Arsip Tag: direksi bank ntt

‘Kredit Macet Bank NTT’ Direksi PHK 4 Pegawai & Tagih Tunggakan 25,2 Miliar

972 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Komisaris dan Direksi Bank NTT memenuhi undangan Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD Provinsi NTT pada Rabu, 10 Juni 2020 sesuai surat yang ditandatangani oleh Wakil Ketua DPRD NTT, dengan agenda pembahasan mengenai “Kredit Macet” yang terjadi di Bank NTT.

Plt. Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho didampingi Komisaris Utama Bank NTT, Juvenile Jodjana; dalam Rapat Dengan Pendapat (RDP) bersama DPRD Provinsi NTT, menguraikan bahwa terkait kredit bermasalah di Bank NTT telah disampaikan dan dilaporkan kepada para pemegang saham dalam RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa pada 6 Mei 2020 yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTT selaku Pemegang Saham Pengendali PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur.

Ada pun langkah penyelesaian yang ditempuh Bank NTT, urai Harry yakni dari upaya penagihan oleh Bank telah berhasil tertagih kurang lebih Rp.25.264.236.096,- (Dua puluh lima milliar dua ratus enam puluh empat juta dua ratus tiga puluh enam ribu sembilan puluh enam rupiah [dari total kredit macet sebesar Rp.300 Miliar lebih]) dan telah melaporkan ke Kejaksaan Tinggi NTT untuk penyelesaian kredit bermasalah tersebut.

“Langkah penyelesaian yang kami tempuh berhasil menagih kredit macet mencapai Rp.25 miliar lebih,” urai Harry sembari berkata dengan tertagihnya kredit macet Rp.25 miliar lebih, maka kredit macet Bank NTT tersisa sebesar Rp.300 miliar lebih yang terus diupayakan untuk ditagih.

Plt. Direktur Utama dan Komisaris Utama Bank NTT saat RDP bersama DPRD Provinsi NTT pada Rabu, 10 Juni 2020

Selain itu, imbuh Harry, pihaknya juga telah melaporkan ke Polres Kupang dan saat ini sudah berstatus Tersangka, melakukan gugatan sederhana, somasi, pelelangan agunan melalui Lembaga Lelang, dan upaya–upaya penyelesaian lainnya sesuai teknis Perbankan.

Sanksi lain yang diterapkan manajemen, beber Harry yaitu dengan memberlakukan tindakan tegas kepada para pejabat dan pegawai yang terbukti melanggar ketentuan internal maka sejak tanggal 7 Mei—9 Juni 2020 telah dilakukan pengenaan sanksi tegas berupa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak 4 orang, Demosi dalam jabatan sebanyak 5 orang, Demosi Penurunan Pangkat sebanyak 9 orang, Hukuman Administratif kepegawaian lainnya sebanyak 5 orang dan potensi pemberian sanksi kepegawaian terhadap pegawai yang melanggar ketentuan dalam perkreditan yaitu sebanyak 14 orang [untuk beberapa cabang].

“Perlu disampaikan bahwa pemberian sanksi ini bukan merupakan tujuan tetapi merupakan komitmen Direksi agar terciptanya kegiatan usaha Bank sesuai tata kelola perusahaan yang baik di semua tingkatan organisasi dan tingkatan usaha Bank,” tegas mantan Direktur Pemasaran Dana Bank NTT ini menimpali.

Bank NTT Berkomitmen Menurunkan NPL, Penerapan Manajemen Risiko, dan Menjaga CAR Tetap Terkontrol

Direksi Bank NTT, ujar Plt. Direktur Utama Bank NTT, berkomitmen penuh terhadap rekomendasi RUPS Luar Biasa telah dilakukan upaya-upaya nyata penurunan Non Profit Loan (NPL) dengan langkah-langkah penyelesaian NPL yang terukur sehingga adanya penurunan Rasio NPL dari April 2020 ke Mei 2020, dengan hasil mengalami Penurunan dan Ratio dari 4,34% menjadi 4,21%.

“Pada saat kredit direalisasikan, Bank wajib memitigasi risiko Inherent atau risiko yang melekat pada kredit tersebut yaitu yang dapat berdampak pada terjadinya kredit macet,” tegas Harry.

Suasana RDP Bank NTT dan DPRD Provinsi NTT terkait Kredit Macet di Bank NTT

Namun yang perlu diperhatikan untuk memitigasi risiko itu, urai Harry, yaitu kualitas penerapan manajemen risiko sebagai Risk Control System (RCS) yang terdiri dari 4 (empat) pilar utama yaitu:

Pertama, Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi dengan perlakuan pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi yaitu dalam bentuk jumlah rapat yang dilakukan secara intensif dan secara terus menerus setiap bulannya untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang ada dan juga rapat yang dilakukan oleh Direksi, Kepala Divisi dan Pemimpin Cabang baik yang dilakukan secara langsung maupun daring.

