Arsip Tag: harry alexander riwu kaho

Dilantik oleh Gubernur VBL di Rote Ndao, Alex Riwu Kaho Jadi Dirut Bank NTT

1.031 Views

Rote Ndao, Garda Indonesia | Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT yang dipimpin oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pemegang saham pengendali PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) di Aula Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Jalan Ne’e Mok, Kelurahan Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, pada Kamis, 22 Oktober 2020, meneguhkan dan melantik Harry Alexander Riwu Kaho atau akrab disapa Alex Riwu Kaho menjadi Direktur Utama.

Gubernur NTT sebagai pemegang saham pengendali melantik Alex Riwu Kaho  berdasarkan Surat Keputusan Nomor : 299/KOP/HK/2020 tentang pengangkatan saudara Harry Alexander Riwu Kaho sebagai Direktur Utama Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur masa bakti 22 Oktober 2020 sampai 21 Oktober 2024.

Sebelumnya, Alex Riwu Kaho menjabat sebagai Direktur Pemasaran Dana merangkap Plt. Direktur Umum pada 25 Mei 2018 hingga 10 Juni 2019. Jabatan sebagai Direktur Pemasaran Dana dipegang Alex terhitung 11 Juni 2019—5 Mei 2020. Kemudian, dalam RUPS Luar Biasa Bank NTT pada 6 Mei 2020 di Kantor Gubernur NTT, Alex dipercaya sebagai Direktur Pemasaran Kredit dan Plt. Direktur Utama hingga 21 Oktober 2020.

Gubernur VBL dalam sesi konferensi pers mengharapkan agar Alex Riwu Kaho dapat bekerja dengan baik dan dapat mencapai target-target dengan mengandalkan super tim yang telah dibentuk. “Dan tentunya tantangan yang ada, target-target itu dapat dikerjakan sampai di direksi dan komisaris agar semua masalah yang ada bisa teratasi dengan baik untuk tujuan yang lebih baik.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melantik Alex Riwu Kaho menjadi Direktur Utama Bank NTT

Menurut VBL, target-target laba harus dikerjakan dengan baik, walaupun dalam kondisi yang sulit. Ia berharap, di bawah komandan Alex Riwu Kaho, Bank NTT bisa menatap masa depan yang lebih baik.

Sementara, Komisaris Utama Bank NTT, Jovaline Jodjana mengatakan jajaran komisaris berharap tinggi kepada Alex Riwu Kaho, namun telah melakukan banyak perubahan sejak 6 (enam) bulan terakhir saat menjadi Plt. Direktur Utama Bank NTT.

“Kami dewan komisaris merasakan kerja sama sangat bagus sesuai harapan Pak Gubernur sejak Mei kemarin, telah membentuk super team bukan superman,” ungkapnya seraya mengungkapkan bahwa challenge justru di internal pengurus Bank NTT.

Selain itu, tandas Jodjana, dari aspek perusahaan Bank NTT harus mengejar laba di tengah pandemi Covid-19, sementara progress on track dan segera memperbaiki NPL yang menjadi momok Bank NTT. (*)

Penulis dan Editor (+rony banase)
Foto oleh Sandro-Humas Bank NTT

Gerakan Kupang Hijau Berdayakan 62 Mitra Usaha Tanpa Gunakan APBD Kota Kupang

290 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Gerakan Kupang Hijau yang diinisiasi oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan didukung oleh Tim Gerakan Kupang Hijau (GKH) yang diketuai oleh Harry Alexander Riwu Kaho membuat terobosan baru dengan memberdayakan dan bekerja sama dengan para pelaku usaha atau mitra usaha Bank NTT. Penerapan kerja sama tersebut dilakukan oleh Ketua Gerakan Kupang Hijau, Harry Alexander Riwu Kaho yang juga menjabat sebagai Plt. Direktur Utama Bank NTT.

Harry Alexander Riwu Kaho dalam keterangan pers yang dihelat pada Jumat, 10 Juli 2020 di Aula Garuda Lantai II Kantor Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa Tim Gerakan Kupang Hijau yang terdiri dari 8 orang dan telah melakukan langkah-langkah untuk menjadikan Kota Kupang layak huni, ramah lingkungan, nyaman, dan asri.

