Arsip Tag: badai siklon tropis

Kunjungan Kedua di Rote, VBL Pastikan Masyarakat Tak Lapar & Harus Sehat

150 Views

Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Kembali melakukan kunjungan kerja kedua di Rote Ndao pasca-Badai Seroja, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) didampingi Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu memantau Pulau Ndao dan Nuse menggunakan Helikopter BNPB dari Bandar Udara D.C. Saudale Ba’a pada Jumat, 16 April 2021.

Sejak terjadi Badai Seroja di Pulau Rote pada Minggu, 4 April 2021 seroja. Gubernur VBL melakukan kunjungan kerja pertama pasca-badai pada Kamis, 8 April 2021, menggunakan pesawat dukungan dari Garuda Indonesia seri ATR 72-600. Selanjutnya, pada kunjungan kedua pada Jumat, 16 April 2021, menggunakan Pesawat Carter Wings Air seri ATR 72-600.

Usai mengunjungi Pulau Ndao dan Nuse, Gubernur VBL langsung memerintahkan Kabag Protokol Setda NTT berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menghadirkan Kapal Pemerintah yang berlabuh di wilayah tersebut, sehingga mempermudah pergerakan masyarakat dan barang.

“Segera koordinasikan dengan Kadis Perikanan dan Perhubungan untuk mengirimkan kapal dan berlabuh di sana (Ndao dan Nuse). Kasihan masyarakat di sana susah, bantu mereka untuk penyebrangan dan distribusi logistik. Ibu Bupati agar mengoordinasikan dengan para nelayan di Nembrala dan Ba’a agar perahunya dipakai transportasi bagi masyarakat Pulau Ndao dan Nuse ke Rote ,” ucap Gubernur VBL.

Gubernur VBL didampingi Bupati Rote Ndao saat mengunjungi Pulau Ndao

Selanjutnya, didampingi Bupati Rote Ndao bersama rombongan, Gubernur VBL mengunjungi Desa Kuli Aisele, wilayah translok yang kena bencana guna memastikan masyarakat di lokasi pengungsian dalam kondisi sehat dan ketersediaan logistik cukup serta adanya dukungan Pemerintah terhadap kondisi rumah masyarakat terdampak bencana.

“Apakah basodara (saudara-saudara, red) semua sehat?” tanya Gubernur VBL kepada para pengungsi dan dijawab serempak, “Sehat Bapa”.

“Apakah makanan di sini cukup?” tanya VBL lagi dan dijawab masyarakat lagi, “Cukup Bapa Gub (Gubernur VBL, red),” jawab masyarakat), sembari disahuti VBL, “ Oh…baik sudah, tenang saya.”

Bapa dan mama semua, imbuh VBL, terkait kondisi rumah yang rusak akibat bencana, Pemerintah Pusat akan menggantinya dengan uang sebesar 10 juta rupiah untuk kondisi rusak ringan, 25 juta untuk rusak sedang dan 50 juta untuk rumah rusak berat. “Tetapi bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat, tidak diberikan uang tetapi dibangunkan langsung oleh Pemerintah untuk keseragaman dan menghindari ketimpangan,” terang Gubernur VBL.

Gubernur VBL didampingi Bupati Rote Ndao saat berdialog dengan masyarakat

Terkait kebutuhan embung dan irigasi, tandas VBL, silakan didata dan diajukan, sehingga melalui Dinas PUPR Provinsi akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dalam bentuk usulan untuk dianggarkan dan direalisasikan.

Sementara itu, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur VBL terhadap masyarakat Kabupaten Rote Ndao yang terdampak bencana khususnya kawasan translok di Desa Kuli Aisele.

“Bapak Gubernur bersama saya meninjau Pulau Ndao dan Nuse, setelah itu langsung ke sini (daerah translok, Desa Kuli Aisele),  terdapat 38 KK yang terdampak bencana, tetapi mereka semua dalam kondisi baik. Kami juga berterima kasih kepada Pak Dandim 1627/Rote Ndao, Letkol. Inf. Educ Permadi Eko yang telah mendukung pembangunan dapur umum di Rote Ndao.” ucap Bupati Paulina Haning Bullu. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Penyanyi Rian D’Masiv & PRB Bantu Korban Badai Seroja Rote Ndao

464 Views

Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Rian Ekky Pradipta atau terkenal dengan sapaan Rian D’Masiv yang bergerak dalam Yayasan Sosial “Jangan Menyerah Indonesia” bersama Relawan PRB (Perkumpulan Rote Bersatu), menyambangi korban bencana Badai Seroja (badai yang memorak-porandakan Pulau Rote Ndao, red), menyambangi korban bencana di Desa Kuli Aisele, Kecamatan Lobalain, dan di Dusun Olalain, Kelurahan Onatali, Kecamatan Rote Tengah pada Selasa, 13 April 2021.

