Arsip Tag: bupati belu

Bangun Belu, Pemda & Direktorat Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Bersinergi

258 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Direktorat Kawasan Perkotaan dan Batas Negara, Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri RI gagas rapat koordinasi (Rakor) penanganan kerja sama sosio ekonomi, budaya, keamanan, demarkasi, lingkungan hidup dan evaluasi kerja sama perbatasan RI – RDTL; dibuka Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM dengan penerapan protokol Covid–19 secara ketat di ballroom Hotel Matahari Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 14 Oktober 2021.

Bupati Belu memandang rakor tersebut sangat penting, mengingat Belu sebagai daerah perbatasan. Karena itu, perlu dibangun kerja sama, sinergi, dan integrasi dengan berbagai pihak baik pusat, provinsi maupun kabupaten. Konsep–konsep tentang perubahan kawasan perbatasan harus dikembangkan berdasarkan berbagai peraturan dan regulasi yang ada sehingga Belu menjadi lebih baik, berdaya dan lebih luar biasa.

“Kegiatan ini berkorelasi dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Belu saat ini, yaitu masyarakat Belu sehat, berkarakter dan kompetitif dengan programnya di bidang kesehatan, pendidikan, dan sumber daya manusia. Kemudian pertanian, peternakan, budaya, infrastruktur, hukum, dan hak asasi manusia,” ungkap Bupati Belu.

Bupati Belu menuturkan, bahwa membangun Belu sebagai pusat kawasan strategis nasional bukan hanya membangun lintas batasnya, melainkan membangun juga Kota Atambua sembari memikirkan tentang daya dukungnya seperti lebih banyak orang berdomisili di kota, memanfaatkan fasilitas dan sumber daya perkotaan.

Terkait pengembangan potensi pertanian, peternakan dan kawasan yang mencakup wilayah Kabupaten Malaka dan TTU, perlu dibangun komunikasi untuk bersinergi membangun kawasan perbatasan.

Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara, Direktorat Jendral Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri RI, Dr. Drs. Thomas Umbu Pati, M.Si. menekankan pengelolaan super prioritas terhadap wilayah perbatasan sebagai beranda terdepan, dengan berani membuat terobosan dalam mengembangkan potensi–potensi lokal seperti peternakan, pertanian, koperasi, hotel dan sebagainya.

“Saya kira, pak bupati punya semangat luar biasa dan didukung oleh pimpinan OPD, tentu bisa membuat terobosan dengan menangkap dan mengelola semua peluang yang ada di Kabupaten Belu,” tandas Dr. Umbu Pati.

Permasalahan kawasan perbatasan RI – RDTL perlu penerapan sistem online secara terpadu sehingga mendukung pelayanan publik karantina dan bea cukai. Doktor Umbu Pati pun meminta dukungan dari pemerintah dalam memberikan insentif permodalan dan pemberdayaan masyarakat.

Terkait kawasan Peternakan Sonis Laloran, Thomas Umbu Pati menyampaikan bahwa perlu mendorong investasi pengelolaan kawasan Sonis Laloran serta penerapan status kelembagaan pengelolaan kawasan peternakan seperti usaha swasta penuh, BUMD atau UPTD.

Usai pembukaan dan pemaparan singkat mengenai kawasan perbatasan RI-RDTL dilanjutkan dengan diskusi.

Turut hadir, pimpinan perangkat daerah Kabupaten Belu, TTU dan Malaka.

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Fisik TMMD Ke–112 Tahun 2021 Kodim 1605/Belu Capai 100 Persen

210 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke–112 tahun 2021 di Desa Leosama, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh jajaran Kodim 1605/Belu selama 30 hari sejak 15 September – 14 Oktober 2021, yang meliputi pekerjaan fisik sudah mencapai hasil 100 persen, dan non fisik sudah sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Demikian, dilaporkan Dandim Belu, Letkol. Inf. Wiji Untoro dalam acara penutupan sekaligus penyerahan hasil giat TMMD ke– 112 tahun 2021 di aula gedung Betelalenok Atambua pada Kamis, 14 Oktober 2021.