“Kegiatan awal pencanangan Gerakan Kupang Hijau telah dilakukan dengan penanaman pohon di Penkase, Kecamatan Alak, program kedua berupa jebakan air dengan Unkris, dan ketiga akan dilakukan penanaman pohon dengan para stakeholder yang berada di Kota Kupang,” urai Alex kepada para awak media.

Alex Riwu Kaho saat mendampingi Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore; Penjabat Sekda Kota Kupang, Ely Wairata; mengungkapkan bahwa tim Gerakan Kupang Hijau tidak menggunakan APBD Kota Kupang. “Kami memberdayakan semua potensi dengan berkolaborasi dan bersinergi bersama Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan, DPD REI, dan pihak swasta lainnya,” bebernya seraya berujar upaya ini dilakukan sebagai upaya menerjemahkan program kerja Wali Kota Kupang.

Alex Riwu Kaho pun menyampaikan kegiatan ketiga Gerakan Kupang Hijau dicanangkan bersamaan dengan HUT ke-58 Bank NTT dengan menghelat Gowes bersama yang mengambil start di depan Kantor Bank Indonesia Kupang pada Sabtu, 11 Juli 2020 pukul 05.30 WITA, kemudian menuju ke lokasi penanaman 2.000 pohon di sekitar Jembatan Petuk, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa.

“Dari 125 proposal yang disebarkan, terang Alex, diperoleh sebanyak 62 mitra usaha yang memberikan respons dengan menyerahkan bantuan dana terhimpun sebesar Rp.300 juta untuk pengadaan bibit,” ujar Alex

Sementara itu, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore mengatakan, pemerintah kota terus menjadikan prioritas tiga program yakni memerangi sampah plastik, membuat jebakan air, dan menanam pohon. “Kami menargetkan pada 2021 Kota Kupang sudah terlihat hijau dengan banyaknya tanaman pohon yang tumbuh di daerah ini.

“Tim Gerakan Kupang Hijau tidak menggunakan APBD dan membangun tidak berdasarkan anggaran, karena jika hanya mengandalkan anggaran, maka Kota Kupang tidak bergerak maju, sehingga kita tidak dianggap Kampung Kupang, namun Kota Kupang,” tegas Wali Kota Jefri.

Pola yang diterapkan Tim Gerakan Kupang Hijau, urai Wali Kota Jefri, dengan membuat paket pertama bernilai Rp.5 juta, paket kedua senilai Rp.8 Juta, dan paket ketiga senilai Rp.10 juta. “Dan paket ini berupa jenis pohon yang telah ditetapkan seperti pohon Trambesi, dan lain-lain,” ungkapnya.

Upaya ini, jelas Wali Kota Jefri, untuk mengajak para stakeholder atau pelaku usaha untuk menanam pohon di wilayah kantor atau lokasi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Kupang. “Mereka juga dapat menanam di Lokasi yang diinginkan dengan harapan ke depan Kota Kupang bakal semakin hijau,” tandas Wali Kota Jefri.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama oleh Nikson Spektrum

Sokong Gerakan Kupang Hijau, Wali Kota Kupang & Plt Dirut Bank NTT Helat Rapat

103 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Guna mempersiapkan Gerakan Kupang Hijau (GHK) melalui aksi tanam pohon dan gowes atau bersepeda bersama pada 11 Juli 2020, maka Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore menghelat rapat persiapan pelaksanaan GKH, pada Rabu, 1 Juli 2020 di Rumah Jabatan Walikota Kupang.

Dalam arahannya, Wali Kota Jefri menyampaikan bahwa GKH merupakan salah satu wujud misi Kupang Hijau Pemerintah Kota Kupang yang telah dicanangkan sejak 16 November 2019, “Pemerintah Kota Kupang akan terus berfokus dalam pelestarian lingkungan perkotaan, selain bertujuan untuk mempercantik wajah kota ini, gerakan ini juga bermanfaat jangka panjang karena dengan menanam pohon akan berdampak pada peningkatan jumlah dan kualitas debit air tanah dan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang,” ujarnya.

