Arsip Tag: virus corona di kupang

‘Update Covid-19 NTT’ Masih Negatif, Hingga 23 Maret 2020 ODP Capai 130

217 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hingga Senin, 23 Maret 2020 pukul 21.00 WITA, kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP) terhadap risiko penularan infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 130 orang,” beber Kabiro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius saat dalam sesi konferensi pers pada Selasa, 24 Maret 2020 di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/03/22/update-covid-19-ntt-hingga-21-maret-2020-odp-mencapai-101-orang/

Dari 130 ODP yang tersebar di 22 kabupaten/kota, imbuh Marianus, jumlah ODP tertinggi berada di Kota Kupang sebanyak 29 orang (2 orang dirawat di RS W Z Yohanes), Manggarai Barat 21 ODP (1 ODP dirawat di RS Komodo), Sikka terdapat 18 ODP, Sumba Timur 11 ODP (1 ODP dirawat di RS Umbu Rara Meha), Sumba Barat Daya 10 ODP, Manggarai 6 ODP, Ende 5 ODP (1 ODP dirawat di RS Ende), Timor Tengah Selatan (TTS) 5 ODP, Belu 5 ODP (1 ODP dirawat di RS W Z Yohanes), Rote Ndao 4 ODP, Kabupaten Kupang 4 ODP, Lembata 2 ODP sedang dirawat di RS TC Hillers Maumere, Flores Timur 2 ODP, Manggarai Timur 1 ODP, Alor 1 ODP, dan Malaka 1 ODP yang saat ini sedang dirawat di RS W Z Yohanes Kupang.

Dari total 130 ODP, jelas Kabiro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT, hanya 8 ODP yang dirawat di rumah sakit, sisanya sebanyak 122 ODP dirawat secara mandiri. “Meski demikian, mereka tetap dalam pengawasan dan dipantau oleh tenaga medis,’ ungkapnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Dampak Covid-19, Tempat Hiburan Malam di Kota Kupang Ditutup Selama 14 Hari

102 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sebagai upaya pencegahan Covid-19, Pemerintah Kota Kupang melakukan pemantauan di sejumlah tempat hiburan malam, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas instruksi presiden, imbauan Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang untuk menutup sementara tempat hiburan malam selama 14 hari.

Aksi tersebut dipimpin langsung Pj. Sekda Kota Kupang Ir. Elvianus Wairata, M.Si. selaku Ketua Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, ia didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Drs. Yoseph Rera Beka, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang, Drs. Felisberto Amaral, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si, bersama personel Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang, pada Senin, 23 Maret 2020 malam.

Pj. Sekda Kota Kupang Ir. Elvianus Wairata, M.Si. saat memberikan keterangan pers kepada awak media

Selain tempat hiburan malam, Satgas Penanganan Covid-19 juga mengelilingi beberapa area publik, seperti taman kota dan lokasi kuliner. Dalam kesempatan tersebut Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Ir. Eli Wairata (sapaan akrabnya, red) mengatakan, tim yang dipimpinnya akan terus turun ke lapangan menyampaikan imbauan kepada masyarakat Kota Kupang yang berada di area publik untuk tidak dijadikan sebagai titik kumpul dalam masa siaga Covid-19.

“Pemantauan yang akan dilakukan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Kupang guna mencegah adanya penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), karena rawan terjadi infeksi saat kontak langsung tubuh maupun benda dari seseorang yang sudah terinfeksi kepada orang lain yang berada di sekitarnya, maka tugas kami adalah terus mengingatkan masyarakat,” terangnya.

Pemantauan ini, imbuh Eli, merupakan tindak lanjut atas surat pemberitahuan yang telah diedarkan kepada seluruh pelaku usaha hiburan dan rekreasi serta pengunjung yang ada di Kota Kupang. Oleh karena itu, apabila ada yang tidak mengikuti instruksi serta imbauan tersebut, maka Pemerintah Kota Kupang akan mencabut izin usahanya.

