Arsip Tag: kabupaten belu

Pantau Lokasi Pasca–Banjir Tasain, Pj Bupati Belu: Rumah Hanyut Bangun Baru

132 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Penjabat Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, M.M. bersama pimpinan OPD teknis memantau langsung kondisi lokasi pasca–bencana banjir di Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 10 April 2021.

Selain itu, Pj. Bupati mengecek dan memastikan ketersediaan logistik, termasuk pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat–obatan di Posko Pengungsian Gereja GMIT Solafide Motamaro. “Persediaan logistik masih cukup bahkan tergolong banyak. Para pengungsi diberi makan tiga kali sehari,”ungkap Zaka Moruk sembari menuturkan, setelah tanggal 20 April 2021 pemerintah daerah tidak lagi mengambil keputusan tanggap bencana.

Zakarias Moruk mengutarakan, Pemerintah Daerah Belu siap membantu menyediakan peralatan dapur seperti piring, senduk, gelas, wajan, periuk, kompor, pakaian dan selimut kepada para pengungsi. Dan, saat ini dapur umum ditangani oleh anggota Yonif Raider Khusus 744/SYB, bekerja sama dengan pemerintah dan pemuda.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/11/pln-pulihkan-listrik-6-kabupaten-di-ntt-41-850-pelanggan-nikmati-listrik-lagi/

Berkaitan dengan 7 unit rumah warga yang terhanyut banjir dan 9 unit rumah lainnya yang mengalami kerusakan berat,  Zakarias Moruk meminta kepala desa setempat untuk segera menunjukkan lokasi guna pembangunan rumah baru dalam minggu ini. “Kita juga datang untuk cek lokasi yang mau dibangun rumah karena ada beberapa KK yang rumahnya terhanyut sehingga harus dibangun baru. Pemerintah akan lakukan relokasi dan bangun beronjong untuk mengantisipasi banjir luapan kali Motamaro,” ujarnya.

Kondisi pengungsi di penampungan Gereja GMIT Solafide Motamaro

Penjabat Bupati Belu juga menginstruksikan OPD terkait melakukan pendampingan saat para pengungsi kembali ke rumah masing-masing untuk memastikan tidak kekurangan logistik. “Pemerintah akan bersinergi dengan unsur TNI dan Polri untuk membantu para pengungsi membersihkan rumah-rumah warga yang masih ada sisa material banjir,” ungkap Zakarias Moruk.

Terkait masalah listrik, Penjabat Bupati Belu menandaskan, bahwa saat ini, jaringan listrik terpusat di Bolok-Kupang. Tim gabungan dari seluruh Indonesia sedang berada di Kupang untuk memperbaiki kembali jaringan-jaringan yang putus akibat Siklon Tropis Seroja. “Masih bertahap, sehingga di Atambua dilakukan penjadwalan listrik menyala. Kita berharap awal bulan Mei sudah normal,” papar Zakarias Moruk. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Warga Desa Raimanus di Belu Keluhkan Jaringan Telkomsel & Internet

285 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Warga masyarakat Desa Raimanus, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengeluh tentang belum adanya jaringan Telkomsel dan internet. Keluhan lain yang juga diutarakan dalam reses berkelompok anggota DPRD Belu, menyangkut akses jalan, perumahan, air bersih, jaringan listrik, pupuk subsidi, dan gedung sekolah baru.

Menanggapi keluhan–keluhan itu, keempat anggota DPRD  memastikan untuk segera ditindaklanjuti. “Kami masukkan dalam pokir (pokok pikiran). Kalau tower, sudah diusulkan 250 (dua ratus lima puluh) titik ke pemerintah pusat melalui Kementerian Kominfo. Nantinya, berapa pun yang akan diakomodir ke Kabupaten Belu, saya pastikan Raimanuk ada jatah”, sebut Theo Manek mewakili tiga anggota DPRD lainnya di Aula Kantor Desa Raimanus, pada Sabtu, 20 Maret 2021.