Rapat selanjutnya dipimpin oleh Plt. Dirut Bank NTT selaku Ketua Gerakan Kupang Hijau (GKH), Harry Alexander Riwu Kaho dengan agenda persiapan pelaksanaan aksi tanam pohon dan bersepeda bersama dalam rangka Gerakan Kupang Hijau (GKH).

Ia menyampaikan bahwa pesatnya pembangunan khususnya di wilayah perkotaan berdampak buruk pada kondisi lingkungan terutama kualitas udara dan air yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia. Hal tersebut juga terjadi di wilayah Kota Kupang, di mana pembangunannya juga mengalami pertumbuhan pesat sehingga dikhawatirkan mengurangi cakupan wilayah hutan kota,

“Wilayah pembangunan yang bertambah luas dikhawatirkan berdampak jangka panjang bagi lingkungan, oleh karena itu perlu upaya pelestarian jangka panjang. Inilah yang mendasari pelaksanaan Gerakan Kupang Hijau melalui aksi tanam pohon dan gowes atau bersepeda bersama pada 11 Juli 2020 yang akan kita mantapkan bersama dalam rapat ini,” ujar Alex Riwu Kaho.

Menurut rencana, acara akan dimulai dengan kegiatan gowes atau bersepeda bersama pada pagi hari tepat pukul 5.30 WITA dari pelataran Bank Indonesia Perwakilan NTT, Jalan El Tari hingga ke lokasi penanaman pohon yang telah disiapkan di Jembatan Petuk II, Jalur 40, Kelurahan Naimata. Rencananya sebanyak 300—400 pohon sepe, trembesi dan ketapang kencana berdiameter minimal 20 sentimeter akan ditanam dalam kegiatan ini, dan akan mengundang beberapa lembaga jasa keluangan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Nusa Tenggara Timur (FKLJK NTT) serta para pengusaha di Kota Kupang yang telah bersedia mendukung dan berpartisipasi pada kegiatan tersebut.

Alex Riwu Kaho mengungkapkan sebanyak 50 mitra telah menyatakan siap untuk mendukung dan berpartisipasi pada kegiatan GKH ini sesuai proposal yang ditawarkan oleh timnya. Sementara itu, beberapa persiapan yang telah dilakukan yaitu penggalian lubang tanam telah mencapai 150 lubang hingga Rabu, 1 Juli 2020 dan akan terus berlanjut sebelum pelaksanaan kegiatan, lubang tanam sudah siap.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan Dinas PUPR Kota Kupang yang telah membantu pekerjaan penggalian lubang tanam tersebut. Dirinya mengatakan bahwa aksi tanam pohon juga akan dirangkai dengan kegiatan-kegiatan dalam rangka HUT ke-58 Bank NTT dan HUT Bank Indonesia pada 1 Juli 2020.

Rapat juga dihadiri jajaran Pemerintah Kota Kupang, antara lain Kadis PUPR, Kadis Kesehatan, Kadis PMPTSP, Dirut RS S. K. Lerik, Kadis LHK, Kadis Pariwisata, Kadis Perhubungan, Plt. Kasat Polisi Pamong Praja, Kabag Prokompim, Kabag Umum, Kasubbag dari Bagian Tata Pemerintahan, Camat Kota Raja, Camat Maulafa, Lurah Maulafa dan Lurah Fatubesi. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_jms)
Editor (+rony banase)

HUT Ke-58 Bank NTT, Manajemen Keliling Bantu APD & Helat Donor Darah

183 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pada Jumat, 17 Juli 2020, Bank NTT berulang tahun ke 58, beberapa kegiatan telah dilakukan jelang HUT Bank NTT di antaranya ada aksi sosial dengan memberikan CSR kepada pihak rumah sakit dalam bentuk Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker dan face shield, yang diharapkan dapat membantu para petugas medis untuk pelayanan dalam kondisi pandemi Covid-19.

