Arsip Tag: bupati belu

Ke Menteri Yasona Laoly, Bupati Belu Minta Tambah Lima Pos Lintas Batas

413 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM bersama Kakanwil Kemenkumham Provinsi NTT, Marciana Dominika Jone dalam dialog langsung secara virtual dengan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly pada giat Kumham Peduli, Kumham Berbagi pada Kamis, 29 Juli 2021 yang dilaksanakan secara serempak di seluruh Indonesia; menyampaikan apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada Menteri Hukum dan HAM bersama seluruh jajaran Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

“Saya dr. Taolin Agustinus, Bupati Belu. Dari Pos Lintas Batas Negara Motaain, Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi NTT atas nama masyarakat Kabupaten Belu menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri bersama jajarannya yang pada hari ini sudah berbagi, sudah peduli untuk masyarakat kami yang terdampak yang akibat pandemi COVID-19 dan kita juga berharap semoga pandemi ini cepat berakhir,” ujar Bupati Belu.

Bupati Belu menyampaikan permintaan yakni terkait penggunaan Pas Lintas Batas (PLB) yang selama ini sesuai MoU hanya masyarakat Desa Silawan yang menggunakan PLB. “PLB ini sangat membantu dan memudahkan warga yang tinggal di wilayah perbatasan tetapi hanya satu desa saja yakni masyarakat Desa Silawan,” terang Bupati Taolin Agustinus.

Bupati Belu, dr. Agus Taolin saat berdialog dengan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly

Bupati Belu mengusulkan kepada Menkumham agar ke depan ditambah 5 (lima) desa di perbatasan dapat menggunakan juga fasilitas PLB sehingga mendapat kemudahan. “Saya mengharapkan agar Pak Menteri bersama jajarannya kalau bisa MoU-nya diperluas agar masyarakat yang ada di perbatasan saat pandemi ini berakhir masyarakat dapat memperoleh kemudahan ini,” ucapnya.

Bupati Belu pun mengungkapkan bahwa telah bersurat ke Kementerian Hukum dan HAM terkait pegawai Kemenkumham yang bertugas di perbatasan dan masih kesulitan untuk hunian dan lain-lain. “Pemkab telah menyiapkan lahan untuk pembangunan rumah. Mudah-mudahan Kemenkumham bisa berkoordinasi dengan PUPR untuk membantu perumahan bagi pegawai Kemenkumham di lintas batas ini. Sekali lagi terima kasih,” harapnya.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly langsung merespons bahwa akan mengecek surat yang dikirim Pemkab Belu dan akan dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR. “Memang, tentunya pegawai kita membutuhkan tempat apalagi pegawai-pegawai di PLBN. Kami akan koordinasikan. Memang tahun ini dan tahun lalu kondisi keuangan negara sangat berat karena mengalami refocusing akibat pandemi COVID-19 tetapi ini akan menjadi agenda kita,” terang Yasona.

Kakanwil Kemenkumham Provinsi NTT, Marciana Dominika Jone saat memberikan pas lintas batas kepada 10 keluarga penerima

Terkait Pas Lintas Batas, Menteri Yasonna mengutarakan bahwa tambahan kuota untuk beberapa desa akan segera ditindaklanjuti dengan meminta Dirjen Imigrasi bersama tim untuk ke Kabupaten Belu melihat dan mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan untuk urusan lebih lanjut.

Kakanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone melaporkan bahwa bantuan yang sudah disiapkan, akan diberikan kepada 1.058 keluarga yang tersebar di 24 kabupaten dan 1 kota. Khusus untuk wilayah perbatasan, diberikan bantuan sebanyak 425 paket bantuan pada 5 titik perbatasan. “Kita patut bersyukur karena berkah dari Tuhan melalui keluarga besar Kemenkumham, kita dapat saling berbagi di tengah situasi sulit akibat pandemi. Kami izin melaporkan juga bahwa pada hari ini, kami memberikan 10 Pas Lintas Batas kepada 10 keluarga yang ada di wilayah perbatasan,” ujar Marciana kepada Menkumham Yasonna Laoly.

Adapun bantuan sosial yang diberikan oleh Kanwil Kemenkumham NTT berupa paket sembako, di antaranya beras, telur, mie instan, ikan kaleng, susu kental manis, minyak goreng, sabun mandi, dan masker medis.

