Arsip Tag: badai siklon tropis

Pemkot Kupang Salurkan Dana Tunggu Hunian ke 261 Kepala Keluarga

565 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Usai menerima bantuan dana tunggu hunian (DTH) bagi warga terdampak badai siklon tropis dari BNPB melalui Gubernur NTT pada Rabu, 28 April 2021, tanpa menunda waktu, maka pada Kamis, 29 April 2021 Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang langsung menyalurkan dana tersebut kepada warga terdampak Badai Seroja.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/29/finalisasi-data-korban-bencana-ntt-tahap-i-30-april-verifikasi-ii-3-mei/

Diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man kepada 6 (enam) orang perwakilan warga dari enam kecamatan yang ada di Kota Kupang. Turut hadir pada kesempatan tersebut Liaison Officer (LO) BNPB Brigjen Syahyudi, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, Dandim 1604 Kupang, Letkol ARH Abraham Kalelo, perwakilan dari Kapolres Kupang Kota dan perwakilan dari Kajari Kota Kupang,  Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kupang, Eli Wairata, serta para camat dan lurah.

Usai penyerahan yang berlangsung di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang, dokter Herman Man menyampaikan, bantuan dana tunggu hunian ini diperuntukkan bagi warga Kota Kupang, yang akibat Badai Seroja beberapa waktu lalu, rumahnya mengalami kerusakan berat. Tercatat 261 KK di Kota Kupang yang akan menerima bantuan senilai Rp.500 ribu per bulan selama tiga bulan.

Dana tersebut, imbuh dr. Herman Man akan ditransfer ke rekening masing-masing warga. Bagi warga yang belum memiliki rekening, Pemkot sudah melakukan koordinasi dengan Bank NTT untuk membantu membuka rekening tanpa saldo awal minimal. Dipastikannya dalam waktu paling lambat enam hari dana tersebut sudah masuk di rekening warga penerima.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man didampingi oleh Liaison Officer (LO) BNPB, Brigjen Syahyudi saat menjelaskan kegunaan Dana Tunggu Hunian dan sistem pembayarannya

Atas nama pemerintah dan warga Kota Kupang, dokter Herman Man menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Joko Widodo, yang melalui BNPB telah memberikan bantuan ini. Kepada para penerima bantuan ia berpesan untuk memanfaatkan bantuan tersebut semaksimal mungkin untuk kesejahteraan keluarga. Tak lupa ia meminta agar para penerima bantuan ini berdoa agar negara ini makin mampu membantu warganya terutama dalam situasi bencana seperti saat ini.

Liaison Officer (LO) BNPB, Brigjen Syahyudi  menyampaikan BNPB telah  merealisasikan DTH untuk Provinsi NTT dengan nilai kurang lebih Rp.7 miliar. Menurutnya DTH ini diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak berat.  Dana tersebut diharapkan dipakai warga selama menunggu rumahnya dibangun atau diperbaiki, misalnya untuk sewa rumah atau biaya hidup selama menumpang di rumah warga.

Brigjen Syahyudi, dana tersebut juga bertujuan untuk menghindari kerumunan warga di posko pengungsian guna mencegah penyebaran Covid-19 yang masih mengancam. Dia berharap dana tersebut bisa dipergunakan semaksimal mungkin untuk mengurangi beban warga terdampak.

Selain DTH, BNPB juga menyediakan bantuan dana bagi warga yang rumahnya terdampak dalam kategori rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat. Untuk itu mereka berharap validasi data kerusakan oleh Pemda bisa segera dilakukan, sesuai deadline yang diberikan oleh Gubernur NTT pada Jumat, 30 April 2021.

Erastus Poke, warga RT 11 RW 03, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, yang menjadi salah satu perwakilan penerima bantuan DTH secara simbolis, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui BNPB dan Pemkot Kupang yang tanpa menunggu waktu lama langsung menyalurkan bantuan tersebut. Dipastikannya bantuan tersebut akan dimanfaatkannya sebaik mungkin sambil menunggu proses perbaikan rumah miliknya. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans)

Editor (+roni banase)

Doakan Korban Bencana di NTT, Bupati Belu Ajak Hadirin Tunduk Kepala

385 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, SpPD-KGEH.FINASIM mengawali penyampaian pidato perdananya dengan terlebih dahulu mengajak para hadirin menundukkan kepala sejenak guna mendoakan semua orang yang telah meninggal dunia karena penyakit dan sebab – sebab lain.