Penyerahan CSR pertama pada Rabu, 24 Juni 2020, sebanyak 1.250 Masker dan 25 face shield diberikan kepada RS.St.Carolus Borromeus Kupang oleh seluruh Direksi Bank NTT yang diterima langsung oleh direktur beserta pengurus.

Selanjutnya, CSR yang kedua berupa 1.500 Masker dan 25 face shield, diserahkan oleh Komisaris Independen Bank NTT didampingi Plt.Direktur Utama dan Direktur Umum kepada Direktur RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang beserta para Wakil Direktur, kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 25 Juni 2020.

CSR berikutnya berupa 1.500 Masker dan 25 face shield diberikan kepada RSUD S.K.Lerik Kota Kupang pada Minggu, 29 Juni 2020, diterima langsung oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan didampingi Direktur RSUD S.K.Lerik Kota Kupang dan Kadis Kesehatan Kota Kupang. Penyerahan dilakukan oleh Plt.Direktur Utama Bank NTT,, Harry Alexander Riwu Kaho.

Aksi sosial HUT ke-58 Bank NTT selanjutnya yaitu Aksi Donor Darah yang akan diadakan pada Jumat, 3 Juli 2020 di Kantor PMI pada pukul 09.00—12.00 WITA, diharapkan kepada warga masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini, karena setitik darah yang kita sumbangkan dapat menyelamatkan banyak nyawa banyak orang. Untuk para pendonor akan diberikan suvenir.

Aksi sosial lainnya dari Bank NTT yakni berpartisipasi dalam Gerakan Kupang Hijau (GKH) yang merupakan program Pemerintahan Kota Kupang., dengan menyumbang 5 Pohon Trambesi, 5 Pohon Ketapang Kencana dan 5 Pohon Flamboyan atau sepe [bahasa Melayu Kupang].(*)

Sumber berita (*/Humas Bank NTT)
Foto utama oleh PKP Kota Kupang
Editor (+rony banase)

Terobosan Edukasi Stop Narkoba oleh Bank NTT, Kerja Sama dengan BNNP NTT

135 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tak hanya mengejar target laba, Bank NTT turut mendukung program pemerintah untuk meminimalkan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan diseminasi Informasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui ATM, Internet dan Mobile Banking Bank NTT.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/06/26/puncak-hani-2020-di-tengah-pandemi-diperingati-secara-virtual-se-indonesia/

Per hari Jumat, 26 Juni 2020, masyarakat yang mengakses layanan Internet dan Mobile Banking Bank NTT atau melakukan transaksi via ATM Bank NTT, bakal memperoleh informasi mengenai P4GN. Demikian penyampaian Plt. Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho kepada awak media usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mewakili Bank NTT dan BNN Provinsi NTT yang diwakili oleh Brigjen Pol. Teguh Imam Wahyudi, S.H., M.M.

Turut mendampingi Plt. Direktur Utama Bank NTT, Umbu Landu Praing selaku Direktur Utama Bank NTT dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu.

Penandatanganan MoU dilaksanakan dalam sesi rapat virtual saat Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) pada Jumat, 26 Juni 2020 yang mengusung tema “Hidup 100% di Era New Normal, Sadar, Sehat Produktif & Bahagia Tanpa Narkoba”

Di samping itu, urai Harry, Bank NTT mendukung upaya BNNP NTT untuk memberikan imbauan tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di seluruh gerai dan layanan Bank NTT.

“Bank NTT juga turut mendukung program pencegahan dan pemberantasan narkotika di wilayah Provinsi NTT dan Bank NTT tidak mengambil fee dari BNNP NTT,” ungkap Harry seraya menandaskan bahwa kerja sama ini sebagai komitmen Bank NTT untuk mendukung pembangunan Manusia NTT Bebas Narkotika.

