Marsda TNI I Nyoman Trisantosa, S.I.P., M. Tr. (Han)., (Aspers Kasau), Marsma TNI Nandang Sukarna, S.T., M.Si (Pa Sahli Tk. II Bid Jahpers Panglima TNI), Marsma TNI Benecditus Benny K., S.H., M.AvMgt., MAIR (Karo Perencanaan Organisasi dan Keuangan Setjen Wantannas), Marsma TNI Umar Fathurrohman, S.I.P., M.Si., M.Tr. (Han) (Direvbang Sesko TNI), Marsma TNI Dirk Poltje Lengkey (Dirdik Kodiklat TNI), Marsma TNI Agus M. Bahron (Kapusinfolahta TNI), Marsma TNI Amirullah HZ., Kapusdatin BNPP (Basarnas), Marsma TNI Agustinus Prapto N., S.I.P., M.M (Kadismatau), Marsma TNI Agus Sudarmanto, S.E., M.Sc Direktur Sarana dan Prasarana BNPP (Basarnas), Marsma TNI Aminto Senisuka , S.T., M.Eng. (*)

Sumber berita (*/Kadisminpersau)

TNI dan BMKG Jalin Kerja Sama

86 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Dalam rangka mendukung tugas-tugas Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), TNI dan BMKG menjalin kerja sama dalam bidang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut dilakukan oleh Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kepala BMKG Prof. Dr. Dwikorita Karnawati di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Jumat, 31 Januari 2020.

Penandatanganan MoU antara oleh Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kepala BMKG Prof. Dr. Dwikorita Karnawati

Nota Kesepahaman yang ditandatangani antara TNI dan BMKG dimaksudkan untuk memberi dukungan legalitas formal, dengan ruang lingkup meliputi pemanfaatan data dan informasi, pemanfaatan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan bersama serta pengamanan peralatan operasional.

Dengan adanya kerja sama antara TNI dan BMKG diharapkan dapat saling mendukung tugas dan fungsi masing-masing dalam upaya meningkatkan keselamatan serta keamanan di wilayah yurisdiksi Indonesia oleh TNI melalui penyediaan informasi BMKG. (*)

Sumber berita (*/ Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman)
Editor (+rony banase)

Moeldoko: “Tanpa Kaum Nasionalis, Negara Ini Bisa Ambruk”!

74 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, tanpa peran dan keterlibatan kaum nasionalis, Negara Indonesia yang dibangun dengan susah payah bisa ambruk. Demikian dinyatakan Moeldoko dalam Dialog Peradaban Bangsa Nasionalis, Islam, dan TNI yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Alumni GMNI di Jakarta, Senin, 22 Juli 2019.

Hadir sebagai narasumber selain Moeldoko antara lain adalah Ketua Umum Perhimpunan Alumni GMNI Ahmad Basarah, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PB Nahdlatul Ulama Helmy Faishal Zaini dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti.

Mengambil tema “Siapa Melahirkan Republik Harus Berani Mengawalnya”, dalam dialog tersebut mantan Panglima TNI 2013—2015 itu menjelaskan bagaimana peran dan fungsi TNI sejak republik ini menyatakan kemerdekaannya, dimana kekuatan-kekuatan bersenjata yang dahulu tergabung dalam laskar-laskar kemudian diorganisasikan dan dikelola secara profesional.

“Kehadiran tentara melalui proses yang panjang. Tanggal 22 Agustus 1945, lahirlah Badan Keamanan Rakyat. Barulah pada tanggal 5 Oktober 1945 berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat. Pada saat itu sudah menyebut istilah tentara,” ujar Moeldoko. Di kemudian hari, tanggal 5 Oktober dirayakan sebagai Hari TNI.

Perubahan dan sejarah panjang tentara, papar Moeldoko, sudah dimulai sejak merdeka sampai dengan era reformasi, dan terus beradaptasi dengan perkembangan politik dan keamanan. Termasuk dalam geopolitik pada zaman masing-masing.

