Arsip Tag: kabupaten rote ndao

Naik Perahu Nelayan ke Desa Pukuafu, Bupati Rote Bantu Warga Terdampak

390 Views

Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu, S.E. mengunjungi dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak Badai Seroja di Desa Pukuafu, Kecamatan Landuleko, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 21 April 2021.

Bertolak dari Ba’a (Ibu Kota Kabupaten Rote Ndao) dengan menempuh perjalanan darat sekitar 1 jam 30 menit ke Pelabuhan Rakyat Lokonamon Mulut Seribu kemudian  menggunakan perahu nelayan ke Desa Pukuafu (kurang lebih 1 jam), Bupati Rote didampingi Wakil Bupati, Stefanus Saek; Danlanal Rote, Letkol Laut Anis Latief; Kapolsek Rote Timur, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Army Saek; Kadis PMD, Kasatpol PP, Kabag Umum, Handrian Bessie; dan Plt. Kadis Kesehatan, dr. Veby Riwu; rela basah demi membantu masyarakat.

Untuk diketahui, Desa Pukuafu belum memiliki dermaga, sehingga Paulina Haning Bullu (Bupati Perempuan Pertama di NTT) dan rombongan harus rela basah karena harus memindahkan bantuan dari perahu nelayan ke sampan (perahu kecil, red) untuk menjangkau daratan lalu membagikan bantuan kemanusiaan berupa sembako, selimut dan tikar kepada 124 kepala keluarga.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu mengambil sendiri dan menyerahkan bantuan sembako kepada lansia perempuan di Desa Pukuafu

Selain bantuan kemanusiaan, juga dilaksanakan pengobatan gratis bagi warga Desa Pukuafu dalam momentum Hari Kartini tahun 2021. “Satu orang dapat 2 (dua), ini mama punya dua,” ujar Bupati Paulina Haning Bullu sambil menenteng dan menaruh bantuan sembako di hadapan  lansia perempuan yang berhak menerima bantuan kemanusiaan sembari mengatakan, “Kami juga membawa selimut, tikar, susu untuk anak-anak, biskuit, masker, dan akan diatur oleh Mama Desa (Kepala Desa Pukuafu, red). Kami hanya bagi simbolis saja.”

Di hadapan warga Desa Pukuafu, Bupati Paulina Haning Bullu, menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan biaya semacam kos sebesar Rp.500.000,- (lima ratus ribu) per bulan bagi yang mengungsi karena rumahnya rusak akibat Badai Seroja. “Ada yang mengungsi,” tanyanya kepada warga dan Kepala Desa Pukuafu dan dijawab, “Tidak Ada!”

Bupati Rote Ndao juga mengimbau masyarakat jika telah memperbaiki rumah secara mandiri, maka harus menyimpan nota atau kuitansi dikumpulkan agar dapat dipertanggungjawabkan kepada pemerintah. “Jadi, beli kayu berapa, seng berapa lembar, harus ada nota. Supaya dapat dipertanggungjawabkan dan uang yang telah dikeluarkan dapat diganti kembali,” terangnya.

Usai memberikan bantuan kemanusiaan 250 paket sembako, 250 selimut, dan 150 tikar kepada warga Desa Pukuafu, Bupati Rote Ndao beserta rombongan, meninggalkan lokasi menggunakan perahu nelayan menuju Mulut Seribu dan selanjutnya kembali ke Ba’a.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto oleh Jery–RoteTV

Kunjungan Kedua di Rote, VBL Pastikan Masyarakat Tak Lapar & Harus Sehat

158 Views

Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Kembali melakukan kunjungan kerja kedua di Rote Ndao pasca-Badai Seroja, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) didampingi Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu memantau Pulau Ndao dan Nuse menggunakan Helikopter BNPB dari Bandar Udara D.C. Saudale Ba’a pada Jumat, 16 April 2021.