Penulis dan Editor (+rony banase)
Foto utama dan video oleh Humas Bank NTT

‘Kredit Macet Bank NTT’ Direksi PHK 4 Pegawai & Tagih Tunggakan 25,2 Miliar

1.100 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Komisaris dan Direksi Bank NTT memenuhi undangan Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD Provinsi NTT pada Rabu, 10 Juni 2020 sesuai surat yang ditandatangani oleh Wakil Ketua DPRD NTT, dengan agenda pembahasan mengenai “Kredit Macet” yang terjadi di Bank NTT.

Plt. Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho didampingi Komisaris Utama Bank NTT, Juvenile Jodjana; dalam Rapat Dengan Pendapat (RDP) bersama DPRD Provinsi NTT, menguraikan bahwa terkait kredit bermasalah di Bank NTT telah disampaikan dan dilaporkan kepada para pemegang saham dalam RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa pada 6 Mei 2020 yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTT selaku Pemegang Saham Pengendali PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur.

Ada pun langkah penyelesaian yang ditempuh Bank NTT, urai Harry yakni dari upaya penagihan oleh Bank telah berhasil tertagih kurang lebih Rp.25.264.236.096,- (Dua puluh lima milliar dua ratus enam puluh empat juta dua ratus tiga puluh enam ribu sembilan puluh enam rupiah [dari total kredit macet sebesar Rp.300 Miliar lebih]) dan telah melaporkan ke Kejaksaan Tinggi NTT untuk penyelesaian kredit bermasalah tersebut.

“Langkah penyelesaian yang kami tempuh berhasil menagih kredit macet mencapai Rp.25 miliar lebih,” urai Harry sembari berkata dengan tertagihnya kredit macet Rp.25 miliar lebih, maka kredit macet Bank NTT tersisa sebesar Rp.300 miliar lebih yang terus diupayakan untuk ditagih.

Plt. Direktur Utama dan Komisaris Utama Bank NTT saat RDP bersama DPRD Provinsi NTT pada Rabu, 10 Juni 2020

Selain itu, imbuh Harry, pihaknya juga telah melaporkan ke Polres Kupang dan saat ini sudah berstatus Tersangka, melakukan gugatan sederhana, somasi, pelelangan agunan melalui Lembaga Lelang, dan upaya–upaya penyelesaian lainnya sesuai teknis Perbankan.

Sanksi lain yang diterapkan manajemen, beber Harry yaitu dengan memberlakukan tindakan tegas kepada para pejabat dan pegawai yang terbukti melanggar ketentuan internal maka sejak tanggal 7 Mei—9 Juni 2020 telah dilakukan pengenaan sanksi tegas berupa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak 4 orang, Demosi dalam jabatan sebanyak 5 orang, Demosi Penurunan Pangkat sebanyak 9 orang, Hukuman Administratif kepegawaian lainnya sebanyak 5 orang dan potensi pemberian sanksi kepegawaian terhadap pegawai yang melanggar ketentuan dalam perkreditan yaitu sebanyak 14 orang [untuk beberapa cabang].

“Perlu disampaikan bahwa pemberian sanksi ini bukan merupakan tujuan tetapi merupakan komitmen Direksi agar terciptanya kegiatan usaha Bank sesuai tata kelola perusahaan yang baik di semua tingkatan organisasi dan tingkatan usaha Bank,” tegas mantan Direktur Pemasaran Dana Bank NTT ini menimpali.

Bank NTT Berkomitmen Menurunkan NPL, Penerapan Manajemen Risiko, dan Menjaga CAR Tetap Terkontrol

Direksi Bank NTT, ujar Plt. Direktur Utama Bank NTT, berkomitmen penuh terhadap rekomendasi RUPS Luar Biasa telah dilakukan upaya-upaya nyata penurunan Non Profit Loan (NPL) dengan langkah-langkah penyelesaian NPL yang terukur sehingga adanya penurunan Rasio NPL dari April 2020 ke Mei 2020, dengan hasil mengalami Penurunan dan Ratio dari 4,34% menjadi 4,21%.

“Pada saat kredit direalisasikan, Bank wajib memitigasi risiko Inherent atau risiko yang melekat pada kredit tersebut yaitu yang dapat berdampak pada terjadinya kredit macet,” tegas Harry.