Terkait perumahan, Theo Manek menilai bantuan rumah dengan dana stimulan itu mubazir lantaran tidak ada dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, bantuan dana untuk rumah stimulan, membutuhkan persiapan bahan lokal dari penerima manfaat. “Ke depan, kami mau tawarkan ke pemerintah, kalau boleh bantuan rumah terima kunci. Meski ukuran dan volume kecil tapi memberi dampak positif bagi masyarakat,” ucap Theo Manek.

Aspirasi lain terkait akses jalan, jelas Theo Manek, anggaran tahun 2021 senilai Rp.7,8 miliar bersumber dari dana DAK. Sedangkan, dana DAU sudah dialokasikan sebesar Rp.4,750 miliar untuk melanjutkan pengerjaan jalan mulai dari Baumauk menuju Renrua. “Kita masih tunggu kewenangan pemerintah karena saat ini masih refocusing penanganan Covid–19. Tetapi, kami akan tetap perjuangkan,” janji Theo Manek lagi.

Untuk pembangunan sekolah baru seperti yang disampaikan masyarakat, Theo Manek menuturkan, tentu ada kriterianya mulai dari survei, analisis lokasi, jumlah penduduk, dan persiapan jumlah siswa. Kriteria–kriteria itu menjadi syarat mutlak sebagai bahan pertimbangan. Pihaknya pun tidak bisa mendahului untuk katakan ya atau tidak, karena anggota DPRD hanya bisa mengusulkan. “Secara teknis, kewenangan ada di eksekutif melalui OPD teknis”, ujar Theo Manek.

Diberitakan sebelumnya,  kegiatan reses berkelompok di wilayah Raimanuk itu dilaksanakan di dua wilayah desa berbeda oleh empat anggota DPRD Belu, Theodorus Seran Tefa (fraksi Golkar), Januaria Ewalde Berek (fraksi Gerindra), Aprianus Hale (fraksi NasDem) dan Kristoforus Rin Duka (fraksi Demokrat).

Kegiatan reses, dibuka dan ditutup oleh Kepala Desa Raimanus, Aloysius Nahak sembari berharap agar aspirasi warga Raimanus tersebut bisa ditindaklanjuti oleh keempat anggota DPRD. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

450 Personil Tim Gabungan Siap Amankan Malam Tahun Baru di Kota Atambua

194 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Pengamanan malam tahun baru, kita mempersiapkan 450 personil tim gabungan antara TNI, Kepolisian, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan,” sebut Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh dalam press release Polres Belu, pada Rabu, 30 Desember 2020.

Khairul Saleh menjelaskan, pengamanan tahun baru kali ini berbeda dengan tahun – tahun yang lalu lantaran masih dalam masa pandemi Covid–19. Polanya pun diubah agar tidak ada yang klaster baru pada malam tahun baru. Karena itu sesuai mandat Kapolri, dilarang melaksanakan konvoi, arak–arakan, kumpul massa, perayaan kembang api, petasan, mercun dan pesta–pesta lainnya.

“Jadi, kita sudah melakukan upaya–upaya preventif sebelumnya dengan memberikan imbauan kepada masyarakat melalui Bhabinkamtibmas, Babinsa, bersinergi dengan TNI – Polri dan dinas terkait,” tutur Khairul Saleh.

Pose bersama Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh dan wartawan

Berdasarkan hasil rapat koordinasi, lanjut Kapolres Belu, pada malam tahun baru ini diterapkan dua pola fokus, yakni: Pertama, penutupan (sekat) jalur Simpang Lima (sekitar Lapangan Umum) dan jalur menuju Taman Fronteira (dekat patung kuda putih), mulai pukul 21.00 WITA.

Kedua, disiapkan tim patroli untuk membubarkan kerumunan. Kalau ada yang tetap tidak mau menaati imbauan, maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kegiatan masyarakat tidak dilarang, tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan.  Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mabuk–mabukan di malam tahun baru. Jika ada, maka kami akan angkut ke polres untuk diproses,” tandas mantan Kapolres Sumba Barat itu.

Kapolres menambahkan, pengamanan malam tahun baru tidak hanya terpusat di wilayah sekitar Kota Atambua. Pengamanan dilakukan juga di seluruh wilayah luar kota.