“Sasaran fisik meliputi pembukaan jalan sepanjang 4 kilometer lebar 6 meter, pembangunan mata air bersih, pembangunan Kapela Korbau 100 persen. Sasaran non fisik meliputi rekrutmen prajurit TNI, wawasan kebangsaan, POSBINDU (Pos Binaan Terpadu), pertanian, penyuluhan hukum, kamtibmas, kesehatan, narkoba, posyandu, dan stunting, semua dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditentukan,” urai Dandim Belu.

Dandim Wiji Untoro menyebutkan, pelaksanaan TMMD ke–112 melibatkan satuan tugas 250 orang, yang terdiri dari unsur gabungan TNI, Polri dan komponen lainnya dengan komposisi, staf satgas 10 orang, TNI angkatan darat, laut, dan udara 110 orang, tim asistensi penyuluh 25 orang, dan masyarakat setempat 100 orang.

Giat TMMD ke–112 tahun 2021, lanjut Dandim Untoro, atas dukungan anggaran dari Kas TNI 550 juta enam ratus ribu rupiah dan Pemda Belu 1,5 miliar rupiah.

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM atas nama pemerintah dan rakyat Belu menyampaikan terima kasih kepada TNI, Danrem 161/WS Kupang dan Dandim 1605/Belu bersama jajarannya atas terlaksananya TMMD ke –112.

“Kegiatan ini menyentuh kebutuhan dasar daerah sesuai dengan visi dan misi pemerintah, yakni membangun masyarakat yang sehat, berkarakter dan kompetitif lewat program pembangunan infrastruktur, SDM, pengembangan fasilitas kesehatan, pertanian, peternakan, pendidikan, dan lain–lain,” kata Bupati Belu.

Bupati dr. Taolin mengaku, sarana prasarana daerah Belu masih minim. Oleh karena itu, meski sedang dalam defisit anggaran, tetapi kontribusi anggaran Pemda Belu untuk pembangunan melalui TMMD diprioritaskan. Dengan terbangunnya jalur jalan, dapat membuka daerah terisolasi dan memperpendek jarak tempuh bagi masyarakat Desa Kabuna dan Leosama.

“Apa yang sudah dibangun, kita pelihara dan dimanfaatkan sebaik – baiknya,” pinta dr. Agus Taolin.

Perwakilan Danrem 161/WS Kupang, Kasiter Korem, Kolonel Inf. Seniman Zega, SH. M.Hum., melalui amanat tertulis Pangdam IX/Udayana yang dibacakannya, kegiatan TMMD ke – 112 tahun 2021 melibatkan 600 prajurit TNI, Polri, pemda, instansi terkait dan masyarakat yang tersebar di empat wilayah kabupaten/kota Bali Nusra.

“Dengan dilaksanakannya TMMD, diharapkan dapat menggelorakan kembali semangat gotong royong dan sebagai momentum untuk berpartisipasi, terutama membantu pemerintah dalam memaksimalkan vaksinasi dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid–19,” tandas Pangdam IX/Udayana dalam amanat tertulisnya.

Dikatakan Kol. Inf. Seniman Zega, bahwa ada laporan yang diterima Pangdam IX/Udayana tentang betapa cukup beratnya sasaran dan volume TMMD lantaran sarana prasarana dan waktu yang dibutuhkan sangat terbatas. Namun, dengan semangat kekompakan dan disiplin serta tanggung jawab, bersatu padu, bahu membahu dari semua pihak sehingga sasaran program TMMD dapat diselesaikan tepat waktu.

Pangdam IX/Udayana mengucapkan terima kasih kepada para gubernur, bupati, dan wali kota atas dukungan dan partisipasinya dalam kegiatan TMMD ke–112, juga kepada Kementerian LPNK yang telah bersinergi dalam TMMD, terlebih kepada seluruh masyarakat dan semua pihak yang telah membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan TMMD di wilayah jajaran Kodam IX/Udayana, khususnya di wilayah Korem 161/WS.