Suasana RDP Bank NTT dan DPRD Provinsi NTT terkait Kredit Macet di Bank NTT

Namun yang perlu diperhatikan untuk memitigasi risiko itu, urai Harry, yaitu kualitas penerapan manajemen risiko sebagai Risk Control System (RCS) yang terdiri dari 4 (empat) pilar utama yaitu:

Pertama, Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi dengan perlakuan pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi yaitu dalam bentuk jumlah rapat yang dilakukan secara intensif dan secara terus menerus setiap bulannya untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang ada dan juga rapat yang dilakukan oleh Direksi, Kepala Divisi dan Pemimpin Cabang baik yang dilakukan secara langsung maupun daring.

“Dewan Komisaris sejak RUPS LB pada tanggal 25 Oktober 2019 telah aktif meminta pertanggungjawaban Direksi untuk penyelesaian kredit-kredit bermasalah tersebut,”ungkap Harry.

Kedua, Kecukupan kebijakan prosedur dan penetapan limit. Bahwa keputusan kredit dengan limit tertentu wajib dilakukan melalui kajian dan keputusan kredit komite yang mana dilibatkan pula Direktorat lain yaitu Kepatuhan maupun Manajemen Risiko dalam pengambilan keputusan kredit serta dilakukan Four Eyes Principles termasuk di dalamnya Revitalisasi SDM Bidang Kredit.

Ketiga, Kecukupan proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan dan Pengendalian Risiko. Bahwa rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank NTT masih terjaga dengan baik per akhir April yaitu sebesar 20,73%.

“Bank NTT dengan profil Risiko Composite 3 CAR minimal yang harus dibentuk yaitu 11% berarti masih terdapat 9.73% modal yang dapat meng-cover risiko yang ada,” tegas Harry membeberkan.

Dan keempat, tandas Harry, Sistem Pengendalian Intern yang menyeluruh dengan membangun sinergisitas yang menyeluruh antara pemberian kredit sebagai Risk Taking Unit dan fungsi Second Line of Defence dari Manajemen Risiko dan Kepatuhan serta Divisi Pengawasan dan SKAI sebagai Third Line of Defence.(*)

Sumber berita dan foto pendukung (*/Humas Bank NTT)
Editor dan foto utama (+rony banase)

Bank NTT Jadi Pengelola Kas Titipan BI Terbanyak di Seluruh Indonesia

474 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Kami bersyukur memiliki para pemegang saham yang memiliki komitmen yang sangat luar biasa untuk terus mengawal bank ini bisa menjadi hebat dan besar bagi pembangunan di Nusa Tenggara Timur ini. Kesanggupan dan perhatian dari pemegang saham sangat besar sehingga ada tiga sampai empat langkah yang sudah dilakukan,” ujar Plt. Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat jumpa media Bank NTT bersama para awak media pada Kamis, 14 Mei 2020 di lantai 5 Bank NTT Pusat di Jalan W. J. Lalamentik Kota Kupang.

Kas Titipan BI yang dikelola Bank NTT Cabang Atambua

Kami dipercaya oleh Bank Indonesia (BI), urai Alex (sapaan akrabnya, red), menjadi pengelola delapan kantor kas titipan bank yang terbanyak. Bank NTT terus berupaya melakukan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19.

“Terima kasih kepada Bank Indonesia atas penunjukan dan kepercayaan bank NTT sebagai pengelola kas titipan bank Indonesia terbanyak di seluruh Indonesia yang berada di Atambua, Alor, Lembata, Maumere, Ende, Ruteng, Lewoleba, dan Labuan Bajo,” ucapnya.

Seperti yang dilakukan oleh Kas Titipan Bank NTT Cabang Lewoleba di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kas titipan BI ini melayani penukaran uang dengan nominal kecil, fungsi utamanya untuk menyediakan kas Bank Indonesia yang dipindahkan ke pelayanan untuk masyarakat.