Rian D’Masiv bersama rombongan menuju SD Tevila yang terdampak bencana di Desa Kuli Aisele, guna melihat langsung keadaan sekolah yang rusak akibat dihantam Badai Siklon Tropis Seroja. Rombongan juga sempat mengunjungi Kelurahan Onatali didusun Olalain Kecamatan Rote Tengah untuk melihat dari dekat kondisi anak-anak pasca-Badai Seroja.

Rian D’masiv saat menyerahkan bantuan kepada korban Badai Seroja di Rote Ndao

Bantuan sembako dan obat-obatan serta beberapa keperluan sehari-hari masyarakat serta makanan ringan atau snack dan susu untuk anak-anak diberikan dalam misi kemanusiaan tersebut. Selama berkunjung ke desa-desa, Rian D’Masiv selalu mengajak anak-anak dan warga masyarakat sekitar dan menghibur dengan menyanyikan lagu andalan grup D’Masiv bertitel  “Jangan Menyerah.”

Bersama Relawan PRB dan Rian D’Masif yang bergerak dalam Yayasan Jangan Menyerah Indonesia mengakhiri kegiatan di Pulau Rote dan kembali ke Bandara DC Soudale untuk melanjutkan penerbangan ke Kupang dan selanjutnya mengadakan konser amal untuk Korban Bencana Seroja di NTT.(*)

Sumber berita dan foto (*/Salman/Biro Garda Rote Ndao)

Editor (+roni banase)

Relokasi Pengungsi Badai Seroja di Kota Kupang, Khusus Rumah di DAS

184 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) didampingi Walikota Kupang, Jefirstson R. Riwu Kore mengunjungi beberapa titik lokasi pengungsian dan daerah lokasi bencana akibat Badai Siklon Tropis Seroja di Kota Kupang, pada Senin, 12 April 2021. Pada kesempatan tersebut, Gubernur VBL minta warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan bencana agar mau direlokasi.

“Bagaimana semua sehat ko?, “tanya Gubernur VBL saat menyambangi pengungsi di Gereja GMIT Kaisarea, BTN Kolhua Kota Kupang.

“Sehat Bapa,” jawab pengungsi serempak.

Gubernur meminta kesediaan para pengungsi untuk direlokasi supaya lebih aman dan nyaman ke depannya. “Yang (rumahnya) rusak berat dan yang ada di (sekitar) daerah aliran sungai,  keputusan Pemerintah Kota Kupang akan direlokasi. Tinggal di tempat yang lebih bagus, rumahnya dibangun oleh Pemerintah. Pindah ke situ. Semua disiapkan dengan baik. Kalau sudah tinggal di situ, nanti saat hujan lebat,  tidak ada kekawatiran yang berlebihan lagi. Setuju (untuk relokasi) toh?,” tanya Gubernur VBL.

“Setuju!,” jawab para pengungsi dengan penuh semangat.

Kepada awak media di Gereja GMIT Eden Kisbaki, Kelurahan Manutapen,  Gubernur VBL menegaskan, yang direlokasi adalah mereka yang tinggal di daerah yang tidak layak  lagi dan punya risiko tinggi untuk dihuni di Kota Kupang.

“Hari Rabu, 14 April, waktu paling terakhir (batas akhir) untuk verifikasi lahannya yang harus clear dan clean. Dan juga jumlah kepala keluarga (KK) yang direlokasi harus jelas. Sehingga secepatnya dikirimkan ke Pemerintah Pusat untuk segera ditangani. Dana untuk pembangunan berasal dari Pemerintah Pusat,” tegas Gubernur VBL.

VBL pun menjelaskan,  sambil menunggu pembangunan rumah di lokasi baru, Pemerintah Pusat khususnya BNPB siapkan dana bagi masyarakat yang akan direlokasi ini untuk sewa tinggal di rumah-rumah kerabat atau keluarga, “Hal ini untuk hindari penyebaran Covid-19, kalau tinggal di tempat pengungsi dalam waktu lama. Besaran biaya sewa ini adalah 500 ribu rupiah per KK.”

