Arsip Tag: vaksin covid gratis

Kedatangan Kelima Vaksin Sinovac, Total 38 Juta Dosis Telah Diterima Indonesia

76 Views

Tangerang, Garda Indonesia | Sebanyak 10 (sepuluh) juta dosis bahan baku vaksin Covid-19 kembali tiba di Indonesia. Bahan baku vaksin yang berasal dari perusahaan Sinovac tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa siang, 2 Maret 2021 sekira pukul 12.05 WIB, melalui penjemputan khusus Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA891.

“Alhamdulillah hari ini kita kedatangan sepuluh juta bulk vaccineBulk vaccine ini adalah materi dasar vaksin yang nanti akan dibuat Bio Farma menjadi vaksin (siap pakai),” ujar Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono yang menyaksikan ketibaan bahan baku vaksin tersebut.

Kedatangan sepuluh juta dosis bahan baku vaksin ini merupakan kedatangan kelima setelah pada kedatangan sebelumnya pemerintah juga telah mendatangkan baik vaksin siap pakai maupun bahan baku vaksin. Pada kedatangan pertama dan kedua, pemerintah mendatangkan sebanyak 1,2 juta dan 1,8 juta dosis vaksin siap pakai. Adapun untuk kedatangan ketiga dan keempat masing-masing sebanyak 15 juta dan 10 juta dosis bahan baku vaksin telah didatangkan.

Dengan demikian, pemerintah telah mendatangkan 38 juta dosis vaksin yang berasal dari perusahaan Sinovac. Vaksin-vaksin tersebut akan digunakan untuk mendukung program vaksinasi massal secara gratis yang menargetkan 181,5 juta masyarakat.

“Bertahap nanti kemudian akan datang 185 juta vaksin yang berasal dari Sinovac,” imbuh Dante.

Bahan baku tersebut, sebagaimana bahan baku pada kedatangan ketiga dan keempat, selanjutnya akan diolah dan diproduksi lebih jauh oleh BUMN farmasi PT Bio Farma yang telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Vaksin Covid-19 produksi Sinovac tersebut sebelumnya juga telah menerima izin penggunaan darurat dari BPOM. Vaksin tersebut juga telah memperoleh fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dante melanjutkan, selain mengadakan vaksin Covid-19 yang berasal dari Sinovac, pemerintah juga telah memperoleh komitmen pengadaan vaksin dari sejumlah perusahaan farmasi lainnya, yakni AstraZeneca dari Inggris, Pfizer-BioNTech dari Jerman dan Amerika, serta Novavax dari Amerika yang semuanya akan digunakan dalam program vaksinasi pemerintah.

“Semua vaksin tersebut akan memenuhi kebutuhan vaksinasi seluruh masyarakat Indonesia,” tandasnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres)

Editor (+roni banase)

BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Vaksin Sinovac Bagi Lansia

240 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menerbitkan surat izin bernomor RG.01.03.32.322.02.21.00605/NE, tertanggal  Jumat, 5 Februari 2021, kepada PT. BIO FARMA yang beralamat di Jalan Pasteur No.28 Bandung, Kota Bandung.

Dengan mempertimbangkan keadaan emergensi wabah pandemi COVID-19 dan terbatasnya bukti kemanfaatan dan keamanan vaksin tersebut di atas untuk pencegahan COVID-19, maka Badan POM memberikan persetujuan penambahan indikasi dan posologi vaksin CoronaVac untuk penggunaan emergensi (Emergency Use Authorization) terbatas pada kondisi wabah pandemi.

Persetujuan ini merupakan adendum dari Nomor Izin Edar EUA2057300143A1 tanggal 11 Januari 2021 yang berlaku hingga akhir masa pandemik COVID-19.

Izin dimaksud, diperuntukkan bagi penggunaan CoronaVac (vaksin Sinovac) yang diperuntukkan bagi penambahan indikasi untuk populasi lansia (60 tahun ke atas) dengan interval penyuntikan 0 dan 28 hari dan penambahan alternatif interval penyuntikan 0 dan 28 hari untuk populasi dewasa (18—59 tahun).

