Arsip Tag: umkm naik kelas

Wabah COVID-19 Tak Surutkan Semangat Pelaku UMKM Binaan Kadin Indonesia

173 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Kadin Indonesia menyelenggarakan Pelatihan dan Seminar Nasional di SOHO Pancoran Jl. MT. Haryono Jakarta Selatan untuk ke sekian kalinya. Adapun kegiatan tersebut diperuntukkan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan tema “UMKM Naik Kelas” yang merupakan Program unggulan Kadin Indonesia tahun 2020.

“Amanat Undang Undang bahwa pada hakikatnya Kadin Indonesia melakukan Pembinaan dan membantu hal-hal yang berkaitan dengan UMKM, bukan kepada pelaku Usaha Besar,” ujar Eddy Ganefo, selaku Ketua Umum Kadin Indonesia, saat memberikan sambutan dalam pembukaan seminar, pada Selasa, 17 Maret 2020.

Seminar menghadirkan 3 orang Pembicara yaitu Dr. Benny Pasaribu, M.Ec. selaku Pakar Ekonomi Kerakyatan, Ir Luwarso Sapa, selaku Komisari iPangan; dan Eddy Genefo selaku Ketua Umum Kadin Indonesia, dengan Moderator Nur Kholis, mantan Ketua Komnas HAM.

“Saya sungguh terharu, tidak menyangka para peserta banyak yang hadir, dalam kondisi wabah Virus Corona, karena kami panitia dalam kondisi bimbang, di saat harus mendengarkan imbauan pemerintah, namun di sisi lain keinginan besar Pelaku UMKM untuk menambah wawasan lebih baik lagi,” ujar Raden Tedy selaku Ketua Pelaksana kegiatan kepada media yang tergabung dalam IMO-Indonesia.

Sementara itu, dalam seminar, Dr. Benny Pasaribu banyak membahas pengembangan dunia usaha, dan kondisi di saat wabah virus Corona yang cukup berpengaruh pada dunia usaha. “Andai dilakukan lockdown, kasihan masyarakat kecil, dari mana mereka akan mendapatkan penghasilan, seperti Ojek Online, pedagang dan lain-lain. Saya prediksi Pertumbuhan Ekonomi akan terkoreksi hingga di bawah 3%, namun jika diberlakukan Lockdown, bisa jadi pertumbuhan ekonomi kita akan negatif,” papar Dr. Benny Pasaribu.

Sementara itu, Ir. Luwarso Sapa lebih membahas tentangan Korporasi Petani dan Nelayan, di mana kalau pelaku usaha UMKM bersatu akan lebih kuat membentuk usaha Korporasi secara bersama sama. “99,99% pelaku usaha Indonesia adalah UMKM, dan sebagian besar usaha Mikro. UMKM harus naik kelas, di mana pelaku usaha Mikro berupaya meningkatkan omzet dan aset untuk naik ke usaha kecil dan seterusnya,” papar Eddy Ganefo saat penyampaian materi UMKM Naik Kelas.

Kegiatan Pelatihan dan Seminar juga diikuti kegiatan pameran yang diisi oleh pelaku UMKM binaan Kadin Indonesia. “Alhamdulillah dalam waktu yang cukup singkat, produk saya sudah terjual lebih dari Rp.1 juta,” ujar Ibu Hera, yang menjual aneka produk minuman dari Jahe Merah, Temulawak, Daun Kelor, Lemon dan lain lain, yang cukup menarik perhatian peserta di saat wabah virus Corona.

Sesi Pelatihan dilakukan usai Istirahat makan siang, dengan materi Desain Promo dan Pengemasan Produk UMKM, agar pelaku UMKM dapat lebih memberikan daya jual atas produknya secara baik dan efisien. Materi disampaikan oleh Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Usaha, Bidang Pariwisata dan Incraft sebagai nara sumber, M. Syukri Machmud yang sekaligus sebagai Founder Solusi Tuntas dan chairman Assosiasi Sales Travel Indonesia.(*)

Sumber berita (*/@yfi–Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Kadin Indonesia Canangkan Program UMKM Naik Kelas