“Seluruh Kabupaten Belu, sudah kita plotting (rencanakan, red). Kapolsek, Danramil dan camat (Muspika) bersinergi untuk mengamankan wilayah hukumnya masing–masing. Apabila, ada kejadian di kecamatan luar kota, kita pasti siap turun lokasi,” pungkasnya. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Prihatin Kondisi Kota Atambua, Paket SEHATI Siap Rehabilitasi Tata Ruang

404 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Kita masuk kota Atambua, rasa seperti 10 sampai 15, bahkan 20 tahun lalu. Tidak ada kebanggaan apa–apa. Ikonnya di mana, tidak jelas!”, vonis Calon Bupati Belu dari paket SEHATI, Agustinus Taolin dalam segmen pendalaman materi visi – misi saat debat terbuka kedua pasangan Calon Bupati/ Wakil Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 5 Desember 2020.

Calon Bupati paket nomor 2 itu menuturkan, bahwa trotoar di dalam kota, sudah pada rusak. Selain itu, selokan pun tidak tersedia hingga mengakibatkan genangan air dan banjir di sejumlah titik pada musim hujan. “Oleh karena itu, kalau kami memimpin, kita lihat dulu tata ruang kota ini ada atau tidak? Trotoar, selokan, penghijauan, penerangan dalam kota, akan kita perbaiki,” tandasnya.

Kondisi jalan menuju Bandar udara A.A. Bere Tallo Haliwen

Dikatakan Agus Taolin lebih lanjut, bahwa kondisi jalan menuju Bandara A. A Bere Tallo Haliwen saat ini sangat memprihatinkan. “Jangan sampai, ketika orang turun di lapangan terbang, kita malu sebagai warga Belu. Itu, menyinggung martabat kita orang Belu. Kami pasti akan mengangkat kembali kebanggaan kepada orang Belu saat kami sudah memimpin,” ungkapnya.

Calon Wakil Bupati Belu paket SEHATI, Aloysius Haleserens menambahkan, ketika paket SEHATI terpilih, pihaknya akan melakukan perencanaan detail menyangkut rehabilitasi persampahan dan rehabilitasi persediaan air bersih, termasuk listrik sebagai pendukung utama sarana prasarana, infrastruktur kawasan perkotaan. Hal itu dimaksudkan untuk mewujudkan Atambua sebagai kota bersih, indah dan aman di wilayah beranda terdepan NKRI. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Agus Taolin : Kita Bicara Program Saja, Jangan Saling Menjelekkan

728 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Jangan saling menjelekkan satu sama lain dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Belu 2020, melainkan berbicara tentang program saja. Hal ini disampaikan Calon Bupati Belu Paket SEHATI periode 2021—2025, Agustinus Taolin ketika berkampanye di Dusun Weberliku, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 6 November 2020.

“Paket SEHATI hanya menawarkan 5 program prioritas. Kita sesuaikan dengan kemampuan kita. Jangan, terlalu banyak program sampai kita sendiri tidak mampu melaksanakan,” ungkap Agus Taolin.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/06/sipri-temu-pemimpin-5-tahun-lalu-tak-tepati-janji-kita-berhak-ganti-baru/

Pilih pemimpin itu, jelas Agus Taolin, ada dua syarat saja. Yang pertama, ada kemampuan dan, yang kedua ada hati. Ada kemampuan tanpa hati, tentu sulit mendengarkan. Sebaliknya, ada hati tanpa kemampuan pun sama sulitnya. Tanggal 9 Desember (2020) juga ada dua syarat, kasih kekuatan dan dukungan dengan mencoblos nomor 2, paket SEHATI, Agus Taolin – Alo Haleserens.

“Kita butuh dukungan enam puluh ribu sampai tujuh puluh ribu suara untuk bisa lolos Bupati dan Wakil Bupati Belu. Mari kita saling mengajak sebanyak – banyaknya untuk coblos nomor 2, Paket SEHATI,” pinta dokter spesialis penyakit dalam itu.