Sebelumnya, PT BIO FARMA menyampaikan pengajuan nomor EREG10040912100012 perihal permohonan perubahan Obat CORONAVAC yang berbentuk injeksi 40 vials@ 0.5 ml (1 dosis) yang diproduksi oleh SINOVAC LIFE SCIENCES CO., LTD, Beijing, China dengan nomor izin edar EUA2057300143A1.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh bbc.com

Target 1,5 Juta, Lebih dari 500 Ribu Nakes Telah Dapat Vaksin Covid-19

25 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Sebanyak lebih dari 500 ribu tenaga kesehatan telah memperoleh suntikan dosis vaksinasi Covid-19. Para tenaga kesehatan tersebut memang merupakan prioritas utama pemerintah di tahap awal program vaksinasi Covid-19 yang diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, selepas menyaksikan kedatangan 10 juta dosis bahan baku vaksin Covid-19 di Bandara Internasional Seokarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa, 2 Februari 2021.

“Hingga kemarin, kita telah berhasil melakukan vaksinasi bagi lebih dari 500 ribu tenaga kesehatan di Indonesia. Angka tersebut menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari tenaga kesehatan untuk mendukung program vaksinasi yang sekaligus juga menunjukkan optimisme mereka terhadap keamanan dan manfaat vaksin dalam memberikan perlindungan terhadap diri mereka dari Covid-19,” ujarnya.

Melihat jumlah tenaga kesehatan yang telah mendapatkan dosis vaksin tersebut, pemerintah optimistis bahwa target awal untuk 1,5 juta tenaga kesehatan mendapatkan vaksin Covid-19 dapat segera terwujud. Indonesia sendiri memiliki puluhan tahun pengalaman untuk menggelar vaksinasi serupa yang saat ini dilakukan di seluruh Indonesia.

Vaksinasi untuk menimbulkan dan memperkuat respons imun terhadap virus korona ini merupakan hal yang sangat penting dan memiliki manfaat yang jauh lebih besar dibanding risikonya.

Berdasarkan laporan dari Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (KIPI), hingga saat ini semua reaksi yang dilaporkan setelah suntikan vaksin tersebut bersifat ringan dan tidak menimbulkan efek samping yang serius.

“Selain vaksinasi, protokol kesehatan 3M yakni mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker serta menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas tetap harus dilaksanakan secara ketat,” tandas Nadia.(*)

Sumber berita (*/BPMI Setpres)

Foto utama oleh beritasatu.com

Rumah Sakit Tentara Atambua Helat Simulasi Vaksinasi Covid-19

301 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Rumah Sakit Tk. IV 09.07.04 (Rumah Sakit Tentara) Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, para vaksinator dari puskesmas dan Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur, Yonif Raider Khusus 744 Satya Yudha Bakti menyelenggarakan simulasi vaksinasi Covid–19 di halaman Rumah Sakit Tentara, pada Senin, 11 Januari 2021.

Mekanisme pelayanannya, peserta penerima vaksinasi mendapatkan notifikasi SMS dari BBCS berupa tiket elektronik (e-ticket) untuk pelaksanaan pemberian vaksin Covid–19. Peserta yang datang wajib menggunakan masker dan mencuci tangan, mengukur suhu tubuh dan diarahkan ke ruang tunggu.

Dalam satu sesi pemberian vaksin, peserta dibatasi 15 orang dengan jarak duduk antara 1—2 meter. Jika ada peserta yang memiliki suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat Celsius, maka diarahkan untuk memeriksakan diri ke layanan dokter umum. Selanjutnya, peserta menuju ke meja 1 (pendaftaran), ke meja 2 (skrining) untuk periksa fisik sederhana, ke meja 3 (vaksinasi)  untuk disuntik pada lengan kiri atas, dan terakhir ke meja 4 (pencatatan).

Pjs. Kepala Rumah Sakit Tk. IV 09.07.04 Atambua, Lettu CKM, drg. Malik Hanro Agam menjelaskan, pihaknya yang pertama mengadakan simulasi vaksin Covid–19, dan hal tersebut telah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Belu.

Pjs. Kepala Rumah Sakit Tk. IV 09.07.04 Atambua, Lettu CKM, drg. Malik Hanro Agam

“Kami siap sebagai pionir untuk mengadakan simulasi vaksin Covid. Jadi, dari dinas kesehatan sendiri menitipkan agar rumah sakit tentara bisa menjadi contoh bagi puskesmas–puskesmas lain untuk mengadakan simulasi vaksin. Ini, bagian dari sosialisasi. Jadi, harapannya agar masyarakat Belu tidak takut untuk dilakukan vaksinasi covid”, ungkap Malik Hanro Agam.