“Dewan Komisaris sejak RUPS LB pada tanggal 25 Oktober 2019 telah aktif meminta pertanggungjawaban Direksi untuk penyelesaian kredit-kredit bermasalah tersebut,”ungkap Harry.

Kedua, Kecukupan kebijakan prosedur dan penetapan limit. Bahwa keputusan kredit dengan limit tertentu wajib dilakukan melalui kajian dan keputusan kredit komite yang mana dilibatkan pula Direktorat lain yaitu Kepatuhan maupun Manajemen Risiko dalam pengambilan keputusan kredit serta dilakukan Four Eyes Principles termasuk di dalamnya Revitalisasi SDM Bidang Kredit.

Ketiga, Kecukupan proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan dan Pengendalian Risiko. Bahwa rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank NTT masih terjaga dengan baik per akhir April yaitu sebesar 20,73%.

“Bank NTT dengan profil Risiko Composite 3 CAR minimal yang harus dibentuk yaitu 11% berarti masih terdapat 9.73% modal yang dapat meng-cover risiko yang ada,” tegas Harry membeberkan.

Dan keempat, tandas Harry, Sistem Pengendalian Intern yang menyeluruh dengan membangun sinergisitas yang menyeluruh antara pemberian kredit sebagai Risk Taking Unit dan fungsi Second Line of Defence dari Manajemen Risiko dan Kepatuhan serta Divisi Pengawasan dan SKAI sebagai Third Line of Defence.(*)

Sumber berita dan foto pendukung (*/Humas Bank NTT)
Editor dan foto utama (+rony banase)

Komisaris & Direksi Bank NTT Berani ‘Pink’ dan Turun ke Jalan di ‘Valentine Day’

289 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Warna pink sering kali dikaitkan dengan hal-hal yang romantis karena warnanya yang lembut dan dikaitkan dengan Hari Valentin, warna ini bukan berasal dari bunga mawar yang notabene sering dijadikan sebagai hadiah di hari kasih sayang.

Warna pink juga jadi latar kegiatan Bank NTT pada momentum Valentine Day pada Jumat, 14 Februari 2020 pukul 08.00 WITA—selesai di Bundaran Gedung Sasando Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho saat memberikan bunga valentin kepada pengendara roda empat

Mengenakan kaos polo berwarna pink, jajaran Komisaris dan Direksi Bank NTT berani turun ke jalan bersama para Kepala Divisi dan Karyawan/ti Bank NTT dari Kantor Pusat dan Kantor Cabang, membagikan bunga dan balon valentine juga mengenalkan Tabungan Valentine dengan cashback berupa beragam barang yang sesuai dengan nominal pembukaan rekening awal di Bank NTT.

Berani pink oleh jajaran direksi Bank NTT

Karena warna pink juga identik dengan warna perempuan dan warna merah jambu (Pink,red) sering dikaitkan dengan sifat-sifat dan hal-hal yang feminin, namun dalam momentum Valentine Day 2020, Komisaris Utama, Juveline Jodjana dan Direktur Pemasaran Dana, Harry Alexander Riwu Kaho berani turun ke jalan menggunakan pink dan berpeluh dengan segenap karyawan.

“Saya kaget dan memberikan apresiasi kepada Direktur Milenial (Direktur Pemasaran Dana, Harry Alexander Riwu Kaho, red) yang inovatif dan punya ide-ide yang out of the box karena memberikan kejutan harus menggunakan baju berwarna pink,” ujar Juveline kepada awak media.

Alasannya, lanjut pengusaha perhotelan dan penerbangan ini, laki-laki pakai pink rasanya gimana ya? “Saya merasa dikerjain,” ujarnya berkelakar.

Bank NTT, urai Komut Juvenile Jodjana, harus punya inovasi apalagi tahun ini dikejar dengan target laba tahun 2020 yang signifikan sebesar Rp.500 Miliar. “Dewan Komisaris juga terus mengawasi kerja direksi dan ternyata apa yang mereka hitung sangat smart dan consider untuk dilakukan,’ ujar pria Manggarai ini mengakhiri wawancara.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Kinerja Bank NTT Tahun Buku 2019, Gapai Laba Rp.390 Miliar

387 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kinerja Bank NTT Tahun Buku 2019 bertumbuh secara signifikan karena adanya dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten/Kota, sehingga diperoleh kepercayaan (trust) yang cukup tinggi dari pihak luar.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi dalam sesi Konferensi Pers pada Selasa, 31 Desember 2019 pukul 15.00 WITA di Ruang Rapat Direksi Bank NTT.

