Arsip Tag: work from home

Masa Pandemi, Konsumsi kWh Meter Listrik Naik, PLN : Kenaikan Hanya 1,04%

127 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Di masa pandemi saat ini, berbagai aktivitas masyarakat diterapkan dengan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFA), begitu pula para pelajar dan mahasiswa menerapkan belajar/kuliah secara daring atau online.

Kondisi ini yang memicu kenaikan pemakaian kWh listrik setiap hari. Seperti Kristian Balelembang salah satu warga Kota Kupang yang berlokasi di Kelurahan Oebobo, mengaku sebagai pelanggan PLN pascabayar daya 10.600 VA, dalam masa pandemi ini sudah menjalankan sistem Work From Home (WFH) dan diakuinya ada sedikit kenaikan tagihan dalam pemakaian listrik.

“Selama pandemi, segala aktivitas kami beralih di rumah/ WFH. Untuk pemakaian listrik memang ada sedikit kenaikan tagihannya, tapi kami sadar bahwa karena sistem WFH pasti pemakaian lebih. Selain itu, saya juga berkoordinasi dengan petugas PLN di lapangan dan mencatat bahkan memfoto meteran listrik kami, jadi memang sesuai dengan angka yang kita pakai,” urainya.

Diketahui pemakaian listrik Kristian sejak April 2020 biaya Rp.746.553 dan Bulan Mei Rp.802.896 dengan kenaikan hanya sebesar 1.08%, “Jadi hanya naik sedikit saja yang kami rasakan, semua aman dan pelayanan PLN sendiri kami juga melihat ada info – info juga lewat media sosial Instagram PLN NTT, Terima kasih PLN, terus menerangi nusantara,” tandasnya.

Kristian Balelembang  (kanan berkaos merah) saat dikunjungi petugas PLN di kediamannya

Serupa dengan kondisi tersebut, warga Kelurahan Kota Raja Ira Novira Rohi juga menyampaikan, sebagai Pelanggan PLN Prabayar daya 1300 VA turut merasakan pemakaian listrik lebih banyak digunakan.

“Karena banyak aktivitas di rumah saja, yang dulu tidak buat kue, jadi membuat kue dan usaha lainnya, jadi konsumsi listrik meningkat,” urai Ira.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, Ignatius Rendroyoko mengatakan bahwa di NTT kalau dilihat dari perkembangan pemakaian kWh sampai saat ini tidak ada kenaikan signifikan.

“Kenaikan pemakaian tarif listrik rumah tangga dari April hingga Mei 2020 sebesar 1.04%,” ungkapnya pada Rabu, 10 Juni 2020.

Lanjutnya, PLN terus berkomitmen menjaga keandalan listrik di tengah pandemi Covid-19 dan di tengah kebijakan pembatasan sosial oleh Pemerintah daerah. “Tidak hanya kehandalan, pemakaian listrik yang dirasakan di NTT juga aman. Tagihan listrik yang dirasakan lebih tinggi dari bulan sebelumnya karena kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH),” ucap Rendroyoko.

Ia pun berpesan apabila ada informasi, keluhan atau apa pun terkait tagihan listrik atau Pelayanan PLN, Pelanggan bisa langsung mengakses informasi ke situs www.pln.co.id, Aplikasi PLN Mobile yang dapat di-download pada Apstore dan playstore, lalu Call Center 123 serta media sosial Facebook PLN 123, Twitter PLN 123 dan Instagram PLN123_Official siap melayani 24 jam.

“Guna dari layanan ini adalah mudah, cepat dan menjadi solusi layanan cepat dalam genggaman,” pungkasnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas PLN UIW NTT)
Editor (+rony banase)

Kominfo Prediksi Bakal Terjadi Kenaikan Traffic Selular Saat Lebaran 2020

67 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memprediksi bakal terjadi kenaikan traffic selular atau lalu lintas data saat lebaran hingga mencapai 40 persen. Hal itu diperkuat dengan adanya kebijakan yang diambil pemerintah kepada masyarakat untuk melaksanakan Work From Home atau bekerja di rumah sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Kami juga saat ini sedang bekerja bersama-sama dengan operator seluler untuk mengantisipasi pada saat kenaikan trafik yang besar di hari bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri nanti kemungkinan kenaikan trafik antara 30—40 persen,” ujar Menteri Kominfo Johnny G. Plate dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, pada Rabu, 8 April 2020.

Apabila dianalisa lebih lanjut, kenaikan tersebut meningkat 10 persen dari hari raya biasa saat tidak adanya wabah Covid-19. Meski begitu, Kominfo memastikan bahwa ketersediaan Bandwidth dari operator seluler masih cukup sehingga Pemerintah belum memikirkan untuk menambah ketersediaan Broadband atau jangkauan frekuensi di Indonesia.