Untuk pemberian vaksinasi Covid–19, tandas Malik, ditunggu dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Seberapa pun yang dikirim, pihaknya siap untuk membantu Dinas Kesehatan Kabupaten Belu dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Florianus Nahak menuturkan, bahwa tenaga kesehatan yang dipersiapkan untuk melaksanakan vaksin berjumlah 17 puskesmas. Gelombang pertama, tenaga kesehatan yang sudah masuk dalam aplikasi untuk mendapatkan vaksin sebanyak 1.406 orang. Sedangkan, para pejabat akan dilakukan pada gelombang kedua.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Florianus Nahak

Pelatihan vaksinator regional yang meliputi Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan Utara dilakukan secara serentak melalui aplikasi zoom meeting pada 7—9 dan 11—13 Januari 2021.

“Vaksin sudah tiba di provinsi, tetapi belum distribusi ke kabupaten. Hari ini, kepala bidang P2P akan koordinasi ke provinsi untuk mendapat kepastian informasi tentang waktu pendistribusian. Imbauan untuk masyarakat, tolong taati 3M, masker, mencuci tangan dan menjaga jarak”, ujar Plt. Dinkes Kabupaten Belu.

Berkaitan dengan penutupan sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) di Kabupaten Belu, Plt. Dinkes menambahkan, pasien akan dirujuk ke faskes lain setelah dilakukan rapid antigen terlebih dahulu untuk memastikan status pasien positif atau negatif. “Kalau positif, tentu kita tidak bisa rujuk. Kalau kondisi kuat, dia bisa karantina mandiri. Kalau tidak, kita karantinakan dia. Sementara, kita sudah siapkan KKP di Haliwen untuk menjadi tempat karantina”, paparnya.   (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Pelatihan Vaksinator Covid-19 di Tiga Provinsi Dibuka Gubernur NTT

379 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Balai Pelatihan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI menghelat kegiatan Pelatihan Tata Laksana Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas dan Rumah Sakit di Provinsi NTT, NTB, dan Kalimantan Utara secara virtual pada 7—9 Januari 2021.

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memperoleh kehormatan membuka secara langsung pelatihan vaksinator atau juru suntik Covid-19 yang dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom pada Kamis pagi, 7 Januari 2021 di ruang rapat Gubernur NTT, Gedung Sasando.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/01/05/400-juru-suntik-dilatih-vaksinasi-covid-19-selama-seminggu/

Gubernur NTT dalam sambutannya saat membuka pelatihan menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan vaksinator atau Juru Suntik Vaksin Covid-19 ini sangat penting sehingga dirinya hadir untuk membuka. “Acara ini super penting, karena pelatihan ini langkah terjadi dan akan memberikan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” ujarnya di hadapan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi; Kadis Kesehatan Provinsi NTT, dr. Meserasi Ataupah; dan Kabid Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Joyce Tibuludji, SKM, MKes.

Turut hadir Staf ahli Gubernur NTT, Anwar Pua Geno dan Imanuel Blegur, para Kabid dan staf Dinas Kesehatan Provinsi NTT beserta para fasilitator pelatihan.

Lanjut Gubernur VBL, pelatihan ini super penting karena para vaksinator bakal menjadi bagian dalam menentukan kualitas pelayanan secara global. “ Saya juga ingin terus mendorong agar pelatihan seperti ini dapat diikuti dengan disiplin tinggi dan mampu menjalankan krisis secara baik,” pintanya.

Gubernur VBL pun meminta para vaksinator untuk dapat menjelaskan kepada masyarakat karena banyak yang belum memahami tentang tata cara vaksinasi Covid-19. “Vaksinator perlu menjelaskan kepada masyarakat bagaimana dampak dari vaksin dan dapat menjadi agen pemerintah yang dapat memberikan gambaran jelas saat masyarakat membawa diri mereka untuk divaksin,” tegasnya.

Gubernur NTT, Wakil Gubernur NTT, dan Kadis Kesehatan Provinsi NTT saat memberikan salam sehat kepada para peserta pelatihan vaksinator Covid-19

Selain itu, Gubernur VBL juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan dan meminta seluruh fasilitator agar dapat memberikan pelatihan secara baik kepada para vaksinator Covid-19.