Turut hadir Inspektur Wilayah V, Budi Ateh, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si, Kabag Protokol, Christoforus M. Loe Mau, SE, Plt. Adminsitrator PLBN Motaain, Engelbertus Klau, S.STP, Jajaran Kemenkum NTT serta perwakilan penerima bantuan.(*)

Sumber dan foto (*/prokompim belu)

Editor (+roni banase)

17 Ribu Lebih Keluarga di Belu Terima Bantuan Beras PPKM

268 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Pandemi Covid–19 belum berakhir, membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) guna memutuskan penyebaran wabah Covid–19, dan disusul dengan kebijakan pemberian bantuan beras PPKM. Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Belu, Sabina Mau Taek melalui laporannya dalam kegiatan launching ‘peluncuran’ bantuan beras PPKM oleh Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM. di lantai I Kantor Bupati pada Selasa, 27 Juli 2021.

Sasaran kebijakan bantuan ini, ungkap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Belu, diberikan kepada 17.237 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan perincian, PKH berjumlah 10.601 KPM dan BST berjumlah 6.636 KPM yang tersebar di 69 desa dan 12 kelurahan. Indeks bantuan, 10 kg per KPM dan waktu penyalurannya berlaku sejak 12—31 Juli 2021.

Beras bantuan PPKM yang disediakan oleh bulog sebanyak 172.370 kg. Pos & Giro, didampingi para pendamping PKH dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Dinas Sosial akan mengangkut ke seluruh kantor desa dan kelurahan.

Bupati Belu dalam arahannya, meminta kepada seluruh PKM agar berjuang hidup mandiri menjadi manusia–manusia unggul dengan tidak selalu bergantung kepada bantuan pemerintah. Berpikirlah bahwa ketika tiba waktunya, bantuan pemerintah akan berhenti.

“Saat pembagian beras di kantor desa dan kelurahan, perhatikan protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” pesan Bupati dr. Agus Taolin. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Pemda Belu Kucur Anggaran 12 Miliar Rupiah untuk Kesehatan Gratis

204 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Pemerintah daerah (Pemda) Belu mengucurkan anggaran senilai 12 miliar rupiah guna mendukung pencanangan program pengobatan gratis bagi seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Demikian disampaikan Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM. didampingi  Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. kepada awak media usai kegiatan peluncuran pengobatan gratis di Puskesmas Haliwen, Kecamatan Kakuluk Mesak pada Senin, 26 Juli 2021.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/07/26/pemda-belu-resmi-luncurkan-pengobatan-gratis-pakai-ktp/

Bupati Belu menuturkan, pencanangan program pengobatan gratis, selain sebagai pemenuhan janji politik, juga sebagai kado terindah pemerintah daerah bagi masyarakat Belu seutuhnya menjelang peringatan dirgahayu RI ke–76 tanggal 17 Agustus 2021. “Mulai tanggal 1 Agustus 2021 sudah mulai berlaku. Masyarakat sudah bisa berobat gratis dengan hanya membawa KTP,” imbuhnya.

Bupati Belu menegaskan, pemerintah daerah sudah bekerja sesuai dengan regulasi yang berlaku melalui kajian–kajian dari berbagai aspek. “Jadi, clear! Kita kaji dari berbagai aspek, hukum dan lain–lain, dan inilah hasilnya! Semoga masyarakat Belu tetap terlindungi. Jadi, semua yang kemarin tunggak, semua yang kemarin kesulitan beli obat, sekarang sudah tidak lagi. Datanglah ke seluruh fasilitas kesehatan hanya menggunakan KTP, KK dan Surat Kenal Lahir. Mata anggarannya dari APBD Kabupaten Belu sudah ada 12 miliar rupiah. Semuanya sudah kita tanda tangan, dan tanggal 1 Agustus 2021 mulai berlaku,” tekan dr. Agus Taolin.

Turut hadir, Uskup Atambua Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr, segenap anggota DPRD Belu, Forkopimda plus Kabupaten Belu, Pj. Sekda Kabupaten Belu, Frans Manafe, S.Pi, Kepala BPJS Atambua, para Asisten Setda Belu, para Pimpinan Perangkat Daerah Belu, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Belu, FKUB Kabupaten Belu, para Camat, para kepala puskesmas, dan para tokoh masyarakat se–Kabupaten Belu dan insan pers. (*)

Penulis (*/Herminus Halek)

Foto utama (*/istimewa/yohan kia/facebook)

Pemda Belu Resmi Luncurkan Pengobatan Gratis Pakai KTP

265 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Daerah Belu di bawah kepemimpinan Bupati, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD–KGEH, FINASIM. dan Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. meluncurkan secara resmi program pengobatan gratis kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Puskesmas Haliwen, pada Senin, 26 Juli 2021.