Khusus untuk yang rusak ringan, lanjut Gubernur VBL, Pemerintah Kota Kupang dan Provinsi akan memberikan bantuan secepatnya sehingga masyarakat yang ada di tempat pengungsian segera menempati rumahnya kembali, “Yang rusak-rusak ringan agar kita langsung memberikan bantuan baik seng, paku maupun kayu agar mereka segera kerjakan (perbaiki) sehingga mereka bisa kembali ke rumahnya minggu ini.”

Sementara itu, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore dalam kesempatan tersebut berterima kasih kepada Gubernur VBL atas perhatian dan bantuan dari Pemerintah Provinsi. Pemerintah Kota Kupang akan lakukan pendataan secara akurat secepatnya.

“Ada 475 rumah yang harus direlokasi. Semalam, kami sudah rapat dan mengecek lokasi untuk relokasi. Peluang besar adalah di Manulai, tanah milik Pemerintah Kota. Mudah-mudahan SK-nya bisa kelar hari ini untuk segera dikirimkan ke Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Lebih lanjut Wali Kota Jefri mengungkapkan, untuk menghindari terjadinya permasalahan di kemudian hari,  Pemerintah Kota akan melakukan beberapa upaya secepatnya. “Langkah berikutnya, kita akan segera kumpulkan mereka untuk memastikan mereka mau pindah ke sana. Kemarin kita ketemu dengan mereka semuanya dan mereka sampaikan secara lisan oke. Sehingga kita juga akan minta mereka buat pernyataan tertulis sehingga tidak ada protes di kemudian hari,” pungkasnya.

Beberapa titik pengungsian dan lokasi bencana yang dikunjungi Gubernur VBL adalah Posko 4  Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kampung Amanuban Kelurahan Oebufu Kecamatan Oebobo, Gereja GMIT Kaisarea BTN Kolhua Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, SD Inpres Labat Kelurahan Bakunase 2 Kecamatan Kota Raja, dan Gereja GMIT Eden Kisbaki, Kelurahan Manutapen, Lorong Jati Kelurahan Manutapen dan Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Air Nona, Kelurahan Naikoten 1 Kecamatan Kota Raja. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Warga Kota Kupang Bisa Lihat & Unggah Data Rumah Terdampak Badai Seroja

535 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Beberapa warga Kota Kupang menunjukkan mengumbar rasa senang mereka ke ruang komentar media sosial, karena sekarang dapat melihat perkembangan pendataan warga terdampak Badai Seroja melalui laman atau website http://serojakotakupang.wordpress.co

Seperti Yayang (38) yang membalas kiriman informasi pendataan warga terdampak melalui grup whatsapp siar Garda Indonesia pada merasa senang dan beruntung ada website. “Untung ada ini website, sehingga kami bisa mengisi sendiri dan mudah-mudahan terakomodasi. Saya sudah mengecek data rumah warga terdampak, namun nama saya tak ada di kelurahan,” ucapnya seraya mengungkapkan rumahnya di Kelurahan Naikolan tertindih pohon.

Begitu juga dengan warga Kelurahan Oeba, Jerry (48) merasa sangat senang, usai melihat nama dan data rumah terdampak Badai Seroja terpampang di website yang digagas oleh Kabid Layanan e-Government Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kupang, Wildrian Otta, S.STP., M.M.

Ekspresi serupa ditunjukkan oleh salah satu staf di LPMP Provinsi NTT, Mikael Ambar Wali (46) yang langsung mengakses apakah namanya sudah tercantum di dalam website. Usai melihat namanya tidak tercantum, kemudian meminta arahan dan mengisi sendiri data melalui telepon genggam.

Wali Kota Kupang saat peluncuran laman atau website Badai Seroja

Sebelumnya, saat peluncuran atau launching website pada Senin, 12 April 2021 di aula rumah jabatan Sekda Kota Kupang, Wali Kota Kupang Dr. Jefri Riwu Kore menyampaikan, website tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat Kota Kupang untuk melaporkan bangunan yang dihantam Badai Seroja. “Memang masing-masing lurah sudah bekerja luar biasa, camat juga sudah bekerja begitu juga posko, mendata semua kerusakan-kerusakan yang dialami warga, baik itu kerusakan ringan, sedang dan berat, namun data tersebut perlu dipastikan oleh warga yang bersangkutan,” ujarnya.

