Arsip Tag: Provinsi NTT

Gubernur Provinsi NTT Viktor Laiskodat Positif Covid-19

3.940 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) berdasarkan hasil polymerase chain reaction (PCR) pada Selasa malam, 12 Januari 2021, dinyatakan positif Corona Virus Disease (Covid-19).

Demikian pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing dalam sesi konferensi pers bersama awak media di depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT pada Rabu pagi, 13 Januari 2021.

“Kita ketahui bersama bahwa Bapak Gubernur, saat ini sedang berada di Jakarta, rencananya hari ini akan kembali ke Kupang. Sesuai ketentuan, sebelum melakukan penerbangan, dua hari sebelumnya harus melakukan PCR,” urai Benediktus Polo Maing didampingi oleh Kadis Kesehatan Provinsi NTT.

Semalam (Selasa, 12 Januari 2021), imbuh Benediktus Polo Maing, hasil PCR dari Gubernur NTT terkonfirmasi positif Covid-19. “Bapak Gubernur berangkat ke Jakarta pada 8 Januari, sebelum berangkat telah melakukan pemeriksaan swab, dari rapid test dan PCR negatif, sehingga beliau berangkat ke Jakarta untuk urusan kedinasan,” ungkapnya.

Saat ini, terang Sekda NTT, Gubernur VBL saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Angkatan Darat di Jakarta dan memilih melakukan perawatan di sana untuk meminimalkan dampak transmisi lokal Covid-19.

“Secara fisik beliau dalam keadaan sehat,” tandas Sekda NTT sembari menyampaikan bahwa istri (Julia Laiskodat, red) dan anak-anak juga telah dilakukan PCR, namun dinyatakan negatif.

Sebelumnya, telah diumumkan ke publik bahwa Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi juga terkonfirmasi positif Covid-19.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Gubernur NTT Minta Bupati & Wali Kota Hadir di Tengah Masyarakat

470 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pada rapat yang dilaksanakan secara virtual di aula rumah jabatan Gubernur NTT pada Minggu, 20 Desember 2020, dalam Rangka HUT ke-62 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam arahannya menyampaikan pada para Bupati dan Wali Kota untuk bekerja lebih giat dan bersinergi dengan baik untuk mendukung pembangunan di berbagai sektor dengan perencanaan yang baik.

Bersama Wakil Gubernur, Josef Nae Soi dan dipandu oleh Sekda NTT, Ben Polo Maing, Gubernur VBL menginginkan agar semua Bupati dan Wali Kota, serta OPD agar harus bisa hadir di tengah masyarakat dan bekerja lebih keras dan konkret bersama masyarakat.

“Aset terbesar dari daerah baik provinsi atau kabupaten itu ada pada pelayanan birokrasinya,” terang Gubernur VBL.

Untuk sektor pertanian, imbuh VBL, saya mau para Bupati agar turun langsung ke desa-desa, lihat berapa luas lahan yang berpotensi, jumlah SDM petaninya dan juga komoditi apa yang ditanam.  “Perencanaan harus jelas dan Sekda juga mengawasi. Saya tidak mau kita rapat seperti biasa dan kerja juga biasa-biasa saja. Presiden juga bilang pada saya bahwa untuk membangun Provinsi NTT ini harus dengan cara-cara yang luar biasa,” jelasnya.

Rapat virtual Gubernur dan Wakil Gubernur NTT bersama Bupati dan Wali Kota dalam rangka HUT ke-62 Provinsi NTT, Foto oleh Humas dan Setda NTT

VBL juga menjelaskan, dalam keadaan pandemi Covid-19 seperti ini, harus bisa optimalkan penggunaan anggaran PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) untuk pembangunan. “Kita perbaiki pertumbuhan ekonomi kita, manfaatkan dana PEN. Anggaran itu harus juga kita manfaatkan untuk membantu sektor-sektor pembangunan,” imbaunya.

Untuk infrastruktur, lanjut Gubernur VBL, kita manfaatkan bendungan yang sudah dibangun Pemerintah Pusat. Presiden Jokowi ini sangat baik dan perhatian dengan NTT. Dia tahu kita butuh infrastruktur yang baik.