Masyarakat Belu, lanjut dokter Agus Taolin, memiliki hak sepenuhnya untuk menagih janji kepada Bupati/ Wakil Bupati terpilih. Apa yang dijanjikan, wajib dilaksanakan. Jangan sampai hari ini bicara A besok buat B. Hari ini janji A besok bolak – balik. Pemimpin terpilih wajib menjalankan semua program yang dijanjikan.

Agus Taolin saat berkampanye di Dusun Weberliku, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 6 November 2020.

Karena itu, urai Agus Taolin, Paket SEHATI menawarkan 5 program unggulan :

Pertama, Berobat GRATIS pakai KTP dan Kartu Keluarga. Semua biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Pemerintah yang memikul semua kesusahan masyarakat (Ukun rai mak natiu nola renu niakan susar bot ne’e). Aturan ada? Aturan ada! Mereka bilang ada surat edaran menteri? Karena, mereka jalankan asuransi dua macam. Jamkesda ada asuransi kartunya sendiri, BPJS ada kartu sendiri. Pemerintah wajib simpan uang untuk lihat masyarakat yang sakit. Uang dari mana? Dari anggaran pemerintah. Anggaran pemerintah daerah Belu ada 1 triliun lebih. Untuk kesehatan hanya butuh 25 miliar sampai 28 miliar. Uang ada untuk kesehatan. Undang – undang ada untuk mengatur soal kesehatan masyarakat Belu. Orang yang urus ada, rumah sakit ada, uang untuk membeli obat juga ada. Setiap kali berobat cukup bawa KTP dan Kartu Keluarga Belu. Seluruh warga Belu cukup bawa dan tunjukkan KTP dan Kartu Keluarga Belu. Yang sudah ada BPJS, tetap pakai BPJS GRATIS. Yang pakai Kartu KIS juga, dipastikan untuk semua masyarakat Belu GRATIS. Uang dari mana? Maek Bako, Kepiting Bakau kita berhenti dulu, untuk kita perhatikan orang sakit.

“Prioritas program, prioritas anggaran. Jadi, aturan ada, rumah sakit ada, beli obat juga pemerintah tanggung, harus dijalankan. Kita buat kerja sama dengan rumah sakit pemerintah, Rumah Sakit di Kupang, Soe (T.T.S) dan Kefa (T.T.U). Contohnya sudah ada, Pemerintah Kabupaten Malaka kerja sama dengan Rumah Sakit Atambua. Pemerintah Belu tidak bisa? Kok kenapa ada kerja sama dengan Malaka? Kita pergi di Rumah Sakit Umum, tanya kamu dari mana? Dari Malaka. Bayarkah tidak? Tidak bayar. Wah, saya bagaimana? Hidup di Belu kok berobat pakai bayar? Ini, kami punya rumah sakit, kami bayar setengah mati, kamu datang tidur gratis? Kami tidak tahu, karena kami punya bupati yang buat itu. Jadi, setelah kami terpilih, kasih kesempatan untuk kami susun anggaran secara baik baru kita mulai berobat secara GRATIS!,” urai tegas Agus Taolin.

Kedua, Pendidikan. Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi anak sekolah dan Pegawai Negeri Sipil yang berprestasi. Sekarang ini, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) milik Menteri Pertahanan sudah ada di Belu. “Bukan kita punya. Itu program dari pusat. Sekolah itu akan terima 450 siswa untuk pertanian dan peternakan. Anggaran dari menteri pertahanan dan keamanan”, kata Agus Taolin.

Ketiga, Pertanian. Pengolahan lahan GRATIS, penyediaan bibit dan pupuk subsidi, aktivasi perusahaan daerah untuk membeli hasil pertanian masyarakat dengan jaminan harga stabil.

Keempat, Peternakan. Mengembalikan kejayaan sapi Timor di Belu, piara ikan, ayam, kambing, dan babi. Insentif para pendamping juga dimaksimalkan demi kesejahteraan para pekerja. “Jangan hanya mau perintah orang tapi orang mau makan minum saja setengah mati,” papar Agus Taolin.