Sejak terjadi Badai Seroja di Pulau Rote pada Minggu, 4 April 2021 seroja. Gubernur VBL melakukan kunjungan kerja pertama pasca-badai pada Kamis, 8 April 2021, menggunakan pesawat dukungan dari Garuda Indonesia seri ATR 72-600. Selanjutnya, pada kunjungan kedua pada Jumat, 16 April 2021, menggunakan Pesawat Carter Wings Air seri ATR 72-600.

Usai mengunjungi Pulau Ndao dan Nuse, Gubernur VBL langsung memerintahkan Kabag Protokol Setda NTT berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menghadirkan Kapal Pemerintah yang berlabuh di wilayah tersebut, sehingga mempermudah pergerakan masyarakat dan barang.

“Segera koordinasikan dengan Kadis Perikanan dan Perhubungan untuk mengirimkan kapal dan berlabuh di sana (Ndao dan Nuse). Kasihan masyarakat di sana susah, bantu mereka untuk penyebrangan dan distribusi logistik. Ibu Bupati agar mengoordinasikan dengan para nelayan di Nembrala dan Ba’a agar perahunya dipakai transportasi bagi masyarakat Pulau Ndao dan Nuse ke Rote ,” ucap Gubernur VBL.

Gubernur VBL didampingi Bupati Rote Ndao saat mengunjungi Pulau Ndao

Selanjutnya, didampingi Bupati Rote Ndao bersama rombongan, Gubernur VBL mengunjungi Desa Kuli Aisele, wilayah translok yang kena bencana guna memastikan masyarakat di lokasi pengungsian dalam kondisi sehat dan ketersediaan logistik cukup serta adanya dukungan Pemerintah terhadap kondisi rumah masyarakat terdampak bencana.

“Apakah basodara (saudara-saudara, red) semua sehat?” tanya Gubernur VBL kepada para pengungsi dan dijawab serempak, “Sehat Bapa”.

“Apakah makanan di sini cukup?” tanya VBL lagi dan dijawab masyarakat lagi, “Cukup Bapa Gub (Gubernur VBL, red),” jawab masyarakat), sembari disahuti VBL, “ Oh…baik sudah, tenang saya.”

Bapa dan mama semua, imbuh VBL, terkait kondisi rumah yang rusak akibat bencana, Pemerintah Pusat akan menggantinya dengan uang sebesar 10 juta rupiah untuk kondisi rusak ringan, 25 juta untuk rusak sedang dan 50 juta untuk rumah rusak berat. “Tetapi bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat, tidak diberikan uang tetapi dibangunkan langsung oleh Pemerintah untuk keseragaman dan menghindari ketimpangan,” terang Gubernur VBL.

Gubernur VBL didampingi Bupati Rote Ndao saat berdialog dengan masyarakat

Terkait kebutuhan embung dan irigasi, tandas VBL, silakan didata dan diajukan, sehingga melalui Dinas PUPR Provinsi akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dalam bentuk usulan untuk dianggarkan dan direalisasikan.

Sementara itu, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur VBL terhadap masyarakat Kabupaten Rote Ndao yang terdampak bencana khususnya kawasan translok di Desa Kuli Aisele.

“Bapak Gubernur bersama saya meninjau Pulau Ndao dan Nuse, setelah itu langsung ke sini (daerah translok, Desa Kuli Aisele),  terdapat 38 KK yang terdampak bencana, tetapi mereka semua dalam kondisi baik. Kami juga berterima kasih kepada Pak Dandim 1627/Rote Ndao, Letkol. Inf. Educ Permadi Eko yang telah mendukung pembangunan dapur umum di Rote Ndao.” ucap Bupati Paulina Haning Bullu. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Penyanyi Rian D’Masiv & PRB Bantu Korban Badai Seroja Rote Ndao

465 Views

Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Rian Ekky Pradipta atau terkenal dengan sapaan Rian D’Masiv yang bergerak dalam Yayasan Sosial “Jangan Menyerah Indonesia” bersama Relawan PRB (Perkumpulan Rote Bersatu), menyambangi korban bencana Badai Seroja (badai yang memorak-porandakan Pulau Rote Ndao, red), menyambangi korban bencana di Desa Kuli Aisele, Kecamatan Lobalain, dan di Dusun Olalain, Kelurahan Onatali, Kecamatan Rote Tengah pada Selasa, 13 April 2021.