“Kami bersama dengan Satuan Pol PP dan Kepala Dinas Pariwisata, melakukan pemantauan. Apabila ada yang tidak mengikuti imbauan maka kita minta agar tutup sementara, namun kalau masih terulang kita akan tindak tegas dengan mencabut izinnya” tegas mantan Kepala Bappeda Kota Kupang ini.

Satpol PP Kota Kupang saat mengimbau pengunjung taman kota

Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kota Kupang melakukan pemantauan di beberapa area publik, seperti taman kota, lokasi kuliner, tempat karaoke dan diskotik yang ada di Kota Kupang, rute dimulai dari Taman Tirosa ke Pusat Wisata Kuliner Oepoi, Royal Karaoke Studio Dua, Love Karaoke-Kompleks Ruko Friendship Naikoten, Happy Puppy – Rumah Bernyanyi Keluarga, NAV Karaoke, Taman Fontein, Pantai Tedis, Pasar Malam Kampung Solor, Pantai Ketapang Satu, Heo Exclusife Club. Swiss Bellin Kupang, Hotel Kelapa Lima Indah, Hotel Citra Kelapa Lima, Studio One Pub & Karaoke, Pantai Warna Oesapa, MAS Karaoke Club, dan berakhir di Botol Music Hotel Sasando – Bar In Kupang.

Pantauan Satgas, tampak seluruh taman kota sepi dari pengunjung, tampak lampu taman dipadamkan, mayoritas tempat karaoke tidak beroperasi, hanya Happy Puppy yang beroperasi, Kasat Pol PP Kota Kupang Felisberto Amaral bersama pasukannya langsung mengambil tindakan persuasif kepada manajemen Happy Puppy untuk menutupnya.

Setelah melakukan pemantauan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Drs. Yoseph Rera Beka mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan “Bukan berarti malam ini saja, kita akan rolling terus untuk menertibkan masyarakat dari virus ini” ungkapnya.

Satpol PP Kota Kupang saat mengimbau anak muda di salah satu tempat nongkrong 

Dirinya melanjutkan bahwa sesuai hasil rapat dan kesepakatan bersama Muspida Kota Kupang di Hotel Sotis, Satgas akan terus berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk melaksanakan patroli bersama, “Kalau ada yang tidak patuh terhadap aturan ini kita akan tindak tegas, karena maklumat pihak kepolisian jelas”.

Selain operasi malam hari satgas juga akan melakukan patroli bersama di siang hari, “Kami akan koordinasi dengan pihak keamanan, selain malam hari, siang hari juga akan ditindak karena banyak yang berkeliaran di siang hari saat liburan terutama anak sekolah,” ujarnya. (*)

Sumber berita (*/pkp—Humas Pemkot Kupang)
Editor (+rony banase)

‘Update Covid-19 NTT’ Hingga 21 Maret 2020 ODP Mencapai 101 Orang

268 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hingga saat ini kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP) terhadap risiko penularan infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 101 orang yang sebelumnya berjumlah 92 orang,” terang Kadis Kesehatan Provinsi NTT, drg. Domi Minggu Mere dalam sesi konferensi pers pada Minggu, 22 Maret 2020 pukul 14.30 WITA—selesai di Kantor Dinkes Provinsi NTT.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/03/21/covid-19-gubernur-ntt-tunda-festival-pariwisata-dan-tutup-destinasi-wisata/

Namun demikian, lanjut dokter Domi dan didampingi oleh Kabiro Humas dan Protokol Pemprov NTT, Dr Jelamu Ardu Marius;  dari 101 orang tersebut, 21 orang telah selesai pemantauan sehingga jumlah ODP saat ini 80 orang yang mana belum dilakukan rapid test atau tes cepat karena masih menunggu dari pusat. “Tetapi kami sudah menganggarkan dana untuk rapid test,” ungkap Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT yang mengenakan masker.