“Terakhir hari ini, Romo Mateus dipanggil Tuhan karena Covid. Sebelumnya, Romo Vinsen dan semua yang sudah mendahului kita oleh karena sebab apa pun,” ungkap Bupati Belu di Ruang Paripurna Istimewa DPRD Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa, 27 April 2021, sembari berharap, semoga arwah mereka diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Masih dalam suasana prihatin, saya mengajak kita semua mendoakan saudara – saudara kita di seluruh Indonesia yang tertimpa bencana alam, khususnya NTT yang terdampak Siklon Tropis Seroja pada awal April yang lalu. Kita doakan mereka yang sudah mendahului kita, dan mereka yang masih menderita di tempat pengungsian. Semoga tabah menjalani cobaan ini,” pinta Bupati Belu.

Di wilayah Kabupaten Belu, sambung Bupati Agus Taolin, sejumlah desa tertimpa bencana yang mengakibatkan banyak rumah rusak, antara lain di Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk terdapat 158 kepala keluarga, 581 jiwa yang mengungsi. Ada yang ditampung di Gereja GMIT dan sebagian yang menumpang di rumah keluarga. Longsor terjadi juga di Desa Lakmaras, Dualaus, dan Sadi yang menyebabkan banyak ternak mati dan hanyut. Ratusan hektar sawah rusak tersapu banjir sehingga terancam gagal panen, kerusakan infrastruktur jalan, jembatan dan bendungan di Desa Asumanu, Manumuti, Tohe dan Fatuketi.

“Kemarin, Rapat Umum Pemegang Saham Bank NTT, Otoritas Jasa Keuangan menyerahkan 1,5 M untuk sumbangan bencana alam di NTT. Kita doakan, semoga sumbangan ini bisa tiba cepat kepada yang berhak agar dapat meringan beban bencana alam,” harap Bupati Belu.

Selain itu, Bupati Agus Taolin mengucapkan selamat pesta Paskah bagi umat Kristiani. Semoga kebangkitan Kristus membawa kita untuk bangkit menuju perubahan dan melayani sesama dengan lebih baik lagi. “Saya juga mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi saudara – saudara yang beragama Islam, semoga diberikan kekuatan oleh Allah yang Maha Kuasa, sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dengan sebaik – baiknya,” papar Bupati Belu. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Foto: Kominfo Belu

HUT Ke-135 Kota Kupang, Pemkot Urai Penanganan Covid-19 & Badai Seroja

276 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pasca-Badai Seroja dan Pandemi Covid-19 yang masih terus melanda, Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore mengajak seluruh warga dan lapisan masyarakat yang ada di Kota Kupang untuk bangkit bersama bersatu padu, saling bahu membahu dan bergandengan tangan memulihkan kota dan mewujudkan cita-cita Kota Kupang yang cerdas, mandiri dan sejahtera.

Imbauan tersebut disampaikan saat refleksi memperingati HUT ke-135 Kota Kupang dan Hari Jadi ke-25 Kota Kupang sebagai daerah otonom pada Minggu, 25 April 2021. Refleksi dibacakan secara bergantian oleh Wali Kota Kupang dengan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan disiarkan secara virtual dari ruang rapat Garuda Kantor Wali Kota Kupang pada Senin, 26 April 2021. Turut hadir Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, S.Sos dan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E., M.Si.

