Arsip Tag: Prabowo Subianto

Temui Wapres Ma’ruf, Menhan Prabowo Subianto Lapor dan Beber Tiga Hal

474 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, menemui Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin di Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro No. 2, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis sore, 3 September 2020.

Prabowo datang sendiri menemui Wapres dengan maksud untuk silaturahmi, karena sejak pelantikan Kabinet Indonesia Maju, Menhan dan Wapres belum pernah bertemu secara resmi.

Sejak pukul 15.00—15.45 WIB, Menhan dan Wapres mendiskusikan banyak hal, khususnya membahas program food estate untuk menjaga ketahanan pangan. Secara khusus, Menhan juga mengundang Wapres untuk datang ke kantornya untuk menjelaskan secara lebih rinci mengenai masalah ketahanan pangan yang menjadi kekhawatiran setiap negara di masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) seperti sekarang ini.

Menurut Prabowo, setiap negara saat ini berupaya mencari pengetahuan bagaimana mengatasi apabila terjadi krisis pangan, termasuk Indonesia. Terlebih, saat ini masyarakat Indonesia sangat bergantung pada beras, sehingga perlu solusi bagaimana hal ini harus dihentikan dan diversifikasi.

Lebih jauh, Prabowo melaporkan kepada Wapres bahwa 1,4 juta hektar lahan di berbagai daerah di Indonesia telah siap untuk dijadikan lumbung pangan, sebagian untuk beras dan sebagian non-beras, mulai dari singkong, sagu, sorgum, jagung, dan lain-lain. Menurutnya, pada awal tahun 2021 sudah dapat mulai dilakukan penanaman.

Menanggapi laporan tersebut, Wapres tampak merespons baik dan mengapresiasi.

Prabowo melanjutkan bahwa investasi pangan ini akan berangkat dari dana negara. Setelah dipancing dengan dana negara, berikutnya akan dilanjutkan dengan dana-dana dari investasi. Menurutnya ada beberapa negara yang telah tertarik dengan konsep ini, seperti Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Tiongkok. Mereka tertarik untuk berinvestasi di sektor pangan ini, karena ke depan diprediksi negara-negara akan saling berebut pangan, sehingga dimungkinkan Indonesia bisa kolaborasi.

Terkait hal tersebut, Wapres meminta agar program ini juga melibatkan masyarakat setempat, termasuk berbagai unsur stakeholder daerah setempat, pesantren, dan lain-lain tergantung wilayahnya.

Adapun beberapa daerah yang disebut Prabowo siap untuk dijadikan lumbung pangan di antaranya Kalimantan Tengah, Merauke, Bangka Belitung, dan Jambi. Untuk lebih detailnya, ia meminta kehadiran Wapres ke kantornya, untuk menerima data-data langsung, selain data-data yang juga diberikannya kepada Wapres hari ini.

Selain itu, hal kedua yang dilaporkan Menhan Prabowo kepada Wapres adalah terkait masalah redistribusi lahan. Menurutnya ini sangat penting dilakukan dan Wapres pun menyetujuinya apabila itu dilakukan terhadap lahan-lahan tidur yang dimiliki orang-orang kaya yang tidak dimanfaatkan. Mereka sepakat lahan tidur yang tidak terpakai terlalu lama sebaiknya perlu dilakukan redistribusi, sebagaimana sejauh ini juga telah dimulai oleh Presiden dan akan terus digalakkan.

Apakah Wapres diminta secara khusus oleh Presiden untuk mengurusi masalah lumbung pangan dan redistribusi lahan itu? Sejauh ini belum ada arahan seperti itu. Pertemuan kali ini lebih kepada laporan Menteri Pertahanan kepada Wakil Presiden.

Hal ketiga yang dilaporkan Menhan Prabowo adalah tentang rencana perbaikan Alutsista. Ia mengungkapkan mengenai rencana perbaikan pesawat tempur, kapal, tank untuk angkatan darat, laut, dan udara. Menhan menilai apabila membeli baru terlalu mahal dan tidak bisa langsung diadakan. Oleh sebab itu, akan lebih bagus apabila ada perbaikan-perbaikan. Ia mencontohkan pesawat Hercules, Sukhoi, termasuk tank dan kapal-kapal harus diperbaiki agar Indonesia menjadi negara kuat.

Namun, yang lebih mendesak, kata Prabowo, adalah membeli peluru. Menurutnya, Indonesia saat ini kekurangan peluru. Banyak orang Indonesia pintar menembak, tetapi tidak memiliki peluru.(*)

Sumber berita dan foto (Jubir Wapres-Masduki Baidlowi)
Editor (+rony banase)

Prabowo Subianto Optimistis dengan Rencana Besar Presiden Jokowi

205 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pada Rabu, 1 Januari 2020, Presiden Jokowi didampingi putranya Kaesang Pangarep menerima kunjungan Menhan Prabowo Subianto yang datang bersama putranya Didit Hedyprastyo, di Istana Gedung Agung, Yogyakarta.