“Mudah–mudahan, apa yang telah dibangun ini dapat menumbuhkan semangat dan inovasi yang kuat dalam mewujudkan pembangunan di daerah. Harapan saya kepada masyarakat untuk ikut merasa memiliki dan peduli terhadap hasil–hasil yang telah dicapai dalam pelaksanaan TMMD kali ini. Rawat dan pelihara dengan baik sarana dan prasarana yang telah dibangun, sehingga manfaatnya dapat dinikmati dalam jangka waktu yang cukup panjang,” tandas Pangdam IX/Udayana.

Pangdam IX/Udayana juga mengajak seluruh komponen untuk mempertahankan semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI–rakyat. Jangan terhasut dan terprovokasi oleh pihak mana pun yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan NKRI.

“Kepada para satgas TMMD, agar melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk dijadikan perbaikan pada TMMD mendatang. Kepada para prajurit yang tergabung dalam satgas TMMD segera kembali ke induk pasukan masing–masing. Utamakan faktor keamanan selama dalam perjalanan dan tetap jalin komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kami mewakili seluruh prajurit dan Polri menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, apabila ada tutur kata dan perbuatan yang kurang berkenan selama kegiatan berlangsung,” pesan Pangdam IX/Udayana selaku pengendali operasional TMMD.

Turut hadir, Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM, unsur forkompimda dan pimpinan OPD, para camat, serta tokoh masyarakat. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Pemda Belu Terima Beruntun Opini WTP, Bupati : Kami Berusaha Tingkatkan Kinerja

253 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM menerima penghargaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia atas laporan keuangan tahun anggaran 2020 dengan capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di ruang rapat Bupati Belu pada Rabu, 13 Oktober 2021.

Penghargaan diserahkan oleh pejabat yang mewakili Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT, Delfiana Lase, S.E., didampingi Kepala KPPN Atambua, Marjanto.

Perwakilan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT, Delfiana Lase, S.E. mengatakan, bahwa Kabupaten Belu menerima opini WTP tiga kali berturut – turut sehingga perlu dipertahankan dan ditingkatkan. “Kalau penghargaan ini diterima lima tahun berturut – turut, itu luar biasa. Saya berharap kerja sama di bawah pengawasan inspektorat, mungkin bisa dikejar lagi bukan saja lima tahun. Ekspektasinya harus lebih tinggi,” pintanya.

Delfiana Lase memaparkan, KPPN selalu siap mendukung semua kegiatan keuangan baik APBN, transfer daerah, DAK maupun Dana Desa di Kabupaten Belu.

Foto bersama Bupati Belu dan perwakilan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT

Bupati Belu menyampaikan terima kasih kepada tim yang sudah mendampingi Kabupaten Belu sehingga mendapatkan penghargaan opini WTP. “Kami akan berusaha sebaik – baiknya untuk mempertahankan dan melanjutkan hal – hal yang kurang. Setiap hari kami berusaha untuk memperbaiki. Dengan proses kerja sama, niat yang baik, dan kerja keras, saya yakin kita akan mencapai tujuan bersama – sama dengan baik,” ujarnya.

Bupati Belu memohon kepada tim keuangan untuk terus mendampingi Pemerintah Kabupaten Belu. “Ada hal – hal yang bisa dicegah, diluruskan, ditingkatkan, dan diperbaiki, kami usahakan sedini mungkin. Kami berusaha dengan seluruh kemampuan SDM yang tersedia sesuai regulasi – regulasi dan kerja sama untuk mulai membenahi yang kurang. Tentu, kami berusaha untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja secara optimal dari waktu ke waktu,” tandas Bupati Belu.

Turut hadir, Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si. Plt. Inspektur Inspektorat Kabupaten Belu, Nunik Widi Wahyuni, S.E., Plt. Kepala BPKAD Kabupaten Belu, Imelda Lotuk, S.Sos. (*)

Berita: (*/Kominfobelu – Ria)

Foto: Cransen

Editor: Herminus Halek

Satgas Belu Helat Rakor Evaluasi Perkembangan Covid–19

134 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Tim satuan tugas (Satgas) Covid–19 Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghelat rapat koordinasi (Rakor) evaluasi percepatan penanganan Covid–19 terkait vaksinasi dan penyesuaian data antara kabupaten, provinsi dan nasional, untuk percepatan pemutusan mata rantai penyebaran Covid–19 di wilayah Kabupaten Belu.