“Saya mau Bupati dan Wali Kota turun dan lihat, dari tiap-tiap bendungan itu kita usahakan salurkan air ke lahan pertanian masyarakat dengan pemasangan pipa-pipa air. Itu harus kita pastikan ke titik mana saja sesuai kebutuhan. Infrastruktur ini kalau kita manfaatkan baik maka akan menumbuhkan ekonomi pertanian,” pintanya.

Ia juga mengatakan saat ini koperasi di NTT sudah bergerak maju. Bupati bersama Wali Kota juga harus memperhatikan koperasi-koperasi yang saat ini mulai bergerak maju. “Kita target tahun depan itu harus 1.000 koperasi digital dari Pemprov NTT dan 100 koperasi digital dari setiap kabupaten dan kota,” ujarnya.

Dalam arahannya tersebut, Gubernur NTT juga mengingatkan untuk sektor kesehatan bisa bekerja lebih ekstra seperti penanganan stunting di beberapa kabupaten dan juga demam berdarah yang tinggi di Kabupaten Sikka. (*)

Sumber berita dan foto (*/Meldo—Humas dan Protokol Setda NTT)

Editor dan foto utama (+roni banase)

NTT Zona Rendah Risiko Covid-19, Marius Djelamu : Itu Peran Pemda & Masyarakat

293 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Tingkat penyebaran Covid-19 di berbagai negara begitu tinggi, termasuk di Indonesia. Namun, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menempatkan diri di Zona Risiko Rendah penyebaran Covid-19. Bahkan data nasional Covid-19 per 24 Juni 2020 menunjukkan NTT masih memiliki nol kasus positif Covid-19 selama beberapa hari.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius menjelaskan bahwa kunci dari keberhasilan berjalannya protokol kesehatan di NTT adalah kesadaran masyarakat itu sendiri. Hal ini juga didukung dengan pengontrolan oleh para Bupati dan perangkat daerah terhadap arus orang antar wilayah.

“Bahkan tidak hanya kontrol oleh Bupati, tetapi ketua RT dan warga pun sangat kuat mengontrol keluar-masuknya orang,” ujarnya pada konferensi pers melalui ruang digital di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jakarta, pada Kamis, 25 Juni 2020.

Selain itu, strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT untuk mengajak masyarakat mematuhi protokol kesehatan adalah melakukan sosialisasi secara rutin di berbagai medai massa, baik media konvensional maupun media baru.

Marius menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat NTT. Namun, selama pandemi ini justru sangat terlihat solidaritas masyarakat dengan berbagi sembako, masker serta alat pelindung diri (APD).

“Kami memberikan apresiasi kepada masyarakat dan semua asosiasi, tidak hanya di dalam NTT tapi juga dari luar NTT, yang juga menyebarkan ‘virus-virus kemanusiaan’, ” jelasnya.

Kasus Positif yang Ditemukan di NTT Berawal dari Imported Case

Marius juga menceritakan sejak kasus Covid-19 muncul di Indonesia, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat segera membentuk tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 meskipun belum terdapat kasus di provinsi tersebut. Gubernur NTT juga menginstruksikan semua aparatur sipil negara untuk tidak melakukan perjalanan ke luar daerah.

Oleh karena itu, NTT menjadi satu dari sedikit provinsi di Indonesia yang tidak memiliki kasus Covid-19 selama kurang lebih tiga minggu sejak penyebarannya di Indonesia.

Marius menambahkan kasus pertama di NTT ditemukan akhir April 2020. “Kasus itu pun merupakan imported case,” tambahnya.

Kasus impor atau Imported case merupakan kasus positif Covid-19 yang didapatkan dari luar daerah. Sehingga pada konteks ini adalah kasus pada orang yang telah melakukan perjalanan ke luar daerah dan kembali ke Kupang, NTT. Kemudian setelah itu terjadi pula kasus transmisi lokal, yaitu penyebaran antar masyarakat setempat, yang mana semuanya kini sudah tertangani. Marius juga menyampaikan persentase kesembuhan pasien Covid-19 di NTT yang hampir mencapai 80%.

