Arsip Tag: akbp khairul saleh

Usai Diperiksa Penyidik Polres, Anggota DPRD Belu Resmi Jadi Tersangka

904 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Usai diperiksa penyidik Polres, oknum anggota DPRD Belu fraksi Partai Gerindra berinisial MMNB, telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) atas kasus dugaan tindak pidana penghinaan ringan terhadap 9 orang warga Kuneru, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua. Demikian disampaikan Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh dalam jumpa pers yang dihelat bersama awak media di aula serba guna Mapolres Belu pada Sabtu, 31 Juli 2021.

“Penyidik sudah lakukan pemeriksaan terhadap tersangka MMNB di ruang Satreskrim Polres Belu pada Jumat pagi, 30 Juli 2021. Sesuai hasil gelar perkara, ini penghinaan ringan, melanggar pasal 315 KUHP dengan ancaman hukuman 4 bulan penjara,” terang Kapolres Belu.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/07/22/hina-masyarakat-oknum-anggota-dprd-belu-terancam-jadi-tersangka/

Kapolres Khairul Saleh menuturkan, penyidik tidak bisa menahan tersangka MMNB karena kasus ini merupakan tindak pidana ringan. Penyidik segera melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Atambua untuk disidangkan.

“Yang bersangkutan diancam dengan 4 bulan penjara. Selanjutnya nanti, kita tunggu hasil di pengadilan. Karena ini kasus tipiring, tersangka MMNB tidak bisa ditahan. Yang bisa ditahan itu, minimal ancaman hukumannya 5 tahun ke atas. Itu sesuai dengan aturannya,” pungkas Kapolres. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Foto utama (*/istimewa)

Hina Masyarakat, Oknum Anggota DPRD Belu Terancam Jadi Tersangka

1.101 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Proses hukum lanjutan terhadap oknum anggota DPRD Belu Fraksi Gerindra berinisial MMNB yang dilaporkan ke Polres Belu atas kasus dugaan penghinaan terhadap 9 (sembilan) orang warga Kuneru, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan.

Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Belu tengah mengumpulkan bukti-bukti, dan dalam waktu dekat akan diumumkan status tersangkanya. Demikian, disampaikan Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh kepada wartawan melalui sambungan telepon selulernya pada Rabu siang, 21 Juli 2021.

“Sementara dalam proses, sudah sampai pada tahap penyidikan. Sementara kumpulkan bukti-bukti dan kalau cukup bukti, dalam waktu dekat kita umumkan tersangka,” kata Kapolres Belu.

Ketika ditanya wartawan berkaitan dengan perlunya izin pemeriksaan dari Gubernur NTT terhadap calon tersangka yang adalah anggota DPRD Belu, Kapolres Khairul Saleh menjawab, surat izin pemeriksaan dari Gubernur tidak diperlukan lagi lantaran undang-undangnya sudah dicabut.

“Izin untuk pemeriksaan dari Gubernur tidak perlu lagi karena undang-undang sudah dicabut. Dalam waktu dekat kita akan periksa lanjut,” ujarnya.

Untuk diketahui, salah satu korban Ruben Fallo menyampaikan kepada wartawan, bahwa sesuai dengan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang diberikan penyidik Polres Belu kepada para korban pada tanggal 6 Juli 2021, bahwa saat ini kasus yang dilaporkan Ruben Cs. tinggal menunggu izin dari Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat.

Kasus ini dapat dilanjutkan atau tidak, Ruben Fallo belum bisa memberikan kepastian karena surat permohonan izin dari penyidik Polres Belu yang ditujukan kepada Gubernur NTT untuk melanjutkan proses hukum terhadap MMNB, belum ada jawaban.

Ruben menjelaskan, ia dan para korban lainnya yang adalah masyarakat kecil hanya bisa berharap agar Gubernur NTT memberikan izin sehingga proses hukum terhadap pelaku MMNB bisa dilanjutkan.

