Arsip Tag: desa bakustulama

Bus Milenial SEHATI Dirusak Orang Tak Dikenal di Jalan Raya Leoruas

3.838 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Bus Paris Indah rute Atambua – Kupang dengan nomor polisi DH 7156 EB yang ditumpangi sekelompok Milenial SEHATI diserang kelompok orang tak dikenal (OTD) di Bilangan Jalan Raya Dusun Leoruas (km.16), Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis siang, 10 Desember 2020.

Kejadian nahas itu diduga kuat berkaitan dengan situasi politik Pilkada Belu, yang telah dihelat pada Rabu, 9 Desember 2020.

Menurut informasi dari sumber Garda Indonesia menyebutkan, Bus itu melaju dari Kota Atambua menuju Kupang. Namun, ketika tiba di tempat kejadian perkara (TKP), bus yang ditumpangi kelompok Milenial SEHATI tersebut dihadang dan salah satu kaca jendela sisi kanan dirusak.

Awalnya, seperti disaksikan para penumpang Milenial SEHATI, satu dari antara gerombolan pelaku itu mengayunkan benda tajam jenis sabit ke arah sopir bus yang sedang melaju. Sang sopir menyadari adanya serangan itu, lantas menghindar sembari terus melajukan kendaraan yang disetirnya ke arah Halilulik, Desa Naitimu. Meskipun tidak ada korban jiwa, tetapi pelaku terus mengayunkan sabit ke arah bus dan mengenai salah satu kaca jendela bus. Akibatnya, kaca pecah dan serpihan itu jatuh ke dalam bus bersama gagang sabit yang dipakai pelaku, dan melukai tangan salah satu anggota Milenial SEHATI.

Anggota Satuan Brimob kawal bus menuju Nurobo, batas Kabupaten Belu – T.T.U

Sopir pun tak menghentikan bus, lalu mengarahkan bus menuju ke Polsek Tasifeto Barat, guna membuat laporan polisi. Usai dilaporkan, bus nahas itu, lalu melanjutkan perjalanan menuju Kupang dengan dikawal oleh anggota Satuan Brimob sampai di Nurobo (batas Kabupaten Belu – T.T.U). (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Plt. Kadis Peternakan NTT drh. Artati Pinta Peternak Tanam Pakan

170 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Plt. Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), drh. Artati Loasana meminta kepada kelompok peternak sapi untuk menanam pakan sebelum mulai beternak. Demikian dikatakannya ketika mengunjungi Lokasi Ranch (Peternakan) Sonis Laloran mewakili Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat, di Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, pada Senin, 16 November 2020.

“Bantuan ternak itu sudah masuk dalam rencana kami. Cuma, satu syarat yang saya minta. Sebelum kita masukkan ternak di sini, seluruh kelompok wajib menyiapkan pakan. Kita isi ranch ini dengan pakan. Musim hujan ini kita mulai tanam lamtoro Teramba dan rumput Odot dengan dibantu oleh Dinas Peternakan Kabupaten Belu, “pintanya.

Bantuan ternak seperti sapi dan kambing, imbuh drh. Loasana, akan diberikan setelah pihaknya memastikan semua kelompok sudah menyiapkan pakan ternak di lokasi ranch tersebut. “Kita akan aktifkan kembali ranch ini. Kalau semua kelompok mau tanam pakan, maka kami akan datang lihat untuk kasih bantuan ternak,”janjinya.

Plt. Kadis Peternakan Provinsi NTT, drh. Artati Loasana (kedua dari kiri) saat berdialog dengan para peternak sapi

Kadis Loasana juga mengemukakan, bahwa semua ternak yang akan dimasukkan ke dalam lokasi ranch tersebut harus diawasi secara baik, sehingga menghasilkan ternak unggulan. “Jangan sampai masuk dalam ranch, ternaknya kurus karena tidak ada pakan. Nanti, ada petugas yang bantu kelompok untuk lakukan vaksinasi (antibodi/ antigen/ kekebalan) dan inseminasi (kawin suntik),”paparnya.

“Saya juga mau menyampaikan permohonan maaf dari Bapak Gubernur yang hari ini tidak bisa hadir bersama kita di tempat ini, karena alasan kesehatan”, tambah drh. Loasana.

Pada kesempatan itu, Plt. Kadis Peternakan NTT menyerahkan bantuan satu paket bibit Lamtoro Teramba, dua unit Handsprayer (alat semprot) dan delapan liter Disinfektan kepada kelompok peternakan Ranch Sonis Laloran. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)
Editor: (+rony banase)

Kapolres Belu AKBP Khairul Saleh Tengok Korban Angin Ribut di Kimbana

259 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh bersama jajarannya menjenguk para korban angin ribut di Dusun Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 13 November 2020.

“Ini, kita bakti sosial bagi para korban bencana setelah terima informasi dari Kapolsek di wilayah ini (Tasifeto Barat, red.), dua hari yang lalu. Jadi, setiap ada yang korban, kita bantu sembako berupa beras bagi yang terdampak Covid – 19 dan menjadi korban bencana lagi. Nah, ini ‘kan secara psikologis perlu dibantu. Pihak kepolisian mau peduli dengan masyarakat yang mengalami kesulitan seperti ini, selama masa Covid”, ungkap Kapolres Belu ketika diwawancarai di lokasi bencana, sembari menuturkan bahwa kegiatan sosial kemanusiaan ini sudah berjalan sejak enam bulan yang lalu.