Oleh karena itu, imbuh, Wali Kota Jefri, cara yang dilakukan Pemkot Kupang, selain data tersebut ditempelkan di setiap kelurahan, juga dimasukkan ke website. “Masyarakat dapat memasukkan nama-nama di website tersebut dengan kerugian yang dialami, disertai dengan foto,” terangnya didampingi Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Foenay, SE, M.Si, dan Asisten Sekda Elvianus Wairata.

Sementara itu, Kepala Bidang Layanan e-Government di Diskominfo Kota Kupang, Wildrian Otta, S.STP, MM menjelaskan bahwa, proses pengisian data pada website tersebut difokuskan pada bangunan milik masyarakat, apabila dalam satu bangunan terdapat beberapa kepala keluarga yang didata oleh pemerintah, maka berlaku untuk satu kepala keluarga, “Nanti untuk bantuan sosial baru didata setiap kepala keluarga,” urai Andre Otta sapaan akrabnya.

Lanjut Andre, sebelum meregistrasi data ke website yang tersedia, warga diarahkan untuk mengecek apakah datanya sudah terdaftar oleh pihak RT atau kelurahan. “Sebaiknya, terlebih dahulu mengecek apakah sudah didata oleh pihak kelurahan, jika belum, maka dapat melakukan pendaftaran secara mandiri pada menu yang tersedia. Ini mencegah adanya data rangkap,” tandasnya.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Pemda Sabu Raijua & Bank NTT Bantu Warga Korban Badai Seroja

180 Views

Sabu Raijua-NTT, Garda Indonesia | Penjabat Bupati Sabu Raijua, Doris Rihi bersama Ketua DPRD, Kapolres, Danramil, Sekda dan Pimpinan Bank NTT, Sabu Raijua bersama rombongan menyerahkan bantuan Bank NTT berupa Seng sebanyak 1. 500 lembar, paku seng 50 kg kepada warga di 6 (enam) kecamatan terdampak Badai Seroja yakni di Kecamatan Sabu Barat, Sabu Tengah, Sabu Timur, Sabu Liae, Hawu Mehara, dan Raijua.

Kepada Garda Indonesia, Penjabat Bupati Sabu Raijua Doris Rihi mengungkapkan, Pemda Sabu Raijua menyerahkan bantuan beras sebanyak 5,5 ton kepada 487 KK atau 1.984 jiwa di Desa Ledeke, Kecamatan Sabu Liae dan Desa Gurimonearu, Kecamatan Hawu Mehara

“Bantuan beras akan dilanjutkan besok (Selasa, 13 April 2021, red) dan seterusnya untuk membantu warga yang terdampak bencana,” tandas Doris Rihi.

Penjabat Bupati Sabu Raijua, Doris Rihi (tengah berbaju putih) bersama warga Sabu Raijua terdampak Badai Seroja

Sementara itu, Selain bantuan di Sabu Raijua, Bank NTT juga telah menyerahkan bantuan di beberapa kabupaten yakni Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Malaka, Sumba Timur, dan kabupaten terdampak lainnya.

Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho kepada Garda Indonesia pada Sabtu malam, 10 April 2021, menyampaikan Bank NTT beserta partisipan berbagi kasih dengan para pengungsi korban Badai Seroja di Kota Kupang. “Kami, Bank NTT bersama partisipan mengelilingi semua posko dan memberikan bantuan kepada warga terdampak termasuk para mahasiswa,” ujarnya.

Alex pun menyampaikan Bank NTT telah mendirikan Dapur Umum di Jalan El Tari Kupang untuk membantu masyarakat Kota Kupang yang terdampak Badai Seroja.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto (*/koleksi pribadi)

Pantau Lokasi Pasca–Banjir Tasain, Pj Bupati Belu: Rumah Hanyut Bangun Baru

134 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Penjabat Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, M.M. bersama pimpinan OPD teknis memantau langsung kondisi lokasi pasca–bencana banjir di Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 10 April 2021.