Diakui Wali Kota Jefri, HUT Kota Kupang tahun 2021 seperti tahun 2020, tidak dirayakan dalam kemeriahan, tapi diperingati dalam kesederhanaan sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan terhadap kondisi yang dialami saat ini pasca-Badai Seroja dan Covid-19. Namun, sebagai insan yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dalam segala hal kita patut terus berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan karena masih diberikan kesempatan menikmati hasil pembangunan di Kota Kupang.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota juga berkesempatan memaparkan berbagai pencapaian Pemerintah Kota Kupang dalam mewujudkan Kota Kupang Layak Huni, Cerdas, Mandiri Sejahtera dengan Tata Kelola Bebas KKN, sesuai visi pembangunan Kota Kupang yang diformulasikan ke dalam 6 (enam) misi pembangunan yang tercantum dalam RPJMD Tahun 2017—2022 antara lain  upaya peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan warga Kota Kupang, peningkatan perekonomian, akses pelayanan perizinan dan penciptaan lapangan kerja,  peningkatan kualitas infrastruktur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan serta upaya meningkatkan toleransi dan kerukunan suku, agama, ras dan antar golongan.

Diakui Wali Kota Jefri, capaian pembangunan ini dapat terwujud karena adanya dukungan dan partisipasi dari masyarakat. ”Tanpa sinergitas yang solid antara pemerintah, DPRD dan lembaga-lembaga serta mitra Pemerintah Kota Kupang lainnya tentu perwujudan visi dan misi pembangunan mustahil dapat terealisasi,” tambahnya.

Pandemi Covid 19 Belum Usai

Wali Kota juga mengingatkan seluruh warga Kota Kupang bahwa pandemi Covid-19 belum usai. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Kupang per 25 April 2021 total kasus telah mencapai 6.559 orang, 172 orang meninggal dan 635 orang lainnya masih dirawat baik di fasilitas kesehatan maupun isolasi mandiri.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat menyampaikan progres penanganan Covid-19

Dokter Hermanus Man pun menambahkan, hingga saat ini pemerintah terus melakukan koordinasi terkait penanganan Covid-19 di Kota Kupang. Pemerintah Kota Kupang juga tanggap dengan melihat tren perkembangan kasus Covid-19 di Kota Kupang. Koordinasi juga dilakukan dengan Pemerintah Provinsi NTT yang ikut mendukung penanganan Covid-19 di Kota Kupang.

Pada tahun 2020, Pemkot Kupang mengalokasikan anggaran bersumber dari APBD untuk penanganan Covid-19 di Kota Kupang Rp.50 miliar lebih dengan realisasi sebesar 46 miliar rupiah lebih atau 91,06 persen dengan prioritas pada penanganan kesehatan sebesar hampir 22 miluar rupiah dengan realisasi sebesar 21 miliar rupiah lebih atau 95,88 persen dan penyediaan social safety net / jaring pengaman sosial dan penanganan dampak ekonomi dengan pagu anggaran sebesar 25 miliar rupiah lebih dengan realisasi sebesar 21 miliar rupiah lebih atau 86,31 persen.

Tahap Pertama Pemkot Kirim Data 2553 KK ke BNPB

Wali Kota menambahkan Badai Seroja yang melanda Kota Kupang dan sejumlah wilayah di NTT pada 3—5 April 2021 telah menimbulkan banyak kerusakan. Untuk menanggulangi kondisi ini, Pemkot Kupang didukung pemerintah pusat dan provinsi, melalui instansi teknis bersama para camat dan lurah dibantu oleh perangkat RT/RW di masih melakukan pendataan, verifikasi, validasi secara faktual di lapangan serta uji publik.

Saat ini, sebanyak 2.553 data kepala keluarga tahap 1 siap dikirim ke BNPB pusat untuk ditindaklanjuti, sedangkan sisanya masih akan dilakukan verifikasi, validasi dan uji publik tahap yang ke-2 hingga usai masa tanggap darurat pada 2 Mei 2021 mendatang. Pemerintah akan menyiapkan lokasi untuk merelokasi 314 kepala keluarga di Kelurahan Bakunase 2, Kolhua, Bello, Merdeka, Oebufu, Maulafa, Fatubesi dan Kelurahan Liliba yang kehilangan tempat tinggal akibat dampak banjir dan longsor saat terjadi Badai Seroja.