127 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Seperti diketahui, berdasarkan data bahwa pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebanyak 99,99% dari total pelaku usaha di Indonesia. UMKM telah terbukti tahan atas berbagai krisis dan bahkan menjadi penopang ekonomi nasional. Namun dalam 10 tahun terakhir, Usaha UMKM jalan di tempat, tanpa ada peningkatan yang berarti, terutama usaha Mikro, yang mencapai 98,7% dari total pelaku UMKM.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/01/05/tahun-2020-kadin-indonesia-bidik-20-000-umkm-untuk-naik-kelas/

Kadin Indonesia di bawah kepemimpinan Eddy Ganefo, sebagai Ketua Umum, terus mencari cara dan solusi agar UMKM dapat berkembang. “Saya sering berkeliling Indonesia menemui langsung pelaku UMKM, dan dalam minggu ini saja, saya baru saja mengunjungi pelaku UMKM di Palu, Makassar dan Palembang. Sebagian besar mengeluhkan modal kurang, dan sebagian lagi karena kurang jaringan pasar dan kompetensi,” ujar Eddy Ganefo dalam sambutan pencanangan Program UMKM naik kelas di Kantor Pusat Kadin Indonesia, pada Rabu, 15 Januari 2020.

Kadin Indonesia membuat sebuah program bernama ‘Program UMKM Naik Kelas’, di mana dengan katagori Kuantitatif, yaitu dari Omzet dan Aset. Usaha Mikro dengan Omzet maksimal Rp.300 juta per tahun, akan naik kelas ke Usaha Kecil bila Omzetnya meningkat di atas Rp.300 juta sampai dengan Rp 2,5 miliar, dan seterusnya sesuai UU No. 20 tahun 2008.

Pencanangan Program UMKM naik kelas di Kantor Pusat Kadin Indonesia, pada Rabu, 15 Januari 2020.

Acara pencanangan Program UMKM Naik kelas, yang dicanangkan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo, juga didampingi Dr. Benny Pasaribu (Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pertanian & Agro), Drs. Yockie M Hutagalung, MM (Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang UMKM), segenap Pengurus Kadin Indonesia Pusat dan Daerah, serta pelaku usaha UMKM.

“Saya memulai usaha dari kecil, namun tekad, motivasi dan kerja keras yang membawa usaha saya berkembang. Apa pun program UMKM, mulailah dari kemauan diri kita sendiri untuk mau berkembang dan berubah ke arah yang lebih baik,” ujar Yockie Hutagalung, Wakil Kadin Bidang UMKM, dalam sambutan penutup acara pencanangan.

Dalam menunjang Program UMKM Naik Kelas, di saat bersamaan Kadin Indonesia melakukan MoU dengan Moodah.Id, sebuah aplikasi guna membantu pelaku UMKM dalam membuat laporan keuangan disertai barcode produk. Pelaku UMKM hanya scan barcode produk yang masuk dan terjual, serta input biaya-biaya, maka laporan keuangan akan secara otomatis tercetak. Juga diberikan item rekomendasi untuk pelaku UMKM dalam mengelola usaha serta kebutuhan modal usahanya dalam aplikasi tersebut.

“Kami siap bekerja sama dan membantu pelaku UMKM Indonesia dalam mengelola keuangan secara mudah dan terukur, sehingga UMKM ke depan akan lebih baik,”ujar Arini, Direktur Utama Moodah.Id.

Kadin Indonesia juga melakukan penandatanganan MoU dengan Soho Pancoran, dalam penggunakan ruang pertemuan untuk membantu kegiatan UMKM naik kelas.

Pencanangan Program UMKM Naik Kelas pada Rabu, 15 Januari 2020, diawali dengan pelatihan Pembuatan Rencana Usaha (Business Plan), di mana materi disampaikan oleh Raden Tedy (Ketua Lembaga Pengembangan Usaha Kadin Indonesia). “Selama ini pelaku UMKM tidak banyak berkembang, karena dominan tidak memiliki rencana usaha. Dengan pelatihan pembuatan Rencana Usaha ini, diharapkan ke depan, pelaku UMKM memiliki suatu upaya yang lebih terarah dengan target yang ditetapkan,” beber Raden Tedy mengawali sesi Training.

Program UMKM Naik kelas, salah satunya akan diisi dengan berbagai pelatihan oleh Kadin Indonesia antara lain; Pembuatan Laporan Keuangan, Perencanaan Usaha, UMKM Digital, Perpajakan, Tata cara pengajuan Kredit, Packaging produk, Strategi Usaha dan lain-lain.