Mengawali tahun 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang datang bersama putranya Didit Hedyprasetyo sekitar pukul 10.20 WIB.

Selain berbicara soal keluarga, Presiden Jokowi tidak menampik jika dalam pertemuan tersebut dirinya dan Menhan membicarakan banyak hal, terutama urusan bangsa dan negara.

“Alhamdulillah tadi berbicara banyak hal, baik yang berkaitan juga dengan urusan keluarga tapi juga lebih banyak urusan bangsa dan negara,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai pertemuan.

Sementara Menhan Prabowo Subianto menyampaikan ucapan terima kasih karena di tengah kesibukannya Presiden Jokowi mau meluang waktu menerima dirinya dan putranya.

“Intinya hanya mengucapkan selamat tahun baru,” kata Prabowo. Namun, karena banyak keliling, sudah beberapa minggu tidak berjumpa, Menhan mengakui di sela-sela ucapan selamat dirinya melaporkan sedikit perkembangan di bidangnya.

“Alhamdulillah, sudah saya sampaikan dan mungkin dalam waktu yang akan datang beliau akan kasih waktu lagi untuk lebih dalam, lebih rinci membahas langkah-langkah ke depan untuk sekian tahun,” kata Prabowo tanpa menyebut masalah yang dibicarakannya.

Menurut Menhan, Presiden Jokowi punya rencana yang besar dan ia harus menyinkronkan.

Menhan optimistis optimis prospeknya sangat bagus, keadaannya bagus, strategi pemerintah juga bagus. “Beliau punya langkah-langkah strategis, saya optimis, sendiri/pribadi tahun depan dan tahun yang akan datang,” ujar Prabowo.

“Walaupun kerja keras Pak, ya?” ucap Prabowo, yang langsung dijawab oleh Presiden Jokowi, “Kita semua optimistis.”(*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Prabowo Subianto: Gerindra Dukung Penuh Pemerintahan Yang Sah

318 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Dalam pertemuan memenuhi undangan Presiden Joko Widodo, pada Jumat, 11 Oktober 2019, Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk bersatu kembali.

Prabowo Subianto berjanji bakal menghadiri pelantikan Presiden Joko Widodo, pada Minggu, 20 Oktober 2019.

Sebab, kata Prabowo, konstelasi pemilihan presiden sudah selesai. Karena itu seluruh elemen bangsa harus bersatu kembali.

Joko Widodo dan Prabowo Subianto

Menurutnya, Gerindra siap membantu apabila diperlukan untuk berkoalisi. Namun andaikan tidak, Prabowo memastikan akan tetap mendukung sepenuhnya untuk membantu pemerintahan yang sah secara konstitusional.

Menanggapi hal itu akan dibahas terlebih dahulu bersama partai pengusung. Selain itu Prabowo sangat mendukung perpindahan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan dengan berbagai pertimbangan jangka panjang.

“Ya hal ini dilakukan, selain pemerataan, kondisi Jakarta yang semakin kurang kondusif,” ujar Prabowo.

Selain itu, katanya, akan dibahas masalah ekonomi global yang tentu akan mempengaruhi ekonomi dalam negeri.

Usai pertemuan itu, kedua tokoh pun sempat berswafoto (selfie) bersama para wartawan. (*)

Sumber berita (Di/rel—Tim IMO Indonesia) Editor (+rony banase)

‘Pertemuan Seorang Saudara’ antara Presiden Jokowi & Prabowo Subianto

209 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Presiden RI terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo bertemu dengan Prabowo Subianto. Pertemuan yang ditunggu-tunggu masyarakat di Tanah Air ini terjadi pada Sabtu, 13 Juli 2019 di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT), Lebak Bulus, Jakarta.

Sekitar pukul 10.05 WIB, keduanya bertemu dan bersalaman di depan loket Stasiun MRT Lebak Bulus. Senyum terpancar dari wajah keduanya dalam pertemuan hangat tersebut.

Momen itu langsung diabadikan oleh para jurnalis yang telah menunggunya sejak pagi hari. Masyarakat yang sedang berada di stasiun MRT pun langsung riuh menyambut pertemuan keduanya.

Keduanya kemudian berjalan bersama, menuju tap gate, lalu bergegas naik menuju peron stasiun. Sesaat setelah keduanya naik di gerbong 2, kereta pun melaju.

