Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga » Israel Gugat Indonesia ke Pengadilan Olahraga Dunia Gegara Ini

Israel Gugat Indonesia ke Pengadilan Olahraga Dunia Gegara Ini

  • account_circle melihatindonesia
  • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
  • visibility 1.058
  • comment 0 komentar

Loading

Federasi Senam Israel menilai keputusan Indonesia melanggar prinsip non-diskriminasi dalam olahraga internasional dan menuntut keadilan bagi atletnya.

Jakarta | Ketegangan antara Indonesia dan Israel kini merambah dunia olahraga internasional.

Federasi Senam Israel resmi menggugat Indonesia ke Court of Arbitration for Sport (CAS) di Swiss, setelah pemerintah Indonesia menolak menerbitkan visa bagi atlet Israel yang dijadwalkan tampil dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta pada 19—25 Oktober.

Menurut laporan Reuters dan Associated Press, banding darurat telah diajukan agar atlet Israel tetap dapat bertanding.

Federasi Senam Israel menilai keputusan Indonesia melanggar prinsip non-diskriminasi dalam olahraga internasional dan menuntut keadilan bagi atletnya.

Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Hukum, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan keputusan itu merupakan sikap politik yang konsisten dengan kebijakan luar negeri Indonesia yang tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Ia menekankan bahwa penolakan visa adalah bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

“Kita tidak membuka akses diplomatik maupun administratif bagi Israel, termasuk dalam hal visa,” ujar Yusril.

Penolakan tersebut juga dipengaruhi oleh tekanan publik dan organisasi keagamaan yang menolak kehadiran kontingen Israel di tanah air.

Federation Internationale de Gymnastique (FIG) menyatakan tengah memantau kasus ini dengan hati-hati.

FIG belum memutuskan untuk memindahkan lokasi turnamen, namun mengingatkan bahwa tuan rumah harus menghormati asas kesetaraan dan netralitas dalam olahraga.

FIG memahami posisi politik Indonesia, tetapi menegaskan bahwa setiap atlet berhak untuk berkompetisi tanpa diskriminasi.

Jika CAS mengabulkan gugatan Israel, Indonesia bisa menghadapi sanksi administratif hingga pembatasan hak menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional.

Namun pemerintah menegaskan tidak akan mengubah sikapnya, dan tetap menempatkan dukungan terhadap Palestina sebagai prioritas utama diplomasi Indonesia.(*)

Sumber (*/melihatindonesia)