“Oleh karena itu, hari ini kita hadir di sini untuk mengikuti pencanangan pengobatan gratis dengan menggunakan KTP saja. Kalau KTP ketinggalan, pakai Kartu Keluarga. Kalau baru lahir, pakai Surat Keterangan Lahir. Kalau masih tidak ada juga, bertemu kepala desa, bertemu camat ke dukcapil, maka dalam waktu singkat akan keluar Kartu Keluarga dan nomor induknya,” tandas dr. Agus Taolin disambut aplaus meriah.

Bupati dr. Agus Taolin menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang sudah membantu pemerintah sehingga hari ini mulai berobat gratis hanya dengan menggunakan KTP.

Untuk diketahui, dasar hukum pencanangan program pengobatan gratis sebagaimana dibacakan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Thresia M.B. Saik dan dipertegas Kepala BPJS Kesehatan Atambua dr. Munaqib, M.M., AAAK., dan Bupati Belu, yakni Undang–Undang nomor 40 tahun 2004 tentang Jaminan Sosial Nasional, Undang–Undang nomor 36 tentang Kesehatan, Undang–Undang nomor 24 tahun 2011 tentang Penyelenggara Jaminan Sosial, Undang– Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah nomor 101 tahun 2012 tentang Penerima Bantuan Iuran Jaminan Sosial, Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, Peraturan Presiden nomor 64 tahun 2020 tentang perubahan kedua atas Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Sosial.(*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Spanduk Pengobatan Gratis Dipajang, Ini Respons Anggota DPRD Belu Fraksi Golkar

740 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Salah satu program prioritas pengobatan gratis bagi seluruh masyarakat Kabupaten Belu yang dijanjikan Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.Pd – KGEH., FINASIM. dan Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. pada masa kampanye politik beberapa waktu lalu, siap diluncurkan. Hal ini tampak dipajangnya spanduk pencanangan pengobatan gratis di tempat–tempat umum, salah satu titik tepat di depan Kantor Camat Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Tekad dan niat hati yang tulus dari kedua pemimpin (Bupati dan Wakil Bupati Belu,red.) akhirnya terwujud. Semoga masyarakat Rai Belu menjadi sehat, berkarakter dan kompetitif. Salam sehat jangan lupa pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak,” salin postingan dari beranda facebook milik anggota DPRD Belu, Theodorus Manek Seran pada Jumat siang, 23 Juli 2021, disertai spanduk bertuliskan ‘Pencanangan Pengobatan Gratis Menggunakan KTP Bagi Penduduk Kabupaten Belu, Mulai Berlaku 1 Agustus 2021’.

Ketika dikonfirmasi, Theo Manek menuturkan bahwa secara pribadi, dirinya patut memberikan apresiasi terhadap upaya pasangan Bupati dan Wakil Bupati Belu berkaitan dengan pencanangan program pengobatan gratis, yang mana mulai berlaku pada Minggu, 1 Agustus 2021. “Ini menurut hemat saya, merupakan satu langkah luar biasa dari perwujudan janji politik pilkada kemarin. Tentu, hal ini untuk menjawab apa yang telah dijanjikan oleh beliau berdua, sekaligus menjadi harapan masyarakat Kabupaten Belu,” ujarnya.

Lanjut Theo Manek, ketika pengobatan gratis ini sudah mulai berjalan, tentu akan memberikan dampak positif, terutama pelayanan kesehatan dari pihak pemerintah daerah kepada masyarakat. “Ini yang ditunggu–tunggu oleh masyarakat sejak dijanjikan oleh Bupati dan Wakil Bupati,” tandasnya.