Kelima, Reformasi Birokrasi. Penempatan tenaga sesuai dengan kompetensi. “Perbaiki pipa di Atambua, harus pilih orang yang jelas. Minta maaf, Jangan, orang sekolah agama suruh urus air. Jadi, pilih orang yang punya kompetensi. Cari sumber air, perbaiki sumber, penghijauan sumber, bangun embung, optimalisasi jaringan perpipaan. Tetapi, kalau sampai tidak bisa, kita drop air untuk seluruh masyarakat secara merata,” tutur Agus Taolin.

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)
Editor: (+rony banase)

Menko Polhukam & Mendagri Kunjungi Perbatasan Motaain Timor Leste

957 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan selaku Ketua Pengarah Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Mahfud MD, bersama dengan Menteri Dalam Negeri selaku Kepala BNPP, Tito Karnavian, dijadwalkan untuk melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Republik Demokratik Timor Leste.

Menko Polhukam RI, Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian tiba di Bandara El Tari Kupang pada Kamis, 18 Juni 2020 pukul 09.20 WITA, disambut oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL); Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi; Ketua DPRD Provinsi NTT, Emi Nomleni; bersama unsur Forkompinda.

Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Ketua DPRD Provinsi NTT dan unsur Forkompinda menyambut Mendagri dan Menko Polhukam RI di Bandara El Tari Kupang

Rombongan menteri yang selanjutnya akan didampingi oleh Wagub Josef Nae Soi melakukan penerbangan ke Kabupaten Belu.

Pelaksana tugas (Plt.) Sekretaris BNPP, Suhajar Diantoro, menyampaikan kedua Menteri akan mengunjungi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain. “Agenda pertama Pak Mahfud dan Pak Tito bersama rombongan akan berkunjung ke PLBN Motaain,” ujarnya di Kantor BNPP, Jalan Kebon Sirih No.31, Jakarta Pusat, pada Rabu, 17 Juni 2020.

Dalam kesempatan tersebut Suhajar mengatakan bahwa kedua Menteri juga direncanakan akan menyerahkan bantuan berupa sembako kepada anggota PLBN Motaain dan menanam pohon di kawasan PLBN Motaain Wisma Negara, mengunjungi Istana Keuskupan Atambua, serta menemui Bupati Belu, Willybrodus Lay di Kantor Bupati.

Perbincangan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Menko Polhukam Mahfud MD

Kawasan Perbatasan Motaain Jadi Sentra Ekonomi, Industri dan Perdagangan 

Dalam kunjungan ke PLBN Motaain tersebut, imbuh Suhajar, Menko Mahfud dan Menteri Tito akan membahas Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Perbatasan Motaain. “Pak Mahfud dan Pak Tito akan membahas Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Perbatasan Motaain,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Tito selaku Kepala BNPP bersama dengan jajaran pejabat BNPP telah membahas kehendak Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan kawasan pendukung PLBN yang ada di perbatasan negara menjadi sentra ekonomi, industri, perdagangan yang bisa berpengaruh dan memberikan pengaruh kepada negara tetangga khususnya kawasan pendukung PLBN Aruk, PLBN Motaain, dan PLBN Skouw.

Perbatasan negara selama ini dianggap kurang diperhatikan oleh sebagian masyarakat, namun dengan hadirnya kedua Menteri di batas-batas negeri telah menegaskan bahwa negara hadir di seluruh penjuru Nusantara termasuk di perbatasan negara. (*)

Sumber berita (*/Humas BNPP)
Foto oleh Sam Babys/Staf Humas dan Protokol Setda NTT
Editor (+rony banase)

Cegah Covid-19, Ketua Partai PSI Belu Bagi 1.000 Masker

321 Views

Belu- NTT, Garda Indonesia | Turut berpartisipasi mendukung pemerintah dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran Corona Virus Desiase 2019 (Covid-19), maka Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanes Siku membagi 1.000 masker kepada masyarakat di Dusun Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, pada Senin 27 April 2020.

Pantauan Garda Indonesia di lokasi, masker-masker itu dibagikan langsung oleh Ketua PSI kepada setiap warga yang hadir di kediamannya dan didampingi oleh Sekretaris PSI, Marcelino S. Cardoso.

