Arsip Tag: taman baca masyarakat

Plh. Bupati & Anggota DPRD Belu Apresiasi FTBM Pimpinan Romo Kris Fallo

365 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | ”Saya apresiasi dan berterima kasih atas kehadiran Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Belu yang dinakhodai oleh Romo Kris Fallo, yang mana nantinya akan mendukung pemerintah sekaligus masyarakat dalam menghidupkan kembali gerakan literasi terutama semangat atau niat membaca masyarakat di kabupaten ini”, ungkap Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, S.Pi.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/03/14/giat-literasi-ftbm-belu-donasi-buku-ke-tbm-lopo-cerdas-sabar-manumutin/

Ia pun menandaskan bahwa gerakan literasi membaca dimaksud, untuk menekan angka buta aksara di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah, dirinya didampingi anggota DPRD Belu fraksi Golkar, Theodorus Seran Tefa memenuhi undangan Ketua FTBM untuk turut hadir dalam kunjungan ke salah satu kelompok binaan FTBM, TBM Lopo Cerdas Sabar di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, pada Minggu, 14 Maret 2021.

“TBM Lopo Cerdas itu luar biasa. Saya mendapatkan laporan dari salah satu anggota bahwa mereka sudah mulai belajar menghemat dan menabung. Hasil menabung itu, kemudian didonasikan kepada panti–panti asuhan yang ada. Mereka juga belajar menanam, mendaur ulang sampah dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar tentang manfaat memakai masker di masa pandemi Covid-19 ini,” urai Plh. Bupati, Frans Manafe.

Untuk mendukung sosialisasi menggunakan masker tersebut, kisah Plh. Bupati lebih lanjut, anak-anak TBM Lopo Cerdas Sabar belajar menjahit masker. Selain itu, mereka belajar untuk memberikan apresiasi kepada tenaga-tenaga kesehatan dan para pegiat Covid-19 melalui kartu-kartu apresiasi. Bahkan, ada pun dari antara peserta TBM Lopo Cerdas yang sudah sukses mengikuti lomba Master Ceremony (MC), berani tampil di depan umum, dan membantu orang tuanya ketika berada di rumahnya masing-masing.

Anggota DPRD Belu (Ketua Komisi II), Theodorus Seran Tefa

Menariknya, imbuh Frans Manafe, mereka sudah bisa membedakan antara status anak pekerja dan pekerja anak. “Anak pekerja, artinya orang tua memberikan pekerjaan-pekerjaan sesuai dengan umur dan kemampuan mereka. Sedangkan pekerja anak berarti, anak dalam tanda kutip dipaksakan oleh orang tuannya untuk bekerja karena alasan impitan ekonomi keluarga,” terangnya.

Ketua Komisi II DPRD Belu, Theodorus Seran Tefa menambahkan, bahwa dirinya mendampingi Plh. Bupati Belu, Frans Manafe yang hadir di TBM Lopo Cerdas itu untuk memberikan dukungan dalam bentuk donasi buku, demi membangkitkan kembali budaya semangat membaca masyarakat, terutama untuk menekan angka buta aksara di wilayah Kabupaten Belu, termasuk mendorong semangat membaca dan menulis  bagi aksarawan dan aksarawati yang sudah dibina selama ini.

Sebagai anggota DPRD, dirinya mengimbau kepada pemerintah daerah untuk memberikan perhatian serius terhadap FTBM, agar bisa terus berkembang  hingga ke wilayah-wilayah pelosok, guna meningkatkan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Belu.

“Harapan saya, semoga dengan hadirnya FTBM Belu ini dapat mengembalikan tradisi membaca buku fisik, untuk membatasi tantangan globalisasi era digital saat ini, yang mana telah mengurangi minat baca dan tulis. Kalau minat baca ini ditingkatkan, maka akan membantu untuk mendorong literasi-literasi dalam bentuk lainnya,” papar Ketua Komisi II DRPD Belu yang akrab disapa Theo Manek. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Giat Literasi, FTBM Belu Donasi Buku ke TBM Lopo Cerdas Sabar Manumutin

300 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Belu yang diketuai oleh Rm. Kristianus Fallo, Pr., bersama Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, anggota DPRD, Theodorus Seran Tefa, dan perwakilan Dinas Perpustakaan Belu berkunjung ke Taman Baca Masyarakat (TBM) Lopo Cerdas Sabar di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu, 14 Maret 2021.

Kehadiran FTBM di TBM Lopo Cerdas Manumutin, jelas Romo Kris, sapaan akrabnya, selain berdonasi buku, juga sosialisasi tentang FTBM.

FTBM Belu saat ini, urai Romo Kris Fallo, bergerak di 6 bidang literasi dasar, yaitu literasi baca–tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi budaya, literasi keuangan, dan literasi digital, sembari menyebutkan literasi – literasi lainnya seperti literasi pariwisata, literalasi pertanian, literasi peternakan, literasi kesehatan yang akan diupayakan sesuai kondisi konkret dan kebutuhan masyarakat.

“Tujuan Sahabat Literasi adalah mencerdaskan anak-anak bangsa, sebagaimana tertuang dalam mukadimah UUD ‘45 dan AD/ART FTBM. FTBM di wilayah perbatasan ini memiliki mimpi mengakomodir kelompok pegiat literasi yang sudah ada, dan mendorong terbentuknya kelompok literasi baru di kota hingga ke daerah – daerah. Target kami adalah 1 desa, minimal 1 kelompok literasi”, ulas pastor pembantu di Katedral Atambua itu.

TBM Lopo Cerdas, menurut Romo Kris, adalah salah satu kelompok binaan FTBM. Karena itu, perlu adanya keterlibatan pemerintah. “Sehingga, dalam kunjungan itu kita undang Plh. Bupati, anggota DPRD dan dinas perpustakaan untuk turut hadir. Kita mau tunjukkan kepada pemerintah bahwa kita ada gerakan – gerakan literasi berkelompok”, terangnya.

Ketua FTBM Kabupaten Belu, Rm. Kristianus Fallo, Pr.

Selain itu, kehadiran FTBM di TBM Lopo Cerdas Sabar tersebut, guna memberikan motivasi dan semangat kepada para pembinanya dalam mendidik para anggota dengan misi memperjuangkan wilayah Kabupaten Belu sebagai Kabupaten Literasi. “Karena itu, kita meminta dukungan pemerintah Kabupaten Belu dalam pergerakan ini. Tujuan lain hadirnya FTBM ini untuk mengembalikan minat membaca, terutama bagi anak–anak. Sejauh ini, sudah ada sekitar 30–an kelompok yang terbentuk dan tersebar di wilayah Kabupaten Belu”, tandas Romo Kris Fallo.

Program tahunan FTBM, tambah Romo Kris Fallo, pihaknya akan mengunjungi setiap kelompok binaan yang sudah terbentuk, membentuk kelompok literasi baru, buka sumbangan (open donasi) buku dari masyarakat, mempromosikan destinasi wisata, dan menggelar lomba menulis antarkelompok literasi.

“Siapa pun yang memiliki buku–buku bekas, yang tidak dipakai lagi, bisa disumbangkan kepada kami untuk disebarkan ke setiap kelompok literasi,” pinta Romo Kris Fallo.

Untuk diketahui, FTBM Kabupaten Belu, resmi dibentuk pada tanggal 27 Januari 2021 dengan merujuk pada SK pengurus wilayah FTBM Provinsi NTT, tanggal 27 Januari 2021, periode 2021—2026, dan diketuai oleh Romo Kristianus Fallo, Pr. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)