Arsip Tag: Timor Tengah Utara

Dampak Pandemi, Unimor Berlakukan Keringanan Uang Kuliah Tunggak

280 Views

Kefa-TTU, Garda Indonesia | Universitas Timor (Unimor) di Kefa, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberlakukan 2 (dua) sistem perkuliahan yakni tatap muka (offline) dan secara daring (online). Sistem kuliah tersebut diterapkan akibat pandemi Covid-19 sejak Maret 2020.

Rektor Unimor TTU, Dr. Ir. Stefanus Sio, M.P. saat ditemui Garda Indonesia di ruang kerjanya pada Selasa, 12 Januari 2021, mengungkapkan, penerapan dua sistem perkuliahan akibat pandemi Covid-19. “Ada dua sistem perkuliahan yang selama ini dijalankan ,yaitu kuliah tatap muka (offline) dan online, pandemi ini tidak seperti di kabupaten lain. Jika pandemi sudah aman, kita akan melakukan kuliah tatap muka,” urainya.

Sesuai Surat keputusan Bupati TTU, imbuh Rektor Stefanus, untuk Kabupaten TTU tidak dilakukannya PSBB, maka sistem perkuliahan tetap kita jalankan seperti dua konteks di atas. “Untuk mahasiswa atau mahasiswi tetap melakukan penelitian di lapangan karena tidak melibatkan banyak orang atau menimbulkan kerumunan,” terangnya.

Terkait perkuliahan yang akan dimulai pada tanggal 15 Februari 2021 mendatang, Rektor Unimor akan menyampaikan kepada tiap Dekan untuk model perkuliahan. “Surat Edaran sementara kita siapkan, akan kita bagikan ke tiap Dekan untuk mematuhi protokol kesehatan yakni, pengecekan suhu tubuh, pakai masker, menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak; saat aktivitas sistem tatap muka dilangsungkan,” paparnya.

Ketika ditanya terkait dampak penyebaran  Covid-19 yang dapat bermula dari klaster keluarga, sekolah atau kampus, Stefanus menegaskan, harus mengikuti protokol kesehatan. “Saya akan tegaskan ke para dosen, yang melakukan perjalanan keluar daerah, jika akan masuk kantor, lapor diri ke Satgas Covid TTU di Rusunawa – BTN, agar tidak berpengaruh kepada yang lain,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Stefanus, Unimor akan membentuk Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19, untuk menangani rutinitas semua dosen hingga mahasiswa/mahasiswi.

Untuk semester genap ini, tandas Rektor Unimor, akan dilakukan sistem perkuliahan secara online. Menurutnya, mahasiswa atau mahasiswa bakal mengalami kesulitan, karena tidak mengerti dan tidak ada tanya jawab.

“Yang sangat tepat adalah kuliah tatap muka atau secara langsung,” katanya.

Unimor, tandas Stefanus, akan memberikan keringanan uang kuliah tunggak (UKT) sebesar 25% , kepada mahasiswa semester atas, meliputi mahasiswa yang melakukan penelitian, skripsi dan lain-lain. “Dan untuk semester bawah, tidak ada keringanan,” pangkasnya.(*)

Penulis dan foto : Melkianus Nino

Editor (+roni banase)

11 Desa di Miomaffo Timur TTU Terima Bantuan APBN Kemensos 2021

275 Views

Kefa-TTU, Garda Indonesia | Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membagikan bantuan sembako berupa beras 14 kilogram dan 15 butir telur yang bersumber dari APBN (Anggaran Perencanaan dan belanja Negara), Kementerian Sosial RI tahun anggaran 2021.

Bertempat di aula Kantor Desa Tun’noe Kecamatan Miomaffo Timur, pada Sabtu, 9 Januari 2021, para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memadati ruangan tersebut, dengan dibantu pemerintah desa; menerima bantuan yang diserahkan oleh pihak Pendamping Sosial Pangan Kecamatan (PSPK).