Dalam hal ini, Pemerintah tetap meminta kepada seluruh operator untuk tetap menjaga kualitas jaringan di tengah krisis pandemi ini. “Kami juga bersama operator seluler memastikan terjaganya bandwidth yang cukup hingga saat ini. Kita belum ada kenaikan yang terlalu luar biasa, masih di dalam kendali dan kapasitas broadband yang tersedia,” jelas Menkominfo.

Di samping meminta operator menjaga jaringan, Pemerintah juga mengingatkan pada masyarakat untuk bijak dalam menggunakan internet. Salah satu yang paling ditekankannya yakni tidak menyebar atau memproduksi hoaks.

“Kami juga menyampaikan dan berharap pada masyarakat agar menggunakan ruang digital kita secara sehat, secara cerdas, dan secara bermanfaat,” pinta Menkominfo Johnny.

Sebelumnya, dalam rapat virtual dengan Komisi I DPR RI, Selasa, Kemenkominfo menyatakan peningkatan arus lalu lintas selama periode bekerja di rumah masih berada dalam kapasitas penyedia operator seluler.

Adapun peningkatan selama periode ini terjadi kenaikan lima hingga sepuluh persen dan itu pun jauh dari kenaikan lalu lintas data pada saat lebaran 2019 yang mencapai 20—30 persen.(*)

Sumber berita dan foto (*/Agus Wibowo–Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)
Editor (+rony banase)

Kak Seto Ajak Orang Tua Saat WFH Jadi Guru Bagi Anak Perangi Covid-19

85 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Psikolog Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. atau akrab disapa Kak Seto mengajak orang tua menjadi guru bagi anak-anak menggantikan peran tenaga pendidik di sekolah saat mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap berada di rumah atau Work From Home (WFH), sebagai upaya memutus rantai penyebaran dan penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Orang tua dapat mengisi waktu luang bersama anak dengan aktivitas seperti membaca dongeng atau mengajarkan mereka menyanyikan tentang lagu yang berisi tentang edukasi mengenai corona.

“Untuk menghargai anak-anak, tetap harus bisa sediakan kekuatan sabar yang melimpah dan kreativitas. Mengajar bisa sambil menyanyi atau dongeng bisa dengan boneka,” ujar Dr. Seto Mulyadi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, pada Sabtu, 4 April 2020.

Kak Seto mendorong orang tua untuk menjadi guru sesuai dengan tren kekinian yakni penuh dengan kreativitas dan menciptakan suasana yang nyaman dalam belajar. Hal itu bertujuan agar anak-anak tidak stres saat belajar di rumah karena cara mengajar orang tua yang kemungkinan kurang sabar.

Selain ikut mengajarkan anak-anak mata pelajaran di sekolah selama masa Covid-19 ini, orang tua juga didorong agar tidak henti mengedukasi anak-anaknya terkait etika batuk dan bersin serta menjaga kesehatan.

Kemudian anak-anak juga harus diedukasi untuk menjaga jarak satu hingga dua meter dari orang lain jika terpaksa harus keluar rumah. “Saat bersin, menutup dengan siku bagian dalam. Tentu juga diajarkan cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Kita harus tetap produktif di rumah baik bagi ayah dan bunda termasuk bekerja dan beribadah dari rumah,” imbuhnya.

Dengan cara edukatif dan kreatif itu, penularan virus Corona dapat ditekan, yang diawali sinergi dari keluarga. “Ayah, bunda dan anak-anak dengan potensinya, bersinergi menjadi satu untuk bisa memenangkan upaya melawan Corona ini. Mari bersama menang melawan Covid-19 dan Indonesia bisa,” ujar Kak Seto.

Kak Seto hadir di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tak lain adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat cara-cara menumbuhkan energi positif di kalangan keluarga khususnya saat berada di dalam rumah menghindari penyebaran Covid-19.

Ia mengajak para orang tua menerapkan cara GEMBIRA kepada anak-anak yang merupakan kepanjangan dari gerak, emosi cerdas, makan dan minum sehat, beribadah di rumah, istirahat, rukun dan aktif berkarya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Agus Wibowo–Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)
Editor (+rony banase)

Wagub Josef Nae Soi : Pemprov NTT Serius Tangani Pandemi Covid-19

165 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) di bawah kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur Josef A. Nae Soi sangat serius dalam mengurus dan merespons penyebaran Corona Virus Desease atau Covid-19.