Pihaknya juga, tandas Khairul, sudah menjenguk korban bencana angin puting beliung beberapa waktu lalu di dua lokasi berbeda seperti Desa Kabuna (Kecamatan Kakuluk Mesak), Desa Naitimu (Kecamatan Tasifeto Barat), dan sejumlah lokasi bencana angin lainnya di wilayah Kabupaten Belu. “Ini, wujud kepedulian Polres Belu terhadap masyarakat korban dengan membantu semampunya”, tuturnya.

Anggota Koramil 1605-06 Halilulik, Tasifeto Barat, bakti sosial di lokasi bencana

Kapolres Belu menambahkan, selain membesuk para korban bencana, pihak Polres pun melakukan patroli sepeda motor ke desa–desa yang sulit dilewati mobil demi mewujudkan Pilkada Belu 2020 yang kondusif, aman dan damai.

Salah satu korban bencana angin badai, Ketut Rosi Widayani, penghuni Asrama Puteri Prima Terano menyampaikan terima kasih berlimpah kepada Kapolres Belu bersama jajarannya yang sudah dengan antusias menaruh rasa peduli terhadap para korban angin badai. “Meskipun bantuannya tidak seberapa nilainya, tapi kami sangat bersyukur dengan kepedulian seperti ini,” ucap Rosi.

Korban lain, pemilik Meubel Aihun, Yos Mau secara terpisah mengemukakan rasa terima kasih kepada Kapolres Belu, yang sangat cepat dan tanggap terhadap situasi para korban angin badai. “Kehadiran pak Kapolres saja sudah membuat kami kuat. Meski bantuannya kecil, tetapi yang paling penting adalah Polres Belu sudah tunjuk sikap keberpihakan kepada kami saat sedang dalam kesusahan”, ujar Yos Mau.

Untuk diketahui, angin kencang disertai hujan deras telah memorak-porandakan 4 unit rumah di Dusun Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, pada Rabu, 11 November 2020 sekitar pukul 14.00 Wita. Para korban itu antara lain, Mebel kayu milik Yos Mau, Asrama Puteri Prima Terano milik Ketut Rosi Widayati, rumah milik Maria Aek, dan rumah milik Merry Berek. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)
Editor: (+rony banase)

234 Kelompok Penerima Manfaat di Belu Terima BLT Dana Desa

343 Views

Belu- NTT, Garda Indonesia | Sebanyak 234 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 11 dusun selaku Kelompok Penerima Manfaat (KPM) menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT), pada Rabu 20 Mei 2020.

Pantauan Garda Indonesia, pembagian BLT itu didahului dengan penyerahan secara simbolis kepada sejumlah warga PKM di Dusun Asora oleh Kepala Desa Bakustulama, Raymundus Berek di Ruang Aula Kantor Desa.

“Pembayaran pagi ini dilakukan secara simbolis saja kepada warga di dusun terdekat Asora. Selanjutnya, Tim Relawan Covid-19 akan menyebar ke setiap dusun lainnya untuk menyerahkan dari rumah ke rumah. Setiap KK kita berikan Rp.600.000, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Roy Berek, demikian sapaan karibnya.

Total pembayaran tahap I menurut Berek, sebesar Rp. 140.400.000 (Seratus empat puluh juta empat ratus ribu rupiah). “Kita lakukan pembayaran kepada semua KPM dari rumah ke rumah untuk menghindari kerumunan sebagaimana diamanatkan protokol Covid-19, dan dipastikan tuntas hari ini, dengan tidak memotong sepeser pun. ” terangnya.

Kepala Desa Bakustulama, Raymundus Berek (kedua dari kanan) bersama perwakilan PMD Kabupaten Belu saat penyerahan BLT Dana Desa di Ruang Aula Kantor Desa

Kepala desa dalam arahannya, mengajak semua warga KPM guna menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mengeluarkan kebijakan baik berupa BLT kepada semua warga negara yang terdampak Covid-19.

“Selain memberikan perhatian dari segi kesehatan, pemerintah juga membantu masyarakat dari segi ekonomi. Karena itu, patut untuk kita berikan apresiasi tinggi kepada pemerintah pusat atas kepedulian berharga ini. Saya berharap, uang yang sudah diterima, bisa dipergunakan sebaik- baiknya untuk memenuhi kebutuhan dalam rumah tangga selama masa Pandemi Covid-19,” tandasnya.

Perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Belu, Ferdinandus Manek menuturkan, pihaknya hadir untuk mengecek penyaluran dana BLT, agar benar- benar tepat manfaat.

Senada, Ferdi Manek menghimbau kepada semua penerima BLT- DD agar bantuan dana yang diterima itu, bisa dipergunakan secara baik untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam rumah tangga. Apabila terdapat kekurangan atau pun kekeliruan dalam realisasi pembayaran BLT- DD, Manek meminta kepada warga KPM untuk segera melaporkan kepada ketua RT/RW setempat, sekdes dan kepala desa untuk segera diselesaikan demi menghindari salah paham.

“Uang ini digunakan untuk kebutuhan pokok. Kalau ada yang pakai beli hp baru, maka tahap berikutnya layak diberi tanda merah,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekcam Kecamatan Tasifeto Barat Domingos Soares, Babhinkamtibmas Desa Bakustulama Yandri Manu dan para pendamping Dana Desa Bakustulama.(*)

Penulis : (*/HH)
Editor : (+ rony banase)