“Saya mohon kesabaran serta dukungan doa dan partisipasi bapa mama basudara agar petugas dapat bekerja maksimal sehingga bantuan dapat segera direalisasikan kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans)

Editor (+roni banase)

PIPEBI Peduli Korban Badai Seroja di Desa Tuapukan & Pukdale Kab Kupang

253 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI) menggalang donasi dan memberikan bantuan berupa beras, minyak goreng, telur, mie instan dan gula pasir kepada korban bencana Badai Seroja di Desa Tuapukan dan Pukdale, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, 23 April 2021.

PIPEBI Peduli Bencana Alam NTT terlaksana atas donasi dari Ibu-ibu Anggota Dewan Gubernur, Ketua Dewan Pembina PIPEBI yaitu istri dari Gubernur BI, PIPEBI di seluruh komisariat di dalam dan luar negeri, dan Ibu-ibu yang tergabung dalam Ikatan Wanita Bank Indonesia (IWABI) yang diserahkan oleh  Ketua Panitia PIPEBI, Icha Heri Catur dan didampingi oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja kepada Camat Kupang Timur, Deny Tadoe, S.Pd. dan Perwakilan Kodim 1604/Kupang, Mayor Edy.

Masyarakat bahu membahu menyiapkan konsumsi di dapur umum Kodim 1604/Kupang

Icha Heri Catur menyampaikan bahwa donasi yang terkumpul disalurkan kepada pihak internal pada 21 April 2021, sedangkan untuk eksternal di 3 (tiga) lokasi yakni kepada BPBD Provinsi NTT di aula El Tari, di Desa Tuapukan dan Desa Pukdale dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2021. “Ibu-ibu PIPEBI menyampaikan keprihatinan atas bencana yang terjadi di NTT, semoga bantuan ini dapat  meringankan beban yang dialami oleh warga terdampak bencana,” ujarnya.

Senada, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT I Nyoman Ariawan Atmaja mengungkapkan bahwa bantuan yang diberikan sebagai bentuk empati dari Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia dan Ikatan Wanita Bank. “Mudah-mudahan bantuan ini meringankan beban masyarakat sehingga segera bangkit beraktivitas melakukan kegiatan ekonomi. Semoga bantuan ini dapat melayani masyarakat dan sampaikan salam kami kepada Bapak Bupati dan Tokoh Masyarakat,” ulasnya.

PIPEBI saat menyerahkan bantuan ke Posko Darurat Bencana di Gereja Elim Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur

Camat Kupang Timur Deny Tadoe, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT dan PIPEBI yang dapat berkenan memberikan bantuan kepada masyarakat Desa Tuapukan. “Di sini yang mengalami bencana yang cukup parah, tak ada sesuatu yang dapat kami balas, namun hanya doa tulus dari masyarakat di Kupang Timur, semoga berkat berlimpah bagi Bapak dan Ibu-ibu,” ucapnya.

Sementara ini, imbuh Camat Kupang Timur, terdapat 3 (tiga) posko yang masih aktif yakni di Tuapukan, Gereja Elim, dan Desa Pukdale. “Pemerintah Kabupaten Kupang usai bencana mendirikan posko untuk makan minum (hari pertama hingga ketujuh, red), namun saat sekarang diutamakan pelayanan perbaikan sekitar 2.000 rumah. Oleh karena itu, para pengungsi kembali ke rumah masing-masing,” ungkapnya seraya menyampaikan sekitar 3.000 nasi bungkus disiapkan oleh Dapur Umum Kodim 1604/Kupang untuk disalurkan kepada masyarakat hingga Senin, 26 April 2021.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

CSR Bakti BCA Ringankan Beban Korban Badai Seroja di NTT

343 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PT Bank Central Asia, Tbk (BCA) melalui CSR Bakti BCA menyalurkan bantuan sembako sebanyak 300 paket kepada warga terdampak Badai Seroja di Kabupaten Kupang pada tanggal 19—21 April 2021. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak.

Penyerahan bantuan kemanusiaan dari PT Bank Central Asia, Tbk (BCA) melalui CSR Bakti BCA tersebut, diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Cabang Utama Kupang, Liau Jung Nyap dan Tim BCA Kupang di 4 (empat) desa Kabupaten Kupang yakni Desa Naibonat, Pukdale, Pariti dan Desa Boneana.