Selain itu, jelas Dirut Bank NTT, Izhak Eduard Rihi yang didampingi oleh Komisaris Independen Sam Djoh dan Frans Gana, Direktur Kepatuhan Hilarius Minggu, Direktur Umum Yohanis Landu Praing, dan Kepala Divisi UMKM Sonny Pellokila, Capaian kinerja Bank NTT Tahun Buku 2019 karena arahan dari Gubernur NTT Viktor Laiskodat. “Melalui arahan beliau (Gubernur Viktor Laiskodat, red), cara kerja kami berubah,” ungkap Izhak Eduard Rihi.

“Market Share Aset pada 2019 terus mengalami pertumbuhan secara keseluruhan sebesar 34,21 %, Market Share Kredit tumbuh 30,21 %, dan Market Share DPK sebesar 39,87 %,” beber Izhak Eduard Rihi seraya menyampaikan target Bank NTT pada 2020 untuk Market Share Aset sebesar 35,78%, Market Share Kredit 34,53 %, dan Market Share DPK 42,05 %.

Mengenai harapan Pemegang Saham Prioritas (PSP) agar Bank NTT dapat menggapai Laba Bersih sebesar 500 Miliar, Izhak Eduard Rihi menyampaikan bahwa untuk mencapai angka tersebut Bank NTT berproses dengan kepengurusan Direksi dan Komisaris harus lengkap, tren kredit juga mulai bertumbuh pada Juni 2019, dan waktu kerja harus penuh dan bukan hanya 7 bulan (Juni—Desember).

“Juni—Desember 2019 itu 7 (tujuh) bulan dan Bank NTT dapat menggapai dan membukukan Laba Bersih sebesar 390—400 Miliar. Nah dengan kerja 7 bulan kita dapat mencapai angka tersebut. Jika ditarik hingga tahun depan maka angka tersebut dapat dicapai,” kata Dirut Bank NTT optimis.

Dengan lengkapnya pengurus karena telah dipilih dan diangkatnya Direktur Umum Bank NTT, Yohanis Landu Praing, tambah Izhak Eduard Rihi maka pada 2020, Bank NTT telah meluncurkan Pinjaman Daerah maka Laba Bersih 500 Miliar tersebut dapat tercapai dengan team squad yang semakin solid.

Adapun Program/kegiatan Bank NTT 2019 :

  1. Penerapan sistem yang terintegrasi dengan nama INTERCOST (Integrated Economic Recovery Online System);
  2. Pembukaan 1 (satu) unit Kantor Cabang Pembantu di Baing, Desa Hadakamali Kecamatan Wulla Waijelu, Kabupaten Sumba Timur;
  3. Peresmian Kantor USPD Semau di Desa Uitao, Kecamatan Semau Kabupaten Kupang;
  4. Terpenuhinya semua struktur Pengurus Bank NTT (Dewan Komisaris & Direksi) dengan jaringan Kantor Bank NTT bertotal 220 kantor dengan perincian 1 Kantor Pusat, 24 Kantor Cabang, 142 Kantor Cabang Pembantu, 67 Kantor Kas, 54 Kantor USPD, 19 Payment Point, dan 13 Kas Mobil;
  5. Penandatanganan MOU Pinjaman Daerah ‘NTT Bangkit NTT Sejahtera’ antara Bank NTT dengan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota di wilayah NTT;
  6. Peluncuran NTT Pay untuk interkoneksi dengan BUMD, BUMDes, Koperasi serta kelompok masyarakat NTT dalam rangka promosi, pemasaran, dan penjualan produk unggulan NTT;
  7. Program RAMAI SKALI (Gerakan Edukasi Menabung Usia Dini Generasi Milenial) untuk tingkat SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi dan Lomba Pembuatan Video bertema Bank NTT;
  8. Peluncuran DIA BISA (Digital Agen Bank NTT Mahasiswa dan Masyarakat);
  9. Penandatanganan kerja sama Bank NTT dengan Pegadaian dalam ‘Program Cashback Tabungan Emas 24 Karat yang berlaku untuk produk Tabungan Flobamora;
  10. Peluncuran fasilitas ATM jalur khusus bagi penyandang disabilitas;
  11. “NTT Memanggil ” bagi Diaspora NTT di Jakarta dan Jogjakarta. Diaspora yang bekerja di luar NTT tetapi uangnya ditabung di Bank NTT untuk membangun NTT;
  12. Penyerahan Bantuan Dana Pembangunan Gereja di Soe oleh Perwabantt (Persatuan Wanita Bank NTT).

Penulis, editor dan foto (+rony banase)