Sementara itu, Kabid Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Joyce Tibuludji, SKM, MKes. mewakili Kadis Kesehatan Provinsi NTT, menyampaikan, vaksinator bertugas menyuntikkan vaksin ke dalam tubuh seseorang dan tugas bidang SDM untuk menyiapkan para vaksinator pada gelombang kedua angkatan ke-19 dan 20 dengan alokasi masing-masing 200 peserta.

“Target peserta pelatihan vaksinator di Provinsi NTT sebanyak 2.455 yang terbagi di 410 puskesmas (masing-masing puskesmas 5 orang), untuk rumah sakit 3 orang, dan Dinas Kesehatan di 22 kabupaten/kota termasuk Dinas Provinsi NTT masing-masing 5 orang,” ungkap Joyce.

Lama pelatihan, imbuh Joyce, dilakukan dalam waktu 4 (empat) bulan hingga Juni 2021 dan gelombang berikut naik menjadi 800 orang per pelatihan. “Para peserta juga difasilitasi pulsa sebesar 100 ribu rupiah dengan mengikuti pelatihan secara daring dan diikuti dengan simulasi vaksinasi yang didampingi oleh fasilitator,” tandasnya.

Terpisah, Kasie Pengembangan SDM Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Merpati Nalle,  S.Sos., M.M. menyampaikan peserta yang mengikuti pelatihan pada 7—9 Januari 2021 merupakan dokter, perawat atau bidan dari 13 kabupaten/kota di Provinsi NTT. “Untuk tanggal 11—13 Januari 2021 sedang disiapkan para peserta pelatihan sekira 200 orang,” terangnya.

Adapun alokasi peserta pelatihan vaksinator Covid-19 dari Provinsi NTT, tandas Merpati, sebagai berikut Kota Kupang 28 peserta, Sabu Raijua 7, Manggarai Timur 21, Nagekeo 7, Malaka 21, Sumba Tengah 8, Rote Ndao 12, Ende 25, Sikka 19, Flores Timur 21, Lembata 9, Belu 16, dan Timor Tengah Utara 6 peserta.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Tahap Pertama, 700 Ribu Vaksin Covid-19 Dikirim ke 34 Provinsi

248 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 yang telah dimiliki Indonesia ke sejumlah daerah. Presiden Joko Widodo menyampaikan, untuk tahap pertama sebanyak kurang lebih 700 ribu vaksin dari 3 juta dosis vaksin yang ada telah sampai di sejumlah daerah.

“Dua hari yang lalu dan kemarin telah kita kirim vaksin ke 34 provinsi untuk menangani Covid-19. Tahapan pertama memang baru dikirim 700 ribu ke daerah-daerah, nanti akan dikirim lagi di tahap berikutnya,” ujarnya dalam acara “Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat se-Indonesia” di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 5 Januari 2021.

Menurut jadwal, sebanyak 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku juga akan tiba di Indonesia pada pekan mendatang. Nantinya bahan baku vaksin Covid-19 tersebut akan diproduksi lebih lanjut oleh BUMN Bio Farma menjadi vaksin siap pakai.

Pada tahap pertama pelaksanaan vaksinasi gratis, pemerintah menempatkan tenaga kesehatan yang bertugas sebagai garda terdepan penanganan Covid-19 menjadi prioritas pertama yang bakal memperoleh vaksin tersebut. Setelahnya vaksin akan diberikan kepada para tenaga publik dan diikuti dengan masyarakat umum.

“Kita berharap dengan dimulainya vaksinasi ini kita akan bisa menangani dan mengendalikan Covid-19,” kata Presiden.

Meski demikian, Kepala Negara mengingatkan seluruh pihak mengenai pentingnya tetap berdisiplin menerapkan protokol kesehatan meski pihaknya sudah menggulirkan program vaksinasi. Disiplin untuk mengenakan masker, rutin mencuci tangan, dan menghindari kerumunan merupakan kunci utama untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Tetapi saya tetap titip kepada kita semua untuk menyampaikan juga kepada saudara, tetangga, rekan, dan kawan kita, meskipun vaksinasi sudah akan mulai, untuk tetap waspada. Jangan lengah!” tuturnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres)

Editor (+roni banase)