Kepala BCA Cabang Kupang, Liau Tjung Nyap saat menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada korban Badai Seroja di Kabupaten Kupang

Kepada Garda Indonesia pada Rabu malam, 21 April 2021 pukul 21.11 WITA, Kepala BCA Cabang Utama Kupang, Liau Jung Nyap menyampaikan semoga bantuan yang diserahkan dapat bermanfaat dan dapat mengurangi beban warga yang terdampak.

“Selain di Kabupaten Kupang, bantuan kemanusiaan BCA juga disalurkan ke Pulau  Adorara Kabupaten Flores Timur, Lembata, dan Kabupaten Sikka,” ungkap Liau sembari menyampaikan jenis bantuan yang berikan berupa genset 20 unit genset, 20 unit tenda, dan 200 paket sembako.

Karena BCA belum punya cabang di sana (daratan Flores, red), tandas Liau, maka pihaknya bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Kami belum ada cabang di sana BCA kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (Perwakilan TNI korem 161/Wirasakti) untuk membantu menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan,” tandasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto oleh Humas BCA Kupang

Kunjungan Kedua di Rote, VBL Pastikan Masyarakat Tak Lapar & Harus Sehat

236 Views

Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Kembali melakukan kunjungan kerja kedua di Rote Ndao pasca-Badai Seroja, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) didampingi Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu memantau Pulau Ndao dan Nuse menggunakan Helikopter BNPB dari Bandar Udara D.C. Saudale Ba’a pada Jumat, 16 April 2021.

Sejak terjadi Badai Seroja di Pulau Rote pada Minggu, 4 April 2021 seroja. Gubernur VBL melakukan kunjungan kerja pertama pasca-badai pada Kamis, 8 April 2021, menggunakan pesawat dukungan dari Garuda Indonesia seri ATR 72-600. Selanjutnya, pada kunjungan kedua pada Jumat, 16 April 2021, menggunakan Pesawat Carter Wings Air seri ATR 72-600.

Usai mengunjungi Pulau Ndao dan Nuse, Gubernur VBL langsung memerintahkan Kabag Protokol Setda NTT berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menghadirkan Kapal Pemerintah yang berlabuh di wilayah tersebut, sehingga mempermudah pergerakan masyarakat dan barang.

“Segera koordinasikan dengan Kadis Perikanan dan Perhubungan untuk mengirimkan kapal dan berlabuh di sana (Ndao dan Nuse). Kasihan masyarakat di sana susah, bantu mereka untuk penyebrangan dan distribusi logistik. Ibu Bupati agar mengoordinasikan dengan para nelayan di Nembrala dan Ba’a agar perahunya dipakai transportasi bagi masyarakat Pulau Ndao dan Nuse ke Rote ,” ucap Gubernur VBL.

Gubernur VBL didampingi Bupati Rote Ndao saat mengunjungi Pulau Ndao

Selanjutnya, didampingi Bupati Rote Ndao bersama rombongan, Gubernur VBL mengunjungi Desa Kuli Aisele, wilayah translok yang kena bencana guna memastikan masyarakat di lokasi pengungsian dalam kondisi sehat dan ketersediaan logistik cukup serta adanya dukungan Pemerintah terhadap kondisi rumah masyarakat terdampak bencana.

“Apakah basodara (saudara-saudara, red) semua sehat?” tanya Gubernur VBL kepada para pengungsi dan dijawab serempak, “Sehat Bapa”.

“Apakah makanan di sini cukup?” tanya VBL lagi dan dijawab masyarakat lagi, “Cukup Bapa Gub (Gubernur VBL, red),” jawab masyarakat), sembari disahuti VBL, “ Oh…baik sudah, tenang saya.”

Bapa dan mama semua, imbuh VBL, terkait kondisi rumah yang rusak akibat bencana, Pemerintah Pusat akan menggantinya dengan uang sebesar 10 juta rupiah untuk kondisi rusak ringan, 25 juta untuk rusak sedang dan 50 juta untuk rumah rusak berat. “Tetapi bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat, tidak diberikan uang tetapi dibangunkan langsung oleh Pemerintah untuk keseragaman dan menghindari ketimpangan,” terang Gubernur VBL.