Pada awal Mei 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di NTT mulai meningkat. Namun kemudian jumlahnya terus berfluktuasi atau turun-naik. “Sampai dengan saat ini, pemeriksaan lab (menunjukkan hasil) negatif, bahkan ada lebih dari lima hari (hasilnya) negatif,” tutupnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Editor (+rony banase)

Gubernur VBL : Lontar Pohon Kehidupan Masyarakat Nusa Tenggara Timur

401 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan, pohon lontar merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat. “Karena itu, saya mengapresiasi kreativitas dan inovasi anak-anak muda yang telah dikirim Pemerintah Provinsi NTT ke Universitas Griffith Australia beberapa waktu lalu,” ucap Gubernur VBL.

Pernyataan Gubernur VBL, disampaikannya pada Minggu, 15 Maret 2020, di sela-sela proses rekaman video untuk perhelatan Festival Lontar yang bakal digelar pada Oktober 2020 di Pantai Lasiana Kota Kupang,

Ikut bersama Gubernur VBL, staf khusus gubernur bidang politik, Dr. Imanuel Blegur; Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT, Lecky Koli; Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, I Wayan Darmawa, dan Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

Gubernur Viktor Laiskodat saat menunjukkan buah ‘saboak’ (buah dari Pohon Lontar)

Yang menarik proses rekaman video ini disaksikan Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro (85 tahun) yang adalah Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 1993—1998 di bawah Pemerintahan Presiden Soeharto dalam Kabinet Pembangunan VI.

Menurut Gubernur VBL, Pohon Lontar bagi orang NTT merupakan pohon kehidupan. “Batangnya digunakan untuk material perumahan seperti untuk dinding rumah dan sebagainya, daunnya untuk atap, buahnya untuk nira yang diolah menjadi gula atau minuman serta makanan,” jelas Gubernur VBL, datar.

Bahkan sebuah warisan intelektual nenek moyang orang NTT, lanjut mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI, berhasil menggunakan daun lontar ini untuk alat musik yang sangat populer di dunia yakni alat musik Sasando. “Selain alat musik Sasando, dari daunnya juga dibuatkan Topi Ti’i Langga yang telah menjadi bagian penting dari busana khas NTT khususnya masyarakat di Kabupaten Rote Ndao,” tandas Gubernur sembari menambahkan, bahwa “Satu hal yang penting dari batang lontar ini juga dimanfaatkan untuk membuat peti jenazah.”

“Jadi pohon kehidupan ini melekat sangat erat dengan kehidupan manusia NTT; sejak lahir sampai meninggal. Jujur saya mengapresiasi anak-anak muda kita yang akan mengangkat citra pohon lontar ini dalam sebuah festival,” kata Gubernur VBL.

Gubernur Viktor Laiskodat saat memaparkan keunggulan Pohon Lontar kepada Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro

Sebagaimana diketahui, anak-anak muda ini akan mengeksplorasi kegunaan pohon lontar bagi kehidupan manusia di Provinsi NTT dengan berbagai produk turunannya. Festival ini akan melibatkan kurang lebih 2.000 penari khas NTT dan keseluruhan koreografinya menceritakan tentang filsafat budaya orang NTT dan eksplorasi filosofis hubungan antara pohon lontar sebagai pohon kehidupan dengan manusia NTT.

Lalu bagaimana respons dan pendapat Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia tahun 1993 – 1998? Prof. Wardiman memberikan pujian dan apresiasi yang tinggi kepada Gubernur VBL yang sangat peduli terhadap pengembangan potensi generasi millenial di Provinsi NTT dengan mengirim mereka untuk meningkatkan kapasitas intelektual dan keterampilannya (skills) ke berbagai negara.

“Saya mengapresiasi generasi muda NTT yang akan mengadakan festival Lontar pada Oktober 2020 yang akan datang,” ucapnya sambil tersenyum.(*)

Sumber berita (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

‘Hari Musik Nasional 2020’ ala Komunitas Musik Nusa Tenggara Timur

321 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Rumah Musik Siloam, Harmoni NTT, dan J & D Production dalam satu harmoni menghelat Perayaan Hari Musik Nasional pada Sabtu, 14 Maret 2020 pukul 06.00—09.00 WITA di Arena Car Free Day Jalan El Tari Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hari Musik Nasional yang dirayakan pada setiap tanggal 9 Maret, dikemas oleh komunitas musik NTT dalam balutan konser mini pinggir jalan dan senam zumba bersama para anggota komunitas dan peserta car free day.