Florianus Tnesi Manumanas selaku Pendamping Sosial Pangan Kecamatan (PSPK) menuturkan, dari kuota penerima manfaat sekira 26.600-an, terjadi  pengurangan sebanyak 3.570-an KPM. “Jadi yang akan menerima adalah sebanyak 23.000-an KPM. Kuota ini untuk seluruh wilayah di Kabupaten TTU,” ungkapnya.

Lanjut Florianus, untuk Kecamatan Miomaffo Timur sebanyak 1.215 KPM dan terjadi pengurangan sebanyak 123 KPM. “Dan yang sudah menerima sebanyak 1.092-an KPM tersebar di 4 (empat) desa se-Kecamatan Miomaffo Timur,” terangnya.

Terjadi pengurangan KPM tersebut, urai Florianus, karena ada perbedaan data nama antara Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). “Kedua data tersebut  harus sepadan atau sinkron atau sama. Dengan adanya alasan nama yang kusut itu, kita akan mengusulkan kembali, karena deadline sampai Senin, 11 Desember 2021, pukul 12.00 WITA,” bebernya.

Kondisi tersebut, tandas Florianus, karena ada nama kampung, nama mayat (identitas orang meninggal, red), dan nama lain.

“Itulah benang kusut yang harus diluruskan,” pungkasnya.

Penulis dan foto (*/ Melkianus Nino)

Editor (+roni banase)

Tapak Tilas Kota Kefa, Refleksi Terbentuknya Kab.Timor Tengah Utara

517 Views

Kefa-T.T.U, Garda Indonesia | 22 September 2019, Kefamenanu sebagai ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-97. Berbagai kegiatan perayaan dilaksanakan oleh Pemkab TTU seperti Pameran dan Pesta Rakyat di pelataran Kantor Bupati, Tarian Bonet massal, upacara bendera bernuansa budaya dan tapak tilas.

Tapak Tilas Kota Kefamenanu diikuti oleh 35 tim (1 tim 5 orang) dari pelajar SMA/SMK dan unsur masyarakat yang menempuh rute kurang lebih 40 km dengan rute awal di Noeltoko Kecamatan Miomafo Barat kemudian melalui beberapa etape dan berakhir di Kantor Bupati TTU. 35 tim Tapak Tilas dilepas oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten TTU, Fransiskus Tilis pada Sabtu, 21 September 2019 pukul 09.30 WITA dan akan menggapai etape akhir di Lapangan Oemanu pada Minggu sore, 22 September 2019.

Sekda Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Fransiskus Tilis

Kepada Garda Indonesia, Sekda TTU menyampaikan bahwa tapak tilas ini terjadi saat salah satu ASN Pemkab TTU, Wilibrodus Silab yang menelusuri sejarah pembentukan pemerintahan TTU.

“Penelusuran terbentuknya Kabupaten TTU merupakan proses panjang dan Noeltoko sebagai pusat pemerintahan awal namun kondisi Noeltoko dianggap pemerintah feodal (Pemerintah Hindia Belanda) tidak memadai sehingga dilakukan proses pencarian lokasi ibukota Kabupaten TTU hingga ditemukan Kefamenanu sebagai ibukota Kabupaten TTU,” jelas Frans Tilis sapaan akrabnya.

Lanjutnya, ibukota TTU sejak berdiri pada tahun 1922 terus berpindah di beberapa lokasi dan tapak tilas merupakan sebuah proses menapaki setiap proses pencarian tempat ideal untuk pusat pemerintahan.

“Tapak Tilas ini juga sebagai bentuk edukasi bagi generasi muda agar mereka dapat menghargai sejarah karena memperoleh sesuatu tidak semudah membalikkan telapak tangan dan harus melalui perjuangan panjang,” tegas Frans Tilis.

Selain itu, jelas Frans Tilis, Tapak Tilas ini juga dilombakan dan para peserta akan diberikan apresiasi saat puncak peringatan HUT Ke-97 Kota Kefamenanu.