Gubernur VBL didampingi Bupati Rote Ndao saat berdialog dengan masyarakat

Terkait kebutuhan embung dan irigasi, tandas VBL, silakan didata dan diajukan, sehingga melalui Dinas PUPR Provinsi akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dalam bentuk usulan untuk dianggarkan dan direalisasikan.

Sementara itu, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur VBL terhadap masyarakat Kabupaten Rote Ndao yang terdampak bencana khususnya kawasan translok di Desa Kuli Aisele.

“Bapak Gubernur bersama saya meninjau Pulau Ndao dan Nuse, setelah itu langsung ke sini (daerah translok, Desa Kuli Aisele),  terdapat 38 KK yang terdampak bencana, tetapi mereka semua dalam kondisi baik. Kami juga berterima kasih kepada Pak Dandim 1627/Rote Ndao, Letkol. Inf. Educ Permadi Eko yang telah mendukung pembangunan dapur umum di Rote Ndao.” ucap Bupati Paulina Haning Bullu. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Penyanyi Rian D’Masiv & PRB Bantu Korban Badai Seroja Rote Ndao

594 Views

Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Rian Ekky Pradipta atau terkenal dengan sapaan Rian D’Masiv yang bergerak dalam Yayasan Sosial “Jangan Menyerah Indonesia” bersama Relawan PRB (Perkumpulan Rote Bersatu), menyambangi korban bencana Badai Seroja (badai yang memorak-porandakan Pulau Rote Ndao, red), menyambangi korban bencana di Desa Kuli Aisele, Kecamatan Lobalain, dan di Dusun Olalain, Kelurahan Onatali, Kecamatan Rote Tengah pada Selasa, 13 April 2021.

Rian D’Masiv bersama rombongan menuju SD Tevila yang terdampak bencana di Desa Kuli Aisele, guna melihat langsung keadaan sekolah yang rusak akibat dihantam Badai Siklon Tropis Seroja. Rombongan juga sempat mengunjungi Kelurahan Onatali didusun Olalain Kecamatan Rote Tengah untuk melihat dari dekat kondisi anak-anak pasca-Badai Seroja.

Rian D’masiv saat menyerahkan bantuan kepada korban Badai Seroja di Rote Ndao

Bantuan sembako dan obat-obatan serta beberapa keperluan sehari-hari masyarakat serta makanan ringan atau snack dan susu untuk anak-anak diberikan dalam misi kemanusiaan tersebut. Selama berkunjung ke desa-desa, Rian D’Masiv selalu mengajak anak-anak dan warga masyarakat sekitar dan menghibur dengan menyanyikan lagu andalan grup D’Masiv bertitel  “Jangan Menyerah.”

Bersama Relawan PRB dan Rian D’Masif yang bergerak dalam Yayasan Jangan Menyerah Indonesia mengakhiri kegiatan di Pulau Rote dan kembali ke Bandara DC Soudale untuk melanjutkan penerbangan ke Kupang dan selanjutnya mengadakan konser amal untuk Korban Bencana Seroja di NTT.(*)

Sumber berita dan foto (*/Salman/Biro Garda Rote Ndao)

Editor (+roni banase)

Relokasi Pengungsi Badai Seroja di Kota Kupang, Khusus Rumah di DAS

260 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) didampingi Walikota Kupang, Jefirstson R. Riwu Kore mengunjungi beberapa titik lokasi pengungsian dan daerah lokasi bencana akibat Badai Siklon Tropis Seroja di Kota Kupang, pada Senin, 12 April 2021. Pada kesempatan tersebut, Gubernur VBL minta warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan bencana agar mau direlokasi.

“Bagaimana semua sehat ko?, “tanya Gubernur VBL saat menyambangi pengungsi di Gereja GMIT Kaisarea, BTN Kolhua Kota Kupang.