Di dalam kereta tampak keduanya mengobrol dengan akrab dan hangat. Tawa ringan keduanya sesekali menyelingi obrolan keduanya. Tak terasa kereta yang mereka tumpangi pun tiba di Stasiun MRT Senayan, Jakarta.

“Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai, pertemuan saya dengan Bapak Prabowo Subianto pada pagi hari ini adalah pertemuan seorang sahabat, pertemuan seorang kawan, pertemuan seorang saudara,” kata Presiden Jokowi dalam keterangannya kepada awak media.

Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto di dalam Moda Raya Terpadu (MRT), Lebak Bulus, Jakarta

Sementara itu, Prabowo mengatakan pertemuan di atas MRT itu adalah gagasan dari Presiden Jokowi. Menurutnya, ia juga belum pernah naik moda transportasi anyar di Jakarta ini.

“Ini juga gagasan beliau. Beliau tahu bahwa saya belum pernah naik MRT jadi saya terima kasih. Saya naik MRT luar biasa. Kita bangga bahwa Indonesia akhirnya punya MRT yang bisa membantu kepentingan rakyat,” ungkapnya.

Dari Stasiun MRT Senayan, keduanya berjalan menuju FX Sudirman yang berjarak sekitar 350 meter. Setibanya di FX Sudirman, keduanya langsung menuju salah satu restoran untuk santap siang bersama.

Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto makan siang bersama

Duduk semeja, obrolan ringan dan hangat kembali terjadi di antara keduanya. Beberapa hidangan yang disajikan yaitu sate kambing, sate ayam, lontong, pecel madiun, ongol-ongol, hingga es kelapa batok.

Usai santap siang bersama, Prabowo berpamitan untuk pulang terlebih dahulu. Tak lama berselang, Presiden Jokowi pun meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut.

Dua Pidato Satu Tujuan

Pidato Presiden Joko Widodo:
Bismilahirohmanirohim, Asalamualaikum warohmatulohi wabarokatuh

Bapak ibu dan saudara sekalian, seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai.
Pertemuan saya dengan Bapak Prabowo Subianto pada pagi hari ini adalah pertemuan seorang sahabat. Pertemuan seorang kawan. Pertemuan seorang saudara, yang sebetulnya ini sudah kita rencanakan lama.

Tetapi Pak Prabowo juga sibuk, kemarin mondar-mandir ke luar negeri. Saya pun juga begitu. Perga-pergi dari Jakarta ke daerah, dan ada juga yang keluar, sehingga pertemuan yang telah lama kita rencanakan itu belum bisa terlaksana dan alhamdulilah pada pagi hari ini kita bisa bertemu dan mencoba MRT. Karena saya tahu Pak Prabowo belum pernah mencoba MRT.

Yang kedua, setelah kontestasi kompetisi di Pilpres, kita tahu, kompetisi di Pilpres adalah kompetisi yang harus ngomong apa adanya, kompetisi yang sangat keras.

Baik di antara kami maupun di antara para pendukung. Oleh sebab itu, setelah pilpres usai, silaturahmi antara saya dengan Bapak Prabowo Subianto bisa kita satukan pada hari ini. Alhamdulillah.

Sekali lagi sebagai sahabat, sebagai kawan, sebagai saudara, saya sangat berterima kasih sekali atas pengaturan, sehingga kami bisa bertemu dengan Bapak Prabowo Subianto.

Dan kita juga berharap agar para pendukung juga melakukan hal yang sama. Karena kita adalah saudara sebangsa dan setanah air.

Tidak ada lagi yang namanya 01. Tidak ada lagi yang namanya 02. Tidak ada lagi yang namanya cebong. Tidak ada lagi yang namanya kampret. Yang ada, yang ada adalah Garuda Pancasila.

Kita rajut, kita rajut, kita gerakkan kembali, persatuan kita sebagai sebuah bangsa, karena kompetisi global, kompetisi antarnergara sekarang ini semakin ketat, sehingga memerlukan sebuah kebersamaan dalam memajukan negara ini, dalam membangun negara yang kita cintai.

Saya rasa itu sedikit yang bisa saya sampaikan. Assalamualaikum warohmatulohi wabarokatuh.

Pidato Prabowo Subianto:

Bismilahirohmanirohim, Assalamualaikum warohmatulohi wabarokatuh
Salam sejahtera untuk kita sekalian
Shalom, Om Swastiastu.

Yang saya hormati Bapak Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, saudara-saudara sekalian, sebangsa dan setanah air.

Hari ini, sebagaimana saudara-saudara saksikan, saya dan Pak Joko Widodo bertemu di atas MRT. Ini juga gagasan beliau. Beliau tahu bahwa saya belum pernah naik MRT. Jadi saya terima kasih Pak. Luar biasa. Kita bangga bahwa Indonesia akhirnya punya MRT, yang bisa membantu kepentingan rakyat.