Rakor dipimpin Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD–KGEH, FINASIM didampingi Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM. dan Dandim 1605/Belu, Letkol Inf. Wiji Untoro di Sekretariat Satgas Covid–19 Atambua pada Rabu, 6 Oktober 2021.

“Jadi, secara umum berdasarkan rilis dari kementerian dan data–data lapangan yang kita punya termasuk vaksinasi, ada hal–hal penting yang harus kita bahas. Data– datanya naik turun di antaranya, tingkat kesembuhan, kematian, rawat inap, tingkat mobilitas masyarakat. Dan, yang paling penting tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan,” tandas Bupati Belu.

Terkait kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan yang belum maksimal, Bupati meminta kepada Satgas Covid–19 untuk melakukan tindakan–tindakan terukur dan tetap memberikan pemahaman dengan baik kepada masyarakat sehingga tidak terjadi hal–hal brutal oleh masyarakat.

“Oleh karena itu, tindakan–tindakan yang dilakukan di lapangan tetap persuasif, tidak konfrontatif tetapi juga harus terukur, karena sebagian masyarakat masih kurang paham terhadap Covid–19, dan kita juga tetap berpegang pada aturan,” imbuhnya.

Bupati dr. Agus Taolin menyebutkan bahwa kasus Covid–19 yang paling tinggi dan masih tetap menduduki tempat pertama adalah Kecamatan Kota Atambua, Atambua Barat, Atambua Selatan, dan Kecamatan Tasifeto Barat. Kasus Covid pada angka sedang, di Kecamatan Raihat, Kakuluk Mesak dan Kecamatan Tasifeto Timur. Sedangkan, Kecamatan Nanaet Duabesi, Raimanuk, Lasiolat, Lamaknen Selatan dan Kecamatan Lamaknen tetap 0 kasus.

“Untuk itu, dari spesifikasi data di dalam kota ini kita lihat mobilisasi terbanyak, interaksi terbanyak dan pusat–pusat perdagangan terbanyak, maka kasus Covid–19 akan tinggi,” ujar Bupati Belu.

Selanjutnya, dikatakan Bupati Belu terkait antusias masyarakat untuk menyelenggarakan pesta dan sebagainya, pemerintah akan melakukan berbagai cara dan upaya melalui kesepakatan bersama, salah satunya boleh melaksanakan pesta dari pukul 6.00—18.00 WITA.

“Khusus untuk proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah, akan dilaksanakan setelah guru dan siswa/siswi sudah melakukan vaksinasi di atas 70 persen,” tambah Bupati. (*)

Berita: (*/Kominfobelu – Dora & Norci)

Foto: Hirro

Editor: Herminus Halek

Bea Cukai Atambua Canang Pembangunan Zona Integritas Menuju Birokrasi Bersih

190 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Bea Cukai Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencanangkan ‘pembangunan zona integritas  menuju wilayah birokrasi bersih dan melayani’, di Atambua pada Kamis, 7 Oktober 2021.

Kepala Kantor Bea Cukai Atambua, I Made Aryana mengutarakan, pencanangan pembangunan zona integritas Bea Cukai Atambua menuju wilayah birokrasi bersih dan melayani, sebagai bagian dari cita–cita reformasi birokrasi sesuai dengan Perpres no. 81 tahun 2010 tentang grand design reformasi birokrasi tahun 2010—2025 dan Permenpan RB nomor 25 tahun 2020 tentang road map reformasi birokrasi tahun 2020—2024 yang menjadi bagian reformasi kepabeanan dan cukai sekaligus menjadi komitmen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

I Made Aryana mengungkapkan, pembangunan zona integritas ini selanjutnya bakal diikuti rangkaian kegiatan menuju wilayah birokrasi bersih dan melayani, untuk membangun program reformasi birokrasi serta mampu mengembangkan budaya kerja birokrasi anti korupsi, berintegritas tinggi, berkinerja tinggi dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

“Hari ini kami telah melakukan pencanangan pembangunan zona integritas Bea Cukai Atambua menuju wilayah birokrasi bersih dan melayani, untuk meningkatkan pelayanan kami secara prima, untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Kami akan terus bersinergi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan akan terus dilakukan. Kami juga akan berkolaborasi dengan pemerintah setempat dan instansi terkait untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” komit I Made.