Salah satu Tim Tapak Tilas Kota Kefamenanu

Disamping itu, Plt. Kadis Pariwisata Kabupaten TTU, Raymundus Thal menuturkan bahwa pemberangkatan 35 tim tapak tilas dilaksanakan pada Jumat, 20 September 2019 di Kantor Dinas Pariwisata kemudian menuju ke Noeltoko.

“Sebelumnya para peserta tapak tilas mengikuti pembekalan tentang kriteria penilaian kerja sama peserta, kekompakkan, pengetahuan umum dan sejarah Kota Kefamenanu,” terang Raymundus Thal.

Mengenai rute tapak tilas, Ray Thal menjabarkan, 35 tim Tapak Tilas menempuh rute dari Desa Noeltoko, Desa Oetulu, Desa Batnes, Desa Oeolo lalu menyusuri perbatasan TTU dan Timor Leste di Desa Nainaban dan Desa Inbate kemudian melalui Desa Buk dan bermalam di Desa Haumeni. Selanjutnya peserta melanjutkan tapak tilas ke Fatusuba, Fatusene, dan berakhir di Kefa.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Satgas Yonmek 741/GN Hadirkan Air Bersih Bagi Warga TTU di 9 Titik

103 Views

Kefa-TTU, Garda Indonesia | Sumur serapan di 9 (sembilan) titik merupakan salah satu upaya Satgas Yonmek 741/GN untuk menghadirkan air bersih bagi warga di 3 (tiga) kecamatan yang berada di perbatasan RI (Republik Indonesia) – RDTL (Republik Demokratik Timor Leste)

Hal tersebut disampaikan Dansatgas RI-RDTL Yonif 741/GN Mayor Inf Inf Hendra Saputra, S.Sos., M.M., M.I.Pol., dalam rilis tertulisnya di Mimiofa, Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat,31 Mei 2019.

Dikatakan Dansatgas, kondisi di wilayah perbatasan RI-RDTL saat ini tengah mengalami kesulitan air bersih.

“Dengan kondisi seperti itu, maka kami tidak bisa tinggal diam dan tergerak untuk membantu menyediakan air bersih warga, baik untuk keperluan masak, cuci maupun mandi, termasuk juga untuk menyediakan kebutuhan air bagi ternak maupun kebun warga”, jelas Hendra Saputra

Dikatakan Hendra, pekerjaan sumur resapan telah dimulai pada hari Kamis (30/5/2019), dalam proses pengerjaan, pada dasarnya tidak ditemukan kendala yang berarti. Apalagi, penggalian sumur yang dilakukan anggota juga mendapatkan bantuan dari warga

“Selain ingin segera meghadirkan air bagi warga, pengggalian sumur itu juga dianggap sambil menunggu bedug buka puasa,” tambah Hendra.

Adapun sembilan tutik sumur resapan yang dibuat oleh Satgas, lanjut Hendra, yaitu di kecamatan Amfoang Timur yang berada di Kabupaten Kupang dan Kecamatan Bikomi Ninulat Kabupaten TTU

“Tiga titik di Desa Netemnanu Utara yang berada di Kecamatan Amfoang Timur, serta enam titik di Kecamatan Bikomi Ninulat masing-masing, empat titik di Haumeniana dan dua titik di Desa Sungkaen“ ungkapnya.

Lanjut Hendra, Selama proses pembuatan sumur , partisipasi warga cukup bagus, bahkan anak-anak pun turut terlibat membantu dan warga setempat, seperti di sekitar Pos Tropoli berencana mengadakan syukuran karena Tuhan YME yang telah memberikan rezeki berupa sumur

Menurut Hendra, antusias warga dimungkinkan karena ketulusan anggotanya selama membuatkan sumur, tanpa lelah dan meski menjalani puasa, anggota tanpa lelah menggali sumur dan menghadirkan air bersih untuk warga

“Bagi kami, membantu kesulitan masyarakat adalah prioritas kami dan kerjasama seperti ini juga berkontribusi terhadap tugas kami menjaga wilayah perbatasan. Kita semua bisa bahu membahu bekerjasama demj keamanan dan kedaulatan di wilayah perbatasan ini ,” pungkasnya. (*)