Imbuh dokter Domi,  “Karena mulai saat ini di setiap konferensi pers, atas koreksi dan masukan dari berbagai pihak, bakal dilaksanakan protokol keamanan dengan memakai masker dan membatasi jarak 1 (satu) meter antara narasumber dan para awak media,”

Mengenai sebaran ODP, secara gamblang dokter Domi menyampaikan di Kota Kupang 34 orang selesai pemantauan 10 orang (saat ini 24 orang), Lembata 2 orang, Manggarai Barat 12 orang, Kabupaten Kupang 2 orang, Sikka 26 selesai pemantauan 11 orang (saat ini 15 orang), TTS 3 orang, Manggarai Timur 1 orang, Flores Timur 2 orang, Malaka 1 orang, Alor 1 orang, Sumba Timur 2 orang, Belu 2 orang Sumba Barat Daya (SBD) 7 orang, Ende 2 orang, dan Manggarai 4 orang.

Dari 80 ODP tersebut, ungkap dokter Domi, saat ini hanya 5 (lima) orang yang dirawat di rumah sakit yakni 2 (dua) ODP di RS W Z Yohanes, 2 ODP di RS TC Hillers Maumere, dan 1 ODP di Ende sedangkan sisanya dirawat secara mandiri.

“Berdasarkan notifikasi dari teman-teman dari kabupaten dan frekuensi kenaikan ODP, maka harus diantisipasi dari sekarang karena melihat eskalasi dan penambahan ODP, maka sangat diperlukan Alat Pelindung Diri (ADP),” bebernya seraya berkata pihaknya telah berkoordinasi dengan pusat dan semoga pesawat yang telah berangkat ke China sepulangnya dapat membawa APD.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Covid-19, Gubernur NTT Tunda Festival Pariwisata dan Tutup Destinasi Wisata

155 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Meski proses penanganan penyebaran risiko penularan infeksi Corona Virus Disease atau Covid-19 telah dilaksanakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, namun Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memutuskan untuk sementara menunda pelaksanaan festival pariwisata dan menutup seluruh destinasi wisata yang ada di Provinsi NTT.

Adapun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 diketuai Sekda Provinsi NTT, Ir. Benediktus Polo Maing dan secara teknis di-handle Kadis Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus Minggu Mere dan juru bicara Covid-19, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

Ya, “Benar Bapak Gubernur VBL telah mengirim surat kepada seluruh Bupati di NTT dan Wali Kota Kupang untuk menunda sementara pelaksanaan festival pariwisata dan menutup seluruh destinasi wisata,” tandas Kepala Biro Huma dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. kepada awak pers pada Sabtu, 21 Maret 2020.

Maksud dan tujuan dari penundaan sementara festival pariwisata dan penutupan destinasi wisata ini sebut mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19. “Salah satu cara dan upaya yang dilakukan adalah dengan social distancing ; yang pada hakikatnya adalah mengisolasi diri dari kerumunan orang atau massa dalam jumlah yang banyak,” terang Marius.

Kabiro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius saat memberikan keterangan pers

Menurut Marius, penundaan pelaksanaan festival pariwisata yang telah terjadwal sebelumnya. “Untuk sementara kita tunda dulu pelaksanaan Festival Pariwisata yang akan dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2020 sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian,” ucap dia.

Mengenai penutupan seluruh obyek wisata kata dia, diberlakukan hingga 29 Mei 2020 mendatang. “Kalau untuk seluruh obyek wisata di wilayah NTT untuk sementara agar tidak dikunjungi oleh wisatawan sampai tanggal 29 Mei 2020. Hal ini juga sesuai Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13A Tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia,” jelas Marius, berargumen.

Sebagaimana diketahui hingga Jumat, 20 Maret 2020 malam, Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Provinsi NTT berjumlah 92. “Kota Kupang 34 orang; Lembata 2 orang; Manggarai Barat 8 orang; Sikka 26 orang; TTS 3 orang; Manggarai Timur 1 orang; Flores Timur 4 orang; Malaka 1 orang; Alor 1 orang; Sumba Timur 2 orang; Belu 1 orang dan Sumba Barat Daya 7 orang,” jelas Kadis Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus Minggu Mere kepada pers di halaman depan Gedung Sasando Kantor Gubernur Jalan Raya El Tari Kupang, pada Sabtu, 21 Maret 2020. (*)

Sumber berita (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor dan foto utama (+ rony banase)

Karo Humas Pemprov NTT : Tidak Ada Instruksi Gubernur untuk Tutup Pasar!