Demikian penyampaian Wakil Kepala Cabang (Wakacab) Bank NTT Lewoleba, Lorenso Andri Bere Mau kepada Garda Indonesia melalui sambungan telepon pada Jumat, 22 Mei 2020 pukul 12.02 WITA—selesai.

Kas Titipan Bank NTT Lewoleba melayani pedagang

Menurut Andi Bere Mau (sapaan akrabnya, red) pelayanannya bukan hanya Bank NTT saja, tetapi semua bank peserta yang ada dalam daerah yang ada kas titipan. “Menjelang lebaran, kita operasinya ke pasar yang ada pedagang-pedagang kecil hingga ke toko-toko,” ucapnya.

Karena Covid-19, imbuh Andi, Pelayanan Kas Titipan Bank NTT Cabang Lewoleba tetap memakai standar protokol kesehatan. “Kas Titipan BI di Lewoleba ada satu yang melayani tiga bank termasuk penukaran uang kecil. Uang lusuh juga ditukar selama nomor serinya masih dapat dibaca, dan uang tersebut masih bisa dipakai,” tandas Wakacab Bank NTT Lewoleba.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto (*/ istimewa Bank NTT)

Plt. Dirut : Perubahan Formasi Direksi Tak Pengaruhi Kinerja Bank NTT

247 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Plt Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho saat jumpa media bersama awak media cetak, elektronik, dan online pada Kamis siang, 14 Mei 2020 di lantai 5 Kantor Pusat Bank NTT, menyampaikan bahwa dampak pandemi Covid-19 saat ini operasional Bank NTT tetap berjalan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Baca juga:

https://gardaindonesia.id/2020/05/06/izhak-rihi-non-aktif-rups-tunjuk-harry-riwu-kaho-jadi-plt-dirut-bank-ntt

“Dengan kondisi ini, kita terus melakukan kajian-kajian, puji Tuhan, pengelolaan bank NTT sampai dengan hari ini, pertumbuhan yang sangat positif,” ungkapnya bersama jajaran direksi antara lain Direktur Umum Bank NTT, Yohanes Landu Praing; Direkrut Kepatuhan, Hilarius Minggu; dan Direktur Dana, Absalom Sine.

Jadi optimisme yang luar biasa, imbuh Alex (sapaan akrabnya,red), juga karena kerja sama semua teman-teman, yang membantu kita mengelola Bank NTT ke arah yang lebih positif dan kita mampu menyesuaikan termaksud hal yang tadi disampaikan.

“Jika optimis, maka akan terbuka sinergi demi kebaikan bersama, kebaikan masyarakat, kebaikan semua pihak, terlebih pemegang saham,” ucap Plt. Direktur Utama Bank NTT yang ditunjuk Pemegang Saham Pengendali (PSP) dalam RUPS Bank NTT pada Rabu, 6 Mei 2020.

Suasana jumpa media bank ntt dan awak media cetak, elektronik, dan online

Lanjut Alex, Ini tantangan yang luar biasa. “Kami semua berkomitmen dan sepakat bekerja all out, bekerja dengan total, bekerja dengan ketulusan memohon pertolongan Tuhan serta membangun sinergitas dari semua pihak. Kita membuka semua keleluasaan membangun agar kita mampu eksis, maka tidak ada pilihan untuk penguatan karyawan. Oleh karena itu kami meminta semua pihak untuk bekerja total, menghasilkan yang terbaik bagi Bank NTT,” pintanya.

Alex pun menyampaikan direksi bukanlah orang-orang hebat. “Kami bisa berdiri karena ditopang anggota-anggota lain. Kami membutuhkan team work untuk saling menopang, percaya, saling membangun guna menghadapi kondisi yang ada,” bebernya.

Dengan optimisme dan profesionalisme, tandas Plt. Direktur Utama Bank NTT, kami mempertaruhkan jabatan untuk mampu mempertanggungjawabkan target yang telah ditetapkan.

“Dengan pertolongan Tuhan dan membangun sinergisitas dengan semua pihak agar peluang bisa kita capai secara bersama-sama,” pungkasnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)