Walaupun pertemuan ini seolah-olah tidak formal, tetapi saya kira memiliki suatu dimensi dan arti yang sangat penting.

Ada yang bertanya kenapa Pak Prabowo belum mengucapkan selamat atas ditetapkannya Pak Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia untuk 2019-2024.

Saya katakan, saya ini bagaimanapun ada ewuh pakewuh, ada tata krama. Jadi kalau ucapan selamat, maunya langsung, tatap muka.

Jadi…. jangan sedikit-sedikit….

Jadi… saudara-saudara….

Tadi dikatakan oleh beliau, bahwa kita bersahabat, dan kita berkawan. Memang kenyataannya seperti itu. Jadi kalau kita kadang-kadang kita bersaing, kadang-kadang saling mengkritik, itu tuntutan politik, itu tuntutan demokrasi. Demikian kan?

Tetapi sesudah kompetisi, sesudah bertarung dengan keras, kadang-kadang, tapi kita tetap dalam kerangka keluarga besar Republik Indonesia. Kita sama-sama anak bangsa, kita sama-sama patriot, kita sama-sama ingin berbuat terbaik untuk rakyat dan bangsa Indonesia.

Saya mengerti banyak yang mungkin masih emosional, dan kita mengerti banyak hal yang kita harus perbaiki, tapi intinya, saya berpendapat, bahwa antara pemimpin kalau hubungannya baik, kita saling mengingatkan.

Kalau beliau mau ketemu saya, ya saya juga akan memanfaatkan untuk menyampaikan hal-hal demi kebaikan bersama. Saya ucapkan selamat bekerja.

Saya juga ucapkan selamat, tambah rambut putih, Pak

Saudara-saudara, menjadi Presiden itu adalah mengabdi. Jadi masalah yang beliau pikul besar. Kami siap membantu kalau diperlukan, Pak. Untuk kepentingan rakyat.

Tapi kalau kami, juga minta maaf Pak, kalau kami mengkritisi Bapak, sekali-sekali. Kan demokrasi butuh checks and balances. Saya kira demikian dari saya.

Tanggapan Presiden Joko Widodo :
Saya kira sudah jelas dan gamblang semuanya. Saya kira tidak ada pertanyaan lagi. (*)

Sumber berita (*/Plt. Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden-Chandra A. Kurniawan + https://jokowidodo.app/post/detail/dua-pidato-satu-tujuan)

Editor (+rony banase)

Menko Polhukam Tanggapi Pernyataan Prabowo pada Konfnas Partai Gerindra

139 Views

Jakarta, gardaindonesia.id | Prabowo saat konferensi Nasional Partai Gerindra Senin, 17 Desember 2018, menyatakan kalau dia kalah maka Indonesia akan punah. Menanggapi pernyataan tersebut, Menko Polhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto saat ditanya wartawan di acara HUT ke-19 Dharma Wanita Persatuan Komenko Polhukam menyatakan rasa keheranannya, itu sama saja dengan ancaman serius.

“Belum ada dalam sejarah modern pada pemilihan umum yang demokratis, seorang tokoh kalah lantas negara itu bubar atau punah,” ujar Wiranto, Selasa/18/12/18.

Lanjut Wiranto, “Negara akan punah tidak mungkin tiba-tiba, mesti ada gejalanya, indikasinya atau ada peningkatan eskalasi sangat serius yang mengancam eksistensi negara itu,”ujarnya.

Sebagai Menko Polhukam, Wiranto menjamin Indonesia saat ini baik-baik saja, semua event penting nasional dapat dikawal dengan baik. Bahkan oleh Survei Internasional, Indonesia dinobatkan sebagai negara teraman ke-9 di seluruh dunia (Sumber : Gallup Global Law and Order 2018), negara tujuan investasi yang paling menjanjikan No.2, setelah Philipina (Sumber : US News, 2018) dan negara yang kepercayaan rakyat terhadap pemerintahnya diurutan pertama (Sumber : Gallup World Poll Tahun 2017).

Wiranto mengharapkan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pernyataan tersebut, bahkan sambil berseloroh Wiranto mengajak taruhan kalau sehabis Pemilu Prabowo kalah dan Indonesia tetap utuh tidak punah.

“Kita taruhan, Rumah Prabowo di hambalang diserahkan kepada saya. Sebaliknya, kalau Indonesia Punah maka rumah saya di bambu apus diserahkan ke Prabowo, tapi kalau semua punah, buat apalagi rumah, he…..he…..he…, “kata Wiranto sambil tersenyum.

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)