Selain itu, Pj. Bupati mengecek dan memastikan ketersediaan logistik, termasuk pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat–obatan di Posko Pengungsian Gereja GMIT Solafide Motamaro. “Persediaan logistik masih cukup bahkan tergolong banyak. Para pengungsi diberi makan tiga kali sehari,”ungkap Zaka Moruk sembari menuturkan, setelah tanggal 20 April 2021 pemerintah daerah tidak lagi mengambil keputusan tanggap bencana.

Zakarias Moruk mengutarakan, Pemerintah Daerah Belu siap membantu menyediakan peralatan dapur seperti piring, senduk, gelas, wajan, periuk, kompor, pakaian dan selimut kepada para pengungsi. Dan, saat ini dapur umum ditangani oleh anggota Yonif Raider Khusus 744/SYB, bekerja sama dengan pemerintah dan pemuda.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/11/pln-pulihkan-listrik-6-kabupaten-di-ntt-41-850-pelanggan-nikmati-listrik-lagi/

Berkaitan dengan 7 unit rumah warga yang terhanyut banjir dan 9 unit rumah lainnya yang mengalami kerusakan berat,  Zakarias Moruk meminta kepala desa setempat untuk segera menunjukkan lokasi guna pembangunan rumah baru dalam minggu ini. “Kita juga datang untuk cek lokasi yang mau dibangun rumah karena ada beberapa KK yang rumahnya terhanyut sehingga harus dibangun baru. Pemerintah akan lakukan relokasi dan bangun beronjong untuk mengantisipasi banjir luapan kali Motamaro,” ujarnya.

Kondisi pengungsi di penampungan Gereja GMIT Solafide Motamaro

Penjabat Bupati Belu juga menginstruksikan OPD terkait melakukan pendampingan saat para pengungsi kembali ke rumah masing-masing untuk memastikan tidak kekurangan logistik. “Pemerintah akan bersinergi dengan unsur TNI dan Polri untuk membantu para pengungsi membersihkan rumah-rumah warga yang masih ada sisa material banjir,” ungkap Zakarias Moruk.

Terkait masalah listrik, Penjabat Bupati Belu menandaskan, bahwa saat ini, jaringan listrik terpusat di Bolok-Kupang. Tim gabungan dari seluruh Indonesia sedang berada di Kupang untuk memperbaiki kembali jaringan-jaringan yang putus akibat Siklon Tropis Seroja. “Masih bertahap, sehingga di Atambua dilakukan penjadwalan listrik menyala. Kita berharap awal bulan Mei sudah normal,” papar Zakarias Moruk. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Listrik di Perbankan Nyala Lagi, Kepala BI Perwakilan NTT: Terima Kasih PLN

270 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat mengunjungi layanan Perbankan di Bank CIMB Niaga yang disambut oleh Kepala CIMB Niaga Cabang Kupang, Jeni Manbait pada Jumat, 9 April 2021 mengungkapkan bahwa layanan Perbankan sudah 100 persen sejak kemarin (Kamis, 8 April 2021, red) walaupun ATM belum 100 persen.

“Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan, jika listrik kembali menyala, maka ATM akan difungsikan dan dapat melayani masyarakat,” ujar I Nyoman Ariawan Atmaja.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/10/pln-pulihkan-listrik-fasilitas-umum-di-kota-kupang-pasca-badai-seroja/

Tentu, imbuh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, kita mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memprioritaskan teman-teman di Perbankan dan di Bank Indonesia. “Termasuk juga terima kasih kepada PLN dan Telkom yang sudah menyiapkan listrik dan jaringan telekomunikasi dengan baik, juga kepada Pertamina memberikan keleluasaan untuk membeli BBM untuk genset,” ucap I Nyoman Ariawan Atmaja.

Bank CIMB Niaga Edukasi Nasabah Pakai Transaksi Non-Tunai

Kepala Bank CIMB Niaga Cabang Kupang, Jeni Manbait kepada awak media menyampaikan pasca-badai Siklon Tropis Seroja pada Minggu, 4 April hingga Minggu, 5 April 2021, aktivitas layanan Perbankan ditangguhkan 1 (satu) hari. “Kami berkoordinasi dengan pusat dan Bank Indonesia Perwakilan NTT dan memutuskan tidak bisa melayani nasabah kami pada saat itu,” urai Jeni.

Namun, imbuh Jeni, kami mengedukasi nasabah kami untuk memakai E-Channel, Octo Mobile CIMB Niaga. “Kondisi itu dapat membantu mereka untuk melakukan transaksi dan hanya beberapa Bank yang ready melayani nasabah (termasuk CIMB Niaga),” ungkapnya.