Kantor Bea Cukai Atambua, sambung I Made Aryana, memiliki klinik Wilayah Bebas Korupsi (WBK) untuk menciptakan zona integritas di tempat lain. Jikalau ada instansi yang berkenan dan berkeinginan diberikan asistensi terkait pembangunan zona integritas budaya bebas dari korupsi, tentu dengan senang hati siap membantu.

“Ruangan kami sudah tersedia di sini, atau dapat diakses melalui media sosial kami,” tandasnya.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan hibah dan pemusnahan barang-barang hasil penindakan dari tahun 2015—2021. Selain dihibahkan  sesuai ketentuan ada barang-barang yang harus dimusnahkan.

“Adapun jenis barang yang dimusnahkan di antaranya, seluruh penindakan berupa minuman alkohol, balpres, bahan bakar minyak, minuman ringan yang sudah kadaluwarsa. Barang yang dihibahkan, kami berikan kepada pihak gereja antara lain ada lemari dan tempat tidur kayu,” sebut Aryana.

Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan dalam menghadapi situasi pandemi Covid–19.

“Kita harus bersyukur bahwa kasus Covid di NTT dan seluruh Indonesia semakin menurun. Untuk Atambua sudah zona level 2, namun kita harus hati–hati dan waspada dengan tetap menerapkan 5M dan 3T karena hari ini dapat kita lihat dengan adanya pergerakan masyarakat yang diperlonggar dapat menyebabkan peningkatan kasus. Oleh karena itu, kita harus tetap menjalankan prokes secara baik,” anjur Bupati Belu.

Selain itu, Bupati Belu menyarankan setiap ASN yang ingin menjadi pemimpin hendaklah memiliki integritas yang baik, wilayah birokrasi yang bersih, sikap melayani dan disiplin dalam bekerja.

Bupati pun meminta kepada dinas – dinas lingkup Pemda Belu agar dapat bersinergi dengan Kantor Bea Cukai Atambua dalam hal pembangunan zona integritas.

Kegiatan itu, diakhiri dengan pemusnahan barang milik negara yang merupakan barang hasil penindakan Bea Cukai Atambua sejak tahun 2015 hingga 2021,  yang telah mendapatkan persetujuan pemusnahan dari Menteri Keuangan. Pemusnahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Belu, Kepala Kanwil DJBC Bali, NTB, dan NTT, Kepala Kantor Bea Cukai Atambua, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekda Belu, Kepala BNN Kabupaten Belu, Kepala KPPN Atambua, Kasat Reskrim Polres Belu, Kasi Intel Kajari Atambua dan disaksikan oleh seluruh tamu undangan. (*)

Berita: (*/Kominfobelu – Novita Bogar)

Foto: Cransen & Anna

Editor: Herminus Halek

Percepat Eliminasi Malaria, Dinkes Belu & ‘Stakeholders’ Helat Rakor

309 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Guna mempercepat eliminasi malaria, Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghelat rapat koordinasi (rakor) pencegahan dan pengendalian malaria bersama stakeholders di Atambua pada  Rabu, 7 Oktober 2021.

Sesuai data yang dilaporkan panitia penyelenggara dari Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, bahwa hingga September 2021, kasus malaria secara nasional berjumlah 94.610 kasus, Provinsi NTT 2.393 kasus. Sedangkan, Kabupaten Belu terdapat 1 kasus malaria impor dari Papua yang ditemukan di Puskesmas Nualain, Kecamatan Lamaknen Selatan.

Kasus malaria dengan angka Annual Parasite Incidence pada 3 tahun terakhir dengan kisaran, antara lain tahun 2019: 0,24 kasus, tahun 2020: 9,12 kasus, dan tahun 2021: 0,01 kasus. Dengan demikian, Kabupaten Belu saat ini berada pada tahap pra – eliminasi.

Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa malaria termasuk salah satu penyakit infeksi yang dapat menyebabkan kematian.