Pantauan media ini, konser mini pinggir jalan Hari Musik Nasional 2020 diwarnai oleh performa anak didik dari Kakak Aki Kala Rumah Musik Siloam dengan menghadirkan lagu “Rumah Kita karya GodBless” hingga “Never Enough karya Loren Allred” dengan iringan Jikustik Band. Begitu pun, Jack Kalla dari J & D Production tampil solo memukau para penonton.

Foto bersama Pengelola Rumah Musik Siloam, Aki Kala; J & D Production, Jack Kala, dan Harmoni NTT saat perayaan Hari Musik Nasional 2020

Tak ketinggalan, tiga penyanyi cilik yang sempat berkiprah di The Voice Kids Indonesia ikut meramaikan Hari Musik Nasional 2020 ala Komunitas Musik NTT; membawakan lagu “Flashlight karya Jessie J”, lantunan irama lagu Flashlight memberi semangat bagi anak-anak Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk terus berkarya di bidang musik.

Pengelola Rumah Musik Siloam, Aki Kala dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat kita berbicara tentang musik itu universal, tak terbatas hanya pada menyanyi dan bermain musik, namun dapat dikreasi pada bidang menari dan begitu banyak anak NTT yang berprestasi gemilang di berbagai ajang pencarian bakat menyanyi. “Sebut aja ada Andmesh Kamaleng, Lala Marion, Aldo, R & D, King Daepani, Mario Klau, Inggrid Wakano, Ica dan Bunda (Junior Voice),”ungkap Aki Kalla.

Foto bersama pemusik NTT, dan pemusik cilik dalam sesi Hari Musik Nasional 2020

“Dari Nusa Tenggara Timur, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang terus mendukung sehingga musik dari NTT semakin maju di musik nasional,” pinta Aki.

Begitu banyak anak NTT yang punya talenta bernyanyi, ujar Aki, Musik NTT semakin maju dan ada begitu banyak penyanyi NTT dengan genre musik beragam dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. “Mari kita bersatu padu memajukan musik nasional terutama musik di NTT, karena musik Nusa Tenggara Timur ada di tangan kita semua,” tandasnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Ayo ‘Vote’ Nadia Riwu Kaho Miss Indonesia NTT 2020 !

717 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pada Medio Desember 2019 melalui surat dari RCTI, salah satu anak kebanggaan Provinsi Nusa Tenggara Timur berhasil lolos seleksi pemilihan Miss Indonesia 2020, Nadia Riwu Kaho, anak kedua dari empat bersaudara, buah hati dari Uly Riwu Kaho dan Roska Riwu Kaho.

Kini, pemilik nama lengkap Tengah Araminta Nadia Riwu Kaho yang dinobatkan sebagai Miss NTT 2019 telah berangkat ke Jakarta pada 5 Februari 2020 untuk menjalani karantina dan persiapan mengikuti rentetan Miss Indonesia 2020 dari tanggal 7—20 Februari 2020 dan bakal mengharumkan nama Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Demikian informasi yang disampaikan orang tua dari Uly Riwu Kaho (ayah Nadia Riwu Kaho, red) pada Rabu, 12 Februari 2020 pukul 17.00 WITA kepada awak media. “Sesuai kesepakatan dengan Pihak RCTI sebelum dilakukan Konferensi Pers pada Rabu, 12 Februari 2020 siang maka kami tidak boleh merilis informasi ini, namun sekarang kita boleh menyebarkan informasi dan meminta partisipasi dari teman, saudara, dan masyarakat NTT untuk mendukung Nadia,” ujar Wakil Rektor III UPG 1945 NTT ini yang didampingi istri tercinta.

Nadia Riwu Kaho dalam sesi konferensi pers yang dihelat oleh RCTI

“Kami berbangga karena dari 5 (lima) kontestan Miss Indonesia 2020 yang mengikuti sesi Konferensi Pers yang diselenggarakan pihak RCTI, Wakil NTT Nadia Riwu Kaho menjadi bagian dari itu dan apa yang telah dijalankan Nadia memenuhi standar yang disiapkan oleh penyelenggara,” imbuh Uly.

Nadia Riwu Kaho, Mahasiswi Fakultas FKM Prodi Psikologi Semester IV di Universitas Nusa Cendana (Undana) ini juga mendapatkan atensi penuh dari Ketua Penggerak PKK NTT, Ibu Julie Sutrisno Laiskodat. Pemilik LeVico Butik ini juga memberikan atensi atas semua keperluan Nadia Riwu Kaho selama menjalani karantina.