“Sesuai dengan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil penyelidikan (SP2HP) yang kami terima tanggal 6 Juli 2021, polisi masih minta izin ke pak gubernur karena pelaku adalah anggota DPRD Belu,” ungkap Ruben Fallo pada Senin, 19 Juli 2021. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Foto utama (*/istimewa)

Wabup Belu Resmikan Gedung Sanika Satyawada, Kapolres: Terima Kasih BRI

185 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. didampingi Kapolres Belu, AKBP. Khairul Saleh, S.H.,S.I.K.,M.Si. dan Kepala BRI Cabang Atambua, Wayan Agus Supartha meresmikan Gedung Sanika Satyawada di Markas Komando Polres Belu pada Selasa, 6 Juni 2021.

Peresmian Gedung Sanika Satyawada ditandai dengan penandatanganan Prasasti dan Berita Acara Serah Terima Bantuan oleh Kepala BRI Cabang Atambua kepada Kapolres Belu; dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati Belu.

Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh menyampaikan, Gedung Sanika Satyawada dibangun dengan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai 250 Juta Rupiah dari BRI Atambua yang akan dipergunakan untuk pelayanan posyandu, koperasi, kantin dan gudang sabhara. Pembangunan gedung ini pun sebagai wujud kerja sama antara PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) dan Polres Belu.

“Memang kita sudah lama kerja sama, dan seluruh anggota Polres Belu merupakan nasabah Bank BRI. Saya mengucapkan terima kasih kepada PT. BRI, khususnya Pimpinan Cabang yang telah mengabulkan usulan kami,” ungkap Kapolres Belu.

Senada, Kepala BRI Cabang Atambua, Wayan Agus Supartha dalam sambutan mengatakan, pembangunan Gedung Sanika Satyawada Polres Belu menggunakan dana CSR sebesar 250 juta; proses pembangunannya selama 4 (empat) bulan.

“Terima kasih kepada Kapolres Belu bersama seluruh jajaran karena telah membantu mewujudkan CSR ini. Harapannya bantuan CSR ini bisa bermanfaat bagi Polres Belu khususnya, dan masyarakat Kabupaten Belu pada umumnya,” ujarnya sembari mengharapkan agar ke depan kerja sama seperti ini terus terjalin, dan saling bersinergi  antara Bank BRI, Polres Belu dan pemerintah daerah.

Wakil Bupati Belu, Alo Halerens saat menggunting pita tanda diresmikan Gedung Sanika Satyawada di Markas Komando Polres Belu

Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M., dalam sambutannya menyampaikan bantuan CSR dari PT. BRI menunjukkan kepedulian luar biasa BUMN/BUMD kepada seluruh elemen masyarakat, baik lembaga pemerintah maupun non pemerintah.

Lanjut Wabup Belu, kepedulian BRI Cabang Atambua ini memberikan nilai tambah bagi keberadaan Polres Belu karena salah satu bangunan akan dimanfaatkan sebagai pos pelayanan terpadu.

Alo Haleserens berharap, Gedung Sanika Satyawada yang diresmikan di masa pandemi Covid–19 ini menjadi tempat bagi masyarakat dalam memperoleh informasi tentang Covid–19, terutama dalam rangka pencegahan dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan 5 M.

Wakil Bupati Belu berharap, BUMN dan BUMD yang berada di Kabupaten Belu melalui dana CSR terus membantu masyarakat. “Pelihara bangunan ini, dan gunakan sesuai peruntukkannya. Fasilitas sudah disiapkan, teruslah berkarya melayani seluruh masyarakat Belu menggunakan hati nurani,” pinta Wakil Bupati.

Turut hadir Wakapolres Belu, Para Perwira Polres Belu, Bhayangkari Polres Belu, serta undangan lainnya. (*)

Sumber berita + foto: prokompimbelu

Editor: Herminus Halek

Aksi Sosial ‘Adventure Trail’ Tapal Batas, Bupati Belu Minta Patuhi Prokes

266 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Bhayangkara pada 1 Juli 2021, Polres Belu bekerja sama dengan Belu Trail Club Atambua melakukan adventure ‘jelajah’ tapal batas dan penyaluran bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat. Kegiatan ini dilepas langsung oleh Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM  didampingi Kapolres Belu, Dandim 1605/Belu, dan Danyon 744/SYB di depan Mapolres Belu pada Minggu, 27 Juni 2021.

Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus dalam kesempatan tarsebut menyampaikan terima kasih kepada Polres Belu dan jajaran yang telah melaksanakan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat di antaranya bakti sosial, donor darah, vaksinasi massal, Adventure Trail Tapal Batas dan bantuan sosial serta kegiatan lainnya.

“Kemarin telah dilakukan vaksin massal dan berjalan dengan lancar,” ungkap Bupati Belu.

Bupati Belu, dr. Agus Taolin saat melepas Adventure Trail Tapal Batas

Bupati Belu berharap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dapat membawa kebaikan dan kesehatan bagi masyarakat serta terlindung dari Covid-19 untuk menuju masyarakat Belu yang sehat, berkarakter dan kompetitif.

Terkait kegiatan adventure trail tapal batas dan bansos, Bupati Belu mengimbau agar peserta tetap mematuhi protokol kesehatan dan menaati rambu-rambu lalulintas. “Hormati pengguna jalan, hormati pengendara dan pejalan kaki lainnya. Tetap menaati protokol kesehatan dan selalu memakai masker,” pesan dr. Agus Taolin.

Untuk diketahui, kegiatan adventure trail tapal batas juga dilakukan penyerahan bantuan sosial di Desa Fatubaa. Bansos yang akan disalurkan bertujuan untuk mendukung percepatan penanganan dampak Covid-19.

Adapun peserta yang mengikuti adventure trail tapal batas dan penyaluran bansos yakni Bupati Belu, Kapolres Belu, Dandim 1605/Belu, Danyon 744/SYB, Anggota DPRD Belu, perwakilan pengendara trail dari Pemkab Belu, Polres Belu, Kodim 1605 Belu, Yonif RK 744/SYB, Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 742/SWY, Kejaksaan Negeri Belu dan Belu Trail Club (BTC) serta pengendara trail lainnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/prokompimbelu)

Editor (+roni banase)

Pantau Vaksinasi Massal, Bupati Belu: Target Vaksin 70—100 Persen

281 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM didampingi Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. memantau pelaksanaan vaksinasi massal kepada masyarakat umum yang diselenggarakan Polres Belu bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di GOR L.A. Bone Atambua, pada Sabtu, 26 Juni 2021.

Vaksinasi massal digiat dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke–75 tahun 2021 dengan target sehari satu juta orang dan diselenggarakan serentak di 34 wilayah Kepolisian Daerah (Polda) se-Indonesia.

Bupati dr. Taolin Agustinus mengatakan vaksinasi massal ini merupakan salah satu upaya mencegah penularan Covid–19 di Kabupaten Belu. Hingga hari ini sudah ada 80–an lebih orang yang positif Covid–19  dan ada yang sudah dirawat di rumah sakit. Diharapkan kesadaran dari semua komponen masyarakat untuk tetap mematuhi ketentuan protokol kesehatan 5 M yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi.

Bupati menjelaskan, ke depan semua kegiatan yang sifatnya pesta dan mengumpulkan banyak orang akan dihentikan sementara. “Kemarin (Jumat, 25 Juni 2021, red) kami sudah rapat bersama gugus tugas Satgas Covid–19, kita sudah putuskan untuk sementara sampai evaluasi lebih lanjut, kegiatan mengumpulkan orang ditiadakan,” tegas Bupati.

Bupati Agus Taolin dan unsur Forkopimda Belu saat memantau vaksinasi Covid-19

Bupati Taolin mengungkapkan, pihaknya akan mempercepat vaksinasi sekira 70—100 persen masyarakat Kabupaten Belu sesuai dengan syarat yang berlaku. “Semoga dalam tiga bulan ke depan masyarakat Belu sudah selesai divaksin. Kita bersama–sama melawan Covid–19, dan kita bebaskan masyarakat Belu dari Covid–19 agar tetap sehat,” pungkas Bupati.