“Salah satu penyebab kasus malaria adalah mobilitas masyarakat kita. Mobilitas masyarakat sangat berpengaruh. Jadi, perhatikan bahwa mobilitas masyarakat makin tinggi penyakit pun menular makin tinggi,” kata Bupati.

Bupati Belu menuturkan, kasus malaria di NTT secara nasional mencapai 75—80 persen. Kasus malaria sangat berpengaruh terhadap tingkat produktivitas dan kesehatan masyarakat. “Ini tantangan bagi kita. Kita sudah buat SK Bupati dan komitmen dari Pemerintah Provinsi NTT agar tahun 2023 tidak ada lagi kasus malaria. Oleh karena itu, dibutuhkan partisipasi masyarakat,” ungkapnya.

Bupati dr. Agus Taolin mengajak para camat, lurah, stakeholders bersama dengan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar terhindar dari nyamuk malaria.

“Saya pikir sederhana saja. Kita  bersama masyarakat membersihkan jentik–jentik nyamuk malaria dan membersihkan lingkungan sekitar agar terhindar dari demam berdarah,” ajak Bupati.

Turut hadir dalam rakor, Forkopimda Kabupaten Belu dan perwakilan OPD terkait. (*)

Berita: (*/Kominfobelu – Ria)

Foto: Jun

Editor: Herminus Halek

Resmi! Johanes Andes Prihatin Dilantik Jadi Sekda Belu

590 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM mengambil sumpah dan melantik Johanes Andes Prihatin,S.E, M.Si. menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Belu di aula Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, 1 Oktober 2021.

Pengambilan sumpah dan pelantikan berdasarkan Keputusan Bupati Belu, nomor: BKPSDMD 820/373/Kep/IX/2021, tanggal 30 September 2021 tentang Pengangkatan Pejabat Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Belu.

Bupati Belu dalam sambutannya menyatakan syukur kepada Tuhan karena meskipun dilanda pandemi Covid – 19, kita masih diberikan kekuatan untuk menjalankan amanah yang dipercayakan dan berada di garda terdepan untuk bersama – sama menghadapi pandemi ini, bekerja melayani masyarakat Kabupaten Belu meskipun dalam segala keterbatasan.

Lanjut Bupati Belu, kita berdoa bagi saudara–saudara yang telah mendahului kita baik karena Covid–19 maupun karena sebab lain, semoga diberikan tempat yang layak di sisi Tuhan. Kita berdoa bagi mereka yang sedang sakit dan dirawat, berdoa bagi para dokter dan medis, kiranya diberi pertolongan dalam menjalankan tugasnya.

“Hari ini, saya melantik sekretaris daerah yang definitif, setelah melalui proses, tahapan, dan dinamika panjang yang diatur oleh ketentuan. Saya berharap, dengan hadirnya seorang sekretaris daerah yang definitif, seluruh jajaran birokrasi sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat segera bergerak lebih cepat lagi di semua lini dalam menjalankan semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan menuju masyarakat Belu yang sehat, berkarakter dan kompetitif,” kata Bupati Belu.

Bupati dr. Agus Taolin mengutarakan, tugas seorang sekretaris daerah sebagai pimpinan tertinggi birokrasi sesuai UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, membantu bupati dan wakil bupati untuk menyusun kebijakan dan mengoordinasikan seluruh tahapan pelaksanaan tugas perangkat daerah serta pelayanan administratif.

“Sekretaris daerah harus mampu menjadi contoh bagi seluruh Aparatur Sipil Negara sesuai dengan kewenangannya dalam rangka menegakkan disiplin, ketaatan terhadap seluruh peraturan perundang–undangan, peningkatan etos kerja, loyalitas, dedikasi dan  prestasi yang ditunjukkan melalui peningkatan kinerja berdasarkan proses yang terukur dan terstandar. Sekretaris daerah harus mampu menjembatani komunikasi antara pimpinan daerah dan pimpinan DPRD, responsif terhadap aspirasi dan kebutuhan masyarakat yang dituangkan dalam perencanaan program kerja pemerintah,” tandas dr. Agus Taolin.

Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Belu, Bupati Taolin menyampaikan terima kasih yang sebesar–besarnya kepada para pihak yang telah melaksanakan tugas dan kewenangannya, sehingga saat ini Kabupaten Belu memiliki sekretaris daerah yang definitif. Terima kasih kepada bapak gubernur NTT yang telah memberikan petunjuk dan arahan dalam proses seleksi, koordinasi dengan Komisi ASN dan Menteri Dalam Negeri, pemberian rekomendasi sampai pada pelantikan hari ini. Terima kasih yang sama disampaikan kepada panitia seleksi, tim ahli dari Nusra Televisi yang telah melaksanakan tugas secara baik sehingga dapat merekomendasikan calon sekretaris daerah terpilih. Terima kasih kepada bapak Bupati Kupang dan Malaka yang telah menugaskan sekretaris daerah masing–masing untuk hadir menyaksikan pelantikan ini. Terima kasih kepada bapak Sekda Kupang dan Malaka. Terima kasih dan penghargaan yang setinggi–tingginya kepada bapak Frans Manafe yang dalam masa jabatannya sebagai asisten administrasi telah menjalankan tugas sebagai penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Belu selama 1 tahun 9 bulan.

Sekda Yohanes Andes Prihatin, usai pelantikan menuturkan sebagai sekretaris daerah siap membantu bupati dan wakil bupati dalam merumuskan semua kebijakan dan program dalam rangka melayani masyarakat, mengoordinasikan seluruh tahapan pelaksanaan tugas perangkat daerah serta pelayanan administratif terhadap semua organisasi perangkat daerah demi pelaksanaan dan penyelenggaraan pemerintahan. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Timkor Pengelola SDA Bahas Strategi Kendali Daya Air Rusak Benenain

163 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Guna mengendalikan sumber daya air rusak wilayah Sungai Benenain, Kabupaten Malaka, maka Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II menggelar sidang pleno I Tim Koordinasi (Timkor) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai (TKPSDA WS) Benenain tahun 2021 dengan tema ‘Pengendalian Daya Rusak Air’ di aula Hotel King Star Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 27 September 2021.

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD-KGEH, FINASIM dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II yang telah menyelenggarakan dan memfasilitasi sidang TKPSDA WS Benenain tahun 2021.

“Dalam rapat pleno ini, kiranya tim koordinasi dapat membicarakan hal–hal penting, saling memberi informasi dan pikiran untuk pengelolaan wilayah sungai terutama pengendalian daya air rusak wilayah sungai Benenain. Oleh karena itu, nilai strategis dari tata kelola air diperhatikan betul sehingga apabila terjadi permasalahan dapat diselesaikan,” ungkap Bupati Belu.

Bupati dr. Agus Taolin menegaskan, kiranya tim koordinasi dapat berdiskusi secara baik agar menghasilkan pikiran strategis, memberikan masukan dan aspirasi bersama untuk mencapai kesepakatan dan keterpaduan menuju ke arah kemanfaatan sumber daya air.

Kasubag Umum dan TU Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, K.B.M.R. Lake, S.E., M.M. dalam sambutan virtualnya mengatakan, rapat koordinasi bertujuan mewujudkan pengelolaan sumber daya air terpadu dan berkualitas pada wilayah sungai sehingga diperlukan suatu wadah yang merupakan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air pada tingkat wilayah sungai untuk mengintegrasikan kepentingan, program dan rencana kegiatan berbagai sektor, wilayah dan para pemilik kepentingan dalam bidang sumber daya air di tingkat wilayah sungai.

K.B.M.R. Lake menambahkan, tugas Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Benenain bukan hanya membahas dan merekomendasikan pola pengelolaan sumber daya air, tetapi masih ada banyak hal, dan umumnya bukan hal yang mudah karena di dalamnya akan ditemukan berbagai kepentingan yang tidak selalu sejalan.

“Oleh karena itu, wadah koordinasi yang sudah terbentuk agar dapat dimanfaatkan sebaik–baiknya oleh setiap anggota TKPSDA WS Benenain sebagai tempat menyelesaikan permasalahan, keluhan dan aspirasi guna dibahas bersama untuk mencapai kesepakatan dan keterpaduan menuju ke arah kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan,” tukasnya. (*)

Berita + foto: (*/Kominfobelu – Ana Ukat)

Editor: Herminus Halek