Sumber berita (*/Dispenad)
Editor (+rony banase)

Gubernur Apresiasi; 68 ha Lahan Jagung di Kecamatan Noemuti Tanpa APBD

164 Views

Kefamenanu-TTU,gardaindonesia.id-Viktor Bungtilu Laiskodat, usai mengikuti Malam Ramah Tamah bersama Keluarga Besar Nusa Bungtilu, Kamis (06/09/18) di Desa Otan, Kecamatan Semau-Kabupaten Kupang, melanjutkan “Kerja Nyata” ke Kab. Timor Tengah Utara; tepatnya ke lokasi penanaman simbolis jagung di Desa Nifuboke (58 ha) dan Bijeli (10 ha); Kecamatan Noemuti, Sabtu/8. September 2018.

Gubernur Viktor Laiskodat asal Pulau Semau ini diterima oleh Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandez dan disambut dengan sapaan adat Natoni di Gerbang Desa Nifuboke.

Gubernur menyampaikan apresiasi atas program perluasan lahan tanam jagung yang dilakukan oleh Bupati TTU tanpa menggunakan dana APBD.

“Kehadiran saya hari ini merupakan bentuk apresiasi atas program yang luar biasa dari Bupati TTU. Ini inovasi yang luar biasa karena sebelumnya ini adalah lahan sawah tadah hujan dan irigasi. Namun karena kurang air maka diubah jadi lahan jagung penggunaan teknologi pertanian sistem tetes,” jelas Viktor Laiskodat.

Gubernur Viktor berharap program ini tidak hanya bersifat sementara tetapi harus berlangsung terus.

“Saya akan datang lagi untuk mengecek hasilnya. Kalau gerakan seperti ini menjadi gerakan pangan seluruh kabupaten/kota di NTT, maka Provinsi ini akan mencapai kedaulatan pangan. NTT bisa bangkit menuju sesejahtera. Saya akan bekerja all out untuk memastikan hal ini, ” jelas Viktor.

Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandez menyampaikan rasa bahagia dan terima kasih karena TTU menjadi Kabupaten pertama yang dikunjungi Gubernur Viktor setelah dilantik Rabu/5 September 2018 oleh Presiden RI di Istana Negara Jakarta.

“Kunjungan ini merupakan sebuah kehormatan yang sangat besar bagi masyarakat TTU. Ini juga memotivasi kami untuk memanfaatkan dan memaksimalkan semua lahan yang ada untuk meningkatkan produksi pertanian,”jelas Ray Fernandez.

Ia menguraikan ide untuk memperluas lahan pertanian dimotivasi oleh gelitikan Gubernur Viktor saat debat pasangan calon Gubernur kali lalu.

 

“Saat itu pak Gubernur mengatakan bukan lahan yang tidur, tetapi orangnya yang tidur. Setelah saya pulang, saya coba berinisiatif untuk melakukan pemanfatan dan perluasan lahan pertanian pada musim kering. Kegiatan ini tidak dibiayai APBD Kabupaten. Masyarakat hanya pinjam traktor dari dinas pertanian untuk balik tanah. Masyarakat hanya siapkan makan untuk operator,” pungkas Ray Fernandes.

Upaya perluasan lahan pertanian pada musim kering ini merupakan upaya pemanfaatan lahan sawah tadah hujan dengan menanam tanaman holtikultura seperti jagung dan pepaya. Untuk mengatsi kekurangan air, digunakan teknologi pertanian sistem tetes. Lahan besar tersebut diolah oleh masing-masing warga dengan luas beraneka ragam bergantung kemampuan masing-masing. Upaya ini menjadi bagian nyata dalam mendukung Program Padat Karya Pangan (PKP) yang jadi Program unggulan pertanian Kabupaten TTU selain Program Desa Mandiri Cinta Petani (Sari Tani) periode 2016-2021. (*/humas)