Rian D’Masiv bersama rombongan menuju SD Tevila yang terdampak bencana di Desa Kuli Aisele, guna melihat langsung keadaan sekolah yang rusak akibat dihantam Badai Siklon Tropis Seroja. Rombongan juga sempat mengunjungi Kelurahan Onatali didusun Olalain Kecamatan Rote Tengah untuk melihat dari dekat kondisi anak-anak pasca-Badai Seroja.

Rian D’masiv saat menyerahkan bantuan kepada korban Badai Seroja di Rote Ndao

Bantuan sembako dan obat-obatan serta beberapa keperluan sehari-hari masyarakat serta makanan ringan atau snack dan susu untuk anak-anak diberikan dalam misi kemanusiaan tersebut. Selama berkunjung ke desa-desa, Rian D’Masiv selalu mengajak anak-anak dan warga masyarakat sekitar dan menghibur dengan menyanyikan lagu andalan grup D’Masiv bertitel  “Jangan Menyerah.”

Bersama Relawan PRB dan Rian D’Masif yang bergerak dalam Yayasan Jangan Menyerah Indonesia mengakhiri kegiatan di Pulau Rote dan kembali ke Bandara DC Soudale untuk melanjutkan penerbangan ke Kupang dan selanjutnya mengadakan konser amal untuk Korban Bencana Seroja di NTT.(*)

Sumber berita dan foto (*/Salman/Biro Garda Rote Ndao)

Editor (+roni banase)

Sengketa Pilkades di Rote Ndao, 4 Desa Hitung Ulang & 2 Desa Pilih Ulang

493 Views

Rote Ndao, Garda Indonesia | Perhelatan pemilihan kepala desa (Pilkades) Kabupaten Rote Ndao, di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2020, dari 69 desa yang melakukan pemilihan, 28 desa terdapat sengketa sehingga perlu diselesaikan agar tak terjadi gesekan antar-sesama warga.

Demi menyelesaikan sengketa Pilkades 2020 Rote Ndao di 28 desa tersebut, maka Pemerintah Rote Ndao menerbitkan Keputusan Bupati Nomor: 50/KEP/HK/2021 tentang Penetapan Hasil Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Desa yang ditetapkan pada Selasa, 26 Januari 2021.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu yang menandatangani Keputusan Bupati Nomor: 50/KEP/HK/2021 pada Rabu, 27 Januari 2021 tersebut menegaskan beberapa poin sebagai berikut:

Pertama, Terhadap 28 (dua puluh delapan) desa yang memiliki pengaduan dan sengketa telah diselesaikan dengan Keputusan Bupati berdasarkan data, fakta, dan regulasi, sebagaimana diamanatkan pada pasal 62 dalam ayat (7) Peraturan Daerah Kabupaten Rote Ndao Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pemilihan Kepala Desa bahwa: “Bupati Menetapkannya Penyampaian Hasil Penyelesaian Masalah Sebagaimana Dimaksud Pada Ayat (6) Dalam Bentuk Keputusan Bupati”.

Kedua, Terhadap pengaduan dari 22 (dua puluh dua) desa, tidak ditemukan cukup bukti, sehingga pengaduan tidak terbukti dan dinyatakan tidak sah, yakni :

  1. Desa Nggodimeda
  2. Desa Tebole
  3. Desa Loleoen
  4. Desa Oeleka
  5. Desa Oelasin
  6. Desa Dalek Esa
  7. Desa Batutua
  8. Desa Lifuleo
  9. Desa Oeledo
  10. Desa Tesabela
  11. Desa Papela
  12. Desa Lakamola
  13. Desa Matanae
  14. Desa Mukekuku
  15. Desa Netenaen
  16. Desa Saindule
  17. Desa Mundek
  18. Desa Oelua
  19. Desa Tasilo
  20. Desa Holulai
  21. Desa Oebole
  22. Desa Balaoli