“Kami sangat serius urus Covid-19. Karena itu, jikalau ada rumor yang mengutip pernyataan saya bahwa virus corona itu sama dengan flu biasa. Itu hanya kalimat yang secara spontan saya sampaikan ketika ditanya wartawan,” tandas Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM di Kupang, pada Senin, 23 Maret 2020.

Menurut Wagub Nae Soi, saat dirinya mengikuti kegiatan Musda Partai Golkar NTT beberapa waktu lalu, secara tidak sengaja ditanya oleh wartawan. “Waktu itu, saya dalam nada kelakar mengatakan bahwa virus corona itu hanya seperti flu biasa. Waktu itu. Nah, konteksnya kalau pernyataan saya itu dikaitkan dengan kondisi hari ini tentu tidaklah tepat,” kata Wagub dan meminta kepada masyarakat tidak perlu ribut-ribut lagi.

“Mari fokuskan energi dan pemikiran kita untuk menangani tidak hanya covid-19 tetapi juga kemiskinan, kebodohan, kemalasan, stunting, demam berdarah dan lain sebagainya,” tandas mantan anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI.

Keseriusan Pemprov NTT lanjut Wagub, dengan menerbitkan sejumlah regulasi mulai dari pembentukan gugus tugas penanganan Covid – 19 di Provinsi NTT yang diketuai Sekda Provinsi NTT, Ir. Benediktus Polo Maing yang secara teknis dipercayakan kepada Kadis Kesehatan Provinsi NTT, dokter Domi Mere dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si sebagai juru bicara Covid-19.

“Hari ini, saya bersama Pak Gubernur mendatangi Posko (Pusat Komando) Satgas Penanganan Covid-19 yang terpusat di Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Inilah bukti nyata keseriusan kami dalam mengurus dan menangani Covid-19,” ucap Wagub seraya berharap agar masyarakat di Provinsi NTT tidak usah takut dan panik.

“Ikuti prosedur yang disampaikan pemerintah dan lakukan social distancing bahkan fisical distancing. Karena itu, anak-anak sekolah diliburkan. Juga para ASN. Libur dan bekerjalah dari rumah,” kata Wagub.

Sebagaimana diketahui Gubernur VBL telah menerbitkan Surat Edaran yang ditujukan kepada Wali Kota dan para Bupati se-NTT; pimpinan instansi vertikal; pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Swasta nomor 443.1/06/BO2.1 tertanggal 21 Maret 2020 tentang Pengaturan dan Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dan Pegawai Badan Usaha Milik Negara/Daerah/Swasta dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease-19 (Covid-19) di Provinsi NTT. Salah satu itemnya berbunyi “menjalankan tugas kedinasan dengan bekerja dari rumah/tempat tinggal atau Work from Home terhitung sejak 24 Maret hingga 31 Maret 2020 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai kebutuhan.” (*)

Sumber berita (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

Covid-19, Gubernur NTT : ASN Pemprov Tetap Bekerja dan Makan Banyak Kelor

270 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Untuk meminimalkan dampak penyebaran virus corona (Covid-19), maka diberlakukan jarak sosial (Social Distancing) dan bekerja dari rumah (Work from Home) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, bagi ASN lingkup Pemprov NTT, hingga Jumat, 20 Maret 2020 masih melakukan aktivitas perkantoran. Sementara, ASN lingkup Kota Kupang telah libur bekerja di rumah pada 20 Maret—4 April 2020.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat dikonfirmasi awak media tentang kepastian kerja dari rumah bagi ASN mengatakan bekerja seperti biasa dan melakukan jarak sosial (Social Distancing).

“Perbanyak istirahat, olahraga cukup dan perbanyak makan kelor (marungga),” ujar Gubernur pada Kamis, 19 Maret 2020 usai melakukan penandatanganan kerja sama pinjaman daerah dengan Bank NTT di halaman Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

Selain itu, mantan Anggota DPR RI ini mengimbau untuk tidak bertemu setiap banyak orang dan istirahat yang cukup. Gubernur VBL juga mengajak ASN untuk berolahraga lari mengelilingi Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT dan melakukan apel pagi agar terpapar sinar matahari pagi.

“Berjemur di bawah matahari pagi bagus untuk kesehatan karena virus corona tidak bertahan pada suhu di atas 27 derajat,” tandasnya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing saat rapat koordinasi dengan para sekda se-kabupaten/kota di halaman Kantor Gubernur NTT pada Jumat, 20 Maret 2020 menyampaikan bahwa ke depan akan dipertimbangkan bekerja di rumah bagi ASN.

“Aturan sudah ada bagi ASN untuk bekerja dari rumah, tinggal menyesuaikan dengan kondisi ke depan,” ungkapnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)