Kapolres Belu AKBP Khairul Saleh, S.H.,S.I.K., M.Si. menyampaikan vaksinasi massal ini, dalam rangka percepatan akselerasi vaksinasi yang pelaksanaannya serentak di seluruh Indonesia. Kabupaten Belu mendapat alokasi vaksin untuk disuntikkan kepada 1.750 (seribu tujuh ratus lima puluh) orang.

Kapolres memaparkan, peran Polri dalam mengatasi penyebaran Covid–19 dengan vaksinasi massal agar semakin banyak orang yang divaksin, termasuk operasi penertiban protokol kesehatan. (*)

Sumber berita + foto: kominfobelu

Editor: Herminus Halek

Pakai Masker, Bupati Belu: Kita Terlindungi 95 Persen dari Virus Covid–19

286 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia  | “Ini langkah yang paling baik karena masker bisa menghindari virus Covid – 19 sampai 95 persen. Artinya, jika kita selalu pakai masker berarti kita terlindungi 95 persen,” sebut Bupati Belu, Agustinus Taolin, Sp.PD–KGEH, FINASIM saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Covid–19 Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di lantai I Kantor Bupati pada Jumat, 25 Juni 2021.

Berdasarkan data Satgas Covid–19 Kabupaten Belu, virus mematikan ini sedang marak merambah wilayah Belu selama 2 (dua) pekan terakhir hingga menembus 84 orang terkonfirmasi positif. Bupati Belu menekankan, bahwa langkah yang paling tepat untuk mencegah penyebaran virus Covid–19 adalah dengan menerapkan protokol kesehatan 5 M, yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Rakor yang dipimpin Bupati dr. Taolin Agustinus itu dihadiri Forkopimda Plus Kabupaten Belu, Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Johanes Andes Prihatin, Pimpinan OPD teknis, Vikjen Keuskupan Atambua, Ketua MUI Atambua serta anggota Satgas Covid-19 Kabupaten Belu.

Wakil Bupati Belu menambahkan, bahwa apa yang sudah diputuskan itu yang harus dilaksanakan dan terus bersinergi  antar unsur terkait. “Terus melakukan pengawalan, pemantauan dan penindakan. Direktur Rumah Sakit harus menyiapkan kuota tiga puluh persen tempat tidur untuk pasien Covid,” tandas Alo Haleserens.

Kajari Belu, Alfonsius G. Loe Mau mengutarakan bahwa meningkatnya kasus secara drastis itu disebabkan oleh interaksi antar-manusia yang sakit dan yang sehat. Untuk itu, harus diperketat pengawalan terhadap orang yang masuk ke Belu. Bahwa, orang yang datang adalah orang yang sehat.

Bupati Belu, dokter Agus Taolin saat memaparkan kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten Belu

Dandim 1605 Belu, Letkol Inf. Wiji Untoro meminta agar terus dilakukan koordinasi secara terpusat dengan mencari akar permasalahannya, karena selama ini masyarakat sudah merasa nyaman dengan adanya zona hijau. Masyarakat beranggapan bahwa aman, lantas lengah dan tidak memperhatikan protokol kesehatan. Diharapkan agar masyarakat dapat memahami dan menaati peraturan– peraturan terkait protokol kesehatan.

Kapolres Belu, AKBP. Khairul Saleh, S.H.,S.I.K. M.Si. mengungkapkan, segala kebijakan yang diambil pemerintah, kepolisian akan tetap komitmen dan konsisten untuk mengawalnya karena saat ini hukum tertinggi adalah kesehatan masyarakat.

Dalam rangka HUT Bhayangkara, tambah Kapolres Belu, kepolisian akan melaksanakan vaksinasi, ‘serbu vaksin’ secara serentak di seluruh Indonesia. Untuk Kabupaten Belu, targetnya 1.750 (seribu tujuh ratus lima puluh) dosis. Kegiatan dimaksud akan dilaksanakan di GOR L.A. Bone dan 15 puskesmas di Kabupaten Belu.