Ketiga, Terhadap pengaduan dari 4 (empat) desa, ditemukan cukup bukti dan meyakinkan, sehingga dinyatakan sah untuk dilaksanakan perhitungan ulang surat suara, yakni :

  1. Desa Pilasue
  2. Desa Daleholu
  3. Desa Daiama
  4. Desa Oenggae

Pelaksanaan penghitungan ulang surat suara dilaksanakan paling lambat 7 (tujuh) hari setelah ditetapkannya Keputusan Bupati dan direncanakan akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 Januari 2021, bertempat pada Kantor Dinas PMD Kabupaten Rote Ndao pukul 09.00 WITA—selesai. Pelaksanaan dimaksud akan diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Rote Ndao selaku Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Kabupaten dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Keempat, Terhadap pengaduan dari 2 (dua) desa, ditemukan cukup bukti dan meyakinkan, sehingga dinyatakan sah untuk dilaksanakan pemilihan ulang. Proses pemilihan ulang akan dilaksanakan pada tahun 2022, yakni:

  1. Desa Fatelilo
  2. Desa Pengodua

Sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Rote Ndao Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pemilihan Kepala Desa, dalam pasal (4) mengamanatkan bahwa: “Tahapan Pemilihan Kepala Desa Meliputi: a. Persiapan; b. Pencalonan; c. Pemungutan Suara; d. Penetapan.”

Merujuk pada amanat tersebut, maka pemilihan ulang dimaksud pada Keputusan Bupati Rote Ndao Nomor 50/KEP/HK/2021 tentang Penetapan Hasil Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Desa Pada 28 (Dua Puluh Delapan) Desa Dilaksanakan Secara Komprehensif Sesuai Tahapan Pemilihan Kepala Desa.

Kelima, Terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Desa pada 6 (enam) Desa, yakni:

  1. Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Desa Pilasue;
  2. Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Desa Daleholu;
  3. Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Desa Daiama;
  4. Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Desa Oenggae;
  5. Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Desa Fatelilo;
  6. Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Desa Pengodua.

Diberikan sanksi berupa sanksi tertulis dan tidak dilibatkan dalam Kepanitiaan Pemilihan Kepala Desa Tingkat Desa Berikutnya.

Keenam, Terhadap keputusan ini, saya (Bupati Rote Ndao, red)  mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pihak terkait agar tetap tenang dan menjaga situasi Kamtibmas serta bagi para calon Kepala Desa Terpilih maupun yang belum terpilih, untuk tidak melakukan pengumpulan massa yang nantinya akan berakibat pada pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. Saya ingatkan sekali lagi, apabila melanggar, maka Satgas Covid-19 tidak akan segan-segan menindak.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto oleh Humas Pemda Rote Ndao

Dilantik oleh Gubernur VBL di Rote Ndao, Alex Riwu Kaho Jadi Dirut Bank NTT

1.222 Views

Rote Ndao, Garda Indonesia | Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT yang dipimpin oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pemegang saham pengendali PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) di Aula Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Jalan Ne’e Mok, Kelurahan Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, pada Kamis, 22 Oktober 2020, meneguhkan dan melantik Harry Alexander Riwu Kaho atau akrab disapa Alex Riwu Kaho menjadi Direktur Utama.

Gubernur NTT sebagai pemegang saham pengendali melantik Alex Riwu Kaho  berdasarkan Surat Keputusan Nomor : 299/KOP/HK/2020 tentang pengangkatan saudara Harry Alexander Riwu Kaho sebagai Direktur Utama Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur masa bakti 22 Oktober 2020 sampai 21 Oktober 2024.

Sebelumnya, Alex Riwu Kaho menjabat sebagai Direktur Pemasaran Dana merangkap Plt. Direktur Umum pada 25 Mei 2018 hingga 10 Juni 2019. Jabatan sebagai Direktur Pemasaran Dana dipegang Alex terhitung 11 Juni 2019—5 Mei 2020. Kemudian, dalam RUPS Luar Biasa Bank NTT pada 6 Mei 2020 di Kantor Gubernur NTT, Alex dipercaya sebagai Direktur Pemasaran Kredit dan Plt. Direktur Utama hingga 21 Oktober 2020.