581 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Merebaknya kabar bohong (hoaks) tentang instruksi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) untuk menutup pasar di Provinsi NTT terkait antisipasi penyebaran Virus Corona atau Covid-19 dibantah Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

“Kita memahami bahwa dampak sosial dan ekonomi dari penyebaran Virus Corona sangat luas dan ekonomi juga sedikit stagnan dan tentu akan mempengaruhi perekonomian nasional. Namun demikian untuk menggerakkan roda ekonomi NTT, kita tetap menjaga distribusi barang dan jasa termasuk pasar-pasar tradisional masih dibuka. Tidak ada instruksi dari Gubernur NTT bahwa pasar akan ditutup,” tandas Marius kepada pers di ruang Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, pada Sabtu, 21 Maret 2020.

Marius menanggapi sekaligus mengklarifikasi merebaknya hoaks tentang penutupan pasar karena ada Instruksi Gubernur NTT. Hoaks ini disebarkan oleh LPP RRI Kupang. Namun pihak LPP RRI Kupang yang dikonfirmasi terpisah, juga membantah. “Tidak benar. Kami tidak pernah menyiarkan berita tentang penutupan pasar karena ada Instruksi Gubernur VBL. Bisa didengar dari setiap rekaman berita yang kami publish,” ucap Kepala Seksi Pemberitaan LPP RRI Kupang, Adi Adoe.

Lebih lanjut Marius menjelaskan, karena pasar itu merupakan jantung perekonomian. “Di pasar semua pangan, minuman, buah-buahan berada di sana; dan pasar tetap dibuka. Karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya hoaks. Kami selalu mengatakan bahwa semua informasi pembangunan dan tata kelola pemerintahan selalu keluar dari otoritas pemerintah melalui Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT termasuk meng-update informasi tentang virus Corona. Kami minta kepada rekan-rekan media untuk bisa meluruskan berita yang tidak benar dan sedikit mengganggu masyarakat,” tandas mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Kabiro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT, Jelamu Ardu Marius (kanan) dan Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum, Valeri Guru

Marius berharap agar masyarakat di Provinsi NTT untuk dapat menyaring dengan baik berbagai informasi dan berita yang terpublish di publik. “Terkait Virus Corona, kita jangan anggap sepele. Virus ini sangat mematikan. Kita boleh mengambil contoh dari negara-negara maju yang terkena Virus Corona. Sebagai warga Indonesia khususnya NTT yang di mana kita tidak memiliki sarana prasarana seperti yang ada di negara maju, salah satu cara yang paling mudah adalah untuk memproteksi diri kita,” kata Marius.

Karena itu, pihaknya juga berharap kepada seluruh warga NTT yang melakukan perjalanan ke negara, daerah dan provinsi yang telah terpapar Virus Corona dapat melakukan isolasi mandiri. “Kita harus lakukan isolasi fisik selama satu hari. Tidak ke mall, tidak ke pasar, tidak ke tempat ibadah atau kemana pun untuk menghindari kemungkinan Virus Corona yang ada di diri kita untuk tidak menyebar,” pintanya.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh pejabat pemerintah baik eksekutif, legislatif, dan yudikatif untuk menjadi contoh bagi masyarakat. Kita jangan bandel dengan virus ini. Kita harus berasumsi bahwa virus ini ada di diri kita sekarang; sehingga kita melakukan antisipasi. Kita tidak perlu berspekulasi bahwa virus ini ada di daerah lain. Kita harus berasumsi bahwa virus ini ada di sekitar kita. Itu adalah asumsi yang harus kita bangun agar kita dapat membangun strategi untuk mengantisipasi Virus Corona,” katanya.

Pihaknya berharap agar seluruh masyarakat NTT tidak panik tetapi siaga. “Masyarakat tidak perlu panik. Tidak gelisah tetapi tetap waspada. Sehingga kita tetap menjaga keselamatan masyarakat kita, provinsi termasuk Indonesia pada umumnya. Untuk itu tetap percayakan otoritas pemerintahan untuk men-drive seluruh tata kelola pemerintahan dan pembangunan termasuk di bidang kesehatan,” tandasnya.