Vikjen Keuskupan Atambua, Pater Vincensius Wun, SVD menuturkan, pihak gereja selalu memberikan imbauan kepada seluruh umat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. “Uskup Atambua juga telah mengeluarkan larangan untuk acara pesta nikah, sambut baru dan pesta-pesta lainnya. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat menertibkan masyarakat yang melanggar,” sebut Vikjen Keuskupan.

Adapun beberapa hal yang disepakati dalam Rakor, yakni Izin keramaian ditiadakan; bagi pelaku perjalanan internasional, jika dilakukan tes dan hasilnya negatif bisa melanjutkan perjalanan dengan ketentuan melaksanakan isolasi mandiri di tempat tujuan; acara keagamaan dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat; vaksinasi akan dipercepat; karantina/Isolasi mandiri akan dilakukan secara terpusat sehingga memudahkan pemantauan dan pelayanan kesehatan; acara kematian dan lain -lain akan diatur sesuai dengan protokol kesehatan. (*)

Sumber berita + foto: prokompimdabelu

Editor: Herminus Halek

Jelang Putusan MK, Plh. Bupati, Ketua DPRD & Kapolres Belu Imbau Masyarakat Tenang

467 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Belu 2020 yang bakal dihelat pada Kamis, 18 Maret 2021, Plh. Bupati Belu, Frans Manafe; Kapolres Khairul Saleh; dan Ketua DPRD, Jeremias Manek Seran Junior mengimbau kepada  seluruh masyarakat Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menjaga ketenangan, ketertiban, dan keamanan, sekaligus menaati protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Plh. Bupati Belu, Frans Manafe mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belu untuk tetap tenang di rumah, mengikuti keputusan MK di rumah dan tetap menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif.  “Tidak perlu bereuforia, berdoa dan berharap untuk kebaikan Kabupaten Belu ke depan. Siapa pun yang menjadi pemimpin adalah pemimpin kita bersama, untuk melanjutkan pembangunan demi mewujudkan kesejahteraan bersama,” ucap Frans Manafe, yang juga merupakan penjabat Sekda Belu di Atambua, pada Rabu, 17 Maret 2021.

Imbauan yang sama, diungkapkan Kapolres Belu Khairul Saleh. Kepada seluruh simpatisan, baik paket 01 maupun paket 02 agar tidak melakukan aksi kumpul-kumpul, konvoi, euforia kemenangan. Apalagi, pandemi  Covid-19 saat ini, perlu memperhatikan protokol kesehatan. Taat terhadap apa yang akan menjadi keputusan MK.

Ketua DPRD Kabupaten Belu, Jeremias Manek Seran Junior

“Kita siapkan 427 personil, dan kita minta back up anggota Dalmas Polda NTT dan Satuan Brimob Atambua . Kita fokus mengamankan kantor KPU, Bawaslu, dan beberapa titik yang memungkinkan ada pergerakan massa di pintu-pintu masuk Atambua, seperti Fatubenao, Umanen dan tempat-tempat lain,” ujar Khairul Saleh.

Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Seran Junior juga mengimbau kepada setiap tim dari masing-masing paket untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan. “Prinsipnya, apa pun hasilnya yang akan kita dengar dalam putusan MK besok, adalah yang terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Belu. Di masa pandemi Covid-19 ini, taati protokol kesehatan, hindari kerumunan dan aksi-aksi seperti pawai, konvoi yang menghadirkan massa,” tuturnya. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Pembantu Rumah Tangga Asal TTS Dianiaya Penjudi Bingo di Belu

1.374 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Nasib nahas menimpa seorang wanita kelahiran Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nelci Manao (36), yang kesehariannya memenuhi kebutuhan keluarga dengan bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT).

Ia dihina dan dianiaya hingga babak belur dan sempat tak sadarkan diri oleh tetangganya dan sekelompok penjudi Bingo di Lingkungan Lesepu, RT 18C/ RW 05, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, pada Minggu siang, 3 Januari 2021, pukul 13.00 WITA.