Gubernur VBL dalam sesi konferensi pers mengharapkan agar Alex Riwu Kaho dapat bekerja dengan baik dan dapat mencapai target-target dengan mengandalkan super tim yang telah dibentuk. “Dan tentunya tantangan yang ada, target-target itu dapat dikerjakan sampai di direksi dan komisaris agar semua masalah yang ada bisa teratasi dengan baik untuk tujuan yang lebih baik.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melantik Alex Riwu Kaho menjadi Direktur Utama Bank NTT

Menurut VBL, target-target laba harus dikerjakan dengan baik, walaupun dalam kondisi yang sulit. Ia berharap, di bawah komandan Alex Riwu Kaho, Bank NTT bisa menatap masa depan yang lebih baik.

Sementara, Komisaris Utama Bank NTT, Jovaline Jodjana mengatakan jajaran komisaris berharap tinggi kepada Alex Riwu Kaho, namun telah melakukan banyak perubahan sejak 6 (enam) bulan terakhir saat menjadi Plt. Direktur Utama Bank NTT.

“Kami dewan komisaris merasakan kerja sama sangat bagus sesuai harapan Pak Gubernur sejak Mei kemarin, telah membentuk super team bukan superman,” ungkapnya seraya mengungkapkan bahwa challenge justru di internal pengurus Bank NTT.

Selain itu, tandas Jodjana, dari aspek perusahaan Bank NTT harus mengejar laba di tengah pandemi Covid-19, sementara progress on track dan segera memperbaiki NPL yang menjadi momok Bank NTT. (*)

Penulis dan Editor (+rony banase)
Foto oleh Sandro-Humas Bank NTT

Empat Hari Kunjungan Kerja di Rote Ndao, Ini Ragam Giat dari Gubernur VBL

1.410 Views

Ba’a-Rote, Garda Indonesia | Gubernur Provinsi Nusa Tenggara (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan kunjungan kerja selama 4 (empat) hari di Kabupaten Rote Ndao, pulau yang berada paling selatan di Indonesia dan memiliki luas 1.280,10 km2. Selain itu, Pulau Rote dikenal dengan Pantai Nembrala, Pantai Bo’a, Ti’ilangga (topi tradisional), dan Sasando (alat musik tradisional) yang dipakai sebagai grand design pembangunan Gedung Kantor Gubernur NTT.

Menempuh perjalanan menggunakan speedboat pribadi dari pelabuhan Lantamal-Kupang pada Senin, 19 Oktober 2020 dan tiba di Pelabuhan Ba’a pada pukul 13.05 WITA, rombongan Gubernur NTT, disambut oleh Bupati Rote Ndao, Paulina Bullu beserta Forkopimda.

Tiba di Pelabuhan Ba’a, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) disambut Bupati Rote Ndao, Paulina Bullu dan Forkopimda

Pantauan Garda Indonesia, selanjutnya, Gubernur VBL berserta rombongan menuju Bo’a Resort untuk beristirahat. Di hari kedua, Gubernur NTT yang aktif melakukan kunjungan kerja ke seluruh 22 kabupaten/kota ini akan meresmikan kecamatan ke-11 di Kabupaten Rote Ndao yakni Kecamatan Loahulu (Kesepuluh kecamatan lain yakni Kecamatan Rote Barat Daya, Rote Barat Laut, Lobalain, Rote Tengah, Rote Selatan, Pantai Baru, Rote Timur, Landu Leko, Rote Barat, dan Ndao Nuse).

Pada hari ketiga, Gubernur melakukan kegiatan internal yang diatur oleh Protokol Setda NTT, dan pada hari keempat, sesuai jadwal dari Biro Humas dan Protokol Setda NTT, bakal dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT bersama dengan bupati/ wali kota untuk mengukuhkan Direktur Utama dan meresmikan kantor baru Bank NTT Rote Ndao.