Moeldoko mengatakan, selain tentara, komponen lain yang juga menopang pendirian republik adalah kalangan nasionalis dan kalangan agamawan, terutama kelompok Islam. Ia menyebutnya sebagai 3 (tiga) serangkai yang menjadi penjuru sekaligus pendobrak bagi lahirnya bangsa dan negara Indonesia.

Bagaimana dengan posisi kaum nasionalis? Moeldoko menegaskan, “Ini negara kalau nggak ada kaum nasionalis, bisa ambruk. Akan belok ke kanan dan ke kiri. Posisi nasionalis inilah yang membuat bangsa ini tetap bertahan di tengah-tengah.”

Moeldoko meyakini, tiga kekuatan utama, yakni tentara, kaum agamawan terutama Islam, dan kelompok nasionalis masih tetap eksis. Kolaborasi atas tiga komponen itulah yang akan membuat bangsa ini tetap bertahan.

Banyak negara gagal di tengah jalan, ketika sebuah bangsa bergerak dari sistem totaliter ke demokratis. Sebuah negara yang ingin bergeser menegakkan demokrasi atau menuju demokrasi, cenderung abai dalam hal stabilitas. Tapi negara yang masih bertahan dengan kekuatan militer juga bahaya ketika ingin mengubah pendulum ke sebuah negara demokratis.

Indonesia adalah contoh yang baik, ketika ada pergeseran dari sebuah sistem totaliter menuju sistem yang demokratis. “Ketika saya menjadi Panglima TNI, saya menyadari betul, bagaimana harus menjaga antara stabilitas dan tuntutan demokrasi,” katanya. (*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

TNI AD 12 Kali Juara Umum Lomba Tembak AASAM di Australia

64 Views

Australia, Garda Indonesia | Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr., (Han) didampingi oleh Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Agus Rohman, meninjau Lomba Tembak AASAM Tahun 2019 yang digelar oleh Angkatan Darat Australia (Royal Australian Army) selama 8 hari mulai 26 Maret-2 April 2019 di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia, Selasa/ 2 April 2019

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), kembali menorehkan prestasi gemilang di pentas internasional dengan menjadi Juara Umum pada lomba tembak bergengsi antar Angkatan Darat dari 20 negara di wilayah Asia Pasifik dan beberapa negara dari benua Amerika dan Eropa.

TNI AD memperoleh 21 medali emas, 14 perak, dan 10 perunggu dari berbagai materi lomba tembak yang diperebutkan dalam lomba yang bertajuk Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM).

Tim Tembak Indonesia di Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM)

Indonesia kembali keluar sebagai Juara Umum Terbaik berturut-turut untuk ke-12 kalinya selama Lomba Tembak AASAM dilaksanakan. Pada event ini juara 1 diraih oleh kontingen Indonesia, juara 2 kontingen Australia dan juara 3 dari kontingen Malaysia. Lima orang penembak TNI AD juga masuk sebagai 20 orang penembak terbaik yang terpilih untuk mengikuti Match Championship 104 dari masing-masing kontingen negara peserta AASAM.

Selanjutnya 3 orang Penembak TNI AD keluar sebagai juara pada Match Championship 104 ini yaitu Sertu Woli sebagai Juara 1, Sertu Misran sebagai Juara 2 dan Kopda Arifin sebagai Juara 3. Dengan hasil tersebut maka TNI AD dinyatakan sebagai Juara Umum Lomba Tembak AASAM Tahun 2019. Ikut mendampingi Pangkostrad dalam peninjauan kali ini Paban Binlat Sopsad Kolonel Inf Bangun Nawoko, Atase Darat Indonesia untuk Australia Kolonel Inf Herbert Tambunan. (*)

Sumber berita (*/Kapen Kostrad, Kolonel Inf Adhi Giri Ibrahim-Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)