“Sehat Bapa,” jawab pengungsi serempak.

Gubernur meminta kesediaan para pengungsi untuk direlokasi supaya lebih aman dan nyaman ke depannya. “Yang (rumahnya) rusak berat dan yang ada di (sekitar) daerah aliran sungai,  keputusan Pemerintah Kota Kupang akan direlokasi. Tinggal di tempat yang lebih bagus, rumahnya dibangun oleh Pemerintah. Pindah ke situ. Semua disiapkan dengan baik. Kalau sudah tinggal di situ, nanti saat hujan lebat,  tidak ada kekawatiran yang berlebihan lagi. Setuju (untuk relokasi) toh?,” tanya Gubernur VBL.

“Setuju!,” jawab para pengungsi dengan penuh semangat.

Kepada awak media di Gereja GMIT Eden Kisbaki, Kelurahan Manutapen,  Gubernur VBL menegaskan, yang direlokasi adalah mereka yang tinggal di daerah yang tidak layak  lagi dan punya risiko tinggi untuk dihuni di Kota Kupang.

“Hari Rabu, 14 April, waktu paling terakhir (batas akhir) untuk verifikasi lahannya yang harus clear dan clean. Dan juga jumlah kepala keluarga (KK) yang direlokasi harus jelas. Sehingga secepatnya dikirimkan ke Pemerintah Pusat untuk segera ditangani. Dana untuk pembangunan berasal dari Pemerintah Pusat,” tegas Gubernur VBL.

VBL pun menjelaskan,  sambil menunggu pembangunan rumah di lokasi baru, Pemerintah Pusat khususnya BNPB siapkan dana bagi masyarakat yang akan direlokasi ini untuk sewa tinggal di rumah-rumah kerabat atau keluarga, “Hal ini untuk hindari penyebaran Covid-19, kalau tinggal di tempat pengungsi dalam waktu lama. Besaran biaya sewa ini adalah 500 ribu rupiah per KK.”

Khusus untuk yang rusak ringan, lanjut Gubernur VBL, Pemerintah Kota Kupang dan Provinsi akan memberikan bantuan secepatnya sehingga masyarakat yang ada di tempat pengungsian segera menempati rumahnya kembali, “Yang rusak-rusak ringan agar kita langsung memberikan bantuan baik seng, paku maupun kayu agar mereka segera kerjakan (perbaiki) sehingga mereka bisa kembali ke rumahnya minggu ini.”

Sementara itu, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore dalam kesempatan tersebut berterima kasih kepada Gubernur VBL atas perhatian dan bantuan dari Pemerintah Provinsi. Pemerintah Kota Kupang akan lakukan pendataan secara akurat secepatnya.

“Ada 475 rumah yang harus direlokasi. Semalam, kami sudah rapat dan mengecek lokasi untuk relokasi. Peluang besar adalah di Manulai, tanah milik Pemerintah Kota. Mudah-mudahan SK-nya bisa kelar hari ini untuk segera dikirimkan ke Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Lebih lanjut Wali Kota Jefri mengungkapkan, untuk menghindari terjadinya permasalahan di kemudian hari,  Pemerintah Kota akan melakukan beberapa upaya secepatnya. “Langkah berikutnya, kita akan segera kumpulkan mereka untuk memastikan mereka mau pindah ke sana. Kemarin kita ketemu dengan mereka semuanya dan mereka sampaikan secara lisan oke. Sehingga kita juga akan minta mereka buat pernyataan tertulis sehingga tidak ada protes di kemudian hari,” pungkasnya.

Beberapa titik pengungsian dan lokasi bencana yang dikunjungi Gubernur VBL adalah Posko 4  Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kampung Amanuban Kelurahan Oebufu Kecamatan Oebobo, Gereja GMIT Kaisarea BTN Kolhua Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, SD Inpres Labat Kelurahan Bakunase 2 Kecamatan Kota Raja, dan Gereja GMIT Eden Kisbaki, Kelurahan Manutapen, Lorong Jati Kelurahan Manutapen dan Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Air Nona, Kelurahan Naikoten 1 Kecamatan Kota Raja. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)