Selanjutnya, pada Jumat, 23 Oktober, Gubernur NTT berserta rombongan berlayar meninggalkan Pulau Rote menuju ke Pulau Raijua di kabupaten yang dijuluki sebagai pulau seribu lontar, Sabu Raijua.

Penulis dan Editor (+rony banase)
Foto utama oleh Radit—Biro Humas dan Protokol Setda NTT

Gubernur VBL Pinta Pemda Rote Ndao Siapkan Festival Mulut Seribu

365 Views

Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Pada hari Rabu, 7 Agustus 2019, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), kembali melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Rote Ndao

Kedatangan Gubernur VBL kali ini selain untuk melihat perkembangan kemajuan kehidupan masyarakat di beberapa kecamatan di Rote Ndao, juga untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan cottage di dekat pelabuhan mulut seribu.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat melakukan peletakan batu pertama pembangunan cottage di Mulut Seribu

“Kita akan berkolaborasi baik antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten setempat, BumDes, maupun masyarakat di sekitar sini. Karena tujuan pembangunan cottage ini untuk menampung wisatawan yang datang untuk melihat keindahan pariwisata di Rote Ndao, khususnya di Mulut Seribu”, ujar gubernur.

“Yang jelas kalau wisatawan datang, berarti ekonomi masyarakat akan meningkat. Oleh Karena itu sebagai gubernur saya minta agar 6 bulan dari sekarang saya kembali untuk meresmikan cottage ini”, sambung Viktor Laiskodat.

Orang nomor satu di NTT ini juga mengungkapkan kekagumannya pada keindahan mulut seribu.

“Saya sudah mengelilingi beberapa negara di dunia, tapi tidak ada yang seindah seperti di mulut seribu. Tempat ini sangat eksotik dan dapat menjadi tempat budidaya ikan yang sangat baik”, lanjut Laiskodat.

Kekaguman Gubernur NTT Viktor Laiskodat terhadap Mulut Seribu

“Saya minta pemerintah kabupaten agar menyiapkan secara serius kegiatan festival mulut seribu yang akan dilaksanakan beberapa bulan kedepan. Transportasinya bagaimana, penginapannya bagaimana, restorannya seperti apa, sehingga ketika wisatawan datang mereka melihat bahwa kita sangat siap melaksanakan festival ini”, kata gubernur.

“Akan ada 500 kapal yang disiapkan untuk mengantar wisatawan melihat keindahan pulau seribu. Nanti dari provinsi akan membantu menyiapkan kapal ini”, sambung mantan anggota DPR RI ini.

Diakhir kegiatan ini, gubernur memberikan apresiasi kepada bapak John Fero yang menyumbangkan sebidang tanahnya di Desa Daiama kecamatan Landuleko untuk dibangun cottage serta restoran untuk para wisatawan yang datang. (*)

Sumber berita (*/Sam Babys—Staf Biro Humas dan Protokol Setda Prov. NTT)

Editor (+rony banase)

70 Mahasiswa STIPAS KAK Jalani ‘Live In’ di Rote Ndao

354 Views

Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Live in sebagai sebuah kegiatan pastoral dimana mahasiswa tinggal bersama umat dan merasakan kehidupan umat; dijalani oleh Mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang (KAK) di Ba’a dan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Paroki Sto. Petrus Pante Baru dan Paroki Sto. Kristoforus Ba’a Kabupaten Rote Ndao menjadi pusat kegiatan Live In Mahasiswa – Mahasiswi Semester 6 Tingkat 3 Sekolah Tinggi Pastoral Kuskupan Agung Kupang Tahun 2019, yang berlangsung pada 4—10 Juni 2019.

