Arsip Tag: kabupaten alor

Berada di Toraja, Jokowi Resmikan Bandara Toraja & Bandara Pantar Alor

241 Views

Tana Toraja, Garda Indonesia | Saat kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Selatan pada Kamis, 18 Maret 2021, Presiden Joko Widodo meresmikan Bandara Toraja yang juga dikenal dengan nama setempat Bandara Buntu Kunik, di Kabupaten Tana Toraja.

“Hampir setiap enam bulan selalu saya tanyakan kepada Menteri Perhubungan kapan bandara di Tana Toraja ini selesai. Akhirnya hari ini bisa kita resmikan dan sudah beroperasi. Kita patut bersyukur alhamdulillah,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Pembangunan Bandara Buntu Kunik menelan anggaran kurang lebih sebanyak Rp.800 miliar dan memiliki tantangan serta keunikannya tersendiri. Selama pembangunan, tiga bukit dipangkas untuk dapat membangun landasan pacu bandara sepanjang 2.000×30 meter yang ditujukan untuk pendaratan pesawat ATR 72-600 dan dilengkapi dengan gedung terminal seluas 1.152 meter persegi yang dapat menampung hingga 45.000 penumpang per tahun.

Presiden Jokowi saat melihat landasan pacu Bandara Buntu Kunik yang dikerjakan dengan memangkas tiga bukit

Kehadiran bandara tersebut, diharapkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat sekitar untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lainnya. Mobilitas barang dipastikan juga akan meningkat.

“Biasanya, masyarakat di sini kalau lewat darat mau ke Makassar itu butuh waktu sembilan jam. Tadi saya coba dengan (pesawat) ATR 50 menit,” kata Presiden Jokowi.

Dengan peningkatan konektivitas itu pula, Presiden meyakini bahwa sektor pariwisata Toraja juga nantinya akan meningkat pesat. Di Tana Toraja, banyak destinasi wisata yang aksesnya akan semakin terbuka berkat infrastruktur transportasi yang semakin memadai. “Bisa saja nanti yang dari Bali langsung ke sini, bisa saja dari Jakarta langsung ke sini, bisa saja dari Bandung langsung ke Tana Toraja untuk melihat ‘Negeri di Atas Awan’, melihat Kete Kesu, melihat Pango-Pango,” tuturnya.

Resmikan Bandara Pantar di Kabupaten Alor Provinsi NTT

Bersamaan dengan peresmian Bandara Toraja, Presiden Joko Widodo juga sekaligus meresmikan secara virtual Bandara Pantar yang berlokasi di Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pihak-pihak yang berkaitan dengan peresmian Bandara Pantar turut mengikuti jalannya acara peresmian Bandara Toraja secara virtual.

Presiden Jokowi saat meresmikan Bandara Pantar Alor secara virtual dari Tana Toraja

Pembangunan bandara dengan lintasan pacu sepanjang 900×30 meter dan dilengkapi gedung terminal dengan kapasitas hingga 36.000 penumpang per tahun itu merupakan perwujudan kehadiran pemerintah untuk turut membangun wilayah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan sehingga dapat membuka wilayah terisolasi dan mendorong kegiatan ekonomi.

“Bandara ini dibangun sejak 2014 dan sudah selesai kita operasikan. Ini juga sebuah bandara yang sangat penting sehingga kalau cuaca lewat laut kurang bersahabat bisa menggunakan bandara ini,” ujar Presiden.

Kepala Negara berharap dengan dibangunnya dua bandara tersebut dapat berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lebih banyak lagi lapangan kerja, dan menghidupkan sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru di wilayah sekitarnya.

Hadir dalam acara peresmian dua bandara tersebut antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Plt. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, dan Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung. Sementara Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi turut hadir secara virtual.(*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres)

Editor (+roni banase)

Tanam Padi di Desa Tuleng Alor, Gubernur VBL Dorong Petani Tanam Tiga Kali

279 Views

Alor-N.T.T., Garda Indonesia | “Karena itu, petani merupakan profesi yang sentral di mana sangat menentukan kehidupan manusia. Kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar manusia ini,” kata Gubernur VBL saat melakukan Kunjungan Kerja dan Kegiatan Penanaman Padi secara Simbolis di Desa Tuleng, Kabupaten Alor, pada Jumat, 31 Juli 2020.

Ia pun menegaskan bahwa tiada satu manusia pun di kolong langit yang tidak butuh makan. Pasti semua manusia membutuhkannya.

Lebih lanjut, Gubernur VBL mengatakan, bicara tentang pertanian artinya bicara tentang tanah, air, benih, pupuk serta sumber daya manusia yang bekerja. “Kita mesti siapkan semua ini dengan baik. Saya minta para pimpinan perangkat daerah baik lingkup provinsi maupun kabupaten yang hadir saat ini untuk mencatat apa yang dikeluhkan dan dibutuhkan masyarakat,” pintanya.

“Bapak Presiden dalam arahannya telah menginstruksikan kepada seluruh Gubernur dan seluruh bupati agar dapat menyiapkan lahan untuk kepentingan pangan dengan memanfaatkan lahan yang telah tersedia maupun dengan membuka lahan baru,” lanjut Gubernur VBL.

Gubernur VBL saat mendorong semangat petani di Desa Tuleng Kabupaten Alor

Politisi NasDem itu mengatakan, ketersediaan pangan sangat penting terutama saat pandemi seperti sekarang. “Kita tahu bersama bahwa saat ini dunia mengalami Wabah Covid-19. Bilamana kondisi ini berlanjut maka akan berkorelasi dengan krisis pangan. Kalau terjadi kelaparan di dunia, maka diharapkan rakyat Nusa Tenggara Timur dapat bertahan hidup dengan mengoptimalkan lahannya,” ujarnya.