Julie Sutrisno Laiskodat, istri dari Gubernur NTT Viktor Laiskodat, menurut Uly, tidak tanggung memberikan dukungan kepada Nadia. “Pemilihan busana bahkan sepatu diurus oleh Ibu Julie Laiskodat,” ungkap Uly.

Nadia Riwu Kaho dalam balutan busana LeVico Butik dari Ibu Julie Laiskodat

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Ibu Gubernur NTT, Julie Sutrisno Laiskodat sangat mendukung, beber Uly. “Termasuk bantuan dan dukungan dari Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT), BPR Christa Jaya, BPR Pitoby, dan semua pihak yang tak bisa kami sebutkan satu per satu,” ucap Uly seraya menyampaikan bahwa Talent Challenges bakal ditampilkan Nadia Riwu Kaho merupakan bentuk dukungan semua pihak.

Nadia Riwu Kaho, anak asli NTT kelahiran Kupang, 7 April 2000 akan berkompetisi dan membuat bangga seluruh masyarakat Nusa Terindah Toleransi (NTT) ini. “Kita memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat NTT untuk mendukung Nadia Riwu Kaho yang sejak lahir hingga kuliah menetap di Nusa Tenggara Timur,” pinta Uly.

Dukungan voting dapat dilakukan dengan cara mengunggah aplikasi RCTI+ di appstore dan playstore kemudian memberikan dukungan dengan cara klik pada foto Nadia Riwu Kaho (nomor 23).

Ayo masyarakat NTT, bersama kita jadikan Nadia Riwu Kaho sebagai Miss Indonesia 2020 !

Penulis dan editor (+rony banase)

Provinsi NTT Jadi Contoh Kehidupan Bertoleransi di Indonesia

211 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Jumat, 3 Januari 2020, bertempat di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, bertindak selaku Inspektur Upacara pada Peringatan ke-74 Hari Amal Bakti.

Sambutan tertulis Menteri Agama RI yang dibacakan langsung oleh Gubernur NTT, mengatakan bahwa Kementerian Agama lahir di tengah kancah revolusi fisik bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan, tepatnya tanggal 03 Januari 2020. Kementerian Agama hadir dalam rangka pelaksanaan pasal 29 UUD 1945.

Agama dan Negara saling membutuhkan dan saling menokohkan untuk kebahagiaan hidup manusia. Oleh karena itu penguatan identitas keagamaan dan penguatan identitas kebangsaan tidak boleh dipisahkan, apalagi dipertentangkan, tetapi harus dalam satu kotak untuk melahirkan moderasi beragama dan bernegara.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama tahun 2020, yakni Umat Rukun, Indonesia Maju, maka sudah selayaknya seluruh jajaran Kementerian Agama di pusat dan di daerah, agar dapat menjadi agen perubahan dalam memperkuat kerukunan antar umat beragama di Tanah Air, karena inilah modal kita bersama untuk membangun negara dan menjaga integrasi nasional.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat

Di akhir sambutan tertulisnya, Menteri Agama mengharapkan agar seluruh jajaran Kementerian Agama di seluruh Indonesia untuk memperhatikan 6 hal sebagai berikut:

  1. Pahami sejarah Kementerian Agama, regulasi, tugas serta fungsi Kementerian ini;
  2. Jaga idealisme, kejujuran, integritas dan budaya kerja Kementerian Agama;
  3. Tanamkan selalu bahwa bekerja adalah ibadah dan melayani masyarakat adalah kemuliaan;
  4. Perkuat ekosistem pembangunan bidang agama;
  5. Rangkul semua golongan dan potensi umat dalam semangat kebersamaan, kerukunan, persatuan dan moderasi beragama;
  6. Implementasikan Visi dan Misi pemerintah kedalam program kerja Kementerian Agama;

Sementara itu Gubernur yang ditemui usai upacara mengatakan dukungannya atas sambutan tertulis dari Menteri Agama RI. “Saya mendukung penuh apa yang dikatakan oleh Menteri Agama melalui sambutannya, karena dengan menjaga kehidupan beragama dan tetap menjaga keseimbangan antara Agama dan Negara, maka hal ini merupakan sebuah moderasi dalam kehidupan beragama kita, sehingga kita bukan menjadi orang lain dalam memeluk suatu Agama di Indonesia,” ungkap Gubernur.