Doktor penyuluh pertanian jebolan IPB Bogor ini berharap agar masyarakat dan semua stakeholders terkait di Provinsi NTT untuk terus patuh terhadap apa yang telah diinstruksikan oleh Presiden, Gubernur, Bupati dan Wali Kota setempat.

“Dengan kerja sama yang kuat, kita bisa menjaga kesehatan masyarakat. Pemerintah membutuhkan bantuan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan. Pada saat yang sama kita sedang menjaga keselamatan orang lain” tegasnya. (*)

Sumber berita (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Hoaks! Dua Orang Pasien Terpapar Virus Corona di RSU W. Z. Yohanes Kupang

396 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menyikapi maraknya peredaran informasi di whatsapp grup (wag) dan media sosial tentang keberadaan 2 (dua) orang pasien yang sedang menjalani observasi antisipasi Corona di RSU W.Z. Johanes Kupang, maka manajemen menghelat konferensi pers pada Selasa, 3 Maret 2020 pukul 14.00—14.40 WITA.

Dalam sesi konferensi pers di RSU W.Z Johanes Kupang Jalan Moch Hatta Kota Kupang, Direktur RSU W.Z Johanes Kupang, dr. Mindo Sinaga bersama Wadir Pelayanan, dr. Stef Soka, dan tim dokter, kepada awak media menyampaikan beberapa pernyataan sebagai berikut:

Pertama, Terkait dengan informasi yang beredar di wag dan medsos bahwa terdapat 2 (dua) pasien WNI yang pernah berkunjung ke Jepang dan Korea diduga terpapar Corvid 19, sampai dengan saat ini masih berstatus negatif namun dalam status pengawasan dan tidak menunjukkan gejala demam;

Kedua, Informasi awal yang beredar bahwa terdapat 2 pasien WNA dari Jepang dan Korea adalah tidak benar, yang benar adalah kedua pasien merupakan WNI yang pernah dan baru pulang dari kunjungan ke Jepang dan Korea. Saat ini dalam kondisi stabil dan tetap dilakukan pemantauan terhadap keduanya;

Ketiga, Kedua WNI tersebut berinisiatif memeriksakan diri ke RS Yohanes karena mengalami batuk pilek sebelum hingga setelah kembali dari Jepang dan Korea.

Direktur RSU W.Z Johanes Kupang, dr. Mindo Sinaga juga menyampaikan bahwa Pasien pertama berinisial PF (Pria) pada 17 Februrari 2020 menuju Jepang via Hongkong, sampai dengan 28 Februari 2020 kemudian pulang ke Indonesia melalui Surabaya, 28 Februari 2020 di Jogjakarta kemudian pada 1 Maret berada di Kupang.

Sementara, Pasien kedua berinisial NY (Pria) pada 21—25 Februari 2020 berada di Korea, 25 Februari malam tiba di Jakarta, menuju Klaten, pada 2 Maret di Jogjakarta dan kemudian menuju Kupang.

Direktur RSU W.Z Johanes Kupang, dr. Mindo Sinaga juga mengklarifikasi/meralat informasi yang diperoleh sebelumnya dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT Drg. Domi Mere yang mengatakan 2 (dua) orang yang diobservasi merupakan WNA dari Jepang dan Korea.

“Status kedua pasien dalam pengamatan selama 14 hari ke depan sehingga ditempatkan di Ruang Isolasi Natural, jika status meningkat ke Pengawasan, selanjutnya akan dipindahkan di Ruang Isolasi Khusus. RS Yohanes masih mempersiapkan 5 unit ruangan tekanan negatif,” tandas dr. Mindo Sinaga.

Senada, Wadir Pelayanan RSU. W. Z. Yohanes, dr. Stef Soka kepada media melalui sambungan telepon pada Selasa, 3 Februari 2020 pukul 19.40 WITA, menyampaikan agar masyarakat tak perlu kuatir.

“Informasi yang beredar di whatsapp grup dan media sosial merupakan hoaks (berita bohong), masyarakat tak perlu kuatir,” pintanya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Rilis RSU W Z Yohanes)
Editor (+rony banase)