Theo Manek pun berharap, seluruh masyarakat Belu mempersiapkan KTP sebagai syarat mutlak dalam memperoleh pelayanan kesehatan gratis. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Teken MoU, Bupati & Kajari Belu Sepakat Koordinasi Soal Hukum

395 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Guna membangun saling koordinasi bidang hukum dan membantu menyelesaikan permasalahan Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara yang meliputi kegiatan bantuan hukum, pertimbangan hukum, pelayanan hukum dan tindakan hukum lainnya yang dihadapi pemerintah daerah Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bupati dr. Taolin Agustinus, Sp.PD–KGEH, FINASIM dan Kepala Kejaksaan Negeri Belu, Alfonsius G. Loe Mau, S.H., M.H. menandatangani memorandum of understanding (MoU), dihadiri Penjabat Sekda Belu, Frans Manafe, S.Pi di Ruang Kerja Bupati Belu, pada Senin 19 Juli 2021.

Selain itu, dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Plt. Kepala Bagian Hukum Setda Belu, Rosalia Yeani E.R. Lalo, S.H. dan Kepala Kejaksaan Negeri, Alfonsius G. Loe Mau, S.H., M.H., turut mengetahui Bupati Belu.

Plt. Kepala Bagian Hukum Setda Belu, Rosalia Yeani E.R. Lalo, S.H.

Plt. Kabag Hukum Setda Belu mengatakan, penandatanganan MoU dan PKS bertujuan membangun kesepakatan kerja sama di bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

“Ke depannya, setelah adanya kerja sama ini maka organisasi perangkat daerah (OPD) yang memerlukan kerja sama dengan kejaksaan bisa langsung melakukan tindak lanjut dengan perjanjian kerja sama, misalnya ada yang membutuhkan pendampingan tender proyek, nasihat hukum, bantuan hukum sesuai dengan kebutuhan masing–masing,” ungkap Rosalia Lalo.

Ditegaskan pula oleh Plt. Kepala Bagian Hukum Setda Belu, bahwa penandatanganan MoU dan PKS tersebut dalam rangka menciptakan penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik.

“Jadi, setelah adanya perjanjian kerja sama ini diupayakan untuk saling berkoordinasi dalam memahami segala aturan dan ketentuan yang menjadi dasar kinerja dengan mengedepankan kesadaran dan ketaatan akan hukum,” jelas Plt. Kabag Hukum. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Foto: kominfobelu

Bupati Belu Sebut Tanggal 1 Agustus 2021 Masyarakat Belu Berobat Gratis

1.655 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | “Mulai tanggal 1 Agustus 2021, seluruh masyarakat Belu sudah berobat gratis hanya dengan menunjukkan KTP”, sebut Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH., FINASIM., didampingi Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. bersama rombongan saat memantau secara langsung kondisi Puskesmas Halilulik, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 19 Juli 2021 sembari menjelaskan bahwa pengobatan gratis, akan didahului dengan sosialisasi dan launcing ‘peluncuran’ pada Senin, 26 Juli 2021.

“Dalam minggu ini, kita akan kumpulkan semua petugas untuk sosialisasi. KTP, Kartu Keluarga dan KKL Kabupaten Belu dicatat NIK – nya pada buku registrasi, diverifikasi, dan dilayani. Seluruh orang Belu, seluruh pelayanan tidak bayar. Minggu ini kita selesai sosialisasi, tanggal 26 Juli, kita launching, tanggal 1 Agustus 2021, orang mulai berobat gratis. Minggu ini kita persiapan akhir,” tegas Bupati dr. Agus Taolin.

Disaksikan Garda Indonesia, setiba di Puskesmas Halilulik, Bupati Belu menyapa seluruh petugas medis dan sejumlah pasien yang ada dengan nuansa penuh santun dan ramah. Selanjutnya, Bupati masuk keluar ruangan puskesmas untuk mengecek keadaan setiap ruangan, termasuk persiapan ruangan yang dikhususkan bagi pasien Covid–19 sembari terus memberi arahan, masukan dan saran tentang standar pelayanan yang baik kepada para petugas.

Sebelumnya, pada hari yang sama Bupati dr. Agus Taolin live bersama Lintas Atambua Pagi pro 1 RRI  Atambua dalam acara ‘Bupati Belu Menyapa’ dengan tema Langkah Pemerintah dalam Penanganan Covid–19 di Kabupaten Belu. Setelah itu, dilanjutkan dengan kegiatan penyerahan hewan kurban di Masjid Al–Muhajidin, Masjid Hidayatullah di Atambua dan Masjid Al–Ikhlas Halilulik. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)