Sedangkan dalam kehidupan beragama di NTT, mantan anggota DPR RI ini mengatakan bahwa dengan modal sebagai Provinsi dengan nilai toleransi tertinggi kedua di Indonesia, maka kita semua berkewajiban untuk mempertahankannya, sehingga NTT boleh menjadi contoh dalam toleransi kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Drs. Sarman Marselinus dalam sambutan singkatnya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTT serta Ketua Dekranasda Provinsi NTT, yang telah berkenan hadir pada Peringatan Hari Amal Bakti ini. “Dengan tema Umat Rukun Indonesia Maju, maka sudah sepantasnya kami mendukung seluruh program Gubernur dan Wakil Gubernur dalam mewujudkan masyarakat NTT Bangkit Menuju Sejahtera, melalui kerja cerdas, kerja keras dan kerja tuntas,” ujar Marselinus.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Ketua Tim Penggerak Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, Danlantamal VII Kupang, Laksma TNI IG. Kompiang Aribawa, perwakilan dari Kodim 161 Wirasakti Kupang, perwakilan dari Polda NTT, serta pejabat di Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT.(*)

Sumber berita (*/Sam Babys/Staf Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT) Editor (+rony banase)

Perlunya Pengembangan Lembaga Keterampilan di Provinsi NTT

255 Views

Oleh Josephin N. Fanggi, S.ST.

Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi dengan persentase penduduk miskin terbesar ketiga di Indonesia sebesar 21,03 persen pada Semester II tahun 2018 [Data Badan Pusat Statistik (BPS)]. Berdasarkan piramida penduduk, sebagian besar penduduk berada pada usia muda.

Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Bulan Agustus Tahun 2018 yang dilakukan oleh BPS terdapat 3,01 persen penduduk dari penduduk angkatan kerja yang berstatus pengangguran. Berdasarkan data Sakernas di atas, sebagian besar pengganggur berpendidikan SMA ke atas, yaitu 76,92 persen.

Selain itu, sebagian besar penduduk yang bekerja berpendidikan SD ke bawah, yaitu 56,77 persen. Hal ini berarti tingkat pendidikan pengangguran sudah baik/tinggi, sedangkan tingkat pendidikan sebagian besar penduduk yang bekerja masih rendah. Permasalahan yang dihadapi adalah kurangnya ketersediaan lapangan usaha sesuai pendidikan penganggur dan produktivitas bekerja yang rendah. Dengan produktivitas yang rendah maka upah yang diperoleh pekerja juga rendah.

Josephin Fanggi, S.ST

Lalu, apakah kita harus menunggu tersedianya lapangan pekerjaan dan bekerja dengan keterampilan yang kurang baik? Berbagai fasilitas telah disediakan pemerintah untuk bagi warga negara yang ingin berwirausaha. Contoh fasilitas tersebut adalah bantuan modal (bantuan peralatan dan perlengkapan, kredit dana melalui bank dengan bunga rendah (kredit usaha rakyat), dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) untuk penduduk Kota Kupang, dana desa yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Josephin Fanggi (paling kiri) bersama teman ASN BPS Provinsi NTT

Dengan adanya fasilitas tersebut akan sia-sia jika penduduk yang memperolehnya tidak memiliki keterampilan yang bagus. Dengan keterampilan yang bagus akan menghasilkan produk yang bagus. Pengembangan keterampilan akan menumbuhkan percaya diri bagi yang mempelajarinya karena telah memberikan gambaran dan ilmu pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukannya.

Selain itu, akan mengasah bakat-bakat terpendam yang sering kali tidak bisa ditempuhnya karena putus sekolah dan tidak tersedia di lembaga pendidikan formal. Bakat yang disertai dengan pelatihan dan proses pembelajaran secara terus-menerus akan menjadikan seseorang ahli untuk hal tersebut. Pendidikan yang ditempuh penganggur sering tidak sesuai dengan potensi sumber daya yang ada di desanya.