Menurut pengakuan Nelci kepada wartawan pada Senin, 4 Januari 2021, bahwa ia diolok dengan kata – kata “pembantu rumah tangga dan membawa  pulang nasi sisa ke rumahnya”.

Sebelum penganiayaan yang disertai dengan tendangan ke tubuhnya oleh pelaku A, F dan L itu terjadi, urai Nelci, kelompok penjudi itu terlebih dahulu mengejek dan mempermalukannya di lokasi perjudian dengan kata – kata tak senonoh. Ejekan – ejekan itu pun sudah sering kali dialami Nelci dan ia selalu berusaha mengabaikan. Namun, rupanya pada Minggu siang tragis itu, kesabaran Nelci terlampau tak terkontrol, lalu menghampiri kelompok penjudi itu untuk sekadar mempertanyakan alasan dirinya dihina.

Saat itulah, Nelci  diserang secara membabi buta oleh kelompok penjudi Bingo di lokasi perjudian, dan berkelanjutan di rumahnya beberapa saat kemudian, dengan menggunakan kumpulan batu yang dibungkus dalam kain Bali dan setangkai sapu lidi tanpa ada perlawanan.

Akibatnya, Nelci Manao menderita memar pada dahi, kepala dan sekujur tubuhnya. Bahkan, merasa pusing hingga seharian penuh.

“Saya, setelah cuci pakaian di rumah tetangga, saya pergi ke rumah kakak. Saat saya balik ke rumah, pelaku A bersama beberapa orang sedang bermain Bingo menyindir saya, bilang pulang kampung jangan datang lagi karena sama saja menjadi pembantu di rumah orang dan pulang bawa makanan sisa. Tidak tahu kerja, hanya jadi pembantu,” kisah Nelci menirukan kata-kata hinaan si A, sembari mengaku sangat malu lantaran ditertawai kelompok Penjudi Bingo tersebut.

Nelsi menuturkan, bahwa usai diolok dan dianiaya di lokasi perjudian, ia kembali ke rumahnya. Ia pun tidak menduga, kalau pelaku berinisial A dan suaminya F bersama keluarga berinisial L membuntut dan menganiayanya di rumah sejam kemudian hingga jatuh pingsan.

“Sekitar setengah jam baru saya sadar. Saya langsung naik ojek pergi lapor polisi. Saya juga sudah visum di RSUD Atambua,” tuturnya.

Kapolres Belu AKBP Khairul Saleh melalui Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Wira Satria Yudha yang dikonfirmasi wartawan di Ruang Kerjanya pada Kamis sore, 7 Januari 2021, menuturkan bahwa laporan itu belum ada. Bahkan, untuk memastikan ada tidaknya laporan tersebut, Kasat Wira Satria memerintahkan dua anggotanya mengecek di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Namun, tetap juga tidak ada.

Selanjutnya, sesuai dengan salinan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan/ Penyidikan (SP2HP) yang diterima Garda Indonesia pada Minggu petang, 10 Januari 2021, tertera kasus tersebut sudah dilaporkan sejak Minggu, 3 Januari 2021 dengan Laporan Polisi, Nomor: LP 01 / I / 2021 / Polres Belu tentang tindak pidana di muka umum bersama–sama melakukan kekerasan terhadap orang (pengeroyokan) a.n. Fransisca, CS.

“Bersama ini, kami beritahukan bahwa kami telah melakukan penyelidikan tindak pidana tersebut dan perkembangan hasil penyelidikan selanjutnya akan kami beritahukan kepada saudari dan kami telah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan untuk menaikkan ke tingkat penyidikan kami masih menunggu hasil VER (Visum Et Repertum) dari Rumah Sakit Umum Gabriel Manek, serta pemanggilan calon tersangka”, isi poin 2 dalam surat bertanggal 6 November 2021, ditujukan kepada pelapor Nelsi Manao dan ditandatangan oleh penyidik Agus Haryono, S.H. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Foto utama (*/pixabay)