Diharapkan program UMKM naik kelas, setidaknya dengan target 20.000 pelaku UMKM akan naik kelas ditahun 2020. Data UMKM naik kelas akan teradministrasi dan dipantau oleh Kadin Indonesia, melalui Aplikasi Moodah.(*)

Sumber berita dan foto (*/@yfi–Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Tahun 2020, Kadin Indonesia Bidik 20.000 UMKM Untuk Naik Kelas

608 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pelaku usaha di Indonesia berdasarkan data Kemenkop 2017 berjumlah 62,9 juta, di mana 99,99% adalah pelaku usaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil & Menengah). Dalam 10 tahun terakhir, secara persentase, jumlah pelaku usaha UMKM tidak menunjukkan peningkatan kelas secara signifikan. Dari jumlah total pelaku usaha UMKM, di mana 98,7% adalah usaha Mikro.

Sesuai Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), di mana kriteria Usaha UMKM sebagai berikut :

Kadin Indonesia di bawah Kepemimpinan Ketua Umum Eddy Ganefo, merancang program UMKM naik kelas, di mana diharapkan pelaku usaha Mikro, naik menjadi Usaha Kecil atau Menengah, Pelaku Usaha Kecil naik menjadi pelaku Usaha Menengah atau Besar, dan pelaku Menengah menjadi Usaha Besar.

“Naik kelas pelaku UMKM dapat dilihat dari peningkatan Omzet dan Aset, dan Kadin mendorong agar pelaku UMKM membuat perencanaan tahun 2020 untuk naik kelas,” ujar Eddy Ganefo.

Selain itu Eddy Ganefo juga menyiapkan program UMKM Go Expor, sebagian dari peningkatan omzet pelaku UMKM, selain tetap memperlebar jaringan pemasaran nasional. “Kami menargetkan 20.000 pelaku Usaha UMKM naik kelas di tahun 2020 ini,” ungkap Eddy Ganefo, disela – sela diskusi di Kantor Pusat Kadin Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat Jumat, 3 Januari 2020.

Skema program UMKM Naik kelas, disampaikan oleh Eddy Ganefo dengan flow chat sederhana, yang akan menjadi acuan program kerja segenap Pengurus Kadin Indonesia baik di tingkat pusat maupun daerah, di mana setiap Kadin Daerah akan diberikan target UMKM binaannya masing–masing, sebagai bagian dari program UMKM naik kelas. “Semoga dengan bertambahnya pelaku usaha Indonesia akan berdampak pada meningkatnya ekonomi nasional, dan mengurangi pengangguran setidaknya lebih dari 5 juta orang,” ungkap Eddy Ganefo mengakhir diskusi.

Sementara itu, Raden Tedy Ketua Lembaga Pengembangan Usaha Kadin Indonesia, di tengah acara pelatihan Pembuatan Laporan Keuangan UMKM menyampaikan adalah hal yang sulit bagi pelaku UMKM untuk naik kelas, bila tidak memahami dan membuat laporan keuangan atas usahanya.

“Kadin Indonesia telah menyiapkan berbagai materi pelatihan antara lain, Pembuatan Laporan Keuangan UMKM, Pembuatan Rencana Usaha (Business Plan), Strategi Pemasaran Produk/ Jasa UMKM, UMKM Go Export dan masih banyak lagi, guna menunjang Program UMKM naik kelas,” ungkap Raden Tedy, yang juga sedang menyiapkan kerja sama Aplikasi Keuangan untuk UMKM agar lebih mudah di dalam membuat Laporan Keuangan Usaha.

“Kami hanya fokus pada pembinaan UMKM yang mendominasi dan membutuhkan banyak perhatian. Kami juga telah dan akan lebih banyak lagi menjalin kerja sama dengan Perbankan & Lembaga Keuangan untuk membantu permodalan UMKM. Di tengah era perubahan saat ini, kami optimis jumlah pelaku UMKM akan meningkat menjadi 68 juta ditahun 2020 ini, yang sebelumnya 62,9 juta ditahun 2017. Target ini dari hasil kajian dan Analisa tim yang dimiliki oleh Kadin Indonesia,” tandas Raden optimis.(*)

Sumber berita (*/@yfi–Tim IMO Indonesia) Editor (+rony banase)