Untuk jenis lapangan usaha industri, modal kecil, tempat usaha kurang strategis, peralatan secukupnya, apabila produknya bagus maka usaha orang tersebut tetap akan sukses. Untuk jenis lapangan usaha perdagangan, modal besar tetapi jika keterampilan marketingnya tidak bagus maka usaha tersebut tidak berlangsung lama.

Banyak cara atau program yang telah dilakukan oleh pemerintah, contohnya adalah program yang dijalankan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Ketenagakerjaan, yaitu program kursus dan pelatihan. Program ini terdiri dari berbagai kursus dan pelatihan di berbagai bidang, seperti pelatihan agrobisnis, tata boga, teknik kelistrikan, teknik otomotif, perikanan, industri, garmen, pariwisata, tata rias, seni, fotografi, administrasi, perpajakan, sekretaris, mengemudi.

Bila dilihat dari data Podes tahun 2018 dalam Publikasi Statistik Potensi Desa Indonesia 2018, terdapat 3.184 desa yang tidak memiliki lembaga keterampilan. Karena banyak penduduk yang masih dalam kategori miskin maka diharapkan untuk adanya lembaga keterampilan yang ada di desa untuk menghemat biaya pelatihan (transportasi, penginapan, dan makan minum).

Program yang diadakan oleh pemerintah adalah Desa Vokasi dan 4in 1.

Desa Vokasi
Program Desa Vokasi dimaksudkan untuk mengembangkan sumber daya manusia dan lingkungan yang dilandasi oleh nilai-nilai budaya dengan memanfaatkan potensi lokal. Melalui program Desa Vokasi ini diharapkan dapat membentuk kawasan desa yang menjadi sentra beragam vokasi, dan terbentuknya kelompok-kelompok usaha yang memanfaatkan potensi sumber daya dan kearifan lokal. Dengan demikian, warga masyarakat dapat belajar dan berlatih menguasai keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau menciptakan lapangan kerja sesuai dengan sumber daya yang ada di wilayahnya, sehingga taraf hidup masyarakat semakin meningkat.

4 in 1
Program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) diselenggarakan melalui pendekatan “4 in 1”, sesuai dengan tahapan :

  1. Analisis peluang kerja
    Pada tahap ini, diidentifikasi lowongan kerja dan peluang usaha;
  2. Kursus dan pelatihan kerja
    Untuk mengisi lowongan kerja diberikan kursus keterampilan. Sedangkan untuk menciptakan usaha diberikan pendidikan kewirausahaan dan keterampilan;
  3. Uji kompetensi/sertifikasi
    Sebagai jaminan bahwa kursus dan pelatihan yang diberikan dipelajari dengan baik maka diadakan uji kompetensi. Sebagai bukti pernah mengikutinya diberikan sertifikat bagi yang mengikutinya;
  4. Jaminan penempatan lulusan
    Setelah selesai mengikuti kursus dan pelatihan, peserta dapat memperoleh pekerjaan dan menciptakan lapangan usaha karena telah adanya identifikasi lowongan pekerjaan yang tersedia dan peluang usaha yang bisa tercipta terlebih dahulu.

Program pertama di atas cocok diterapkan di desa karena keterampilan yang dikembangkan sesuai dengan potensi sumber daya dan kearifan lokal dan mengingat keterbatasan biaya penduduk di wilayah ini sehingga dapat menyejahterakan penduduk dan mengembangkan desa tersebut secara berkesinambungan. Bahan mentah yang dimiliki di desa tersebut diolah menjadi barang siap dikonsumsi dengan nilai jual yang lebih tinggi dan dipasarkan dengan menggunakan teknologi sehingga memberikan penjualan yang lebih banyak. Selain itu, bisa menjadi sarana konsultasi berkelanjutan bagi warga mengenai pengembangan sumber daya di desa tersebut.

Pada program yang kedua terdapat identifikasi lowongan kerja dan jaminan penempatan lulusan. Selain itu, adanya uji kompetensi/sertifikasi yang merupakan jaminan bagi perusahaan yang memperkerjakannya dan usaha sendirinya. Mengingat bermanfaatnya lembaga keterampilan dan cocok dengan kondisi di wilayah ini maka diperlukan perhatian serius mengenai keberadaan lembaga keterampilan secara konsisten dan berkesinambungan di wilayah ini oleh pemerintah. (*)

Penulis merupakan ASN BPS Provinsi NTT
Editor (+rony banase)