“Ini merupakan sebuah bentuk kepedulian dari partai Solidaritas Indonesia terhadap masyarakat yang mengalami dampak Covid- 19. Yang kita khawatirkan bukan karena penyakit ini tidak bisa disembuhkan, tetapi soal penyebaran virus Corona yang sangat cepat dan masif,” ungkap mantan Kepala Desa Lawalutolus dua periode itu.

Anis, demikian sapaan akrabnya menuturkan, kegiatan yang digelar tersebut sebagai bentuk upaya meminimalkan penyebaran Covid- 19 dalam tindakan konkret, dengan memberikan masker pengaman kepada masyarakat, sehingga Covid- 19 ini bisa cepat berakhir.

Covid-19 ini, sambung mantan Ketua pembina PSI Kabupaten Belu itu, telah menimbulkan banyak dampak tak terduga bagi kehidupan masyarakat luas.

“Kita ibadah saja di rumah, apalagi mau cari makan minum? ‘Kan kasihan dengan warga yang terpaksa berhenti sejenak dengan kesibukan mencari nafkah sehari- hari. Tidak semua orang siap dan mampu menghadapi kondisi seperti ini. Karena itu, PSI tidak tinggal diam dengan situasi sesulit ini,” tegas petarung Pileg 2019 lalu itu.

Beliau juga menghimbau bagi setiap orang untuk benar-benar menyadari bahaya pandemik Covid- 19 ini dengan selalu menggunakan masker ketika bepergian ke luar rumah, sehingga bisa terhindar dari penyebaran Virus Corona.

“Kami, PSI tidak memberi dari kelebihan, melainkan dari kekurangan kami. Karena itu, kami minta saudara- saudara yang berkelebihan bisa turut memberikan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) sesuai anjuran pemerintah. Apa yang bisa kita lakukan ya, kita lakukan sejauh kita bisa”, ulasnya menambahkan.

Turut hadir dalam aksi sosial itu, sejumlah perangkat desa Bakustulama. Ketua RT 02, Dusun Kimbana, Manuel Pacheco menyampaikan ucapan terima kasih berlimpah kepada Ketua PSI Belu yang mempunyai kepedulian terhadap keterbatasan masyarakat sekitar, khususnya warga Desa Bakustulama.

“Ini tindakan nyata melawan Covid- 19 bersama masyarakat Desa Bakustulama. Kami merasa, aksi hari ini sebagai salah satu tindakan positif untuk memberi contoh kepada setiap orang agar selalu memakai masker ke mana pun pergi, karena di mana- mana pasti kontak dengan sesama,” saran salah satu tenaga ASN di Kantor Kecamatan Tasifeto Barat itu. (*)

Penulis (*/HH)
Editor (+rony banase)

Covid-19 di Belu Masih Nihil, Pelaku Perjalanan Berisiko Capai 692 Orang

192 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu selaku Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Cristoforus M. Loe Mau, S.E. menyampaikan perkembangan terbaru (update data monitoring) dari wilayah kerja 17 Puskesmas yang tersebar di 12 Kecamatan hingga Selasa, 14 April 2020 pukul 14:00 WITA.

“Hingga Selasa, 14 April 2020 Pukul 14.00 WITA, jumlah Pelaku Perjalanan Berisiko dalam pantauan sebanyak 692 orang menurun sebanyak 31 orang dari pada Senin, 13 April 2020 sebesar 723 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 63 orang, berkurang 38 orang karena telah selesai masa pemantauan sehingga total ODP hari ini 25 orang,” ujar Cristoforus Mau.

“Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Belu masih nihil,” ungkapnya.

Walaupun data monitoring PDP dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Belu nihil, jelas Cristoforus, Pemerintah Kabupaten Belu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat, berdiam diri di rumah, atau menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun.

Bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19, pinta Cristoforus, agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri termasuk melindungi diri, dan melindungi sesama.

Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, World Health Organization (WHO) menganjurkan agar semua masyarakat menggunakan masker. “Untuk masker N95 dikhususkan kepada Tenaga Medis sedangkan masyarakat dapat memakai masker kain yang dijahit dan selalu dicuci,” tandasnya.(*)

Sumber berita (*/Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu)
Editor (+rony banase)
Foto oleh siasat.com