Gubernur VBL pun mendorong agar proses penanaman padi dapat dilakukan tiga kali dalam setahun. “Karena kalau cuma sekali atau dua kali, maka kita harus bisa lakukan rekayasa. Setelah proses menanam padi maka berikutnya kita menanam jagung guna memenuhi kebutuhan pangan kita juga,” bebernya.

VBL meminta instansi teknis untuk mendukung proses pengolahan sawah masyarakat dengan alat-alat pertanian dan pendampingan yang intensif. “Karena secara substansial, pemerintah mesti menyiapkan dana dan harus melayani rakyatnya untuk memastikan kecukupan pangan. Kita mesti meningkatkan kualitas produksi kita, di mana kita akan mencoba untuk melakukan penanaman jenis padi hibrida. Dengan kualitas hasil produksi lebih tinggi tentunya dapat meningkatkan ekonomi petani kita,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Alor Amon Djobo menegaskan, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Alor siap mendukung tekad pemerintah provinsi dalam bidang ketahanan pangan. “Kami siap bersama dengan masyarakat untuk memastikan ketersediaan pangan di daerah ini. Tentunya kami tetap fokus pada sektor pertanian karena kami bukanlah orang upahan di tanah ini melainkan kami pemilik sah dari daerah ini,” jelasnya.

Tampak hadir pada acara tersebut Staf Khusus Gubernur, Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT, Forkompinda Kabupaten Alor, Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Alor, masyarakat Desa Tuleng dan undangan lainnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

Di Alor, Pelabuhan Internasional Maritaing Bakal Dibangun Tahun 2020

294 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia |”Saat ini kita dalam tahap menindaklanjuti persiapan dan penyusunan rencana kerja. Kita harapkan nanti pada awal tahun 2020 sudah bisa kita mulai Pembangunan Pelabuhan Internasional Maritaing di Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur”,ungkap Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Drs. Robert Simbolon, MPA

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Rapat Penguatan Pengelolaan Perbatasan Negara, dengan Fokus : Tindak Lanjut Rencana Pembangunan Pelabuhan Internasional Maritaing, bertempat di Hotel Sotis, Kupang, pada Kamis, 4 Juli 2019.

“Kita perlu menindaklanjuti bersama arahan Bapak Presiden terkait rencana Gubernur NTT untuk meningkatkan Pelabuhan Maritaing menjadi Pelabuhan Internasional. Sekaligus sebagai pintu gerbang negara di kawasan perbatasan NTT”, jelas Robert.

Menurut Robert, kehadiran Pelabuhan Internasional Maritaing diharapkan dapat menjalankan dan memperkuat fungsi penyelenggaraan negara di beranda atau halaman depan negara. Hal ini sesuai dengan nawacita ketiga dari Presiden Jokowi yaitu membangun dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa.

Robert Simbolon saat memimpin Rapat Penguatan Pengelolaan Perbatasan Negara, dengan Fokus : Tindak Lanjut Rencana Pembangunan Pelabuhan Internasional Maritaing, bertempat di Hotel Sotis, Kupang, pada Kamis, 4 Juli 2019.

“Sesuai rencana, kita adakan Master Plan yang komprehensif. Nantinya bukan hanya memenuhi infrastruktur sebuah pelabuhan internasional tetapi juga infrastruktur untuk pelayanan sosial dasar di kawasan itu seperti ekonomi masyarakat dan terutama instrumen pelayanan lintas batas negara,” ujar Robert.

“Kita bersama PT ASDP yang akan menjadi vocal point (titik pusat) dalam fungsi penyeberangan Pelabuhan Internasional Maritaing tersebut,” imbuh Robert Simbolon yang pernah menjabat sebagai Penjabat Gubernur NTT.

“Kita juga akan melakukan survei bersama Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Alor pada akhir bulan juli ini. Melalui survei tersebut kita bisa petakan bagian – bagian mana yang akan dibangun menggunakan APBN dan APBD Provinsi. Karena ini kerja kita bersama baik Pemerintah pusat maupun provinsi. Kita juga menginginkan agar pembangunan Pelabuhan Internasional Maritaing ini dapat mendorong peningkatan bidang pariwisata yang menjadi destinasi wisata melalui fasilitas yang ada nanti,” tandasnya.

Kepala Bidang PAN BNPP NTT, Drs. Clementino C. Branco M.Si mengatakan, dalam tahap persiapan pembangunan Pelabuhan Internasional Maritaing tersebut telah disiapkan lahan oleh Pemda Kabupaten Alor.

“Untuk lahan pembangunan telah disediakan oleh Pemda Kabupaten Alor seluas 10 Ha. Lahan tersebut merupakan lahan yang dihibahkan Masyarakat Alor kepada Pemda”, jelas Clementino.

Dijelaskannya, persyaratan dokumen penting lainnya juga telah realisasikan diantaranya dokumen sertifikat penyerahan lahan dari Raja Kolana Maritaing kepada Pemda Kabupaten Alor. Juga dokumen tata ruang (RDTR Kawasan Maritaing) Pelabuhan Internasional Maritaing sudah disiapkan Pemda Kabupaten Alor.

Sementara itu Plt. Kasie Perencanaan Pelabuhan Dinas Perhubungan NTT, Arlan J. Lussy menjelaskan Dinas Perhubungan NTT telah mengirimkan Surat Gubernur kepada Menteri Perhubungan tentang pembukaan jalur penyeberangan antar negara . Juga Surat Gubernur kepada Menteri Perhubungan tentang peningkatan fungsi pelabuhan Maritaing menjadi pelabuhan internasional dan pembangunan sarana pra sarana penunjang serta proposal yang masih berproses.(*)

Sumber berita (*/Meldo Nailopo–Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)