Sebanyak 70 orang Mahasiswa STIPAS KAK dan 3 orang Dosen Pendamping dibagi dalam dua kelompok besar dengan sebaran 35 mahasiswa memperoleh lokasi live in di Paroki Sto. Kristofarus Ba’a dan 35 orang di Paroki Sto. Petrus Pantai Baru dan kemudian disebar ke rumah umat untuk menginap dalam kegiatan selama satu minggu.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2019/06/02/stipas-keuskupan-agung-kupang-gapai-akreditasi-b/

Adapun rangkaian kegiatan yang disiapkan oleh Mahasiswa -Mahasiswi Live in yakni Katekese tentang Doa Syukur Agung, Kerja Bakti, Paduan Suara di Gereja, Pentas Seni serta belajar merasakan dan mengalami langsung bagaimana kehidupan umat.

Kegiatan live in diakhiri dengan malam perpisahan dan Pentas Seni yang dilakukan di Dua Paroki, pada Sabtu, 8 Juni 2018 di Paroki Sto. Kristofus Ba’a dan Minggu, 9 Juni 2019 di paroki Sto. Petrus Pantai baru Rote Ndao.

Mewakili Ketua STIPAS KAK dalam sambutan kegiatan Pentas Seni di Paroki Ba’a, Wakil Ketua II STIPAS KAK, RD. Antonius I. N. Tukan, S. Fil. M.Th., menyampaikan bahwa kehidupan ibarat seperti sebuah lukisan dan kenangan-kenangan sebagai warna yang digunakan untuk menghiasi lukisan itu

“Kebersamaan kita kurang lebih satu minggu mengukir berjuta warna yang tidak bisa dilupakan. Terima kasih kepada Pastor Paroki sto. Kristofarus Ba’a, Ketua Dewan Pastor Paroki , Ketua-ketua Komunitas Umat Basis – Stasi yang telah menerima anak -anak kami di rumah Bapak-Mama untuk belajar dan merasakan langsung kehidupan umat”, ujar RD Anton

Lanjutnya, Live in merupakan kegiatan rutin setiap tahun dan atas nama Lembaga, Dosen Pendamping dan Mahasiswa-Mahasiswi meminta maaf kalau dalam kebersamaan ada yang tak berkenan

Hal yang sama disampaikan Dosen Pendamping Emiliana D.Taek, S.Ag., MM., dalam sambutan saat Malam Perpisahan dan Pentas Seni di Paroki Sto. Petrus Pantai Baru, mengucapkan terima kasih telah menerima mahasiswa dan dosen pembimbing dapat belajar dan melihat langsung bagaimana kehidupan umat.

“Saya mewakili Dosen Pendamping dan mahasiswa memohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan dalam kebersamaan kita, yang baik biar tetap diingat dan yang buruk dikubur malam ini juga”, pinta Ketua Bidang Akademik STIPAS KAK

Sedangkan, Pastor Paroki Sto. Kristoforus Ba’a, RD. Stefanus Mau mengucapkan terima kasih kepada Lembaga STIPAS KAK yang telah memili Rote Ndao sebagai tempat Live In Tahun 2019,
“Ini kehidupan umat, semoga ada hal yang dapat ditarik menjadi pengalaman dan pembelajaran buat para Calon Katekis yang menjadi perpanjangan tangan para Imam. Semoga dengan kehadiran para mahasiswa dapat memotivasi para anak muda untuk bisa masuk STIPAS KAK”, sebutnya

Dan, Pastor Paroki Frans Atamau dalam sambutan saat malam perpisahan dan pentas seni (Minggu, 9 Juni 2019) mengatakan mendapat tambahan umat baru, semoga kenangan ini jangan cepat berlalu, terus diingat dalam benak kita bersama

“Sukses dalam studi dan bisa menjadi guru agama yang baik. Saya mewakili umat memohon maaf jika dalam kebersamaan ada hal yang tidak berkenan. Semoga cerita dan kebersamaan ini tidak berakhir dan tahun depan lebih banyak lagi yang datang ke Rote dan Kami siap menunggu”, harapnya. (*)

Penulis (*/Valentinus-Ketua Senat STIPAS KAK)
Editor (+rony banase)