Selain itu, tandas Jeni, “Puji Tuhan ! Tadi pukul 11.00 WITA listrik sudah menyala sehingga dapat mendukung pengoperasian mesin ATM dan Mesin EDC CIMB Niaga yang dilengkapi dengan QRis.”

Terpisah, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko mengungkapkan bahwa prioritas utama pemulihan kelistrikan yakni fasilitas umum. “Rumah sakit memang menjadi prioritas kami dalam melakukan pemulihan kelistrikan. Ini menjadi titik vital, khususnya untuk memberikan perawatan kepada korban, ditambah lagi kondisi yang masih pandemi,” ucap Jatmiko pada Jumat, 9 April 2021.

PLN telah berhasil menyalakan listrik fasilitas umum seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S.K. Lerik, RSUD W Z Yohanes, Rumah Sakit Siloam, Telkom Plaza, Telkomsel Grapari, Hotel Aston, Bank Indonesia, Lippo Plaza, Bank NTT, Polda NTT, Ramayana, Bandara El Tari, AURI, Kajati NTT, BPBD NTT dan lain-lain.

Untuk mempercepat proses pemulihan listrik, PLN Group telah mengerahkan sebanyak 560 personil. Sebanyak 163 personil di antaranya berasal dari luar Wilayah NTT, yaitu dari Maluku, Sulawesi, Papua Barat, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Hingga Kamis, 9 April 2021 pukul 08.00 WITA, PLN berhasil mengoperasikan 1.398 unit gardu sehingga lebih dari 221.761 pelanggan dapat kembali menikmati listrik.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

PLN Pulihkan Listrik Fasilitas Umum di Kota Kupang Pasca-Badai Seroja

46 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PLN berhasil memulihkan sistem kelistrikan sejumlah fasilitas umum pasca-Badai seroja yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Fasilitas umum seperti rumah sakit menjadi prioritas PLN untuk mendorong NTT segera bangkit.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah S K Lerik Kota Kupang, dr. Marsiana Y Halek menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PLN yang telah memulihkan pelayanan listrik di rumah sakit pasca-badai yang menimpa Kota Kupang. “Hal ini merupakan prestasi yang luar biasa dari PLN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami doakan PLN semakin maju dan berkembang bersama masyarakat NTT,” ungkap dr. Lily sapaan akrabnya.

Senada, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko mengungkapkan bahwa prioritas utama pemulihan kelistrikan yakni fasilitas umum. “Rumah sakit memang menjadi prioritas kami dalam melakukan pemulihan kelistrikan. Ini menjadi titik vital, khususnya untuk memberikan perawatan kepada korban, ditambah lagi kondisi yang masih pandemi,” ucap Jatmiko.

PLN telah berhasil menyalakan listrik fasilitas umum seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S.K. Lerik, RSUD W Z Yohanes, Rumah Sakit Siloam, Telkom Plaza, Telkomsel Grapari, Hotel Aston, Bank Indonesia, Lippo Plaza, Bank NTT, Polda NTT, Ramayana, Bandara El Tari, AURI, Kajati NTT, BPBD NTT dan lain-lain.

General Manager PLN UIW NTT, Agustus Jatmiko dan Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda memantau langsung pemulihan jaringan listrik di Kota Kupang pasca-badai Siklon Tropis Seroja

Untuk mempercepat proses pemulihan listrik, PLN Group telah mengerahkan sebanyak 560 personil. Sebanyak 163 personil di antaranya berasal dari luar Wilayah NTT, yaitu dari Maluku, Sulawesi, Papua Barat, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Hingga Kamis, 9 April 2021 pukul 08.00 WITA, PLN berhasil mengoperasikan 1.398 unit gardu sehingga lebih dari 221.761 pelanggan dapat kembali menikmati listrik.

Tidak hanya fokus pada pemulihan listrik, PLN Peduli juga telah menyalurkan bantuan senilai Rp.185 juta. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk sembako, dapur umum dan lain-lain.

PLN terus mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan dan bersabar untuk pemulihan listrik. Selanjutnya, masyarakat bisa menghubungi melalui call center PLN 123 atau melalui aplikasi PLN Mobile. (*)

Sumber berita dan foto (*/ Public Relations PLN)

Editor (+roni banase)